cover
Contact Name
Misrita
Contact Email
misrita@for.upr.ac.id
Phone
+628112552005
Journal Mail Official
misrita@for.upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 19784562     EISSN : 27150100     DOI : https://doi.org/10.36873/aev.v13i02.657
Core Subject : Agriculture,
Focus dan Scope AGRIENVI diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya secara berkala setahun dua kali (bulan Juni dan Desember) yang memuat hasil penelitian, ulasan ilmiah, dan artikel di bidang Ilmu-ilmu Pertanian dan Lingkungan
Articles 147 Documents
KAJIAN ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO BERAS MERAH (Oryza nivara L.) DI DUA LOKASI YANG BERBEDA Harahap, Samsinar; Mukhlis, Mukhlis; Nasirsah, Nasirsah; Sipahutar, Luky Wahyu
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.19499

Abstract

Padi gogo merupakan salah satu tanaman padi di lahan kering, yang ditanam sekali setahun pada musim hujan. Varietas padi gogo beras merah telah banyak dibudidayakan, namun belum diketahui dengan baik tingkat adaptasi dan produksinya pada setiap agroekosistem lahan kering sehingga perlu diuji terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan adaptasi beberapa varietas padi gogo beras merah di dua lokasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor 1 adalah Lokasi dengan 2 taraf yaitu A1 (Siabu) dan A2 (Tolang Julu), faktor 2 adalah varietas dengan 3 taraf yaitu V1 (Sigambiri Merah), V2 (MSP 17) dan V3 (Kambiri Lumat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang stabil dan memiliki hasil tinggi yaitu varietas Kambiri Lumat, sedangkan varietas yang beradaptasi khusus atau spesifik wilayah yaitu varietas Sigambiri Merah di Lokasi Siabu dan varietas MSP 17 di lokasi Tolang Julu.
NILAI GIZI DAN RASA BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.) DIBANDINGKAN DENGAN KACANG TANAH DAN ALMOND Indrayanti, Lies; Nuwa, Nuwa; A, Wibowo; Lusia, Lusia
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20008

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai gizi dan rasa biji Ketapang dibandingkan dengan Kacang Tanah dan Kacang Almond. Metode yang digunakan adalah metode laboratorium eksploratif dan organoleptic. Analisis kandungan gizi diteliti di Laboratorium Chem Mix Pratama Kota Yogyakarta, sedangkan uji rasa dilakukan di kota Palangka Raya.  Hasil analisis kandungan gizi didapatkan Kandungan protein dan karbohidrat biji Ketapang lebih rendah dibandingkan dengan kacang tanah dan kacang almond, namun kandungan lemak, kadar abu. Kandungan Vitamin E biji Ketapang lebih besar 800% dibandingkan Kacang Almond.  Biji Ketapang mengandung Vitamin C sebesar 50.50 mg/100gr, sedangkan kacang tanah dan kacang almond nol. Hasil uji rasa, yang menyatakan rasa yang sama dengan rasa kacang tanah lebih besar daripada rasa yang sama dengan kacang almond, namun juga terdapat responden yang tidak berani mencicipi. Berdasarkan keunggulannya pemanfaatan biji Ketapang mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk makanan yang bergizi
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KESAMAAN KOMUNITAS VEGETASI DI AREAL PERLADANGAN BERPINDAH PADA MASA BERA DI DESA HULU TAMPANG KABUPATEN BARITO SELATAN Hidayat, Nisfiatul; Mataram, Bende; Triyadi, Antonius; Toni, Hendra; Fauzi, Fouad; Yulianti, Reri
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20359

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keaneragaman jenis dan kesamaan komunitas vegetasi di areal perladangan berindah pada masa bera di Desa Hulu Tampang Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan.  Hasil penelitian menunjukan keanekaragaman jenis pada tingkat semua tingkat pertumbuhan pada komunitas hutan dan komunitas bekas ladang umur 20 tahun termasuk klasifikasi sedang, kecuali tingkat pertumbuhan semai pada bekas ladang umur 40 tahun, pancang pada komunitas hutan, dan pohon pada  bekas ladang umur 20 tahun termasuk kategori rendah.  Tingkat kesamaan jenis vegetasi pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon antar komunitas vegetasi termasuk klasifikasi rendah, kecuali untuk  tingkat kesamaan antara komunitas bekas ladang umur 20 tahun dan umur 40 tahun termasuk kategori tinggi.
PENGARUH PROGRAM KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Arfansyah, Didik; Ginting, Janwar Iradi; Pastika, Made Arya; Azha, Khairil; Situmorang, Sando Deddy
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20552

Abstract

Setiap pekerja industri, dipengaruhi oleh kesehatan, keselamatan, dan tempat kerja. Tujuan artikel ini adalah melihat inisiatif K3 dan bagaimana hal tersebut memengaruhi produktivitas pekerja di industri perkebunan kelapa sawit. Industri perkebunan memiliki risiko tinggi, terutama terkait dengan kecelakaan kerja. Karenanya, penerapan K3 yang efektif dan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif menjadi faktor penting guna mendukung produktivitas tenaga kerja. Metode penelitian antara lain pengumpulan, perbandingan, dan analisis data. Dari 2019 - Juni 2023, tercatat 52. 766 kasus kecelakaan kerja di perkebunan kelapa sawit, angka yang tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. Sementara itu, dari Januari hingga Juni 2023 saja, tercatat 7. 891 kasus. Melalui artikel ini, diharapkan pekerja dan pemilik industri perkebunan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 dalam mengurangi kasus kecelakaan dan meningkatkan produktivitas di sektor perkebunan kelapa sawit.
PENGARUH KADAR AIR TANAH TERHADAP KUALITAS TANAH PADA PERKEBUNAN DI KECAMATAN BATANG KUIS Bukhori, Dio; Tampubolon, Daniel Andreas; Prasetyo, Rahmat Dwi; Kurniawan, Kurniawan; Sawat, Helena
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20608

Abstract

Penurunan produktivitas lahan perkebunan di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait dengan kondisi kadar air tanah sebagai salah satu faktor utama penentu kualitas tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Baru, yang merupakan sentra kegiatan pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kadar air tanah terhadap kualitas tanah pada dua kedalaman berbeda, yaitu 0–20 cm dan 20–40 cm. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengambilan sampel tanah dan analisis laboratorium dengan metode gravimetri untuk mengukur kadar air kering udara dan kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kering udara lebih tinggi pada lapisan atas (8,69%) dibandingkan lapisan bawah (7,52%), yang mengindikasikan kelembapan permukaan lebih terjaga karena curah hujan dan aktivitas biologis. Sebaliknya, kapasitas lapang jauh lebih tinggi pada kedalaman 20–40 cm (35,13%) dibandingkan 0–20 cm (2,04%), menandakan bahwa lapisan bawah lebih mampu menyimpan air karena tekstur tanah yang lebih halus. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen tanah dan air, seperti irigasi berkelanjutan dan penambahan bahan organik, untuk mempertahankan kualitas tanah secara optimal dan mendukung produktivitas perkebunan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan tata kelola lahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.
PENGARUH BERBAGAI PROPORSI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L) DI LAHAN GAMBUT Zubaidah, Siti; Sustiyah, Sustiyah; Rahayuningsih, Sri Endang Agustina; Kresnatita, Susi
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20687

Abstract

Tanaman kobis bunga (Brassica oleraceae L) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan layak untuk dikembangkan. Pengembangan kobis bunga dapat dilakukan pada tanah gambut pedalaman yang belum termanfaatkan secara optimal. Namun perlu adanya perbaikan kesuburan tanah melalui pemberian pupuk organik dan anorganik. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember 2024 di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian adalah: 1). Mengetahui pengaruh pupuk organik dan anorganik pada berbagai proporsi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kobis bunga di lahan gambu; 2). Mengetahui proporsi terbaik pupuk organik dan anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kobis bunga di lahan gambut. Penelitian menggunakan Ranacangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri atas factor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut adalah proporsi pemberian pupuk organic dan anorganik yaitu: K1= Pupuk Anorganik 250 kg Urea/ha, 250 kg/ha SP-36, 250 kg/ha KCl; K2= 5 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 5% Pupuk Anorganik; K3= 5 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 10% Pupuk Anorganik; K4= 5 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 15% Pupuk Anorganik; K5= 5 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 20% Pupuk Anorganik; K6= 10 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 5% Pupuk Anorganik; K7= 10 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 10% Pupuk Anorganik; K8= 10 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 15% Pupuk Anorganik; K9= 10 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 20% Pupuk Anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata proporsi pupuk organik dan anorganik terhadap hasil tanaman kubis bunga di lahan gambut pada variabel keliling bunga. Perlakuan K7 (10 ton/ha Kompos Gulma + Pengurangan 10% Pupuk Anorganik) memberikan keliling bunga paling baik. Proporsi pupuk organik dan anorganik tidak memberikan pengaruh nyata pada variable umur berbunga, umur panen dan bobot bunga pada tanaman kobis bunga di lahan gambut.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK DI KELURAHAN MUARA ENIM KABUPATEN MUARA ENIM Framita, Rabecha Maros; Aliyah, Aliyah; Sari, Fitri Yunda; Putri, Piranti Herdaning; Wulandari, Siska Tri
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.20839

Abstract

Program penyuluhan dan pelatihan budidaya hidroponik dilaksanakan di Kelurahan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, dengan tujuan memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga tentang teknik budidaya hidroponik dan peluang wirausaha. Kegiatan ini melibatkan 10 peserta yang diberikan materi penyuluhan, pelatihan langsung, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari 7,5 menjadi 19,2 setelah pelatihan. Uji statistik membuktikan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keyakinan untuk menerapkan pengetahuan secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan potensi ekonomi rumah tangga melalui wirausaha hidroponik. Pendekatan yang digunakan terbukti efektif dan dapat diadaptasi untuk wilayah lain dengan karakteristik serupa.