cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
KARAKTERISASI MELALUI GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI Sulistijani, Endang
Paramasastra Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

Tujuan makalah  ini adalah memaparkan bentuk  telaah karekterisasi melalui gaya bahasa.  Penelitian  kualitatif  ini  menggunakan  metode  content  analysis  dan pendekatan  struktural.  Karakterisasi  dalam  cerita  sangat  berperan  dalam menghidupkan  tokoh  imajinatf  pengarang.  Banyak  cara  dilakukan  oleh pengarang dalam menggambarkan karakter tokoh-tokohnya, baik secara  langsung ataupun  tak  langsung.  Dengan  berbagai  macam  gaya  bahasa,  pengarang  dapat menggambarkan  tokoh  imajinatifnya  sehingga  lebih  hidup  dan  berkesan. Kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari bertokoh orang-orang lapisan  bawah.  Dengan  gaya  bahasa  yang  khas,  tokoh-tokoh  dalam  kumpulan cerpen  tersebut bukan sekedar pembeberan watak orang kecil yang dibebani oleh masalah  kehidupan.  Namun,  sarat  pesan  dalam  penggambaran  wataknya. Misalnya,  dengan  gaya  bahasa  ironi  kemunafikan  manusia  dapat  digambarkan dengan  jelas atau bagaimana seseorang yang congkak digambarkan melalui gaya bahasa metafor yang tajam.
DESAIN PEMBELAJARAN MEMVARIASI FABEL DENGAN MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN ESTETIKA Praharwati, Dyan Wahyuning
Paramasastra Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p

Abstract

Curriculum is used as a foundation that contains technical rules. Curriculum used in the practice of education is currently 2013 curriculum. Language and literature Indonesia teaching should be implemented based on the national 2013 curriculum. In the 2013 curriculum KD 4.13 there are varying the fable/legend of the local area by changing the characters, setting, end of story, and serving on a secondary class VII. KD 4.13 learning especially for the text of the fable can be done by integrating the education of aesthetics. Aesthetic education strives to capture the beauty in works of literature. The aesthetics in literary works include aesthetics of language, aesthetic, cultural, aesthetic and transcendental. Integrating the education of aesthetics can be done by way of capturing such aesthetic forms in the works of literature. Aesthetics of literary works that captured can be used to perform variations against the fable. The activities of fables varying is done with structure, language, content, or genre varying. Fables varying learning can also be used to prepare the students to face the MEA. MEA is the current discourse concerning the renewal of the economic activities of the ASEAN community. Attempts to prepare the students to face the MEA can be done by way of a creative economy aiming by way of entering the field of publishing/printing as well as performances. Results of the study theory paper is focused on the discussion (1) fables varying learning, (2) the form of aesthetic value, (3) learning design of fables varying by aesthetic education integrated, and (4) the efforts of the creative economy was aiming for.
PEMBELAJARAN LITERASI DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Subandiyah, Heny
Paramasastra Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Kemampuan  literasi pada  awalnya diartikan  sebagai keterampilan membaca dan menulis,  tetapi  pada  saat  ini  pengertiannya  mengalami  perkembangan.  Dalam ranah  pembelajaran,  kemampuan  literasi  merupakan  kemampuan  penting  yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran. Sejalan dengan  penjelasan  dalam Kurikulum  2013  bahwa  bahasa  adalah  penghela  ilmu pengetahuan  maka  bahasa  Indonesia  merupakan  sarana  penyampai  ilmu pengetahuan. Dengan kata  lain, keterampilan berbahasa anak  terutama membaca dan  menulis  yang  diperoleh  melalui  pelajaran  bahasa  Indonesia,  sangat menentukan keberhasilan mereka dalam menguasai berbagai mata pelajaran  lain. Khusus  untuk  mata  pelajaran  bahasa  Indonesia  pengertian  literasi  lebih dipumpunkan pada keterampilan informasi. Kemampuan informasi mengacu pada beberapa  aktivitas,  yaitu  mengumpulkan  informasi,  mengolah  informasi,  dan mengomunikasikan informasi. Ketiga aktivitas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keterampilan  membaca  dan  menulis,  yang  dilaksanakan  guru  dan  siswa  dalam proses  pembelajaran  di  kelas.  Aktivitas  semacam  ini  sesuai  dengan  tuntutan proses  pembelajaran  menurut  Kurikulum  2013  yang  dikenal  dengan  istilah pendekatan  saintifik.  Berkaitan  dengan  pelaksanaan  pembelajaran  literasi maka guru harus memperhatikan empat aspek, yaitu sumber belajar, bahan ajar, strategi pembelajaran, dan penilaian.  
FITUR KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN DALAM MAKALAH MAHASISWA Turistiani, Trinil Dwi
Paramasastra Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aneka jenis kesalahan penggunaan ejaan, tingkat keseriusan kesalahan, dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahandalam makalah mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi mahasiwa, dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan, dan dosen pada umumnya.Berdasarkan sifat dan karakteristik masalah yang dikaji,penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena berusaha menggambarkan secara objektif atau apa adanyakesalahan penggunaan ejaan pada makalahmahasiswa.Data penelitian berupa  bahasa  tulisan  atau  kalimat  yang mengandung kesalahan penggunaan ejaan.Sumber data penelitian ini berupa 21 makalah yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga FIKUnesa.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa teknik dokumentatif.Teknik analisis data menggunakan prosedur kerja analisis kesalahan berbahasa meliputi,  (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, dan (3) penentuan frekuensi kesalahan. Hasil penelitian ini berupa temuan beberapa jenis kesalahan penggunaan ejaan, meliputi kesalahan penggunaan tanda baca (tanda titik dan tanda koma), kesalahan pemakaian huruf (huruf miring), dan kesalahan penulisan kata (gabungan kata, kata berimbuhan, kata depan, partikel, dan lambang bilangan). Dilihat dari frekuensi dan persebaran kesalahan dapat disimpulkan bahwa kesalahan pemakaian tanda baca dan penulisan kata merupakan bentuk kesalahan yang cukup serius. Apabila dicermati kesalahan-kesalahan tersebut merupakan kesalahan intrabahasa yang disebabkan oleh ketidaktahuan akan pembatasan kaidah dan penerapan kaidah yang tidak sempurna, yakni kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD)                                                                                                                                         
KESANTUNAN OFF RECORD TINDAK DIREKTIF DALAM KALIMAT DEKLARATIF BAHASA JEPANG Irmayanti, Desy
Paramasastra Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p

Abstract

Pragmatics is the study of meaning which is involved three aspects (triadic) spoken by the speaker or the writer and translated by the listener or the reader. This study aim at analyzing the politeness strategy in the delivery of directive utterances in the dialog of the characters in Japanese drama called Sapuri and Osen. The study which uses the qualitative method, applies documentation method in collecting the data from the dialogue of the characters in Japanese drama called Sapuri and Osen. By using recording method, the form of directive utterances can be determined. Meanwhile, the meaning and politeness strategy of directive utterances are obtained by observation method. The result of the study shows that politeness strategy which is the most spoken in both Japanese Drama (according to the most spoken) is give association clues, give hints, presuppose, use tautologies, under state, use rhetorical questions, overstate, use contradiction, use metaphors, be vague, be incomplete or use ellipsis, be ironic, and over generalize. No data are found for be ambiguous and displace hearer of politeness strategy.
KONSEP SOSIAL BUDAYA HUBUNGAN MANUSIA DALAM PEMBENTUKAN KATA MAJEMUK BAHASA JEPANG Cahyo, Rizky Dwi; Mael, Masilva Raynox
Paramasastra Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang mendasari pembentukan dan pemakaian bahasa oleh masyarakat penuturnya. Hal ini dikarenakan hubungan erat yang tak bisa dipisahkan antara bahasa dan masyarakat. Hubungan tersebut adalah (1) Bahasa mempengaruhi masyarakat, (2) Masyarakat mempengaruhi bahasa, dan (3) Saling berpengaruhnya bahasa dan masyarakat. Pengaruh tersebut satu diantaranya tampak pada pembentukan fukugougo atau komposisi kata majemuk Bahasa Jepang yang tidak semena-mena terbentuk begitu saja namun terdapat pengaruh dari konsep sosial budaya masyarakat Jepang dalam pembentukannya. Konsep masyarakat yang mempengaruhi tersebut adalah sistem stratifikasi, sistem keluarga, dan sistem jenis kelamin (gender). Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan fukugougo yang terpengaruh oleh konsep sosial budaya di atas yang terdapat pada buku minna no nihongo Shokyuu I dan II, dan juga akan memaparkan bentuk variasi komposisi pemajemukannya.
CHARACTER VALUES IN TEACHING NARRATIVE TEXT AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL OF PAMEKASAN Jamaludin, Jamaludin; Munir, Ahmad
Paramasastra Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

Artikel  ini mencoba  untuk menjawab  pertanyaan  tentang  apa  karakter  nilai-nilai yang  terintegrasi dan bagaimana guru bahasa  Inggris mengintegrasikan nilai-nilai karakter  dalam  proses  belajar mengajar  teks  narasi  di  SMA Negeri  Pamekasan. Penelitian  deskriptif  kualitatif  digunakan  dalam  penelitian  ini.  Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  wawancara  dan  observasi.  Peserta penelitian  ini  adalah  semua  siswa XI-F SMAN 1 Pamekasan. Temuan penelitian ini, ada enam nilai-nilai karakter yang guru bahasa Inggris terintegrasi melalui dua teks  naratif  berjudul  "Raja Arthur  dan Donkey, Tabel,  dan  Stick"  yaitu menjadi gemar membaca, mandiri,  komunikatif,  ingin  tahu,  pekerja  keras,  dan  disiplin  . Secara umum ada dua langkah yang guru dilaksanakan untuk terintegrasi nilai-nilai karakter.  Yang  pertama  adalah  memilih  nilai-nilai  karakter  tertentu  berdasarkan kata  kerja  yang  digunakan  dalam  indikator  pembelajaran.  Yang  kedua  adalah mengintegrasikan  nilai  karakter  yang  dipilih  dalam  proses  belajar mengajar  teks narasi bahasa Inggris.
STUDEN AND CULTURE: STORY OF BANYUWANGI Rohmah, Muttafaqur
Paramasastra Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v6n2.p%p

Abstract

Culture in the eyes of students different with adult thinking. They blinded by new cultures that suddenly appear on the surface, breaking the line of thought, releasing one by one the indigenous veins and regions that have actually become one in their souls. When they have to talk about culture, they look for things from Google, don't ask grandfather, or people who understand and are elder in their villages, because Google has a more interesting answer than they would ask the ?ancestors". This paper is interesting in the description of the results of student writing that tells folklore developing in the area, the results of stories written by students consisting of a collection of folklore divided into three volumes, Keras Cinta Jogopati, Mas Age and Mas Alit, and Darah Merah Sidopekso. The three collections of stories were written by students of SMAN 1 Banyuwangi within a period of one semester sourced from basic competencies 3.7 namely the assessment of values and content contained in folklore (saga) both oral and written ?mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis?
HIEROSGAMOS, HIERODOULES, MAGNA MATER DAN PROPAGANDA SEKS BEBAS DALAM NOVEL THE DA VINCI CODE KARYA DAN BROWN Fatubun, Reimundus Raymond
Paramasastra Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Alusi-alusi  tidak  sekedar  hadir  dalam  karya  sastra  tapi mempunyai  signifikansi khusus dengan isi karya sastra. Dan Brown menggunakan banyak alusi dalam The Da  Vinci  Code.  Alusi-alusinyaberasal  dari  abad-abad  pra-Kristen,  era  awal Kristen  sampai masa Renaissance dan Baroque dan dihubungkan dengan  situasi dunia, terutama gereja. Alusi-alusi dari masa pra-Kristenhierosgamos,hieroedules dan Magna Mater mempropagandakan ritual seks. Dalam hubungan ini alusi-alusi itu mengarah  pada  tokoh Maria Magdalena. Hal-hal  yang  dikemukakan  Brown tentang  tokoh  ini  antara  lain  Jesus  menikah  dengan  Maria  Magdalena,  bukan Petrus, yang diutus untuk mendirikan gereja.Dia harus disembah sebagai seorang dewi, persaudaraan rahasia the Priory of Sionmasih memujanya sebagai dewi dan mempertahankan  praktek  ini(Strobel &  Poole,  2006:25).  Secara  teoritik,  tulisan ini menggunakanPiercian Semiotics,dan New Historicism (Greenblatt, 1980) yang mensejajarkan  teks sastra dan non-sastra. Teks sastra dijelaskan sepenuhnya oleh teks non-sastra,  tidak  seperti Historicism.Tulisan  ini menjelaskan alusi-alusi dan propaganda Dan Brown akan seks bebas.
ANALISIS KETERBACAAN BUKU AJAR BAHASA JAWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SE-KARESIDENAN MADIUN Maruti, Endang Sri; Kurniawati, Rissa Prima
Paramasastra Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRACTOne of the problems that arise in learning the Java language is when a student must be able to understand the textbook content used by teachers in the classroom. Many words or sentences in the Java language textbook that is difficult for students to understand because it feels foreign so that students do not understand what the meaning of the word or sentence. Based on the results of preliminary observations, students of the sixth grade of elementary school are not able to master the content of the material in textbooks that should be used for fourth grade students of elementary school. Therefore, this study aims to find out how much textbooks and textbooks that have been used in SD in Madiun Residency with each class level. Data analysis method used is with Fry Graph and Klos technique. The result of the research shows that the area that has been using textbook that is in accordance with the level of legibility is the area of Madiun, Magetan and Ngawi, while the other three regions of Pacitan, Ponorogo, and Madiun Kota are not suitable because they are too high, And 8, that means the textbook is appropriate for the junior level.Key words: Analysis of textbooks legibility, Javanese language

Page 9 of 40 | Total Record : 395


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue