cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 258 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND, ABU SEKAM, DAN FLY ASH TERHADAP NILAI DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG SEBAGAI SUBGRADE PERKERASAN JALAN Nuah Kalawa; Fatma Sarie; Mohammad Ikhwan Yani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5127

Abstract

Berdasarkan observasi lapangan di Kelurahan Tumbang Rungan Palangka Raya, Kalimantan Tengah kondisi tanah di sekitar lokasi tersebut didominasi oleh tanah lempung. Tanah lempung berpengaruh pada konstruksi bangunan dan jalan, yaitu dapat mengalami kendala dalam pembangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menstabilisasi tanah asli menggunakan bahan aditif seperti semen, abu sekam, dan fly ash. Hasil pengujian sifat fisik tanah asli diperoleh nilai, kadar air (w) = 41,37%;berat isi kering (γd ) = 1,45 g/cm3; berat jenis (Gs) = 2,70; LL = 46,49%; PL =30,33%;  PI  =  16,16%;  SL  =  22,97%.  Menurut  AAHSTO  tanah  tersebutdiklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5. Hasil pengujian sifat mekanik tanah asli menunjukan bahwa nilai kadar air optimum (OMC) =26,30%; berat isi kering (γd????????�� ) = 1,420 g/cm3; dan nilai CBR tanah asli adalah3,97%. Campuran semen, abu sekam, dan fly ash berdampak pada meningkatnyanilai CBR. Penambahan variasi campuran 5%, 7,5%, dan 10% menghasilkan nilai CBR rencana yang  meningkat  sebesar  6,80%;  8,00%;  dan  8,80%.  Nilai  CBR terbesar terjadi dipenambahan fly ash 10% yaitu sebesar 8,80% meningkat 121,66% dari nilai CBR tanah asli. Dari hasil nilai CBR rencana yang didapat, nilai DDT meningkat sebesar 5,28, 5,58, dan 5,76. Nilai DDT terbesar terjadi dipenambahan fly ash 10% yaitu sebesar 5,76 meningkat 30,37% dari nilai DDT tanah asli. Kata kunci:  CBR, Abu Terbang, Semen, Abu Sekam, Tanah Lempung.
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH ABU SERBUK KAYU DAN KAPUR TERHADAP KUAT GESER DAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG Poni Yulianti; Suradji Gandi; Okrobianus Hendri
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengujian kuat geser langsung pada tanah lempung yang disubstitusi dengan material fly ash, abu serbuk kayu, dan kapur. Untuk itu pengujian ini dilakukan dengan campuran fly ash, abu serbuk kayu, dan kapur pada tanah lempung agar dapat dilihat seberapa kekuatan geser pada beban yang berada diatas tanah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dan analitikal yaitu dengan mencari  daya dukung dan  kuat geser terhadap tanah lempung dengan campuran fly ash, abu serbuk kayu dan kapur. Untuk mengetahui pengaruh fly ash, abu serbuk kayu pada tanah lempung dengan peningkatan nilai sudut geser tanah (ø) tertinggi pada fly ash, abu serbuk kayu dan kapur 3 hari terdapat pada persentase campuran tanah 15 % sebesar = 20º dengan persentase kenaikan sebesar = 5,2%  dari tanah asli dan pada fly ash, abu serbuk kayu dan kapur 7 hari pada campuran 15% sebesar = 21º dengan persentase sebesar 2,9% dari tanah asli. Sedangkan peningkatan nilai kohesi (c) tertinggi fly ash, abu serbuk kayu dan kapur  3 hari terdapat pada persentase campuran 10% sebesar = 0,198 kg/cm2 dengan persentase kenaikan sebesar = 0,8% dari tanah asli dan pada fly ash, abu serbuk kayu dan kapur 7 hari pada campuran 15% sebesar = 0,23 kg/cm2 dengan persentase sebesar = 4% dari tanah asli. Kata kunci: kuat geser daya dukung tanah, tanah lempung, uji geser langsung
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DI BANJARMASIN Tezar Aulia Rachman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4239

Abstract

Produktivitas adalah sebuah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan baik perusahaan apapun termasuk perusahaan jasa konstruksi pada bidang transportasi Prodi teknik sipil, banyak hal yang diusahakan oleh suatu  perusahaan untuk memaksimalkan peningkatan produktivitasnya melalui tenaga kerja, baik yang berupa sistem pengupahan maupun mengupayakan sarana penunjang semangat kerja lainnya. Sebagai salah satu faktor produktivitas kerja dan sekaligus mereka sebagai manusia, makhluk sosial yang tentu mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan keinginan, dalam melaksanakan pekerjaan pekerja didorong oleh beberapa motif atau mempunyai motivasi-motivasi kerja tertentu, maksud keinginan dari pekerja diharapkan dapat dipenuhi haknya oleh perusahaan dan sebaliknya perusahaan mengharapkan tenaga kerja bertanggung jawab dan  berperilaku dalam bekerja menurut aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan bidangnya. Beberapa faktor yang dapat memberikan motivasi kerja antara lain keamanan, keselamatan, kesehatan, jenis pekerjaan, pengupahan, pengawasan, masa depan dan lain sebagainya. Faktor-faktor tersebut diamati dan diteliti dari masing-masing tenaga kerja dan dikorelasikan dengan acuan produksi kinerja  masing-masing, sedangkan ukuran dari produktivitas sudah menjadi acuan baku analisa satuan pekerjaan. Kata Kunci: produktivitas, motivasi kerja dan analisa satuan pekerjaan.
PERILAKU POLA KERETAKAN BENDA UJI KUBUS DAN SILINDER YANG TERKEKANG TERHADAP BEBAN MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fitriani Ridzeki
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5154

Abstract

Di Indonesia kerusakan bangunan yang cukup besar diakibatkan oleh aktivitas tektonik atau gempa bumi. Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan daerah pemukiman bahkan kawasan perkantoran. Bangunan tingkat tinggi pada suatu struktur bangunan harus memiliki struktur yang kuat terhadap gaya gempa. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain bangunan yang lebih memperhatikan tingkat kinerja bangunan yaitu desain penulangan dan sambungan dari keseluruhan struktur, yang bisa diperoleh dari pengujian kuat tekan beton benda uji untuk mewakili sebuah struktur. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus dan silinder yang terkekang telah dilakukan menggunakan metode elemen hingga. Benda uji kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm dan kubus 20 cm × 20 cm × 20 jarak sengkang 5 cm dan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terkekang dengan jarak sengkang 5 cm dan 10 cm.  penelitian yang  dilakukan adalah pengujian kuat tekan beton pada benda uji kubus dan silinder yang diberi pengekangan untuk mendapatkan nilai beban maksimum, tegangan dan pola keretakan yang terjadi yang terjadi. Perilaku tegangan von misses dan pola keretakan yang terjadi dipengaruhi oleh mutu dari material baja untuk tulangan dan material beton. Semakin tinggi mutu beton maka nilai tegangan maksimum yang dicapai juga semakin besar. Jarak sengkang juga mempengaruhi nilai beban maksimum, semakin rapat jarak antar sengkang maka nilai beban maksimum semakin besar. Sedangkan pada benda uji silinder jarak sengkang dengan pengekangan persegi tidak mempengaruhi nilai beban maksimum.Kata kunci: pola retak, benda uji, pengekangan
MANAJEMEN RISIKO KONSULTAN PERENCANA KONTRUKSI DI KOTA BALIKPAPAN Ferdy Kahandanie; Mahfud Mahfud
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4068

Abstract

Balikpapan sebagai kota penyangga Ibukota Negara (IKN) di Kalimantan Timur Ada beberapa masalah utama yang sering dihadapi oleh para penyelenggara konstruksi yang terkait dengan proyek pembangunan Gedung, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Terlebih dalam perencanaan, umumnya konsultan perencana pada proyek bangunan gedung mendapatkan kontrak untuk merencanakan sejumlah lokasi yang tersebar di suatu wilayah Pemerintahan. Tentu saja dalam melaksanakan perencanaan bangunan gedung tersebut konsultan perencana memiliki risiko. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi risiko pada proyek perencanaan bangunan gedung. Penelitian ini difokuskan di kota Balikpapan. Studi ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk dapat memberikan suatu deskripsi yang akurat dan sistematik tentang suatu keadaan dan hubungan yang terjadi antar keadaan yang diteliti. Dengan menguji kevalidan dan reliabilitas data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kelompok risiko yang harus dihadapi konsultan konstruksi. Tindakan penanganan risiko perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari risiko – risiko yang termasuk dalam risiko dominan (major risk). Dari risiko – risiko dominan (major risk), dilakukan tindakan mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer) dan menghindari risiko (risk avoidance), Keberadaan risiko-risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable) harus mendapatkan perhatian khusus. Metode Penelitian Manajemen risiko konsultan perencana kontruksi di kota Balikpapan dilakukan melalui tahapan proses penelitian sebagai berikut: studi pustaka, survey lokasi, pengambilan data survey,wawancara dan kuisioner, tabulasi data, analisis data. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan jasa konsultan perencana proyek dan bila ada penelitian serupa dapat menjadi pengembangan inovasi penelitian selanjutnya. Kata Kunci: manajemen Risiko, deskriptif kualitatif, dan Balikpapan
ANALISIS BIAYA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG SMPN 1 TENGGARONG KALIMANTAN TIMUR Dedy Sugi Hartawan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5124

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan rincian kegiatan SMK3 dan mendapatkan biaya pelaksanaan SMK3 pada Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung SMPN 1 Tenggarong. Manfaat dari penerapan SMK3 ini dapat meningkatkan  efektifitas  perlindungan  keselamatan  dan  kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi, dapat  mencegah  dan  mengurangi kecelakaan   kerja   dan   penyakit akibat kerja, dapat menciptakan  tempat  kerja yang  aman,  nyaman  dan  efisien,  untuk mendorong produktifitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: studi literatur, pelakasanaan penelitian serta analisa dan pembahasan dengan menggunakan metode analisis deskriptif . Adapun subyek penelitian dalam penelitian ini, adalah Data RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan gambar. Rincian kegiatan penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Bangunan sekolah yang meliputi beberapa kegiatan yakni Penyiapan RK3K, Sosialisasi dan Promosi K3, Alat pelindung kerja, Alat pelindung diri, Asuransi dan perijinan, Personil K3, Fasilitas sarana kesehatan, Rambu- rambu K3 dan Biaya pelaksaanan SMK3 pada Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung SMPN1 Tenggarong Adalah sebesar Rp. 453,298,212.00 dari    nilai kontrak Rp.30,132,530,000.00 atau porsentase biaya pelaksanaan SMK3 sebesar 1.5 % dari nilai kontrak Rp.30,132,530,000. Perhitungan pembiayaan SMK3 dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan program SMK3 di proyek. Kata kunci: Rincian kegiatan SMK3 dan Biaya SMK3
KUALITAS WALKABILITY JALUR PEJALAN KAKI PADA KAWASAN BISNIS SIMPUR CENTER DAN SEKITAR Goldie Melinda Wijayanti; Anggi Agustina; Rahayu Sulistyorini
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3607

Abstract

Penggunaan lahan sebagai kawasan pusat bisnis (CBD) merupakan salah satu ciri sebuah kawasan perkotaan. Salah satu infrastruktur perkotaan yang harus tersedia yaitu jalur pejalan kaki, karena adanya kegiatan perpindahan moda transportasi. Jalur pejalan kaki di Jl. Raden Intan adalah salah satu jalur pejalan kaki yang paling aktif di Kota Bandarlampung karena selain kegiatan perdagangan dan jasa juga dekat dengan Stasiun Tanjung Karang. Eksisting jalur pejalan kaki di di kawasan simpur center berdasarkan hasil analisis menggunakan parameter walkability dan teknik survai walkthrough didapatkan hasil skala penilaian dengan proporsi terbanyak yaitu jalur pejalan kaki buruk. Dari hasil pengamatan ada beberapa yang perlu ditingkatkan untuk mendukung walkability di kawasan perbelanjaan simpur center berfungsi sesuai peruntukan sebagai CBD dan transit, seperti ketersediaan jalur pejalan kaki yang bebas hambatan, penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki berkebutuhan khusus dan jalur pejalan kaki harus bersifat kontiyu. Kata Kunci: Kota Bandarlampung, Kawasan CBD, Simpur Center, Walkability, Transportasi Non Motor
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN PADA RUAS JALAN TANJUNG SERDANG-STAGEN KABUPATEN KOTABARU Adhi Surya; Abdurrahman Abdurrahman; Buzman Buzman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4284

Abstract

Kecelakaan lalu lintas sangat sering terjadi dan banyak menimbulkan kerugian. Akibat dari kecelakaan lalu lintas berupa kerusakan terhadap fasilitas-fasilitas umum dan timbulnya korban yang meninggal dunia. Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi akibat dari faktor manusia. Kemungkinan penyebab kecelakaan adalah kelalaian dari manusia itu sendiri. Kelalaian yang menimbulkan kecelakaan lalu lintas, misalnya pengemudi kehilangan konsentrasi, lelah dan mengantuk, pengaruh alkohol dan obat, kecepatan melebihi batas atau ugal-ugalan, kondisi kendaraan bemotor yang kurang baik serta kurang pahamnya pengemudi tentang aturan berlalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab kecelakaan dengan menggunakan data dari Polres Kotabaru dan dengan survei langsung kelapangan di ruas Jalan Tanjung Serdang-Stagen Kabupaten Kotabaru. Metode yang digunakan adalah campuran kuantitatif-kualitatif-deskriptif. Dengan tahapan survei, pengambilan data primer dari hasil pengukuran langsung di lapangan (Wawancara) dan data sekunder didapatkan dari Polisi Resort Kota (Polresta) Kabupaten Kotabaru dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotabaru, analisis data dengan melakukan analisis Black Spot dan melihat faktor dominan penyebab kecelakaan, lalu dibahas hasilnya dan disimpulkan. Berdasarkan analisis dapat disimpulan yaitu titik Black Spot pada ruas jalan tanjung serdang-stagen sebanyak 3 titik sepanjang 29 km yaitu di km 9-10,20-21 dan 26-27. Dimana pada ruas jalan ini kecelakaan disebabkan karena kelalaian pengendara dan terlalu cepat mengendarai kendaraan, di samping itu faktor umur juga menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kata Kunci: Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan, Metode Campuran Kuantitaf Kualitatif Deskriptif, Ruas Jalan Tanjun Serdang-Stagen Kotabaru.
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK ARANG KAYU PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI INDEKS PLASTISITAS DAN NILAI CBR Arpina pahrida; suradji Gandi; Fatma Sarie
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5271

Abstract

Tanah berperan di setiap pekerjaan teknik sipil. Hampir semua bangunan dibuat di atas atau di bawah permukaan tanah. Tanah lempung yang memiliki perilaku lunak, namun tidak juga cair. Kondisi tanah ini dijadikan tanah dasar dari sebuah bangunan struktur sangat tidak kondusif, karena tanah lempung dipengaruhi oleh kadar air yang terkandung pada tanah. Pemanfaatan tanah dengan sifat demikian menyebabkan kegagalan pada kontruksi. metode yang digunakan yaitu pada penelitian ini stabilisasi, dengan menambahkan 2% 4% 6% bubuk arang kayu, dengan peremeraman 3 hari dan 7 hari, yang ditinjau pada penelitian ini adalah nilai CBR  dan Indeks plastisitas, karena bubuk arang kayu dapat memperbaiki sirkulasi air dan udara, serta dapat mengikat karbon, dan dapat mengurangi kembang susut tanah karena sifatny mereduksi indeks plastisitas tanah. Dari hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium sifat fisik tanah asli didapatakan  AASHTO sebagai tanah berlempung kelompok A-6 (6) dan USCS sebagai  tanah  lempung  anorganik  dengan  plastisitas  rendah  sampai  dengan sedang, tanah termasuk kelompok CL. Nilai Indeks Plastisitas menurun setelah di tambahkan bubuk arang kayu. Analisis data menggunakan analisis varian menyatakan  bahwa  penambahan  bubuk  arang  kayu  memberikan  pengaruh terhadap nilai CBR perbaikan tanah dasar. Untuk tanah asli dengan kadar air optimum  tanpa  campuran  nilai  CBRRENCANA   sebesar  2,12%.  Untuk  tanah campuran dengan kadar air optimum penambahan bubuk arang kayu sebesar 2%,4%,6% dengan masa pemeraman 3 hari didapatkan nilai CBRRENCANA  sebesar3,80%, 4,20%, 4,80%. Tanah dengan campuran kadar air optimum dan penambahan bubuk arang kayu sebesar 2%, 4%, 6% dengan  pemeraman 7 harididapatkan nilai CBRRENCANA 4,70%, 5,80%, 7,00. Kata kunci:  CBR, Indeks Plastisitas, Bubuk Arang Kayu
EVALUASI SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN MT. HARYONO – JALAN BANGGERIS MENGGUNAKAN SOFTWARE KAJI Rusdi Doviyanto
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4074

Abstract

Simpang tak bersinyal adalah simpang yang paling banyak dijumpai di daerah perkotaan di Indonesia. Apabila kinerja simpang menurun, maka akan menimbulkan kerugian pada pengguna jalan akibat terjadinya penurunan kecepatan, peningkatan tundaan, dan antrian kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui volume lalu lintas perhitungan kinerja simpang tak bersinyal pada Jalan MT. Haryono – Jalan Banggeris, mengetahui kinerja simpang tak bersinyal tingkat pelayanan (level of service/LOS) dan memprediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada Jalan MT. Haryono – Jalan Banggeris kondisi 5 (lima) tahun yang akan datang. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas dan survey hambatan samping yang kemudian dianalisa berdasarkan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan v/c = 0,605< 0,85 dengan arus lalu lintas dengan kapasitas 4104 smp/jam, mempunyai tingkat pelayanan (LOS)  =  C,  dimana  arus  stabil,  kecepatan  dikontrol  oleh  arus  lalu  lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Kata kunci : Simpang Tak Bersinyal, Kinerja, Tingkat Pelayanan

Page 9 of 26 | Total Record : 258