cover
Contact Name
Hernita Pasongli
Contact Email
pangea@unkhair.ac.id
Phone
+62 852-6080-9368
Journal Mail Official
pangea@unkhair.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pangea/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23551674     EISSN : 27163121     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Pangea merupakan media informasi para akademisi dan peneliti yang menggeluti dan memiliki topik yang berlatar belakang keilmuan geografi maupun pendidikan geografi dan berisikan artikel - artikle hasil penelitian, kajian teori dan esensi pustaka mengenai keilmuan geografi maupun pendidikan geografi sebagai inovasi pembelajarannya.
Articles 90 Documents
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 OLI UNTUK KAJIAN PENUTUP LAHAN DI KECAMATAN PANGANDARAN DENGAN ALGORITMA ISO DATA Jalu Rafli Ismail; Adi Syahrul Mubarik; Yanti Yohana Sinambela; Shafira Fairuz; Fauzan Fajarrahman Zulfikri; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.1985

Abstract

Barat dan terdiri atas delapan kelurahan/desa. Sejak pendiriannya, Kecamatan Pangandaran memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pengembangan pariwisata dan agribisnis. Pariwisata dan Agribisnis pula merupakan dua sektor yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (2018), dari total area seluas 82,65 km2 ,
ANALISIS KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR PULAU TERNATE Kartini Ali; Djati Mardiatno
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.1988

Abstract

Penelitian ini terdapat di Wilayah Pesisir Pulau Ternate yang bertujuan untuk 1), menentukantingkat kerentanan fisik, 2), menganalisis persebaran tingkat kerentanan fisik di wilayah PesisirPulau Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif kuantitatif yaitu suatumetode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data dan fakta-fakta dari gejala-gejala yangada dan mencari keterangan secara faktual. Unit analisis dalam penelitian ini adalah lahan yangterdapat pada wilayah pesisir yang diklasifikasi berdasarkan kemiringan lereng, dan telahditentukan beberapa lokasi pengamatan, Hasil yang diperoleh kerentanan fisik yang tinggiPulau Ternate yang didominasi oleh satuan bentuk lahan asal proses vulkanik yakni pantaiberbatu, suatu pantai yang memiliki dinding clif sedang tetapi pantai tersebut mampu meredamgelombang jika dibandingkan dengan pesisir dataran rendah maka pesisir seperti ini memilikibobot nilainya sedang terdapat pada unit 1.1 dimana kondisi lahan yang didominasi dataranpantai sehingga memliki jumlah pemukiman yang tinggi. Pada kelerengan landai (unit 2.4)bagian utara Wilayah Pesisir Pulau Ternate didominasi oleh penggunaan lahan hutan rimba makabobot scoring diperoleh hasil nilai sedang. Sedangkan pada unit 3.2 dengan kemiringan lerengagak curam berbeda dengan unit 1.1 maupun 2.4, Wilayah pesisir ini didominasi oleh pengunaanlahan perkebunan, tidak berbeda jauh dengan pemukiman. selanjutnya pada unit 4.2 bagianbarat Wilayah pesisir Pulau Ternate dengan kemiringan lereng curam yakni penggunaan lahanperkebunan pula, sebagaimana suatu daerah apabila didominasi oleh perkebunan daerah tersebutpada saat mengalami bencana maka mengakibatkan kerugian yang tinggi jika dibandingkandengan daerah lahan kosong. Dan kondisi fisik diketahui kerentanan sedang terdapat pada enamkelurahan diketahui unit.1.1 bagian selatan dengan tingkat kerentanan fisik yang tinggi.Kata Kunci: Kerentanan Pesisir, Kerentanan Fisik
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK PERBAIKAN DAN PENINGKATAN AKTIVITAS SERTA HASIL BELA Sarti Nurlete; Muhammad Nasir Tamalene; Kusrini Kusrini
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.2019

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang rendah disebabkan oleh sikap siswa yangtidak memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitianini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menerapkan modelpembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-2 SmpNegeri 5 Kota Ternate pada materi mobilitas sosial dan pluralitas masyarakat indonesia. Jenispenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adapun subjekpenelitian adalah siswa kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 30 dengan instrumen yangdigunakan adalah soal tes, lembar observasi guru dan siswa. Berdasarkan analisis data, dapatdisimpulkan bahwa menerapkan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkanhasil belajar siswaa pada materi mobilitas sosial dan pluralitas masyarakat indonesia. Hal inidapat ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 18% pada siklus I danmeningkat menjadi 92% pada siklus II. Selain itu aktivitas siswa dapat dilihat pada saatproses belajar mengajar berlangsung yang diamati oleh observer dimana, hasil diperoleh dariskor total yang didapat. Sama seperti halnya pada aktivitas guru juga dapat dilihat pada saatproses belajar mengajar berlangsung yang diamati oleh observer dimana, hasil diperoleh dariskor total yang didapat. Penerapan model pembelajaran problem solving juga dapatmeningkatkan ketuntasan belajar siswa, yaitu dimana dari 30 siswa 5 siswa yang tuntas padasiklus I (18%) dan meningkat menjadi 22 siswa (92%) pada sisklus II dari jumlah siswa 30orang. Kata Kunci : Problem Solving , Aktivitas dan Hasil Belajar, SMPN 5 Kota Ternate
RESPON SISWA MAN PASER TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Rosdiana Zainuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa MAN Paser terhadap pembelajaran online mata pelajaran Geografi. Untuk mengetahui respon sisiwa tersebut dilakukan metode deskriptif dengan teknik pengisian angket yang disebarkan secara online pada 44 siswa yang terdiri dari kelas X (sepuluh) dan kelas XI (sebelas) yang telah mengikuti pelajaran geografi di MAN Paser. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa respon siswa terhadap pembelajaran online pada mata pelajaran geografi baik untuk digunakan, namun beberapa kendala teknis seperti jaringan internet membuat pembelajaran online kurang disukai oleh siswa. Perangkat aplikasi yang paling diminati siswa dalam pembelajaran online adalah google classroom.
PENGELOLAAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK GEOGRAFI FISIK DI DESA MAREGAM KECAMATAN TIDORE SELATAN Wa Ode Nurayiti; Hernita Pasongli; Ramdani Salam; Syarifuddin Adjam
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.2021

Abstract

Desa Maregam merupakan satu-satunya desa penghasil gerabah di Provinsi Maluku Utara. Dalam mengelola gerabah masyarakat Desa Maregam harus memperhatikan aspek geografi fisik, yakni aspek biotik, nonbiotik dan topologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan gerabah jika ditinjau dari aspek geografi fisik di Desa Maregam, serta untuk dapat mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan gerabah yang ditinjau dari aspek geografi fisik di Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 14–16 Oktober 2019 dengan menggunakan instrumen kuesioner. Adapun analisis datayang digunakan adalah analisis data SWOT. Hasil analisis data, diperoleh pengelolaan gerabah yang ditinjau dari aspek geografi fisik di Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan berada pada posisi dan kondisi strategi agresif atau strategi Strength-Opportunnity (SO) yang memiliki kekuatan berupa tersedianya bahan baku pembuatan gerabah dan terjangkaunya sumber air (geografi fisiknon biotik), serta pengrajin gerabah yang terampil (geografi fisik biotik), dan berpeluang karena memiliki banyak konsumen dan daya tarik. Maka faktor pendukung pengelolaan gerabah yang ditinjau dari aspek geografi fisik adalah tersedianya bahan baku, terjangkaunya sumber air dan keterampilan pengrajin gerabah. Adapun foktor penghambatnya, yaitu pengelolaan gerabahdipengaruhi oleh iklim dan cuaca (geografi fisik nonbiotik) serta letak dan bentuk Desa Maregam yang jauh dari pusat kota dan berbukit-bukit (geografi fisik topologi) .
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT, KALUMPANG, MUHAJIRIN DAN KOTA BARU KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH Bahtiar Sadek
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4610

Abstract

Kecamatan Kota Ternate Tengah di Kelurahan Makassar Barat, Kalumpang, Muhajirin, dan Kota baru dengan luas wilayah 1,59 Km². Dari segi pertumbuhan penduduk, Kelurahan Makassar barat yang memilki pertumbuhan penduduk yang paling tinggi dan yang paling padat adalah Kelurahan Kota baru. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk khususnya di Kelurahan Makassar Barat, Kalumpang, Muhajirin dan Kota Baru. Metode dalam penilitian ini adalah metode analisis data sekunder (analisis data dokumen). Penilitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif dengan penghitungan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan penduduk selalu dipengaruhi oleh angka fertilitas, mortalitas, migrasi masuk dan migrasi keluar, untuk kecamatan kota ternate tengah pada tahun 2011-2015, khususnya kelurahan makassar barat, kalumpang, muhajirin dan kota baru memiliki pertumbuhan tidak merata, dimana kelurahan makassar barat merupakan kelurahan yang memiliki pertumbuhan penduduk yang paling tinggi, kemudian kelurahan kalumpang, kelurahan kota baru dan muhajirin yang memiliki pertumbuhan penduduk yang paling rendah pertumbuhan penduduknya. Kepadatan penduduk untuk Kecamatan kota ternate tangah khususnya Kelurahan Makassar barat, Kalumpang, Muhajirin dan Kota Baru bahwa Kelurahan yang memilki kepadatan penduduk yang padat terdapat pada kelurahan kota baru, muhajirin, makassar barat kemudian kelurahan kalumpang. Hal ini disebabkan karena jumlah pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan luas wilayah maka akan terjadi kepadatan penduduk pada suatu wilayah.
PENGARUH ANTARA TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS XI SMA NEGERI 4 KOTA TERNATE Muhammad Albaqly Rachmat Ali; Ramdani Salam; Rustam Hasim
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4615

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 Kota Ternate, terdapat beberapa permasalahan mengenai kedisiplinan belajar. antara lain ketika bel masuk berbunyi peserta didik tidak langsung masuk kelas dan ketika pembelajaran berlangsung masih banyak peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar siswa terhadap prestasi belajarnya pada mata Pelajaran Geografi di kelas XI Negeri 4 Kota Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 4 Kota Ternate. Teknik pengumpulam data yang dilakukan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis data dalam penelitian ini Menggunakan Rumus Korelasi Product Moment. Hasil yang diperoleh adalah 0,334 atau 33,4% dengan tingkat signifikan 0,018 berati ada hubungan signifikan antara kedisiplinan dan prestasi belajar siswa. Sesuai hipotesis yaitu dilakukan menggunakan Rumus Korelasi Product Moment. Jika nilai sig> 0,05 maka Ho ditolak jika nilai signya< 0,05 maka Ha diterima. Berdasarkan pembahasan yang didapat dilihat bahwa hipotesis dapat diterima dengan menunjukan bahwa adanya hubungan antara tingkat kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajarnya. Berdasarkan hasil kesimpulan dalam penelitian yang dilakukan menunjukan perolehan nilai koefisien determinasi (r) sebesar 0, 334. Hal ini menunjukan hasil kedisiplinan siswa (X) memberi kontribusi sebesar 34% terhadap variasi variabel yang mempengaruhi prestasi siswa (Y). Adapun hasil analisis F hitung 21,180 dengan probality volue < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan model layak (fit).
KAJIAN TINGKAT STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK DI DESA TUTULING JAYA KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Yuni Sartika; Bahtiar Bahtiar; Tamrin Robo; Risky Nuri Amelia
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4555

Abstract

Sumber daya manusia yang berkualitas mampu mengembangkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan bangsa dan Negara, salah satu upaya membina SDM yang berkualitas adalah melalui pendidikan, baik pendidikan yang diberikan melalui pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan non formal dilingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar anak. Populasi dalam penelitian ini yaitu kepala keluarga (KK) yang mempunyai anak masih duduk dibangku SMP, di Desa Tutuling Jaya, Kabupaten Halmahera Timur. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptis dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah (simple random sampling), sampel yang diperoleh sebanyak 75 kepala keluarga (KK) yang tercatat di Desa Tutuling Jaya, Kabupaten Halmahera Timur. Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi liaener sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar anak, hal ini dapat di lihat dari hasil uji regresi liaener sederhana dengan uji F dengan nilai singnifikannya <0.05.
IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA PANDEMI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 SANANA Endang Purwati; Dedi Leko; Mukhtar Yusuf; Rusman Rasyid; Muhammad Iksan
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 1 (2022): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4621

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi inquiry terbimbing dalam pembelajaran online pada kelas XI IPS di SMAN 1 Sanana selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif diuraikan dengan kata-kata menurut responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitiannya, kemudian dianalisis dengan kata-kata apa yang melatarbelakangi responden dalam berperilaku (berpikir, berperasaan, dan bertindak). Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Geografi kelas XI sebanyak 2 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan guru melaksanakan pembelajaran inquiry dengan menggukana 2 tahapan yaitu; 1). Tahapan perencanaan guru geografi berdiskusi untuk menentukan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan melakukan analisis silabus dan RPP yang telah disusun dalam kurikulum sebelumnya dan disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. Tugas yang diberikan kepada peserta didik dirancang dengan memperhatikan ciri-ciri inquiry yang melatih kemampuan peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, mencari informasi sendiri dari berbagai sumber, dan melakukan penyelidikan dalam menyelesaikan tugas tersebut. 2) Tahapan implementasi, guru menggunakan media whatssapp group dalam pembelajaran online, sedang peserta didik yang tidak memiliki fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran tersebut, pembelajaran dilakukan secara offline dengan melakukan kunjungan di rumah peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING BERBASIS ANIMASI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DAN KEAKTIFAN SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI DAN FEDOSFER DI KELAS X-3 MAN MODEL KOTA TERNATE Budhyawan S. Bandjar; Bahtiar Bahtiar; Jumaris Jumaris
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4611

Abstract

MAN Model Kota Ternate merupakan salah satu sekolah menengah atas yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sehingga dalam proses pembelajarannya dituntut untuk lebih kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Kelas X MAN Model Kota Ternate terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X1, X2, X3, dan X4. Dari ke empat kelas tersebut kelas X3 merupakan kelas yang mempunyai hasil belajar dan keaktifan siswa yang masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai semester 1 siswa kelas X3 bahwa masih ada beberapa siswa yang belum memenuhi batas ketuntasan belajar individu. Adapun batas ketuntasan belajar individu pada mata pelajaran geografi di MAN Model Kota Ternate adalah 65. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek pada penelitian ini adalah peneliti yang bertindak sebagai guru. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3 MAN Model Kota Ternate dengan jumlah siswa adalah sebanyak 24 anak yang terdiri dari 12 siswa putri dan 13 siswa putra. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model pembelajaran Ingkuiri terbimbing berbasis video animasi dapat meningkatkan hasil belajar pada struktur lapisan bumi dan pedosfer. Hal ini dapat ditunjukan dengan perolehan rata-rata skor hasil belajar 25% meningkat 79,2%. Penerapan Pembelajaran ingkuiri terbimbing berbasis video animasi juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa yaitu jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I adalah 6 siswa meningkat menjadi 19 siswa pada siklus II dari jumlah siswa 24 orang.