cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,469 Documents
Eksplorasi Etnomatematika Dalam Arsitektur Istana Negeri Siak Asserayah El Hasyimiah Riau Yolanda Pratiwi; Kusno Kusno
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2840

Abstract

Matematika mempunyai peran penentu atau pivotal pada kehidupan sehari-hari, namun pengajaran matematika sering kali kurang mengaitkan konsep-konsep kontekstual seperti budaya lokal. Istana Negeri Siak Sri Indrapura atau disebut juga Istana Asserayah El Hasyimiah, Riau, adalah warisan budaya penting dari Kerajaan Siak yang dibangun pada abad ke-18. Istana ini mencerminkan integrasi budaya Melayu, Arab, dan Eropa. Banyak elemen geometris yang relevan dalam studi matematika namun belum dikaji secara mendalam. Riset berikut memakai pendekatan kualitatif dan metode etnografi, yang melibatkan wawancara dengan petugas di istana, serta penghimpunan data lewat pengamatan, interview dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi serta validitas dan reliabilitas data diuji melalui triangulasi.  Ruang lingkup penelitian mencakup analisis terhadap sembilan objek yang ada pada arsitektur bangunan istana. Hasil nya menunjukkan bahwa arsitektur istana Siak mengandung berbagai konsep matematika geometris seperti persegi panjang pada bangunan luar Istana, Segitiga dan Belah Ketupat pada objek jendela Istana, Lingkaran pada dinding luar Istana, Balok pada bangunan Istana, Tabung pada tiang, Kerucut pada bagian puncak tiang Istana serta Trapesium pada ukiran pintu masuk Istana Siak. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan etnomatematika di Indonesia serta upaya pelestarian warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai lokal.  
Entrepreneurship Education and Community Empowerment in Islamic Boarding School: Lessons from a Sustainable Sheep Farming Initiative Galih Eko Dwi Prastowo; Sri Nurhayati; Wedi Fitriana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2843

Abstract

This study explores the impact of entrepreneurship education within Islamic boarding schools (pesantren) on rural community empowerment in Indonesia, focusing on a sheep farming initiative at Pesantren Persis 16 Cipada in West Java. Traditionally serving as centers for Islamic learning and moral development, pesantren have evolved to address the socioeconomic needs of their communities by integrating vocational training and entrepreneurship into their curricula. Employing a qualitative case study approach, data were collected over three months through semi-structured interviews with program participants—including the program manager, a tutor, and five local residents—participant observation, and document analysis. Findings are categorized into three main themes: (1) Entrepreneurship Education and Economic Empowerment—the program provided participants with practical skills in sheep farming and business management, leading to increased economic independence and a reported 30% rise in household income for some participants; (2) Community Collaboration and Engagement—the initiative fostered unity and collective responsibility, enhancing social cohesion through shared decision-making and mutual support; and (3) Challenges in Sustaining the Initiative—issues such as limited funding, environmental factors affecting livestock health, and restricted market access posed threats to the program's sustainability. The study concludes that entrepreneurship education within pesantren can significantly contribute to rural economic empowerment and community development. By combining practical skills training with religious education, institutions like Pesantren Persis 16 Cipada effectively address both spiritual and economic needs, promoting resilience and sustainable development. However, to maximize their impact, these initiatives require additional support to overcome challenges related to financial resources, environmental adaptation, and market expansion. The findings highlight the potential of faith-based educational institutions to act as agents of social and economic change in rural settings.
Eksplorasi Konsep Matematika dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Bretes Pada Masyarakat Suku Sasak di Lomok Tengah Halimatussa'diyah Halimatussa'diyah; Lalu Muhammad Fauzi; Rody Satriawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi bretes pada masyarakat suku Sasak di Lombok Tengah. Bretes dalam bahasa Sasak artinya putus, masyarakat Sasak mengaplikasikan tradisi bretes dalam bentuk selamatan (rowah). Kegiatan bretes dilakukan pada malam Jum’at, pada usia kehamilan tujuh bulan dan pada anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk memahami secara mendalam bagaimana konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui observasi langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada alat-alat yang digunakan.  Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat unsur matematika yaitu konsep geometri bangun datar seperti persegi, lingkaran, dan persegi panjang. Dan konsep geometri bangun ruang seperti bola, setengah bola dan tabung. Adapun nilai pendidikan diantaranya, religius, disiplin, gotong royong, gemar membaca, dan jujur. Tradisi bretes tidak hanya berperan sebagai bentuk tradisi yang diyakini secara turun temurun, tetapi juga sebagai media yang efektif untuk mengajarkan dan mengenalkan keterampilan matematika dasar, memperkuat kerjasama sosial, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara tradisi lokal dan pendidikan matematika, serta menawarkan kontribusi terhadap pemahaman mengenai pendidikan berbasis budaya dalam konteks masyarakat adat.
Habituasi Nilai Karakter Per Ardua Ad Astra dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik SMA Institut Indonesia Btari Kejora Anindhita; Nurul Fatimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2853

Abstract

Fenomena dekadensi moral yang terjadi akhir-akhir ini banyak disebabkan oleh generasi muda, sehingga pendidikan karakter perlu ditumbuhkan melalui lingkungan pendidikan formal untuk menyempurnakan pendidikan karakter di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik melalui habituasi nilai karakter dalam semboyan Per Ardua Ad Astra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, observasi partisipatoris, dan studi dokumentasi. Data diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habituasi nilai dalam semboyan Per Ardua Ad Astra terinternalisasikan dalam berbagai program-program sekolah untuk menumbuhkan 5 (lima) karakter antara lain: karakter religius, disiplin, pantang menyerah, berbudaya lokal, dan sopan santun. Program-program sekolah ini kemudian dihabituasikan dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler pada keseharian peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semboyan Per Ardua Ad Astra efektif sebagai pedoman membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai religiusitas, kedisiplinan, pantang menyerah, penghargaan terhadap budaya lokal, dan kesopanan, dengan pendekatan yang inklusif, edukatif, dan berbasis proses. Namun, tantangan dalam menciptakan inklusi keagamaan dan memperdalam apresiasi budaya lokal perlu diatasi melalui strategi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Siswa Amri Rusdi; Deddy Ramdhani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i3.2862

Abstract

Krisis moral yang melanda Indonesia memunculkan perhatian terhadap peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam pendidikan agama Islam di SMP, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi. Guru PAI dihadapkan pada tugas yang kompleks untuk menyelaraskan pendidikan agama dengan kebutuhan siswa yang semakin beragam. Namun, peran guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, terutama di SMPN 11 Mataram, belum sepenuhnya optimal. Kecerdasan spiritual memiliki dampak positif pada pembentukan kepribadian siswa. Oleh karena itu, penelitian dan pengabdian yang lebih intensif diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk pemahaman mendalam terhadap pendidikan agama, kebutuhan siswa, dan pengembangan metode pengajaran yang efektif. Dengan demikian, diharapkan pendidikan agama Islam dapat berperan secara maksimal dalam membentuk karakter dan kecerdasan spiritual generasi muda Indonesia.
Mengkaji Urgensi dan Tantangan Guru dalam Pengelolaan Kelas di Madrasah Ibtidaiyah pada Era Digital Hilda Wahyuni; Triyo Supriyatno; Bintoro Widodo
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2870

Abstract

This research aims to examine the urgency and challenges faced by Madrasah Ibtidaiyah teachers in classroom management in the digital era. With the rapid development of technology, teachers are required to utilize it to enhance the effectiveness of learning. This study employs a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, focusing on five teachers who have a minimum of one year of teaching experience and have utilized technology for classroom management. We collected data through semi-structured online interviews. The research results show that the use of technology has become an important necessity, but teachers face challenges such as limited infrastructure, lack of training, and moral dilemmas in maintaining Islamic principles. We can overcome this challenge by selecting appropriate technology, enhancing Islamic character education, providing teachers with technology training, and collaborating with parents.
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together terhadap Hasil Belajar Al-Qur'an Hadits di Kelas IV MINU Waru I Sidoarjo Masud; Galih; Alifi; Nadlir
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2871

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar Al-Qur'an Hadits siswa kelas IV MINU Waru I Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together terhadap hasil belajar Al-Qur'an Hadits siswa kelas IV MINU Waru I Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan uji T-Test.Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 66,23 dan kelas kontrol 68,71. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 87,56, sementara kelas kontrol 81,43. Uji T-Test menunjukkan p-value 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe learning together terhadap hasil belajar Al-Qur'an Hadits.
Penerapan Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelejaran PAI Kelas V di SDN Barelantan kecematan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Lale Tanggis Nur Aulia Thrasne; Nurul Khatimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Role Playing pada mata pelajaran PAI kelas V SDN Barelantan. Adapun subjek penelitian ini adalah kelas V SDN Barelantan yang berjumlah 18 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan menggunakan Model Kemmis dan Mc Taggart yang membagi satu prosedur penelitian tindakan kelas menjadi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Jenis instrument yang digunakan untuk pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa dan lembar observasi asktivitas guru dan siswa. Data diperoleh dan dianalisis secara kuantitatif untuk data ketuntasan individual, ketuntasan klasikal dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini bisa dilihat dari perolehan siswa pada siklus I persentase ketuntasan klasikal sebesar 44,88% dengan nilai rata-rata 68,88%. Pada siklus I persentase aktivitas belajar siswa adalah 40% dikategorikan sangat kurang berarti aktivitas belajar siswa belum tercapai, sedangkan pada siklus I persentase aktivitas guru adalah 70% dikategorikan cukup. Sementara itu pada siklus II persentase ketuntasan klasikal sebesar 88,88% dengan nilai rata-rata 87,22% pada siklus II persentase aktivitas belajar siswa adalah 70% dikategorikan cukup, sedangkan pada siklus II persentase aktivitas guru 90% dikategorikan sangat baik. Berdasarkan uraian data tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan aktivitas guru pada mata pelajaran PAI di SDN Barelantan.
Penerapan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SDN 18 Dodu Fathurrahman Fathurrahman; Ryan Dwi Puspita
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 18 Dodu. Penelitian kualitatif ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip-prinsip konstruktivisme dalam proses pembelajaran, seperti memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan sendiri melalui pengalaman, interaksi, dan refleksi. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan pendekatan culturally responsive teaching juga mendukung terwujudnya pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa aktif terlibat dalam kegiatan belajar, berkolaborasi dengan teman sekelompok, dan menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah.
Eksplorasi Teori Pembelajaran dan Implementasinya dalam Pendidikan Kontemporer Miftahul Afkarina; Muhtar Hazawawi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2887

Abstract

This study is a literature review using a descriptive qualitative approach to evaluate and compile data from various sources related to learning theories. The aim of the research is to describe the application of key learning theories, including behaviorism, cognitivism, constructivism, and humanism, in the context of education in Indonesia. The data sources include books, scholarly articles, and relevant previous research findings. The results of the study show that each learning theory offers a unique perspective on understanding the learning process. Behaviorism emphasizes behavioral change through stimulus-response relationships, while cognitivism focuses on the mental processes that support deep understanding. Constructivism prioritizes experiential learning and problem-solving, while humanism is oriented toward the holistic development of individual potential. The implementation of these theories in teaching, such as through group discussions, experiments, and personalized approaches, has proven to create a learning environment that supports students' cognitive, affective, and social development. Educators play a crucial role in the learning process, not only as information providers but also as facilitators who support students' intellectual, social, and emotional development. The teacher’s role as a source of learning, facilitator, manager, mentor, motivator, and evaluator significantly contributes to creating a conducive environment for effective learning. The success of learning is highly dependent on the teacher's skills in designing and managing the learning process to achieve educational goals optimally.