cover
Contact Name
Misrita
Contact Email
misrita@for.upr.ac.id
Phone
+628112552005
Journal Mail Official
misrita@for.upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 19784562     EISSN : 27150100     DOI : https://doi.org/10.36873/aev.v13i02.657
Core Subject : Agriculture,
Focus dan Scope AGRIENVI diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya secara berkala setahun dua kali (bulan Juni dan Desember) yang memuat hasil penelitian, ulasan ilmiah, dan artikel di bidang Ilmu-ilmu Pertanian dan Lingkungan
Articles 147 Documents
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L), Merril) TERHADAP PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK MIKROBA M-Bio PADA TANAH GAMBUT PEDALAMAN Arief Rahman; Suparno Suparno; Shella A.J. W.
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 1 (2021): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on farmers' land in Pulau Damar village, Banjang district, Hulu Sungai Utara Regency from February to May 2019. The study was aimed to determine the effect of dolomite lime and M-bio microbes on soybean yield in peat soil. Experiments were arranged based on a factorial randomized block design with three replications. The first factor is dolomite lime which consists of 3 levels, namely was 0, 3, and 6 t ha-1, and the second factor is M-bio microbe fertilizer which consists of 4 levels, namely 0, 2, 4, and 6 ml L 1 water. The results showed that the interaction between dolomite lime and M-bio microbe fertilizer significantly affected the dry weight of 100 soybean seeds but did not significantly affect the number of filled pods per plant, the number of seeds per plant, and the chlorophyll content of soybean leaves. The highest dry weight of 100 grains of 10.08 g plant-1 was obtained by giving 3 t ha-1 dolomite lime and 6 ml L-1 water of M-bio microbe fertilizer.
KAJIAN FINANSIAL AGROINDUSTRI IKAN ASAP DI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Dini Oktavira Wijaya; Teguh Soedarto; Wahyu Santoso
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 1 (2021): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurs have long attempted smoking Fish in Bulak Subdistrict, but still unknown financial calculations such as business feasibility and smoked fish entrepreneurs do not yet know the development of businesses. This study aims to: Analyze the financial feasibility of Smoked Fish in Bulak Subdistrict. This study showed that: The average value of NPV for smoked fish business is Rp 117,130,729. At the same time, the average value of IRR for smoked fish business in Bulak district is 61%. The average value of BEP rupiah smoked fish in the Bulak sub-district is Rp. 108,452,092. The average value of the BEP Smoked Fish Unit in Bulak Subdistrict is 50,554 units.
PENGARUH KONSENTRASI BORAKS PADA PENGAWETAN KAYU TUMIH (Combretocarpus rotundatus (Miq.) Danser) DALAM KETAHANANNYA TERHADAP SERANGAN RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus Light.) Wahyu Supriyati; Gloria Putri Novelia M; Yanciluk; Alpian
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 1 (2021): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumih wood (Combretocarpus rotundatus (Miq.) Danser) was found abundanly in Central Kalimantan but only has durable class 3. The preservation needed to extend the life service of the wood. The aims of this research was to know the effect of borax preservatives at various concentrations to the retention of Tumih wood, to know the mortality of dry wood termite (Cryptotermes cynocephalus Light) and weight loss of the tumih wood against the termite. Wood testing against drywood termites reffer to the Indonesian National Standard (SNI 01-2707-2006). Data analysis using a Completely Randomized Design (CRD) of 4 concentrations and 3 replications. The result showed that concentration has significant effect on retention. The highest retention value was found at concentration of 7% (B3) that was 10,34 kg/m3. Preservative concentration had a significant effect to termite mortality. The concentration of 3% was able to against the termite attacks on Tumih wood (mortality value was 93,3%). Concentration has not significant effect to the weight loss of Tumih wood
INDUKSI MUTASI RADIASI SINAR GAMMA 60CO TERHADAP PERTUMBUHAN FISIOLOGIS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) VARIETAS PRENTUL KEDIRI Agnes Septiya Nuraning Tia; Ida Retno Moeljani; Guniarti Guniarti
