cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 349 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN CAMPAK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARABAI Novia Eka Nisfiani
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.24299

Abstract

Campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan masih menjadi beban kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Peningkatan kasus campak tercatat di wilayah kerja Puskesmas Barabai pada tahun 2025, dengan proporsi terbesar menyerang kelompok balita. Studi ini dirancang untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu, status kelengkapan imunisasi, dan pemberian vitamin A terhadap kejadian campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan di wilayah tersebut sejumlah 1.465 orang menjadi populasi penelitian, dengan 94 responden terpilih melalui teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Temuan studi mengungkap bahwa sebagian besar balita tidak mengalami campak (70,2%), tingkat pengetahuan ibu berada pada kategori baik (57,4%), status imunisasi balita sebagian besar lengkap (62,8%), dan sebagian besar balita telah menerima vitamin A (73,4%). Uji statistik membuktikan adanya keterkaitan bermakna antara pengetahuan ibu (p-value = 0,003), kelengkapan imunisasi (p-value = 0,000), serta pemberian vitamin A (p-value = 0,000) dengan angka kejadian campak pada balita. Hasil ini menegaskan perlunya penguatan program surveilans campak dan peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu balita terkait imunisasi dan suplementasi vitamin A
Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Pelayanan Posyandu Remaja Pada UPT Puskemas Singgani Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Annisa Nur Pertiwi Harun
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.21277

Abstract

Rendahnya tingkat kunjungan remaja ke Posyandu Remaja masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja di wilayah kerja UPT Puskesmas Singgani, Kota Palu. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat dan partisipasi remaja agar program Posyandu Remaja dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan remaja ke Posyandu Remaja, meliputi pengetahuan, sikap, status ekonomi, aksesibilitas, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan populasi 680 remaja dan sampel 252 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji chi-square serta regresi logistik untuk mengetahui variabel yang memiliki hubungan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kunjungan remaja, sedangkan status ekonomi dan aksesibilitas tidak menunjukkan hubungan berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi remaja tidak hanya bergantung pada faktor material dan geografis, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh aspek internal remaja dan dukungan sosial yang mereka terima. Pengetahuan yang lebih baik dan sikap positif terhadap Posyandu Remaja dapat mendorong remaja untuk memanfaatkan layanan kesehatan, sementara dukungan keluarga dan ketersediaan informasi menjadi penguat penting dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan kunjungan remaja perlu difokuskan pada edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta optimalisasi penyebaran informasi melalui media yang mudah diakses oleh remaja, sehingga program Posyandu Remaja dapat menjadi lebih inklusif, ramah remaja, dan berkelanjutan.
Gambaran Pengelolaan Limbah Padat Medis Di Rumah Sakit: Systematic Literature Review Radha Agri Br Ginting; Ajib Atha Syah Putra; Husnul Khathimah; Ruqayah Salsabila Parapat; Talitha Shafiqah Batubara; Lily Rahmanda; Syafran Arrazy
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22370

Abstract

Pengelolaan limbah padat medis merupakan komponen penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Meskipun regulasi telah tersedia, implementasinya di fasilitas kesehatan Indonesia masih menunjukkan variasi dan kesenjangan yang signifikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan limbah padat medis di berbagai rumah sakit di Indonesia berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap sepuluh studi yang membahas pengelolaan limbah medis padat di berbagai rumah sakit di Indonesia periode 2020-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan pengelolaan, standar operasional prosedur (SOP), sistem pemilahan, dan mekanisme dokumentasi yang memadai. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal pemilahan, pengangkutan internal, kapasitas penyimpanan sementara, dan efeketivitas pengolahan, termasuk insinerator yang kurang optimal dan pencampuran limbah infeksius dengan limbah non-medis. Selain itu, peningkatan volume limbah yang terjadi selama pandemi meningkatkan tantangan yang dihadapi oleh manajemen rumah sakit. Ketersediaan fasilitas, pengetahuan dan sikap petugas, pelatihan, dan efektivitas monitoring merupakan faktor yang sangat penting. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di rumah sakit dengan menggunakan strategi reduce, reuse, recycle dan teknologi ramah lingkungan. Pengelolaan limbah medis padat di Indonesia masih menghadapi kesenjangan implementasi yang memerlukan pendekatan komprehensif melalui penguatan kapasitas SDM, peningkatan infrastruktur, implementasi supervisi efektif, dan eksplorasi teknologi inovatif menuju konsep green hospital berkelanjutan.
Status Sosial Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) Balita Stunting dan Non Stunting 24-59 Bulan Widya Lestari Nurpratama
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22508

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi balita di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi yang berkepanjangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil juga berperan dalam menyebabkan stunting. Kualitas gizi makanan dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi dan ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor seperti sosial ekonomi keluarga, usia anak, dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi keragaman pangan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi pada penelitian ini anak balita usia 24-59 bulan yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Besar sampel yang diambil 30 yang dipilih melalui purposive sampling. Skor IDDS menggambarkan keragaman pangan individu. Analisis data secara deskriptif untuk menggambarkan usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Sedangkan analisis inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, ketahanan pangan, dan IDDS dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan IDDS berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting (p>0,05) dan bukanlah faktor risiko balita stunting (OR = 1,000).
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Terhadap Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Infeksi Menular Seksual di Provinsi Bali Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; IGAA Satwikha Dewi; I Wayan Tanjung Aryasa; Gde Palguna Reganata; Aprilia Rakhmawati
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.23041

Abstract

Background: Enhancing laboratory-based early detection of sexually transmitted infections (STIs) is a critical element of STI control strategies. The effectiveness of diagnostic systems relies not only on technical capacity but also on population knowledge and acceptance of laboratory testing. Objective: To examine high school students’ knowledge and attitudes toward STI laboratory examinations according to respondent characteristics, serving as indicators of diagnostic literacy among adolescents. Methods: This observational analytical study employed a cross-sectional design. The sample comprised high school and vocational high school students selected by their schools to participate in data collection and complete the questionnaire fully. Data were gathered using a structured questionnaire assessing knowledge and attitudes toward STI laboratory testing. Analyses evaluated differences by school type, region, and gender. Results: No significant differences in knowledge or attitudes were identified by school type or geographic location. A significant difference emerged only in attitudes by sex, exhibiting a small effect size. Conclusion: The distribution of knowledge and attitudes indicates comparable levels of diagnostic literacy across schools and regions. Variation in attitudes by sex suggests differences in acceptance of laboratory examinations. Diagnostic literacy constitutes a critical component in enhancing laboratory-based early detection systems for STIs.
Strategi Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Pada Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Kayu Tangi Tahun 2024 Aminatuz Zahra; Yeni Riza; M. Bahrul Ilmi; Mahmudah Mahmudah; Khairul Anam; Ridha Hayati
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.16378

Abstract

SPM hipertensi di Puskesmas Kayu Tangi berdasarkan data profil kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2022 sebesar 86,40%, namun pada tahun 2023 turun menjadi 58,03%. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan faktor penghambat pencapaian SPM bidang kesehatan pada kejadian hipertensi di Puskesmas Kayu Tangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kendala pada perencanaan SDM yang dianggap kurang. Pada aspek pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sudah berjalan baik melalui rapat rutin dalam forum lokakarya mini tiap bulan, namun optimalisasi tetap diperlukan karena SDM masih kurang. Faktor penghambat terkait Man cukup signifikan menghambat pencapaian SPM hipertensi karena jumlah tenaga kesehatan yang terbatas dan beban tugas ganda. Selain itu, pasien hipertensi kurang patuh melakukan pemeriksaan rutin. Dari segi Money, Puskesmas menerima dana dari BOK sehingga kebutuhan pelaksanaan tercukupi dan pelayanan gratis bagi masyarakat. Dari segi Method, pelayanan langsung dianggap efektif dalam mencapai target. Namun, terdapat masalah pada Machine dengan alat yang masih kurang. Material berupa bahan penunjang kegiatan di Puskesmas selalu terpenuhi. Disarankan untuk menambah jumlah tenaga kesehatan atau mengatur beban kerja secara lebih efisien, serta menambah alat untuk mendukung pelaksanaan SPM hipertensi. Selain itu, diharapkan peningkatan upaya promosi dan preventif terkait hipertensi agar pemahaman serta kepatuhan masyarakat di Puskesmas Kayu Tangi meningkat.
Factor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban Keluarga: Studi pada Program STBM DI Kelurahan Bukit Jengkol Langkat haryanti sinaga
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.13611

Abstract

Kepemilikan jamban salah satu tepat yang harus disediakan setiap masing-masing kepala keluarga dan cara penggunaan atau pemakaiannya harus memperoleh lingkungan yang sehat. Dimulai dari bagaimana setiap amsyarakat mengetahui apa itu jamban, syarat jamban sehat, serta bagaimana cara yang harus dilakukan dalam pemeliharaan jamban secara pasrtisipasi dalam pemanfaatannya. Permasalahan yang didapatkan di Kelurahan Bukit Jengkol yaitu kualitas jamban yang tidak memenuhi syarat sebesar 57,6% sedangkan kualitas jamban yang sudah memenuhi syarat 42,4%. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Dimna data yang digunakan data variable dependen dan independent yang dperoleh dari penyebarang angket atau kuesioner. Jumlah sampel dari penelitian ini yaitu 85 KK yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus penentuan sampel dari 1.378 KKynag terdaftar di Kelurahan Bukit Jengkol. Sehingga hasil yang diproleh terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan p=0.018 (p<0.05), sikap dengan nilai p=0.004 (<p0.05), dukungan tenaga kesehatan dengan nilai p=0.006 (<0.05) dan peghasilan dengan nilai p=0.020 (p<0.05) dengan kualitas kepeilikan jamban di Kelurahan Bukit Jengkol. Pada pihak puskesmas agar dapat bekerja sama dengan pihak desa untuk meningkatkan kepemahaman yang lebih tentang pentingnya jamban sehat bagi setiap rumah serta meyalurkan dana atau melakukan program jamban sehat bagi pemilik jamban yang kualitasnya di bawah kata layak.
Gambaran Karakteristik Pada Penderita TB MDR Di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Rapotan Hasibuan; Ardana Syahrana; Auliya Hazmi; Hafizhurrahman Nasution; Anggesti Anggesti
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.14191

