cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 165 Documents
PANDEMI COVID-19 DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROFESI NERS Christa Vike Lotulung; I Gede Purnawinadi
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.838

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact in various fields, especially in the world of education. The transformation of face-to-face learning activities to online certainly has consequences for student learning outcomes. This study analyzes the learning achievement of nursing students at the professional stage through a comparative GPA test in the semester before and during the pandemic. The research data were collected through a total sampling technique of 233 students' GPA at a private university in North Sulawesi. Data analysis for the comparative test used Mann Whitney non-parametric statistics because it did not meet the feasibility of the normality assumption. The results showed that there was a significant difference between the academic achievement of nursing professional students in the semester before pandemic (average GPA 3.20 with a standard deviation of 0.24) and during the COVID-19 (average GPA 3.55 with a standard deviation of 0.57) with a significant value of 0.000 (p value <0.05). The pandemic situation does not always have a negative impact on the learning process, a good concept of free learning through the application of technology in the learning process can also have a positive impact on students being free to study independently, even though the pandemic situation demands online learning activities. Institutions as education providers are expected to be able to develop a learning management system both face-to-face and online by increasing adequate facilities and resources in an effort to improve the quality of learning outcomes. KEYWORDS: Achievement Index, Nurse Profession Student, COVID-19 Pandemic Pandemi COVID-19 secara signifikan mempunyai dampak di berbagai bidang, terlebih khusus pada dunia pendidikan. Transformasi aktivitas pembelajaran tatap muka menjadi daring tentunya mempunyai konsekuensi terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menganalisis prestasi belajar mahasiswa profesi ners melalui uji komparatif IPK pada semester sebelum dan saat pandemi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik total sampling sebanyak 233 IPK maahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Utara. Analisis data untuk uji komparatif menggunakan statistik non parametrik Mann Whitney karena tidak memenuhi kelayakan asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar mahasiswa profesi ners pada semester sebelum pandemi (rata-rata IPK 3,20 dengan standar deviasi 0,24) dan saat pandemi COVID-19 (rata-rata IPK 3,55 dengan standar deviasi 0,57) dengan nilai signifikan 0,000 (p value < 0,05). Situasi pandemi tidak selalu berdampak negatif terhadap proses pembelajaran, konsep merdeka belajar yang baik melalui penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dapat memberikan dampak yang positif juga terhadap para mahasiswa dalam bebas belajar secara mandiri, meskipun situasi pandemi menuntut kegiatan pembelajaran secara daring. Institusi sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan mampu mengembangkan sistem manajemen pembelajaran baik tatap muka maupun daring dengan meningkatkan fasilitas dan sumber daya yang memadai dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Kata kunci: Indeks Prestasi, Mahasiswa Profesi Ners, Pandemi COVID-19
PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DAN FAKULTAS EKONOMI Loura Caroline Korengkeng; Ernest Cornelius Matindas
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.830

Abstract

Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemik telah berdampak sangat luas dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali pada mahasiswa. Kemampuan penyebaran yang sangat cepat dari virus ini menyebabkan meningkatnya kasus positif bahkan kematian, telah mendorong setiap individu termasuk mahasiswa berperan untuk melakukan berbagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19. Tingkat pengetahuan bisa memengaruhi sikap individu terhadap pencegahan penyebaran virus ini dan tingginya paparan informasi terkait COVID-19 di masa pandemi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari gambaran perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap dari mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKEP) dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Klabat terhadap pencegahan penyebaran COVID-19. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional; dimana populasinya adalah seluruh mahasiswa FKEP dan FEB yang aktif berkuliah pada tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah total sampel sebanyak 349 responden yang diambil dengan teknik snowball sampling. Hasil uji Mann Whitney U-Test menunjukan nilai signifikan sebesar 0,042 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan terhadap pencegahan penyebaran COVID-19 antara mahasiswa FKEP dengan mahasiswa FEB. Sedangkan pengujian menggunakan Mann Whitney U-Test terhadap perbedaan tingkat sikap terhadap pencegahan penyebaran COVID-19 antara kedua kelompok mahasiswa mendapat nilai signifikan sebesar 0,057 sehingga disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok mahasiswa. Direkomendasikan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami lebih lanjut tentang pentingnya pengetahuan yang benar dan akurat sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus. Kepada peneliti selanjutnya bisa menambahkan variable tindakan. KATA KUNCI: COVID-19, Pengetahuan, Sikap
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANGGOTA JEMAAT GMAHK PANASEN James Richard Maramis; Natalia Vanesa Emor
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.853

Abstract

Excessive anxiety can lead to individual behavior disorders. One of the treatments is a non-pharmacological approach using brain exercise therapy. This study aims to determine the effect of giving brain exercises on anxiety in the GMAHK Panasen congregation. The research method used is quasi-experiment, one group pre-test-post-test. The sampling technique used a consecutive sampling technique with a total of 69 samples. The process of collecting data using an anxiety questionnaire. The results showed that before being given brain exercise therapy, of 69 respondents there were 63.8% (44 respondents) experiencing moderate anxiety, 33.3% (23 respondents) experiencing mild anxiety, and 2.9% (2 respondents) experiencing severe anxiety. Then after being given brain exercise therapy, there were 88.4% (61 respondents) experiencing mild anxiety, 8.7% (6 respondents) experiencing moderate anxiety, and 2,9% (2 respondents) experiencing severe anxiety. The Wilcoxon test got a p value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant effect of brain exercise therapy on anxiety. Recommendations to the public to be able to apply brain exercise therapy when they feel anxious because brain exercise therapy can reduce anxiety. KEYWORDS: Anxiety, Brain Exercise, SDA Church Members Kecemasan yang berlebihan dapat berujung pada gangguan perilaku individu. Salah satu upaya penanganan dengan pendekatan non-farmakologis yaitu menggunakan terapi senam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam otak terhadap kecemasan di jemaat GMAHK Panasen. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasy experiment, one group pre-test-post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah 69 sampel. Proses pengumpulan data meggunakan kuesioner kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi senam otak, dari 69 respondents terdapat 63,8% (44 orang) mengalami kecemasan sedang, 33,3% (23 orang) mengalami kecemasan ringan, dan 2,9% (2 orang) mengalami kecemasan berat. Kemudian sesudah diberikan terapi senam otak terdapat 88,4% (61 orang) mengalami kecemasan ringan, 8,7% (6 orang) mengalami kecemasan sedang, dan 2 orang (2,9%) mengalami kecamasan berat. Uji Wilcoxon test mendapatkan nilai p value 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan terapi senam otak terhadap kecemasan. Rekomendasi kepada masyarakat untuk dapat mengaplikasikan terapi senam otak ketika merasa sedang cemas karena terapi senam otak dapat menurunkan kecemasan. KATA KUNCI: Anggota Jemaat GMAHK, Kecemasan, Senam Otak
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG OSTEOPOROSIS PADA MASYARAKAT MINAHASA UTARA Ferdy Lainsamputty; Ailine Yoan Sanger; Frendly Joy Pitta
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.832

Abstract

Osteoporosis is a disease that affects the structure of the bone framework as a result of low bone mineral density and damage to the microarchitecture of bone tissue. Health education and various type of promotions were conducted, however information of knowledge regarding osteoporosis is limited. This study aimed to investigate the description of knowledge among commnity about osteoporosis in North Minahasa regency. This was a descriptive study with a cross-sectional design using 52 convenience samples. Osteoporosis Knowledge Assessment Tools (OKAT) questionnaire was used. The results showed that the majority (61.5%) of public knowledge about osteoporosis were poor. Knowledge about the symptoms of osteoporosis is the part that is least understood by the respondents. Effective and creative strategies to improve knowledge about osteoporosis must be designed especially for those in younger age. KEYWORDS: Knowledge, Osteoporosis Osteoporosis adalah penyakit yang mempengaruhi struktur kerangka tulang sebagai akibatnya kepadatan mineral tulang yang rendah dan kerusakan arsitektur mikro jaringan tulang. Penyuluhan kesehatan dan berbagai promosi lainnya telah dilakukan, tetapi gambaran pengetahuan terkait osteoporosis masih terbatas informasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran pengetahuan pada masyarakat tentang osteoporosis di Minahasa Utara. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan 52 responden dengan metode convenience sampling. Kuesioner Osteoporosis Knowledge Assessment Tools (OKAT) digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas (61,5%) tingkat pengetahuan masyarakat akan osteoporosis tergolong kurang. Pengetahuan tentang gejala osteoporosis merupakan bagian yang paling kurang dipahami oleh responden. Strategi efektif dan kreatif untuk meningkatkan pengetahuan terkait osteoporosis perlu didesain khususnya bagi populasi muda. KATA KUNCI: Osteoporosis, Pengetahuan
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN Angelia Friska Tendean; Sutantri Sutantri; Zikri Alhalawi; Chaidar Muhammad
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.825

Abstract

Introduction: The incidence of stunting is currently the center of attention in almost all parts of the low-middle income countries because of its high incidence. Children were defined as stunted if their height for age was more than two standard deviations below the median World Health Organization (WHO) Child Growth Standards. Stunting will increase morbidity and mortality if not treated immediately. Various efforts have been made by various countries to be able to tackle stunting. The purpose of this review is to explore the strategies to reduce or prevent stunting among children in community based. Methods: Literature searching from electronic databases was conducted in several databases, including PubMed, ProQuest, and Cochrane Review to identify published literature between 2010 and 2020. Result: The results showed the strategies that can be used to overcome stunting are: 1) Providing food supplementation, 2) nutrition education, 3) assisting, 4) clean and healthy living behaviors, and 5) community-based Early Childhood Development Centre. Conclusions: There are many strategies that can be taken to prevent or overcome stunting. The main strategy that can be done is to prevent the determinants of stunting so that stunting cannot occur. The countries can make a stunting prevention policy by relying on various strategies which of course need synergy from central leaders to regions to help achieve the stated goals. KEYWORDS: Children, Strategy, Stunting, Stunting Prevention Pendahuluan: Angka kejadian stunting saat ini menjadi pusat perhatian di hampir seluruh negara berpenghasilan rendah menengah karena angka kejadiannya yang tinggi. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan mereka menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Stunting akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas jika tidak segera ditangani. Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai negara untuk dapat menanggulangi stunting. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengeksplorasi strategi untuk mengurangi atau mencegah stunting pada anak berbasis komunitas. Metode: Penelusuran literatur dari database elektronik dilakukan di beberapa database, antara lain PubMed, ProQuest, dan Cochrane Review untuk mengidentifikasi literatur yang diterbitkan antara tahun 2010 sampai tahun 2020. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi stunting adalah: 1) Pemberian makanan suplementasi, 2) pendidikan gizi, 3) bantuan, 4) perilaku hidup bersih dan sehat, dan 5) Pusat Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masyarakat. Kesimpulan: Ada banyak strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi stunting. Strategi utama yang dapat dilakukan adalah mencegah determinan stunting agar tidak terjadi stunting. Negara-negara dapat membuat kebijakan pencegahan stunting dengan mengandalkan berbagai strategi yang tentunya membutuhkan sinergi dari pimpinan pusat hingga daerah untuk membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. KATA KUNCI: Anak, Pencegahan Stunting, Strategi, Stunting
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA DAN DOSEN DENGAN MOTIVASI BELAJAR Abigail Tandilangi; Cherlyn Regina Rompis
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.858

Abstract

Learning is an activity carried out by students so that there is a change from not knowing to know. In the learning process, students must have motivation in themselves to be able to encourage students to do learning activities. In the learning process, communication must be built between students and lecturers so that learning activities can be well established. The purpose of this study was to determine the relationship between interpersonal communication of students and lecturers with learning motivation for level I and II students at a private university in North Sulawesi. The research design used is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The sample of this study amounted to 148 people who were taken using Purposive Sampling technique. Results of this study indicate that the description of interpersonal communication is included in the poor category (53.4%) and the description of learning motivation is included in the high category (50.7%). The results of the Spearmen's Rank/Rho test show p value = 0.000 <0.05, meaning that there is a significant relationship between student and lecturer interpersonal communication and learning motivation. Recommendations for level I and II students to be active by asking questions and opinions during teaching and learning activities and to establish good communication with lecturers. KEYWORDS: Communication, Interpersonal, Learning Motivation KEYWORDS: Communication, Interpersonal, Learning Motivation Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa sehingga terjadi perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam proses belajar mahasiswa harus memiliki motivasi dalam dirinya untuk dapat mendorong melakukan kegiatan belajar. Dalam proses pembelajaran pentingnya terjalin komunikasi yang baik antara mahasisiwa dan dosen agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komuniksi interpersonal mahasiswa dan dosen dengan motivasi belajar pada mahasisiwa tingkat I dan II pada salah satu universitas swasta di Sulawesi Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 148 orang yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan gambaran komunikasi interpersonal termasuk dalam kategori kurang baik (53,4%) dan gambaran motivasi belajar termasuk dalam kategori tinggi (50,7%). Hasil uji Spearmen’s Rank/Rho menunjukkan p value = 0,000<0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen dengan motivasi belajar. Rekomendasi bagi mahasisiwa tingkat I dan II untuk dapat aktif memberikan pertanyaan dan pendapat selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar serta dapat menjalin komunikasi yang baik dengan dosen. KATA KUNCI: Komunikasi, Interpersonal, Motivasi Belajar
PENGETAHUAN DAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Arlien Jeannete Manoppo
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.833

Abstract

Good knowledge about cervical cancer can lead to an understanding for the individual so that it moves his behavior to prevention, namely early detection through visual inspection of acetic acid (IVA). The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and the behavior of early detection of IVA in women of childbearing age. The research design used is the descriptive correlation with a cross-sectional approach. Respondents in the study amounted to 146 who were determined using the purposive sampling technique. The results of this study are the majority of women of childbearing age (25-49 years) have a sufficient level of knowledge of 91 (62.3%) and do not carry out early detection of IVA examination 114 (78.1%), and the results of the chi-square analysis show that there is a significant relationship. significant with a low correlation between knowledge level and behavior of IVA early detection examination in women of childbearing age in a positive direction (r=0.308; p=0.000). This research can be continued by adding demographic data of respondents, such as education level and age of respondents. KEYWORDS: Behavior Early Detection Of Acetic Acid Visual Inspection, Cervical Cancer, Knowledge Pengetahuan yang baik mengenai kanker serviks dapat menimbulkan pemahaman bagi individu tersebut sehingga menggerakan perilakunya untuk melakukan pencegahan, yaitu deteksi dini melalui pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan deteksi dini IVA pada wanita usia subur. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian berjumlah 146 yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah mayoritas wanita usia subur (25-49 tahun) memiliki tingkat pengetahuan cukup 91 (62,3 %) dan tidak melakukan deteksi dini pemeriksaan IVA 114 (78,1%), serta dari hasil analisis chisquare menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi rendah antara tingkat pengetahuan dan perilaku pemeriksaan deteksi dini Iva pada wanita usia subur dengan arah yang positif (r=0,308; p=0,000). Penelitian ini dapat diteruskan dengan menambahkan data demografi responden, seperti tingkat pendidikan dan juga usia responden. KATA KUNCI: Kanker serviks, Pengetahuan, Perilaku Deteksi Dini Inspeksi Visual Asam Asetat
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA MASYARAKAT DESA LILANG MINAHASA UTARA Denny Maurits Ruku; Frendy Fernando Pitoy; Monica Valery Paral
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.826

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that is suffered by many people. One of the prevention of DM incidence is early detection of the risk of Type 2 DM by using The Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). This study aims to determine the components of DM risk factors and their relationship to risk of Type 2 DM incidence in Lilang Village community, North Minahasa. The research method used was a descriptive correlation with a consecutive sampling technique which was conducted on April 26, 2022 with a total of 61 participants. The results showed that most of the participants, which is 31 people (50.8%) were in the category of slightly increased risk level. Furthermore, the data showed that there was a relationship between gender (p=0.020), age (p=0.034), body mass index (p=0.000) and abdominal circumference (p=0.000) with the risk of Type 2 DM incidence in Lilang village community, North Minahasa. On the other hand, there is no significant relationship for education level factor (p=0.111). The conclusion: gender, age, body mass index, and abdominal circumference have a significant relationship with the risk of type 2 DM incidence in Lilang Village community, North Minahasa. It is recommended for the community in Lilang village to pay more attention for the health by changing a healthier lifestyle, in term of DM type 2 prevention. KEYWORDS: Community, Risk Factors, Type 2 Diabetes Mellitus Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang banyak diderita oleh masyarakat. Salah satu upaya untuk melakukan pencegahan kejadian DM adalah dengan deteksi dini risiko terjadi DM Tipe 2 menggunakan The Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komponen faktor risiko DM dan keterhubunganya dengan faktor resiko kejadian DM Tipe 2 pada masyarakat Desa Lilang, Minahasa Utara. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation analysis dengan menggunakan non-probability teknik sampling yaitu consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 26 April 2022 dengan jumlah responden sebanyak 61 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat berada pada tingkat risiko sedikit meningkat yaitu sebanyak 31 orang (50.8%). Lebih lanjut data menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0.020), umur (p=0.034), indeks masa tubuh (p=0.000) dan lingkar perut (p=0.000) dengan risiko terjadinya DM Tipe 2 pada masyarakat desa Lilang, Minahasa Utara. Disisi lain tidak terdapat hubungan yang signifikan pada faktor resiko tingkat pendidikan (p=0.111). Kesimpulan jenis kelamin, umur, indeks masa tubuh, dan lingkar perut memiliki hubungan yang signifikan dengan resiko terjadinya DM Tipe 2 pada masyarakat Desa Lilang, Minahasa Utara. Rekomendasi bagi masyarakat di desa Lilang untuk lebih memperhatikan kesehatan dengan mengubah gaya hidup lebih sehat, sehingga dapat terhindar dari penyakit Tipe 2. KATA KUNCI: Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor risiko, Masyarakat
FREKUENSI NAPAS DAN EWS PADA PASIEN DI DEPARTEMEN GAWAT DARURAT Elisa Anderson; Andreas Rantepadang
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.834

Abstract

The existence of an emergency department to treat patients whose life is threatened and the patient's respiratory condition is one of the main referrals. Early Warning System (EWS) is a parameter that can be used to assess the deterioration of the patient's physiological condition, but not all health services in the emergency department use it, especially in remote areas. The purpose of this study was to analyze the relationship between respiratory rate and EWS. The research method was a quantitative method with an analytical observational design. The sampling technique was convenience sampling, with a sample of 322 respondents. The test used in this study was the Spearman's rho correlation statistical test with results (p = .000; r = 0.671), so it can be concluded that there is a significant relationship between respiratory rate and EWS in patients treated in the emergency department. The results of this study are expected to be a guide for health workers in the emergency department in determining the deterioration of the patient's physiological condition through the EWS assessment method. KEYWORDS: Early Warning System, Emergency Patient, Respiratory Rate Keberadaan departemen gawat darurat untuk menangani pasien yang terancam jiwanya dan kondisi pernapasan pasien menjadi salah satu rujukan utamanya. Early Warning System (EWS) adalah parameter yang dapat digunakan untuk menilai perburukan kondisi fisiologis pasien, namun tidak semua layanan kesehatan di departeman gawat darurat menggunakannya, apalagi di daerah terpencil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara frekuensi napas dan EWS. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan desain observasional analitik. Teknik pengambilan sampelnya adalah convenience sampling, dengan jumlah sampel 322 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Spearman’s rho correlation dengan hasil (p = ,000; r = 0,671), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi napas dan EWS pada pasien yang dirawat di departemen gawat darurat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi tenaga kesehatan di departemen gawat darurat dalam menentukan perburukan kondisi fisiologis pasien melalui metode penilaian EWS. KATA KUNCI: Early Warning System, Frekuensi Napas, Pasien Gawat Darurat
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS PARONGPONG Metlin Putri Nitbani; Ernawaty Siagian
Klabat Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2022): Nurses: Ready to Lead
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i2.827

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is still a public health problem in Indonesia. Prevention and eradication of dengue hemorrhagic fever (DHF) must be the responsibility of all communities. Behavior that includes knowledge, attitudes and practices about prevention is a factor that affects the increase in cases of dengue fever. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge, attitudes and practices of the community in an effort to prevent dengue fever in the Parongpong Public Health Center area. This study used the descriptive correlation method and was conducted in July 2022 at the Parongpong Health Center. The sample of this study amounted to 100 respondents using simple random sampling technique. The statistical test used was the Spearman Rho test. The results showed that there was no significant relationship between knowledge and attitude (sig value 0.435 with p <0.05), there was no significant relationship between knowledge and practice (sig value 0.651 with p<0.05), and there is no significant relationship between attitude and practice (sig value is 0.736 with p<0.05), the results of this study are expected to be input and evaluation for health agencies in order to monitor preventive practices dengue fever in the community which is useful for reducing the incidence of dengue fever. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Prevention, Knowledge, Attitude, Practice Demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD) harus menjadi tanggung jawab semua komunitas. Perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap dan praktik tentang pencegahan merupakan faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus demam berdarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat dalam upaya pencegahan demam berdarah di wilayah puskesmas Parongpong. Penelitian ini menggunkan metode descriptive correlation dan dilakukan pada bulan bulan Juli 2022 di Puskesmas Parongpong. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden menggunakan teknik simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan (nilai sig yaitu 0,435 dengan p<0,05), Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan praktik (nilai sig yaitu 0,651 dengan p<0,05), dan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan praktik (nilai sig yaitu 0,736 dengan p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan dan evaluasi bagi instansi kesehatan agar dapat melakukan pengawasan terhadap praktik pencegahan demam berdarah di masyarakat yang berguna untuk menurunkan angka kejadian demam berdarah. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Pencegahan, Pengetahuan, Praktik, Sikap

Page 7 of 17 | Total Record : 165