cover
Contact Name
Misrita
Contact Email
misrita@for.upr.ac.id
Phone
+628112552005
Journal Mail Official
misrita@for.upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 19784562     EISSN : 27150100     DOI : https://doi.org/10.36873/aev.v13i02.657
Core Subject : Agriculture,
Focus dan Scope AGRIENVI diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya secara berkala setahun dua kali (bulan Juni dan Desember) yang memuat hasil penelitian, ulasan ilmiah, dan artikel di bidang Ilmu-ilmu Pertanian dan Lingkungan
Articles 147 Documents
PENGARUH JENIS DESINFEKTAN TERHADAP INFEKSI CENDAWAN PADA BENIH JAGUNG (Zea mays) PEMASUKAN DARI BEBERAPA DAERAH Fatimah Nabila Zahra; Arika Purnawati; Herry Nirwanto
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu bahan pangan penting di Indonesia karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras, sebagai bahan baku industri dan pakan ternak sehingga penting untuk menjaga kualitas benih utamanya terhadap keberadaan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis desinfektan terhadap infeksi cendawan patogen terbawa benih jagung. Deteksi cendawan patogen pada benih jagung dilakukan menggunakan metode standar pengujian kesehatan benih International Seed Testing Association (ISTA 1996) yaitu metode blotter test. Sterilisasi permukaan dilakukan menggunakan 3 desinfektan yaitu sodium hipoklorit (NaOCl) 1% (10 menit), alkohol 70% (10 menit), dan campuran sodium hipoklorit (NaOCl) 1% dengan alkohol 70% (10 menit). Metode penelitian adalah melakukan pembandingan efektivitas penggunaan desinfektan, dan setiap sampel menggunakan ±200 butir benih. Pengamatan dilakukan terhadap homogenitas jumlah benih terinfeksi dan indeks keragaman cendawan. Hasil menunjukkan bahwa semua perlakuan desinfektan menekan infeksi cendawan patogen pada benih jagung yaitu masing-masing NaOCl 1% sebesar 84%, alkohol 70% sebesar 64%, campuran NaOCl 1% dengan alkohol 70% sebesar 61%, indeks keragaman cendawan yaitu masing-masing NaOCl 1% (1,15 temasuk sedang), alkohol 70% (0,62 termasuk rendah), campuran NaOCl 1% dengan alkohol 70% (0,55 termasuk rendah).
BEBERAPA TANAMAN PASCA KEBAKARAN DI DESA TRAHEAN KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Yanne Yanne; Yetrie Ludang; Wahyu Supriyati
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembakaran dan bencana kebakaran hutan di Kalimantan Tengah sering terjadi pada pada musim kemarau, tidak terkecuali terjadi pada Kabupaten Barito Utara. Apa pun penyebabnya, bencana kebakaran hutan dan lahan memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi lingkungan, tumbuh-tumbuhan dan hewan liar. Pencegahan dapat dilakukan dengan penanaman tanaman yang tahan terhadap kebakaran yaitu dapat tumbuh kembali pasca kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa tanaman pasca kebakaran. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan survei pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragamanan tanaman yang tumbuh pasca kebakaran mempunyai bentuk adaptasi vegetasi terhadap kebakaran diantaranya memiliki tunas yang dapat tumbuh aktif karena tekanan lingkungan, stimulasi pembungaan dan retensi benih. Beberapa jenis tumbuhan yang mampu tumbuh dan beradaptasi pada areal pasca kebakaran di desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, adalah Pinus (Pinus merkusii), Laban (Vitex pubescens Vahl), Garunggang (Cratoxylon arborescens), Bambu (Bambusoideae), Sungkai (Peronema canescens) dan Paku-pakuan.
PENGARUH BERBAGAI JENIS KOTORAN TERNAK SEBAGAI MEDIA TAMBAHAN TANAH GAMBUT UNTUK PEMBUDIDAYAAN CACING TANAH (Lumbricus rubellus) Paulini Paulini; Maria Haryulin Astuti; Ria Anjalani
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan juga menghasilkan limbah yang dapat menjadi sumber pencemaran. Oleh karena itu, pengembangan usaha peternakan harus mampu meminimalkan limbah peternakan. Budidaya cacing tanah dengan media hidup kotoran ternak dan tanah gambut menjadi salah satu upaya memanfaatkan limbah peternakan. Cacing tanah memberikan banyak manfaat untuk manusia yaitu pupuk, pakan ternak, campuran bahan obat-obatan, dan bahan campuran untuk kosmetik. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh media hidup yang terdiri dari tanah gambut dan kotoran ternak terhadap pertumbuhan dan produksi cacing tanah (Lumbricus rubellus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (100% Tanah Gambut), P2 (50% Tanah Gambut + 50% Kotoran Sapi), P3 (50% Tanah Gambut + 50% Kotoran Ayam), dan P4 (50% Tanah Gambut + 50% Kotoran Kambing). Variabel penelitian yang diamati adalah jumlah, panjang, dan bobot cacing tanah. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap jumlah populasi cacing tanah (P>0,05). Panjang cacing tanah menunjukkan perbedaan yang nyata di antara perlakuan (P<0,05). Bobot cacing tanah menunjukkan perbedaan yang nyata di antara perlakuan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan berbagai jenis kotoran ternak sebagai media tambahan tanah gambut mempengaruhi pertumbuhan dann produksi cacing tanah. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P1. Hal ini dikarenakan kondisi media tidak mengalami perubahan karena adanya tidak adanya penambahan kotoran ternak. Kotoran sapi memberikan hasil yang lebih baik dari pada jenis kotoran ternak lainnya sebagai media tambahan pada budidaya cacing tanah.
PENGARUH BERBAGAI CAMPURAN BAHAN AMPAS SINGKONG, TEPUNG JAGUNG DAN DEDAK SEBAGAI MEDIA PAKAN TERHADAP PRODUKSI ULAT HONGKONG (TENEBRIO MOLITOR) Ricke Marianty; Yemima Yemima; Tri Intan Aris Wati
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai campuran bahan ampas singkong, tepung jagung dan dedak sebagai media pakan terhadap produksi Ulat Hongkong (Tenebrio molitor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan A (Ampas Singkong 50%, Tepung Jagung 30%, Dedak 20%), perlakuan B (Ampas Singkong 40%, Tepung Jagung 40%, Dedak 20%) dan perlakuan C (Ampas Singkong 30%, Tepung Jagung 50%, Dedak 20%). Peubah yang diamati meliputi panjang badan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan mortalitas akhir minggu penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan berbagai campuran bahan ampas singkong tepung jagung dan dedak pada media pakan berpengaruh sangat nyata terhadap bobot badan dan pertambahan bobot badan umur 10 hari pertama penelitian (40 hari), serta berpengaruh nyata terhadap bobot badan umur 10 hari keempat penelitian (70 hari), dan pertambahan bobot badan umur 10 hari keenam penelitian (90 hari). Tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang badan umur 10 hari pertama penelitian (40 hari) sampai umur 10 hari keenam penelitian (90 hari) dan bobot badan umur 10 hari kedua penelitian (50 hari), 10 hari ketiga penelitian (60 hari), dan 10 hari kelima penelitian (80 hari), serta mortalitas umur 10 hari keenam penelitian (90 hari) Ulat Hongkong.
JENIS ALAT TANGKAP TRADISIONAL DAN KEARIFAN LOKAL SERTA JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI KAHAYAN KELURAHAN KAMELOH BARU Kembarawati Kembarawati; Sweking Gandih; Rosita Rosita
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis alat tangkap tradisional, kearifan lokal perikanan yang digunakan dan jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan di sungai Kahayan kelurahan Kameloh Baru. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdapat 9 jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan dan 17 spesies jenis ikan yang tertangkap. Namun bapak sugiarto menyebutkan bahwa dulu ada adat istiadat yang di lakukan dalam menangkap ikan yaitu dengan cara berdoa bersama membuat acara singkat sebelum memulai penangkapan kemudian para nelayan bersama-sama mensusur sekaligus membuka sungai. Adapun jenis ikan yang di larang untuk di tangkap pada zaman dulu adalah ikan arwana (Scleropages formosus) dan Ikan lele sembilang (Plotosidae) yang dagingnya keras dan dapat menvebabkan gatal saat di konsumsi. Ada kebiasaan unik dari masyarakat setelah menangkap ikan yaitu membersihkan ikan kemudian mengeringkannya.
PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PROTOZOA PADA IKAN GABUS (Channa striata) YANG TERTANGKAP DI SUNGAI KAHAYAN Yehuda Saputra; Rosita Rosita; Murrod Chandra Wirabakti; Ricky Djauhari; Shinta Sylvia Monalisa
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) memiliki rasa dagingnya yang khas dan harganya yang cukup tinggi, keterjaminan keamanan bahan pangan dari ikan ini yang sebagian besar berasal dari alam dan rentan terhadap serangan ektoparasit protozoa, masih belum terlalu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, jumlah, prevalensi dan intensitas ektoparasit protozoa pada ikan gabus (Channa striata) yang tertangkap di Sungai Kahayan. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu pada bulan November sampai Desember 2020 di lokasi anak sungai dan pinggir sungai Kahayan dari daerah Tanjung Pinang dan Tanjung Taruna dengan sampel ikan gabus yang ditangkap sebanyak 25 ekor perlokasi dengan penyamplingan dilakukan sekali seminggu dengan nelayan di sungai Kahayan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penellitian ini diperoleh enam jenis ektoparasit , yaitu Apiosoma sp, Chilodonella sp, Epistylist sp, Henneguya sp, Tricodina sp dan Vorticella sp. Prevalensi dan intensitas dari ektoparasit Henneguya sp yang paling mendominasi, dari lokasi AS1 dan PS2 berturut-turut 80% dan 1983 ind/ekor. Prevalensi dan intensitas total tertinggi berasal dari lokasi PS3 daerah Tanjung Taruna yaitu 96% dan 5216 individu parasit per ikan, dengan kondisi kualitas air masih dapat ditoleransi ikan gabus, yaitu 25-26oC, DO 4,1-9 ppm, pH 5,7-6,8, kecerahan terendah 6 cm dan kekeruhan tertinggi 746 NTU.
ALIH FUNGSI KAWASAN HUTAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP BENCANA BANJIR YANG ADA DI KABUPATEN BIMA Wiwit Bayu Adi; Agum Muladi
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi kawasan hutan yang ada di Kabupaten Bima merupakan bentuk pola masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya sebuah kesimbangan lingkungan, dimana saat ini kawasan hutan yang ada di Kabupaten Bima cenderung dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai kawasan pertanian komoditi tanaman jagung, dimana masyarakat berbondong-bondong untuk mengembangkan pertanian tersebut dikarenakan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi dan stabil serta pemasaran hasil produk yang gampang dan banyak dicari oleh industri-industri yang bergerak dibidang prodak jagung. Selain menimbulkan dampak positif untuk pendapatan ekonomi masyarakat, justru aktifitas tersebut juga menimbulkan dampak yang negatif dan menjadi sebuah bumerang bagi masyarakat itu sendiri, yaitu munculnya bencana banjir yang terjadi, dimana banjir yang terjadi Di Kabupaten Bima dan Kota Bima pada tahu 2016 banyak menyita perhatian. Oleh karena itu penelitian ini mencoba membahas faktor apa saja yang menyebabkan banjir di Kabupaten Bima dan Kota Bima selain dilihat dari sisi alih fungsi kawasan hutan, metode yang dugunakan yaitu merangkum penelitian terdahulu dan meyimpulkan faktor apa saja yang menjadi penyebab banjir tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa banjir yang terjadi di kabupaten bima dan kota bima disebakan oleh 3 faktor, yaitu topografi, curah hujan dan alih fungsi kawasan hutan.
