cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 165 Documents
PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP HIPERTENSI DI DESA TOUNELET LANGOWAN Frendy Fernando Pitoy; Ellen Padaunan; Stefany Prisilia Kaligis
Klabat Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2021): The First and Last Frontier
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v3i2.571

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit nomor satu yang sering diderita oleh lansia. Besarnya masalah komplikasi yang ditimbulkan oleh hipertensi terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Ketidakpatuhan dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan seseorang terhadap pentingnya pengobatan akan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi di desa Tounelet Langowan. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dengan menggunakan convenient sampling technique. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hasil yang signifikan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi dengan nilai p value = 0,066 > α= 0,05. Hasil juga menunjukan bahwa dari 70 partisipan yang diteliti, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 1 orang (1,42%), pengetahuan cukup sebanyak 59 orang (84,28%) dan pengetahuan baik sebanyak 10 orang (14,28%). Untuk nilai sikap, tidak ditemukan partisipan yang memiliki sikap kurang baik, 45 orang (64,28%) memiliki sikap yang cukup, dan 25 orang (35,71%) dan sikap baik. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan lansia terhadap hipertensi tidak memiliki hubungan dengan sikap lansia dalam penaganan hipertensi. Direkomendasikan bagi lansia di desa Tounelet Langowan untuk lebih meningkatkan sikap dalam menangani kasus hipertensi dengan memaksimalkan pusat layanan kesehatan yang ada. Selain itu juga, peneliti merekomendasikan bagi pemerintah setempat agar dapat lebih mengerahkan tenaga kesehatan dan layanan kesehatan yang ada untuk mendukung proses layanan pada lansia yang memiliki masalah hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN STRES PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNKLAB Bastian Rahakratat; Metty Wuisang; Angelia Friska Tendean
Klabat Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2021): The First and Last Frontier
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v3i2.573

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir seringkali merasa stres dengan tuntutan akademis seperti skripsi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Disain penelitian deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel yaitu 102 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki dukungan sosial teman sebaya yang tinggi yaitu 100%, sedangkan tingkat stres pada mahasiswa yaitu stres sedang dengan jumlah responden 51 (50%) . Kesimpulan terdapat hubunganyang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Klabat dengan nilai p value = 0,013. Sementara itu, nilai koefisien korelasi yaitu r = -0.245 yang artinya hubungan lemah, semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin rendah tingkat stres atau sebaliknya. Kesimpulan mahasiswa dapat selalu mengandalkan dukungan sosial teman sebaya dalam mendukung proses pembelajaran terlebih khusus saat menyusun skripsi untuk mengurangi tingkat stres.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA REMAJA Kevin Waldo Munson Panjaitan; Ernawaty Siagian
Klabat Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2021): The First and Last Frontier
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v3i2.579

Abstract

Pengetahuan serta perilaku pencegahan harus dipertimbangkan dalam perencanaan intervensi yang efektif untuk pandemi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) dan dalam meningkatkan kesadaran tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada remaja. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah 111 responden. Kuesioner pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 disusun oleh Kemenkes RI dalam penelitian Mujiburrahman et al., (2020) digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan terhadap COVID-19. Data yang dianalisa secara univariat ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan presentasi. Analisa secara bivariat dilakukan menggunakan Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan berada dalam kategori tinggi (91,89%) dan pada kategori sedang (8,11%). Selain itu juga didapatkan bahwa responden yang menerapkan perilaku pencegahan dengan baik (75,68%) dan yang menerapkan perilaku pencegahan dengan cukup (24,32%). Analisis menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada remaja dengan nilai sig = 0,611 (p > 0,05). Nilai korelasi dari hasil analisis diperoleh 0,049 berarti adanya hubungan positif dari variable dengan tingkat keeratan lemah. Memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi akan diikuti juga dengan penerapan perilaku pencegahan Covid-19 yang baik. Remaja harus mempertahankan perilaku yang positif dalam usaha pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan dari Covid-19 dari pengetahuan yang sudah didapat. Knowledge and preventative actions have to be considered in planning an effective intervention for the coronavirus 2019 (COVID-19) pandemic in hopes to increase awareness of health risks from this disease. The objective of this research is to identify the correlation of the level of knowledge with preventative actions of COVID-19 on teenagers. This research will be executed by correlational descriptive by using a non-probability technique with a sample of 111 respondents. Questionnaire “COVID-19 preventative measures and control” arranged by Kemenkes RI in Mujiburrahman et al., (2020) research is used to measure the level of knowledge with Behavior and preventing COVID-19. The univariate analysis will be shown in the form of a frequency distribution table and presentation. Spearman Rho bivariate analysis will be used. Results of This research showed that respondents have an excellent level of knowledge (91.89%) and a good level of knowledge (8.11%). Other than that, respondents have Great behavior and actions preventing the spread of the virus (75.68%) and satisfactory behavior and actions preventing the virus (24.32%). Analysis showed that there is no significant relationship between knowledge and actions in preventing COVID-19 among teenagers with a sig value = 0.611 (p > 0,05). The correlational value from the analysis. Is 0.049 which means there is a positive relationship from the variable with a weak level of closeness. Having a high knowledge with great preventative actions on COVID-19. Teenagers have to keep up with positive actions in hopes to prevent the transmission of COVID-19 from the knowledge that they have.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF DI SMA NEGERI 1 AMURANG BARAT Nova Gerungan; Veronica Juliana Egeten
Klabat Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2021): The First and Last Frontier
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v3i2.581

Abstract

Pendahuluan: Perilaku agresif cenderung meningkat di kalangan siswa, yang menjadi faktor penyebab perilaku agresif salah satunya adalah pola komunikasi dalam keluarga. Komunikasi merupakan hal yang penting untuk menjaga hubungan yang baik dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif di SMA Negeri 1 Amurang Barat. Metode: Metode penelitian ini adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 110 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pola komunikasi keluarga dan perilaku agresif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean pola komunikasi keluarga sebesar 58,83 kategori sedang, sementara untuk nilai mean perilaku agresif sebesar 84,4 kategori sedang. Hasil penelitian untuk hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif siswa nilai p value 0,002<0,05 dengan nilai koefisien korelasi r=0,291, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif siswa dengan arah positif. Rekomendasi: Melalui penelitian ini diharapkan siswa dapat menggunakan pola komunikasi yang baik dan benar untuk mengurangi perilaku agresif baik agresi fisik atau pun verbal.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PROFESI NERS UNIVERSITAS KLABAT James Richard Maramis; Virna Velty Mokalu
Klabat Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2021): The First and Last Frontier
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v3i2.584

Abstract

Abstrak Kecerdasan emosional individu akan mempengaruhi mekanisme koping dalam memecahkan suatu masalah, terutama sebagai mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan mekanisme koping pada mahasiswa Profesi Ners tahun terakhir di Universitas Klabat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross-sectional. Proses pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket kecerdasan emosional dan angket mekanisme koping yang diberikan kepada 96 mahasiswa akhir Profesi Ners di Universitas Klabat. Gambaran kecerdasan emosional siswa sebagian besar berada pada kategori rendah dengan 67 responden (69,8%). Terdapat 95 responden (99,0%) yang memiliki mekanisme koping adaptif, sedangkan 1 responden (1,0%) dengan mekanisme koping maladaptif. Uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan mekanisme koping mahasiswa Profesi Ners Universitas Klabat dengan nilai p = 0,000 < 0,05, derajat hubungan Cukup (r = 0,541). Lembaga pendidikan harus menyediakan program untuk meningkatkan kecerdasan emosional mahasiswa mereka agar dapat membantu mengatasi stres di lapangan. Kata kunci: Kecerdasan emosional, mekanisme koping, Mahasiswa Profesi Ners Abstract Individual emotional intelligence will affect the coping mechanism in solving a problem, especially as a student. The purpose of the study was to determine the relationship between emotional intelligence and coping mechanisms in the final year of nursing profession students at the Universitas Klabat. The research method used was a descriptive correlation, with a cross-sectional study approach. The sampling process in this research was a total sampling technique. Data was collected using an emotional intelligence questionnaire with a coping mechanism questionnaire given to 96 students at the end of the nursing profession practicum at the Universitas Klabat. The description of the emotional intelligence of students is mostly in the low category with 67 respondents (69.8%). There are 95 respondents (99.0%) who have adaptive coping mechanisms, while 1 respondent (1.0%) with maladaptive coping mechanisms. Pearson Correlation test showed a positive relationship between emotional intelligence and the coping mechanism of the Nursing Profession student at the University of Klabat with p-value = 0.000 < 0.05, with a Moderate degree relationship (r = 0.541). Educational institutions should provide programmes to increase the emotional intelligence of their students to help them cope with stressors in the field. Keywords: Emotional Intelligence, Coping Mechanism, Nurse Profession student
PENGARUH KOGNITIF DAN PENDAPATAN ORANG TUA PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN Manoppo, Arlien Jeannete
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.787

Abstract

ABSTRACT Good learning achievement is highly desired by students in their lectures, cognitive and income of students' parents have a role in their achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of cognitive and parental income on learning achievement. Analytical observational method with cross-sectional approach was chosen in this study with 296 respondents through consecutive sampling technique. The findings of this study are that most of the students' cognitive abilities are good 159 (53.7%), the income of parents of students is in the good category 186 (62.8%), and the learning achievement shown by students is very good 147 (49.6 ). Simultaneously and partially, students' parents' cognitive and income had a significant effect (p<0.05) on academic achievement. Cognitive odds ratio value is 4.853 and parents' income is 1.678 so that the contribution of cognitive influence to learning achievement is greater than parents' income. The addition of other independent variables needs to be done to get maximum learning achievement because the influence given by the independent variable on the logistic regression model that is formed is only 19.8%. KEYWORDS: cognitive, learning achievement, parental income ABSTRAK Prestasi belajar yang baik sangat diinginkan mahasiswa dalam perkuliahannya, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa memiliki peran dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kognitif dan pendapatan orang tua pada prestasi belajar. Metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dipilih dalam penelitian ini dengan 296 responden melalui teknik consecutive sampling. Temuan hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar kognitif mahasiswa adalah baik 159 (53,7%), pendapatan orang tua mahasiswa dalam kategori baik 186 (62,8%), serta prestasi belajar yang ditunjukkan oleh mahasiswa adalah sangat baik 147 (49,6). Secara simultan dan parsial, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa mempunyai pengaruh yang signifikan (p<0.05) terhadap prestasi akademik. Nilai odds ratio kognitif adalah 4,853 dan pendapatan orang tua adalah 1,678 sehingga kontribusi pengaruh kognitif terhadap prestasi belajar lebih besar dibandingkan pendapatan orang tua. Penambahan variabel independen lainnya perlu dilakukan untuk mendapatkan prestasi belajar yang maksimal karena pengaruh yang diberikan variabel independen pada model regresi logistik yang terbentuk hanya 19,8%. Kata kunci: kognitif, pendapatan orang tua, prestasi belajar
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA IBU-IBU DI DESA MOTOLING Shintya, Lea Andy
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.798

Abstract

Pengunaan kontrasepsi hormonal bertujuan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seks. Ada efek samping dari kontrasepsi hormonal salah satunya adalah kenaikan berat, karena didalam kontrasepsi hormonal terdapat hormon Depo Medroxy progresteron Axetate (DMPA) yangmenyebabkan meningkatnya nafsu makan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling. Metode penelitian yaitu survey analitik menggunakan pendekatan crosssectional . Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampe 80 responden. Hasil Penelitian: gambaran penggunaan kontrasepsi hormonal ibu-ibu di desa Motoling, suntik berjumlah 40 responden (50,0%), pil 22 responden (27,5%), dan implan 18 responden (22,5). Untuk gambaran kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling 43 responden (53,7%) mengalami kenaikan berat badan 2 - 4 kg, 28 responden (35,0 % ) mengalami kenaikan berat badan > 5kg, dan 9 responden (11,3) mengalami penurunan berat badan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling dengan p-value 0,033 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal mempunyai hubungan terhadap kenaikan berat badan dari ibu-ibu di Desa Motoling. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat meneliti lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak, variabel khusus kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan. Kata kunci : Berat badan, Kontrasepsi KB
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LAMA HEMODIALISA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Rantepadang, Andreas
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.788

Abstract

Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kualitas hidup sebelum menderita gagal ginjal kronik. Lama hemodialisa dan kadar hemoglobin berkaitan erat dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisa. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, teknik pengampilan sampel dengan cara purposive sampling, instrumen untuk mengukur kualitas hidup menggunakan Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF) dan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa diambil dari data rekam medis pasien. Hasil: Dari 43 responen yang memenuhi kriteria penelitian, 39 responden (90.7%) berada pada kadar hemoglobin yang tidak normal, 38 responden (88.4%) yang sudah lama menjalani hemodialisa >12 bulan, 31 responden (72.1%) berada pada kualitas hidup kurang. Kesimpulan: tidak ada hubungan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa terhadap kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Rekomendasi: Bagi penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa tetap melakukan terapi hemodialisa secara rutin dan mempertahan kadar Hb. Untuk penelitian selanjutnya agar jumlah sampel ditambah dan dilakukan ditempat yang berbeda.
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAGERAT KOTA BITUNG Pitoy, Frendy Fernando; Padaunan, Ellen; Herang, Cristoforus Stary
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.785

Abstract

Abstract Tuberculosis disease or TB Pulmonary is a contagious infection that requires regular and long-term treatment. Maximum treatment can be obtained with proper adherence to medication for patients with the disease. The role of family support is important in achieving the maximum treatment by patients so that the patients remain obedient in the treatment. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Health Center, Bitung City. The research method used was a descriptive correlation with a consecutive sampling technique which was conducted from February to March 2021 with a total of 30 participants. The results showed that most of the participants, which is 82% were in the category of obedient in taking the medication and 64% had good family support in the treatment. Furthermore, the results showed that there was no significant relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Public Health Center, Bitung City with a p value of 0.363. It is recommended for the patients with TB Pulmonary in the work area of Sagerat Health Center who are still not compliant with treatment to pay more attention to the importance of doing the right treatment according to the direction of the local health service. Keywords: Tuberculosis, Family Support, Medication Adherence Abstrak Penyakit Tuberculosis atau yang sering disebut TB Paru adalah infeksi menular yang membutuhkan pengobatan yang rutin dan cukup lama. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, dibutuhkan kepatuhan mengkonsumsi obat yang baik dari penderita penyakit. Peran dukungan keluarga merupakan hal penting dalam mencapai maksimalnya pengobatan yang dilakukan oleh penderita agar tetap patuh dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat, kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan descriptive correlation dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling yang dilakukan pada bulan februari sampai maret 2021 dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan yaitu 82% berada pada kategori patuh minum obat dan 64% memiliki dukungan keluarga yang baik dalam pengobatan. Lebih lanjut, hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Sagerat, kota Bitung dengan nilai p= 0.363. Direkomendasikan kepada penderita TB Paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat yang masih tidak patuh dalam pengobatan untuk lebih memperhatikan pentingnya melakukan pengobatan yang benar sesuai arahan layanan kesehatan setempat. Kata kunci : Tuberkulosis, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat
HUBUNGAN TINGKAT ADIKSI GAME ONLINE DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PELAJAR SMA Maramis, James Richard; Maengkom, Kent Stephanus
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.801

Abstract

Statistik global menunjukkan bahwa lebih dari 2 miliar orang yang memainkan game. Di Indonesia 10,15% kelompok usia remaja terindikasi mengalami adiksi terhadap game online, sementara 49% remaja dengan kelompok umur 15-19 masuk dalam kategori aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat adiksi game online dengan tingkat aktivitas fisik pada pelajar SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukan gambaran tingkat adiksi game online termasuk dalam kategori kecanduan ringan dan gambaran tingkat aktivitas fisik termasuk dalam kategori aktivitas fisik rendah. Hasil uji spearmen correlation menunjukan p value = 0,01 p<0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi game online dengan tingkat aktivitas fisik, dan nilar r = -0,230. yang artinya hubungan keduanya adalah rendah serta memiliki arah negatif. Rekomendasi bagi pelajar agar dapat meningkatkan aktivitas fisik 30 menit perhari atau 150 menit perminggu dengan melakukan gerak badan atau olahraga yang digemari secara aktif dan membagi waktu secara seimbang dalam bermain game agar tidak mengarah kepada adiksi. Serta rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sehubungan dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi baik adiksi game online maupun aktivitas fisik. Kata Kunci: Adiksi game online, aktivitas fisik, pelajar ABSTRACT Global statistics show that more than 2 billion people are playing the game. In Indonesia, 10.15% of the adolescent age group is indicated to be addicted to online games, while 49% of adolescents in the 15-19 age group are in the low physical activity category. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of online game addiction and the level of physical activity in students in Senior High School. The research design used is quantitative correlation using the convenience sampling technique. The results showed that the description of the level of online game addiction was in the category of mild addiction and the description of the level of physical activity was included in the category of low physical activity. The statistic shows p-value = 0.01 p <0.05, which means that there is a significant relationship between the level of online game addiction and the level of physical activity, r = -0.230. which means that the relationship between the two is low and has a negative direction. Recommendations for students to be able to increase physical activity by 30 minutes per day or 150 minutes per week by doing sports or sports that are actively liked and dividing time in a balanced way by playing games so as not to lead to addiction. As well as recommendations for further researchers to conduct research in relation to other factors that can affect both online game addiction and physical activity. Keywords: online game addiction, physical activity, students

Page 5 of 17 | Total Record : 165