cover
Contact Name
Panggih Nur Adi
Contact Email
panggi.s3@gmail.com
Phone
+6285215900604
Journal Mail Official
panggi.s3@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC)
ISSN : 24606111     EISSN : 26852063     DOI : 10.36987
CIVITAS : Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Civic terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, dosen dan mahaiswa dalam disiplin ilmu kependidikan dan pembelajaran serta ilmu civic umumnya. CIVITAS : Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Civic diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan PKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Labuhan Batu. Dewan Editor menerima tulisan terpilih berupa hasil penelitian, review atau artikel bidang pendidikan, pembelajaran dan sains yang sudah diringkas untuk dipertimbangkan pemuatannya, dengan frekuensi terbit secara berkala 2 (dua) kali setahun. Naskah disampaikan ke dewan editor paling lambat dua bulan sebelum penerbitan atau akhir bulan Januari dan Juli pada setiap tahunnya. Naskah yang dimuat merupakan pandangan dari penulis, Dewan Editor hanya menyunting naskah sesuai format dan aturan yang berlaku tanpa mengubah substansi naskah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2025)" : 18 Documents clear
The Role of Citizens in Countering Disinformation and Hate Speech on Social Media Zahirah, Alya
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7353

Abstract

Transformasi digital dalam kehidupan sosial politik telah memengaruhi dinamika kewarganegaraan di Indonesia secara mendalam. Meskipun media sosial telah memperluas peluang keterlibatan warga negara dalam ruang publik digital, media sosial juga telah memfasilitasi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian yang cepat. Fenomena ini tidak hanya merusak kohesi sosial, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap kualitas demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia. Artikel ini mengeksplorasi peran strategis warga negara dalam memerangi disinformasi dan ujaran kebencian dengan meningkatkan literasi digital dan merangkul nilai-nilai kewarganegaraan digital. Dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka, penelitian ini memanfaatkan sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, termasuk penelitian internasional dan kerangka normatif yang didasarkan pada prinsip-prinsip Pancasila. Temuan penelitian menunjukkan bahwa warga negara telah berevolusi dari penerima pasif menjadi peserta aktif dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran konten digital. Pendidikan kewarganegaraan yang menumbuhkan nilai-nilai inklusif, toleran, dan kritis sangat penting untuk menumbuhkan budaya digital yang etis dan demokratis. Selain itu, kolaborasi multipihak antara pemerintah, masyarakat, dan platform digital sangat penting dalam mengembangkan ekosistem informasi yang sehat dan adil. Studi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan literasi digital, hak asasi manusia, dan keterlibatan warga negara secara aktif sebagai pilar dasar bagi demokrasi digital yang tangguh. Artikel ini memberikan kontribusi baik secara konseptual maupun praktis terhadap wacana tentang pendidikan kewarganegaraan dan kebijakan publik di era digital.
Analisis Uji Beda Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Media "Pohon Kebhinekaan" Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMAN 1 Kademangan Pratama, Denni; Baihaqi, M. Iqbal; Triantoro, Miranu
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7868

Abstract

This study aims to analyse the differences in learning achievement between students taught using the problem-based learning (PBL) method with the ‘Tree of Diversity’ media and students taught using conventional methods in Pancasila Education at SMAN 1 Kademangan. This study uses a quantitative approach with a pretest-posttest control group quasi-experimental design. The research subjects consisted of two 10th-grade classes: an experimental class that received the PBL method treatment using the ‘Tree of Diversity’ media and a control class that used the conventional method. Data were collected through tests (pretest and posttest) and questionnaires to assess student responses. For the analysis, the T-test technique was used. The results of the study showed that there was a significant difference in learning achievement between the two groups, where students taught using the PBL method with the ‘Tree of Diversity’ media had a higher increase in learning achievement.  This can be seen from the learning achievement difference test result of -28.970, which is significantly lower than the t-table value of 1.693. This means that the use of the PBL method with the ‘Tree of Diversity’ media is more effective in supporting students' learning achievements at the high school level. Additionally, students' responses to the use of the method and media were very positive. This can be seen from the students' answers, which reached 44.24 out of a maximum score of 50. Thus, the results of this study also show that the use of learning media based on diversity values in the PBL method can improve the effectiveness of learning and students' understanding of Pancasila values
FENOMENA CHILDFREE DALAM DINAMIKA KEPENDUDUKAN MENURUT KAJIAN HUKUM ISLAM Kusvita, Salsabila Atikah; B, Bunyamin
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7192

Abstract

AbstrakFenomena childfree, yaitu keputusan pasangan suami istri untuk tidak memiliki keturunan, semakin berkembang di Indonesia dan berpotensi memengaruhi struktur kependudukan nasional. Berdasarkan Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, negara bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan kependudukan guna menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Meskipun keputusan untuk tidak memiliki anak merupakan hak individu, fenomena childfree yang meningkat dapat berdampak pada penurunan angka kelahiran dan peningkatan populasi lanjut usia, yang berimplikasi terhadap stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif melalui studi kepustakaan. Metode ini digunakan untuk menganalisis aspek hukum terkait kebijakan kependudukan serta perspektif hukum Islam terhadap praktik childfree. Data primer yang dianalisis meliputi Peraturan Perundang-undangan tentang kependudukan, sedangkan data sekunder mencakup literatur ilmiah dan hasil kajian akademik. Dalam hukum Islam, perencanaan keluarga diperbolehkan dalam batas tertentu, seperti melalui metode ‘azl atau mengeluarkan sperma diluar kemaluan istri, selama tidak bertujuan untuk menolak keturunan secara permanen. Oleh karena itu, keputusan pasangan untuk menolak memiliki keturunan atau childfree yang bersifat permanen memerlukan kajian lebih lanjut. Sebagai upaya mitigasi, pemerintah melalui BKKBN telah melakukan edukasi kependudukan melalui berbagai program berbasis media, pendidikan formal, serta pendekatan agama dan sosial. Kebijakan kependudukan yang dirumuskan diharapkan dapat mengakomodasi keseimbangan antara hak individu dan kepentingan nasional guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional.Kata Kunci: Childfree, Kependudukan, Hukum Islam
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Memberikan Penguatan Ecological Citizenship Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sukoharjo Pranoto, Nabilla Mutiara Damayanti; Hartanto, Rima Vien Permata; Suryaningsih, Anis
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan penguatan ecological citizenship siswa kelas X melalui P5 gaya hidup berkelanjutan di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi informan (wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru fasilitator P5 dan siswa kelas X), dan dokumen (modul ajar P5 gaya hidup berkelanjutan, lembar kerja siswa, dan dokumentasi kegiatan projek, artikel jurnal, dan situs web resmi milik pemerintah). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, analisis dokumen, dan wawancara secara mendalam. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan data. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila tema gaya hidup berkelanjutan di SMA Negeri 2 Sukoharjo telah dirancang secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Namun, dalam pelaksanaannya P5 gaya hidup berkelanjutan memiliki beberapa hambatan (1) siswa belum sepenuhnya menyadari pentingnya pengolahan sampah dan dampak dampak lingkungan dari kebiasaan mereka sehari-hari, (2) fasilitas seperti tempat sampah belum terkelola dengan baik, sehingga siswa masih kesulitan untuk membedakan jenis sampah. Projek ini membuka kesadaran dan kepedulian siswa terhadap isu lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah plastik. Melalui aktivitas edukatif dan praktik langsung seperti pemilahan, pengolahan serta pemanfaatan ulang sampah plastik, siswa mampu memahami nilai-nilai ekologis sekaligus menginternalisasi dimensi profil pelajar Pancasila seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, dan gotong royong. Dengan demikian, pendidikan karakter melalui P5 gaya hidup berkelanjutan memberikan kontribusi dalam membentuk generasi pelajar yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI LISAN SISWA KELAS X5 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DI SMA NEGERI 2 RANTAU UTARA Tobing, Adytia
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Rantau Utara. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan integratif kualitatif-kuantitatif, intervensi dilaksanakan pada 36 siswa melalui dua siklus tindakan selama April-Mei 2025. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar observasi terstruktur, rubrik evaluasi komunikasi lisan, dokumentasi proses pembelajaran, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi progresivitas signifikan pada nilai rata-rata keterampilan komunikasi lisan dari 65,4 (prasiklus) menjadi 72,8 (siklus I) dan 84,6 (siklus II), dengan peningkatan persentase ketuntasan klasikal dari 36,11% menjadi 61,11% dan akhirnya mencapai 91,67%. Analisis kualitatif mengungkapkan empat mekanisme transformasional: (1) eksposur terhadap problematika autentik yang menstimulasi pertukaran gagasan, (2) strukturisasi kolaboratif yang menciptakan interdependensi positif, (3) rotasi peran komunikatif yang memfasilitasi distribusi ekuitas partisipasi verbal, dan (4) scaffolding argumentasi yang mengoptimalkan konstruksi pesan terstruktur. Signifikansi penelitian terletak pada formulasi protokol implementasi PBL yang terorientasi pada pengembangan komunikasi lisan, meliputi pemilihan problem kontekstual, pengorganisasian kelompok diskusi dengan rotasi peran, implementasi scaffolding argumentasi, dan pemberian umpan balik formatif terhadap kualitas komunikasi lisan.  Kata kunci: Problem-Based Learning, komunikasi lisan, penelitian tindakan kelas
The Existence of Papua Island within the Unitary State of the Republic of Indonesia Nor, Asdar
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7406

