cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 812 Documents
Penatalaksanaan infeksi rongga mulut: Ludwig’s angina (Laporan Kasus) Management of oral cavity infection: Ludwig’s angina (case report) Muh. Irfan Rasul; Netty N. Kawulusan
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4710.501 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i1.13

Abstract

Ludwig’s angina adalah infeksi yang terjadi pada regio wajah yang melibatkan spasium submandibula bilateral, sublingual, dan submentale. Infeksi ini dapat menyebabkan kematian oleh karena terjadinya sumbatan jalan napas. Laporan kasus ini melaporkan tentang penatalaksanaan pasien dengan Ludwig’s angina yang diakibatkan sebagai akibat penyebaran infeksi dari gigi rahang bawah kanan sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit membuka mulut dan sulit bernafas. Oleh karena itu penatalaksanaan pada kasus ini memerlukan perawatan yang adekuat meliputi pemberian analgetik dan antibiotik, insisi drainase, dan pencabutan gigi penyebab. Untuk infeksi yang berpotensi menyebabkan gangguan jalan napas maka dilakukan trakeostomi.
Dermatoglifi dalam bidang kedokteran gigi (Dermatoglyphic in dentistry) Trisantoso Rezdy Asalui; Susilowati -
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.143 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i1.14

Abstract

Dermatoglifi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai alur sidik jari. Sidik jari ini terbentuk pada minggu ke-6 intrauterin dan berakhir pada minggu ke-24 intrauterin. Pembentukan wajah dimulai pada minggu ke-4 intrauterin dan palatum pada minggu ke-6 intrauterin. Meskipun wajah dan alur sidik jari tidak memiliki asal yang sama tetapi mereka terbentuk pada waktu yang sama. Oleh karena itu, adanya perubahan pada wajah, dan palatum dapat juga menyebabkan terbentuknya alur sidik jari yang berbeda. Akan tetapi, dermatoglifi saja tidak dapat digunakan untuk menentukan suatu diagnosis karena adanya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya maloklusi.
Efektivitas antibakteri ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (Antibacterial Effectivity of red algae extract (Euchema spinosum) to inhibit the growth of bacteri Porphyromonas gingivalis) Indrya Kirana Mattulada; Aries Chandra Trilaksana; Dhiyaan Annisah Abduh M.N.
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.401 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i1.15

Abstract

Infeksi endodontik merupakan peradangan karena perkembangan organisme mikro pada saluran akar yang dipengaruhi penurunan pertahanan host sehingga berpotensi terjadi nekrosis pulpa. Berdasarkan hasil evaluasi infeksi saluran akar, jumlah Porphyromonas gingivalis menduduki peringkat ketiga (12.2%). Kandungan senyawa flavonoid alga merah (Eucheuma spinosum) mampu mendenaturasi protein sel bakteri P. gingivalis sehingga bakteri tidak bertumbuh kembali. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak alga merah terhadap bakteri P. gingivalis. Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak alga merah kemudian dilanjutkan penentuan konsentrasi hambat minimal (KHM) ekstrak. KHM kemudian diuji daya hambatnya dengan melihat besar zona hambat yang terbentuk. Berdasarkan hasil pengujian pada media BHIB dan MHA diperoleh ekstrak alga merah memiliki efek antibakteri terhadap P. gingivalis karena terbentuk zona inhibisi pada konsentrasi 3,5% di media biakan P. gingivalis. Disimpulkan ekstrak alga merah 3,5% mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. gingivalis. Kata kunci: Porphyromonas gingivalis, ekstrak alga merah (Eucheuma spinosum), antibakteri
Potensi cangkang udang (Litopenaeus vannamei) sebagai bahan remineralisasi gigi Potency of shrimp shell (Litopenaeus vannamei) as a material of tooth remineralization Asmawati -
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.062 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i1.16

Abstract

Latar belakang: Cangkang udang memiliki kandungan mineral yang tinggi, utamanya kalsium, protein dan kitin. Mineral tersebut merupakan mineral terpenting dalam proses mineralisasi gigi. Remineralisasi adalah proses kembalinya mineral gigi yang terlepas dan kembali membentuk hidroksiapatit. Tujuan: Pemanfaatan limbah cangkang kulit udang menjadi bahan yang bernilai tinggi yang bermanfaat sebagai bahan remineralisasi gigi. Simpulan: Cangkang kulit udang dapat meningkatkan remineralisasi gigi.
Macam-macam retainer dalam perawatan ortodontik (Some types of retainer in orthodontic treatment) Kurniadi Bahnar Tiro Garisi; Susilowati .
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2455.128 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i1.17

Abstract

Retensi adalah aspek yang sangat penting dalam perawatan ortodontik. Retensi bisa diartikan sebagai tahapan perawatan ortodontik yang berusaha menjaga gigi-geligi dalam posisi yang tepat mengikuti terapi ortodontik. Ada berbagai macam retainer yang digunakan dalam perawatan ortodontik. Bermacam-macam retainer dalam perawatan ortodontik akan dibahas di dalam artikel ini dengan mengeksplorasi beberapa literatur.
Efek obat kumur mengandung cengkeh terhadap kekerasan enamel gigi Yumi Lindawati; Novia .
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.77 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i1.18

Abstract

Obat kumur oleh masyarakat awam telah diketahui bermanfaat sebagai penyegar mulut dalam waktu singkat dan sebagai antibakteri. Pemakaian obat kumur berbahan dasar klorheksidin yang banyak beredar di masyarakat dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan indera pengecapan, dan meninggalkan stain pada gigi, oleh karena itu masyarakat banyak yang beralih ke obat kumur herbal yang dianggap lebih aman, salah satunya obat kumur yang mengandung cengkeh. Cengkeh mengandung bahan antibakteri dan dapat menghambat dekalsifikasi enamel. Akan tetapi, obat kumur herbal mengandung cengkeh juga tidak dapat digunakan secara umum tanpa indikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah cengkeh yang terkandung di dalam obat kumur dapat mempertahankan kekerasan email di dalam kondisi rongga mulut mengandung saliva dan tanpa saliva (hiposalivasi), dilakukan secara eksperimental laboratorium (in vitro) dengan pre-post test group design. Hasil penelitian terhadap 18 gigi premolar pertama rahang atas yang telah didemineralisasi dengan larutan asam sebagai perumpamaan kondisi rongga mulut saat setelah makan, menunjukkan rata-rata peningkatan kekerasan email gigi yang direndam dengan obat kumur mengandung cengkeh pada lingkungan yang mengandung saliva lebih tinggi signifikan (p<0,05) dibandingkan kekerasan enamel gigi tanpa lingkungan saliva. Proses destilasi cengkeh dalam pembuatan obat kumur kemungkinan menjadi penyebab turunnya nilai agen remineralisasi yang harusnya terdapat pada cengkeh sehingga proses remineralisasi enamel pada gigi yang tanpa lingkungan saliva tidak dapat terjadi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa obat kumur herbal mengandung cengkeh akan aman untuk melindungi kekerasan enamel apabila digunakan dalam keadaan lingkungan yang mengandung saliva.
Nyeri neuropati pada mukosa palatum dan lidah akibat demielinisasi nervus trigeminalis Neuropathic pain on palate and tongue mucosa due to demyelinating trigeminal nerve Silfra Yunus Kende; Iwan Hermawan; Adiastuti Endah
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.129 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i1.19

Abstract

Pendahuluan: Nyeri neuropati orofasial yang berupa gejala sensoris seperti nyeri rasa terbakar, alodinia, hiperalgesia, terlokalisasi hanya pada daerah yang dirangsang atau trigger zone. Mukosa palatum dan lidah dapat menjadi trigger zone akibat demielinisasi nervus trigeminalis. Iskemia kronik pada pembuluh darah menjadi salah satu penyebab proses demielinisasi saraf. Tujuan: Melaporkan kasus nyeri kronik neuropati pada palatum dan lidah akibat demielinisasi nervus trigeminalis. Kasus: Laki-laki usia 84 tahun mengeluh nyeri pada langit-langit dan lidah sebulan sebelumnya. Tiga bulan sebelumnya pasien mendapat pengobatan antikandida dengan keluhan yang sama dan diagnosis kandidiasis oral. Saat ini pasien juga sedang mendapat pengobatan dari dokter spesialis saraf dan fisioterapi karena nyeri kepala dan punggung. Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa terjadi proses demielinisasi pada saraf pusat oleh karena iskemia arteriosklerosis dan terjadi spondilolistesis pada vertebrae servikal-4 dan 5. Diskusi: Iskemia arteriosklerosis menyebabkan tidak adekuatnya transfer oksigen dan nutrien untuk proses metabolisme saraf. Defisiensi kobalamin atau Vitamin B12 biasa terjadi pada pasien usila, akibat gangguan absorpsi vitamin B12 dari intestinum. Vitamin B12 berfungsi sebagai co-faktor pembentuk mielin, dalam transmisi impuls saraf. Kerusakkan mielin memicu inflamasi dan nyeri. Terapi dengan analgesik topikal kumur Benzydamine HCl 0,15% dan sistemik berupa antidepresan trisiklik atau diazepam dan kobalamin dari neurolog. Simpulan: Nyeri neuropati kronis orofasial menjadi manifestasi proses peradangan demielinisasi nervus trigeminalis.
Perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior Netty N. Kawulusan; Rehatta Yongki; Andi Muamar Qadafi
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.43 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i1.20

Abstract

Latar belakang: Pencabutan gigi merupakan tindakan yang sangat komplek yang melibatkan struktur tulang dan jaringan lunak dalam rongga mulut. Dokter gigi menggunakan anestesi lokal untuk mengatasi nyeri saat pencabutan gigi. Anestetikum lokal ada bermacam-macam, begitu pula dengan efek yang ditimbulkannya; sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestetikum blok nervus alveolaris inferior sebelum pencabutan gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen klinis dengan sampel terdiri atas 20 pasien, dan dilakukan pada bulan Februari-April. Sebanyak 10 pasien sebagai kelompok lidokain dan 10 pasien kelompok kontrol artikain sebagai sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Keadaan nyeri pasien diukur menggunakan penilaian objektif, yaitu rasa sakit yang dirasakan oleh pasien setelah diberi rangsangan) dan penilaian subyektif, yaitu rasa tebal yang dirasakan oleh pasien. Hasil: rata-rata waktu onset pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 102,00 ± 19,56 dan 70,00 ± 12,25 detik (secara subyektif) serta 159,00 ± 25,10 dan 125,22 ± 22,58 (secara obyektif). Hasil ini menunjukkan onset artikan lebih cepat dibandingkan dengan lidokain. Durasi rata-rata pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 87,80 ± 9,96 dan 104,50 ± 6,16 menit (secara subyektif) serta 60,20 ± 10,40 dan 80,17 ± 5,23 menit (secara obyektif). Hasil ini menunjukkan durasi artikain lebih panjang dibandingkan dengan lidokain. Tidak ada perbedaan secara signifikan jika dilihat dari nilai kedalaman anestesi. Pada tingkat keberhasilan anestesikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut juga tidak didapatkan perbedaan secara signifikan. Simpulan: Disimpulkan bahwa artikain memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan lidokain dari segi onset dan durasi, sedangkan dari segi kedalaman anestesi relatif sama. Tingkat keberhasilan anestetikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut tidak ada perbedaan secara signifikan.
When shrinkage is a problem, this restoration can be a choice: a case report Eriana Sutono; Christine A. Rovani; Indrya Kirana Mattulada
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.843 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i2.21

Abstract

Restorasi komposit sebagai restorasi gigi posterior telah banyak dikembangkan. Namun, manifestasi shrinkage akibat proses polimerisasi tetap menjadi masalah utama. Shrinkage pada komposit, berkaitan dengan perkembangan dinamika modulus elastisitas, menghasilkan tekanan antara bahan dan permukaan gigi. Akibatnya, terjadi kegagalan tepi yang berlanjut menjadi karies sekunder, perubahan warna pada tepi restorasi, pergeseran restorasi, gigi fraktur, dan atau sensitivitas akibat aplikasi resin komposit. Untuk mengatasi kelemahan ini, diperkenalkan high strength ceramics sebagai bahan restorasi pada gigi posterior. Bahan ini merupakan bahan yang kompatibel, mempunyai warna tampilan yang alami, estetika yang tahan lama dan tahan terhadap saliva sehingga dapat diterima dengan baik oleh pasien. Seorang wanita berusia 51 tahun mengeluhkan gigi molar atas berlubang dan ngilu saat minum air dingin. Dilakukan preparasi untuk pembuatan restorasi inlay porcelain pada gigi yang mengalami karies. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menyajikan rehabilitasi konservatif pada pulpitis reversibel menggunakan restorasi indirek.
Kandidiasis oral sebagai penanda infeksi HIV/AIDS: laporan kasus Oral candidiasis as a warning sign of HIV/AIDS infection: case report Nur Asmi Usman; Neken Prasetyaningtyas; Adiastuti Endah P.; Hening Tuti Hendarti; Bagus Soebadi
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.091 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i2.22

Abstract

Latar belakang: Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang sering ditemukan pada penderita yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau acquired immune deficiency syndrome (AIDS) ditandai dengan adanya penurunan jumlah CD4 + . Tujuan: Melaporkan kandidiasis oral pada pasien yang terinfeksi HIV/ AIDS. Kasus: Pasien wanita 40 tahun mengeluh langit-langit dan lidahnya terasa panas dan sakit sejak 3 bulan lalu. Gambaran klinis menunjukkan pseudomembran putih dapat dikerok, daerah sekitar kemerahan pada palatum kanan dan lidah, nodul multipel warna kemerahan pada palatum kanan dan kiri. Pemeriksaan jamur menunjukkan bentukan yeast dan pseudohifa. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan penurunan jumlah limfosit. Kandidiasis oral yang meluas ke orofaring disertai penurunan jumlah limfosit menimbulkan kecurigaan adanya infeksi HIV/AIDS sehingga dilakukan pemeriksaan CD4 + dan anti HIV. Hasil uji laboratorium menunjukkan jumlah CD4 + = 95 sel/mL, dan anti HIV reaktif. Pasien kemudian dirujuk ke Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan dengan anti retroviral (ARV). Kandidiasis oral dirawat menggunakan obat antijamur sistemik golongan azole. Simpulan: Kandidiasis oral yang telah diderita pada pasien dewasa muda dalam jangka waktu lama, sulit disembuhkan dan melibatkan daerah orofaring dapat menjadi penanda adanya infeksi HIV/AIDS.

Page 2 of 82 | Total Record : 812


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue