cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V SDN 01 Tempos Ismaya Oktasya; Muhammad Turmuzi; Heri Setiawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.495

Abstract

Salah satu ilmu pengetahuan yang memiliki kontribusi yang besar dalam kehidupan kita serta menjadi salah ilmu yang penting untuk kita pelajari adalah matematika, matematika dapat dikatakan penting untuk dipelajari karena matematika dapat memberikan kontribusi yang cukup dalam kehidupan nyata, mulai dari memecahkan permasalahan yang sederhana hingga permasalahan yang kompleks. Permasalahan yang terdapat dalam pembelajaran matematika beragam adanya. Salah satunya adalah kesulitan yang terjadi pada peserta didik ketika memecahkan masalah yang terdapat dalam soal cerita matematika yang diberikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika siswa kelas V SDN 01 Tempos. Pada penelitian ini diterapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika siswa kelas V SDN 01 Tempos dikatakan kurang. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan total keseluruhan nilai peserta didik yaitu 641 dengan rata-rata nilai 32,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh kriteria sangat baik dalam memecahkan masalah soal cerita matematika. Selanjutnya terdapat 1 siswa yang memperoleh kriteria baik, 2 siswa memperoleh kriteria cukup, 4 siswa memperoleh kriteria kurang dan 13 siswa memperoleh kriteria sangat kurang dalam memecahkan masalah soal cerita matematika.
Developing EFL Learners’ Ability in Writing Report Text through Mind Mapping Technique Aisyah Azahra; Tika Santika; Maya Rahmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.496

Abstract

Mind mapping technique is one of the techniques that are very helpful in writing activities and is considered effective and able to help develop the ability of EFL learners in writing report text. This study aims to describe the development of the ability of EFL learners in writing report text through mind mapping technique. The research method in this study is qualitative research with a library research approach, where the researcher collects, analyzes, and reviews scientific journals or previous studies, which are then described and made a conclusion. The results showed that mind mapping was able to help in developing the ability of EFL learners in writing report text, especially in the content aspect, also mind mapping technique is considered very effective in helping to teach writing. Thus, it can be concluded that developing the ability of EFL learners in writing report text through mind mapping technique is very useful and effective in its use. So this study suggests EFL teachers be able to implement mind mapping technique in writing report text.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model STEM Untuk Meningkatkan Kreativitas Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Suhu dan Kalor Lutfiah Dina Aulia; Wahyudi Wahyudi; Aris Doyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.497

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatar belakangi karena rendahnya kreativitas sains dan berpikir kritis peserta didik yang disebabkan oleh kurangnya minat dan peran aktif peserta didik selama proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan produk yang berupa perangkat pembelajaran fisika model STEM untuk meningkatkan kreativitas sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor yang layak, praktis, dan efektif. Produk yang dikembangkan antara lain silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen tes. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan produk diperoleh dari hasil penilaian enam validator menggunakan lembar validasi yang disusun berdasarkan skala likert. Kepraktisan produk diperoleh berdasarkan hasil respon peserta didik yang dianalisis menggunakan skala likert. Keefektifan produk diperoleh dari hasil uji coba terbatas dengan memberikan instrumen tes berupa pretest dan posttest yang kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penilaian oleh validator menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan memiliki rata-rata persentase sebesar 77.10% hingga 98.00% yang berada pada kriteria valid dan sangat valid. Kemudian respon peserta didik memperlihatkan hasil kepraktisan perangkat yang mendapat nilai rata-rata 3.70 dengan kriteria praktis. Kreativitas sains dan berpikir kritis peserta didik juga meningkat dengan melihat hasil uji N-Gain yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 0.68 dalam kategori sedang. Sehingga, diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan model STEM pada materi suhu dan kalor sudah layak, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran.
Tantangan Guru Sekolah Dasar dalam Menghadapi Era Society 5.0 Abidah Abidah; Aklima Aklima; Abdul Razak
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.498

Abstract

Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian siswa. Guru harus menciptakan proses pembelajaran sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Guru saat ini dihadapkan pada tantangan yang sangat besar karena belum usai dengan masuknya era industri 4.0, mereka dikejutkan dengan munculnya era society 5.0 yang harus dihadapi dan menjadi tantangan bagi guru sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan guru pendidikan sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggali data sesuai dengan pembahasan tentang tantangan guru sekolah dasar dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam menghadapi era Socity 5.0, guru SD harus memiliki kemampuan memecahkan suatu masalah, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berkreasi. Selain itu, guru harus memenuhi kualifikasi khusus dan meningkatkan kompetensi serta keterampilannya dalam mendidik siswa agar mampu menghadapi tantangan di era society 5.0.
Adaptasi dan Validasi Online Faculty Satisfaction Survey (OFSS) Versi Indonesia Miftah Fariz Prima Putra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.499

Abstract

Kepuasaan dosen dalam pembelajaran online diyakini sebagai indikator penting dalam kualitas pembelajaaran daring. Namun sayangnya, belum banyak instrumen yang dikembangkan secara khusus untuk mengungkap konstruk tersebut, apalagi yang berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengadaptasi dan menguji validitas serta reliabilitas Online Faculty Satisfaction Survey (OFSS) pada konteks Indonesia. Terdapat 73 dosen (laki-laki=41, perempuan=32) dengan usia rata-rata 36,71 tahun, SD: 8.10 dari berbagai kampus yang ada di Indonesia terlibat dalam studi ini. Selain the Online Faculty Satisfaction Survey (OFSS), alat ukur yang digunakan untuk menguji validitas konvergen OFSS adalah Satisfaction with Life Scale (SWLS). Analisis korelasi serta cronbach alpha digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas OFSS yang dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menemukan, dari 28 item yang ada dalam OFSS, 5 item gugur dalam pengujian. Nilai koefisien korelasi OFSS versi indonesia menggunakan corrected-item total correlation (CITC) bergerak dari 0.305-0.741. Untuk reliabilitas bergerak dari 0.891-0.901 dengan nilai reliabilitas keseluruhan OFSS sebesar 0.901. Uji validitas konvergen menunjukkan bahwa OFSS berkorelasi positif dengan SWLS (r = 0.288, p < 0.05). Dengan hasil tersebut maka dapat dinyatakan bahwa OFSS versi Indonesia yang berjumlah 23 item merupakan alat ukur kepuasaan dosen dalam pembelajaran online yang valid dan reliabel.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Blended Learning Berbantuan PhET Melalui Smartphone untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik M. Hidayat Nursiddieq; Wahyudi Wahyudi; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menghasilkan produk perangkat pembelajaran fisika model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang terkategori layak, praktis, serta efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan disebut 4D. Produk yang akan dikembangkan serta dihasilkan berupa Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKPD, dan instrumen tes berpikir kreatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket respon peserta didik terhadap pembelajaran, dan instrumen tes berpikir kreatif. Validitas perangkat pembelajaran dinilai oleh tiga validator ahli dan tiga validator praktisi yang dianalisis menggunakan skala Likert. Kepraktisan diperoleh melalui angket respon peserta didik terhadap pembelajaran yang disebarkan melalui google form. Keefektifan dianalisis dengan menggunakan N Gain yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest tentang kemampuan berpikir kreatif peserta didik materi fluida dinamis. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari validator ahli dan validator praktisi memiliki nilai rata-rata senilai 87,33% termasuk kategori valid,  dengan reliabilitas senilai 93,03% termasuk ke dalam kategori reliabel. Kepraktisan perangkat pembelajaran berdasarkan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan nilai senilai 92,08% termasuk ke dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, kemampuan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata uji N-Gain sebesar 0,59 terkategori sedang. Dengan demikian, perangkat pembelajaran dengan model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone yang dikembangkan dapat dikatakan layak, sangat praktis, sehingga efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Efektivitas Penggunaan Media Animasi terhadap Hasil Belajar Peserta didik kelas V SDN 2 Kambilo Sri Endang Kurniawati; Safruddin Safruddin; Ida Ermiana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.503

Abstract

Belajar merupakan proses yang memungkinkan interaksi antara siswa dengan guru yang direncanakan berlangsung dalam satu ruang. Guru berfungsi sebagai fasilisator dalam proses transfer ilmu pengetahuan, perbaikan dan pembentukan tingkah laku, sehingga terciptanya keadaan yang mampu memaksimalkan potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik. Tersedianya sarana pembelajaran yang dapat dikatakan tolak ukur dan terencana dapat mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan sehingga mampu membantu peserta didik dalam meningkatkan potensi dan kebutuhan peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan media animasi terhadap hasil belajar peserta didik kelas V SDN 2 Kambilo Kec. Wawo Kab. Bima Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yang Bernama Quasi Eksperimental Design tipe one group pre-test post-test Design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SDN 2 Kambilo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar sebanyak 20 butir soal. Berdasarkan perhitungan pengujian hipotesis dengan uji – t diperoleh t hitung 32,9 sedangkan t tabel 1,677 pada taraf signifikansi 5% dengan dk 48 sehingga T hitung 32,9 > T tabel 1,677. Hasil Uji N-Gain diperoleh 1,7056 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti penggunaan media animasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN 2 Kambilo Kec. Wawo Kab. Bima Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berada pada kategori Tinggi.
Analisis Proses Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 di SDN 25 Ampenan Tahun Ajaran 2021/2022 Nurul Hidayah; I Nyoman Karma; Lalu Hamdian Affandi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.506

Abstract

Pembelajaran daring merupakan model pembelajaran yang dilakukan di masa pandemi, karena dalam prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi yaitu lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan dalam rangka memenuhi layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring guru dapat memanfaatkan beberapa aplikasi atau platform seperti zoom, whatsapp group dan lain sebagainya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring, hambatan pada pelaksanaan pembelajaran daring serta solusi untuk mengatasi hamabatan pada pelaksanaan pembelajaran daring. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kelas IV dan guru kelas V, kepala sekolah serta peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di kelas IV dan kelas IV termasuk dalam kategori baik dengan memperoleh persentase untuk kelas IV yaitu 77,27 dan untuk kelas V yaitu 79,54. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring dikelas IV dan kelas V sudah terlaksana dengan baik. Terdapat hambatan pada pelaksanaan pembelajaran daring yaitu handphone, koneksi internet, penyampaian materi pembelajaran dan peserta didik yang jarang/tidak mengumpulkan tugas. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu meminta peserta didik yang tidak memiliki handphone untuk ke sekolah mengambil materi pelajaran, guru membagi pembelajaran menjadi 2 shift yaitu pagi dan sore hari dengan menerapkan pembelajaran yang sama, guru memberikan perbaikan melalui pengulangan materi pembelajaran yang tidak dipahami oleh peserta didik dan guru juga akan lebih mengfokuskan fokus kepada peserta didik yang jarang/tidak mengumpulkan tugas.
Grammatical Error Analysis in Translating Conditional Sentences from Indonesia into English Rika Yulia Siregar; Amelia Qolin Bulolo; Erikson Saragih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.508

Abstract

Conditional sentences is complex sentences (compound sentences) formed from a subordinate clause that starts with subordinate conjunction if it is in the conditional form (condition) and the main clause is the result. Studies on grammatical errors from student writing have been carried out by many previous researchers; however, research on conditional sentence translation errors is still very rarely conducted. This study aims to find out where students' mistakes in understanding the form of conditional sentence translation from Indonesian to English still often occur and to find the dominant type grammatical error. To achieve these objectives, this study used a qualitative descriptive research method with a research design. Data collection using text containing 30 sentence error types 1, 2, and 3 was conducted online through Google form of multiple-choice, short answers, and long answers. The subjects of this study were 20 7th semester students at the prima Indonesia university. The results found that final result of this study proved that the most common types of errors found in misformation were 241 or 32%, omission 228 or 30,2%, misordering 148 or 19,6%, and addition of 137 zor 18,1%. The results of the study concluded that the dominant errors found are misformation errors, which were the most frequent mistakes made by students. Recommended for students to study and improve their grammar and conditional sentences skills according to predetermined rules.
Pragmatic Analysis of Speech Acts in Short Dialogue of Listening Comprehension Test Fransisco Padang; Dita Veny Mutiara Purba; Erikson Saragih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.509

Abstract

Listening comprehension is regarded as one of the most challenging tasks for students and the majority of students struggle to grasp the proposed meaning in TOEFL short dialogue of listening comprehension test items. The utterances in TOEFL short dialogue test can be analyzed using pragmatic through speech act classification by J. Searle. This study aims to investigate the kind sand the dominant type of speech act in TOEFL short dialogue of listening comprehension test. The study uses a qualitative descriptive approach with a content analysis research design to reach the objectives of this research. The objects were taken through 30 short dialogues in TOEFL listening test items. The results of the study show the distribution of each classification found as the following: 44% for directive, 42% for assertive, 11,5% for expressive, and 1% for commisive. It can be seen that the most dominant type is directive and commissive is less found. The study concludes that test takers must be familiar with the context of the speech to comprehend the proposed meaning of the TOEFL listening items. It is recommended for students to evaluate the meaning of the utterances using the speech acts theories to assist the students in identifying the different sorts of utterances and understanding the proposed meaning of the utterances.

Page 79 of 249 | Total Record : 2483