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan masalah kesehatan dunia yang mengakibatkan kematian terbesar akibat agen infeksi. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 , diperkirakan terdapat 9,96 juta kasus TB di seluruh dunia, dimana 465.000 diantaranya merupakan TB-MDR. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik penderita TB-MDR di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Utara. Populasi penelitian ini ialah semua pasien dengan kasus TB MDR selama tahun 2023 adalah 537 orang, sedangkan sampel penelitian adalah pasien yang terdiagnosa penyakit TB MDR dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Cara kerja dari penelitian ini yaitu mengumpulkan data dari catatan rekam medik penderita TB MDR di Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Utara periode Januari-Desember 2023. Data kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS dan dianalisis secara univariat kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien penderita TB-MDR di RS Khusus Paru Provsu didominasi oleh lakilaki (63,3%), sebagian besar kelompok usia lansia (43,3%), bertempat tinggal di kota (76,7%), berpendidikan dasar dan lanjut (83,3%), bekerja sebagai wiraswasta dan lainnya (33,3%), sudah menikah (86,7%), memiliki kondisi psikologis yang tenang (93,3%), menderita TB dengan jenis paru (100,0%), tanpa adanya riwayat merokok (63,3%), tanpa adanya riwayat konsumsi alkohol (90,0%), memiliki teman di tempat tinggal (86,7%), dengan status gizi cukup (50,0%) serta sedang menjalani tahap pengobatan lanjutan (86,7%). Diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam terkait variabel atau faktor-faktor lainnya mengenai karakteristik penderita TB-MDR.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri SLTA Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Tamiang Layang Heni Mardini; Didik Dwi Sanyoto; Harapan Parlindungan Ringoringo; Nelly Al Audhah; Nia Kania
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.14433

Abstract

Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah menurun dan kadar hemoglobin kurang dari nilai normal. Wanita pada usia remaja adalah kelompok usia yang berisiko tinggi menderita anemia. Anemia tertinggi di Kabupaten Barito Timur di di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tamiang Layang sebesar 61,46%. Mengetahui hubungan antara kejadian anemia pada remaja putri  di SLTA wilayah kerja UPTD Puskesmas Tamiang Layang Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi 447 orang didapatkan 103 orang sebagai sampel menggunakan teknik purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Variabel terikat:anemia. Variabel bebas: pengetahuan, sikap, asupan suplemen zat besi, pendapatan orang tua, dan pendidikan ibu. Analisis bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Pengetahuan (p=0,000), sikap(p=0,000), Asupan Suplemen Zat Besi (p=0,000), Pendapatan  orang tua(p=0,003), dan pendidikan ibu (p=0,000). Variabel pengetahuan paling berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. (Exp(B)= 23,560). Pengetahuan, sikap, asupan suplemen zat besi, pendapatan orang tua, dan pendidikan ibu adalah variabel yang paling berhubungan dengan kejadian anemia. Kata Kunci : Anemia, Asupan suplemen zat besi, Pendapatan orang tua, Pengetahuan, Pendidikan Ibu, dan sikap
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Ruang Rawat Inap Rs Bhayangkara TK. II Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin Titis Nastiti; Triawanti Triawanti; Herawati Herawati; Adi Nugroho; Eko Suhartono
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.15875

Abstract

Medical records are essential to health services. In Indonesian hospitals, RME is utilized to a degree of 65%. The Bhayangkara TK III Hoegeng Imam Santoso Hospital in Banjarmasin has RME filling completeness rates that range from 42% in the inpatient room to less than 60% between August and December. evaluating how well nurses performed in filling out electronic medical records in the inpatient room of Bhayangkara Hospital TK III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin by looking at knowledge, tenure, work motivation, and job design. This study used a cross sectional design. The research subjects consisted of 42 nurses in the inpatient room of Bhayangkara TK III Hoegeng Imam Santoso Hospital Banjarmasin Data analysis of chi square test and multiple logistic regression test. The results of the analysis with chi square showed the p value of knowledge (p = 0.000), tenure (p = 0.4390, work motivation (p = 0.032), and job design (p = 0.004). Knowledge variable is most associated with nurse performance (Exp(B)= 14.993. There is a relationship between knowledge, work motivation, and job design. There was no relationship between length of service and nurses' performance in filling out electronic medical records in the inpatient room of Bhayangkara Hospital TK III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin. The most dominant variable is knowledge

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue