cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 205 Documents
Hubungan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Kejadian Gastroenteritis Yuslina FNB Siahaan; Evawany Y Aritonang; Taufik Ashar
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.612 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i1.171

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gastroenteritis pada bayi adalah peradangan selaput mukosa lambung dan usus kecil yang ditandai dengan gejala diare, mualmuntah dan demam ringan disertai dengan hilangnya nafsu makan dan rasa tidak nyaman di perut. Pada tahun 2010 gastroenteritis adalah penyebab utama kematian di Indonesia dan berada di urutan pertama sebagai penyebab pasien dirawat di rumah sakit. Tujuan: Menganalisis hubungan praktik pemberian makan bayi dengan kejadian gastroenteritis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case control yang menganalisis hubungan antara pola makan dan kejadian gastroenteritis pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Silangit Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 7 hingga 12 bulan sebanyak 94 orang, 47 kasus dan 47 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Regresi Logistik Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi pola makan bayi sebagian besar tidak baik sebanyak 78,7%. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastroenteritis, dengan nilai p <0,001 dan nilai OR sebesar 8,202. Simpulan: Ibu yang memiliki bayi diberi dorongan untuk memberikan pola makan yang baik kepada bayi dengan cara menyusui secara eksklusif, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kesehatan bayi.Kata kunci: praktik pemberian makan, gastroenteritis, bayiThe Relationship Between Feeding Practice and the Incidence of GastroenteritisABSTRACTBackground: Gastroenteritis in infants is an inflammation of the mucous membrane of the stomach and small intestine characterized by symptoms of diarrhea, nausea, vomiting and mild fever accompanied by loss of appetite and discomfort in the stomach. In 2010 gastroenteritis is the leading cause of death in Indonesia and is the first order that causes patients hospitalized in the hospital. Objective: to analyze the relationship between feeding practice and the incidence of gastroenteritis. Method: This study used a case control method that analyzed the relationship between feeding practice and the incidence of gastroenteritis in infants in the work area of Silangit Public Health Center of North Tapanuli Regency. The sample in this study was 7 to 12 months old infants as many as 94 people, 47 cases and 47 controls. Data were analyzed using Chi Square test and Multiple Logistic Regression. Results: The results showed the distribution of infant feeding practice is mostly not good as much as 78.7%. The result of research analysis showed that there was a significant correlation between feeding pattern with the incidence of gastroenteritis with p value <0.001 and OR value of 8,202. Conclusion: Mothers with babies are encouraged to provide good feeding practice to infants by exclusive breastfeeding, applying clean and healthy living behaviors to improve infant health.Keywords: Feeding practice, gastroenteritis, infants
PELAYANAN HOME CARE TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Meilianingsih, Lia; Setiawan, Ridwan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.10

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan home careterhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan diabetesmelitus (DM) tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki, Bandung. Metode: Desain penelitianmenggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre- post-test control group design. Sampelberjumlah 27 orang untuk kelompok perlakuan dan 27 orang untuk kelompok kontrol. Teknikpengambilan sampel secara purposive sampling. Intervensi pelayanan home care dilakukan enamkali kunjungan. Kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelumdan sesudah diberikan pelayanan home care dilakukan dengan uji statistik T test independent dandependent. Instrumen untuk menilai kemandirian keluarga dengan kuesioner tentang kemandiriankeluarga dari Kementrian Kesehatan. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkatkemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelum dan setelahdilakukan pelayanan home care pada kelompok perlakuan (p=0,00), selanjutnya terdapat perbedaanyang bermakna juga antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,00). Diskusi: Untukmencapai hasil yang maksimal perlu peningkatan pelayanan keperawatan keluarga dalam bentukHome Care secara berkesinambungan sehingga kemandirian keluarga dalam mengenal danmengatasi masalah kesehatan di keluarganya semakin meningkat. Simpulan: pelayanan homecare dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe2.Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, home care, kemandirian keluargaABSTRACTObjectives: This study aimed to identify the effect of home care services on the levels of independenceof family in taking care of family members with type 2 diabetes mellitus (DM) at Pasirkaliki PublicHealth Centre, Bandung. Method: This study was quasi-experimental with pre-post-test approachcontrol group design. Samples were divided into treatment group and control group, each of whichconsisted of 27 people. They were taken using purposive sampling. Home care services interventioninvolved six visits. The independence of the family in taking care of family members with type 2DM before and after home care services was analyzed using independent and dependent t test.Result: There were signifi cant differences in the levels of independence of the family in taking careof family members with type 2 DM before and after the home care services in the treatment group(p=0.00). There were also signifi cant differences between the control group and the treatment group(p 0.00). Discussion: In order to achieve maximum results, it was necessary to improve familynursing services in the form of Home Care on an ongoing basis so that the independence of thefamily in identifying and addressing family health issues would increase. Conclusion: Home careservices could improve the independence of the family in taking care of family members with type 2DM.Keywords: type 2 diabetes mellitus, home care, independence of family.
BOOKLET SPINAL ANESTESI MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SECTIO CAECAREA Sukariaji -; Surantana -; Sutejo -; Agus Sarwo Prayogi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.401 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v2i2.85

Abstract

ABSTRAKTindakan operasi sectio caecarea dapat menimbulkan gangguan potensial maupun aktual pada integritas pasien yang dapat membangkitkan reaksi terhadap stres fisiologis maupun psikologis sehingga dibutuhkan suatu penangan untuk menurunkan tingkat kecemasan melalui pendidikan kesehatan tentang spinal anestesi kepada pasien section caecarea pada preanestesi dengan menggunakan booklet. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan menggunakan booklet spinal anestesi terhadap kecemasan pada pasien sectio caecarea. Metode: Jenis penelitian quasi experiment without control group. Jumlah responden 24 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) yang telah diuji validitas 0,840-0849 dan reliabilitas (a 0,852) pada 102 orang. Pengambilan data tanggal 12 November-17 Desember 2016 di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo, Jawa Tengah. Analisis data menggunakan ujipaired t-test. Hasil: Sebagian besar responden mengalami cemas berat sebelum menjalani anestesi (79,2%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, lebih dari setengah responden mengalami kecemasan ringan (62,5%). Skor rata-rata sebelum intervensi adalah 21,38 dan setelah intervensi adalah 11,58. Hasil paired t-test menunjukkan ada penurunan secara signifikan tingkat kecemasan dari sebelum ke setelah pemberian pendidikan kesehatan. Simpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan booklet spinal anestesi dapat digunakan untuk melengkapi intervensi yang sudah ada di rumah sakit dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besarKata Kunci: booklet, kecemasan, sectio caecarea, pendidikan kesehatan.SPINAL ANESTHESIA BOOKLETS REDUCEANXIETYLEVELS IN PATIENTS WITH CAESAREAN SECTIONABSTRACTCaesarean section surgery may result in potential and actual disorders in the integrity of patients which can generate a reaction to physiological and psychological stress so that a treatment is needed to reduce anxiety levels through health education about spinal anesthesia to patients with caesarean section in preanesthesia care using a booklet. Objective: To identify the effect of giving health education using spinal anesthesia booklets on anxiety in patients with caesarean section. Methods: This study belongs to a quasi-experiment without control group. The number of respondents was 24 people taken by using purposive sampling. The study used an instrument in the form of APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) questionnaire of which validity and reliability had been tested by 0.840-0849 and (a 0,852) respectively in 102 people. Data were collected on 12 November 2016-17 December 2016 at Dr. Tjitrowardojo Hospital, Purworejo, Central Java. Data were analyzed using paired t-test. Results: Most respondents (79.2%) experienced severe anxiety before undergoing anesthesia. After being given health education, more than half of the respondents (62.5%) experienced mild anxiety. The average score before intervention was 21.38 and after the intervention was 11.58. The results of paired t-test indicated that there was a significant decrease in the level of anxiety from before to after giving the health education. Conclusion: Health education using spinal anesthesia booklets can be used to complement interventions that already exist in the hospital and it is necessary to conduct further research using a control group and a larger number of samplesKeywords: booklets, anxiety, caesarean section, health education
OPTIMALISASI FUNGSI KEPALA RUANGAN DALAM PENETAPAN JADWAL DINAS PERAWAT BERBASIS KOMPETENSI: PILOT STUDY Ichsan Rizany; Tutik Sri Hariyati; Sri Purwaningsih
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.975 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i3.35

