cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 1 (2025)" : 10 Documents clear
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENABUR PUPUK UREA SEDERHANA UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Basuki; Warsiyah; Rita Dewi Triastianti; Noviyanti; Triatmi Sri Widyaningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.369

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen beras, singkong ataupun jagung yang besar, tetapi kebutuhan penduduk yang besar menyebabkan Indonesia tidak mampu menjadi negara pengekspor, masalahnya ketahanan pangan akan lebih ditentukan pada aspek accesibility dan kontinyuitas, kesediaan pangan antar musim yang memiliki pengaruh iklim yang kuat terhadap peningkatan produksi pangan. Pada dasarnya produksi pangan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi pertanian dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang tersedia secara efisien dan efektif. Tujuan dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi tepat guna penabur pupuk urea. Dengan demikian penggunaan teknologi dalam pertanian tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Metode dalam penelitian ini menggunakan penabur pupuk urea dengan diameter lubang 1 cm; 2 cm; 3 cm dan 4 cm. Dari alat tersebut lubang mana yang paling efektif dan efisien dalam pemberian pupuk urea. Dan berapa gram pupuk urea yang keluar dari masing-masing lubang tersebut. Analisa data menggunakan deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan dari ke empat lubang tersebut, maka lubang pertama atau 1 cm mengeluarkan pupuk urea seberat 12.3 gram, lubang yang kedua yaitu dengan lubang 2 cm bisa mengeluarkan pupuk urea seberat 18.3 gram; untuk lubang yang ke tiga dapat mengeluarkan pupuk urea seberat 22,6 gram, sedangkan pada lubang yang ke 4 dapat mengeluarkan pupuk urea seberat 29.3 gram. Dari ke 4 lubang tersebut yang paling efektif dan efisien adalah pada lubang yang ke 2 yaitu yang mengeluarkan pupuk urea seberat 18.3 gram, hal ini yang sangat cocok digunakan penebar pupuk urea untuk pertanian.
REKAYASA LINGKUNGAN DALAM PEMULIHAN PENCEMARAN TANAH PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS TANPA IJIN DI DESA KAYU ARA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Julianti Marbun; Ivan Andri Gunawan; Sandra Andina Rahsia
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.372

Abstract

Lahan bekas tambang termasuk lahan yang mengalami degradasi tanah, akibat aktivitas pemanfaatan sumberdaya alam yang terdapat di bawah lapisan tanah. Degradasi tanah dapat terjadi karena tingkat kesuburan tanah yang rendah, yang berupa sifat fisik, kimia serta biologis tanah yang mulai menurun fungsinya. Di Desa Kayu Ara semakin marak dalam menggali emas untuk memenuhi kebutuhan hidup, dibutuhkan strategi pemulihan lingkungan pada tanah yang tercemar logam berat, dan tahapan remediasi tanah pada tanah yang terkontaminasi merkuri agar dapat dimanfaatkan kembali dan bernilai ekonomis bagi masyarakat dan lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, juga pengamatan langsung dilapangan, Pengambilan sampel tanah, dan pengambilan foto, sebagai dokumentasi karya tulis ilmiah, dan studi literatur. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Strategi perekayasaan lingkungan dalam pemulihan lingkungan pada tanah yang tercemar logam berat. Penerapan metode rekayasa lingkungan dapat dilakukan dengan remediasi tanah. Remediasi tanah dapat dilakukan dengan tahapan fisik dan kimia tanah. Tahapan pemulihan lingkungan pada tanah tercemar, lahan bekas penambangan yang ada di Desa Kayu Ara dapat difungsikan sebagai Taman Wisata. Taman Wisata memiliki manfaat sebagai upaya perbaikan lingkungan dan edukasi bagi masyarakat yang ada di Desa Kayu Ara terkait pencemaran tanah akibat penambangan emas tanpa ijin.
PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI MINOR PADA PENURUNAN KEKUATAN BANTUAN DALAM STABILITAS KESTABILAN LERENG TAMBANG BATUBARA, FORMASI MUARA ENIM, SUNGAI LILIN, SUMATRA SELATAN Hadi Kurniawan; Andy Erwin Wijaya
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.373

Abstract

Aktivitas penambangan erat kaitannya dengan keselamatan pertambangan dan optimalisasi design penambangan. Salah hal yang penting dalam keselamatan pertambangan khususnya pada pekerja dan alat adalah penilaian faktor keselamatan lereng tambang. Kondisi geologi sangat berpengaruh dalam penilaian penentuan faktor keselamatan lereng tambang. Keberadaan struktur minor pada suatu area tidak dapat seutuhkan terdeteksi didalam lubang pemboran geotek, padahal adanya struktur minor dapat mengurangi kekuatan properties batuan. Perlu penambahan variabel struktur dengan melakukan pendekatan formula yang mudah dan effisien dalam pelaksanannya. Pendekatan persamaan Hoek Brown – mohr Coloumb dengan kriteria Geological Strenght Index (GSI) adalah upaya untuk menambah keakuratan koreksi properties batuan dan memberikan informasi yang lebih akurat faktor keselamatan lereng tambang (safety factor slope stability). Pada Penelitian ini dapat dilihat bahwa perlu dilakukan penambahan variable struktur dalam menilai faktor keselamatan. Perubahan nilai Geological Strenght Index (GSI) 60 menjadi 30 dapat mengurangi nilai faktor keselamatan lereng dari 1.494 turun signifikant menjadi 0.959.
Analisis Kestabilan Lereng Pit X pada Lereng Highwall Metode Limited Equilibirium, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Rio Anggara; R Andy Erwin Wijaya
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.376

Abstract

Longsor dapat terjadi pada setiap kasus lereng terutama lereng buatan secara pelan atau tiba-tiba tanpa ada tanda sebelumnya. Penyebab terjadinya keruntuhan lereng adalah meningkatnya tegangan geser dan menurunya kuat geser pada bidang longsor atau keduanya secara simultan. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor yang potensial dengan cara menghitung besarnya kekuatan geser untuk mempertahankan kestabilan lereng dan menghitung kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran kemudian keduanya dibandingkan. Dari perbandiingan yang didapat nilai Faktor Keamanan yang merupakan nilai kestabilan lereng yang dinyatakan dalam angka. Dari analisis yang dilakukan Pit X didapat nilai faktor keamanan yaitu 0.457 (Section A) 1.189 (Section B) yang menunjukkan bahwa keadaan lereng tersebut tidak stabil. Kemudian dilakukan perbaikan dengan menggunakan rekayasa geoteknik. Rekayasa geoteknik untuk memperkecil gaya penggerak dan gaya geser yang menjadi penyebab longsor. Sehingga dapat diperoleh nilai faktor keamanan 1.873 (section A) 2.035 (Section B) yang menunjukkan kondisi lereng dalam keadaan stabil.
PEMANFATAAN LIMBAH CAIR MINYAK JELANTAH SEBAGAI SABUN MENGGUNAKAN METODE COLD PROCESS Novia Nur Janah; Isna Apriani; Govira Christiadora Asbanu
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.378

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara berulang, dapat menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan sehingga diperlukan pengolahan minyak menjadi produk yang bernilai ekonomis. Asam lemak pada minyak jelantah dapat dijadikan bahan untuk membuat sabun mandi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah dari minyak kelapa sawit dan kelapa sebagai bahan baku sabun serta menganalisis kualitasnya berdasarkan standar mutu sabun padat. Pembuatan sabun dengan mereaksikan asam lemak pada minyak dengan alkali (NaOH) menggunakan metode cold process menghasilkan produk sabun padat. Sabun harus melewati tahap curing selama 3 minggu, kemudian dilakukan pengujian dengan parameter pH, kadar air, asam lemak bebas, alkali bebas dan kadar klorida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sabun dari minyak jelantah yang memenuhi standar mutu adalah parameter pH, kadar air, alkali bebas dan kadar klorida. Sedangkan parameter asam lemak bebas melebihi baku mutu maksimal 2,5% yaitu 8,46% dan 4,51% yang dapat mengurangi daya bersih sabun.
EVALUASI GEOLOGI LINGKUNGAN UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KEMAMPUAN LAHAN BEKAS TAMBANG BAUKSIT PADA REKLAMASI Muhammad Hery Setiyawan; Andy Erwin Wijaya; Theophila Listyani Retno Astuti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.379

Abstract

Salah satu aspek yang dapat menentukan keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang adalah mengetahui terlebih dahulu kemampuan lahannya. Evaluasi geologi lingkungan perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelas kemampuan lahan bekas tambang bauksit. Parameter yang digunakan untuk menentukan tingkat kemampuan lahan bekas penambangan bauksit berupa kemiringan lereng, kepekaan erosi, tingkat erosi, kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, permeabilitas tanah, dan kandungan kimia maupun organik tanah. Metode penelitian dilakukan dengan cara survey pemetaan geologi, topografi dan pengamatan secara langsung di lapangan sesuai variabel parameter data penelitian. Selain itu dilakukan pengambilan sampel tanah yang kemudian akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan fisik, kimia dan organik tanah. Metode analisis dilakukan berdasarkan kriteria Klasifikasi Kemampuan Lahan USDA. Hasil akhir dari penelitian berupa nilai kelas kemampuan lahan yang menjadi bahan pertimbangan pihak pengembang dalam merencanakan program reklamasi.
PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DAN ETIKA TANGGUNG JAWAB: TINJAUN KRITIS PEMIKIRAN HANS JONAS DALAM KONTEKS PENCEMARAN Mario Alexander Betu; Armada Riyanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.380

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep perlindungan lingkungan dan etika tanggung jawab dengan memanfaatkan pandangan Hans Jonas dalam konteks pencemaran air sungai. Pencemaran air merupakan salah satu ancaman serius bagi ekosistem air dan kesehatan manusia. Dengan menggunakan pendekatan filsafat Jonas, penelitian ini menyoroti pentingnya pertimbangan etis tindakan manusia dalam kebijakan terkait lingkungan. Jonas menekankan perlunya bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang mengancam integritas alam dan kesejahteraan generasi mendatang. Metode penelitian ini yakni melibatkan analisis literatur terkait dengan konsep etika lingkungan Hans Jonas, dengan fokus khusus pada aplikasinya dalam konteks pencemaran air. Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana teori etika Jonas dapat diimplementasikan dalam praktik perlindungan lingkungan, terutama dalam upaya mitigasi dan pencegahan pencemaran air dan tanggung jawab manusia untuk menjaga kebersihan sungai. Hasil dari penelitian ini memberikan landasan teoritis yang kokoh bagi pembuat kebijakan, ilmuwan lingkungan, dan aktivis untuk memahami dan mengatasi tantangan pencemaran air dengan pendekatan yang lebih berbasis etika dan bertanggung jawab.
PENGARUH PEMANGKASAN AKAR DAN INOKULASI JMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN MERKURI OLEH TANAMAN SENGON (ALBIZIA CHINENSIS) DI KOKAP KULONPROGO YOGYAKARTA Dewi Rahyuni
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.381

Abstract

Beberapa penambang emas di Kokap, Kulon Progo, masih menggunakan merkuri karena dianggap lebih aman dan efektif dalam pengelolaan hasil tambang. Namun, merkuri yang tersisa dan mencemari lingkungan akan berdampak jangka panjang serta membahayakan kesehatan manusia. Fitoremediasi menggunakan tanaman menjadi salah satu alternatif perbaikan tanah tercemar merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan akar (underground root pruning/URP) dan inokulasi Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA) terhadap pertumbuhan dan serapan merkuri oleh tanaman sengon (Albizia chinensis) di Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga (3) ulangan. Faktor yang diuji adalah pemangkasan akar (ya dan tidak), serta takaran propagul JMA yang terdiri dari 0, 50, 100, dan 150 g/pot. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan tanaman, serapan Hg, dan efisiensi penurunan Hg dalam tanah. Data dianalisis menggunakan ANOVA α 5% dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) α 5%. Waktu penanaman tanaman uji dalam media tanah tercemar merkuri berlangsung selama delapan bulan. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa teknik URP dan inokulasi JMA berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan, kadar, dan serapan Hg oleh tanaman uji, serta efisiensi penurunan Hg dalam tanah. Propagul sebanyak 50 g/pot merupakan takaran terbaik untuk mendukung proses fitoremediasi yang dilakukan oleh tanaman sengon. Penurunan Hg dalam tanah setelah proses fitoremediasi selama delapan bulan lebih efisien pada tanaman yang dipangkas akarnya dan bermikoriza, yaitu dengan rerata sebesar 74,78%, sedangkan pada kontrol hanya berkisar 45,33%. Dengan demikian, URP dan inokulasi JMA dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tanaman sengon dalam berperan sebagai fitoremediator tanah tercemar merkuri.
Variasi Suhu Pada Pengolahan Limbah Slugde IPAL Tekstil dengan Teknologi Pirolisis 2 Fire Channel 500L M. Noviansyah Aridito; Endah Ayuningtyas; Yulanda K.P; Habib A N
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.384

