cover
Contact Name
Novita Eka Muliawati
Contact Email
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282232308788
Journal Mail Official
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 7 Plosokandang, Tulungagung, Jawa Timur, Kode Pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24607800     EISSN : 25803263     DOI : 29100
Core Subject : Education,
JP2M is stands for Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. JP2M is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Mathematics Education Department of STKIP PGRI Tulungagung. JP2M disseminates new research results in all areas of mathematics, mathematics education and their applications in learning by researchers, academicians, professional, practitioners and students from all over the world. Start from this year (September 2015), this journal will be published two times a year, in March and September.
Articles 495 Documents
ANALISIS PERAN GROWTH MINDSET TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nesya Puspita; Yayan Eryk Setiawan
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8286

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji hubungan growth mindset terhadap keterampilan berpikir analitis siswa dalam proses belajar matematika.. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan subjek 30 siswa kelas XI MAN 2 Kerinci. Instrumen penelitian berupa angket growth mindset dan tes kemampuan berpikir analitis berdasarkan indikator differentiating, organizing, dan attributing. Hasil menunjukkan bahwa 90% siswa memiliki growth mindset dalam kategori tinggi, namun hanya 40% yang menunjukkan kemampuan berpikir analitis sangat baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,063 dengan p-value 0,74, menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara growth mindset dan kemampuan berpikir analitis. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun growth mindset penting untuk membangun motivasi dan ketahanan belajar, namun peningkatan kemampuan berpikir analitis tetap memerlukan intervensi pembelajaran yang tepat, seperti pendekatan kontekstual dan berbasis masalah
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DALAM ALJABAR: STUDI KASUS BERDASARKAN LEVEL KEMAMPUAN Niken Nurul Aini; Ramlah Ramlah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi aljabar berdasarkan level kemampuan. Penelitian dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 42 siswa kelas VII yang mengikuti tes pemecahan masalah, kemudian dipilih tiga siswa sebagai subjek wawancara dengan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes dua soal uraian dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah menurut Polya: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali. Untuk memastikan keabsahan data digunakan triangulasi metode, instrumen, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah dengan baik, menyusun model aljabar yang tepat, serta melakukan refleksi terhadap solusi. Siswa dengan kemampuan sedang dapat memahami inti masalah dan menyusun penyelesaian dasar, namun masih kurang mendalam dalam merancang strategi dan mengevaluasi hasil. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan pada hampir semua tahapan, terutama dalam memahami informasi penting dan menyusun strategi yang sistematis. Temuan ini menunjukkan adanya variasi kemampuan yang signifikan antar siswa, serta pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, representasi aljabar, dan kesadaran metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Injelia Rahmawati; Nining Setyaningsih
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v11i2.7654

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan kemampuan literasi matematis siswa dalam memecahkan soal AKM yang berfokus pada materi statistika berdasarkan perspektif gaya kognitif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih 2 siswa kelas VIII G SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar yang memiliki gaya kognitif field dependent dan field independent. Instrumen penelitiannya yaitu tes GEFT dan tes AKM pada materi statistika sedangkan tes, dokumentasi, dan wawancara menjadi teknik pengumpulan data penelitian ini. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwasannya siswa field independent lebih unggul kemampuan literasi matematisnya dibandingkan siswa field dependent. Siswa field dependent hanya menguasai tiga indikator saja, sedangkan siswa field independent memenuhi seluruh indikator
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X SMA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL Farida Achir; Majid Majid; Kartin Usman
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.9127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based – Learning (PBL) dengan materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) di kelas X di SMA Negeri 6 Gorontalo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Pembelajaran PBL, kegiatan guru meningkat dari 72% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II, keaktifan guru dari 60% pada siklus I menjadi 92%, dan kegiatan siswa meningkat dari 56% pada siklus I menjadi 97% pada siklus II, serta keaktifan siswa meningkat dari 61% menjadi 89%. Selain itu, nilai ketuntasan meningkat  dari 43% pada siklus I menjadi 91% pada siklus II, siswa yang mencapai skor penguasaan lebih terlibat. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan Pembelajaran PBL dalam pendidikan berhasil memotivasi siswa untuk terlibat dalam partisipasi aktif di kelas, yang meningkatkan hasil belajar matematika mereka. sebagai strategi alternatif yang dapat mendorong pembelajaran aktif, pendekatan Pembelajaran PBL sering digunakan. 
PENGARUH REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTUAN AUGMENTED REALITY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Slamet Tri Widodo; Zainnur Wijayanto; Pardimin Pardimin
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v11i2.8160

Abstract

Studi ini bermaksud untuk mengkaji efektivitas model Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan Augmented Reality (AR) terhadap siswa sekolah dasar pada kemampuan pemecahan masalah matematis. Pendekatan yang diguanakan berupa kuasi-eksperimen yang disusun dengan desain nonequivalent control group. Subjek terdiri dari dua kelas V yang dipilih secara acak, masing-masing 28 siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dengan format uraian, yang telah divalidasi dan menunjukkan reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan melalui uji-t independent dan N-Gain. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p 0,05), dengan rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan. Sedangkan, nilai rerata N-Gain berada pada kategori efektif. Temuan ini memperlihatkan bahwa penerapan model RME berbantuan AR mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara signifikan. Visualisasi interaktif yang dihadirkan AR turut memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang abstrak serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran matematika berbasis teknologi di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL AJAR ALJABAR SMP BERDASARKAN PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 Saul Permanda; Mohammad Rif’at; Ahmad Yani T.; Hamdani Hamdani; Firmina Eka
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.9338

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan di era Revolusi Industri 5.0 menuntut modul ajar yang inovatif, adaptif, dan mampu mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Modul ajar matematika materi aljabar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat ini masih bersifat konvensional, kurang interaktif, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembelajaran modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual modul ajar serta menganalisis kesenjangan antara modul yang ada dengan tuntutan pembelajaran di era Revolusi Industri 5.0. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kebutuhan. Subjek penelitian meliputi guru Matematika, modul ajar materi aljabar, dan dokumen pendukung kurikulum. Instrumen yang digunakan meliputi lembar analisis modul ajar dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif melalui reduksi, penyajian naratif, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang ada masih kurang interaktif, kurang adaptif terhadap gaya belajar siswa, dan belum sepenuhnya mendukung keterampilan abad ke-21. Terdapat kesenjangan signifikan antara modul saat ini dengan tuntutan pembelajaran modern, sehingga diperlukan pengembangan modul ajar yang lebih inovatif, adaptif, dan mendukung pembelajaran kolaboratif serta problem-based learning. 
ANALISIS PENGARUH MATHEMATICAL RESILIENCE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI KOMBINASI PEMBELAJARAN SSCS-TGT DENGAN PENDEKATAN REALISTIK Madda Salimatul Hikmah; Yohanes Leonardus Sukestiyarno; Ardhi Prabowo
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8526

Abstract

Tujuan penelitian ini sebagai berikut (1) Menguji kualitas kombinasi pembelajaran SSCS-TGT dengan pendekatan realistik terhadap Kemampuan Penalaran Matematis (KPM); (2) Menguji pengaruh Mathematical Resilience (MR) terhadap KPM; dan (3) Mendeskripsikan KPM ditinjau dari MR. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain explanatory sequential, dilaksanakan di SMPN 1 Petarukan tahun ajaran 2024/2025. Sampel kuantitatif menggunakan kelas VIII D (eksperimen) dan VIII F (kontrol), sedangkan subjek kualitatif dipilih berdasarkan tingkat MR di kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kombinasi pembelajaran SSCS-TGT dengan pendekatan realistik berkualitas terhadap KPM, dibuktikan melalui tiga domain utama Charlotte Danielson’s Framework: (a) perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian valid (88,74%); (b) keterlaksanaan pembelajaran sangat baik (87,2%) dengan respon siswa positif (77,2%); (c) evaluasi pembelajaran menunjukkan efektivitas TKPM (Tes Kemampuan Penalaran Matematis) dengan hasil rata-rata TKPM mencapai BLA: 68, proporsi kelas eksperimen memenuhi batas ketuntasan melebihi 75%; rata-rata TKPM kelas eksperimen (74,69) lebih dari kelas kontrol (63,31); dan proporsi ketuntasan kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol; (2) Terdapat pengaruh signifikan antara MR terhadap KPM, namun kekuatannya rendah (29,6%) (3) Deskripsi KPM ditinjau dari MR siswa, menunjukkan bahwa: (a) siswa dengan MR tinggi umumnya memenuhi seluruh indikator KPM, yaitu sense making, conjecturing and convicing, reflecting, dan generalizing; (b) siswa dengan MR sedang, memenuhi satu indikator secara sempurna (sense making), dua indikator terpenuhi sebagian (conjecturing and convicing dan reflecting), satu indikator yang tidak terpenuhi (generalizing); dan (c) siswa dengan MR rendah hanya memenuhi dua indikator KPM secara parsial (sense making dan conjecturing and convicing), dua indikator yang tidak terpenuhi (reflecting dan generalizing).
PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA MAPEL MATEMATIKA KELAS II Wisnu Gilang Saputra; Randi Eka Putra; Sundahry Sundahry
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Smart box dalam meningkatkan kemampuan berhitung perkalian dan pembagian siswa kelas II. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa kelas II SDN 095/VIII Karang Dadi untuk uji coba terbatas, dan 18 siswa kelas II SDN 106/VIII Pulung Rejo untuk uji coba luas. Analisis data dilakukan melalui uji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dengan pendekatan skala Likert. Hasil analisis data penelitian ini adalah (1) kevalidan media memperoleh skor sebesar 94% serta kevalidan materi sebesar 95% dengan kriteria sangat valid, (2) kepraktisan memperoleh skor respon dari guru 94% dan respon siswa 96% pada skala terbatas dengan kriteria sangat praktis. Sedangkan pada skala luas memperoleh skor respon dari guru sebesar 97% dan respon siswa 93% dengan kriteria sangat praktis. (3) keefektifan memperoleh skor ketuntasan klasikan sebesar 100% pada uji terbatas dan skala luas memperoleh skor 100% dengan kriteria sangat efektif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Smart box yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis dan sangat efektif, sehingga layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian dan pembagian pada mata pelajaran matematika siswa kelas II.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Tri Ratna Sari; Neni Mariana; Tatag Yuli Eko Siswono
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v11i2.7613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media pembelajaran Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar matematika di sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah, jurnal, dan penelitian terdahulu yang membahas implementasi AR dalam pembelajaran matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AR dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, terutama dalam materi yang bersifat abstrak seperti geometri dan bangun ruang. Selain itu, AR juga terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, serta keterjangkauan teknologi di lingkungan sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, guru, dan pengembang teknologi, agar AR dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal dalam pembelajaran matematika. Dengan strategi yang tepat, AR berpotensi menjadi inovasi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP DI SUMENEP Yanur Rahmawati; Andi Kristanto; Andi Mariono
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.9401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis efektivitas pembelajaran kelas rangkap berbasis media audiovisual terhadap kemampuan analisis matematis dan kemandirian belajar siswa SMP di Sumenep. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan planning, conducting, dan reporting. Artikel dikumpulkan dari database Google Scholar, DOAJ, dan Garuda dengan rentang publikasi 2018–2025. Dari 60 artikel yang ditemukan, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi berdasarkan kesesuaian topik, tingkat pendidikan, dan kualitas metodologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap berbasis media audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis matematis melalui penyajian visual yang mempermudah pemahaman konsep abstrak. Selain itu, media ini juga mampu menumbuhkan kemandirian belajar dengan mendorong siswa untuk aktif, reflektif, dan termotivasi secara intrinsik. Dengan demikian, pembelajaran kelas rangkap berbasis media audiovisual dapat dijadikan strategi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat SMP, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya pendidikan seperti Sumenep.