cover
Contact Name
Nurul Auliasari
Contact Email
nurul@uniga.ac.id
Phone
+6281394557094
Journal Mail Official
nurul@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Jati No.42B, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Published by Universitas Garut
ISSN : 20870337     EISSN : 27159949     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi.
Articles 190 Documents
ANALISIS KADAR PROTEIN DAN VITAMIN C DALAM TAHU KEDELAI HITAM (Glycine soja (L.) Merrill)DAN KEDELAI KUNING (Glycine max (L.) Merrill) DENGAN METODE KJELDAHL DAN TITRASI IODIMETRI Diah Wardani; Dani Sujana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.365 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.700

Abstract

Telah dilakukan analisis kadar protein dan vitamin C dalam kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merrill) dan kedelai kuning (Glycine max (L.) juga tahu dengan beberapa pengerjaan yang berbeda dengan rata-rata perbedaan kadar yang didapat selisih 1% lebih besar kadar kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merrill) dibanding kedelai kuning (Glycine max (L.) Merrill) untuk persentasi kadar protein. Sedang untuk kadar vitamin C selisihnyaa tidak mencapai angka 1% namun tetap saja kadar tertinggi dimiliki oleh kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merrill) maupun produk olahan tahunya. Pada Uji hedonik yang dilakukan terhadap tahu goreng kedelai hitam (Glycine soja (L.) Merrill) dan tahu goreng kedelai kuning (Glycine max (L.) didapatkan persentasi kesukaan para panelis sebesar 80,66% dan 6733%. Kata Kunci : Kedelai, Tahu Kedelai Kuning, Tahu Kedelai Hitam, Protein, Vitamin C. ABSTRACT We analyzed the levels of protein and vitamin C in the black soybean (Glycine soja (L.) Merrill) and yellow soybean (Glycine max (L.) is also out with a few different treatments with an average difference of differences in levels gained 1% larger levels of black soybean (Glycine soja (L.) Merrill) than yellow soybeans (Glycine max (L.) Merrill) to the percentage of protein content. Moderate to high levels of vitamin C difference not reach the 1% but still owned by the highest levels of black soybean (Glycine soja (L.) Merrill) and processed him. Hedonic In the test conducted on the fried tofu black soybean (Glycine soja (L.) Merrill) and fried tofu yellow soybean (Glycine max (L.) A percentage obtained by the panelists 80.66% and 6733%.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KOTA BANDUNG Genialita Fadhilla
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.652 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i1.508

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan tingkat prevalensi yang tinggi di Indonesia. Pengobatan antihipertensi dalam jangka waktu lama dan umumnya pasien merupakan lansia, akan berpotensi pada ketidakpatuhan penggunaan obat, yang selanjutnya akan berpotensi menimbulkan komplikasi dan keparahan penyakit lebih lanjut. Oleh karena itu diperlukan konseling sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi dan memantau pengobatan pasien guna mencapai hasil terapi yang optimal dengan harapan adanya perubahan perliaku pasien terutama peningkatan kepatuhan pasien selama pengobatan. Telah dilakukan penelitian untuk menilai tingkat kepatuhan konsumsi obat pada pasien yang diberikan konseling dan tidak diberikan konseling, serta menilai hubungan antara kepatuhan dengan tekanan darah pasien. Responden pasien di setiap kelompok diwawancara mengenai kepatuhan konsumsi obat. Tekanan darah diukur setiap bulan saat wawancara. Pasien kelompok 1 sudah memiliki kepatuhan konsumsi obat (83,78%) yang baik, namun pasien kelompok 2 kepatuhan konsumsi obatnya masih rendah (48,65%). Terdapat perbedaan pengaruh konseling pada kepatuhan konsumsi obat (p0,05). Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan, Konseling, Tekanan darah
UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK DAUN ZIZIPHUS NUMMULARIA (Burm.F.) Wight&Arn SERTA KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER Noviyanti Noviyanti; Novriza Sativa; Farid Perdana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.878 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i2.660

Abstract

Ziziphus nummularia (Burm.f.) Wight&Arn. merupakan tanaman yang termasuk familia rhamnaceae atau dikenal daun bidara biasanya dimanfaatkan untuk obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia serta uji parameter spesifik serta non spesifik dari daun bidara melalui metode standarisasi mutu. Hasil parameter non spesifik menunjukkan bahwa daun bidara memiliki kadar air 4%, kadar abu total 5,06%, kadar abu larut air 2,54%, kadar abu tidak larut asam 0,58%. Untuk parameter spesifik memiliki kadar sari larut air 4,4%, kadar sari larut etanol 1,8%, susut pengeringan 14,3%. Hasil penafisan fitokimia simplisia daun bidara juga mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol dan steroid/triperpenoid. Sedangkan dari hasil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, triterpenoid, dan fenol. Kata kunci: Uji parametrik, spesifik, non spesifik, metabolit sekunder, Ziziphus nummularia
PENGKAJIAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH KABUPATEN GARUT Tita Puspita; Ismi Kamilah
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.659 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v7i1.386

Abstract

Hepatitis B adalah penyakit infeksi virus yang dapat berkembang menjadi kanker hati jika tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Pasien seringkali datang ke rumah sakit setelah komplikasi penyakit hati terjadi atau dengan beberapa penyakit penyerta lainnya. Keadaan ini menyebabkan pasien mendapatkan banyak obat yang disertai dengan risiko masalah terkait obat. Terdapat pedoman penanganan infeksi virus Hepatitis B yang merekomendasikan penggunaan Interferon atau obat antivirus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan obat dan untuk mewaspadai adanya obat yang menginduksi kerusakan hati selama pasien dirawat inap. Penelitian retrospektif pada rekam medis pasien rawat inap dengan HBsAg positif. Total populasi sampel diambil pada periode Januari 2016 – April 2017 pada suatu Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kabupaten Garut. Penggunan obat dikaji untuk mengetahui apakah terapi telah mengikuti pedoman pengobatan infeksi virus Hepatitis B, dan adakah obat yang berpotensi menginduksi kerusakan hati. Kata kunci : Hepatitis B, pedoman pengobatan, induksi kerusakan hati
FORMULASI SEDIAAN GRANUL INSTAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN TAHONGAI (Kleinhovia hospita L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aji Najihudin; Deni Rahmat; Safira Evani Rizki Anwar
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.715 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i1.651

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi granul instan dari ekstrak etanol daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) sebagai Antioksidan. Granul instan dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi PVP FI (2,5%), FII (3%), FIII (3,5%). Granul instan dilakukan evaluasi dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul instan memenuhi persyaratan sifat fisik granul. Aktivitas antioksidan granul instan dari ekstrak etanol daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) dengan nilai IC50 hari ke-1 formula I, II dan III adalah 148,117; 145,936; dan 156,283 ppm sedangkan hari ke-28 formula I, II dan III adalah 177,178; 175,154; dan 185,556 ppm. Kata kunci : Granul Instan, Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L.), Granulasi Basah, PVP, Antioksidan
FORMULASI LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK MANIS (CITRUS X AURANTIUM L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nurul Auliasari; Siti Hindun; Hildan Nugraha
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.372 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v9i1.640

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu molekul dengan atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak berpasangan sehingga bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Oleh karena itu diperlukan antioksidan yang dapat melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L) yang diformulasikan menjadi lotion menggunakan metode DPPH . Penelitian ini dilakukan dengan metode DPPH, menggunakan Vitamin C sebagai pembanding dengan pengukuran nilai absorban menggunakan spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum 516 nm. Ditentukan nilai % inhibisi, persamaan regresi linier, dan nilai IC50 pada sampel ekstrak etanol kulit jeruk manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk manis memiliki daya inhibisi yang baik terhadap radikal bebas. Daya inhibisi sampel ekstrak etanol kulit jeruk manis memiliki nilai IC50 sebesar 18,792 ppm. Kemudian ekstrak etanol kulit jeruk manis diformulasikan kedalam sediaan lotion dengan variasi konsentrasi yaitu 10xIC50, 20xIC50, 30xIC50. Dimana dari hasil pengujian diperoleh daya inhibisi yang paling baik yaitu lotion dengan konsentrasi ekstrak 30xIC50 dengan nilai IC50 sebesar 31,43 ppm. Kata kunci: Antioksidan, Ekstrak etanol, IC50, Radikal bebas
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI KITIN DAN KITOSAN DARI LALAT SERDADU HITAM (Hermetia illucens) Dhini Annisa Rahmasari Kanto; Agus Dana Permana; Rukman Hertadi
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.697 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i1.521

Abstract

Kitin dan kitosan merupakan polimer yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Polimer jenis ini banyak ditemukan di organisme krustaseae dan serangga. Hermetia illucens merupakan salah satu serangga yang memiliki kandungan kitin pada cangkangnya. Sumber organisme kitin menentukan sifat fisikokimia dari kitin yang diekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi kitin dari H. illucens dan mengubahnya menjadi kitosan. Kitin dan kitosan yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah dan mikroskop elektron. Ekstraksi kitin dari H. illucens menghasilkan randemen sebanyak 17,93%. Hasil deasetilasi kitin tersebut menunjukkan bahwa kitosan yang diperoleh memiliki sifat yang khas untuk kitosan. Derajat deasetilasi yang diperoleh sebesar 74,74%. Pencitraan dengan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan morfologi permukaan kitosan lebih kasar dan rapat daripada morfologi permukaan kitin. Kata kunci: deasetilasi, kitin, kitosan, hermetia illucens
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA EKSTRAK DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Diana Sylvia; Fatimah Fatimah; Dina Pratiwi
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.092 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.718

Abstract

Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) sering dijadikan sebagai obat tradisional karena memiliki berbagai macam khasiat salah satunya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan serta nilai IC50 yang terkandung dalam beberapa ekstrak daun cocor bebek. Penelitian ini dilakukan pada beberapa tahap yaitu meliputi pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan berbagai tingkat kepolaran yaitu n-heksan, etil asetat, etanol 70%, masing-masing ekstrak dilakukan identifikasi senyawa metabolit sekunder, uji kadar air, uji total fenol dengan menggunakan metode Folin Ciocalteau dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan vitamin C sebagai pembanding. Hasil pengujian skrining fitokimia pada ekstrak etil asetat dan etanol 70% memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenol, tanin, dan steroid sedangkan pada ekstrak n-heksan memiliki kandungan senyawa fenol, flavonoid dan tanin. Berdasarkan pengujian kandungan total fenol pada ekstrak n-heksan mendapatkan hasil 0,83 mg/g, pada ekstrak etil asetat mendapatkan hasil kandungan total fenol sebesar 4,77 mg/g, sedangkan pada ektrak etanol 70% mendapatkan hasil 8,94 mg/g. Aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan memiliki akivitas yang sedang dengan nilai IC50 144,55 ppm, ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 118,96 ppm, pada ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dibandingkan dengan ekstrak n-heksan dan ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 67,19 ppm.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN METANOL DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) Isye Martiani; Ida Fatimah Azzahra; Farid Perdana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v8i2.783

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kondisi yang disebut stres oksidatif, stres oksidatif inilah yang menyebabkan berbagai penyakit degeneratif dan kronis. Senyawa antioksidan diperlukan untuk mencegahnya. Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) adalah obat tradisional alternatif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dewandaru (Eugenia uniflora L.) menggunakan polaritas pelarut yang berbeda menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Ekstraksi bertingkat dilakukan dengan n-heksana, etil asetat, dan metanol menggunakan metode maserasi. Filtrat diuapkan dan diperoleh ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol. Aktivitas antioksidan ekstrak dibandingkan dengan aktivitas antioksidan standar (vitamin C). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antioksidan yang lemah, dengan nilai IC50 280,356 ppm, ekstrak etil asetat kategori sedang dengan nilai IC50 129,967 ppm, dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada ekstrak metanol dengan nilai IC50 sebesar 22,329 ppm. Kata Kunci : daun dewandaru, Eugenia uniflora L, antioksidan, DPPH
AKTIVITAS PENGHAMBATAN XANTIN OKSIDASE EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana MILL) SECARA IN VITRO Deden Winda Suwandi; Farid Perdana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v8i2.784

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan berlebihnya kadar asam urat dalam darah disebabkan oleh ketidak seimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat dalam tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit gout yang ditandai pengendapan kristal monosodium urat. Salah satu obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat adalah allopurinol dengan cara menghambat aktivitas xantine oxidase sebagai enzim pembentuk asam urat. Penggunaan obat tradisional seperti tumbuhan alpukat yang mengandung flavonoid diduga memiliki aktivitas antihiperurisemia karena dilaporkan bahwa senyawa flavonoid dapat menurunkan kadar asam urat darah dengan cara menghambat aktivitas xantin oksidase. Telah dilakukan penelitian terhadap ekstrak etanol daun alpukat dalam menghambat aktivitas xantin oksidase sehingga bisa digunakan sebagai obat penyakit gout. Aktivitas penghambatan enzim xantin oksidase oleh ekstrak etanol daun alpukat secara invitro ditentukan melalui penurunan produksi asam urat yang diukur dengan alat spektrofotometer pada (λ) 293 nm dengan xantin sebagai substrat. Ekstrak etanol daun alpukat dapat menghambat enzim xantin oksidase pada pada konsentrasi 40; 60; 80; 100 dan 120 ppm dengan persen penghambatan sebesar 27,97; 51,98; 64,07; 71,15 dan 77,54 %. Aktivitas penghambatan xantin oksidase ekstrak daun alpukat ditentukan dengan nilai IC50, dimana hasilnya menunjukkan ekstrak etanol daun alpukat mampu menghambat aktivitas xantin oksidase dengan IC50 65,55 ppm yang lebih lemah bila dibandingkan dengan IC50 allopurinol yaitu sebesar 0,59 ppm. Kata kunci: Hiperurisemia, daun alpukat, penghambatan xantin oksidase.

Page 6 of 19 | Total Record : 190