PENGARUH PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L) Mulyanti Mulyanti; Dewi Yana; Lukman Martunis
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keong mas atau siput murbei dengan bahasa latin Pomacea canikulata L, dari family Ampullariidae merupakan hama utama pada areal tanaman padi. Serangan keong mas terjadi pada anakan yang muda, sehingga jumlah anakan produktif menjadi berkurang. Untuk menekan populasi dan mengurangi kerusakan tanaman oleh keong mas dapat dilakukan upaya pengendalian. Pengendalian keong mas pada tanaman padi umumnya masih menggunakan pestisida kimia (sintetis). Penggunaan pestisida kimia menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Hal ini perlu dipertimbangkan terutama dampak residu terhadap lingkungan, kesehatan manusia dan terhadap mahluk hidup lainnya. Oleh sebab itu perlu alternatif lain yang lebih aman dalam pengendalian keong mas diantaranya dengan memanfaatkan tanaman yang ramah lingkungan menjadi pestisida nabati. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati terhadap mortalitas dan rata-rata kecepatan waktu kematian hama keong mas (Pomacea canaliculata L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Factorial dengan 4 perlakuan yaitu P0 ( Tampa pestisida Nabati), Pn (Pestisida Nabati Nimba), Ps (Pestisida Nabati Serei) dan Pk (Pestisida Nabati Sirsak) dengan dosis masing-masing pestisida nabati 350 ml. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan rata-rata kecepatan waktu kematian hama keong mas (Pomacea canaliculata L) dari HSA 1 sampai dengan HSA 4 dibandingkan dengan kontrol
SIFAT FISIKOKIMIA MINUMAN INSTANT TERUNG ASAM (Solanum ferox L) DENGAN PENAMBAHAN DEKSTRIN DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN Eko Budiarto; Suparno Suparno; Wijantri Kusumadati; Muliansyah Muliansyah; Selvie Mahrita; Evi Faridawaty
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan konsentrasi dekstrin terhadap mutu minuman instan terung asam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangkaraya Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor yaitu suhu pengeringan (P) : (50 °C, 55 °C, 60 °C) dan konsentrasi dekstrin (D) :(10 %, 15 %, 20 %,). Parameter yang dianalisa adalah rendemen, kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, waktu larut, uji organoleptik hedonic warna, aroma dan rasa. Berdasarkan penelitian diatas, perlakuan terbaik dalam pembuatan minuman instan terung asam ini adalah pengeringan menggunakan suhu 55 °C dengan konsentrasi dekstrin 10 %. Ini disimpulkan berdasarkan nilai vitamin C yang tertinggi dan skor warna yang dihasilkan adalah paling baik.
PERTUMBUHAN BIBIT JERUK LEMON(Citrus limon (L.) Burm.f.) DARI BERBAGAI ASAL STEK BERBEDA YANG DIBERI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN Ardian Ardian; Nurbaiti Nurbaiti; Widy Arieska Baskori
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi asal macam stek dan konsentrasi Rootone-F untuk pertumbuhan stek jeruk lemon serta untuk mendapatkan asal macam stek dan konsentrasi Rootone-F yang terbaik.Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Riau,dari bulan Juli sampai Oktober,menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis asal stek batang : bawah, tengah dan atas. Faktor kedua adalah dosis zat pengatur tumbuh auksin; 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Parameter yang diamati adalah hari mucul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, danpanjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan padataraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwatidakadainteraksiantaraperbedaanjenis asal stek dan dosis auksin terhadap komponen pertumbuhan bibit jeruk lemon pada awal muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan volume akar. Faktortunggal zatpengaturtumbuhauksinberpengaruhnyataterhadapparameter jumlah tunas, danpanjang akar. Dosis zat pengatur tumbuh auksin 200 ppm memiliki efek lebih baik padasemua parameter pengamatan.

Page 10 of 15 | Total Record : 147