cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 165 Documents
POSISI DUDUK DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KARYAWAN KANTOR Purnawinadi, I Gede; Sitanggang, Yohanes Binor
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.789

Abstract

Low back pain is a symptom in the form of pain in the lumbosacral area (lower back) caused by various reasons, one of which is a sitting position, where the body weight rests on the buttocks by touching a horizontal object. A good sitting position if the back is straight, the head is not bent and the position of the thighs is parallel to the floor. The purpose of this study was to determine the relationship between sitting position and low back pain in employees. This research method uses descriptive analytic with a cross-sectional approach. The number of samples was calculated using the slovin formula as many as 52 respondents. The results of the study: the majority of employees (96.1%) are in a sitting position with a moderate to high level of risk. Then the most low back pain was in mild pain 46.2% (24 respondents). There is no significant relationship with the value 0.345 (p value > 0.05). The sitting position of employees has the largest percentage category, which is moderate risk and the largest low back pain is mild pain. It is expected that employees will pay attention to their sitting position while working and can rest or stretch their muscles between work hours in order to get optimal work results. Keywords: employees, low back pain, sitting position. Nyeri punggung bawah merupakan suatu gejala berupa rasa nyeri di daerah lumbosakral (punggung bawah) yang ditimbulkan oleh berbagai sebab, salah satunya adalah posisi duduk, dimana berat badan bertumpu pada bokong dengan bersentuhan pada suatu benda yang horizontal. Posisi duduk yang baik apabila punggung tegak lurus, kepala tidak menunduk dan posisi paha sejajar dengan lantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dengan nyeri punggung bawah pada karyawan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 52 responden. Hasil penelitian: mayoritas karyawan (96,1%) berada pada posisi duduk dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi. Kemudian nyeri punggung bawah terbanyak berada pada nyeri ringan 46,2% (24 responden). Tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai 0,345 (p value > 0,05). Posisi duduk karyawan memiliki kategori persentase terbesar ialah risiko sedang dan nyeri punggung bawah terbesar ialah nyeri ringan. Diharapkan karyawan untuk tetap memperhatikan posisi duduk pada saat berkerja dan dapat istirahat atau peregangan otot disela waktu kerja agar mendapat hasil pekerjaan yang optimal. Kata Kunci: karyawan, nyeri punggung bawah, posisi duduk.
EFIKASI DIRI DAN GENDER PADA PRESTASI BELAJAR Anderson, Elisa
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.786

Abstract

ABSTRACT The individual's belief in himself that he can complete something he is living is self-efficacy and gender is one of the discriminations in nursing services. In nursing student learning achievement, self-efficacy and gender play a role in their achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of self-efficacy and gender on learning achievement. This research method is cross-sectional involving 301 respondents through consecutive sampling technique. The results of this study were that the students' self-efficacy was good 153 (50.8%), most respondents were 255 women (84.7%), and the highest learning achievement was very good 147 (48.9). Self-efficacy has a significant relationship (p=0.010; p<0.05) and gender has no significant relationship (p=0.326; p>0.05) on learning achievement. Further research by adding other independent variables needs to be done to find out other factors related to learning achievement, and multivariate analysis needs to be done to find out how much influence these factors have on learning achievement. KEYWORDS: gender, learning achievement, self-efficacy ABSTRAK Kepercayaan individu terhadap dirinya bahwa dapat menyelesaikan sesuatu yang sedang dijalaninya adalah efikasi diri dan gender merupakan salah satu diskriminasi dalam pelayanan keperawatan. Pada prestasi belajar mahasiswa keperawatan, efikasi diri dan gender berperan dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh efikasi diri dan gender terhadap prestasi belajar. Metode penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan 301 responden melalui teknik consecutive sampling. Hasil penelitian ini adalah efikasi diri mahasiswa adalah baik 153 (50,8%), responden terbanyak adalah perempuan 255 (84,7%), serta prestasi belajar terbanyak adalah sangat baik 147 (48,9). Efikasi diri mempunyai hubungan yang bermakna (p=0,010; p<0,05) dan gender tidak mempunyai hubungan yang bermakna (p=0,326; p>0,05) terhadap prestasi belajar. Penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel independen lainnya perlu dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor lain yang berhubungan dengan prestasi belajar, serta perlu dilakukan analisis multivariat untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap prestasi belajar. KATA KUNCI: efikasi diri, gender, prestasi belajar
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PERAWAT DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS Tandilangi, Abigail; Ticoalu, Jeremy
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.802

Abstract

Kualitas hidup adalah penilaian seseorang terhadap kehidupannya yang dapat dipengaruhi oleh burnout yaitu stres kerja sehingga dapat menganggu pelayanan keperawatan serta kesehatan dari perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 61 perawat di RSUD Maria Walanda Maramis terdapat 40 perawat (65,6%) berada pada burnout kategori rendah, 21 perawat (34,3%) memiliki burnout pada kategori sedang, 33 perawat (54,1%) memiliki kualitas hidup pada kategori tinggi, 26 perawat (42,6%) memiliki kualitas hidup pada kategori sangat tinggi, serta 2 perawat (3,3%) memiliki kualitas hidup pada kategori sedang. Ada hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis dengan nilai p 0,010 < 0,05; r = -0,329. Uji partial correlation menunjukkan ada hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis bila ditinjau dari ruang perawatan dengan nilai p 0,007 < 0,05; r = - 0,344. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi burnout seperti masa kerja. Abstract Quality of life is a person's assessment of his life that can be influenced by burnout, namely work stress which can interfere with nursing services and the health of nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between burnout and quality of life for nurses at the Maria Walanda Maramis Hospital. The research design used descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling. The results showed that among 61 nurses at Maria Walanda Maramis Hospital there were 40 nurses (65.6%) in the low burnout category, 21 nurses (34.3%) had burnout in the moderate category, and 33 nurses (54.1%) had quality of life in the high category, 26 nurses (42.6%) had a quality of life in the very high category, and 2 nurses (3.3%) had a quality of life in the moderate category. There is a relationship between burnout and the quality of life of nurses at Maria Walanda Maramis Hospital with a p-value of 0.010 < 0.05; r = -0.329. The partial correlation test showed that there was a relationship between burnout and the quality of life of nurses at the Maria Walanda Maramis Hospital when the nursing ward aspect is added with a p-value of 0.007 <0.05; r = - 0.344. Recommendations for further researchers to be able to examine other factors that affect burnout such as nurses’ tenure.
PENGGUNAAN AROMATERAPI UNTUK NYERI PADA PASIEN MEDIKAL-BEDAH DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN INTEGRATIF Langingi, Nova Lina; Saluy, Priscillia M.; Kaparang, Grace Fresania
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.790

Abstract

ABSTRAK Aromaterapi sering disalahartikan dalam opsi penanganan nyeri. Penggunaan aromaterapi pada pasien dewasa di Indonesia diinvestigasi dengan penelitian tinjauan integratif Whitemore and Knoff, memuat artikel yang dipublikasi tahun 2012-2021, full paper, dalam Bahasa Indonesia, dari google cendekia, dan fokus pada pasien nyeri medikal-bedah, dengan kata kunci “aromaterapi untuk nyeri” dilaporkan dalam diagram pelaporan PRISMA. Enam artikel memenuhi kriteria “tinggi” oleh QualSyst tool. Ditemukan bahwa, indikasi penggunaan dari aromaterapi dalam bidang medikal adalah nyeri kepala dan kanker, dimana aromaterapi lavender serta aromaterapi lemon (kombinasi dengan progressive muscle relaxation). Selanjutnya, dalam bidang bedah, indikasi penggunaan aromaterapi adalah nyeri paska bedah mayor, post-laparatomy dan fraktur ekstremitas, dimana aromaterapi lavender, aromaterapi lemon dan juga lemon yang dikombinasi dengan guided imagery adalah pilihan-pilihan aromaterapi. Umumnya aromaterapi diberikan melalui administrasi inhalasi. Secara umum, ditemukan aromaterapi efektif menurunkan nyeri pada pasien medikal bedah. Perawat dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lemon dan lavender untuk manajemen nyeri. Bagi manajemen Rumah Sakit untuk dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi ini karena terbukti efektif dengan efek samping minimal dan rendah biaya. Kata kunci: aromaterapi, Indonesia, medikal-bedah, nyeri ABSTRACT Aromatherapy is often misinterpreted in pain management options. The use of aromatherapy in adult patients in Indonesia was investigated with Whitemore and Knoff integrative review design, including articles published in 2012-2021, full paper, in Indonesian, from Google Scholar, and focus on patients of medical-surgical pain, with the keyword of "aromatherapy for pain" reported in PRISMA reporting diagram. Six articles meet "high" criteria by the QualSyst tool. It was found that, indications of the use of aromatherapy in the field of “medical” are headaches and cancer, where lavender aromatherapy and lemon aromatherapy (combined with progressive muscle relaxation). Furthermore, in the field of “surgical”, indications of the use of aromatherapy are major post-surgical pain, post-laparatomy and fractures of extremities, where lavender aromatherapy, lemon aromatherapy and lemon combined with guided imagery are aromatherapy options. Generally, aromatherapy is administered via inhalation. In general, it was found that aromatherapy is effective in pain alleviation for medical-surgical patients. Nurses may consider the use of lemon and lavender aromatherapy for pain management. For hospital management to consider the use of aromatherapy because it has been proven effective with minimal side effects and low cost. Keywords: aromatherapy, Indonesia, medical-surgical, pain
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA KADER BALITA Manoppo, Ivanna; Rumambi, Arlinda A
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.782

Abstract

Abstract Posyandu is one form of health service to overcome and find nutritional problems in toddlers. If the kader do not carry out their roles properly, the concequence is that the nutritional status of children under five cannot be detected early. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and performance of toddler cader in the working area of the Kema Health Center. The research design used was descriptive correlative with cross sectional approach. Using total sampling technique. The number of research samples was 97 respondents. The results of the frequency and percentage statistical tests showed that 70,1% had high motivation and 29,9% had low motivation. As for the results of the performance of cadres 75,3% had good performance, 23,7% had sufficient performance, 1% had poor performance. The results of the spearmean rank/rho statistical test show p-value=0,707>0,05 which means that there is no significant relationship between motivation and the performance of toddler cadres. Recommended for further researchers it is recommended to look for other factors that affect performance namely knowledge and training.
THE ANXIETY LEVELS OF RENAL UNIT STAFF BANDUNG ADVENTIST HOSPITAL DURING THE COVID-19 PANDEMIC Simatupang, Happy Rosalina
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.794

Abstract

Tenaga Kesehatan, termasuk yang bekerja di Renal Unit rentan untuk tertular Covid-19. Kerentantan tersebut dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh tenaga kesehatan yang bekerja di Renal Unit dan hubungannya dengan data demografi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitative. Sampel penelitian berjumlah 28 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan di ukur dengan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukan terdapat 10,7% tenaga kesehatan yang mengalami kecemasan dengan rentang cemas sedang hingga sangat berat. 89,3% tidak mengalami kecemasan. Hasil uji t-test independent didapati ada perbedaan yang signifikan dari tingkat stress kedua kelompok (0.04 < 0,05. Kecemasan tidak berhubungan dengan data demongrafi: jenis kelamin, usia, pendidikan dan lama bekerja (a >0,05).Healthcare workers, including those working in the renal unit are vulnerable to contracting Covid-19. These vulnerabilities can cause anxiety. The purpose of the study was to determine the level of anxiety experienced by healthcare workers working in the renal unit and its relationship to demographic data. The method used is quantitative descriptive. The research sample amounted to 28 people who were selected using the total sampling technique. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale ( HARS). The result showed that 10.7 percent of healthcare workers experienced anxiety with a range of moderate to very severe anxiety, 89.3 percent did not experience anxiety. The result of the independent t-test found that there was a significant difference between the stress levels of the two group’s 0.04 0.06 - 0.14, a > 0.05 ).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRES MENJALANI DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS DI FASKES TINGKAT SATU KLINIK CARISA MANADO Korengkeng, Loura Caroline; Pitoy, Frendy Fernando; Pongoh, Meryon Hevin
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.783

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) sebagai akibat dari gangguan system endokrin. Pentingnya penerapan Diet DM yang teratur membuat banyak penderita DM merasakan stres dalam menjalani ketentuan tersebut sehingga tidak dapat melanjutkan program yang direncanakan. Keberhasilan menjalankan program diet dapat dipengaruhi dengan tingkat pengetahuan seseorang mengenai program tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres menjalani diet penderita diabetes mellitus di faskes tingkat satu Klinik Carisa Manado. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian descriptive correlation dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan responden dengan cara Consecutive Sampling yang telah dilakukan pada tanggal 01 - 31 Maret 2021dengan jumlah partisipan sebanyak 35 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan spearman’s correlation dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres menjalani diet penderita diabetes mellitus di faskes tingkat satu Klinik Carisa Manado dengan nilai p= 0.411. Lebih lanjut data menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu sebanyak 28 orang (80%) tingkat stres ringan yaitu sebanyak 20 orang (57,1%). Direkomendasikan bagi penderita DM di Klinik Carisa Manado agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan mencari informasi mengenai diet penderita DM, dan juga bagi pimpinan faskes tingkat
ACADEMIC STRESS WITH SUICIDE BEHAVIOR IN COLLEGE STUDENTS Mandias, Reagen Jimmy
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.797

Abstract

ABSTRAK Perilaku bunuh diri merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri dan biasanya terjadi pada individu yang memiliki masalah mental serta tidak sangup menghadapi persoalan hidup. Salah satu aspek yang memicu seseorang untuk berperilaku bunuh diri adalah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres akademik dengan perilaku bunuh diri pada mahasiswa keperawatan Universitas Klabat yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan uji statistik spearman rank. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 119 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 119 responden didapati, 63.9% mahasiswa tidak memiliki perilaku bunuh diri dan 36.1% mahasiswa memiliki perilaku bunuh diri. Namun 75.6% mahasiswa mengalami stres akademik berat, diikuti 16.8% yang mengalami stres sedang, dan terdapat 7.6% yang memiliki stres sangat berat. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,000<0,05 dan nilai koefisien korelasinya r= 0,412. Kesimpulan, ada hubungan yang sedang dan signifikan dengan arah positif stres akademik dengan perilaku bunuh diri pada mahasiswa keperawatan Universitas Klabat. Hasil penelitian ini diharapakn dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pihak Fakultas maupun Universitas agar dapat memahami stress akademik yang dialami mahasiswa agar perilaku bunuh diri dapat dihindari.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR DI SMA UNKLAB AIRMADIDI Nova Gerungan; Cassey Claudya Tondatuon
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.835

Abstract

Learning motivation is an important thing because without learning motivation someone will not be interested to do learning activity. Peer social support is a factor that can influence student’s learning motivation, where support from friends around someone can increase learning motivation. The aim of this study is to know the relationship between peer social support and learning motivation at SMA Unklab Airmadidi. This study used a descriptive correlational research method with a retrospective research design. The sampling technique was purposive sampling with a total of 108 students as respondents. The instruments used peer social support and learning motivation questionnaires. From 108 respondents showed that peer support in high category was 86 (79.6%) students, the medium category was 22 (20.4%) students; Learning motivation in medium category was 82 (75.9%) students, and the high category was 26 (24.1%) students. The statistical correlation test shows that there is a significant relationship between peer social support and learning motivation at SMA Unklab Airmadidi with a value of p = 0.000 <0.05 and the value of correlation is r = 0.577 which indicates the direction of the two variables is positive, which means the higher the peer social support the higher the learning motivation and otherwise. This study is expected that students can provide social support to each other in order to increase learning motivation and for further researchers can add the gender of the respondents, to know the difference of peer social support and learning motivation based on gender. Keywords: Learning Motivation, Peer Social Support Motivasi belajar merupakan hal yang penting karena tanpa motivasi belajar maka seseorang tidak akan tertarik untuk melakukan kegiatan belajar. Dukungan sosial teman sebaya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa, dimana dukungan yang berasal dari teman yang berada disekitar individu dapat meningkatkan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar di SMA Unklab Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan desain penelitian retrospektif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah responden 108 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar. Dari 108 responden menunjukkan dukungan sosial teman sebaya pada kategori tinggi 86 (79,6%) siswa, kategori sedang 22 (20,4%) siswa; motivasi belajar pada kategori sedang 82 (75,9%) siswa, dan kategori tinggi 26 (24,1%) siswa. Uji statistik pearson correlation menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar di SMA Unklab Airmadidi dengan nilai p = 0.000 < 0.05 dan nilai korelasi r = 0.577 yang menunjukkan arah korelasi kedua variabel positif, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi motivasi belajar dan juga sebaliknya. Melalui penelitian ini diharapkan siswa dapat saling memberikan dukungan sosial agar dapat meningkatkan motivasi belajar dan bagi peneliti selanjutnya dapat menambah jenis kelamin responden, untuk mengetahui perbedaan dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar berdasarkan jenis kelamin. Kata kunci: Dukungan Sosial Teman Sebaya, Motivasi Belajar
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER DENGAN KEJADIAN COVID-19 DI KELURAHAN BENGKOL KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Nancy Sampouw
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.828

Abstract

Introduction: Coronavirus Disease 2019 or abbreviated as COVID-19 is a new infectious disease in humans caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-1). COVID-19 infection shows the main symptom in the form of acute respiratory distress. One ofe the prevention and mitigation effort to suppress the transmission of COVID-19 infection is to use a mask. The purpose of the study was to determine the relationship between adherence to the use of masks and the incidence of COVID-19 in Bengkol Village, Mapanget District, Manado City. Methods: The quantitative research method uses a correlational design with a cross sectional approach. The sample used was 61 people who were confirmed positive for COVID-19 using the total sapling technique. The process of collecting data using a questionnaire and statistically tested with the percentage formula to answer the first and second statements, the Chi-Square Correlation test to answer the third statement. Result: The description of compliance with the use of masks is the high category of 75 respondents (83%), the description of the incidence of COVID-19 is the reactive or positive category as many as 61 respondents (68%), based on the results of the Chi-Square test, the significance of which is 0.563 (p > 0.05), then H0 accepted. Conclusion: There is no relationship between adhrerence to the use of masks and the incidence of COVID-19 in Bengkol Village, Mapanget District, Manado City. It was found that most respondents always use masks but there are still many who are infected with COVID-19, this can be caused by other factors that can cause COVID-19 infection, namely not complying with other health protocols, namely washing hands and maintaining distance.It is recommended for the future researchers to use a retrospective cohort study design. KEYWORDS: Compliance With the Use of Masks, COVID-19 Pendahuluan: Coronavirus Disease 2019 atau disingkat dengan COVID-19 adalah penyakit infeksi baru pada manusia disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Infeksi COVID-19 menunjukkan gejala utama yaitu berupa gangguan pernapasan akut. Salah satu upaya pencegahan dan mitigasi untuk menekan penularan infeksi COVID-19 yaitu dengan menggunakan masker. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan masker dengan kejadian COVID-19 di Kelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget Kota Manado. Metode: Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain koreslasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diuji statistik dengan rumus presentase untuk menjawab pernyataan pertama dan kedua, uji hubungan Chi-Square untuk menjawab pernyataan ketiga. Hasil: Gambaran kepatuhan penggunaan masker yaitu kategori tinggi sebanyak 75 responden (83%), gambaran kejadian COVID-19 yaitu kategori reaktif atau positif sebanyak 61 responden (68%), berdasarkan hasil uji Chi-Square signifikansi sebesar 0,563 (p > 0,05) maka H0 diterima. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kepatuhan penggunaan masker dengan kejadian COVID-19 di Kelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget Kota Manado. Didapati sebagian besar responden selalu menggunakan masker tapi masih banyak yang terinfeksi COVID-19, hal ini dapat disebabkan karena terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan terinfeksi COVID-19 yaitu kurang patuh terhadap protokol kesehatan lainnya yaitu mencuci tangan dan menjaga jarak. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan desain penelitian kohort retrospektif. KATA KUNCI: COVID-19, Kepatuhan Penggunaan Masker.

Page 6 of 17 | Total Record : 165