cover
Contact Name
Nurul Auliasari
Contact Email
nurul@uniga.ac.id
Phone
+6281394557094
Journal Mail Official
nurul@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Jati No.42B, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Published by Universitas Garut
ISSN : 20870337     EISSN : 27159949     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi.
Articles 190 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET DARI FRAKSI AKTIF ANTIOKSIDAN DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongata Miq.) Aji Najihudin; Doni Anshar Nuari; Framesti Frisma Sriarumtias; Yosi Roila Julaikho
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1096

Abstract

Daun cincau hijau secara tradisional telah digunakan sebagai bahan utama pembuatan makan dan minuman. Penggunaannya sebagai makan dan minuman memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya pengkajian aktivitas farmakologi dan pengembangan sediaan farmasi agar memudahkan dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari fraksi yang paling aktif dari daun cincau hijau (Premna oblongata Miq.) dan menentukan formulasi sediaan tablet yang tepat untuk fraksi tersebut. Daun cincau hijau dilakukan proses ekstraksi dan fraksinasi. Hasil fraksi kemudian dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Fraksi etil asetat daun cincau hijau (FEADCH) diformulasikan kedalam sediaan tablet dengan berbagai pengikat diantaranya PVP, Na CMC dan Pasta Amylum. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, friabilitas, friksibilitas, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan paling baik dari daun cincau hijau adalah fraksi etil asetat dengan nilai 46,938 ppm dan formulasi tablet fraksi etil asetat daun cincau hijau (Premna oblongata Miq.) yang paling baik adalah formula 1 dengan pengikat PVP. Kata kunci:  daun cincau hijau, formulasi tablet, fraksi etil asetat
SKRINING VIRTUAL SENYAWA AKTIF ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) TERHADAP SELEKTIF INHIBITOR SIKLOOKSIGENASE-2 Meilia Suherman; Riska Prasetiawati; Dani Ramdani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.879

Abstract

Inflamasi merupakan keadaan yang cenderung merugikan sebagai respon perlindungan tubuh untuk mengurangi dan menghilangkan pemicu terjadinya cedera dan infeksi.1 Salah satu mediator yang berperan dalam peradangan adalah Enzim siklooksigenase (COX).3 Penelitian in vitro menunjukan bahwa daun asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.4,5 Penelitian ini menggunakan metode uji in silico dengan melakukan skrinning virtual terhadap senyawa-senyawa aktif di dalam asam jawa. Skrining virtual dilakukan untuk memprediksi senyawa aktif dalam asam jawa yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi terhadap selektif inhibitor COX-2. Pengujian yang dilakukan meliputi skrining pharmacopore, molecular docking, pengujian lipinsky’s rules of five dan pengujian Pre-ADMET. Dari hasil identifikasi farmakofor dan penambatan molekul diperoleh satu senyawa aktif daun asam jawa sebagai senyawa pemandu terhadap COX-2 yaitu Linalool yang memiliki nilai pharmacophore fit score sebesar 52.11% dan memiliki nilai ikatan energi bebas (∆G) sebesar -9.21 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan dengan ligan alaminya yaitu Celecoxib (-7.98 kkal/mol). Dengan residu asam amino ligan alami yang sama terikat pada Linalool yaituTYR371. Dari hasil prediksi parameter absorbsi dan distribusi menunjukkan bahwa senyawa Linalool memiliki nilai Caco-2 cell sebesar 37.4763 nmsec-1, HIA (%) sebesar 96.0055 dan Protein Plasma Binding (%) 95.0547. Kata kunci: antiinflamasi, asam jawa, inhibitor selektif COX-2, penambatan molekul, skrining farmakofor.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK KAYU SEPANG (Caesalpinia sappan L.) BERDASARKAN PH AIR Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Muhamad Irfan Taufan Asfar
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1032

Abstract

Daging olahan yang ada dipasaran sering terkontaminasi oleh mikroba sehingga mengalami pembusukan atau masa simpannya sangat rendah. Sehingga, untuk menghindari kerugian biasanya ditambahkan pengawet sintetik, sedangkan pengawet sintetik berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawet alami nabati yang aman bagi manusia. Salah satunya adalah pemanfaatan ekstrak kayu sepang (Caesalpinia sappan L.) sebab memiliki kandungan antioksidan serta antimikroba. Akan tetapi, perlu dilakukan analisa mengenai ekstrak kayu sepang dengan pH air yang berbeda (pH 6, pH 7 dan pH 8) agar aktivitas antioksidan dapat efektif. Penentuan uji aktivitas antioksidan didasarkan pada perubahan warna ekstrak selama perendaman daging olahan (bakso). Perubahan yang tidak signifikan pada pH tertentu akan dijadikan sebagai dasar untuk melakukan uji aktivitas antioksidan (IC50). Hasil yang diperoleh yaitu perubahan warna pada larutan ekstrak stagnan pada pH 5-6 untuk setiap variasi waktu perendaman (5, 10, dan 15 jam). Perubahan pH yang dijadikan sebagai uji lanjut untuk menentukan aktivitas antioksidan adalah pada pH 6. Hasil yang diperoleh bahwa aktivitas antioksidan (IC50) pada pH 6 yaitu 1,16 ppm yang mengindikasikan bahwa sifat antioksidan sangat kuat. Kata kunci: Antioksidan, Caesalpinia sappan L, Kayu Sepang
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Dina Permata Wijaya; Herlina Herlina; Regina Astryani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1106

Abstract

Daun kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Pada Penelitian ini esktrak daun kopi robusta diformulasikan pada sediaan gel dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai gelling agent yaitu 2%, 4%, dan 6%. Karakterisasi gel ekstrak daun kopi meliputi organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, pH, viskositas dan stabilitas sediaan gel. Variasi konsentrasi HPMC dapat mempengaruhi penurunan daya sebar dan pH serta terjadi peningkatan daya lekat dan viskositas. Kadar flavonoid total pada ekstrak daun kopi robusta, F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 111,6 mg/g; 30,1 mg/g; 31,9 mg/g; dan 33,8 mg/g. Semua formula dianalisis aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) dan vitamin C sebagai pembanding. Nilai IC50 vitamin C, F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 11,14 µg/ml; 98,81 µg/ml; 78,65 µg/ml; dan 65,58 µg/ml. Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara vitamin C dan semua formula sediaan gel ekstrak daun kopi robusta dan gel ekstrak daun kopi robusta menunjukkan aktivitas antioksidan kuat. Kata kunci:  kopi, DPPH, ekstrak, gel, HPMC
PROFIL ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN PASIEN COVID-19 DI SUATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Ida Lisni; Devi Mujianti; Ani Anggriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1196

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan penyakit ini sebagai pandemi, dan skala penyebaran penyakit terjadi secara global di seluruh dunia. Dalam penatalaksanaan pasien Covid-19 menggunakan terapi antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran terapi antibiotik pada pasien Covid-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dilakukan secara retrospektif melalui data Kartu Obat Pasien (KOP) 157 pasien dengan diagnosis Covid-19 yang menerima terapi antibiotik selama periode Januari sampai Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik azitromisin yang terbanyak digunakan (40,42%), pemberian kombinasi antibiotik terbanyak yaitu kombinasi azitromisin dan ceftriakson (28,03%), semua pasien menerima antibiotik dengan dosis dan lama terapi yang sesuai. Ditemukan potensi interaksi obat tipe farmakodinamik dengan tingkat keparahan sedang pada penggunaan antibiotik, interaksi obat azitromisin-remdesivir (30,57%), azitromisin-ondansetron (5,73%), dan azitromisin-levofloksasin (38,04%). Perlu peningkatan peran apoteker rumah sakit dalam pemantauan terhadap terapi obat pasien Covid-19 untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: antibiotik, azitromisin, pengobatan Covid-19
VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR NIKLOSAMID MONOHIDRAT DALAM SEDIAAN OBAT HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nurul Nurul; Dani Sujana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.847

Abstract

Belum ada informasi terkait analisis penetapan kadar dari niklosamid dalam sediaan farmasi untuk hewan dengan metode menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Metode tersebut digunakan dengan pertimbangan prinsif kerja lebih sederhana, spesifik, akurat dan tepat dikembangkan dan divalidasi untuk estimasi simultan. Penelitia ini dilakukan dengan tujuan untuk memvalidasi metode analisis pada penetapan kadar niklosamid monohidrat dalam sediaan obat hewan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Serapan maksimum pada niklosamid monohidrat yaitu pada panjang gelombang 237,5 nm. Diperoleh hubungan yang linier antara konsentrasi dan serapan, dengan koefisien korelasi (r) = 0,9998 dan persamaan garis regresi Y= 0,0628 X - 0,00543. Pada penentuan kadar niklosamid dalam sampel obat hewan di dapat kadar sebesar 96,94%. Uji presisi, didapat nilai RSD adalah 1,03%; 1,52 % dan 0,58%. Uji validasi dapat memenuhi persyaratan, dengan nilai persentase recovery akurasi sebesar 94,435 % dan nilai RSD untuk presisi sebesar 1,515%. Dengan LOD dan LOQ sebesar 0,458 dan 1,5270. Kata kunci: LOD, LOQ, Niklosamide, RSD, Validation
PERBANDINGAN RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN, BUAH DAN KULIT BUAH TERAP (Artocarpus odoratissimus Blanco) Hafiz Ramadhan; Lisa Andina; Vebruati Vebruati; Nafila Nafila; Kristina Anes Yuliana; Duratul Baidah; Novi Puji Lestari
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.876

Abstract

Pulau Kalimantan sangat kaya akan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya adalah Terap (Artocarpus odorratissimus Blanco) karena mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam menghasilkan aktivitas biologis. Penelitian lain membuktikan bahwa skrining fitokimia pada bagian daun dan kulit batang Terap yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dapat menarik lebih banyak metabolit sekunder dibanding pelarut metanol. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rendemen dari perbandingan rasio jumlah pelarut ekstraksi yang berbeda dan perbedaan hasil skrining fitokimia pada bagian daun, buah, dan kulit buah Terap yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode esktraksi simplisia menggunakan maserasi dengan etanol 96% yang pada bagian daun Terap menggunakan rasio pelarut 1:25, sedangkan bagian buah dan kulit buah dengan rasio perbandingan 1:10. Skrining fitokimia meliputi uji fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid-triterpenoid. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% daun Terap memiliki % rendemen paling tinggi karena diekstraksi menggunakan jumlah pelarut dengan rasio lebih tinggi, diikuti oleh bagian kulit buah dan buah Terap berturut-turut yaitu 85,64%; 37,23%; dan 25,006%. Hasil skrining fitokimia pada kulit buah memiliki jumlah golongan metabolit sekunder yang sama dengan bagian daun, serta lebih banyak dibandingkan pada bagian buah. Skrining fitokimia dari daun, buah, dan kulit buah Terap yang dimaserasi dengan etanol 96% teridentifikasi lebih banyak mengandung golongan metabolit sekunder meliputi fenol, flavonoid, saponin dan alkaloid, dibanding maserasi menggunakan metanol. Kata kunci: Skrining fitokimia, ekstrak etanol, Terap.
PENGARUH VARIASI HUMEKTAN SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa balbisiana) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Desi Sri Rejeki; Endang Istriningsih; Ery Nourika Alfiraza; Utiya Nurul Amni
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1038

Abstract

Masker wajah gel peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang memiliki keunggulan dalam penggunaannya, yaitu mudah diangkat atau dilepaskan seperti membran elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi humektan untuk memperoleh masker gel peel off dari kulit pisang kepok kuning (Musa balbisiana) yang memiliki karakteristik fisik gel yang baik selama penyimpanan. Dilakukan 3 jenis formulasi dengan 3 variasi humektan yang berbeda, yaitu propilen glikol pada FI, gliserin pada F2, dan madu pada F3 dengan konsentrasi humektan sebesar 15%. Ekstrak etanol kulit pisang kepok kuning yang digunakan sebelumnya telah diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode difusi.  Ekstrak yang digunakan adalah sebesar 10% untuk setiap formulasi. Evaluasi sediaan masker gel meliputi pengamatan organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan waktu kering selama 28 hari. Data evaluasi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol kulit pisang kepok kuning dianalisis dengan program SPSS 24.0 menggunakan One Way ANOVA. Hasil evaluasi stabilitas fisik menunjukkan bahwa variasi humektan secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik masker gel peel off, semakin lama penyimpanan maka bahan humektan yang digunakan semakin mempengaruhi karakteristik fisik masker gel peel off. Formulasi terbaik sediaan masker gel peel off ekstrak etanol kulit pisang kepok kuning (Musa balbisiana) berdasarkan uji organoleptis, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan waktu mengering adalah formulasi tiga (F3) yaitu madu sebagai humektan sediaan. Kata kunci:  Kulit Pisang Kepok, Masker Gel Peel Off, Propionibacterium acnes
ANTIHYPERURICEMIA ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS OF AZADIRACHTA INDICA LEAF IN VIVO AND MECHANISM OF ACTION OF ACTIVE FRACTIONS IN VITRO Deden Winda Suwandi; Anas Subarnas; Sri Adi Sumiwi
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1207

Abstract

Azadirachta indica, A.,Juss is a medicinal plant that is used traditionally for some disease, especially its leaves to treat a rheumatic diseases and lower blood uric acid levels. This study was carried out to examine antihyperuricemia activity of ethanol extract, water fraction, ethyl acetat fraction and n-hexane fraction of the A. Indica leaves in male mice of Swiss-Webster strain. Extract and fraction doses used were 250 and 500 mg/kg of body weight and the doses of allopurinol as a standard drug was 13 mg/kg of body weight. The tests were conducted on mice suffering from hyperuricemia induced by potassium oxonat at adose of 300 mg/kg of body weight intraperitoneally and chicken liver juice orally. Measurement of blood uric acid levels were performed using an Easy Touch® every hour for 4 hours after being given test preparations. The results showed that the ethanol extract and the fractions lowered blood uric acid levels in the same way as allopurinol did. The n-hexane fractions at the all doses showed the highest activity, followed by ethanol fraction, and water fraction at the dose of 250 mg/kg at the 4th hour. These results illustrated that the A. Indica leaves might be potential to be used as antihyperuricemia. The active compounds which possibly reduce blood uric acid levels in mice are believed to be flavonoid or polyphenolic compounds because they are reported to be able to inhibit the action of the xanthine oxidase enzyme that converts purines into uric acid. Then, the most active fraction, n-hexane fraction, was tested for its inhibitory activity on xanthine oxidase enzyme to determine its mechanism of action. The results showed that the n-hexane fraction, like allopurinol, inhibited uric acid biosynthesis through inhibiting the activity of xanthine oxidase enzyme with the IC50 value of 132 μg/mL lower than that of allopurinol IC50 58.35 μg/mL. Key words: A. indica leaves, antihyperuricemia, chicken liver juice, potassium oxonat, xanthine oxidase.
PENGARUH PROTEIN PILI Streptococcus Agalactiae TERHADAP EKSPRESI β-Defensin-2 PADA TUBA FALLOPI TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) GALUR WISTAR Nur Rohmah Prihatanti; Hening Ryan Aryani; Istifadatul Ilmiya; Noorhamdani A.S.; Dwi Yuni Nur Hidayati
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1001

Abstract

Salah satu infeksi pada organ genitalia wanita adalah infeksi tuba falopi. Infeksi tuba fallopi dapat disebabkan oleh Streptococcus agalactiae. Pencegahan infeksi yang disebabkan oleh Streptococcus agalactiae dapat dilakukan dengan vaksinasi. Protein pili Streptococcus agalactiae merupakan kandidat vaksin yang baik. Pili Streptococcus agalactiae berperan penting dalam memfasilitasi ikatan antara Streptococcus agalactiae dengan sel inang. Protein pili Streptococcus agalactiae didapatkan dari proses pemotongan pili. Tikus putih (Rattus novergicus) galur wistar dikelompokkan menjadi 5 kelompok (kontrol dan perlakuan). Satu minggu setelah pemberian protein pili Streptococcus agalactiae terakhir, tikus putih (Rattus novergicus) galur wistar dikorbankan menggunakan teknik dekapitasi. Jaringan tuba falopi diambil dan dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Ekspresi β-defensin-2 hasil imunohistokimia diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x dan dihitung menggunakan software Image-J. Terdapat perbedaan ekspresi β-defensin-2 yang signifikan pada tuba fallopi tikus putih (Rattus novergicus) galur wistar kelompok kontrol dan perlakuan. Semakin tinggi dosis protein pili Streptococcus agalactiae, semakin tinggi pula ekspresi β-defensin-2 pada tuba fallopi tikus putih (Rattus novergicus) galur wistar. Kata kunci: β-defensin-2, Tuba Fallopi, Protein Pili Streptococcus agalactiae

Page 8 of 19 | Total Record : 190