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cabai rawit varietas Prentul asal Kediri merupakan salah satu varietas lokal yang banyak di gemari oleh masyarakat setempat. Komoditas ini merupakan komoditas sayuran yang strategis. Banyaknya manfaat cabai rawit dalam kehidupan manusia menyebabkan tingginya permintaan terhadap cabai itu sendiri sehingga peluang pasarnya terbuka secara luas. Banyaknya manfaat dari cabai rawit mengindikasikan bahwa produktivitas cabai rawit lokal harus segera ditingkatkan. Salah satu peningkatan dari segi kualitas dapat dilakukan dengan cara induksi mutasi dengan radiasi gamma 60Co. Induksi mutasi merupakan perubahan genetik yang disebabkan oleh usaha manusia, salah satu caranya yaitu dengan bahan radioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari radiasi sinar gamma 60Co terhadap pertumbuhan fisiologis varietas lokal cabai rawit yang meliputi tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, dan bobot buah total tanaman, dari minggu-1 hingga panen-1. Penelitian ini menggunakan 1 faktor perlakuan dosis sinar gamma yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 Gy (kontrol), dosis iradiasi 100 Gy, 200 Gy, dan 300 Gy. Hasil penelitian menunjukan kurva pertumbuhan fisiologi tanaman cabai rawit sesuai dengan kurva sigmoidal pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan fisiologis tanaman cabai rawit optimal pada dosis radiasi gama 60Co 100 Gy. Pada dosis optimal tersebut pertumbuhan fisiologis tanaman cabai rawit diketahui yang terbaik (unggul) dibandingkan pada dosis di bawah dan di atas 100 Gy maupun kontrol.
PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA TERHADAP KERAGAMAN GENETIK TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) M4 VARIETAS BAUJI UNTUK PERBAIKAN VARIETAS Irfan Satria Anpama; Ida Retno Moeljani; Juli Santoso
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas bawang merah terus dilakukan melalui program pemuliaan tanaman. Salah satu upaya pemuliaan tanaman bawang merah dilakukan melalui pemuliaan mutasi yaitu dengan tujuan memperbaiki varietas Bauji agar berdaya hasil tinggi, berkualitas baik dan tahan terhadap hama dan penyakit utama. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan produksi bawang merah adalah varietas unggul. Untuk perakitan varietas unggul perlu adanya perluasan keragaman genetik, dimana salah satunya dapat dilakukan dengan mutasi radiasi. Dengan mutasi radiasi aksan tercipta keragaman genetik baru sehingga memberikan kesempatan lebih banyak untuk melakukan seleksi. Mutasi adalah suatu proses dimana gen mengalami perubahan atau segala macam tipe perubahan bahan keturunan yang menyebabkan perubahan fenotip yang diwariskan dari satu ke generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter agronomi tanaman bawang merah varietas bauji dengan perlakuan radiasi sinar gamma 60CO. Iradiasi sinar gamma 60Co berpengaruh terhadap karakter pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah varietas Bauji generasi keempat. Perlakuan iradiasi dengan dosis 4 Gy (B4) memiliki hasil yang lebih baik pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, diameter umbi, dan jumlah anakan dari tanaman kontrol atau tanpa iradiasi
ANALISIS PENGELOLAAN DAS PEUSANGAN BERKELANJUTAN, PROVINSI ACEH Kiki Rishki Ananda; Deni Iqbal
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkelanjutan di Indonesia telah lama diterapkan. Penggunaan lahan di DAS Krueng Peusangan saat ini sudah menyimpang dari Rencana Tata Ruang Wilayah atau Rencana Tata Ruang Daerah di dalam DAS. Di samping itu, ada kemungkinan bahwa perencanaan tata ruang wilayah dan tata ruang daerah tidak seluruhnya didasarkan pada kemampuan lahan. Hal ini mengakibatkan rusaknya biodiversity, kuantitas dan kualitas air serta kualitas seluruh lingkungan hidup di bagian hulu dan bagian hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Model Kebijakan Pengelolaan DAS Peusangan Berkelanjutan guna menganalisa ketersedian air yang ada di sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk menghitung debit rata-rata bulanan dihitung menggunakan metode Mock sementara untuk mengalisa debit aktual dilakukan pengukuran langsung. Hasil penelitian DAS Krueng Peusangan merupakan daerah yang beriklim tropis, tergolong ke dalam tipe iklim B menurut Schimidt Ferguson. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Januari sampai dengan Juli, dan musim hujan berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Rata-rata curah hujan di DAS Krueng Peusangan adalah 1.082 sampai dengan 4.073 mm/ tahun, jumlah hari hujan antara 113 sampai dengan 229 hari per tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November yang mencapai 701.0 mm, terendah pada bulan Juli 6,2 mm.
Lesser Known Species, Kawui (Vernonia Arborea); Menggali Potensi Energi Biomassa Dari Hutan Rawa Gambut Lies Indrayanti; Grace Siska
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pendahuluan potensi kayu Kawui sebagai bahan baku pelet bertujuan mengetahui kualitas pelet kayu Kawui sebagai energi baru dan terbarukan. Menggunakan Rancangan Acak lengkap, dengan perlakuan komposisi perekat 10%, 20% dan 30%. Parameter pengujian meliputi kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Selanjutnya dilakukan perbandingan dengan standar SNI (8021:2014), standar Prancis (ITEBE) dan standar Swedia (SS 18 71 20). Hasil penelitian menunjukkan Kualitas pelet kayu kawui memenuhi standar SNI 8021-2014 dengan nilai rata-rata untuk parameter Kadar air 11%, kadar Abu 1% dan Nilai kalor 18,16 Megajoule atau 4338,9 cal/g, untuk ke tiga komposisi perekat. Parameter yang tidak memenuhi standar SNI untuk parameter kadar zat mudah menguap dan karbon terikat, sedangkan standar Prancis maupun Swedia tidak mensyaratkan. Khusus untuk nilai kalor, hasil penelitian ini lebih rendah 2,7% dibandingkan nilai kalor batubara dari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka kayu Kawui berpotensi sebagai energi biomassa yang menjanjikan melalui pembuatan biopelet. Biopelet kayu Kawui memenuhi kualitas dalam negeri baik pada skala industri maupun skala rumah tangga, juga memungkinkan untuk dikembangkan menjadi biopelet kualitas eksport hanya perlu penanganan sedikit lebih baik pada kadar air pelet kayu.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI PEPOHONAN SEBAGAI KERAGAAN PEKARANGAN di Desa Terong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Tatik Suhartati; Purwadi
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon di luar kawasan hutan memiliki nilai ekonomi, sosial dan lingkungan yang signifikan serta merupakan bagian integral dari ekosistem yang harus diperhitungkan dalam pendekatan pengelolaan hutan berbasis ekosistem. Informasi tentang pohon di luar kawasan hutan sangatlah spesifik berdasar tapaknya. Salah satu lahan yang dimanfaatkan untuk menanam pohon di luar kawasan hutan adalah pekarangan. Keragaan pekarangan antara lain dapat dilihat dari struktur tegakan dan komposisi jenisnya. Struktur tegakan yang dicermikan oleh distribusi diameter pohon dapat digambarkan dalam model matematis. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi jenis dan pola distribusi diameter pohon pada lahan < 5000 m2. Pola distribusi ini dapat dimanfaatkan untuk menilai ketersediaan regenerasi dan membantu mengarahkan pengelolaan lahannya. Luas lahan dibagi menjadi 3 kategori yaitu luas < 1.000 m2 ; luas 1.000-2000 m2 dan luas 2.000-5000 m2. Masing-masing kategori luas diambil 4 sampel pekarangan. Inventarisasi dilakukan 100 % terhadap pepohonan yang ada di lahan. Analisis model distribusi diameter menggunakan model eksponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis kayu pekarangan merupakan kekayaan biodiversitas, yang menyimpan spesies berkayu dari 20 famili, sehingga turut menjaga biodiversitas. Distribusi diameter berbentuk model eksponensial. Kurva model eksponensial menyerupai pola distribusi diameter pada hutan alam yaitu berbentuk J terbalik, yang menunjukkan kondisi populasi stabil atau status regenerasi yang baik. Kondisi itu dapat menopang kelestarian asalkan tetap dijaga pengaturan tebangan dan dilakukan perlakuan silvikultur yang sesuai dengan kondisi pohon, lahan, ketersediaan tenaga kerja serta biaya.
OPTIMASI PERTUMBUHAN AZOLLA SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK DENGAN PENAMBAHAN UNSUR HARA ORGANIK DI MEDIA TUMBUHNYA Asrul Asrul; Devi A. J. Ndolu
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pakan hijaun merupakan jenis pakan yang paling umum digunakan oleh peternak. Pakan hijuan seperti rumput rumputan dan leguminosa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali memproduksi bagian bagian organiknya untuk dimakan oleh ternak. Salah satu tanaman hijuan yang mempunyai daya regenerasi pertumbuhan organik yang tinggi adalah Azolla.. Azolla yang tumbuh di daerah Tarus-Tilong, Kabupeten Kupang mempunyai kadar protein yang masih rendah jika dibandingkan dengan azolla lain yang pernah diteliti. Hal ini berimbas pada pertumbuhan biomassanya juga tidak maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu mengoptimasi kandungan protein dan biomassa azolla dengan penambahan bahan organik (feces ayam dan sapi). Adapun perlakuan pemberian feces sapi dan ayam yaitu P0 (kontrol)= tidak diberikan feces dan perlakuan P1-P4, masing masing diberikan feces sapi/ayam berturut turut 5, 10. 15 dan 20 gram dalam 1 liter air. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa azolla yang diberikan feces ayam pada takaran 10, 15 dan 15 gram berbeda nyata kandungan nitrogenmya (protein) dengan yang kontrol, dan adapun pada azolla yang diberikan feces sapi tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan kontrol, namun kecendrungan pertambahan kadar nitrogen ( protein) pada azolla terlihat pada azolla yamg diberikan feces sapi. Hasil penimbangan berat kering menunjukkan pemberian feces sapi meningkatkan biomassa azolla secara signifikan khususnya pada pemberian feces sapi pada takaran 10, 15 dan 20 gram. Adapun pada biomassa pada feces ayam tidak memperlihatkan hasil yang berbeda nyata dengan kontrol.
PENGARUH VARIASI JENIS DAGING IKAN YANG BERBEDA TERHADAP MUTU NUGGET IKAN Gresi Labora Siburian; Firlianty Firlianty; Evnaweri Evnaweri
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nugget ikan dari bahan baku daging ikan gabus (Channa striata), ikan patin (Pangasius sp.), dan ikan nila (Oreochromis niloticus) berdasarkan uji kimia dan uji organoleptik dan untuk mengetahui daging ikan yang terbaik dalam pembuatan nugget ikan. Nugget ikan adalah salah satu produk olahan ikan yang terdiri atas campuran daging ikan, tepung panir, dan bumbu yang kemudian dilapisi oleh adonan batter mix dan bread crumb. Kegiatan penelitian ini meliputi uji kimia (kadar abu, kadar air, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan kadar protein) yang dilaksanakan di Laboratorium Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Palangka Raya Kalimantan Tengah, serta uji organoleptik dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Universitas Palangka Raya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan jumlah daging giling ikan terhadap satu perlakuan 400 g. Beberapa perlakuannya yaitu perlakuan A (nugget ikan berbahan dasar daging ikan gabus), perlakuan B (nugget ikan berbahan dasar daging ikan patin), dan perlakuan C (nugget ikan berbahan dasar daging ikan nila). Berdasarkan hasil uji kimia yang dilakukan maka didapatkan nilai rata-rata kadar abu terendah adalah pada perlakuan C (1.09%), nilai rata-rata kadar air terendah adalah pada perlakuan B (35.30%), nilai rata-rata kadar lemak terendah adalah pada perlakuan B (14.34%) sedangkan nilai rata-rata kadar karbohidrat tertinggi adalah pada perlakuan B dengan nilai (40.55%) dan nilai rata-rata untuk kadar protein tertinggi adalah pada perlakuan A (9.16%). Berdasarkan hasil uji organoleptik, nilai rata rata tertinggi pada warna adalah pada perlakuan A (6.76), tekstur adalah pada perlakuan A (6.48), rasa adalah pada perlakuan A (6.60), sedangkan untuk aroma pada perlakuan B (6.36) spesifikasi suka sampai sangat suka. Hasil perlakuan terbaik menggunakan indeks efektifitas yaitu perlakuan C dengan penambahan ikan nila yaitu 2.713.

Page 9 of 15 | Total Record : 147