Abstract

The emergence of radical movements such as the Free Papua Organization (OPM) poses a threat to the sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The idea of Papua separating from the NKRI, similar to East Timor, is often encountered in academic forums. The underlying cause of this notion is the perception that Papua is merely a resource extraction site for the central government, without adequate consideration for the specific circumstances of the Papuan people as a whole. The granting of special regional autonomy to Papua is seen merely as a way to placate dissent and retain Papua within the motherland. This study comprehensively analyzes the complex issue of why Papua must remain part of the NKRI and how the central government should manage Papua. The research method applied in this study is normative-qualitative legal research. The results of this study indicate that if the central government manages Papua wisely, the calls for Papuan independence will be easily quelled.
Peran Intelijen Strategis Terhadap Potensi Bencana Sosial Berbasis Konflik Sara Di Indonesia Siahaan, Junior Ternama; Alexandra, Halomoan FS FS; Sagala, Parluhutan; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7759

Abstract

Bencana sosial berbasis konflik SARA semakin mengemuka di Indonesia, seiring meningkatnya polarisasi identitas, ketimpangan sosial, dan penyebaran kebencian di ruang digital. Meskipun kerangka hukum seperti UU No. 24 Tahun 2007 dan UU No. 7 Tahun 2012 telah mengatur penanggulangan bencana dan konflik sosial, upaya mitigasi masih bersifat reaktif dan belum terintegrasi dengan sistem intelijen strategi yang adaptif terhadap dinamika sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peran strategi intelijen dalam mendeteksi dan mencegah potensi bencana sosial berbasis konflik SARA di Indonesia serta merumuskan strategi penguatan sistem peringatan dini berbasis analisis intelijen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah dan buku relevan yang dijelaskan secara induktif, dengan fokus pada makna sosial dan konteks konflik SARA dalam kerangka penanggulangan bencana sosial. Penelitian ini menemukan bahwa strategi intelijen mampu menggambarkan gejala awal konflik SARA melalui analisis kebencian, polarisasi identitas, dan mobilisasi massa. Namun efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan SDM, teknologi, serta lintas koordinasi lembaga. Kasus di Papua dan konflik pasca pemilu menunjukkan pentingnya integrasi teknologi dan partisipasi masyarakat dalam sistem deteksi dini. Penelitian ini menyoroti celah penting dalam kajian bencana sosial berbasis konflik SARA, khususnya terkait kekurangan kajian terhadap peran intelijen strategis dalam sistem mitigasi dini. Kontribusi utama penelitian ini menyarankan peningkatan kapasitas intelijen strategis, reformasi koordinasi kebijakan, dan pendekatan berbasis data dalam mencegah konflik sosial di masyarakat multikultural seperti Indonesia.Kata kunci: Bencana Sosial, Intelijen, SARA
PESANTREN SEBAGAI PREFENSI PENDIDIKAN KARAKTER: KRITIK TERHADAP KEBIJAKAN PENGIRIMAN SISWA KE BARAK DALAM PERSPEKTIF ETIKA PENDIDIKAN Ulum, Khoirul
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i2.7813

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang diguncang oleh kebijakan pengiriman siswa nakal ke barak militer sebagai solusi pendidikan karakter humanis. Kebijakan ini didasarkan pada asumsi bahwa pendekatan militer efektif dalam membentuk disiplin dan ketertiban siswa. Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan komprehensif dari perspektif etika pendidikan. Terutama terkait dengan penghormatan terhadap martabat manusia dan metode pembelajaran yang membebaskan. Penelitian ini tentunya bertujuan untuk mengkaji dan mengkritik pendidikan di barak dalam membangun karakter dan menawarkan sistem pendidikan pesantren sebagai preferensi humanis yang lebih etis dan konstruktif. Seperti peneliti lainnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumen sebagai sumber utama. Serta analisis kritis terhadap praktik pendidikan di barak militer dan pondok pesantren. Kemudian peneliti mengeksplorasi secara konseptual dan normatif, terkait dengan kebijakan penyertaan siswa ke barak dengan membandingkan nilai-nilai pendidikan humanis yang dibangun dalam sistem pondok pesantren. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan di barak cenderung menggunakan tekanan struktural dan pemaksaan melalui mekanisme tekanan fisik yang berdampak pada psikologi anak, dan berpotensi melanggar prinsip kebebasan dan penghormatan terhadap siswa sebagai mata pelajaran pembelajaran. Sebaliknya, sistem pondok pesantren menawarkan pendekatan relasional, spiritual, dan transformatif yang lebih sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan humanis. Oleh karena itu, pondok pesantren dapat dijadikan preferensi alternatif dalam menyekolahkan siswa yang bermasalah daripada ke barak yang cenderung lebih memaksa pendidikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18