cover
Contact Name
Hernita Pasongli
Contact Email
pangea@unkhair.ac.id
Phone
+62 852-6080-9368
Journal Mail Official
pangea@unkhair.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pangea/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23551674     EISSN : 27163121     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Pangea merupakan media informasi para akademisi dan peneliti yang menggeluti dan memiliki topik yang berlatar belakang keilmuan geografi maupun pendidikan geografi dan berisikan artikel - artikle hasil penelitian, kajian teori dan esensi pustaka mengenai keilmuan geografi maupun pendidikan geografi sebagai inovasi pembelajarannya.
Articles 96 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DESA KOITITI KECAMATAN GANE BARAT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Akson Ishak; Bahtiar Bahtiar; Endang Purwati
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4619

Abstract

Masyarakat di kawasan pesisir Indonesia sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Karakteristik masyarakat nelayan terbentuk mengikuti sifat dinamis sumber daya yang digarapnya, sehingga untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, nelayan harus berpindah-pindah. Selain itu,resiko usaha yang tinggi menyebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu diliputi ketidakpastian dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Karakteristik Sosial ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah penelitian kuatitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang mengacu pada aliran positivisme atausuatu kegiatan yang memiliki hasil yang berupa kesimpulan yang memiliki sifat jelas dan pasti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Nelayan Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan yang bekerja sebagai nelayan. Jumlah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan adalah 40 orang yang bekerja sebagai nelayan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, pada penelitian ini menggunakan prosedur perhitungan presentase dengan menggunakan rumus presentase P=f/n x 100%. Berdasaarkan data yang diperoleh melalui kuesioner hasil pendapatan nelayan dapat dilihat bahwa pendapatan perbulan yang diperoleh dengan melakukan penangkapan ikan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang di tanggung,berupa biaya pendidikan, biaya kesehatan pola konsumsi, dan gizi, dengan pedapatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan untuk kebutuhan para nelayan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE(CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 KABUPATEN HALMAHERA BARAT PADA KONSEP PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Safril Hi Nurdin; Bahtiar Bahtiar; Tamrin Robo
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4609

Abstract

Pendekatan model pembelajaran Children Learning In Science ( CLIS ) merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan yang dilakukan melalui kegiatan aktif berpikir, menyusun konsep tentang hal-hal yang dipelajari. Pembelajaran kooperatif Children Learning In Science (CLIS) juga memungkinkan siswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan siswa lain melalui kegiatan diskusi kelompok Tanya jawab, maupun menyusun kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini itu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran children learning in scienci ( CLIS ) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui penigkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Children learning In Scienci (clis). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang berisi tindakan– tindakan sebagai serangkaian langkah-langkah sistematis.Setiap langkah memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting)), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Model Pembelajaran Children Learning In Science ( CLIS ) pada siswa kelas VI dalam dua siklus.al ini terbukti pada setiap siklus seluruh indikator dapat tercapai dengan baik sesuai RPP yang dibuat. Penggunaan model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar klasikal yaitu 27,27% pada siklus I meningkat menjadi 85,5% pada siklus II.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN IKAN TUNA DI DESA LELE KECAMATAN MANDIOLI SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT Mahdi Israil; Aswir Hadi; Risky Nuri Amelia; Tamrin Robo; Fitri Annisa Djafar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 1 (2022): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4624

Abstract

Kondisi sosial ekonomi adalah kedudukan seorang manusia berdasarkan jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal, dan jabatan dalam organisasi. Posisi seseorang dalam tatanan masyarakat akan selalu berbeda-beda. Hal ini yang melatarbelakangi peneliti untuk mengetahui gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan ikan tuna di Desa Lele, Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yaitu masyarakat nelayan yang dipilih berdasarkan kategori status nelayan yaitu juragan darat, laut, darat laut, dan buruh nelayan, masing-masing kategori di wakili oleh 3 orang nelayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi sosial ekonomi nelayan ikan tuna di Desa Lele ada yang rendah, sedang dan tinggi. Kondisi Sosial ekonomi yang rendah yaitu buruh nelayan karena rata-rata pendatan mereka hanya Rp.2000.000 dan jarang berinteraksi sosial karena selalu berada di lautan. Kondisi sosial ekonomi yang sedang yaitu juragan darat dan juragan laut, rata-rata pendatan mereka Rp.5000.000, juragan laut jarang berinteraksi sosial, sedangkan juragan darat selalu berinteraksi sosial. Sedangkan untuk kondisi sosial ekonomi yang tinggi yaitu juragan darat laut, karena pendapatan mereka rata-rata Rp. 8000.000.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU OBI DALAM PENGELOLAAN LAHAN PERKEBUNAN UNTUK PENYUSUNAN POSTER BERBASIS RISET PEMBELAJARAN GEOGRAFI (STUDI KASUS DESA PASIR PUTIH, KECAMATAN OBI UTARA) Alwi Hasan; Nasir Tamalene; Kusrini Kusrini
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Pasir Putih Kecamatan Obi Utara dalam Pengelolaan Lahan Perkebunan yang meliputi Pembukaan Lahan, Penebangan, Pembakaran, Penanaman, Jenis Tanaman yang di usahakan, Pola Tanam dan Upaya Konservasi serta mendeskripsikan hasil validasi poster berbasis riset pemebelajaran geografi. Jenis penelitian mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan studi kasus bersifat ekploratif deskriptif melalui penggalian informan kunci (key informan), sedangkan untuk penyusunan poster menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dengan menguji keevektifan produk. Penentuan informan dilakukan dengan metode sampling proporsive untuk mendapatkan data dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang akurat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengecu pada pengetahuan lokal responden dalam pemanfaatan sumber daya, dan untuk menganalis validasi poster menggunakan angket dan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa kearifan diperoleh secara turun temurun yang meliputi: Lencu Alo adalah penentuan hari dan bulan yang baik sebelum dimulainya pengelolaan Lahan, Pihamba-hamba adalah nilai gotong-royong dalam proses penebangan, bauru adalah proses penebangan dengan memotong kayu berukuran kecil, pidudaha adalah proses penebangan kayu berukuran besar, dan pirangkai adalah proses pembersihan lahandengan cara memotong ranting ranting kayu yang belum terbakar untuk di bakar kembali. Adapun Jenis tanaman yang di usakakan adalah Kelapa dan singkong. Terdapat pola tanam yang digunakan masyarakat yaitu pola tanam polikultur yang memiliki. Pola tanam polikultur sendiri terdapat dua jenis pola yang digunakan yaitu pola bergiliran dan pola tanam bersisipan. Uapaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu menanam tanaman tahunan seperti kelapa. Validasi Poster menunjukan rata-rata penilaian yang dihasikan dari validasi produk yaitu, validasi ahli materi mendapatkan persentase 7,5% dengan kategori “Layak”, validasi ahli media mendapatkan persentase 102% dengan kategori “Sangat Layak”.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH WAIKYON KEC. PULAU MAKIAN PADA POKOK BAHASAN SIKLUS HIDROLOGI DENGAN MODEL BELAJAR WORD SQUARE Marlina Hamisi; Said Hasan; Bahtiar Bahtiar; Vrita Tri Aryuni
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4554

Abstract

Aktivitas dan hasil belajar siswa pada Madrasah Aliyah Waikyon Kec. Pulau Makian terlihat masih sangat rendah. Ditandai dengan nilai siswa yang masih jauh dari standar KKM yang ditentukan Sekolah. Oleh karena itu penelitian terkait metode pembelajaran yang cocok untuk diaplikasikan di sekolah menjadi sangat penting. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas melalui dua siklus. Dengan subejek penelitian berjumlah 25 orang. Adapun jenis instrument yang digunakan adalah tes dan non tes untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas siswa dan guru. Hasil penelitian dianalisis secara deskripstif kualitatif. Alhasil, terjadi peningkatan aktivitas siswa dan guru maupun dari segi ketuntasan belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Word Square pada materi siklus hidrologi.
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI DI KELURAHAN SELI KOTA TIDORE KEPULAUAN Vrita Tri Aryuni; Rafanjani J Abdullah; Ramdani Salam; Yuni Andriani Safitri
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 1 (2022): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4620

Abstract

Pantai Seli merupakan salah satu pantai di Kota Tidore Kepulauan dengan pemandangan yang indah, bersih dan akses yang cukup mudah. Hal ini merupakan potensi dan peluang bagi masyarakat setempat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata agar semakin dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Agar pengembangan wisata berjalan baik diperlukan keterlibatan stakeholder terkait, salah satunya adalah masyarakat. Katerlibatan ini berupa partisipasi dan kontribusi nyata ini secara aktif bersama-sama pemerintah setempat untuk mengolah dan mengembangkan pariwisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata pantai di Kelurahan Seli Kota Tidore Kepulauan. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan pengumpulan data sekunder dari pihak terkait. Subyek penelitian berjumlah 61 terdiri dari 58 KK yang termasuk tokoh desa, masyarakat, serta kepala Kelurahan, staf dan kepala dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan. Data kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat yang telah dilakukan dan direncanakan. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat berpartisipasi dan berkontribusi secara aktif dan bersama-sama pemerintah setempat merencanakan, mengelola dan mengembangkan wisata pantai Seli dengan kerja bakti menjaga kebersihan, membuat tempat parkir, menjaga keamanan sekitar pantai, menanam bibit tumbuhan mangrove, membuat keramba ikan, dan koordinasi dengan pemerintah setempat, sedangkan pemerintah setempat melengkapi fasilitas umum, memasang papan larangan untuk menjaga kebersihan lokasi pantai serta memperindah daerah sekitar.
Persepsi Siswa Terhadap Implementasi Media Video Mitigasi Banjir Pada Kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 5 Kota Ternate Riskal Tamrin; Andi Tenri Pada Agustang; Risky Nuri Amelia
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6760

Abstract

Pendidikan pada dasarnya berlangsung dalam bentuk pembelajaran yang melibatkan dua pihak yaitu guru dan siswa agar tercitptanya suasana belajar yang baik dan menyenangkan sehingga murid dapat senang dalam proses pembelajaran. namun dari segi interaktif sebagai cara siswa belajar dan melakukan sebuah pembelajaran masih jauh dari harapan. Oleh karena itu media video merupakan salah satu peranan penting sebagai media dalam proses belajar-mengajar, apabila siswa mudah dan dapat menggunakan media tersebut dengan baik maka tidak sulit bagi guru untuk mentransfer ilmu kepada siswa, dan siswa juga lebih senang untuk mempelajari sesuatu dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui persepsi siswa terhadap implementasi media video mitigasi banjir pada kelas XI IPS2 di SMA Negeri 5 Kota Ternate. Penelitian ini dilaksanakan Di SMA Negeri 5 Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 7 orang yang dipilih secara acak dikelas XI IPS2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa dikelas XI IPS2 terhadap media video media video mitigasi pada materi banjir terlihat sangat baik, karna media video merupakan alat yang dapat membuat siswa tertarik dalam proses belajar mengajar dan berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh peneliti, dapat berjalan dengan baik dengan tayangkan dan juga power point yang dirancang semenarik mungkin.
Analisis Pelayanan Angkutan Bus Sekolah di Kota Administrasi Jakarta Pusat Maulana Malik
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 2 (2022): PANGEA: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogafi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v4i2.6610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pelayanan angkutan bus sekolah di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuanitatif dengan melakukan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa enam indikator pelayanan minimal yang dipersyaratkan menunjukkan hasil yang memuaskan dan memenuhi standar pelayanan minimal. Pada indikator keselamatan menunjukkan bahwa bus dilengkapi alat keselamatan standar (APAR, P3K, Pintu Darurat) dan awak bus dilengkapi pelatihan dan sertifikasi khusus. Pada indikator keamanan menunjukkan bahwa bus telah dilengkapi alat keamanan (CCTV). Pada indikator kenyamanan menunjukkan bahwa bus memenuhi fasilitas kenyamanan (AC) dan kebersihan terjaga. Pada indikator keterjangkauan menunjukkan bahwa bus ini menjangkau siswa karena tarifnya gratis dan menghubungkan rumah dan sekolah. Pada indikator keteraturan bahwa bus ini sudah memenuhi dengan adanya LED trayek dan informasi trayek di social media. Pada indikator kesetaraan menunjukkan bahwa bus ini belum mampu menyediakan fasilitas untuk prioritas.
Pengaruh Project Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 1 SMA Bina Karya Kabupaten Halmahera Selatan Abu, Nurwahida; Amelia, Risky Nuri; Samili, Asnita Ode
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6761

Abstract

Project based learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi Kelas XI IPS 1 SMA Bina Karya Halmahera Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1 SMA Bina Karya Halmahera Selatan tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 23 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dan rubrik tingkat kreativitas siswa dengan menggunakan analisis rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh kreativitas siswa dari siklus I dan II dengan menerapkan model project based learning diperoleh nilai presentase siklus I skor 36,96% dengan kriteria cukup baik dan pada siklus II skor 65,00% dengan kriteria baik aktivitas guru pada siklus I presentase sebesar 80,00% dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II skor 98,00% dengan kriteria sangat baik. Dari pengolahan tingkat dan terjadi perbedaan disetiap siklus pembelajaran, Artinya terdapat peningkatkatan tingkat kreativitas siswa dengan penerapan model project-based learning (PBL) dari sebelumnya.
Faktor Penyebab Pernikahan Usia Muda di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepuluan Sula Zurayda Duwila; Risky Nuri Amelia; Syarifuddin Adjam
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 2 (2022): PANGEA: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogafi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v4i2.6611

Abstract

Pernikahan usia muda merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia yang terlalu muda. Usia muda artinya, usia yang belum matang secara medis dan psikoliginya. Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pernikahan usia muda di Desa Waitina. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan metode snowball sampling jumlah 6 orang dengan kriteria menikah di usia muda. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pernikahan usia muda di Desa Waitina. Berdasarkan analisis data, terdapat faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya pernikahan usia muda di Desa Waitina antara lain faktor ekonomi yang terdiri dari 2 orang informan, dan faktor hamil di luar nikah yang terdiri dari 4 orang informan. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat pendapatan keluarga, sehingga pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran. Kemudian orang tua menikahkan anaknya untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pernikahan usia muda dan tidak ada sosialisasi. Sehingga terjadinya peningkatan pernikahan usia muda.

Page 4 of 10 | Total Record : 96