cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA DI KELAS BIPA Asteria, Prima Vidya
Paramasastra Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

This study aimed to describe the introduction of Indonesian Traditional Games in Unesa BIPA?s Class that includes planning, implementation, and evaluation. This study used descriptive qualitative method. This research was conducted in classes BIPA Unesa in the course Introduction to Indonesian Culture, February 17, 2016. The subjects were students who take the program BIPA Unesa Dharmasiswa class of 11 students . The stages of this study include the initial, core, end. In the early stage, researcher collecting information about situation in BIPA class at Unesa and creating syllabus and instruments. At the core stage, researcher doing learning and teaching process based on syllabus. At the last stage is evaluating of learning. Things that exist during the learning and teaching process that the students are very enthusiastic attention and focus on lecturer and model. Based on the task, students' ability is quite good with an average of 83. 
TANTANGAN MEMBACA SURABAYA 2015: MERETAS JALAN MEMBANGUN LABORATORIUM KOLABORATIF PEMBUDAYAAN LITERASI YANG EFEKTIF BAGI MASA ADOLESEN Irsyad, Chamim Rosyidi
Paramasastra Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Data  mutakhir  TIMSS  dan  PIRLS  2011  serta  PISA  2012  menginformasikan bahwa  tingkat  literasi bangsa  Indonesia pada urutan bawah di percaturan global. Riset  Taufiq  Ismail  tahun  1996  menyatirekan  bahwa  siswa  SMA  di  Indonesia ?rabun membaca dan pincang menulis?. Ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan kelompok-kelompok pegiat literasi di Indonesia telah membuktikan hasilnya yang beraneka. Namun,  jika  jejak  langkah  ini  tidak  ditantang  oleh  sistem  pembudayaan  literasi yang pasti dan visioner, teresekusi di jalur-jalur pendidikan ?informal, formal, dan nonformal?,  terukur,  termonitor  dan  terevaluasi,  serta  terkesinambungan, kapankah  peluang  akselerasi  gerakan  literasi membuahkan  generasi  emas  yang diidamkan?  Pencanangan  Surabaya  Kota  Literasi  telah  dilakukan  Walikota Surabaya  pada  2  Mei  2014.  Pada  2  s.d.  5  Maret  2015  program  Tantangan Membaca Surabaya 2015  telah dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  Dua  kebijakan  ini  meski  belum  menjadi  sistem  yang  menjamin kepastian  keberlangsungan  gerakan,  sebagai  embrio  lahirnya  Perda  dan  Perwali tentang  gerakan  literasi,  ia  telah  melempangkan  teretasnya  jalan  membangun laboratorium  kolaboratif  guna  pembudayaan  literasi  (LabKobuLi)  yang  efektif bagi  para  generasi  bangsa  usia  adolesen.  Dengan  LabKobuLi  inilah  gerakan pengeberaksaraan diberlangsungkan dengan semangat hari ini lebih baik daripada kemarin  dan  esok  lebih  baik  daripada  hari  ini.  Untuk  menyukseskan  gerakan pioner  ini,  pemeranan  dan  pemungsian  kepemimpinan  pembelajaran  sangat diperlukan.
TUTURAN TABU DALAM FILM JEPANG TENTANG REMAJA Hamidiyah, Husnul
Paramasastra Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji informasi mengenai tuturan yang dianggap tidak  sopan dan dapat membedakan bentuk, motif, fungsi, konteks emotif, dan strategi x-femisme pada penggunaan tuturan tabu dalam  situasi percakapan bahasa Jepang. Penelitian ini berlandaskan pada teori para ahli linguistik yaitu Allan dan Burridge (2006), Ullmann (2006), Searle (1975), Boeree (2006), Hughes (1991), Yonekawa (2008), dan Fargo (2009). Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dan metode analisis deskriptif  kualitatif. Sumber data adalah film Jepang bertema tentang remaja yaitu  Confessions  (2010) karya Tetsuya Nakashima, Detroit Metal City  (2008) karya Toshio Lee, dan sekuel  Crows Zero (2007 dan 2009) karya Takashi Miike.Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung tuturan tabu  yang ditemukan sebanyak 70 data. Hasil pengklasifikasian dan analisis data menunjukkan bahwa (1) bentuk tuturan tabu dengan sistem ekskresi yaitu 1 data, organ tubuh yaitu 3 data, aktivitas seksual yaitu 5 data, kelainan seksual yaitu 2 data, kematian yaitu 2 data, pembunuhan yaitu 7 data, penamaan/ pengalamatan yaitu 13 data, tempat/ objek sakral/ religi yaitu 7 data, penyakit yaitu 2 data, hewan yaitu 6 data, fisik tidak ideal yaitu 1 data, mental di bawah normal yaitu 14 data, dan kotoran yaitu 7 data; (2) motif tuturan tabu dengan motif taboo of fear, yaitu 7 data, motif taboo of delicacy yaitu 11 data, dan motif taboo of propriety yaitu 52 data; (3) fungsi tuturan tabu dengan fungsi asertif yaitu 16 data, fungsi direktif yaitu 7 data, fungsi komisif yaitu 1 data, fungsi ekspresif yaitu 46 data, dan fungsi deklaratif nol data; (4) konteks emotif tuturan tabu dengan konteks keterkejutan yaitu 3 data, konteks ketakutan yaitu 4 data, konteks kemarahan yaitu 39 data, konteks kesedihan yaitu 7 data, konteks keinginan yaitu 7 data, konteks kebahagiaan yaitu 7 data, dan konteks kebosanan yaitu 3 data; (5) strategi x-femisme tuturan tabu dengan tipe disfemisme yaitu 27 data, ortofemisme yaitu 40 data, dan eufemisme yaitu 3 data. Hasil analisis dapat disimpulkan secara umum bahwa penggunaan tuturan tabu senantiasa didasari dengan latar belakang kebahasaan seperti bentuk, motif, fungsi, konteks emotif, dan strategi x-femisme. Kemudian, penggunaan tuturan tabu juga mempengaruhi keberhasilan komunikasi yang diharapkan antara penutur dan petutur.
ANALISIS POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAARUL QURAN JAWA TENGAH Wijayanti, Atrianing Yessi; Puspitasari, Nimas
Paramasastra Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p

