cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 4 (2024)" : 49 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbantuan Media Diorama Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas V Murdani, Eka; Alpina, Wiwiek; Wirawan, Gunta; Sumarli, Sumarli
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan kelas V di SDN 16 Perapakan Besi. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah siswa kelas VA sebagai kelas kontrol yang berjumlah 23 siswa dan VB sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa soal essay yang memuat indikator kemampuan literasi sains dan teknik non tes berupa angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan Uji t dua sampel, Effect Size dan Presentase angket respon siswa. Hasil penelitian menyatakan (1) Terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa yang menggunakan model Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, hasil perhitungan menunjukkan   = 3,3738 >  = 1,679 (2) model Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama berpengaruh tinggi terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 16 Perapakan Besi, dengan hasil perhitungan effect size sebesar 1,171, (3) Respon siswa positif terhadap model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media diorama di kelas V SDN 16 Perapakan Besi dengan persentase respon siswa sebesar 75% pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 16 Perapakan Besi. 
Upaya meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn melalui media quizwhizzer Liandri, Putri; Kurnisar, Kurnisar; Mutiara, Tyas Masito
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9531

Abstract

Permasalahan yang ditemukan berupa rendahnya minat belajar peserta didik yang diketahui melalui kegiatan observasi dan penyebaran angket pada kegiatan pra siklus membuat peneliti menerapkan media quizwhizzer sebagai solusi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn melalui media quizwhizzer di kelas XI.6 SMA N 3 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan 2 siklus yang terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu, perencanaan, tindakan, refleksi, dan evaluasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI.6 semester genap tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 30 peserta didik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa media quizwhizzer dapat meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas XI.6 hal tersebut terlihat dari hasil angket minat belajar dengan kriteria keberhasilan  75%, dari hasil kegiatan siklus 1 rata-rata yang didapat 63% dengan kategori sedang dan mengalami peningkatan pada siklus 2 menjadi 76% dengan kategori tinggi maka dengan itu dapat disimpulkan bahwa media quizwhizzer dapat meningkatkan minat belajar pserta didik kelas XI.6 SMA 3 Palembang.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik SMA pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Media Genially Jesan, Sesillia Mutiara; Kurnisar, Kurnisar; Mutiara, Tyas Masito
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya menerapkan media pembelajaran genially sebagai solusi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI.10 di SMA Negeri 3 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 3 siklus pembelajaran yang terdiri dari Pratindakan atau Prasiklus, Pascatindakan (Siklus 1), dan Pascatindakan (Siklus 2).  Adapun subjek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI.10 SMA Negeri 3 Palembang yang berjumlah 30 orang. Indikator dari minat belajar yang digunakan yaitu adanya perasaan senang, ketertarikan peserta didik, keterlibatan peserta didik, rajin dalam belajar, dan tekun dan disiplin dalam belajar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan media pembelajaran Genially dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket minat belajar dengan kriteria keberhasilan  76%-100% dinyatakan tinggi, 56-75,9% dinyatakan sedang, 0%-55,9% dinyatakan rendah. Dari hasil kegiatan pratindakan rata-rata yang didapatkan yaitu 48,83 % dengan kategori rendah dan dilanjutkan pada kegiatan pascatindakan siklus ke-1 diperoleh persentase 68,9 % dengan kategori sedang dan tetap mengalami peningkatan pada kegiatan pascatindakan siklus ke-2 dengan persentase 80,2 % dengan kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Genially dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI.10 di SMA Negeri 3 Palembang.
Pengembangan Modul Project Kurikulum Merdeka Tentang Gaya Hidup Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas 1 SD Putri, Adolfina Onesiforus Arson
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis project kurikulum merdeka tentang gaya hidup berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Latar belakang penelitian ini adalah perlunya menanamkan kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan sejak dini untuk membentuk pola pikir kritis pada siswa. Penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) dan model Sukmadinata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh rata-rata penilaian validator sebesar 80% dengan kategori "Sangat Layak" (Sugiyono, 2016). Uji coba terbatas pada guru memperoleh rata-rata skor kepraktisan sebesar 88,5% dengan kategori "Sangat Praktis" (Akbar, 2013). Selanjutnya, uji keefektifan menunjukkan n-gain score sebesar 0,8 yang termasuk dalam kategori "Tinggi" (Hake, 1999). Dengan demikian, modul pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 1 SD. "Pengembangan modul pembelajaran adalah upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran" (Prastowo, 2015).
Pengembangan Bahan Ajar Bab 1 Kelas XI Dalam Pembelajaran Teks Argumentasi Berdasarkan Indeks Kepadatan Leksikal di SMK Ramadhan, Fauzan Marwan; Marlia, Marlia; Setiawan, Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9572

Abstract

Buku teks utama "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia" diterbitkan untuk pembelajaran Kurikulum Merdeka di sekolah. Buku bahan ajar dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam, tetapi peserta didik sering kesulitan memahami materi, khususnya dalam materi teks argumentasi. Indeks Kepadatan leksikal dalam teks dapat memengaruhi tingkat pemahaman; semakin tinggi kepadatan leksikalnya, semakin sulit juga pemahamannya. Penelitian ini menggunakan buku teks “Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia” sebagai sumber data utama dan hasil observasi, angket, dan dokumentasi dari peserta didik dan tenaga pendidik  Bahasa Indonesia di kelas XI PBR 2 SMK Pasundan 4 Bandung sebagai data sekunder. Metode R&D dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam pemahaman siswa setelah menggunakan pengembangan bahan ajar. Nilai rata-rata prates sebesar 41,33 meningkat menjadi 74,67 pada pascates, menunjukkan kenaikan sebesar 33,34%. Hal ini menegaskan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi teks argumentasi.
Media Facebook pada Keterampilan Menulis Narasi di Kelas XI SMA Jahidin, Jahidin; Pohan, Jusrin Efendi; Sitorus, Friska Ria
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9622

Abstract

Permasalahan menulis siswa sekolah menengah atas dilatarbelakangi ketimpangan antara materi yang diajarkan dengan model pembelajaran yang diterapkan. Siswa terlalu dominan diajarkan teori-teori belajar menulis, dibandingkan latihan siswa menulis. Hal inilah membuat pembelajaran menulis selalu rendah dilihat dari hasil belajarnya. Siswa terpaku pada teori menulis, mengakibatkan siswa hanya hebat dalam teori belajarnya, bukan pada kemampuan siswa menulis teksnya. Permasalahan ini tidak serta merta kekurangan guru dalam membelajarkan siswa, tetapi guru terpusat pada model pembelajaran konvensional. Disinilah perlu adanya perubahan paradigma belajar siswa ke arah pembelajaran digital yang memuat kreativitas siswa yang diberikan kebebasan seluas-luasnya. Salah satu platform pembelajaran online adalah belajar melalui media facebook. Media ini tidak sekadar sarana komunikasi hanya melihat hiburan saja, tetapi dapat dilakukan sebagai wadah untuk publikasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimen nonequivalent control group design, subjek diambil dari populasi tertentu dan dilakukan pretest kemudian dikenai treatment. Setelah dikenai treatment, subjek tersebut diberikan posttest untuk mengukur pengaruh perlakuan pada kelompok tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan skala dan tes (pretest-posttest). Skala merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Tes dilaksanakan sebelum dan sesudah siswa diberi perlakuan pada mata pelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pemberian tes dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum pembelajaran pretest dan posttest dilakukan setelah threatment (perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media facebook sangat berpengaruh pada pembelajaran menulis narasi ditandai dengan hasil maksimum kelas eksprimen memperoleh 78,5% dan nilai minimum 60,7%.
Pengaruh Peer Group Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Beragam Buddha PKBM Homeschooling Kusalamitra Gunungkidul Lestari, Sri; Prasetyo, Eko; Andati, Maria Fransisca
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer group terhadap minat belajar peserta didik di PKBM Homeschooling Kusalamitra, Gunungkidul. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional, penelitian melibatkan 40 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer group memiliki pengaruh signifikan terhadap minat belajar, dengan kontribusi sebesar 75,5% (R Square 0.755). Analisis regresi menghasilkan t hitung 10.667 dengan Sig. 0.000 ≤ 0.30, menunjukkan pengaruh yang signifikan. Rata-rata skor peer group adalah 63,13 (kategori tinggi) dengan persentase 76%, sementara rata-rata skor minat belajar adalah 46,37 (kategori tinggi) dengan persentase 74%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peer group berperan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa di lingkungan homeschooling, terutama dalam mengatasi potensi isolasi sosial dan mendorong kolaborasi pembelajaran. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran di PKBM Homeschooling Kusalamitra dan lembaga serupa.
Analisis Penggunaan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Interaksi Antar Siswa Annajih, Muhammad Hadi; Bakhtiar, Afakhrul Masub
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9787

Abstract

Metode bermain peran merupakan sebuah pendekatan yang sangat efektif sebagai upaya meningkatkan interaksi antar siswa, dengan fokus pada pengembangan kemampuan berbicara antar siswa maupun dengan guru, kemampuan percaya diri dan pengendalian emosional. Dalam pembahasan ini, penelitian dan juga analisis literatur juga mampu sebagai sarana yang efektif dalam melatih siswa untuk percaya diri dan yakin dalam berinteraksi dengan siswa lain. Manfaat dari penggunaan metode bermain peran dalam pembelajaran yaitu dapat membantu siswa mengenali lingkungan sekitar dan mengekspresikan dirinya. Bermain peran juga bisa mempengaruhi perkembangan pribadi dan sosial anak. Melalui bermain peran anak juga mampu membangun identitasnya dan meningkatkan kemandirian. Dengan demikian, implementasi dari metode bermain peran untuk meningkatkan interaksi antar siswa merupakan suatu hal yang sangat penting dan sangat bermanfaat bagi pengembangan kemampuan berbicara antar siswa dan kemampuan percaya diri secara keseluruhan. Hal ini adalah salah satu bentuk dari sebuah pendekatan yang sangat inovatif dan berorientasi pada pengalaman siswa untuk membantu dalam meningkatkan kemampuan berinteraksi tiap siswa. Oleh sebab itu, penelitian dan praktik serta pengembangan dari metode bermain peran dalam ruang lingkup interaksi siswa diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi kepada masyarakat dan dengan demikian pula peningkatan interaksi siswa dapat memberikan kontribusi juga pada aspek peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pengaruh Metode Paired Storytelling Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar Saputra, Ida Bagus Made Yuro Manu; Musaddat, Syaiful; Angga, Prayogi Dwina
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara yang berjumlah 52 siswa. Sampel penelitian adalah kelas IV A yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu tes unjuk kerja keterampilan berbicara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 21.00 for Windows pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa, hal tersebut ditentukan berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai sig. 0,014 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga ada pengaruh penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang cukup signifikan penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara tahun ajaran 2022/2023.
Makna Framing Berita Perundungan Pada Media Online Liputan6.com dan Inews.id Edisi Oktober 2023 Andini, Suci; Setiawan, Hendra; Adham, M. Januar Ibnu
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna framing yang terdapat dalam berita perundungan liputan6.com dan Inews.id. Dalam hal ini setiap media memiliki caranya sendiri untuk mengemas sebuah berita, sehingga penulis tertarik untuk melihat makna framing dari kedua media tersebut pada berita perundungan edisi oktober 2023.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mempergunakan proses interpretasi selama proses pengamatan berlangsung, interpretasi dilakukan terhadap aspek kebahasaan yang termuat dalam berita. Subjek penelitian berupa artikel berita perundungan edisi oktober 2023 media liputan6.com dan inews.id. Adapun hasil dalam penelitian ini ditemukan adanya langkah framing yang digunakan oleh media inews.id dan liputan6.com pada berita perundungan edisi oktober 2023 yang tersaji secara kuat pada aspek retoris atau penekanan fakta dalam hal ini berita inews.id memakai kata yang merujuk pada pelaku dengan pencitraan yang cenderung negatif dengan pemakaian kata bringas sementara liputan6.com memakai kata yang merujuk pada kondisi korban perundungan seperti  kata sakit dan kondisi. Sehingga, selama proses pengamatan tidak terlihat liputan6.com menekankan fakta yang sehubungan dengan pelaku perundungan secara personal. Hal ini berbanding terbalik dengan Inews.id yang menghadirkan kata-kata yang menyerang pelaku perundungan secara personal seperti penggunaan kata bringas yang mengungkapkan pribadi pelaku yang brutal sehingga mendorong pembaca untuk berfokus terhadap kepribadian buruk pelaku perundungan.