cover
Contact Name
Achmad Jaelani
Contact Email
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Phone
+6281315933440
Journal Mail Official
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN
ISSN : 14121468     EISSN : 23553545     DOI : https://dx.doi.org/10.31602/zmip.v45i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini Fokus pada Hasil Penelitian yang Orisinil dan Ruang Lingkup jurnal pada Bidang : 1. Agronomy 2. Agrotechnology 3. Agribisnis 4. Animal Production 5. Animal Feed and Nutrition 6. Social and Economic agriculture 7. Forestry 8.Fisheries and Marine Technology 8. Food Technogy and Industry 9. Food Science
Articles 709 Documents
OPTIMASI PERTUMBUHAN EKSPLAN BUAH NAGA (Hylocereus sp.) SECARA IN VITRO DENGAN SUPLEMEN GANDASIL D Sintia Sari; Primadiyanti Arsela; Ardaniah Ardaniah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20382

Abstract

Buah naga termasuk tanaman kaktus dan memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan sehingga permintaan pasar buah naga semakin meningkat. Sehingga produksi buah naga perlu ditingkatkan, dalam kondisi lahan yang terbatas dan perbanyakan yang membutuhkan waktu yang lama menjadikan kendala dalam perbanyakan buah naga. Penggunaan metode perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar pada buah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penggunaan media MS, suplemen Gandasil D dan interaksi keduanya dalam memaksimalkan pertumbuhan eksplan buah naga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di laboratorium kultur jaringan Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Terdapat 12 kombinasi dan 48 botol sampel, setiap botol berisi 5 biji buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS 1/6 + Gandasil D 1 g.L-1 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tunas dan jumlah akar. Kata Kunci : In Vitro, Media MS, Gandasil D, Buah Naga
PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PENERAPAN KALENDER TANAM DI DESA RASAU JAYA 2 KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Donna Youlla; Sri Widarti; Ellyta Ellyta
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20609

Abstract

Kalender tanam merupakan alat penting bagi petani untuk menentukan waktu tanam optimal berdasarkan kondisi iklim dan cuaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani padi terhadap penerapan kalender tanam di Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 30 petani padi melalui kuesioner terstruktur yang mengukur aspek kognitif, afektif, dan konatif persepsi. Hasil menunjukkan bahwa secara kognitif, 73,34% petani memahami fungsi kalender tanam. Secara afektif, petani menunjukkan keraguan terhadap kesesuaian iklim lokal (83,34% ragu-ragu) dan potensi peningkatan produksi (96,67% ragu-ragu). Secara konatif, 93,34% petani bersedia merekomendasikan kalender tanam kepada petani lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun petani memiliki pengetahuan memadai, keyakinan terhadap manfaat praktis masih rendah, sehingga diperlukan adaptasi spesifik lokasi dan pendampingan penyuluhan berkelanjutan.
EFEKTIVITAS KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP VIABILITAS BENIH TERONG (Solanum melongena L.) KADALUARSA Jumayrah Jumayrah; Ardaniah Ardaniah; Primadiyanti Arsela
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20651

Abstract

Eggplant seeds that have deteriorated can still be utilized as planting material through invigoration treatment to improve viability and vigor. This study aimed to determine the effectiveness of invigoration materials and soaking duration on the viability of expired eggplant seeds (Solanum melongena L.). The research employed a Randomized Block Design (RBD) with two factors: invigoration materials consisting of air conditioning water (k1), 25% coconut water (k2), and 50% coconut water (k3); and soaking duration of 2 hours (l1), 4 hours (l2), and 6 hours (l3). Results showed that invigoration materials had a highly significant effect on the number of germinated seeds, germination time, sprout length, germination percentage, germination rate, and germination speed, while soaking duration significantly affected sprout length. The interaction between the two factors had no significant effect. The best treatment was 25% coconut water with 4 hours soaking, effectively invigorating expired eggplant seeds for use as planting material.  
PENGARUH MULSA DAN PESTISIDA NABATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) SERTA INTENSITAS SERANGAN KUTU DAUN (Aphis sp.) Karno Karno; Mohamad Fadli; Muhammad Faisal Aditya
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20658

Abstract

ABSTRACK This research aimed to determine the effect of the type of mulch and type of botanical pesticide and their intensity on the growth and yield of cayenne pepper as well as the intensity of aphid attacks. This research used a Split Plot Design (RPT) with the basic pattern of a Randomized Completely Block Design (RCBD). The average number of fruits per plant reaches 62,69 fruit with a fruit weight per plot of 913,67 grams and fruit weight per hectare of 2,28 t/ha. Treatment of garlic plant pesticides (p1) with a dose of 75 ml of garlic solution and 25 ml of water showed the highest effectiveness in suppressed the intensity of aphid attacks compared to lemongrass plant pesticides (p2), betel leaf pesticides (p3) and no pesticides (p0). Mulch treatment has a significant effect on crop yields, while botanical pesticides are more effective in suppressed pest attacks. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan jenis pestisida nabati serta intensitasnya terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit serta intensitas serangan kutu daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah buah per tanaman mencapai 62,69 buah dengan bobot buah per petak sebesar 913,67 gram dan bobot buah per hektar sebesar 2,28 t/ha. Perlakuan pestisida nabati bawang putih (p1) dengan dosis 75 ml larutan bawang putih dan 25 ml air menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menekan intensitas serangan kutu daun dibandingkan dengan pestisida nabati batang serai (p2), pestisida daun sirih (p3) dan tanpa pestisida (p0). Perlakuan mulsa memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil panen, sementara pestisida nabati lebih berpengaruh dalam menekan serangan hama.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK HAYATI TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK (EC) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG GELATIK Lya Himmatul Ilmi; Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Yushardi Yushardi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20674

Abstract

Terong gelatik (Solanum melongena L./merupakan salah satu sayuran yang paling digemari di Indonesia, karena memiliki rasa yang manis, tekstur yang renyah, dan kandungan gizi yang tinggi. Namun, produktivitasnya mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2022, yaitu sebesar 23,9%dibandingkan tahun sebelumnya, yang diduga disebabkan oleh menurunnya ketersediaan hara. Upaya potensial yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah peningkatan kesuburan tanah melalui aplikasi biochar tempurung kelapa dan biofertilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aplikasi gabungan biochar tempurung kelapa dan biofertilizer terhadap konduktivitas listrik (EC) dan pertumbuhan terung gelatik, Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan 10 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC mengalami penurunan setiap minggu pengamatan. Nilai EC tertinggi tercatat pada minggu ke-0 pada perlakuan P1 dengan nilai 1,81 mS/cm,yang menunjukkan ketersediaan hara optimal bag pertumbuhan tanaman. Namun, pada minggu ke-3dan ke-6, nilai EC mengalami penurunan yang signifikan pada semua perlakuan, yang menunjukkan adanya penurunan ketersediaan hara. Dalam hal pertumbuhan tanaman, nilai keseluruhan tertinggi tercatat pada perlakuan P7.
INTEGRASI PENGGUNAAN COAL FLY ASH, BIOCHAR DAN SENSOR NPK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG PADA TANAH PASCA GALIAN-C Retno Wilujeng; I Made Indra Agastya; Muhammad Bayu Widura
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20739

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi coal fly ash (CFA), biochar, dan pupuk organik terhadap sifat kimia tanah pasca Galian-C serta pertumbuhan vegetatif jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Junrejo, Kecamatan Beji, Kota Batu, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi sensor tanah dan pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, luas daun) pada 2, 4, 6, dan 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi CFA, biochar, dan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun (4 dan 6 MST), serta diameter batang (2–6 MST), namun tidak signifikan terhadap sifat kimia tanah dan jumlah daun. Perlakuan CKK (Coal Fly Ash 20 t/ha+pupuk kotoran kambing 5%) meningkatkan ketersediaan N, P, dan K, sedangkan BPK (Biochar Sabut Kelapa 20 t/ha + pupuk kompos 5%) memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik dibanding kontrol.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK CHOCO BANANA CHIP PADA PT. GANIYA BOGATAMA DI KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Rizma Amelia; Arista Damayanti; Astik Drianti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20892

Abstract

Industri makanan ringan berbasis buah terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang inovatif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan produk Choco Banana Chip di PT. Ganiya Bogatama, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produk serta menyusun strategi yang dapat meningkatkan daya saing di pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang melibatkan manajemen perusahaan dan pemangku kepentingan. Analisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama PT. Ganiya Bogatama adalah sertifikasi Halal dan PIRT yang meningkatkan kepercayaan konsumen, sedangkan kelemahan utamanya adalah jumlah produksi yang tidak stabil. Peluang terbesar terletak pada pemanfaatan kanal penjualan online, sementara ancaman utamanya adalah persaingan ketat dari produk sejenis. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM, strategi yang menjadi prioritas adalah pengembangan produk, diikuti dengan kegiatan promosi melalui acara resmi dan sponsorship, serta optimalisasi penjualan online. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pengembangan produk yang efektif harus berfokus pada inovasi varian rasa baru, pembuatan kemasan yang lebih terjangkau, serta peningkatan upaya pemasaran digital untuk memperkuat daya saing di industri makanan ringan.
ANALISIS RISIKO USAHATANI PADI SAWAH BERDASARKAN LUAS LAHAN DI DESA JONGGON KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Aini Aini; Arista Damayanti; Bahari Joko Susilo
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20948

Abstract

Usahatani merupakan usaha yang bergtung pada alam yang menyebabkan usahatani selalu berhadapan dengan ketidakpastian yang menimbulkan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi petani dalam menjalankan usahatani padi sawah di Desa Jonggon di Kabupaten Kutai Kartanegara. Risiko dalam usahatani mencerminkan ketidakpastian terhadap hasil yang telah diterima petani, yang dapat berdampak langsung pada keberlanjutan dan kesejahteraan mereka. Risiko yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode statistik deskriptif, yang meliputi perhitungan varians, standar deviasi, Coefisien variasi (CV) pada setiap aspek risiko. Data primer telah dikumpulkan melalui survei terhadap 58 responden petani padi sawah yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dimana responden dibagi berdasarkan luas lahan yaitu lahan sempit, lahan sedang dan lahan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien variasi produksi dan nilai koefisien harga untuk semua kategori luas lahan berada pada kategori risiko rendah. Adapun risiko pendapatan menunjukkan nilai koefisien variasi sebesar 0,93 pada kategori lahan luas hal ini diduga karena pengelolaan lahan luas lebih kompleks dibandingkan lahan sempit dan sedang sehingga risiko yang dihadapi juga semakin besar terkait efisiensi dan efektifitas input produksi. Berdasarkan nilai CV pada analisis risiko pendapatan dapat disimpulkan bahwa semua petani pada semua kategori luas lahan memiliki sikap menghindari risiko (risk aventer). Dengan mengetahui nilai-nilai risiko ini, petani diharapkan mampu merencanakan usaha taninya secara lebih bijak dan berkelanjutan.Kata Kunci : Usahatani, Risiko Produksi, Risiko Harga, Risiko Pendapatan, Padi Sawah
PENGARUH AGEN HAYATI TERHADAP POPULASI, INTENSITAS SERANGAN Plutella xylostella DAN HASIL TANAMAN BUNGA KOL Miftahul Choir; Dadi Nurdiana; Resti Fajarfika; Hilmi Hardimansyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20952

Abstract

Hama ulat daun Plutella xylostella dikenal sebagai salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang paling merugikan pada budidaya kembang kol. Serangan hama ini mampu menimbulkan kerusakan hingga 100%, apabila tidak dilakukan intervensi pengendalian secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi tiga agen hayati, yaitu B. thuringiensis, M. anisopliae, B. bassiana terhadap populasi dan intensitas serangan hama ulat daun Plutella xylostella, serta bobot hasil tanaman bunga kol per tanaman maupun per plot. Penelitian ini dilaksanakan di areal kebun pertanaman milik Badan Penyuluh Pertanian (BPP) di Desa Margawati, Kabupaten Garut pada bulan Januari-Maret 2025. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 9 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang signifikan pada jumlah larva Plutella xylostella antar perlakuan. Pada kontrol, populasi larva tercatat paling tinggi dengan rata-rata 10,1 ekor. Sebaliknya, perlakuan menggunakan agen hayati berhasil menurunkan populasi hingga di bawah 3 ekor. Dari ketiga agen hayati yang diuji, B. thuringiensis menunjukkan efektivitas paling besar dengan rata-rata hanya 0,33 ekor Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi B. thuringiensis dan M. anisopliae efektif mengurangi populasi serta tingkat serangan ulat tritip Plutella xylostella pada bunga kol (Brassica oleracea var. brotrytis L.). Kedua agen hayati tersebut mampu menurunkan populasi larva secara signifikan, sehingga menurunkan tingkat kerusakan daun.
KONTRIBUSI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA TANAMAN CABAI RAWIT DI DESA MOLAS KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Wandri Ismail; Wawan K Tolinggi; Irwan Bempah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21215

Abstract

Penyuluhan pertanian memegang peran penting dalam membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam budidaya tanaman, termasuk dalam pengendalian hama secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai rawit di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory yang dilakukan terhadap 20 informan petani cabai rawit. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan transkripsi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penyuluhan masih belum optimal. Sebanyak 100% informan menyatakan bahwa kunjungan penyuluh hanya dilakukan 1–3 kali dalam sebula dan seminggu sekali, seluruh informan (100%) menyebutkan bahwa materi penyuluhan bersifat teori tanpa pelatihan lapangan maupun pendampingan teknis. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman petani terhadap penerapan PHT. Seluruh informan menyatakan bahwa media penyuluhan hanya menggunakan slide presentasi tanpa adanya demplot atau simulasi praktik. Akibatnya, 75% petani mengalami kesulitan dalam menerapkan teknik yang diajarkan, dan 70% informan menyatakan kurang memahami teknik PHT karena tidak mendapatkan pengalaman langsung. Selain itu, petani juga menghadapi kendala dalam implementasi PHT, seperti serangan hama yang tetap terjadi (25%), hasil panen yang tidak sesuai harapan (60%), dan metode yang dianggap kurang efektif karena hanya disampaikan secara teori (50%). Melalui proses axial coding, ditemukan tiga kategori utama yang menggambarkan kontribusi penyuluhan (1) Rendahnya kualitas pelaksanaan penyuluhan, (2) Keterbatasan media dan metode, serta (3) Kendala implementasi di lapangan. Berdasarkan hasil axial coding yang telah disusun, core category yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: "Kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu di Desa Molas masih belum optimal karena metode penyuluhan yang bersifat teoritis, keterbatasan media praktik, dan tidak adanya pendampingan lapangan, sehingga menghambat pemahaman dan implementasi teknik PHT oleh petani." Penelitian ini menekankan peningkatan kualitas penyuluhan melalui praktik lapangan, pelatihan langsung, dan penyediaan demplot untuk mendorong keberhasilan penerapan PHT.