cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Modifikasi open face untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat Evan Gunawan Tunggal; Rifaat Nurrahma; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.836 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.190

Abstract

Pencabutan gigi dengan prognosis buruk di daerah anterior biasanya diikuti dengan insersi gigitiruan imediat. Pertimbangan estetik untuk kasus seperti ini sangat berperan penting mengingat daerah edentulus pada bagian anterior. Tujuan: menggunakan desain pontik ovat untuk gigitiruan sebagian lepasan imediat. Artikel ini dimaksudkan untuk melaporkan seorang wanita berusia 42 tahun yang mengeluhkan gigitiruan yang dibuatnya di tukang gigi. Gigitiruannya dinilai memiliki penampilan yang buruk, berbau, dan menyebabkan gigi depannya menjadi goyang. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kesalahan dalam desain dan konstruksi gigitiruan. Gambaran radiografi memperlihatkan kehilangan tulang yang parah di periapikal gigi 12. Rencana perawatan meliputi pembongkaran gigitiruan lama yang dibuat cekat, pencabutan gigi 12 dan insersi gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat dalam satu kunjungan yang sama. Hasilnya didapatkan gigitiruan imidiat dengan estetik yang memuaskan. Disimpulkan bahwa gigitiruan lepasan imidiat dengan modifikasi pontik ovat memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
Membuat senyuman lebih menarik melalui perawatan ortodontik Susilowati .
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.212 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i4.191

Abstract

Salah satu tujuan dari perawatan ortodontik adalah untuk memperoleh estetika wajah yang optimal. Estetika wajah sangat erat kaitannya dengan senyuman yang menarik. Pengetahuan yang komprehensif tentang unsur-unsur dan dasar-dasar estetika harus dimiliki oleh seorang dokter gigi. Wajah dan senyuman yang menarik memegang peran yang sangat penting dalam interaksi sosial, harga diri, kepercayaan diri, dan mencari lapangan pekerjaan. Dalam makalah ini dibahas tentang jenis-jenis senyuman, parameter-parameter untuk estetika senyuman, dan berbagai cara perawatan ortodontik untuk memperbaiki kelainan-kelainan yang berhubungan dengan senyuman sehingga didapatkan senyuman yang lebih menarik.
Persiapan dasar ovate pontik pada gigitiruan jembatan imidiat untuk mendapatkan emergence profile yang optimal Pinta Marito; Farisza Gita; Roselani W. Odang
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.451 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.192

Abstract

Menggantikan kehilangan gigi anterior membutuhkan pertimbangan estetika yang matang karena terlihatnya servikal gigi dan jaringan lunak sekitarnya saat tersenyum. Ovate pontic merupakan pontik yang dapat memberikan hasil estetika paling baik. Dasar pontik berbentuk cembung untuk mendapatkan emergence profile optimal. Komplikasi pencabutan mengakibatkan resorpsi besar dan masalah estetik sehingga diperlukan tindakan preprostetik bedah augmentasi untuk mempersiapkan ruang bagi gigitiruan. Dilaporkan seorang laki-laki, gigi 11 fraktur 1/3 apikal akar, ingin gigitiruan cekat yang dapat memperbaiki penampilan. Saat pencabutan terjadi kerusakan alveolar ridge akibat ekstraksi sulit sehingga membutuhkan bedah augmentasi untuk mengatasi defeknya. Untuk itu gigitiruan jembatan (GTJ) imidiat sementara dengan ovate pontic disiapkan dengan mengasah duplikat model studi area 11 sedalam 2,5 mm dan 1 mm ke lateral sebagai panduan proses penyembuhan, lalu dilakukan preparasi gigi penyangga 12, 21, dan 22. Saat pencabutan terjadi kerusakan alveolar ridge, direhabilitasi dengan bedah augmentasi menggunakan bone graft. GTJ imidiat sementara dipasang dan dikontrol selama 6 bulan sejalan dengan proses penyembuhan. Dasar pontik disesuaikan hingga didapatkan emergence profile yang optimal. Disimpulkan bahwa pencabutan gigi fraktur di regio anterior disertai komplikasi defek alveolar ridge membutuhkan perawatan preprostetik dengan bedah augmentasi dan GTJ imidiat sementara dengan ovate pontic untuk mendapatkan emergence profile optimal bagi GTJ definitifnya.
Pencetakan supra struktur implan dengan teknik open tray Muhammad Iqbal; Eri H. Jubhari; Evelyn Neos
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.015 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.193

Abstract

Implan gigi merupakan perawatan alternatif yang terbaik dalam mengembalikan fungsi mastikasi, estetik dan fonetik pada pasien dengan kehilangan gigi sebagian atau seluruhnya. Penggunaan implan gigi telah memperluas lingkup kedokteran gigi klinis, menciptakan pilihan perawatan tambahan untuk kasus-kasus kompleks dengan rehabilitasi fungsional yang terbatas. Implan gigi terdiri atas badan implan, healing cap, abutment dan mahkota. Oleh karena itu untuk mendapatkan mahkota yang memiliki adaptasi, akurasi dan efisiensi yang baik, dibutuhkan teknik pencetakan yang tepat. Terdapat teknik pencetakan dasar yang sering dilakukan, yaitu teknik open-tray (langsung). Pada teknik open-tray, transfer coping berada dalam cetakan dan tidak disekrup sebelum cetakan dikeluarkan dari dalam mulut. Teknik pencetakan ini memiliki indikasi dalam penggunaannya serta keuntungan dan kerugian. Dengan demikian teknik pencetakan yang tepat tentu saja dapat menjadi fondasi untuk proses rekontruksi prostetik yang baik serta merupakan faktor penting dalam perawatan restorasi implan.
Efektivitas berkumur minyak wijen dan larutan kumur herbal terhadap penurunan perdarahan gingivitis Muhammad Ilyas; Antony Chusmond
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.104 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.194

Abstract

Menyikat gigi, dan flossing umumnya tidak dapat menghilangkan semua plak yang melengket pada permukaan gigi dan mukosa. Untuk maksud itu, dapat dibantu dengan pemakaian obat kumur antimikroba. Penelitian ini berujuan, mengetahui efek berkumur dengan larutan kumur herbal dan minyak wijen terhadap penurunan status gingivitis sebelum dan sesudah pemakaian, membandingkan efektivitas larutan kumur herbal dan minyak wijen dalam menurunkan status gingivitis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi, dan rancangan pre-post test without control group, bertempat di panti asuhan dalam Kecamatan Mamajang di Makassar, pada anak yang berusia 12-15 tahun. Data dianalisis menggunakan paired t test. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan secara bermakna penurunan perdarahan gingiva rahang atas sebelum dan setelah kumur herbal sebesar 12.585 dan minyak wijen 19,466. Untuk larutan herbal rahang bawah sebesar 11,882 dan minyak wijen sebesar 19,881. Minyak wijen dan larutan kumur herbal sama-sama efektif dalam menurunkan indeks perdarahan gingiva pre dan post rahang atas dan bawah, tetapi minyak wijen memiliki keefektifan dua kali lebih besar dibandingkan dengan larutan kumur herbal dalam menurunkan status gingivitis dan menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Oral lichen planus pada remaja putri Nafi'ah .; Palmasari A; Isidora KS; Felicia S; Felina LC
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.141 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.195

Abstract

Lichen planus termasuk pruritus, yang kemunculannya secara umum tampak dari warnanya yang keunguan, bentuknya poligonal dan kadang bersisik halus. Lichen planus paling banyak ditemukan pada permukaan flexor dari ekstremitas luar, genital dan membran mukosa. Lichen planus kemungkinan besar merupakan reaksi yang berhubungan dengan imunologis. Dilaporkan seorang remaja putri berusia 23 tahun menderita ulser yang terasa sakit sejak 4 tahun yang lalu. Rasa sakit ini kambuhan/rekuren. Dengan pemeriksaan klinis, kedua pipi bagian dalam ditutupi oleh makula merah, dengan daerah berwarna putih di sekitarnya. Terdapat ulser pada daerah kemerahan tersebut, ukurannya kurang lebih berdiameter 1 cm. Pada kasus ini, dilakukan pemeriksaan FNAB yang memberikan hasil berupa reaksi inflamasi kronis. Diagnosisnya adalah oral lichen planus tipe ulseratif. Oleh karena itu terapinya diberikan obat kumur, metylprednisolon, dan suplemen dosis tinggi. Dari penanganan kasus ini, disimpulkan bahwa sebagai dokter gigi umum, harus dapat lebih mengenali semua perubahan yang ada dalam mukosa rongga mulut.
Penatalaksanaan reseksi mandibula dengan pemasangan plat AO pada kasus ameloblastoma Syamsiar Toppo; Andi Tajrin; Mufidah Al'amri
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.991 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.196

Abstract

Ameloblastoma merupakan suatu tumor epitelial odontogenik yang berasal dari jaringan pembentuk gigi, bersifat jinak, tumbuh lambat, agresif secara lokal dan dapat menyebabkan deformitas wajah yang besar. Tumor ini mempunyai kecenderungan untuk kambuh apabila tindakan operasi tidak memadai. Seorang pasien berusia 50 tahun datang dengan keluhan pembesaran pada pipi kiri sejak 2 tahun yang lalu, dengan diagnosis ameloblastoma multikistik. Perawatan yang dilakukan untuk mencegah kembalinya rekurensi ameloblastoma yaitu dengan dilakukan reseksi mandibula dan pemasangan plat AO. Disimpulkan bahwa penatalaksanaan reseksi tumor mengurangi tingkat rekurensi tumor, tetapi mengakibatkan trauma besar pada jaringan sehingga membutuhkan rekontruksi yang tepat.
Penatalaksanaan peningkatan asupan gizi pada bayi celah bibir dan langit-langit dengan obturator feeding plate Elizabeth Mailoa; Vinsensia Launardo; Rifaat Nurrahma
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.068 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.197

Abstract

Celah bibir dan langit-langit kongenital merupakan malformasi kompleks yang melibatkan jaringan keras dan lunak wajah. Bayi yang lahir dengan celah bibir dan langit-langit akan mengalami tantangan fungsional dan estetik. Celah langit-langit akan mengakibatkan ketidakmampuan menghasilkan tekanan negatif orofaringeal yang cukup dan lidah tidak mampu menekan langit-langit, sehingga susu akan mengalir kembali ke kavitas nasal dan mengakibatkan masalah pernafasan. Hal ini akan berefek terhadap asupan nutrisi dan menyababkan berat badan rendah, sehingga bayi mungkin tidak dapat menjalani perawatan bedah rekonstruksi pada waktunya. Obtrurator feeding plate yang terbuat dari akrilik untuk menutup langit-langit meningkatkan kemampuan mengisap bayi dan dapat mengatasi masalah ini.
Ranula: sebuah laporan kasus Asmawati Amin; Andi Tajrin; Aswar Sandi
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.373 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i6.198

Abstract

Ranula adalah bentuk kista akibat obstruksi glandula saliva mayor yang merupakan sebuah fenomena retensi duktus pada glandula sublingualis yang terdapat pada dasar mulut sehingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan di bawah lidah yang berwarna kebiru-biruan. Ranula berasal dari kata Latin rana, yang berarti katak. Dinamakan ranula, karena ranula tersebut menonjol mirip perut katak, bila tonjolan tersebut menjadi sangat besar pada dasar mulut, suara penderita dapat menjadi “croacking” seperti suara katak. Prevalensi Ranula yaitu 0,2% setiap 1000 orang dan merupakan penyakit rongga mulut dengan ranking 41 yang paling sering diderita. Pada umumnya, ranula sering terjadi pada anak-anak dan remaja, namun penderita ranula juga dapat ditemukan pada orang dewasa. Seorang pasien perempuan berusia 13 tahun datang dengan keluhan lidah terdorong ke atas karena benjolan yang terdapat di bawah lidahnya dan didiagnosis sebagai ranula sublingualis. Makalah ini merupakan sebuah laporan kasus ranula dibawah lidah yang telah dilakukan prosedur pembedahan dengan eksisi dan marsupialisasi. Pasca operasi pasien diinstruksikan untuk melakukan kontrol sekali dalam 3 bulan.
Pengaruh korosi bahan restorasi porcelain fused to metal terhadap terjadinya gingivitis Brilyanti Horas; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.074 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i6.199

Abstract

Banyak jenis aloi yang tersedia di pasaran, yang dapat dipergunakan untuk aplikasi prostetik. Faktor yang paling penting mempengaruhi pilihan aloi ini adalah sifat mekanik, biokompatibilitas dan resistensi terhadap korosi. Mahkota PFM memiliki kekuatan yang baik dari substruktur metal dan veneer porselen memberikan tampakan estetik yang baik. Sebagaimana sifat logam aloi pada umumnya, maka aloi dental akan mengalami korosi di dalam mulut akibat adanya reaksi oksidasi reduksi (redoks). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan restorasi logam akan berpengaruh secara lokal pada jaringan rongga mulut dan memberi reaksi seperti gingivitis atau periodontitis.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue