cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Penatalaksanaan space maintainer pada anak Fajriani .
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.346 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.180

Abstract

Kondisi gigi sulung yang sehat memiliki peranan penting bagi anak, sehingga keberadaannya harus tetap dipertahankan sampai masa erupsi gigi permanen. Kehilangan gigi sulung secara prematur akan mengakibatkan gigi tetangganya bergeser karena adanya gaya ke mesial dari gigi posterior yang erupsi pada masa tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Tanggalnya gigi sulung dapat berakibat buruk terhadap perkembangan oklusal. Sebagaimana diketahui, bahwa gigi sulung tidak hanya berfungsi untuk mengunyah makanan, tetapi juga sebagai penunjuk jalan bagi pertumbuhan gigi permanen yang akan menggantikannya. Jika gigi sulung tercabut terlalu cepat maka gigi permanen akan kehilangan arahnya sehingga erupsinya dapat terganggu. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan gigi sulung selama mungkin untuk mencegah kelainan-kelainan yang dapat terjadi selama masa proses tumbuh kembang seorang anak. Kehilangan gigi sulung dan kegagalan untuk menjaga ruang tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi oklusi normal pada gigi permanennya. Karena itu, dibutuhkan penggunaan piranti space maintainer yang diharapkan dapat mempertahankan ruang bekas pencabutan sehingga gigi dapat erupsi di tempat tersebut secara adekuat.
Jumlah koloni Candida albicans pada pemakai gigitiruan penuh berdasarkan lama pemakaian Nurlindah Hamrun; Alqarama Mahardhika
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.638 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.181

Abstract

Pemakaian gigitiruan yang terus-menerus dan tidak bersih dapat menyebabkan peningkatan jumlah pertumbuhan Candida albicans. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan yang merupakan predisposisi terjadinya plak yang melekat pada gigi-geligi di sekitar gigitiruan, gigi geligi antagonis dan basis gigitiruan yang menutupi mukosa. Peningkatan jumlah pertumbuhan Candida albicans pada pemakai gigitiruan penuh lebih banyak bila dibandingkan dengan pemakai gigitiruan sebagian lepasan, karena seluruh mukosa pada rahang atas tertutup oleh basis gigitiruan penuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemakaian gigitiruan lepasan terhadap jumlah pertumbuhan Candida albicans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama pemakaian gigitiruan penuh dengan adanya peningkatan jumlah koloni Candida dalam saliva. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 12 orang berusia antara 45-60 tahun yang memakai gigitiruan penuh. Subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan lamanya pemakaian gigitiruan penuh yaitu pemakaian 1-2 minggu sebanyak 3 orang, 1-3 bulan pemakaian sebanyak 3 orang, > 6 bulan pemakaian sebanyak 3 orang dan > 1 tahun pemakaian sebanyak 3 orang. Saliva dari masing-masing subjek penelitian diambil sebanyak 1 ml untuk dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri dalam satuan CFU/mL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa didapatkan koloni Candida albicans pada semua kategori sampel berdasarkan lama pemakaian. Uji statistik keempat kategori sampel berdasarkan lama pemakaian gigitiruan penuh tidak signifikan (p = 0,071).
Restorasi onlay porselen pada gigi molar pertama rahang atas pasca perawatan endodontik Haslinda .; Juni Jekti Nugroho
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.761 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.182

Abstract

Restorasi pada gigi pasca perawatan endodontik sangat penting untuk keberhasilan perawatan. Penyebab utama kegagalan restorasi pasca perawatan endodontik adalah kebocoran restorasi. Rencana pemilihan restorasi harus dilakukan dengan beberapa pertimbangan diantaranya banyaknya jaringan gigi tersisa, fungsi gigi, posisi dan lokasi gigi. Faktor yang paling utama dalam menentukan restorasi gigi posterior adalah banyaknya jaringan gigi sehat yang tersisa, karena gigi posterior menerima beban kunyah lebih besar dibandingkan gigi anterior. Onlay merupakan restorasi indirek yang menutupi sebagian permukaan ekstra koronal gigi dan tetap mengikuti kontur gigi. Dilaporkan seorang pasien umur 25 tahun datang dengan diagnosis nekrosis pulpa pada gigi molar pertama rahang bawah. Untuknya dilakukan pada gigi 16 perawatan endodontik. Kondisi klinis mahkota gigi pasca perawatan kehilangan tonjol distopalatal, maka dipilih restorasi akhir berupa onlay porselen. Bahan porselen diindikasikan untuk kavitas gigi yang luas agar restorasi porselen memiliki ketebalan yang cukup untuk menahan tekanan kunyah. Disimpulkan bahwa Onlay porselen dipilih sebagai restorasi pada gigi molar pertama rahang bawah dan menghasilkan retensi serta resistensi yang sangat baik.
Bulan Kesehatan Gigi Nasional KE IV Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah 2013 Soeprijanto .; Robianto M; Isidora KS; Dwi Hariyanto; SB Kusumaningsih
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.996 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.183

Abstract

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) merupakan kerjasama antara PT Unilever Indonesia (PT UI) dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), beserta Assosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Tahun 2013 merupakan tahun ke-4 kerjasama tersebut, dalam upaya mewujudkan Senyum Sehat Indonesia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif retrospektif. Data penelitian ini adalah data sekunder peserta BKGN IV FKG Universitas Hang Tuah pada tanggal 18-20 November 2013. Kegiatan dimaksudkan untuk memberikan tindakan pelayanan kesehatan gigi secara gratis. Pencapaian sasaran harus maksimal, sehingga tenaga medis yang berperan cukup banyak. Dokter Gigi yang terlibat 95 orang, 48 diantaranya dosen FKG UHT, selebihnya berasal dari berbagai instansi; selain itu mahasiswa FKG UHT sebanyak 195 orang juga dilibatkan. Peserta keseluruhan 2896 orang. Dari data yang terkumpul, didapatkan distribusi peserta BKGN IV FKG UHT tahun 2013, yang menerima perawatan, adalah scalling 303; exodonsia 120; topical application 173; fissure sealant 747; GIC 359; komposit 140 orang; sedangkan sisanya pada peserta diberikan edukasi, mengikuti berbagai permainan, bersenang-senang dengan “kereta kelinci”, menerina bingkisan dan pemberian vitamin. Dari kegiatan tersebut, disimpulkan bahwa dengan diselenggarakannya BKGN secara berkala, masyarakat sekitar lokasi Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) ataupun FKG UHT, menjadi kenal dan mengerti akan upaya kesehatan gigi, untuk mewujudkan Senyum Sehat Indonesia.
Pencapaian estetika optimal pada gigitiruan jembatan imidiat anterior atas dengan modifikasi ovate pontik Anggia Desyanti; Farisza Gita
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.784 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.184

Abstract

Estetika perawatan dengan gigitiruan cekat pada geligi anterior merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan perawatan. Desain modifikasi ovate pontic dengan menggunakan bahan methacrylate-based composite resin secara direk merupakan pilihan tepat untuk mendapatkan hasil estetik yang optimal dalam perawatan dengan gigitiruan jembatan (GTJ) imidiat anterior. Seorang laki-laki, 45 tahun, gigi 21 sisa akar sehingga diindikasikan untuk pencabutan. Pasien ingin dibuatkan gigitiruan cekat yang estetik untuk memperbaiki penampilannya. Untuk maksud tersebut, dilakukan wax up pada regio 11, 21, dan 22 pada model studi. Kemudian dicetak dengan polivinylsiloxane, heavy body sebagai template. Permukaan labial gigi 11, 21 dan 22 diberi resin komposit warna servikal, tengah dan insisal. Setelah preparasi gigi penyangga 11 dan 22 dilakukan pencabutan sisa akar gigi 21 secara atraumatik. Pembuatan GTJ imidiat dilakukan dengan bahan methacrylate -based composite resin secara direk. Resin komposit ditambahkan ke dasar pontik untuk mendapatkan permukaan yang cembung. Gigitiruan jembatan imidiat ini digunakan selama 6 bulan. Disimpulkan bahwa pemilihan desain modifikasi ovate pontic ditunjang dengan penggunaan bahan methacrylate-based composite resin yang berkualitas tinggi mendukung pencapaian estetika optimal pada GTJ imidiat anterior atas.
Kebutuhan penggantian gigi pada peserta BKGN IV FKG UHT 2013 Oka Lestari IGAM; Isidora KS; Okti Setyawati; Sujati .; Herawanto YE
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.893 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.185

Abstract

Latar belakang.Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah ( FKG UHT), merupakan salah satu FKG yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) IV bulan November 2013. Dalam upaya menjaga kesehatan Gigi dan Mulut , maka diperlukan penggantian setiap gigi yang hilang,agar fungsi mulut optimal, untuk tercapainya SENYUM SEHAT INDONESIA. Bahan dan metode Selama perhelatan BKGN di FKG UHT, peserta yang datang 2896 orang. Pseserta yang harus dicabut giginya sebanyak 120 ( 0.004) orang. Geligi permanen yang terpaksa dicabut : 62( 0.002) , dan seyogyanya diganti dengan pembuatan prothese. Metode yang dipergunakan adalah penelitian diskriptif retrospektif. Hasil Hanya ada 0.002% dari populasi masyarakat yang datang dalam BKGN IV FKG UHT TAHUN 2013, yang memerlukan pembuatan prothese. Mereka hanya diberi pengarahan untuk mengganti gigi yang dicabut, sehingga fungsi mulut menjadi optimal. Kasus yang memerlukan perawatan lebih spesialistik ditunda. Peserta diberi penjelasan secara rinci,jelas dan persuasive, dan bila mau dianjurkan kembali ke RSGM FKG UHT, di luar jadwal BGKN. Simpulan.Kegiatan BKGN member kesempatan kepada masyarakat umum untuk mendapatkan perawatan primer secara gratis, dan mendapatkan arahan yang tepat untuk mendapatkan tatalaksana kelainan lain yang lebih spesialistik.
Pengaruh jeruk nipis (Citrs aurantifolia) terhadap indeks stain tembakau Hafsah Katu; Diah Ayu Lestari
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.414 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.186

Abstract

Stain akibat tembakau sangat menggangu penampilan. Pembersihan stain tembakau oleh dokter gigi biasanya dilakukan dengan pemolesan menggunakan bahan abrasif atau dengan cairan pembersih sediaan pabrik yang berkadar asam tinggi. Belakangan ini penggunaan bahan-bahan alam makin populer dan memicu berbagai penelitian dengan konsep back to nature. Salah satu bahan alam yang diduga dapat membersihan stain tembakau adalah air perasan jeruk nipis. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap perubahan nilai indeks stain tembakau pada permukaan gigi. Untuk maksud tersebut dilakukan penelitian eksperimen laboratorium dengan rancangan pre and post test with control group. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-20 Mei 2010 di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Sejumlah 30 gigi insivius sentralis permanen rahang atas yang telah dicabut, akuades, jeruk nipis, larutan pembersih stain sediaan pabrik dan tembakau (sediaan yang diperoleh di pasar tradisional). Penelitian ini dibagi dalam dua tahap. Tahap 1 manipulasi stain tembakau. Sebanyak 12 gram tembakau diseduh di dalam tabung erlemeyer dengan air hangat sebanyak 120 ml selama 5 menit. Setelah 5 menit ampas tembakau dikeluarkan dan sampel gigi kemudian dimasukkam ke dalam air tembakau dan diinkubasi selama 10 hari pada suhu 37 o C. Air tembakau diganti setiap hari. Tahap 2 tahap pembersihan stain tembakau. Sampel yang pada permukaannya telah terdapat stain tembakau dibagi tiga kelompok masing-masing 10 sampel. Kelompok I direndam dalam akuades (kontrol negatif). Kelompok II direndam di dalam air jeruk nipis (kelompok perlakuan) dan kelompok III direndam di dalam larutan perbersih stain sediaan pabrik (kontrol positif). Dilakukan pengukuran nilai indeks stain (Shaw dan Murray) pada ketiga kelompok sebelum dan setelah perendaman. Nilai indeks stain diukur pada setiap akhir periode perendaman yaitu pada menit ke-15 dilanjutkan pada menit ke-30, ke-45 dan pada menit ke-60. Data dianalisis menggunakan program SPSS versi 11,5 for windows dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Uji statistik (p<0,05) menunjukkan penurunan nilai indeks stain secara bermakna. Disimpulkan bahwa jeruk nipis menurunkan nilai indeks stain tembakau.
Abses spasium temporal akibat infeksi odontogenik Syamsiar Toppo; Hendra Chandha; Andi Tajrin; Sulastri .
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.851 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.187

Abstract

Abses pada spasium temporal jarang dilaporkan dalam literatur. Infeksi gigi sering dilaporkan adalah berasal dari bakteri yang berhubungan dengan abses. Abses pada spasium temporal dapat merupakan perkembangan sekunder dari sinusitis maksila, fraktur sinus maksilaris, artroskopi temporomandibular, dan injeksi obat. Infeksi odontogenik dapat dengan mudah menyebar di sepanjang otot dan wajah, dan juga dapat menyebabkan abses parapharingeal atau akumulasi pus pada leher dan wajah. Seorang perempuan berusia 70 tahun datang dengan keluhan bengkak pada pipi kanan, dialami sejak ± 2 minggu sebelum masuk rumah sakit, kemudian meluas di bawah mata. Pasien mengalami riwayat nyeri dan demam. Pemeriksaan fisik pada wajah menunjukkan pembesaran dan pembengkakan di daerah pipi sebelah kanan pasien. Gambaran radiologi panoramik menunjukkan terdapat sisa akar (multiple nekrosis) pada mandibula dan maksila dextra. Dilakukan insisi drainase ekstra oral pada jaringan kulit di daerah temporal. Dilakukan kultur pus, kemudian dilanjut pemberian terapi antibiotik.
Kombinasi overdenture dan teleskop dengan kondisi lingir knife edge Suryanto Purba; Syafrinani .
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.652 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.188

Abstract

The anatomical condition of the oral cavity and remaining teeth of the patient influence the design planning of a denture. Lower jaw with knife edge ridge is less desirable for retention and stabilization of denture. The remaining teeth can’t be used for retention, stabilization and maintaining the density of the jaw bone. Thus, the remaining teeth do not require extraction although the teeth may not be used as retention for conventional dentures. The purpose of this case study is to explain manufacture of overdenture and telescopic denture combination with utilize the remaining teeth. It was reported a 47 year-old woman came to RSGMP the Faculty of Dentistry USU with the complain that she wishes to replace the upper jaw denture and lower jaw denture that was made a year ago because it is loose and the patient feels pain whenever she chews. Before this, the patient has worn a denture and has the same complain and she doesn’t use it anymore. On the upper jaw, flabby tissue could be seen in the anterior region. On the lower jaw, the ridge is shaped like a knife edge and the remaining teeth are 41, 31, 32, 33 with mobility of 2 and extrusion of 2 mm. In this case, for the lower jaw overdenture and telescopic denture combination was made. It utilizes the remaining teeth as abutments for additional retention and stabilization. It was concluded that overdenture and telescopic denture combination and the utilization of remaining teeth can increase the retention and stabilization which contributes to the treatment success of the denture.
Perawatan pasien dengan abses periodontal Arni Irawaty Djais
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.53 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.189

Abstract

Abses periodontal merupakan infeksi lokal bakteri yang terjadi di dalam jaringan periodonsium. Penyakit ini menempati posisi ketiga dari kegawatdaruratan medis dalam bidang kedokteran gigi, 6-14% dari semua kondisi kedaruratan gigi. Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang perawatan pasien dengan diagnosis abses periodontal. Dengan penatalaksanan yang segera, penatalaksanaan secara lebih awal dan penatalaksaan definitif merupakan bentuk terapeutik untuk abses periodontal. Pemberian antibiotik sistemik juga dianjurkan selama tahap perawatan. Penisilin, metronidazole, tetrasiklin, dan klindamisin dapat menjadi obat pilihan. Akhir kata, disimpulkan bahwa penetapan diagnosis abses periodontal serta penatalaksanaannya perlu dilakukan sedini mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue