cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Juni" : 152 Documents clear
Pengembangan Multimedia Interaktif AR ‘TereDaman’ Berbasis Problem Based Learning Dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Intan Nabila, Nadania; Syarif Sumantri; Linda Zakiah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1112

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengembangkan Multimedia Interaktif Augmented Reality ‘TereDaman’ berbasis Problem Based Learning (PBL) yang layak digunakan dan mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Subjek pada penelitian ini adalah 17 orang peserta didik kelas V SDN Rawamangun 07 Pagi serta 3 orang ahli sebagai validator yaitu Ahli media, Ahli materi dan Ahli Bahasa yang ketiganya merupakan dosen PGSD FIP UNJ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research & Development) dengan model ADDIE yang dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (Development). Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Methods dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan kuisioner analisis kebutuhan, lembar validasi ahli, serta angket respon siswa terhadap media. Hasil Penelitian ini adalah berdasarkan hasil uji validasi ahli materi sebesar 86,11% dengan kategori Sangat Baik (SB), ahli media memperoleh persentase sebesar 96,05% dengan kategori Sangat Baik (SB), dan ahli bahasa sebesar 87,5% dengan kategori Sangat Baik (SB). Kemudian, berdasarkan uji coba peserta didik one to one, small group dan field test memperoleh persentase sebesar 96,43%, 97,62%, dan 96,43% dengan kategori Sangat Baik (SB). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Multimedia Interaktif AR ‘TereDaman’ Berbasis PBL inilayak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V Sekolah Dasar.     This research aims to develop Interactive Multimedia Augmented Reality ‘TereDaman’ based on Problem Based Learning (PBL) which is suitable for use and is able to improve science learning outcomes on the Human Circulatory System material. The subjects in this research were 17 class V students at SDN Rawamangun 07 Pagi and 3 experts as validators, namely media experts, material experts and language experts, all three of whom were lecturers at PGSD FIP UNJ. This research uses the R&D (Research & Development) research method with the ADDIE model which is carried out only up to the development stage. This research uses a Mix Methods approach using data collection techniques in the form of interviews and needs analysis questionnaires, expert validation sheets, and student response questionnaires to the media. The results of this research are based on the validation test results of material experts of 86.11% in the Very Good (SB) category, media experts obtained a percentage of 96.05% in the Very Good (SB) category, and language experts 87.5% in the category Very Good (SB). Then, based on one to one, small group and field test student trials, they obtained percentages of 96.43%, 97.62% and 96,43% in the Very Good (SB) category. So it can be concluded that the PBL-based AR Interactive Multimedia ‘TereDaman’ is feasible and effective for use in learning science material on the human circulatory system for fifth grade elementary school students
FACEBOOK APPLICATION AS ELECTRONIC PORTFOLIO IN SPEAKING ASSESSMENT OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE: A Case Study of Indonesian Junior High School Students: Aplikasi Facebook sebagai Portofolio Elektronik dalam Penilaian Berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing: Studi Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Indonesia Wulandari , Dwi Siska; Suryoputro, Gunawan; Mulyono, Herri
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1119

Abstract

This qualitative study investigates the use of Facebook as an electronic portfolio (e-portfolio) for assessing English as a Foreign Language (EFL) speaking proficiency. It investigates whether Facebook as an e-portfolio helps students assess their speaking skills due limited time in the class. In particular, the focus is on the students' engagement in speaking tasks and their views on the e-portfolio-based evaluation. The study took place for three months in a private junior high school in Jakarta which consisted of 20 students. Classroom observations, questionnaires, and reflective journals were employed to collect the data. Using Kose's coding strategy (2006), the data was transcribed and coded. This unveiled the students' strategies for using Facebook to document speaking activities, with most relying on memorization (54%). The research also affirmed the effectiveness of Facebook as an e-portfolio instrument and found that Facebook is integrated well, giving positive results in operational descriptions, compatibility, and evaluative judgments. While some students perceived the benefits of adopting the e-portfolio via Facebook, the overall feedback tends to be favorable acceptance and appreciation of the tool. The feedback highlights the significance of teachers' digital proficiency in guiding students, given the lack of a comprehensive scoring system, so that emphasizing the necessity for a structured-speaking rubrics for consistent evaluations. This study highlights the use of Facebook as an e-portfolio tool by providing useful insights into students' strategies, motivation, and perceptions, suggesting implications for language learning through technology-mediated assessment.   Penelitian kualitatif ini menyelidiki penggunaan Facebook sebagai elektronik portofolio (e-portofolio) untuk menilai kemahiran berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah aplikasi Facebook sebagai e-portofolio dapat menilai kemampuan berbicara Bahasa inggris siswa yang bermasalah dalam keterbatarasan waktu dalam kelas Secara khusus. Fokus penelitian ini adalah keterlibatan siswa dalam tugas-tugas berbicara dan pandangan mereka terhadap evaluasi berbasis e-portofolio. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dan dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama swasta di Jakarta yang  terdiri dari 20 orang siswa. Observasi kelas, kuesioner, dan jurnal reflektif digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan menggunakan strategi pengkodean Kose (2006), data ditranskrip dan diberi kode. Hal ini mengungkap strategi siswa dalam menggunakan Facebook untuk mendokumentasikan kegiatan berbicara, dengan sebagian besar mengandalkan hafalan (54%). Penelitian ini juga menegaskan keefektifan Facebook sebagai instrumen e-portofolio dan menemukan bahwa Facebook terintegrasi dengan baik, memberikan hasil yang positif dalam deskripsi operasional, kompatibilitas, dan penilaian evaluatif. Meskipun beberapa siswa merasakan manfaat mengadopsi e-portofolio melalui Facebook, umpan balik secara keseluruhan condong ke arah penerimaan yang baik dan apresiasi terhadap alat tersebut. Umpan balik tersebut menyoroti pentingnya kemahiran digital guru dalam membimbing siswa, mengingat kurangnya sistem penilaian yang komprehensif, sehingga menekankan perlunya rubrik penilaian yang terstruktur untuk evaluasi yang konsisten. Studi ini menyoroti penggunaan Facebook sebagai alat e-portofolio dengan memberikan wawasan yang berguna tentang strategi, motivasi, dan persepsi siswa, serta memberikan implikasi untuk pembelajaran bahasa melalui penilaian yang dimediasi oleh teknologi.
Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pasca Pandemi Covid-19: Utilization of the Freedom Teaching Platform for Islamic Education Instruction Post-Pandemic Covid-19 Arifin, Rusjdy Sjakyakirti; Nurmulia, Fatma; Ilham; Syifa Anaqi, Danish
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1125

Abstract

Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah platform teknologi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek untuk memfasilitasi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. Pada saat penelitian ini berlangsung, PMM ini sudah dimanfaatkan oleh guru-guru dari sekitar 291.741 sekolah dari seluruh Indonesia, termasuk guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menganalisis pemanfaatan PMM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pendidikan agama Islam di sekolah umum pasca-pandemi Covid-19. Ada tiga subfokus yang akan diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini, yaitu kesiapan guru PAI dalam memanfaatkan PMM, pemanfaatan PMM untuk pembelajaran PAI, serta kendala dalam pemanfaatan PMM untuk pembelajaran PAI. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di dua sekolah, yaitu SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Tangerang Selatan dan SMA Muhammadiyah 2 Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru PAI dari kedua sekolah tersebut sudah sangat siap memanfaatkan PMM untuk meningkatkan kinerja pembelajaran mereka. Dari fitur-fitur yang ada, yang terbanyak digunakan adalah fitur Inspirasi dan fitur Mengajar. Sementara itu, fitur pengembangan diri masih kurang diminati oleh guru-guru PAI. Ditemukan juga ada beberapa kendala dalam pemanfaatan PMM ini secara optimal yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak yang berkepentingan The Freedom Teaching Platform or Platform Merdeka Mengajar (PMM) is a technology platform developed by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology to facilitate teachers and principals in teaching, learning, and working. When this research was conducted, PMM had been utilized by teachers from around 291,741 schools all over Indonesia, including Islamic Education teachers. This study analyzes the utilization of PMM to improve the quality of learning, especially in Islamic Education in public schools after the COVID-19 pandemic. Three sub-focuses will be studied and analyzed in this study, namely the readiness of Islamic Education teachers to utilize PMM, the utilization of PMM for Islamic Education learning, and obstacles in utilizing PMM for Islamic Education learning. The research was conducted using a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and document reviews. The research was conducted in two schools, namely SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, South Tangerang and SMA Muhammadiyah 2 Padang. The study results showed that Islamic Education teachers from both schools were very ready to utilize PMM to improve their learning performance. Of the existing features, the most used are the Inspiration feature and the Teaching feature. At the same time, the Professional Development feature was still less popular for Islamic Education teachers. It was also found that several obstacles in the optimal use of this PMM need attention from all interested parties.    
PEMBELAJARAN SCIENCE LITERACY DI MTSN 2 CIREBON MELALUI MODEL AUTHENTIC LITERACY: Investigation Of The Scientific Writing Program At Mtsn 2 Cirebon Through The Authentic Literacy Program Maula, Nurkholifatul; Kinang Darmaga Harahap
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1133

Abstract

Berdasarkan data dari PISA (2022), Indonesia memiliki nilai rata-rata sains untuk anak usia 15 tahun sebesar 383 poin, sedangkan rata-rata di negara-negara OECD adalah 485 poin. Pada tahun 2022, hasil rata-rata di bidang matematika, membaca, dan sains menurun dibandingkan tahun 2018. Program karya tulis ilmiah yang diimplementasikan di MTsN 2 Cirebon merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa karena sebelumnya siswa MTsN 2 Cirebon memiliki kemampuan literasi yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi program riset dan dampaknya terhadap kemampuan literasi siswa.  Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan teknik analisis kualitatif-kuantitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Program karya tulis ilmiah pada MTsN 2 Cirebon terbagi menjadi tiga langkah. Langkah pertama adalah implementasi pra-riset untuk memetakan kemampuan awal siswa. Kedua, fasilitator program mengombinasikan program dengan kemampuan membaca artikel ilmiah, menulis hasil analisis dari studi kasus, dan mempresentasikan. Ketiga, dengan adanya ketiga kemampuan tersebut, program ini dapat menciptakan siswa yang memahami teknik dalam membaca, menulis, dan mengomunikasikan hasil risetnya.     According to data from PISA (2022), Indonesia's average science score for 15-year-old students is 383 points, whereas the average score in OECD countries is 485 points. In 2022, the average results in mathematics, reading, and science declined compared to 2018. The scientific writing program implemented at MTsN 2 Cirebon is one of the strategies to improve students' literacy skills, as previously, students at MTsN 2 Cirebon had low literacy levels. This study aims to identify the implementation of the research program and its impact on students' literacy skills. This study employs a mixed-method approach with qualitative and quantitative analysis techniques. The findings of this study are as follows. The scientific writing program at MTsN 2 Cirebon is divided into three stages. The first stage is pre-research implementation to map students' initial abilities. Second, the program facilitators combine the program with the ability to read scientific articles, write analysis results from case studies, and present them. Third, with these three skills, the program can create students who understand the technical aspects of reading, writing, and communicating their research findings.  
Curriculum Transformation in Indonesia and Its Effect on Student Competencies: : Literature Study on 1947 Curriculum Until Merdeka Curriculum Fadhilah Putri, Zahra; Maula, Nurkholifatul
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.1160

Abstract

: Indonesia telah mengalami perubahan kurikulum sejak tahun 1947 hingga saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka. Pada transformasinya, kurikulum disesuaikan dengan kondisi sosial dan pembangunan di Indonesia.  Hingga saat ini,  transformasi kurikulum terus berjalan sebagaimana sifat kurikulum yang dinamis yang terdiri atas perubahan kurikulum sebagian ataupun menyeluruh seperti perubahan tujuan, isi, hingga media belajar yang dipengaruhi oleh model kurikulum yang dipakai tiap kurikulum dari tahun 1947 sampai Kurikulum Merdeka tahun 2020. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dari perspektif model kurikulum yang digunakan. Penelitian ini melakukan studi secara detail mengenai transformasi kurikulum dari tahun 1947 sampai dengan Kurikulum Merdeka dilihat dari perbedaan model kurikulum yang dipakai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kurikulum tahun 1947 dan 1952 menggunakan model rekonstruksi sosial, kurikulum 1964 menggunakan model rekonstruksi sosial dan humanistik, kurikulum 1968 dan 1984 menggunakan model humanistik dan subjek-akademis, kurikulum 1994 menggunakan model rekonstruksi sosial dan subjek-akademis, Kurikulum KTSP (2004) menggunakan model humanistik, Kurikulum 2013 menggunakan model humanistik, rekonstruksi sosial, dan subjek-akademis, dan Kurikulum Merdeka menggunakan model humanistik, subjek-akademis dan teknologis.   Indonesia has undergone curriculum changes from 1947 to the present day with the Merdeka Curriculum. Throughout its transformation, the curriculum has been adjusted to the social conditions and development in Indonesia. Until now, the transformation of the curriculum continues, as the nature of the curriculum is dynamic, involving partial and comprehensive changes such as the modification of objectives, content, and learning media influenced by the curriculum models used from 1947 to the Merdeka Curriculum in 2020. Therefore, this study aims to describe and identify the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum from the perspective of the curriculum models used. This research conducts a detailed study on the curriculum transformation from 1947 to the Merdeka Curriculum by examining the different curriculum models applied. The research method uses a qualitative approach with a systematic literature review. The results of this study indicate that the 1947 and 1952 curricula used the social reconstruction model, the 1964 curriculum used both the social reconstruction and humanistic models, the 1968 and 1984 curricula used the humanistic and academic models, the 1994 curriculum used the social reconstruction and academic models, the KTSP Curriculum (2004) used the humanistic model, the 2013 Curriculum used the humanistic, social reconstruction, and academic models, and the Merdeka Curriculum uses the humanistic, academic, and technological models.
Implementing The Multimedia-Based Library Service Of “Lib Talk”To Enhance Learning Engagement Of Distance Learners irmayati, irmayati; Sri Sediyaningsih; Nurpadillah David; Dedy Aswan; Mohamad Adning
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/zbmp9q64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Lib Talk yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Terbuka untuk mendukung proses belajar dan pengembangan keterampilan akademik mahasiswa. Analisis didasarkan pada data survei yang melibatkan 125 peserta mengenai kepuasan, frekuensi, kemudahan akses, dan kualitas teknis kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lib Talk diterima secara positif oleh mahaiswa, dengan kepuasan mencapai 85 dan frekuensi 80, sehingga mampu memenuhi kebutuhan akademik dan keterampilan belajar mahasiswa sesuai standar ACRL (2008). Selain aspek tersebut, Lib Talk juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk lebih aktif belajar, mencari informasi, dan berbagi pengalaman, sehingga proses belajar lebih hidup dan bermakna. Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang membutuhkan perbaikan, seperti perpanjangan durasi sesi, kualitas audio dan visual, rekaman sesi, interaktivitas, dan masalah teknis yang kadang terjadi. Dengan melakukan perbaikan tersebut, diharapkan Lib Talk dapat lebih maksimal memberikan dukungan dan pelayanan yang lebih luas dan mendalam bagi proses belajar mahasiswa di Universitas Terbuka, sehingga dapat turut meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan mahasiswa, sesuai visi dan misi universitas.
Komunikasi Pembelajaran Daring Pada Program Studi PJJ melalui Digital Storytelling Mamby Aruan, Alexander; Maria Pinariya, Janette; Yulianti, Wulan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/6pzxw622

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah mengubah wajah pendidikan dengan menekankan pentingnya keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Dalam konteks pembelajaran daring, pendekatan satu arah kurang efektif karena kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Paulo Freire menawarkan solusi melalui pendekatan problem-pose yang bersifat dialogis dan partisipatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam orang informan dalam rentang waktu 6 bulan, yang telah menerapkan digital storytelling dalam proses pengajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali tentang penggunaan digital storytelling berbasis problem-pose sebagai strategi pembelajaran yang berani yang membangun komunikasi dialogis antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan kualitatif. Melalui narasi digital, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berpikir, berdiskusi, dan merefleksikan isu-isu nyata secara kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa digital storytelling mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan humanistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini relevan untuk menjawab tantangan pembelajaran di era digital, sekaligus mewujudkan pendidikan yang memerdekakan sesuai dengan gagasan Freire. The Fourth Industrial Revolution has transformed education by emphasizing the importance of 21st-century skills such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration. In the context of online learning, a one-way approach has become less effective because it lacks active student participation. Paulo Freire offers a solution through a dialogical and participatory problem-posing approach. Data sources were obtained through in-depth interviews with 6 informants within 6 months, who have implemented digital storytelling in the teaching process at the E-Learning Communication Studies Program. This study uses a qualitative approach to explore the use of problem-pose-based digital storytelling as a bold learning strategy that builds dialogic communication between lecturers and students. Through digital narratives, students not only receive information but are also encouraged to think, discuss, and critically reflect on real-world issues. The results indicate that digital storytelling can create a more meaningful, interactive, and humanistic learning environment. The findings suggest that this approach is relevant for addressing the challenges of learning in the digital age while realizing education that liberates, in line with Freire's ideas.
Tinjauan Literatur Sistematis Peran Multimedia Digital Pada Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Abdullah, Mohamad Syarief; Agustini, Ketut; Wawan Sudatha, I Gde
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/3mnmxa74

Abstract

Keterampilan membaca permulaan merupakan aspek fundamental dalam perkembangan literasi anak yang berpengaruh terhadap kesuksesan akademik mereka di masa depan. Di era digital, integrasi multimedia digital dalam pembelajaran membaca menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis/ Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis multimedia digital yang digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan, menilai dampaknya terhadap keterampilan membaca siswa, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Dengan menggunakan pedoman PRISMA, 30 studi yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025 dianalisis dari jurnal terindeks Scopus dan Sinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai format multimedia digital, seperti e-book interaktif, permainan edukatif, augmented reality, dan aplikasi mendongeng, mampu meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi, serta pemahaman mereka terhadap teks. Selain itu, pembelajaran berbasis multimedia mendukung pengembangan kosakata, pembelajaran yang dipersonalisasi, dan kolaborasi antar siswa. Namun, efektivitas multimedia digital dipengaruhi oleh kualitas konten, kompetensi guru, akses terhadap teknologi, serta keterlibatan orang tua. Studi ini juga menyoroti potensi pengembangan web multimedia interaktif yang mengintegrasikan nilai Tri Hita Karana dengan pendekatan flipped learning dalam mendukung pembelajaran kolaboratif dan meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran multimedia berbasis budaya serta dampaknya terhadap literasi membaca siswa. Early reading skills are a fundamental aspect of children's literacy development and significantly influence their future academic success. In the digital era, the integration of digital multimedia into reading instruction has become an effective approach to enhance students' reading abilities. This study is a Systematic Literature Review (SLR) aimed at identifying the types of digital multimedia used in early reading instruction, assessing their impact on students' reading skills, and exploring the factors influencing their effectiveness. Using the PRISMA guidelines, 30 studies published between 2019 and 2025 were analyzed from Scopus and Sinta indexed journals. The findings indicate that various forms of digital multimedia such as interactive e-books, educational games, augmented reality, and storytelling appscan improve student engagement, motivation, and text comprehension. Moreover, multimedia-based learning supports vocabulary development, personalized learning, and peer collaboration. However, the effectiveness of digital multimedia is influenced by content quality, teacher competence, access to technology, and parental involvement. This study also highlights the potential for developing interactive web-based multimedia that integrates the Tri Hita Karana values with a flipped learning approach to support collaborative learning and enhance early reading skills. Further research is recommended to explore the implementation of culturally-based multimedia learning and its impact on students’ reading literacy.
Harnessing Virtual Reality For Geoscience Education: Unveiling The Pedagogical Potential Of Ijen Crater's Volcanic Landscape Ari Hendriansyah, Rizki; Alfyananda Kurnia Putra
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/1zfev443

Abstract

Virtual Reality systems in geography education are generally limited to 3DoF, allowing only rotational movement without translation. This study aims to develop an innovative 6DoF VR learning media using Unity to simulate volcanic processes, ecosystems, and disaster mitigation in the Ijen Crater. The “KawahIjen” VR is designed to provide an immersive and interactive learning experience, overcoming the limitations of conventional media. The research employs a Research and Development (R&D) method, adapting the Hannafin and Peck model, which includes needs analysis, design, development, and implementation stages. Results show the VR has a high usability level, with a System Usability Scale (SUS) score of 81. The 6DoF feature allows users to interact with and explore the virtual environment freely, offering deeper learning experiences. Additionally, it serves as a potential educational tool for disaster mitigation, especially for remote communities with limited access to Ijen. This study contributes to innovative and effective geoscience learning media development. Sistem VirtualReality dalam pendidikan geografi umumnya masih berbasis 3DoF, yang hanya memungkinkan rotasi tanpa translasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran VR 6DoF inovatif menggunakan Unity untuk mensimulasikan proses vulkanik, ekosistem, dan mitigasi bencana di Kawah Ijen. VR "Kawah Ijen" dirancang agar imersif dan interaktif, serta mengatasi keterbatasan media konvensional. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), mengadaptasi model Hannafin dan Peck dengan tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan media ini memiliki tingkat keterpakaian sangat baik dengan skor SUS 81. Fitur 6DoF memungkinkan pengguna berinteraksi dan mengeksplorasi lingkungan virtual secara bebas, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih mendalam. Selain itu, VR ini berfungsi sebagai alat edukasi mitigasi bencana yang potensial, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil yang sulit mengakses Kawah Ijen. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan media pembelajaran geosains yang inovatif dan efektif
STUDI LITERATUR: PENERAPAN METODE BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJARAN ANAK SEKOLAH DASAR indonesia; Ana Amelia
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/8832jm89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode blended learning untuk meningkatkan motivasi belajar anak sekolah dasar. Percepatan infrastruktur dan kecepatan mengakses informasi tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi, pendidikan, dan teknologi dan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dimana saja (learning from anywhere) menjadi keputusan yang tepat untuk solusi peningkatan waktu belajar. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah telaah kajian pustaka dari jurnal hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini mengkaji sepuluh jurnal mengenai blended learning yang memiliki keterkaitan dan relevansi dengan motivasi belajar siswa yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga tahun 2025. Literatur ditelusuri melalui database elektronik Google Scholar dengan menggunakan analisis tema untuk menganalisis data datanya dan ditemukan dua tema yang muncul, yaitu efektivitas blended learning pembelajaran pada anak sekolah dasar dan efektivitas blended learning pada aspek minat dan motivasi anak sekolah dasar. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam penggunaan dan pengembangan penerapanmetode blended learning terhadap motivasi belajar anak sekolah dasar.   This research aims to examine the application of the blended learning method to enhancethe learning motivation of elementary school children. The acceleration of infrastructure and the speed of accessing information are inseparable from the rapid development of technology, education and technology. Learning from anywhere becomes the right decision for a solution to increasing study time. The method used in this research is an analytical literature review method using literature from journals resulting fromprevious research. This research examines ten journals published between 2020 and 2025. Literature was searched using theGoogle Scholar electronic database. Besides, the data were also analyzed through the matic analysis. Based on data analysis, two themes emerged, namely the effectiveness of blended learning for elementary school children and the effectivenessof blended learning on the interestand motivation aspects of elementary school children.The implications of theresults of thisresearch can be a reference in the use and development of the application of blended learning methodsto the learning motivation of elementary school children. The results of the analysis indicate that the use of blended learning enhance learning of the elementary school children.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 2, Desember 2025 Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 More Issue