Abstract

Pertumbuhan industri tekstil kian meningkat menghasilkan limbah sludge berupa lumpur dari IPAL tekstil. Limbah IPAL Industri Tekstil berupa Sludge atau lumpur yang harus dilakukan penanganan dan pengolahan. Volume timbulan limbah sludge pada beberapa industri tekstil bisa mencapai lebih dari 3 ton perbulan sehingga perlu dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga memerlukan upaya pengolahan limbah sludge dengan pendekatan teknologi. Teknologi termal merupakan salah satu pendekatan teknologi guna melakukan pengolahan sludge dari IPAL tekstil. Pirolisis merupakan salah satu teknologi termal untuk menguraikan limbah termasuk sludge IPAL tekstil. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal material tanpa kehadiran oksigen sehingga material terurai menjadi partikel yang lebih sederhana. Pirolisis beroperasi pada rentang suhu 250°C-600°C dan umumnya menghasilkan produk padatan arang (karbon), cairan (minyak), dan gas hidrokarbon mudah terbakar. Pada penelitian ini dilakukan upaya pengolahan limbah sludge IPAL tekstil dengan pendekatan teknologi pirolisis. Pirolisis yang digunakan yakni pirolisis dengan 2 fire channel yakni terdapat 2 jalur api sebagai pemanas dan ukuran reaktor 500 liter dengan tipe fixed bed. Variasi suhu dilakukan dengan suhu 400°C dan 600°C dengan waktu selama 4 jam (240 menit). Data yang diperoleh berupa profil suhu dan hasil produk cair dan gas yang dihasilkan serta rendemen padatan. Dilakukan pula pengukuran neraca massa pada proses pirolisis dari hasil dekomposisi sludge IPAL tekstil. Hasil menunjukkan bahwa proses pirolisis dengan suhu 600°C relatif lebih baik dalam memproses sludge tekstil dengan hasil berupa padatan karbon sebesar 19,2%; cairan 38,2% dan padatan tidak terproses sebesar 12,4% serta padatan tercampur sebesar 3,8%.
PENGARUH JENIS DAN JUMLAH TANAMAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR KATERING MENGGUNAKAN METODE CONSTRUCTED WETLAND Nabila Salsabil Ikhsani; Retno Susetyaningsih; Nurul Muyasaroh; Irene AA Suwandhi; Evy Kusumaningrum
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.389

Abstract

Limbah cair dari industri katering mengandung kadar pencemar COD dan TSS yang tinggi sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah tanaman terhadap penurunan konsentrasi COD dan TSS pada limbah cair katering menggunakan sistem Constructed Wetland Sub-surface Flow. Dua jenis tanaman yang digunakan adalah keladi (Caladium bicolor) dan singonium (Syngonium podophyllum). Jumlah tanaman tiap reaktor sebanyak 4 dan 6 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman berpengaruh signifikan terhadap penurunan COD, namun tidak terhadap TSS. Tanaman singonium memberikan efisiensi penurunan COD sebesar 67% - 85% dan TSS sebesar 52% - 73%, lebih tinggi dibandingkan keladi. Jumlah tanaman tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua parameter.

Page 1 of 1 | Total Record : 10