cover
Contact Name
Katherin
Contact Email
ppm.asn@bkn.go.id
Phone
+622180887011
Journal Mail Official
ppm.asn@bkn.go.id
Editorial Address
Pusat Pengkajian Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara Jl. Mayjen Sutoyo No.12 Cililitan, Jakarta Timur 13640 Gedung 3 Lantai 6
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Civil Service : Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
ISSN : 19787103     EISSN : 25411276     DOI : -
Jurnal kebijakan dan manajemen pegawai negeri adalah jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun (Juni dan November). Isi jurnal berisi analisis penelitian yang dilakukan oleh semua lapisan aparatur PNS dengan substansi diskusi terkait isu-isu terkait pengelolaan PNS. Setiap diskusi memberikan perspektif kritis dan analisis yang meyakinkan sehingga dapat menjadi jalan keluar dari berbagai masalah yang telah dan sedang melalui kerja teoretis sebuah penelitian. Jurnal ini didedikasikan dan diterbitkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pengorganisasian, perencanaan dan pelaksanaan birokrasi, serta kinerja tata kelola Aparatur Sipil Negara.
Articles 255 Documents
MENINGKATKAN KOMPETENSI APARATUR PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Enceng Enceng
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 2 No 1 Juni (2008): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.369 KB)

Abstract

As one of indicator for measuring the success of district autonomy is the better the government in serving citizen and lead them to a better life. In fact, district government’s work has not met the expectation that they still can not serve people optimally. Expanding competencies of apparatus to increase their work quality is the critical factor for the success of the district government’s activity. The work of district government’s apparatus toward high quality performance leads to the educational, competencies, and abilities development due to the growth face in times. The expected competencies that the district government’s apparatus being capable of are the ability to analyze problems occur within the citizen and be able to solve them in term of district governmental practical system. Keywords: Competency, Regional Governance, Good Governance.
PERKEMBANGAN SISTEM KEPEGAWAIAN NEGARA Janry Haposan U.P Simanungkalit
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 1 No 2 November (2007): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.059 KB)

Abstract

The role and position of civil service system really essential, strategic, and as critical success factor in every state bureaucracy. Pros and cons bureaucracy of a state really being regarded by quantity and also quality of civil service. Therefore, bureaucracy ability to do reform in order to improve comprehensively and continuously really been charged, that one of its is by learning best practices to civil service reform various state. This article seeks to advance the analysis of developing civil service system in comparability perspective among United States of America and Indonesi, beginning of developing civil service system of each state, position/job classification, recruitment and selection, promotion/carrier, remuneration, and training and development. At the end of this article as lesson learned to Indonesian is recommended some critical notes that needs and have to expedited civil service reform for the future. Keywords: Civil Service System, Reform, Promotion/Carrier, Remuneration, and Training and Development, Merit System, United States of America, Indonesia.
REFLEKSI DINAMIKA REFORMASI ORGANISASI BIROKRASI INDONESIA DI MASA DEPAN Tommy F. Lolowang
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 2 No 1 Juni (2008): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.423 KB)

Abstract

This writing take theme/topic with complexity about problem which classic, fundamental, but regular actual. Be said to be classic because bureaucracy organization problem was worked through since Antic Greek era Plato and Aristoteles. Hereinafter referred to as fundamental because bureaucracy problem constitute basic problem and its formative aim touches various dimension and individual life joint and society. Called by actual because in the context current condition bureaucracy problem always emerges, not only circumscribed as discourse but also as debate target, well political and also non political. For over clarifies and secure dynamics and organisational development aim Indonesian bureaucracy at future the better, worth considering steps covers: Changing Bureaucracy Culture, Pancasila Revitality as Core Philosophy Bureaucracy, Implementation Bureaucracy Ethics consistently, and Secures Bureaucracy Neutrality. Keywords: Dynamics and Organisational Development, Bureaucracy, Pancasila, Culture, Ethics, Neutrality
SISTEM KEPEGAWAIAN DI JEPANG Herman Herman
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 1 No 2 November (2007): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.628 KB)

Abstract

One of the discussion of comparative public administration is about comparative of civil service system. This article compare between Japan and Indonesian civil service system, and to find some good lessons for Indonesian civil service system. Total staff of number law, independent institution that responsibility for civil system, recruitment based on merit, promotion based on performance, and salary system based on workload, responsibility, and work complexity are positive learning to develop Indonesian civil servive system. Keywords: Civil service, performance, merit system
STRATEGI PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERKUALITAS1 Janry Haposan U.P Simanungkalit
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 2 No 1 Juni (2008): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.129 KB)

Abstract

One of civil service reform urgent agenda in Indonesia for shortly been done is reform of civil servant candidates (CPNS) procurement, remembering that it is the most deep critical thing in the entirely of civil service management process. This study result shows that generically, civil servant candidates procurement that held by Government Institution on exhaustive locus study went on good and smooth, even it still has not yet fully free of deviation practices (KKN). Base on strategy analysis result by using SWOT Analysis, this study recommend strategy formulation for qualified civil servant candidates procurement in the future, namely: (1) speeding up reform actualise and enhancing transparency and accountability of the civil servant candidates procurement on all steps; (2) establishing civil service job competency standard nationally; (3) improving civil service planning system comprehensivelly; (4) upholding law and sanction implementing for each KKN’s actions in the civil servant candidates procurement processes; (5) realizing competitive and equity (internal and external) civil service remuneration system; and (6) advance merit’s principles in the civil I
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI WIDYAISWARA MELALUI KNOWLEDGE SHARING Alfiah Pra Mundiarsih
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.919 KB)

Abstract

Bagi organisasi publik yang berbasis pendidikan dan pelatihan, knowledge sharing antar pegawai menjadi sangat penting dalam mengembangkan potensinya. Dalam penyelenggaraan diklat, Widyaiswara menjadi salah satu unsur penting dalam transfer knowledge. Tugas utama Widyaiswara adalah melaksanakan pendidikan, pengajaran dan pelatihan Pegawai Negeri Sipil, evaluasi dan pengembangan pelatihan di Lembaga Pelatihan Pemerintah. Pengembangan kompetensi berbasis pengetahuan menjadi kunci bagi Widyaiswara untuk dapat menghasilkan aparatur yang kompeten dan profesional di bidangnya. Permasalahan yang timbul sejauh ini yaitu kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki Widyaiswara masih belum sesuai dengan yang diharapkan. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi Widyaiswara melalui knowledge sharing. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang menggunakan data sekunder berdasarkan buku dan karya ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi Widyaiswara melalui knowledge sharing dapat dikembangkan dengan tiga hal, yaitu pertama melalui pertemuan baik formal maupun informal, kedua melalui dukungan pimpinan dalam hal fasilitas ruangan dan teknologi untuk berbagi pengetahuan serta membangun kepercayaan dan ketiga melalui penghargaan baik materi maupun non materi. Kata kunci: Knowledge sharing, Widyaiswara, Kompetensi
IMPLEMENTASI PENGALIHAN JABATAN STRUKTURAL KE JABATAN FUNGSIONAL MELALUI INPASSING/PENYESUAIAN (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN) Leni Rohida
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.121 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini menganalisis mengenai implementasi pengalihan jabatan struktural ke jabatan fungsional melalui inpassing/penyesuaian, hal ini merupakan salah satu sumber penting dalam pengembangan sumber daya manusia ASN Universitas Padjadjaran yang profesionalisme, Secara khusus, melalui riset ini diharapkan dapat mengungkapkan mekanisme secara berkesinambungan proses sinkronisasi tata kelola dan distribusi jabatan fungsional sesuai dengan kompetensinya. Pola inpassing dinilai sebagai salah satu bentuk pengisian jabatan fungsional yang strategis agar terjadi distribusi pemerataan pegawai pada jabatan fungsional dan terjadi mobilitas ASN baik secara vertikal maupun horizontal berbasiskan kualifikasi dan kompetensi yang memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif ini merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati . Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai Perencanan jumlah dan kualifikasi SDM fungsional tertentu; program pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan jenjang karir SDM fungsional tertentu; Pengelolaan dan perencanan sistem kompetensi dan kinerja SDM fungsional tertentu dan Penyusunan sistem dan SOP SDM sehingga menghasilkan jabatan fungsional yang profesional.
ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT DI PEMERINTAHAN Vetty Ilona
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.849 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada analisis data mengenai analisis kebutuhan diklat. Teknik yang digunakan adalah studi dokumen dan literature. DalamUU No 5 tahun 2014 pasal 70 ayat 1 dan 2 tentang Aparatur Sipil Negara yang menyatakan bahwa setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi.Pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran. Sayangnya belum banyaknya ASN yang dipenuhi haknya. Pada tahun 1999 Amstrong menyampaikan bahwa pendidikan dan pelatihan adalah modifikasi perilaku secara sistematis melalui usaha pelatihan dan pengembangan sebagai hasil dari pendidikan, instruksi, pengembangan dan rencana pengalaman. Agar pendidikan dan pelatihan mendapatkan hasil yang diharapkan maka dilakukan analisis kebutuhan diklat. Noe di tahun 2010 membuat tiga analisis untuk mengetahui kebutuhan diklat yaitu dengan analisis organisasi, analisis tugas dan analisis individu. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis kebutuhan diklat di pemerintahan? Kata kunci: Pendidikan dan Pelatihan, Analisis Kebutuhan Diklat
PENINGKATAN KINERJA APARATUR DESA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS ADMINISTRASI DESA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Nurul Atika
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.207 KB)

Abstract

Aparat pemerintah desa memiliki peranan yang penting dalam menentukan maju mundurnya suatu unit pemerintahan. Untuk menyelenggarakan administrasi desa yang efektif diperlukan pendidikan, dan pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah desa terhadap aparatur pemerintah desa, sedangkan di kantor desa ini masih terdapat beberapa permasalahan diantaranya kurangnya penguasaan terhadap teknologi, rendahnya pelayanan publik serta kurangnya kedisiplinan kerja aparatur. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif yang merupakan metode untuk memahami makna dari sejumlah individu atau kelompok orang yang dianggap berasal dari masalah sosial dan kemanusiaan, untuk mengetahui hasil kinerja aparatur serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kinerja aparatur desa sungai teluk setelah dilakukannya pendidikan dan pelatihan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Kualitas dan kuantitas kinerja aparatur desa sungai teluk sudah dikategorikan memuaskan namun terkendala oleh fasilitas yang kurang memadai, Aparatur masih kurang teliti dalam melakukan pelayanan, Aparatur desa kurang memiliki rasa tanggung jawab, Aparat desa sungai teluk bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing, Motivasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan semangat kerja aparatur desa sungai teluk, Faktor pendidikan sangat berpengaruh dalam kinerja seseorang, Kurangnya kedisiplinan, Kurangnya fasilitas dikantor desa sungai teluk, Kurangnya jumlah aparatur desa serta terlambatnya gaji aparatur desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik. Kata kunci: Kinerja, Aparatur Desa, Administrasi, Pendidikan, Pelatihan.
PERAN MEDIASIRASA AMAN PSIKOLOGIS PADA KESIAPAN UNTUK BERUBAH DI LEMBAGA PEMERINTAH Windy Dian Trisari
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.74 KB)

Abstract

Dalam rangka reformasi birokrasi, perubahan menjadi hal yang harus dihadapi oleh lembaga pemerintah agar dapat menunjukkan kinerja lebih baik yang diharapkan oleh masyarakat dan sesuai dengan semangat orientasi pelayanan, namun pada umumnya masih banyak lembaga yang belum berhasil melakukan perubahan karena kurangnya kesiapan untuk berubah dan adanya sikap negatif pegawai terhadap perubahan. Pegawai untuk menjadi siap dalam menghadapi perubahan memerlukan iklim psikologis yang aman.Rasa aman psikologis dapat memfasilitasi kebutuhan belajar dan berkembang melalui rasa aman pada pegawai untuk mengambil risiko dianggap salah atau tidak mampu oleh atasan dan lingkungan kemudian berani mengambil inisiatif untuk terlibat dalam perubahan. Untuk mendukung suasana rasa aman dibutuhkan gaya kepemimpinan pelayan. Kepemimpinan pelayan dipandang sebagai kepemimpinan yang bermanfaat melalui caranya dalam membangun, melibatkan, dan mengembangkan pegawai.Hal ini menjadi acuan dalam penelitian untuk melihat peran rasa aman psikologissebagai variabel penengah pada hubungan antara kepemimpinan pelayan dan kesiapan untuk berubah. Penelitian dilakukan kepada pegawai negeri sipil pada salah satu lembaga pemerintah dengan mengukur persepsi terhadap kepemimpinan pelayan, rasa aman psikologis dan kesiapan untuk berubah yang dirasakan oleh pegawai. Hasil penelitian menunjukkan rasa aman psikologis dapat berperan sebagai variabel penengah sebagian pada hubungan antara kepemimpinan pelayan dengan kesiapan untuk berubah. Dalam hal ini kepemimpinan pelayan memiliki efek langsung dan tidak langsung, yaitu melalui rasa aman psikologis, terhadap kesiapan untuk berubah. Kata kunci: kesiapan untuk berubah, rasa aman psikologis, kepemimpinan pelayan

Page 2 of 26 | Total Record : 255


Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 Nov (2023): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 16 No 2 (2022): CIVIL SERVICE: Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 16 No 1 (2022): CIVIL SERVICE : Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 15 No 2 November (2021): CIVIL SERVICE : Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 15 No 1 Juni (2021): CIVIL SERVICE : Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 14 No 2 November (2020): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 14 No 1 Juni (2020): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 13 No 2 Nov (2019): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 13 No 1 Juni (2019): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 12 No 2 November (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 12 No 1 Juni (2018): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 11 No 2 November (2017): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 11 No 1 Juni (2017): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 10 No 2 November (2016): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 10 No 1 Juni (2016): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 9 No 2 November (2015): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 9 No 1 Juni (2015): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 8 No 2 November (2014): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 8 No 1 Juni (2014): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 7 No 2 November (2013): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 7 No 1 Juni (2013): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 6 No 2 November (2012): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 6 No 1 Juni (2012): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 5 No 2 November (2011): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 5 No 1 Juni (2011): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 4 No 2 November (2010): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 4 No 1 Juni (2010): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 3 No 2 November (2009): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 3 No 1 Juni (2009): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 2 No 2 November (2008): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 2 No 1 Juni (2008): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 1 No 2 November (2007): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol 1 No 1 Juni (2007): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS More Issue