Abstract

e"> ABSTRAKTujuan penelitian: melakukan pemberdayaan fungsi kepala ruangan dalam implementasi jadwaldinas berbasis kompetensi di rumah sakit umum vertikal kelas A yang menjadi rumah sakit pusatrujukan nasional. Metode: pendekatan pilot studi yang dilaksanakan dari analisis situasi, pembuatanplan of action, implementasi, evaluasi dan analisis gap menggunakan literatur review. Pilot studidilakukan selama ± 7 minggu kepada 43 perawat dan 16 kepala ruangan sebagai responden.Analisis situasi dilakukan dengan menggunakan diagram fi sh bone. Hasil: Masalah utama ialahbelum optimalnya pelaksanaan jadwal dinas berbasis kompetensi. Implementasi yang dilakukanialah brainstorming kepada kepala ruangan tentang pentingnya kompetensi dalam pelaksanaanjadwal dinas dan melakukan uji coba jadwal dinas berbasis kompetensi. Hasil uji coba didapatkanbahwa 100% kepala ruangan merasa jadwal dinas berbasis kompetensi lebih efektif. Hasil kuesionermenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kepala ruangan tentang pentingnya kompetensidalam penjadwalan perawat menjadi 8,6 dan rata-rata penilaian diri (self asessment) dari kepalaruangan tentang evaluasi pembuatan jadwal dinas berbasis kompetensi sebesar 7,88 dari 10 poin.Pelaksanaan penjadwalan berbasis kompetensi mendapat hambatan berupa kurangnya jumlahtenaga perawat, karakteristik perawat, dan pemerataaan kompetensi. Simpulan: pemberdayaanfungsi kepala ruangan dalam implementasi jadwal dinas berbasis kompetensi lebih efektif danmemudahkan pekerjaan kepala ruangan dalam pengaturan jadwal dinas. Peran kepala ruangansangat penting dalam pembuatan jadwal dinas berbasis kompetensi. Peran kepala bidangkeperawatan sangat membantu sistem jadwal dinas dengan membuat kebijakan yang tepat dansejalan dengan misi pelayanan keperawatan untuk memberikan pelayanan berkualitas dan aman.Kata Kunci: jadwal dinas, kompetensi, perawat.OPTIMIZATION THE FUNCTION OF THE HEAD NURSE IN DETERMINING COMPETENCEBASED NURSE SERVICE SCHEDULE: A PILOT STUDYABSTRACTObjective: To empower the function of head nurse in implementing competence-based nurse serviceschedule in grade A hospital which serves as a national referral hospital. Methods: This studyemployed a pilot study approach that was performed in situation analysis, making of Plan of Action,implementation, evaluation and gap analysis using literature review. The pilot study was conductedfor approximately 7 weeks to 43 nurses and 16 head nurses as respondents. The situation analysiswas performed using fi shbone diagram. Results: The main problem was unoptimal implementationof competence-based nurse service schedule. The implementation done was brainstorming tothe head nurses about importance of competence in the implementation of service schedule andconducting trial of the competence-based nurse service schedule. The trial results indicated that100% of the head nurses thought that the competence-based nurse service schedule was moreeffective. The questionnaire results indicated increased head nurses’ knowledge of the importanceof competence in nurse scheduling by 8.6, and average self-assessment of the head nurseson the evaluation of competency-based nurse service scheduling by 7.88 out of 10 points. Theimplementation of competence-based scheduling was obstructed by lack of the number of nurses,characteristics of nurses and even distribution of competence. Conclusion: The empowerment ofthe function of head nurses in the implementation of competence-based nurse service schedule wasmore effectively and could facilitate the work of head nurses in managing the service schedule. The role of head nurses was very important in competence-based nursing service scheduling. The roleof head nurses was useful in nurse service schedule system by making appropriate policy and wasin line with the mission of nursing care in providing quality and safe service.Keywords: nurse scheduling, competence, nurse
SUMBER STRES KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Laela Hasanah; Laili Rahayuwati; Kurniawan Yudianto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.765 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i3.162

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sumber stress kerja yang dialami oleh perawat yang bekerja di rumah sakit. Tujuan:penelitian ini untuk mengetahui sumber stres kerja perawat berdasarkan karakteristik perawat yang bekerja di Rumah Sakit. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 239perawat yang diambil dengan menggunakan teknik total populasi. Periode pengambilan data pada bulan Desember 2016.  Instrumen yang digunakan adalah NIOSH Generic Job Stress Questionnaire, selanjutnya analisis univariat digunakan untuk melihat gambaran stresor kerja perawat berdasarkan karakteristik perawat. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data terdapat 5 stresor kerja yaitu: harga diri, konflk peran, ketidakjelasan peran, konflk dalam kelompok, dan konflk antar kelompok. Kesimpulan: Data sumber stress yang didapatkan dari penelitian ini dapat digunakan untuk membuat sistem jenjang karir, memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi yang dicapai perawat, memberikan kesempatan untuk berkembang kepada perawat, menyelenggarakan sistem rotasi yang terjadwal dan berkesinambungan.Kata Kunci: Perawat, stresor kerjaNurses’ Source of Stressor in The HospitalABSTRACTThis study discusses the source of work stress experienced by nurses who work in hospital services Objective: The objective of this study was to determine the occupational stressors of nurses based on characteristics. Method: This research used descriptive quantitative methods. Respondents in this study were 239 nurses taken by total population. Data retrieval period in December 2016. This study utilized NIOSH Generic Job Stress Questionnaire. Univariate analysis used to describe the stressors of nurses based on the characteristics. Results: Based on the analysis of data from fie work stressors that self-esteem, role conflct, role ambiguity, conflct in groups, conflct inter groups. Conclusion: The stressor data can be used to develop training of career system, the risk of job and career, recognize and reward the achievements for the nurses, provide the opportunity to develop, held a rotation system scheduled and continuously.Keywords: nurse, occupational stressors
Pengalaman Disfungsi Seksual pada Klien Pria dengan Ulkus Diabetikum Maulida, Haifah; Rahman, Handono Fatkhur; Nugroho, Setyo Adi; Andayani, Sri Astutik; Wahid, Abdul Hamid
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.974 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.187

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu penyebab organis utama gangguan fungsi seksual pria yang berefek pada kompleksitas gangguan seksual. Tujuan: mengetahui secara mendalam tentang disfungsi seksual pada klien pria dengan ulkus diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 7 partisipan yang dipilih dengan purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah klien pria ulkus diabetik, usia 30-60 tahun, dan bersedia menjadi partisipan. Analisis data menggunakan pendekatan analisis selektif dan focusing (the selective or highlighting approach). Hasil: enam tema teridentifikasi dalam penelitian ini diantaranya pandangan tentang seksual pada kehidupan pria, perubahan seksual yang dialami, dampak perubahan seksual, perilaku mengatasi masalah akibat perubahan seksual, harapan terhadap kondisi perubahan seksual, dan respons support system. Kesimpulan: Klien pria dengan ulkus diabetikum mengalami disfungsi seksual yang berdampak pada diri dan pasangan. Klien berupaya mencari cara penyelesaian sesuai persepsinya dan mengharapkan dukungan keluarga untuk memperbaiki fungsi seksual mereka. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk perawat sebagai dasar penentuan tindakan preventif yang sesuai agar tidak terjadi komplikasi yang lebih cepat yang akan menimbulkan gangguan/disfungsi seksual. Selain itu dapat juga digunakan untuk penyusunan program pelayanan kesehatan seksual, dengan menyediakan ruang khusus untuk konsultasi seksual, layanan konsultasi paripurna, hotline service, dan home based care untuk menfasilitasi minimnya fasilitas pelayanan seksual.Kata kunci: Diabetes Melitus, ulkus diabetikum, disfungsi seksualThe Experience of Sexual Dysfunction in Male Clients with Diabetes Ulcers ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus (DM) is one of the main organic causes of male sexual dysfunction. Objective: This research is to find out about sexual dysfunction in male clients with diabetes ulcers. Methods: This study used a qualitative method using phenomenology and interviews as data collection techniques. There were 7 participants selected with using purposive sampling. The inclusion criteria in this study were male clients with diabetes ulcers, aged between 30-60 years, and agree to participate. Data analysis using selective or focused (the selective or highlighting approach). Results: Six themes identified in this study include sexual perspective in men’s life, experienced sexual changes, effect of the sexual changes, behaviors to overcome the effect of sexual changes, expectation related to the condition of sexual changes, and support system response. Conclusion: male clients with diabetic ulcers experience sexual dysfunction that affects themselves and their partners. Clients try to find solutions to their perceptions and expect family support to improve their sexual function. The results of this study could be used for nurses as a basis for determining appropriate precautions to prevent faster complications that will cause sexual disorders/dysfunction. In addition, it could also be used for the preparation of sexual health service programs, by providing special space for sexual consultation, plenary consultation services, hotline services, and home-based care to facilitate the lack of sexual service facilities.Keywords: Diabetes mellitus, diabetic ulcer, sexual dysfunction
STUDI FENOMENOLOGI: RESPONS KECEMASAN KELUARGA SELAMA MENDAMPINGI PASIEN PADA FASE END OF LIFE DI RUMAH SAKIT Avelina, Yuldensia
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.029 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i2.25

Abstract

ABSTRAKTujuan: Penelitian ini bertujuan menggali makna dari pengalaman respons kecemasan keluargaselama mendampingi pasien pada fase end of life di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Partisipan dalam penelitian iniberjumlah 6 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusiyang telah ditetapkan peneliti. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 6anggota keluarga yang selalu mendampingi pasien selama fase end of life di rumah sakit. Prosespengambilan data dilakukan selama 2 minggu. Wawancara mendalam dilakukan selama 30–60menit untuk setiap partisipannya. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan IPA dari Smith.Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema, yaitu memiliki pikiran yang tidak menentu tentangkesembuhan pasien, mengalami ketidakstabilan kondisi fi sik, mengalami perasaan hati tidak tenang.Diskusi: Keluarga selama mendampingi pasien pada fase end of life di rumah sakit akan mengalamikecemasan. Kecemasan yang dialami keluarga selama mendampingi pasien pada fase end of lifemerupakan perasaan cemas akan kehilangan orang yang dicintai. Kecemasan tersebut ditunjukkanoleh keluarga melalui respons fisik maupun respons psikologis. Kesimpulan: Respons kecemasanyang diperlihatkan oleh keluarga baik respons fi sik maupun respons psikologis hendaknya menjadiperhatian para petugas kesehatan sehingga keluarga tetap dapat menjalankan perannya denganbaik dalam mendampingi pasien selama berada pada fase end of life di rumah sakit.Kata Kunci: end of life, kecemasan, keluarga, respons.ABSTRACTObjective: This study aims to explore the meaning of experience of family’s anxiety response whenassisting patients in the end-of-life phase in hospital. Methods: The study employed a qualitativemethod with interpretative phenomenological design. There were 6 participants involved in thisstudy obtained through a purposive sampling technique, based on inclusion criteria established byresearcher. Data were collected through in-depth interviews with 6 family members who experiencedanxiety when assisting patients in the end-of-life phase in hospital. They were collected for 2 weeks.In-depth interviews were conducted for 30–60 minutes for each participant. The results were analyzedusing IPA. Results: This study generated 3 themes, namely having an unstable thought aboutpatient’s recovery, undergoing unstable physical condition, having an uneasy feeling. Discussion:When assisting patients in the end-of-life phase in hospital, the family would experience anxiety.Such anxiety was a feeling about the loss of a loved one. It was shown through physical andpsychological response. Conclusion: Anxiety responses shown by families through either physicalor psychological response should be the center of interest for health offi cials so that families can playtheir role well in assisting patients in the end-of-life phase in hospital.Keywords: anxiety, end-of-life phase, family, responses
Pengalaman Perawat dalam Menerapkan Manajemen Pengendalian Infeksi di RSUP H. Adam Malik Medan Helfrida Situmorang
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.524 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.99

