cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Rancang Bangun Hand Sanitizer Otomatis dan Sistem Monitoring Jarak Jauh dalam Upaya Mengurangi Penyebaran Covid 19 Ari Rahayuningtyas; Novita Dwi Susanti; Eko Kuncoro Pramono; Yusnan Hasnani Siregar; Agustami Sitorus; Diang Sagita
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6619

Abstract

Pada awal tahun 2020, telah terjadi suatu pandemi yang melanda dunia termasuk Indonesia. Pandemi ini disebabkan oleh virus jenis baru yaitu Coronavirus (COVID-19). Upaya untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, dan selalu membersihkan tangan). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengkonstruksi hand sanitizer otomatis untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari perancangan fungsional dan struktural, analisis biaya serta uji kinerja. Alat ini dirancang menggunakan beberapa sensor yaitu sensor infra merah (IR Proximity), sensor suhu (MLX90614), dan sensor ultrasonik (HC-SR04). Pengujian karakteristik statik dilakukan pada sensor suhu dan sensor ultrasonik. Analisis karakteristik statik pada sensor dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sensor. Hasil menunjukan bahwa nilai deviasi sensor ultrasonik adalah 1,16 cm, deviasi sensor suhu adalah 1,07 °C dengan tingkat presisi 0,12 °C serta nilai rata-rata 34,55 °C pada tiap 5 menit pengukuran. Alat ini mampu mengeluarkan cairan pembersih sekitar 0,2 gram/semprotan. Biaya dasar penyediaan semua komponen perangkat adalah Rp.1,500,000 dan total biaya untuk memproduksi setiap unitnya adalah Rp.2,375,000/unit. Perangkat ini beroperasi tanpa perlu disentuh, dan aman untuk diterapkan di area publik. Perangkat juga dibuat dengan sistem pemantauan terintegrasi dimana suhu tubuh yang diukur oleh perangkat ini dapat dimonitor dari jarak jauh, sehingga memudahkan pengguna dalam pencatatan data.
Cover JRTI Vol.15 No.1 Juni 2021 Cover, Cover
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.1 Juni 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i1.7098

Abstract

Cover Vol.15 No.1 Juni 2021
Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Biskuit dengan Penambahan Tepung Ikan Toman (Channa micropletes) Hermanto Hermanto; Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6182

Abstract

Tepung ikan toman merupakan produk hasil samping dari proses hidrolisis protein ikan toman (Channa micropeltes). Tepung ikan toman dapat menjadi sumber protein pada produk pangan salah satunya biskuit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan toman terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris biskuit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan penambahan tepung ikan dengan lima taraf perlakuan yaitu 0%, 7%, 14%, 21% dan 28% tepung ikan terhadap total berat adonan biskuit. Hasil analisis penambahan tepung ikan toman sebanyak 28% memberikan nilai nutrisi biskuit ikan toman yang terbaik dengan kadar air 2,70%, kadar abu 8,09%, kadar protein 18,23%, kadar lemak 22,07% dan karbohidrat 48,91%. Hasil uji kesukaan menunjukkan penambahan tepung ikan toman (Channa micropeltes) berpengaruh terhadap persepsi rasa, aroma, teksur dan warna biskuit.
Studi Kinetika dan Isoterm Adsorpsi Ion Fe (III) dan Mn (II) pada Karbon Aktif Batang Eceng Gondok Cucun Alep Riyanto; Bereka Meidelivia Raharjianti; November Rianto Aminu
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.1 Juni 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i1.6633

Abstract

Batang Eceng Gondok (BEG) (Eichhornia crassipes) mengandung senyawa lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif dengan biaya rendah dan terbarukan. Penggunaan karbon aktif dari BEG sebagai adsorben berpotensi menurunkan konsentrasi logam berat, seperti ion Fe(III) dan Mn(II). Tujuan penelitian ini adalah menentukan pemodelan kinetika dan isoterm adsorpsi karbon aktif BEG pada ion Fe(III) dan Mn(II), serta menentukan efisiensi penurunan kadar ion Fe(III) dan Mn(II) menggunakan karbon aktif BEG pada air sumur di desa Guyangan Kabupaten Jepara. Metode sintesis karbon aktif BEG dilakukan dengan proses karbonisasi pada suhu 400℃ selama 60 menit lalu dilanjutkan aktivasi kimia menggunakan H3PO4 30% pada rasio impregnasi karbon: H3PO4 (1:4, b/b) selama 24 jam serta aktivasi fisika pada suhu 600℃ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi karbon aktif BEG pada ion Fe(III) dan Mn(II) mengikuti pemodelan isoterm Redlich-Peterson dengan nilai R2 berturutan adalah 0,9386 dan 0,9982. Pemodelan kinetika adsorpsi karbon aktif BEG pada ion Fe(III) dan Mn(II) mengikuti pemodelan Pseudo Orde Dua dengan nilai kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 32,7869 mg/g dan 1,4166 mg/g. Nilai % efisiensi adsorpsi ion Fe(III) dan Mn(II) menggunakan karbon aktif BEG pada air sumur di desa Guyangan Kabupaten Jepara sebesar 23,37% dan 79,25%. Kata kunci : adsorpsi, batang eceng gondok, isoterm, karbon aktif, kinetika  
Rendemen Akar, Batang dan Daun Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) Sebagai Bahan Baku Obat Herbal Supartini Supartini; Deddy Dwi Nur Cahyono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.5788

Abstract

Pasak bumi merupakan salah satu jenis tanaman berkhasiat obat. Informasi rendemen simplisia, rendemen ekstrak dan kandungan fitokimia dari akar, batang dan daun tanaman Pasak bumi diperlukan untuk mengoptimalkan bahan baku dan meminimalkan limbah pemanenan sehingga tanaman dapat digunakan berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui rendemen simplisia, rendemen ekstrak dan fitokimia tanaman pasak bumi pada bagian akar, batang dan daun. Sampel akar, batang dan daun dilakukan pengukuran kadar air, perbandingan akar dan tinggi tanaman, perhitungan rendemen simplisia perbagian dan pertotal bagian, rendemen ekstrak dan pengujian fitokimia. Metode pengeringan dilakukan pada suhu ruangan dan oven. Ekstraksi sampel menggunakan pelarut etanol, air dan etil asetet dengan metode maserasi. Skrining fitokimia meliputi pemeriksaan alkaloid, flavanoid, saponin, tanin, triterpenoid, steroid, karotenoid dan kumarin. Data hasil pengukuran dan perhitungan ditabulasi menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susutnya kadar air segar ke kering udara pada daun, batang dan akar sebanyak 149,41%, 72,95% dan 83,45%. Tanaman dengan tinggi lebih dari 200 cm memiliki perbandingan akar dan tinggi tanaman terkecil (0,38). Rendemen perbagian pada daun (38,75%), batang (48,5%) dan akar (48,82%) dan rendemen pertotal bagian pada daun (4,87%), batang (25,05%) dan akar (13,80%), sisanya ranting.Ekstrak akar, batang dan daun dengan pelarut air memiliki rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol. Kandungan bioaktif ekstrak akar dan batang adalah alkaloid, tanin, triterpenoid, karotenoid dan kumarin, sedangkan pada ekstrak daun yaitu flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, karotenoid, dan kumarin. Tanaman ini berpotensi sebagai antimalaria, antidiabetes, antidiare, antijamur, antibakteri, antivirus, pengobatan kerusakan hati, gangguan menstruasi, antioksidan, dan antiimflamasi.
Studi Eksperimental dan Model Matematika Pengeringan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dengan Empat Tipe Pengeringan Andi Taufan; Mirwan Ardiansyah Karim; Novrinaldi Novrinaldi; Satya Andika Putra; Aidil Haryanto; Eko Kuncoro Pramono; Umi Hanifah
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6518

Abstract

Proses pengeringan daun kelor (Moringa Oleifera) diperlukan untuk mengurangi kandungan air sehingga dapat mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan daun kelor. Pada penelitian ini telah dilakukan pengeringan daun kelor menggunakan pengeringan matahari dan pengering tipe rak. Pengeringan matahari dilakukan menggunakan pengeringan surya dan pengering efek rumah kaca, sedangkan pengering tipe rak menggunakan pemanas gas dan pemanas listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbandingan dari beberapa tipe pengeringan tersebut dan untuk mengetahui model matematis yang paling tepat untuk menggambarkan kinetika pengeringannya. Model matematis yang digunakan adalah model Newton (Lewis), Handerson dan Pabis, Page, dan Logaritmic. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan perangkat SOLVER di Microsoft Excel berdasarkan metode iterasi General Reduced Gradient (GRG). Analisis statistik untuk mengevaluasi kesesuaian data eksperimen dengan model pengeringan menggunakan koefisien determinasi (R2), root mean square error (RMSE), dan reduced Chi-square (
Komposisi Nutrisi Coklat dengan Penambahan Variasi Jenis Serbuk Daun Mangrove Putri Wening Ratrinia; Sumartini Sumartini Sumartini
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.1 Juni 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i1.6818

Abstract

Daun mangrove memiliki kandungan senyawa metabolit primer dan sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pengolahan produk pangan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, serbuk daun mangrove dapat meningkatkan mutu sensori pada cokelat batang. Penelitian terkait komposisi nutrisi coklat dengan penambahan variasi serbuk daun mangrove belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana komposisi nutrisi produk coklat yang ditambahkan serbuk daun mangrove jenis Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, dan Avicennia marina. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga faktor perlakuan jenis serbuk daun mangrove yang berbeda. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, dan kadar karbohidrat, serat, dan kadar vitamin C. Analisa statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisa sidik ragam (ANOVA) tingkat kepercayaan 95%. Uji lanjut dilakukan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata masing-masing variabel. Penambahan serbuk daun mangrove dari jenis Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, dan Avicennia marina dapat meningkatkan kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat, serat pangan, dan vitamin C. Berbeda dengan hasil analisa kadar lemak, penambahan serbuk daun mangrove justru menurunkan kadar lemak pada cokelat batang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk daun mangrove dapat meningkatkan komposisi nutrisi pada cokelat batang.
Morfologi Dan Keamanan Pati Sagu Rumbia (Metroxylon sagu ROTTB) Untuk Gelatin Dalam Aplikasinya Sebagai Cangkang Kapsul Hamlan Ihsan; Desi mustika Amaliah; Dwi Harsono; Sri Hidayati; Fitri Yuliati; Miyono Miyono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6290

Abstract

 Sagu rumbia (Metroxylon sagu Rottb) adalah tanaman liar yang berkembang biak dengan carabertunas. Bagian paling penting dari sagu adalah batang (empulur) sebagai tempat penyimpanan pati.Kalimantan merupakan salah satu kawasan penghasil sagu terbesar ke 6 di Indonesia dan sampai saatini pemanfaatannya kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis morfologi dantingkat keamanan pati sagu sebagai pengganti gelatin hewani dalam aplikasinya untuk pembuatancangkang kapsul. Metode yang digunakan pada penelitian ini cross-linking dengan propilen oksida.Proses ini dilakukan pada pH 10,5 dengan suhu 25 ºC selama 30 menit untuk mengubah sifat fisik danmorfologi dari pati sagu agar mendekati dengan sifat gelatin komersial. Hasil penelitian ini merupakananalisis sifat morfologi berdasarkan kesamaan gugus fungsi serta tekstur tofografi dari bahan baku.Pengujian aflatoksin dilakukan sebagai pertimbangan keamanan sediaan. Hasil analisis morfologi FTIRdan SEM untuk sagu modifikasi dengan tambahan filler karagenan identik dengan gelatin komersial,yaitu pada bilangan gelombang 3283 cm-1. Sedangkan pada pengujian SEM rongga yang terbentukpada pembesaran 5000 kali dibagian permukaan memiliki kesamaan dengan gelatin. Kandungan jenisaflatoksin B1 dan B2 masing-masing <1,42 dan <6,72 ppb, sedangkan jenis G1 dan G2 masing-masingadalah <5,09 dan <0,66 ppb. Hasil ini jauh di bawah standar yang dipersyaratkan yaitu <20 ppbuntuk pangan dan ≤5 ppb untuk aflatoksin B1.Kata kunci: aflatoksin, filler, FTIR, karagenan, SEM
Simulasi Produksi Asam Levulinat dan Nitroselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Jabosar Ronggur Hamonangan Panjaitan
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.5327

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang merupakan hasil samping industri kelapa sawit memiliki kandungan selulosa yang dapat dikonversi menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi antara lain asam levulinat dan nitroselulosa. Asam levulinat diproduksi melalui reaksi hidrolisis selulosa sedangkan nitroselulosa dihasilkan menggunakan reaksi nitrasi selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti simulasi produksi asam levulinat dan nitroselulosa dari TKKS berskala pabrik dengan kapasitas 100 ton TKKS/tahun menggunakan software SuperPro Designer 9.0. Hasil simulasi menunjukkan asam levulinat terbesar yang diperoleh pada penelitian ini adalah 5,633 ton/year pada suhu hidrolisis 170oC. Sedangkan nitroselulosa terbesar yang diperoleh dari simulasi adalah 3,459 ton/tahun pada suhu hidrolsis 150oC dan suhu nitrasi 15oC. Produk samping yang cukup banyak dihasilkan pada proses degradasi selulosa adalah humins yang juga mempengaruhi jumlah produksi asam levulinat dan nitroselulosa.
Kadar Air, Piperin dan Minyak Atsiri Lada Produk UKM Samboja, UKM Bontang dan di Pasaran Samarinda Eldha Sampepana; Adhitya Rinaldi; Titik Nurwidayati; Suroto Hadi Saputro
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6672

Abstract

Luas perkebunan lada Provinsi Kalimantan Timur sebesar 8.921 ribu ha dan memiliki aroma lada yang menyengat serta pedas. Lada Kalimantan Timur belum dapat bersaing secara nasional maupun internasional karena mutu yang dihasilkan masih rendah sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan mengkarakteristik kadar air, kadar piperin dan kadar minyak atsiri lada putih bubuk dan lada hitam bubuk produksi UKM Samboja dan UKM Bontang serta membandingkannya produk lada yang beredar di pasaran Samarinda. Metode sampling yang digunakan adalah mengambil sampel lada dari 3 lokasi yang berbeda yaitu UKM Samboja, UKM Bontang dan sampel lada yang beredar di Pasaran Samarinda (lada putih bubuk: kode C, D, E) dan lada hitam bubuk (kode X, Y). Hasil analisa lada dari ketiga lokasi pengambilan sampel secara berturut-turut adalah produk lada putih bubuk dengan parameter kadar air: (10,31%; 9,13%; 7,85%; 9,88%; 8,08%), kadar piperin: (4,62%; 5,16%; 5,58%; 6,11%; 6,05%). Minyak atsiri (2,34%; 3,49%; 4,17%. 4,11%; 3,57%). Hasil lada hitam bubuk dengan parameter kadar air: (10,98%; 7,57%; 9,18%; 7,34%), kadar piperin: (5,28%; 5,90%; 6,36%; 6,63%) dan minyak atsiri: (3,17%; 3,53%; 4,46%; 4,37%). Hasil analisa lada dari ketiga parameter tersebut memenuhi standar mutu (SNI 01-3717-1995, SNI 01-3179-1992, SNI 0004:2013, SNI 005:2013) dan standar mutu internasional (ASTA, ESA, IPC, ISO).