cover
Contact Name
Rose Fitria Lutfiana
Contact Email
rose@umm.ac.id
Phone
+6285646622646
Journal Mail Official
rose@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021" : 10 Documents clear
Pengembangan Ensiklopedia Identitas Nasional Berbasis Kearifan Lokal Edwin Nurdiansyah; Emil El Faisal; Sulkipani Sulkipani
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.14612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ensiklopedia identitas nasional berbasis kearifan lokal pada perkuliahan PKn di Universitas Sriwijaya. Penelitian pengembangan yang digunakan ialah model ADDIE, model tersebut digunakan karena paling sesuai ketika menghasilkan produk dan menguji keefektifannya Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Pada tahap implementasi ensiklopedia mendapatkan tanggapan sebesar 90,3% dari angket ujicoba kepada dosen, dan memperoleh tanggapan sebesar 88% dari angket ujicoba kepada mahasiswa. Hal ini menunjukan bahwa ensiklopedia yang dihasilkan valid. Pada tes dapat terlihat rata-rata skor tes awal mahasiswa sebesar 7,4 sedangkan nilai rata-rata tes akhir sebesar 8,5. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 1,1 dan didapatkan N-Gain sebesar 0,4 dengan kategori sedang. Dengan demikian ensiklopedia yang dikembangkan memiliki dampak potensial dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada perkuliahan PKn.
Analisis Kebijakan Counter-Radikalisme Melalui Forum Kerukunan Umat Beragama Ray Adhari Jajuri; Rahmat Rahmat
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.16965

Abstract

Fenomena radikalisme menjadi isu yang sensitif dalam perbincangan akhir dekade ini, kebijakan yang difokuskan dalam area pencegahan di tingkat Kabupaten/Kota terintegrasi ke dalam program pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Peran sentral yang dimiliki FKUB yang meliputi pencegahan dan penanggulangan gerakan radikalisme, serta menganalisis gerakan yang yang dapat menimbulkan tindakan radikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran FKUB Kabupaten Tasikmalaya dalam mencegah gerakan radikalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Kemudian dengan metode ini, analisis tentang strategi counter-radikalisme yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya sebagai sebuah situasi atau kejadian. Hasil penelitian menunjukan; Bagaimana upaya strategis yang dilakukan FKUB Kab. Tasikmalaya dalam menangkal radikalisme di Kabupaten Tasikmalaya. Setelah dilakukan penelitian, di Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki kebijakan khusus mengenai penanggulangan radikalisme. Namun FKUB menjadi titik terang dalam pencegahan dan penanggulangan gerakan radikal. Strategi yang di jalankan oleh FKUB tentu menggunakan pendekatan dalam menyelesaikan permasalahan diantaranya Pendekatan lunak atau soft approach serta pendekatan keras atau hard approach, dengan berbagai program diantaranya saung rukun, ceramah kebangsaan dan deklarasi anti radikal.
Pendampingan Karakter Tanggung Jawab Siswa Melalui Metode Door-To-Door Di SD Negeri Danasri 04 Nusawungu Cilacap Eka Nafisha; Dikdik Baehaqi Arif
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17179

Abstract

Metode door-to-door dilakukan oleh guru agar bisa berinteraksi dan membimbing peserta didik belajar dari rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendampingan karakter tanggung jawab siswa melalui metode door-to-door agar dapat membiasakan kegiatan yang dapat membentuk karakter siswa dimana akhir pembelajaran bukanlah semata penguasaan materi pelajaran saja melainkan proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membagi kegiatan pelaksanaan pendampingan karakter tanggung jawab siswa melalui metode door-to-door di sekolah dasar melalui tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Melaui metode door-to-door dapat memberikan bimbingan berupa pengetahuan kepada peserta didik, dan tidak melupakan tujuan dari akhir pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran saja, akan tetapi peserta didik dapat bertanggung jawab dalam membentuk kepribadian peserta didik, pembentukan tatanan perilaku serta penanaman nilai-nilai yang baik kepada peserta didik. Adapun penilaian pendampingan karakter tanggung jawab siswa dengan metode door-to-door yaitu dari segi kognitif, sikap serta guru melakukan penilaian informal dengan melihat siswa mengikuti aktivitas pembelajaran door-to-door
Platform Instagram Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Peserta Didik Ismaya Indri Astuti
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17680

Abstract

Sejak diberlakukannya sekolah daring akibat Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan adanya perubahan dalam sistem pembelajaran, di tingkat dasar maupun menengah. Dengan diberlakukannya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentunya tidak terlepas dari internet, maka peran media sosial bisa digunakan sebagai alternatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pada proses pembelajaran PPKn, peserta didik harus terlibat dalam pengambilan keputusan, cerdas dan kritis dalam berpikir, serta bertindak secara independen. Untuk membentuk kepercayaan diri peserta didik dalam berpendapat, maka peserta didik dituntut untuk berani berbicara, bertanya, dan menyanggah ketika proses pembelajaran berlangsung. Meskipun terkendala tidak bisa belajar secara tatap muka langsung, maka dengan menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran menjadi alternatif Guru dalam mengajarkan bagaimana cara mengeluarkan pendapat yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menggali minat baca dan skill peserta didik dalam mengungkapkan serta mengekspresikan pendapat dengan penggunaan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode tersebut dipilih agar dapat memahami gejala fenomena sosial dengan cara memaparkan suatu peristiwa dengan penggambaran yang jelas, sehingga dapat menjelaskan bagaimana bentuk praktek kebebasan berpendapat melalui media sosial yang dilakukan oleh peserta didik.
Upaya KPU Kabupaten Sukabumi Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pada Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Irfan Ilmy; Mudiyati Rahmatunnisa; Hendra Hendra
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa upaya yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan partisipasi pemilih di masa pandemi covid – 19. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah KPU Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa KPU Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten di masa pandemi Covid-19, meliputi kampanye informasi dan kampanye iklan berdasarkan segmentasi kelompok sasaran dengan mengoptimalkan metode daring, simulasi Pilkada 2020, pendidikan politik pemilih, mobilisasi sosial dan pemanfaatan jejaring sosial, kegiatan sosialisasi dalam bentuk hiburan berupa kreasi seni melalui perlombaan seperti Sayembara Jingle dan Maskot Pemilihan, Lomba Tari komando dan juga Lomba pembuatan iklan ajakan datang ke TPS, serta penguatan kelembagaan lembaga penyelenggara melalui pembentukan Kelompok Kerja Sosialisasi dan Parmas/Penyuluhan/ Bimbingan Teknis pada Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi tahun 2020. Namun upaya tersebut masih belum optimal karena KPU Kabupaten Sukabumi menghadapi beberapa hambatan, yaitu adanya pendemi Covid-19, cuaca hujan dan bencana alam, kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, jumlah pemilih yang banyak, keterbatasan anggaran, dan kurangnya akses jangkauan internet serta media masa ke pelosok dalam rangka sosilaisasi. Lebih lanjut, KPU Kabupaten Sukabumi juga dinilai belum optimal dalam melakukan upaya peningkatan partisipasi pemilih karena belum mengupayakan rayuan berupa reward atau benefit yang dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk memilih.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Pendidikan HAM Dalam Mengembangkan Hak Komunitas Masyarakat Adat Terpencil Maslan Abdin; Mouren Wuarlela
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17706

Abstract

Mencerdaskan anak bangsa merupakan amanat konstitusional. Pemerintah berkewajiban memberikan pendidikan bagi seluruh warga negara yang berkeadilan  tanpa diskriminasi. Akan tetapi tidak semua warga Negara khasnya masyarakat Von Kecamatan Siwalalat kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku belum sepenuhnya menikmati bangku pendidikan formal. Pendidikan kewarganegaraan (citizenship education) sebagai gerakan sosio-kultural memberikan pendekatan dalam mengembangkan hak komunitas masyarakat Von sebagai masyarakat adat terpencil yang hidup terisolir di hutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan pendekatan dalam memenuhi hak pendidikan bagi komunitas masyarakat von sebagai komunitas adat terpencil. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Hasil penelitian memberikan kesimpulan sebagai berikut: (1) rata-rata anak usia sekolah pada masyarakat von tidak terpenuhi wajib belajar 9 tahun. (2) upaya nyata pemerintah dalam hal pendidikan belum terlihat. (3) masyarakat hidup terisolir dengan akses dan infrastruktur belum memadai memberikan hambatan tersendiri dalam memenuhi pendidikan anak. (4) pendidikan anak didapatkan dari keluarga dan masyarakat adapun relawan yang bergerak dalam bentuk pendidikan non formal.
Pola Pembentukan Karakter Disiplin Belajar PPKn Sebagai Civic Virtues Siswa Di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah Reni Rupita; Jagad Aditya Dewantara; Rohmad Widodo
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17726

Abstract

Ketika proses belajar mengajar berlangsung, guru Mata Pelajaran PPKn di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah mengeluh karena karakter disiplin belajar siswa yang masih kurang baik, seperti siswa tidak mencatat materi pelajaran, bahkan ada siswa yang tidur saat guru menjelaskan. Seharusnya dalam kegiatan belajar mengajar, siswa harus memiliki karakter disiplin belajar yang baik karena karakter disiplin merupakan kunci utama sebagai penentu berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitataif deskriptif yang menjelaskan bagaimana proses pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa kelas VII di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah Desa Pesaguan Kanan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara karena sistem pembelajaran yang dilakukan secara online, maka peneliti terkendala untuk melakukan teknik observasi. Jumlah informan yang diambil sebanyak sembilan orang yakni Kepala MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah, Guru PPKn, Waka Kesiswaan dan siswa kelas VII A dan siswa kelas VII B. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian yakni pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa kelas VII dilakukan oleh guru PPKn melalui tiga cara yakni dengan mengajarkan siswa agar masuk kelas tepat waktu, mengarahkan siswa agar membaca doa sebelum dan sesudah belajar serta menasehati siswa. Pembentukan karakter disiplin belajar yang dilakukan ternyata bisa membuat siswa lebih disiplin, lebih mudah untuk diarahkan serta lebih mudah untuk diatur.  Dalam pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa ini, peranan guru merupakan hal yang sangat penting karena guru tidak hanya bertugas mentransferkan ilmu pengetahuan, namun guru juga memiliki kewajiban dalam membentuk karakter siswa, membimbing siswa, mengarahkan siswa dan sebagainya.
The Twin Tolerations Dan Demokrasi Di Indonesia Dalam Membangun Masyarakat Madani Muhammad Irfan Hilmy; Aafiyatika Syalendri Alqadri; Briantama Afiq Ashari
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17896

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konsep twin tolerations untuk menengahi konflik horizontal (antar kelompok keagamaan) dan konflik vertikal (antara kelompok keagamaan dan negara) dalam kehidupan demokrasi di Indonesia serta usaha untuk mewujudkan masyarakat madani dengan menggunakan konsep twin tolerations. Masifnya konflik antar kelompok keagamaan dan kesenjangan yang terjadi antara kelompok keagamaan dan negara akan berdampak sangat buruk bagi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pembentukan masyarakat madani pun akan terhambat akibat dari beragam konflik yang terjadi saat ini. Maka artikel ini akan menjelaskan mengenai twin tolerations sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui penyelesaian konflik demokrasi di Indonesia dengan twin tolerations.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan konseptual untuk mengetahui konsep twin tolerations dan demokrasi di Indonesia serta pembentukan masyarakat madani.Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah twin tolerations menempatkan agama dan negara pada posisi yang seimbang serta diharuskan bertoleransi antar dua institusi besar tersebut dengan penerapan batasan tertentu yang tidak dapat dicampuri antar kedua institusi.Konsep ini sangat tepat digunakan di Indonesia mengingat sering kali terjadi intervensi dari negara terhadap kelompok keagamaan maupun sebaliknya sehingga mengganggu iklim demokrasi yang baik dan akan mewujudkan masyarakat madani di Indonesia.
Penanaman Nilai-Nilai Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Sebagai Implementasi Economic Civic Yoga Gandara; Zulkifli Zulkifli; Febri Saefullah
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17999

Abstract

Penanaman nilai nilai kewirausahaan di pesantren dalam memberdayakan warga negara ialah salah satu usaha penting untuk menguatkan kedudukan warga negara dalam pembangunan. Dalam pelakasanaan pembangunan, penguatan ialah riset yang relevan buat menguatkan kedudukan warga negara (civil society). Tujuan riset ini diantaranya: (1) nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan di pesantren, (2) model konseptual dan praksis penanaman nilai kewirausahaan sebagai implementasi economic civic, (3) faktor pendukung dan penghambat. Riset ini memakai riset kualitatif, pengumpulan informasi dilaksankan melalui wawancara, observasi, riset dokumentasi serta riset literatur. Subjek riset meliputi pembina, pengurus pesantren, serta santri. Hasil riset menunjukkan (1) nilai- nilai kewirausahaan pesantren merupakan memperlihatkan budi pekerti dalam bekerja, disiplin yang besar, serta siap untuk bekerja keras, (2) model konseptual penanaman nilai kewirausahaan di pesantren dengan pendidikan sistem akosa (alami, kemukakan, olah, dan aplikasikan). Efektifitas pembentukan wirausaha santri melalui pengelolaan inti pertanian, pelaksanaan pelatihan instan, pembentukan Pusat Inkubator Agribisnis (PIA), pelaksanaan kerjasama dan pembentukan kelompok kerja di bidang pertanian. Pesantren berfungsi selaku zona swasta dengan meningkatkan aktivitas perekonomian warga negara dekat Desa Alam Endah melewati koperasi Al- Ittifaq, sebaliknya selaku civil society sudah sanggup berhubungan secara sungguh-sungguh dengan bermacam-macam kegiatan semacam keagamaan, perekonomian, pendidikan, sosial, serta politik. (3) aspek internal untuk menguatkan economic civic sudah menciptakan produk yang bermacam- macam mulai dari penciptaan (sayur dan peternakan), pengepakan, serta pemasaran serta aspek ekstern keadaan alam Desa Alam Endah yang produktif, sudah menjalin kerjasama pemerintah dan swasta.
The Effectiveness Of Enculturation-Based Anti-Corruption Education In Shaping Students' Character Integrity Trisakti Handayani
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.18215

Abstract

This study aims to: (1) determine the effectiveness of the implementation of enculturation-based anti-corruption education conducted by SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA Negeri 2 Bantul, and SMA Negeri 1 Sleman in curricular and extracurricular ways; and (2) Measuring personal integrity in students as a form of young citizens with integrity in the Special Region of Yogyakarta. This study uses the unbalanced combination method (concurrent embed). There were 16 informants in this study, including the Deputy Principal for Student Affairs, Deputy Principal for Curriculum, PPKn Teachers, and students. The sample in this study were 375 students. The results of the study show that: (1) The implementation of anti-corruption education can be done through curricular and extracurricular activities. The implementation of curricular anti-corruption education is carried out through habituation in learning activities for Civics subjects. The implementation of extracurricular anti-corruption education in its implementation is carried out through extracurricular activities by familiarizing students to practice anti-corruption values ​​in each of their activities. Students in the Special Region of Yogyakarta have personal integrity that is classified as very good. Student integrity score/personal score ≥.1SBx. This shows that students in the Special Region of Yogyakarta are young citizens with integrity.

Page 1 of 1 | Total Record : 10