Abstract

AbstrakPencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta pembinaan dalam upaya menurunkan angka kejadian Infeksi Rumah Sakit (IRS) pada pasien atau petugas rumah sakit dan mengamankan lingkungan rumah sakit dari risiko transmisi infeksi yang dilaksanakan melalui manajemen risiko, tata laksana klinik yang baik dan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit. Tujuan penelitian: mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menerapkan manajemen pengendalian infeksi di RSUP H. Adam Malik Medan. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah IPCLN (Infection Prevention Control Link Nurse) yaitu perawat penghubung pengendali infeksi, ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara mendalam terhadap 12 perawat IPCLN yang terdiri dari IPCLN yang bertugas di ruang rawat inap yang berisiko terjadi infeksi seperti ruang Neurologi (RA 4), RB 1 Obgyn, RA 2, CVCU, RB 4 Anak, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 4, RB 3, VIP B, RB 2 A, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 3, RA 3 THT, ICU Anak, di RSUP. H. Adam Malik Medan. Analisis data dilakukan setelah proses pengumpulan data pada bulan Juli 2016 dengan menggunakan tehnik analisis Colaizzi. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan dua tema yaitu melakukan pengawasan yang ketat dan mendapatkan hambatan dalam melaksanakan pengendalian infeksi. Kesimpulan: Pengawasan terkait pengendalian infeksi sudah dilaksanakan dengan baik setiap hari dan setiap ada pasien baru. Hambatan yang didapat seperti beberapa petugas yang kurang patuh untuk menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan melaksanakan cuci tangan.Kata kunci: Pengendalian infeksi, manajemen, perawatNURSE’S EXPERIENCE IN APPLYING INFECTION CONTROL MANAGEMENT AT H. ADAM MALIK HOSPITAL OF MEDANAbstractInfection Prevention and Control at hospitals are activities that include planning, implementation and supervision as well as development in order to reduce the incidence of Hospital-acquired infection in patients or hospital personnel and to secure hospital environment from the risk of transmission of infection. It is carried out through management risk, good clinical management and implementation of Hospital Occupational Health and Safety. Objective: To explore the experience of nurses in implementing infection control management at H. Adam Malik Hospital of Medan. Methods: This research is qualitative with descriptive phenomenological design. Participants in this study were the Infection Prevention Control Link Nurses (IPCLNs), whom were taken using purposive sampling technique. Data were collected using in-depth interviews to 12 IPCLNs consisting of IPCLNs who served in the inpatient unit facing the risk of infection such as Neurology room (RA 4), RB 1 Obgyn, RA 2, CVCU, RB 4 for children, Cardio vascular Inpatient room 4th Floor, RB 3, VIP B, RB 2 A, Cardio vascular Inpatient room 3rd Floor, RA 3 ENT, ICU for Children at H. Adam Malik Hospital of Medan. Data were analyzed after the data were collected in July 2016 using the Colaizzi’s method of data analysis. Results: The results of this study found two themes, namely strict supervision and obstacles in controlling infection. Conclusion: Supervision related to infection control has been carried out well every day and when a new patient is admitted. Obstacles include some officers who are less obedient to use PPE (Personal Protective Equipment) and to wash hand.Keywords: Infection control, management, nurses
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Balita di Paud Permataku Palu Andi Fatmawati; Fajrillah Fajrillah; Irna Woso
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.611 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i1.176

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan berikutnya yang berlaku secara umum. Orang tua merupakan sarana bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku di lingkungannya. Ini disebabkan orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak. Bentuk-bentuk pola asuh orang tua sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah menjadi dewasa. Tujuan: mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak balita di Paud Permataku. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 54 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil: tidak ada hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak balita. Kesimpulan: Diharapkan bagi tenaga pengajar agar dapat mengetahui lebih dalam mengenai perkembangan anak balita sehingga dapat memberikan stimulus yang tepat dalam setiap tahap perkembangan dalam proses belajar mengajar.Kata Kunci: Perkembangan anak, pola asuh orang tua The Relationship Between Parenting Style and the Development of Children Under Five in Paud Permataku PaluABSTRACTBackground: The development experienced by children is a series of regular changes from one stage of development to the next stage which generally applies. Parents are a means for children to adapt to the environment and get to know the world around them as well as the patterns of interaction that apply in their environment. It happens due to parents are the basis for the child’s personal formation. The forms of parenting are very closely related to the child’s personality after becoming an adult. Objectives: to find out the relationship between parenting style and the development of children under five in PAUD Permataku. Method: Type of research used in this study is analytic research with a cross sectional study approach. The sample is 54 respondents. Data analyses used are univariate and bivariate analysis. Results: There was no significant relationship between parenting and the development of children under five. Conclusion: It is expected that teaching staff can find out more about the development of children under five so that they can provide the right stimulus at each stage of development in the teaching and learning process.Keywords: child development, parenting style
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASUHAN SPIRITUAL OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA ., Rohman
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.795 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.15

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifi kasi faktor-faktor yangberhubungan dengan pemberian asuhan spiritual oleh perawat di RS Islam Jakarta. Metode:Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Responden yang berpartisipasiberjumlah 111 perawat di ruang rawat dewasa RS Islam Jakarta. Teknik pengambilansampel yang digunakan adalah total populasi. Hasil: Hasil studi dengan uji Chi-squareini menunjukkan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lamabekerja, kecukupan waktu, persepsi tentang spiritualitas dan asuhan spiritual denganpemberian asuhan spiritual. Diskusi: Faktor tingkat pendidikan yang didapatkan yangmenunjukan bahwa perawat yang berpendidikan sarjana berpeluang memberikan asuhanspiritual secara baik sebesar 2,436 kali (nilai OR=2,436) dibandingkan dengan yangberpendidikan SPK/DIII Keperawatan. Simpulan: Perlunya penelitian serupa lebih lanjutyang melibatkan faktor-faktor lain seperti perhatian terhadap spiritualitas diri perawat,kesehatan spiritual diri perawat, pendidikan dan pelatihan tentang asuhan spiritual yangdidapat, dan sistem pengawasan dengan penentuan sampel yang lebih baik.Kata Kunci: asuhan spiritual, spiritualitas.ABSTRACTObjectives: This study aimed to identify factors related to providing spiritual care by nursesat Islamic Hospital of Jakarta. Methods: This study employed cross sectional design.Respondentsin were 111 nurses working in adult wards at Islamic Hospital of Jakarta.Samples were selected using total population. Results: The result of bivariate analysiswith Chi-square test indicated that there were no correlation of age, sex, level of education,length of services, time avalilibility, and perception about spirituality and spiritual care with theprovision of spiritual care. Discussion: Nurses with bachelor degree were like to give betterspiritual care of 2.436 times (OR= 2.436) than those with SPK/DIII degree. Conclusion:Further similar researches are needed which involve other factors such as attention ofnurses’ self-spiritualy, self-spiritual health, training and education about spiritual care, andcontrol system, with better sample determination.Key Words : spiritual care, sprituality

Page 8 of 21 | Total Record : 205