Abstract

Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur?an Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga tahfidz qur?an terbaik se-Indonesia. Pondok pesantren ini memiliki santri yang datang dari berbagai daerah antara lain pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Madura. Kesulitan dalam berkomunikasi karena latar belakang kebudayaan, suku dan bahasa yang berbeda menjadikan pondok pesantren tersebut sebagai daerah multietnis di dalamnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi antarbudaya Para Santri di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur?an Jawa Tengah beralamat di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Tahap-tahap dalam penelitian ini antara lain: (1) mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (2) pengumpulan data, dan (3) analisis dan penyajian data. Sumber data penelitian diambil dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan pola komunikasi antarbudaya para santri di Pondok Pesantren Tahfidz Darul Quran Jawa Tengah meliputi pola komunikasi simbolik dan langsung. Pola komunikasi simbolik terdiri atas pola komunikasi verbal berupa bahasa yang digunakan para santri di lingkungan pondok pesantren serta pola komunikasi nonverbal berupa perilaku maupun ekspresi saat berinteraksi dengan teman santri, hal itu terjadi secara langsung sehingga akan menimbulkan umpan balik (feedback) dari komunikator kepada komunikan. Faktor pendukung yang terdapat pada proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh para santri adanya ketertarikan saat berkomunikasi, kemampuan berkomunikasi, sikap saling percaya, sikap ramah dan sopan santun, kemampuan beradaptasi, kejelasan informasi, bahasa dan lambang. Sedangkan faktor penghambat komunikasi anntarbudaya ini adalah watak individu, persepsi pelaku komunikasi, pengaruh budaya lain, dan perbedaan bahasa.
RESEARCH OF TEXT AND CONTRIBUTION IN TEACHING JAPANESE Nurhadi, Didik
Paramasastra Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n1.p%p

Abstract

This study aims to describe main problems of Japanese language text study, current text research and its application in Japanese language learning. Referring to the understanding of text as the largest and most comprehensive set of language study, the understanding of concepts and limitations in text study required for language learners, especially foreign languages learners, students should understand the concept and limitation of the text. The research method used descriptive qualitative research methods. The study results gained conclusion that text in Japanese language studies focused on study of text structure, especially discussion of text coherence. The views on this issue become a basis for understanding applied in teaching Japanese as a foreign language. This study focuses on discussion mentioned various research problems that can be raised and an example of text study research results applied with Japanese Language Text Structure Classification, Japanese Language Material Teaching, and contrastif language study
STRATEGI BRAIN BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN BAHASA JEPANG DI MAN MOJOKERTO Yusuf, Yulia Pratitis
Paramasastra Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

Japanese language teaching by lecture method used is irrelevant. It can be seen from the output of students who graduate high school, they generally have not been able to use the Japanese language in the context of natural communication. Japanese language learning should be done in harmony with the way the brain to learn something. It was due to the close links between the brain and language acquisition. Caine said there are twelve principles of brain work is the basis for the implementation of brain-based teaching. The twelve principles of brain functions must be implemented in three stages, namely the stage of teaching Japanese language to understand ?????, remembering ??????and use ?????. With Brain Based Learning troughout the student?s potential can be optimally stimulated to learn Japanese. And when the twelve principles of brain functions in learning something can be understood by Japanese teachers well, then learning Japanese would be effective, enjoyable, meaningful and the most importantly, both Brain?s hemispheres students can alsao develop optimally.
KONSTRUKSI TULISAN MAHASISWA BILINGUAL DALAM MENULIS DESKRIPTIF Ulfa, Mariam
Paramasastra Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v6n2.p%p

Abstract

As social creatures, humans live in a variety of diversity, ranging from culture, tradition, language, and habits. In terms of communication, most Indonesian people live in bilingual, Indonesian-language and local-language conditions, even multilingualism coupled with foreign language skills. Bilingual and multilingual conditions affect language skills, especially in writing skills. The results of this study show that Indonesian-regional bilingual students write better in Indonesian national languages compared to write in regional languages and in foreign languages (English). Many local language writings are interfered with in Indonesian because students assume that certain vocabulary is very difficult to find in local languages so that they are replaced with Indonesian. In terms of quantity of writing, on average most students produce more Indonesian language production than Madura, Javanese and foreign languages.
QUALITATIVE AND QUANTITATIVE APPROACHES TO ACTION RESEARCH Kusumarasdyati, Kusumarasdyati
Paramasastra Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p

Abstract

Action research atau penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan upaya para pendidik yang reflektif untuk meningkatkan kualitas pengajarannya sehingga hasil pembelajaran siswa juga semakin baik. Pada awal perkembangannya di Amerika Serikat di awal abad 20, PTK menggunakan pendekatan kualitatif. Namun seiring berjalannya waktu, masalah di bidang pendidikan dan pengajaran juga semakin kompleks sehingga beberapa pendidik mulai menggunakan pendekatan kuantitatif. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan PTK dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, disertai dengan contoh-contoh PTK di bidang pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk memperkuat alasan penggunaan masing-masing pendekatan tersebut. Pendekatan apa pun yang digunakan?kualitatif atau kuantitatif?bukan menjadi masalah dan masih dapat disebut sebagai PTK, asalkan tujuan penelitian tersebut dapat dicapai, yaitu peningkatan kualitas pengajaran.
PENDEKATAN INTERDISIPLINER, MULTIDISIPLINER, DAN TRANSDISIPLINER DALAM STUDI SASTRA Sudikan, Setya Yuwana
Paramasastra Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  telah  mempengaruhi perkembangan  ilmu  pengetahuan  khususnya  dalam  kajian  kesastraan.  Sebagai sebuah kajian, karya sastra tidak bisa diklaim sebagai materi yang tertutup hanya pada  satu  dimensi  pendekatan  saja.  Perkembangan  pendekatan  yang  terus mengalami  dinamika  pada  gilirannya  mencipta  pendekatan  yang  bukan  lagi tunggal  atau monodisiplin,  tetapi  sudah  interdisiplin, multidisiplin,  transdidiplin, dan  krosdisiplin.  Sudah  banyak  referensi  yang  berusaha  memposisikan  kajian kesastraan  dengan  pendekatan  multidisiplin  yang  dianggap  justru  lebih komprehensif  dalam  menelaah  sebuah  karya  sastra  dibanding  dengan  yang monodisiplin. Melalui  telaah  atas  karya-karya  tersebut  dengan  pemetaan  secara kronologis,  artikel  ini  menyuguhkan  peta  dinamika  kajian  kesastraan  yang interdisiplin,  multidisiplin,  dan  transdisiplin  terutama  terhadap  terbitan  karya-karya yang berbahasa Indonesia baik itu ditulis langsung dalam bahasa Indonesia maupun terjemahan.
LEKSIKON PERALATAN RUMAH TANGGA BERBAHAN BAMBU DI KABUPATEN MAGETAN (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Komariyah, Siti
Paramasastra Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan bambu di wilayah Kabupaten Magetan sebagai peralatan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengklasifikasikan dan mendeskripsikan leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan; 2) mengungkapkan fungsi peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan. Pengumpulan data dengan pengamatan dan wawancara dengan informan utama dan informan pendamping; Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolingustik yang menelaan hubungan bahasa dan budaya terutama bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi dalam suatu kelompok masyarakat. Perkembangan budaya mempengaruhi perkembangan leksikon yang berhubungan dengan budaya tersebut. Leksikon muncul seiring dengan kebutuhan manusia untuk mengidentifikasi hasil budaya yang ada. Leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan relatif banyak dan beragam Dari hasil penelitian ini diperoleh sejumlah leksikon yang dapat dipilah menjadi empat kategori, yaitu (1) leksikon peralaran rumah tanga berbahan bambu yang berbentuk monomorfemis, (2) leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu yang berbentuk polimorfemis, (3) leksikon peralatan rumah tanga berbahan bambu yang berbentuk kata ulang, dan (4) leksikon berbahan bambu yang berbentuk frasa.Kata Kunci: Leksikon, etnolinguistik, monomorfemis, polimorfemis

Page 7 of 40 | Total Record : 395


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue