cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Peran Humas PT. Private Sanctuary dalam Meningkatkan Citra Media Sosial di Kuta Mandalika Lombok Tengah Devi, Ni Nyoman Indira Chaitra; Arjana, Ida Bagus Made
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2216

Abstract

This study aims to analyze the role of Public Relations (PR) in enhancing the image of Private Sanctuary through social media by employing a qualitative approach and utilizing domain analysis, taxonomic analysis, compositional analysis, and cultural theme analysis. The research was conducted at the Private Sanctuary office in Kuta Mandalika, Central Lombok, focusing on the company's social media platforms, such as Instagram, Facebook, and Twitter. Primary data were obtained through in-depth interviews with the PR team and observations of published social media content, while secondary data were gathered from company documentation and reports. Through data analysis involving triangulation techniques from interviews, observations, and documentation, the study identifies communication strategies employed by the PR team to build the company's positive image on social media and their impact on audience engagement, particularly among younger generations. The findings reveal that while Private Sanctuary has successfully utilized social media to showcase its social and educational commitments, the main challenge lies in creating more engaging and interactive content for younger audiences. This study provides insights into how culture, social norms, and communication strategies influence audience perception and engagement with the company on digital platforms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Hubungan Masyarakat (Humas) dalam meningkatkan citra Private Sanctuary melalui media sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis domain, analisis taksotomi, analisis komposisional, dan analisis tema kultural. Penelitian dilakukan di kantor Private Sanctuary di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, dengan fokus pada platform media sosial perusahaan seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tim Humas dan observasi terhadap konten yang dipublikasikan di media sosial, sementara data sekunder didapatkan dari dokumentasi dan laporan perusahaan. Melalui analisis data yang melibatkan teknik triangulasi dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan oleh tim Humas untuk membangun citra positif perusahaan di media sosial, serta dampaknya terhadap keterlibatan audiens, terutama generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Private Sanctuary telah sukses memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan komitmen sosial dan pendidikan, tantangan utama terletak pada menciptakan konten yang lebih menarik dan interaktif untuk audiens muda. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya, norma sosial, dan strategi komunikasi mempengaruhi persepsi dan keterlibatan audiens terhadap perusahaan di platform digital.
Analisis Model ROPE dalam Evaluasi Perencanaan City Branding “Lamongan Megilan” Arlinda, Silvi; Harini, Setyasih; Pramudia, Christian Andhika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2289

Abstract

The application of city branding has become an essential strategy to strengthen regional competitiveness and identity, including Lamongan Regency with its slogan “Lamongan Megilan.” This study aims to evaluate the planning strategy of this city branding using the ROPE model (Research, Objectives, Programming, Evaluation), which provides a systematic framework for assessing each stage of planning. This qualitative research employs a constructivist paradigm, with data collected through in-depth interviews and documentation analyzed using interactive techniques. The study identifies strategic planning steps, evaluates the role of the Lamongan Regency Public Relations Department, and explores community involvement in implementing the program. The findings reveal proactive public relations activities, such as online dissemination and stakeholder collaboration. However, challenges persist in the limited regulatory framework and the lack of comprehensive socialization of the “Megilan” slogan. Training for Public Relations personnel is needed to enhance communication management competencies. In conclusion, “Lamongan Megilan” has strong potential to enhance Lamongan’s image and appeal, but requires more integrated planning through regulatory support, capacity building, and creative communication strategies. The study recommends strengthening regional policies and communication efforts for sustainable city branding implementation. Abstrak Penerapan konsep city branding menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing dan identitas daerah, termasuk Kabupaten Lamongan dengan slogan “Lamongan Megilan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi perencanaan city branding tersebut menggunakan model ROPE (Research, Objectives, Programming, Evaluation) yang menyediakan kerangka kerja sistematis untuk menilai setiap tahapan perencanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Fokus penelitian mencakup identifikasi langkah strategis, evaluasi peran Humas Kabupaten Lamongan, serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas Humas yang bersifat proaktif, seperti penyebarluasan informasi melalui media daring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek regulasi yang belum optimal dan kurangnya sosialisasi mendalam mengenai makna slogan “Megilan.” Diperlukan pelatihan bagi personel Humas untuk meningkatkan kompetensi dalam manajemen komunikasi. Kesimpulannya, city branding “Lamongan Megilan” memiliki potensi besar untuk memperkuat citra dan daya tarik daerah, namun memerlukan perencanaan yang lebih terintegrasi melalui dukungan regulasi, peningkatan kapasitas, serta strategi komunikasi yang kreatif.
Manajemen Program Berita “Radar News” di Televisi Lokal Radar Tasikmalaya Marlia, Siti Seda; Hadiati; Yatnosaputro, Rosanti Utami Dewi Suyatman; Fanaqi, Chotijah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2406

Abstract

The development of information and communication technology has transformed media consumption patterns, challenging the existence of conventional media, including local television. This study examines the news program management of “Radar News” at Radar Tasikmalaya TV using Peter K. Pringle’s management functions theory: planing, organizing, directing, and controlling. A qualitative descriptive method with a phenomenological approach was employed, involving in-depth unterviews with internal staff and media experts. The fundings indicate that strong managerial have enabled Radar Tasikmalaya TV to remain a credible and adaptive local media outlet amidst the digital era’s challenges. The planning process is conducted systematically through projection, listing, and budgeting based on editorial SOPs, aligned with social media trends and audience interests. Despite limited human resources, organizing function effectively through clear task distribution and adaptive coordination. Direction is carried out through team synergy, ethical gatekeeping processed and digital platform utilization for content distribution. Control is implemented through regular evaluations and adherence to journalistic standards and broadcasting regulations. These comprehensive management practice contribute significantly to the sustainability and relevance of Radar Tasikmalaya TV in the local media landscape. Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi media, menantang eksistensi media konvensional termasuk televisi lokal. Penelitian ini mengkaji manajemen program berita “Radar News” di Radar Tasikmalaya TV dengan menggunakan teori fungsi manajemen dari Peter K. Pringle: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam dengan pihak internal dan pakar media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial yang kuat memungkinkan Radar Tasikmalaya TV tetap eksis sebagai media lokal yang kredibel dan adaptif di tengah tantangan era digital. Hal ini terlihat dari proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang ada pada media Radar Tasik TV. Perencanaan di Radar Tasik TV dilakukan secara sistematis melalui proyeksi, listing, dan budgeting berdasarkan SOP redaksi, disesuaikan dengan tren media sosial dan minat audiens. Pengorganisasian berjalan optimal meskipun dengan SDM terbatas, melalui pembagian tugas yang jelas dan koordinasi adaptif. Pengarahan dilakukan melalui sinergi tim, proses gatekeeping yang etis, serta pemanfaatan platform digital untuk distribusi konten. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin dan kepatuhan terhadap standar jurnalistik serta regulasi penyiaran.
Cultivating Fandom: An Analysis of GMMTV's Marketing Communication Strategy for Southeast Asian Audiences in "My School President” Series Purbantina, Adiasri Putri; Prakoso, Doddy Agus; Alexandra, Renya Dominique; Zardi, Jihan Putri Rindra; Tarunajaya, Muhammad Raihan
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2294

Abstract

"My School President", a TV series by GMMTV has gained global popularity, particularly among the Southeast Asian markets. This research analyzes GMMTV's marketing communication strategy (IMC) to promote the "My School President" series in the Southeast Asian market from 2022 to 2023. In this research, we use a qualitative case study method to evaluate five components of IMC: (1) advertising, (2) sales promotion, (3) personal selling, (4) public relations, and (5) direct digital marketing. In addition, we incorporate K-pop marketing style into our IMC indicators. We use relevant secondary data, such as GMMTV's official social media, annual report, journal, news, and engagement data from the "My School President" series, to evaluate GMMTV's strategy in marketing the series in the Southeast Asian market. We find similarities between GMMTV's approach and the K-Pop industry's strategy in marketing their creative products. Abstrak “My School President” merupakan serial produksi GMMTV yang berhasil mendapatkan popularitas tinggi di pasar domestik maupun Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran GMMTV dalam mempromosikan serial “My School President” di pasar Asia Tenggara tahun 2022-2023. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Integrated Marketing Communication oleh Kotler dan Armstrong (2018) yang terdiri dari lima komponen, meliputi: (1) advertising; (2) sales promotion; (3) personal selling; (4) public relation; dan (5) direct digital marketing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus berdasarkan acuan data sekunder yang relevan, seperti: (1) media sosial resmi GMMTV; (2) annual report; (3) jurnal; (3) berita; dan (5) data engagement dari serial “My School President”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan GMMTV dalam promosi serial “My School President” memiliki kesamaan dengan strategi industri K-Pop dalam memasarkan produk kreatif. GMMTV juga menerapkan lima komponen dari Integrated Marketing Communication dalam promosi serial “My School President” melalui pemanfaatan media sosial, engagement, penjualan produk merchandise, dan pagelaran event untuk memperoleh profit yang maksimal pada pasar Asia Tenggara.
Penerapan Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi Melalui Media Sosial @diskominfokabbogor Zuhra, Arummaisya Rosdiana; Sartika, Ika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2339

Abstract

The importance of social media's role as an effective public communication tool in the digital era, particularly in enhancing transparency and public participation. This study aims to describe the implementation of the communication strategy of the Bogor District Communication and Informatics Office (Diskominfo) in disseminating information through social media @diskominfokabbogor. The research method used is descriptive qualitative, based on the theory of Cutlip, Center, & Broom. The results indicate that Diskominfo has implemented an effective communication strategy through four stages: fact-finding, planning, implementation, and evaluation. The research reveals that this strategy has successfully established the @diskominfokabbogor account as an inclusive and adaptive public information hub, despite facing challenges in visual content production capacity. During the implementation stage, content is managed collaboratively using repost, redesign, and independent production approaches. Although facing challenges regarding limited graphic design expertise, Diskominfo has taken strategic steps, such as enhancing cross-sectoral cooperation, to minimize the impact. This study concludes that to optimize the communication strategy, Diskominfo needs to improve the team's technical capabilities, strengthen collaboration, and implement more systematic evaluations to enhance the quality of information delivered to the public. Abstrak Pentingnya peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif di era digital, terutama dalam meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor dalam menyebarkan informasi melalui Media Sosial @diskominfokabbogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan landasan teori Cutlip, Center, & Broom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo telah menerapkan strategi komunikasi yang efektif melalui empat tahapan: pencarian fakta, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengungkap bahwa strategi ini berhasil menjadikan akun @diskominfokabbogor sebagai pusat informasi publik yang inklusif dan adaptif, meskipun menghadapi tantangan dalam hal kapasitas produksi konten visual. Pada tahap pelaksanaan, konten dikelola secara kolaboratif dengan pendekatan repost, redesain, dan produksi mandiri. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan tenaga ahli desain grafis, Diskominfo telah mengambil langkah strategis seperti meningkatkan kerja sama lintas bidang untuk meminimalkan dampaknya. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan strategi komunikasi, Diskominfo perlu meningkatkan kemampuan teknis tim, memperkuat kolaborasi, dan melaksanakan evaluasi yang lebih sistematis guna meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.