cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 258 Documents
PENGARUH PEMASANGAN MODEL TIANG BERBAHAN BAMBU KUNING DI HILIR PINTU AIR TERHADAP ENERGI SPESIFIK Agnes Rafelia; I Made Kamiana; Dwi Anung Nindito
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5282

Abstract

Energi spesifik loncatan hidraulik yang terjadi di hilir pintu air menjadi salah satu faktor penyebab gerusan di saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formasi model tiang di hilir pintu air yang paling signifikan berpengaruh terhadap energi spesifik. Penelitian ini dilakukan pada flume kaca dengan panjang 6 m; lebar 0,2 m; dan tinggi 0,40 m. Dasar flume dilapisi kayu. Model tiang dibuat dari bambu kuning yang diraut. Diameter model tiang 0,2 cm. Tinggi model tiang 7 cm dan 12 cm. Pola model tiang adalah paralel. Pemasangan model tiang di hilir pintu air dilakukan dalam delapan formasi. Debit yang dialirkan ke flume yaitu0,00774 m3/dt dan 0,00191 m3/dt. Pengukuran kedalaman aliran dilakukan pada16 titik, yaitu di titik pintu air, dan di titik-titik lainnya yang tersebar di hulu formasi model tiang, di tengah formasi model tiang, dan di hilir formasi model tiang. Hasil penelitian menunjukkan, formasi model tiang di hilir pintu air dapat memperbesar energi spesifik. Formasi model tiang yang paling signifikan berpengaruh terhadap energi spesifik adalah formasi dengan pola paralel penuh, tinggi model tiang 12 cm atau 3/10 dari tinggi flume, dan jarak antar model tiang1/8 dari lebar flume.Kata kunci: energi spesifik, formasi tiang, hilir pintu air
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN BERLALU LINTAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN DAN TANPA EDUKASI DI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Agung Eko Saputro; S. Priyanto; M. Irawan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan perilaku siswa sekolah dasar yang telah menerima edukasi keselamatan lalu lintas dengan siswa yang belum menerima edukasi keselamatan berlalu lintas. Penelitian ini dilakukan pada 4 Sekolah Dasar yaitu SD Negeri Krebet, SD Puluhan, SD Priyan dan SD Bendosari Kabupaten Bantul dengan pertimbangan bahwa Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul paling banyak menerima edukasi tentang keselamatan lalu lintas Safety for Children yang diselenggarakan oleh Gachon University bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada, Dinas Perhubungan, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Koica. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.   Penyebaran kuesioner pada siswa dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif. Kuesioner yang dibagikan melalui google form dan pengisian oleh siswa dapat dibantu oleh orang tua/wali murid. Berdasarkan anlisis penelitian diketahui bahwa siswa yang telah mendapatkan pendidikan keselamatan berlalulintas lebih memahami praktik dan pemahaman berlalulintas dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan pendidikan keselamatan berlalulintas, meskipun perbandingan nilainya tidak signifikan. Kata kunci:  Perilaku berlalu lintas anak, Edukasi keselamatan lalu lintas, Pemahaman berlalu lintas anak
ANALISIS BIAYA KEPEMILIKAN DAN OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT DIMASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS: JURUSAN PALANGKA RAYA-KUALA KURUN) Silvia Eva Reliana; Ina Elvina; Sutan P. Silitonga
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5157

Abstract

Pada  saat   ini   masyarakat   tengah   menghadapi   musim   Pandemic  Covid-19 khususnya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang menyebabkan perilaku bertransportasi pun berubah, pengguna dan penyelenggara/operator transportasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru (new normal) dengan dilakukan pembatasan jumlah penumpang sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan, tarif pokok dan tarif dasar penumpang angkutan antar jemput jurusan Palangka Raya-Kuala Kurun pada CV. Mutiara Travel yang dikeluarkan pada musim Pandemic Covid-19 ini. Hasil perhitungan saat musim Pandemic Covid-19 diperoleh nilai BOK sebesar Rp3.155,13/kend-km; tarif pokok sebesar Rp. 113.584,68/pnp; tarif dasar sebesar Rp.124.943,14/pnp dan disaat keadaan normal besarnya tarif pokok yang dikeluarkan sebesar Rp.81.131,91/pnp; tarif dasar sebesar Rp.89.245,10/pnp dengan   tarif umum yang berlaku sebesar Rp.150.000,00/pnp, ini memberikan cukup keuntungan bagi penyedia jasa CV. Mutiara Travel jurusan Palangka Raya- Kuala Kurun dan lamanya penyedia jasa dapat kembali modal dengan metode Payback Period adalah 2 tahun.Kata Kunci : Transportasi, BOK, Penyedia Jasa, Tarif, Pandemi Covid-19
ANALISIS LEBAR SELASAR PEJALAN KAKI PADA PASAR ANTASARI KOTA BANJARMASIN Hudan Rahmani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4072

Abstract

Pejalan kaki merupakan salah satu bentuk lalu lintas dalam sistem transportasi, dan sangat dominan di daerah perkotaan, Central District Business (CBD) atau lokasi  yang  memiliki  permintaan  tinggi  dengan  periode  pendek  contohnya  di Pusat Perbelanjaan. Lebar efektif adalah salah satu faktor utama dalam perancangan, perencanaan, maupun pengoperasian fasilitas-fasilitas transportasi. Hasil studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan dalam kaitannya dengan fasilitas-fasilitas transportasi  di  Indonesia, mengingat  belum adanya pembahasan mengenai hal ini pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), sedangkan hal  ini sudah dibahas dan  baru ada di Highway Capacity Manual (HCM-1985) dari Amerika. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan  alat  kamera  video,  pada  waktu  kondisi  arus  puncak  dan  arus normal, di lokasi Selasar pada Pasar Antasari untuk mengetahui Lebar Efektif Selasar  berdasarkan  konsep  Level  of  Service  (LOS)  dari  HCM  (1985)  dari Amerika. Dari hasil perhitungan didapatkan Lebar Efektif Selasar pada waktu puncak menjelang lebaran Idul Fitri sebesar 0,594 m dengan ruang 1,69 m2/ped dan untuk waktu normal setelah lebaran Idul Fitri sebesar 1,08 m dengan ruang 3,063 m2/ped. Kata kunci: Arus  pejalan  kaki,  selasar  lurus,  kecepatan,  kerapatan  atau ruang, lebar efektif.
DESAIN JARINGAN DRAINASE DESA GANDANG BARAT KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5123

Abstract

Daerah    rawa    di Indonesia    mempunyai    lahan    seluas     39.424.500 hektar.Jumlah rawa Pasang   surut   di   Kabupaten   Pulang    Pisau    9.063.000 hektar, di Kecamatan Maliku 350.000 hektar. Daerah rawa  di Pangkoh V dan VI dibangun pada Tahun  1983 meliputi   jaringan   drainase   saluran   primer   sepanjang   27   km   saluran Sekunder sepanjang  599  km,    dan    selesai    pada    tahun 1985  dengan luas areal 9246 hektar. Pada   tahun   1985   transmigrasi di   datangkan  dari   luar kecamatan,  Sebagian  dari penduduk Kalimantan Tengah dengan tujuan memanfaatkan lahan rawa yang ada. Dengan kondisi  saluran  sekunder  di daerah Desa Gandang Barat Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau. yang tidak berfungsi oleh sebab itu sejak tahun 2005, 2010, 2016 sampai2019 terjadi banjir yang cukup dalam   70 cm, oleh karena itu perlu adanya desain jaringan Irigasi. Secara umum penelitian di lakukan dalam beberapa tahap,yaitu: pengumpuan data,analisis data, evaluasi kapasitas, dan desain sistem drainase. Jenis data yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa peta, data curah hujan bulanan dan beberapa data lainnya. Disamping untuk analisis, data sekunder tersebut juga akan dijadikan pedoman dalam pengumpulan data primer. Data primer yang dikumpulkan anatara lain perhitungan curah hujan dengan cara normal, log normal, log pearson III, dan Gumbel. Dari perhitungan curah hujan data Gumbel yang paling akurat, sehingga dijadikan pedoman dalam perhitungan profil memanjang dan melintang saluran. Untuk menentukan debit drainase rencana (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Jika Qr > Qs akan dilakukan perencanaan ulang terhadap  kapasitas pengaliran.  Besarnya volume  debit  air pada  sistem jaringan drainase yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (XTR=  5  Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 135,95 mm, intensitas curah hujan 45,45 mm/jam.Pembuatan 25 saluran yang baru tidak perlu dan normalisasi 24 saluran yang lama dengan ketinggiaan air 1,70 m dari dasar saluran sudah cukup untuk mengatasi limpahan air pasang dari saluran PLG 1 juta hektar, 135,95 mm curah hujan. Dan ini dapat menghindari terjadinya banjir lagi dengan ketinggian ± 0,70 m. Adapun luas yang digenangi banjir pada saat ini berkisar ± 320 hektar. Perencanaan saluran sekunder diambil debit aliran perhitungan yang terbesar     yaitu Q = 19,39   m3/dt > Qr (Debit drainase rencana kumulatif = 2,286 m3/dt).Untuk memaksimalkan kapasitas 24 saluran drainase yang sudah ada, maka perlu dilakukan pemeliharaan saluran dengan cara membersihkan sampah dan tumbuhan pengganggu, serta memperdalam ketinggian air drainase  setinggi  1,70  m  secara  berkala.  Adanya  hubungan  yang  sinergis  antara masyarakat,  swasta,  dan  pemerintah  juga  sangat  berpengaruh  terhadap  berfungsinya sistem drainase yang baik. Kata Kunci :   Desain, Jaringan, Drainase, Metode, Analisa, Dimensi, Irigasi, Debit airDan Evaluasi.
DESAIN JARINGAN RAWA DI WILAYAH KANTAN KECAMATAN PANDIH BATU KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4062

Abstract

Daerah   rawa   di Indonesia   mempunyai   lahan   seluas 39.424.500 hektar.Jumlah  rawa Pasang  surut  di  Kabupaten  Pulang   Pisau   9.063.000 hektar, di Kecamatan Maliku 350.000 hektar. Daerah rawa  di Pangkoh V dan VI dibangun pada Tahun  1983  meliputi  jaringan  drainase  saluran  primer  sepanjang  27  km  saluran Sekunder sepanjang  599  km,   dan   selesai   pada   tahun 1985  dengan luas areal 9246 hektar. Pada  tahun  1985  transmigrasi di  datangkan dari  luar kecamatan, Sebagian dari penduduk Kalimantan Tengah dengan tujuan memanfaatkan lahan rawa yang ada. Dengan  kondisi  saluran sekunder di Wilayah Kantan Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau. yang tidak berfungsi oleh sebab alih fungsi lahan pertanian, banyak jadi lahan perkebunan, masalahnya tingkat keasaman air masih tinggi, sehingga tanaman padi jadi tidak normal. Oleh karena  itu  perlu  adanya  desain   jaringan  rawa  yaitu jaringan   sekunder. Secara umum penelitian di lakukan dalam beberapa tahap,yaitu: pengumpuan data,analisis data, evaluasi kapasitas, dan desain sistem drainase. Jenis data yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa peta, data curah hujan bulanan dan beberapa data lainnya. Disamping untuk analisis, data sekunder tersebut juga akan dijadikan pedoman dalam pengumpulan data primer. Data primer yang dikumpulkan anatara lain perhitungan curah hujan dengan cara normal, log normal, log pearson III, dan Gumbel. Dari perhitungan curah hujan data Gumbel yang paling akurat, sehingga dijadikan pedoman dalam perhitungan profil memanjang dan melintang saluran. Untuk menentukan debit drainase rencana (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Jika Qr > Qs akan dilakukan perencanaan ulang terhadap kapasitas pengaliran. Besarnya volume debit air pada sistem jaringan irigasi yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (X¬TR= 5 Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 495,303 mm. Intensitas curah hujan 165,43 mm/jam.Menormalisasi kapasitas 122 saluran yang berfungsi dan perbaikan 28 saluran yang tidak berfungsi dengan ketinggiaan air 1,50 m untuk menghilangkan kadar asam tanah di sekitar 150 saluran sekunder. perhitungan  saluran sekunder, diambil dari perencanaan debit aliran perhitungan yang terbesar yaitu Q = 22,40 m3/dt  > Qr (Debit drainase rencana kumulatif  = 16,21 m3/dt). Dimensi penampang pada 122 saluran sekunder dan perbaikan 28 saluran yang tidak berfungsi itu semua di normalisasi. Kata Kunci :   Desain, Jaringan Drainase, Metode, Analisa, Dimensi, Irigasi, Debit Air Dan Evaluasi
KAJIAN KINERJA JALAN ADHYAKSA KOTA BANJARMASIN Adhi Surya; Muhammad Gunawan Perdana
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3595

Abstract

Sebagai Kota Metropolitan yang ke Sembilan, Banjarmasin mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi yang cukup pesat, maka seiring dengan hal tersebut Pemerintah Kota  Banjarmasin merasa perlu untuk meningkatkan pelayanan bidang transportasi melalui kebijakannya dan menciptakan Kota Banjarmasin yang indah dan nyaman, dalam rangka mendukung fungsi kota sebagai pusat jasa dan bisnis dengan aktifitas perekonomian yang melayani sebagian regional wilayah kalimantan pada dua provinsi lainnya (Kaltim dan Kalteng). Jalan perlu dikembangkan sehingga dapat menjamin tersalurnya hasil produksi dari pusat-pusat produksi keluar wilayah melalui simpul-simpul distribusi utama. Kelengkapan jaringan jalan dalam arti khusus terbentuknya suatu jaringan secara hirarki baik arteri, kolektor maupun lokal lengkap dengan sistem yang teratur dengan baik merupakan syarat utama untuk mencapai efisiensi transportasi jalan raya. Ada satu genarator kuat di Jalan Adhyaksa yaitu kampus UNISKA MAB sebagai daya bangkit-tarik transportasi berupa roda dua dan roda empat. Sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa terjadi penumpukan atau kemacetan akibat hambatan samping (kondisi parkir) dan pembuatan sistem satu arah jalur menuju Jalan Brigjen H.Hasan Basri dari Jalan Sultan Adam, Jalan Cemara Raya dan Jalan Cemara Ujung sehingga menambah beban lalu lintas Jalan Adhyaksa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian deskriptif-kuantitatif yaitu melakukan survei volume lalu-lintas, kapasitas dan mengolah data volume lalu-lintas dengan microsoft excel untuk mendapatkan perhitungan Level of Service (LOS) atau Tingkat Pelayanan Ruas Jalan Adhyaksa berdasarkan MKJI 1997. LOS sebagai ukuran dari kinerja ruas jalan Adhyaksa.
PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PANTAI DAN SERBUK BATU BATA TERHADAP KEKUATAN GESER TANAH LEMPUNG Rotua Hutabarat; Suradji Gandi; Mohammad Ikhwan Yani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5128

Abstract

Tanah merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembangunan bangunan sipil, karena berguna sebagai unsur utama pondasi dari suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik tanah di daerah Tumbang Rungan Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah dan pengaruh penambahan pasir pantai dan serbuk batu bata terhadap kekuatan geser dan daya dukung tanah dengan variasi penambahan campuran sebesar 2,5%, 5% dan 7,5% dengan pemeraman 0 hari, 3 hari dan 7 hari. Penelitian ini menggunakan metode pengujian di laboratorium dan analisis terzaghi. Menurut AASHTO tanah diklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5 (7) dan menurut sistem USCS tanah diklasifikasikan sebagai kelompok CL atau lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai dengan sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, lempung berlanau,  lempung  “kurus” (lean clays). Hasil pengujian sifat mekanik tanah asli didapat nilai, kohesi (C) = 0,2626 kg/cm2 dan sudut geser dalam (  ) =270. Berdasarkan parameter tersebut didapat nilai kuat geser tanah (τ) = 0,330 kg/cm2. Pada penambahan pasir pantai 7,5% dalam 7 hari pemeraman didapat nilai kuat geser tertinggi sebesar (τ) = 0,364 kg/cm2  terjadi kenaikan sebesar 0,034 kg/cm2 dengan persentase 9,34%.Variasi campuran yang paling efektif untuk meningkatkan kuat geser adalah 7,5% pasir pantai dan 2,5% serbuk batu bata dengan pemeraman 7 hari. Kata Kunci : Kuat Geser, Serbuk Batu Bata, Tanah Lempung, Uji GeserLangsung, Pasir Pantai.
ANALISIS SISTEM DRAINASE PERUMAHAN DI JALAN DAMAI KOTA SAMARINDA Yuswal Subhy
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5274

Abstract

Pembangunan  perumahan  beserta  sarana  dan  prasarananya  perlu  mendapat prioritas mengingat perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok. Pembangunan Perumahan di Jalan Damai oleh pengembang Kota Samarinda yang terletak di Kecamatan Sambutan merupakan upaya untuk lebih menggiatkan kehidupan ekonomi daerah dan sekitarnya. Dengan dibangunnya perumahan maka otomatis akan mempengaruhi kondisi sistem drainase di sekitar kawasan tersebut. Mengubah jumlah run off merupakan langkah awal yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Ada dua jenis distribusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Distribusi Kayu Pearson III dan Distribusi Gumbel Tipe I. Uji kesesuaian sebaran dilakukan untuk menentukan jenis sebaran yang paling sesuai dengan data curah hujan. Ada dua jenis uji kesesuaian (Goodness of Fit Tests) yaitu Chi Square dan Smirnov - Kolmogorof).NMetode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan dan analisis data. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Kemudian data dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidrolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi untuk semua saluran pada Perumahan Jl. Damai menggunakan potongan persegi ekonomis dengan periode ulang 10 tahun. Alur Utama 1, kedalaman saluran (h) 30 cm, lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi pelindung 20 cm, dan debit rencana 0,618 m3 / detik. Alur Utama 2, kedalaman saluran (h) 30 cm, lebar dasar (B) 60 cm, tinggi pelindung 20 cm, dan debit rencana 0,395 m3 / dtk. Alur Utama 3, kedalaman saluran (h) 30 cm, lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi pelindung 20 cm, dan debit rencana 0,351 m3 / s.Kata Kunci: Saluran, Intensitas Hujan, Debit Banjir
PENGGUNAAN SNI 1726-2019 UNTUK MENENTUKAN BEBAN GEMPA SEISMIK DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4238

Abstract

Pada Pulau Kalimantan terdapat tiga zona sesar utama sesar yaitu sesar Tarakan, sesar Mangkalihat, dan sesar Meratus. Ketiga sesar tersebut memiliki panjang lebih  dari  pada  100  km  yang  dapat  berpotensi  menimbulkan  gempa  sampai dengan magnitudo 7. Peraturan Gempa Indonesia, SNI 1726:2019, disusun berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2017 dan ASCE 7-16. Maka dipilih 13 kota besar di Kalimantan Selatan yang berada dizona gempa yang berbeda dan sesuai dengan Peta Gempa Indonesia 2017. Nilai Koefisien Situs mempengaruhi besarnya Spektrum Respons Desain dan Kategori Desain Seismik. Berdasarkan Percepatan Spektrum Respons pendek MCER pada peta gempa 2017, daerah Kalimantan Selatan termasuk dalam daerah yang memiliki percepatan spektrum Ss dari 0,05g sampai dengan 0,4g. Nilai percepatan spektrum pendek terbesar berada di daerah pegunungan meratus dan sekitarnya. Berdasarkan perbandingan kategori  Desain  Seismik  didapati  daerah  yang  rawan  terhadap  gempa  yaitu daerah  Kalimantan  Selatan  yang  berada  pada  jenis  Tanah  Sedang  (SD)  dan Tanah Lunak (SE).  Berdasarkan fungsi bangunan dan kelas situs, struktur yang termasuk kategori resiko IV berada di situs tanah lunak yang dikategorikan ke dalam  KDS  D  yaitu  bangunan  yang  digunakan  oleh  khalayak  ramai  seperti rumah ibadah, kantor, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lain-lain. Kata Kunci: SNI  1726:2019,  Gempa, Desain, Seismik, Kalimantan Selatan

Page 7 of 26 | Total Record : 258