cover
Contact Name
Hernita Pasongli
Contact Email
pangea@unkhair.ac.id
Phone
+62 852-6080-9368
Journal Mail Official
pangea@unkhair.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pangea/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23551674     EISSN : 27163121     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Pangea merupakan media informasi para akademisi dan peneliti yang menggeluti dan memiliki topik yang berlatar belakang keilmuan geografi maupun pendidikan geografi dan berisikan artikel - artikle hasil penelitian, kajian teori dan esensi pustaka mengenai keilmuan geografi maupun pendidikan geografi sebagai inovasi pembelajarannya.
Articles 90 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-A IPS TERPADU PADA KONSEP DINAMIKA KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL DI SMP NEGERI 13 KOTA TERNATE Juwanda A Mahmud; Tamrin Robo; Vrita Tri Aryuni
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep dinamika kependudukan dan pembangunan nasional kelas VIII-A SMP Negeri 13 Kota Ternate melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan instrument yang digunakan adalah soal tes akhir pada siklus I dan siklus II dengan jumlah siswa yang mengikuti tes yaitu 25 siswa. Soal akhir dalam bentuk soal uraian, lembar aktifitas guru dan aktifitas siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskritif kualitatif yang berdasarkan pada rumus-rumus yaitu rumus tingkat penguasaan siswa, rumus tingkat klasikal, penilaian aktifitas guru dan aktifitas siswa. Pada siklus I perolehan tingkat penguasaan dari 25 siswa yaitu dengan peresentase hanya 40%. Pada siklus II tingkat penguasan dari 25 siswa yaitu 96%. Hasil pengamatan aktifitas guru oleh observer pada siklus I dengan persentase 45,45. Sedangkan pada siklus II hasil pengamatan aktifitas guru yaitu dengan persentase 100%. Aktifitas siswa pada siklus I dengan presentase yaitu 64,67%, sedangkan pada siklus yaitu 88%. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai standar ketuntasan klasikal karena nilai belajar siswa telah tuntas di atas standar ketuntasan minimal.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS XI-IPS MA AL KHAIRAAT TERNATE Zainab Saimima; Syahril Muhammad; Hernita Pasongli; Eva Marthinu
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4556

Abstract

Strategi pembelajaran menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan partisipasi siswa secara menyeluruh melalui strategi everyone is a teacher here dinilai sangat efektif selama proses belajar mengajar. Hasil observasi awal nyang dilakukan diperoleh di MA Alkhairat yaitu siswa kelas XI IPS memiliki rata-rata hasil belajar yang rendah sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan jenis PTK dengan tahapan penelitian perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan reflesi dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa. instrument yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Analisis data menggunakan rumus persentase dengan kriteria kualifikasi menggunakan Pedoman Acuan Patokan. Hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) 90,62% hasil belajar siswa meningkat, 2), aktivitas guru dan siswa juga ikut meningkat sebesar 100% serta meningkatkan ketuntasan belajar yang diukur dari KKM kelas sebesar 96,02%.
ANASLISIS PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI DESA INDONG KECAMATAN MANDIOLI UTARA Hernita Pasongli; Adawia Adeng; Ramdani Salam; Syarifuddin Adjam; Asnita Ode Samili
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 1 (2022): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4622

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan di daerah tropika yang memiliki kondisi fisik lingkungan dan iklim yang beragam. Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya telah dimanafaatkan oleh manusia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama khususnya protein hewani sejak berabad abad lamanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan hutan mangrove di pesisir pantai Desa Indong Kecamatan Mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 78 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi secara langsung dan menggunakan kuesioner berupa pertanyaan yang akan ditanyakan kepada 78 responden sebagai narasumber. Hasil analisis data penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan bahwa perilaku masyarakat Desa Indong yang tidak memiliki ketidakpedulian terhadap hutan mangrove di pesisir pantai, merupakan hal yang sudah biasa bagi masyarakat tersebut, tindakan yang dilakukan oleh masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, biasanya pohon mangrove yang ditebang digunakan sebagai kayu bakar, makanan ternak dan juga kawasan pemukiman, dalam hasil perhitungan tersebut dapat kita lihat bahwa kerusakan hutan mangrove dengan jumlah nilai 82% dikatakan tinggi sedangkan pemanfaatan hutan mangrove dengan memiliki nilai 79% dikatakan tinggi dan rehabilitas hutan mangrove dengan nilai 68% dikatakan sedang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING BERBASIS ANIMASI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DAN KEAKTIFAN SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI DAN FEDOSFER DI KELAS X-3 MAN MODEL KOTA TERNATE Budhyawan S. Bandjar; Bahtiar Bahtiar; Jumaris Jumaris
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4612

Abstract

MAN Model Kota Ternate merupakan salah satu sekolah menengah atas yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sehingga dalam proses pembelajarannya dituntut untuk lebih kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Kelas X MAN Model Kota Ternate terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X1, X2, X3, dan X4. Dari ke empat kelas tersebut kelas X3 merupakan kelas yang mempunyai hasil belajar dan keaktifan siswa yang masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai semester 1 siswa kelas X3 bahwa masih ada beberapa siswa yang belum memenuhi batas ketuntasan belajar individu. Adapun batas ketuntasan belajar individu pada mata pelajaran geografi di MAN Model Kota Ternate adalah 65. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek pada penelitian ini adalah peneliti yang bertindak sebagai guru. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3 MAN Model Kota Ternate dengan jumlah siswa adalah sebanyak 24 anak yang terdiri dari 12 siswa putri dan 13 siswa putra. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model pembelajaran Ingkuiri terbimbing berbasis video animasi dapat meningkatkan hasil belajar pada struktur lapisan bumi dan pedosfer. Hal ini dapat ditunjukan dengan perolehan rata-rata skor hasil belajar 25% meningkat 79,2%. Penerapan Pembelajaran ingkuiri terbimbing berbasis video animasi juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa yaitu jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I adalah 6 siswa meningkat menjadi 19 siswa pada siklus II dari jumlah siswa 24 orang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI BIOSFER SISWA KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Diyana Mansur; Tamrin Robo; Zulkifli Ahmad; Rusman Rasyid
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran Problem Solving pada materi Biosfer siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 5 Kota Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan tahapan atau prosedur mulai dari perencanaan, pelaksanan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penilitian pada kelas yang berjumlah 20 siswa . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Silabus, RPP, lembar observasi, LKS, butir soal bentuk essay yang berjumlah 5 item dengan skor total 20 pada siklus I dan II. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dari 20 siswa terdapat 4 orang siswa yang tuntas sehingga ketuntasan hasil belajar klasikal yang didapat pada siklus I yaitu 20%. Dan pada siklus II yang tuntas sebanyak 19 siswa sehingga ketuntasan hasil belajar klasikal meningkat yaitu 95% Siswa yang tuntas belajar. Berdasarkan analisis pada sisklus I ke siklus II untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan nilai yang diperoleh dari ketuntasan hasil belajar secara klasikal. Berdasarkan tada tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem solving pada materi biosfer kelas XI IPS- 2 SMA Negeri 5 Kota Ternate.
PENGGUNAAN MEDIA POWER POIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA ALHILAAL SANANA. Ilham M. Umawaitina; Bahtiar Bahtiar; Tamrin Robo
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4617

Abstract

Tahapan observasi awal data hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Alhilaal sanana terdapat dari 20 siswa yang mengikuti ujian hanya 3 siswa yang tuntas jika dipresentasekan secara klasikal yaitu 15%. Sedangkan 17 siswa di katakan belum berhasil jika dipresentasekan secara klasikal yaitu 85%. Hal ini karena proses pembelajaran di sekolah masih bersifat konvensional, di mana pembelajaran masih kurang minimnya penggunaan metode yang berfariasi sehingga dalam proses belajar siswa hanya mendengar, mencatat penjelasan guru, kemudian mengerjakan soal, pertanyaan, gagasan dan pendapat dari siswa jarang muncul sehingga siswa menjadi pasif dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Tujuan Penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar dengan menggunakan Media power point pada kelas XI IPS SMA Alhilaal Sanana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian PTK dengan subjek penelitian adalah siswa kela XI sebanyak 20 siswa terdiri dari 10 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. pengumpulan data dengan cara tes, dokumentasi dan observasi dan analisis data yang digunakan rumus persentase. Hasil yang diperoleh yaitu dengan menggunakan media pembelajaran (Power Point), hasil belajar siswa dapat meningkat dari siklus I ke siklus II dimana pada siklus I dari 20 jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran siswa yang tuntas atau hasil belajarnya mencapai kreteria ketuntasan minimal hanya terdapat 3 siswa (15%) yang masih kurang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan konsep pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan pada perlakuan setelah siklus I ke siklus II hasil belajar siswa yang mengikuti proses pembelajaran siswa yang tuntas atau berhasil belajarnya mencapai kreteria ketuntasan minimal berjumlah 15 siswa (75%).
KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR LAHAR DINGIN DI KELURAHAN TUBO KECAMATAN TERNATE UTARA KOTA TERNATE Nawir Anwar; Adnan Sofyan; Jumaris Jumaris
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4608

Abstract

Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan terhadap bencana geologi yang tinggi. Salah satu kerawanan bencana geologi di Maluku Utara khususnya Kota Ternate yaitu letusan gunung Gamalama yang disertai dengan bencana banjir lahar dingin. Pada tanggal 27 Desember 2011 terjadinya banjir lahar dingin akibat bencana sekunder dari sisa material letusan gunung Gamalama yang terbawa aliran air melalui sungai kemudian meluap menerjang pemukiman masyarakat yang berada disekitar aliran sungai, sehingga menimbulkan dampak yang cukup besar.Tujuan penelitian ini ialah mengetahui mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir lahar dingin di Kelurahan Tubo Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate. Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Populasi penelitian meliputi masyarakat korban banjir lahar dingin di Kelurahan Tubo, pegawai Kelurahan Tubo dan juga pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah kuisioner dan teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data dan juga verifikasi dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kesiapsiagaan masyarakat di Kelurahan Tubo yang siap dalam menghadapi bencana banjir lahar dingin sebanyak 11 kepala keluarga (18,33%), sedangkan yang tidak siap sebanyak 37 kepala keluarga (61,67%) hal ini yang menjadi penghambat karena salah satunya masyarakat belum memahami langkah-langkah yang perlu disiapkan dalam mengurangi resiko bencana.
TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG IKAN DI PASAR HIGIENIS GAMALAMA KOTA TERNATE Eva Marthinu; Wa Nenti; Vrita Tri Aryuni; Hernita Pasongli; Andi Tenri Pada Agustang
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 1 (2022): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4623

Abstract

Tingkat kesejahteraan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi suatu keluarga, demikan halnya dengan pedagang ikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pedagang ikan di Pasar Higienis Gamalama Kota Ternate, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah. Responden adalah pedagang ikan di pasar Higienis Gamalama Kota Ternate. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dengan cara membagikan kusioner. Analisis data menggunakan rumus persentase dengan mengacu pada kriteria tingkat kesejahteraan indicator BPS. Berdasarkan skor hasil analisis tingkat kesejahteraan pedagang ikan Di Pasar Higienis Gamalama dari masing-masing indikatornya diperoleh hasil yakni 55% berada pada kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat kesejahteraan dari pedagang ikan di Pasar Higienis Gamalama Kota Ternate termasuk dalam kategori sejahtera.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALCKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-III PADA POKOK BAHASAN HIDROSFER DI SMA NEGERI 13 TIKEP Gamaria Robo; Jumaris Jumaris; Tamrin Robo
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4613

Abstract

Keberhasilan siswa dalam mempelajari suatu materi pembelajaran terletak pada kemampuan guru mengelola pembelajaran yang mengarahkan peningkatan kognitif, disamping pengembangan sikap dan keterampilan. Berdasarkan hasil observasi awal, pada proses pembelajaran siswa di SMA Negeri 13 TIKEP khususnya kelas X-III menunjukan hasil belajar geografi belum memenuhi KKM (Kriteria ketuntasan minimal) yang ditetapkan di sekolah tersebut adalah 75%. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran talking stick sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Di samping itu pula dalam proses pembelajaran, agar pembelajaran geografi menjadi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, salah satunya dapat dilaksanakan dengan penerapan model pembelajaran talking stick. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Talking Stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-III pada pokok bahasan hidrosfer di SMA Negeri 13 TIKEP. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 13 TIKEP pada bulan Mei 2015, jenis penelitian yang digunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X-III SMA Negeri 13 TIKEP. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah perangkat pembelajaran (silabus dan RPP), butir soal yang berbentuk essay dan lembaran observasi yang terbentuk daftar cek (chek list). Hasil penelitian ini menunjukkan pokok bahasan hidrosfer dengan penerapan model pembelajaran talking stick, pada pokok bahasan sumber daya alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan pemahaman siswa pada pokok bahasan sumber daya alam. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 9 orang yang dipresentasekan yaitu 36 %, dan telah meningkat pada siklus II yaitu siswa yang tuntas sebanyak 21 siswa yang dipresentasekan yaitu 84 %.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 KOTA TERNATE Jaisin Hi. Muhlis; Tamri Robo; Zulkifli Ahmad; Andi Tenri Pada Agustang
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4553

Abstract

Materi pembelajaran dengan tema “Flora dan Fauna” sangat membutuhkan media pembelajaran tambahan berupa gambar. Media gambar dapat memberikan rangsangan berpikir nyata siswa sehingga materi ajar tidak hanya bersifat kontekstual. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode PTK. Adapun temuan hasil penelitian yaitu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan sebesar 91.30% setelah dilakukan refleksi pada siklus II. Artinya nilai tersebut berada di atas ambang batas kriteria kelulusan minimal kelas yang ditetapkan sebesar 75%. Hal lain yang mengalami peningkatan yakni aktivitas siswa dan guru.