cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Analisis Social Comparison dan Life Satisfaction pada Mahasiswa Tingkat Akhir dari Perspektif Sosiologi Komunikasi Ramadhani, Nabyla Octa; Purnamasari, Devi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2401

Abstract

Final-year students are in a complex transition phase marked by academic pressure, career uncertainty, and high social expectations. In this situation, social comparison often functions as part of symbolic and intrapersonal communication processes through which students evaluate their position in society. This study aims to analyze the reasons why students engage in social comparison and its impact on life satisfaction, positioning their subjective experiences within the context of sociology of communication. The research employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving six final-year students in Semarang City from various universities and work backgrounds. The findings indicate that social comparison arises both consciously and unconsciously in students’ communication processes, either as self-reflection or as a response to external social pressures, including those from social media. Upward comparison tends to trigger feelings of lagging behind, anxiety, and dissatisfaction, while downward comparison can foster gratitude. Life satisfaction is influenced by how individuals interpret these comparisons and the extent of social support they receive. This study emphasizes the importance of awareness of symbolic and intrapersonal communication processes in managing social comparison, so that students can maintain their emotional and social well-being during the final stage of their studies. Abstrak Mahasiswa tingkat akhir berada dalam fase transisi yang kompleks, ditandai oleh tekanan akademik, ketidakpastian karier, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Dalam situasi ini, perbandingan sosial (social comparison) sering kali menjadi bagian dari proses komunikasi simbolik dan intrapersonal untuk mengevaluasi posisi diri dalam masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis alasan mahasiswa melakukan perbandingan sosial dan dampaknya terhadap kepuasan hidup (life satisfaction), dengan menempatkan pengalaman subjektif mereka dalam konteks sosiologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang pekerjaan. Temuan menunjukkan bahwa social comparison muncul secara sadar maupun tidak sadar dalam proses komunikasi mahasiswa, baik sebagai refleksi diri maupun akibat tekanan sosial eksternal, termasuk media sosial. Upward comparison cenderung memicu rasa tertinggal, kecemasan, dan ketidakpuasan, sedangkan downward comparison dapat menumbuhkan rasa syukur. Tingkat kepuasan hidup dipengaruhi oleh bagaimana individu memaknai perbandingan tersebut serta sejauh mana mereka memperoleh dukungan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya kesadaran akan proses komunikasi simbolik dan intrapersonal dalam mengelola perbandingan sosial agar mahasiswa mampu menjaga kesejahteraan emosional dan sosial mereka di masa akhir studi.
Komunikasi Resiliensi Ibu Tunggal dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Hakikoh, Heka Rizky; Hariyati, Farida; Corliana, Tellys
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2552

Abstract

Being a single mother is a challenging reality that demands extraordinary resilience in facing various psychological, social, and economic pressures while adapting to new life circumstances. It is not easy for single mothers to remain strong in the face of life's challenges, as they must confront numerous pressures and difficult situations that require them to adapt. This condition makes resilience a highly necessary quality, yet one that is not easily attained by single mothers. Based on these issues, this study aims to understand how the three participants build their resilience after their divorces. Using a qualitative phenomenological approach, the researcher collected data through direct interviews, observations, and supporting documents. The findings reveal similar patterns among the three participants, showing that they successfully developed a more positive outlook on life, particularly through their work activities. Employment became an important means for them to rebuild their lives after divorce. Abstrak Menjadi ibu tunggal merupakan realitas yang menantang, menuntut ketahanan luar biasa dalam menghadapi beragam tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi sambil beradaptasi dengan situasi hidup yang baru. Tidak mudah bagi ibu tunggal untuk tetap tangguh menghadapi tantangan hidup, mengingat mereka harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi sulit yang mengharuskan mereka beradaptasi. Kondisi ini menjadikan resiliensi sebagai kualitas yang sangat dibutuhkan namun tidak mudah dicapai oleh para ibu tunggal. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelima partisipan membangun ketahanan diri setelah perceraian mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung, pengamatan, dan dokumen pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan pola yang serupa di antara kelima partisipan, di mana mereka berhasil mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif terutama melalui aktivitas pekerjaan. Proses bekerja menjadi sarana penting bagi mereka dalam membangun kembali kehidupan pasca perceraian.
Pengaruh Storytelling Marketing dalam Video Tiktok Pencarian Matcha ke Jepang Terhadap Minat Pembelian Followers Tiktok @bittersweetbynajla Fauziyyah, Dina Zulfa; Putri, Yuliani Rachma
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.294

Abstract

The pioneer of the number one dessert box in Indonesia Bittersweet By Najla has a marketing focus by utilizing social media, especially Tiktok. The content contained in TikTok @bittersweetbynajla has a marketing strategy using storytelling techniques. Storytelling is an effective technique for distracting various aspects such as action, communication, value transmission, and knowledge. The storytelling marketing strategy used often creates interaction with followers that has the potential to increase purchase intention in @bittersweetbynajla products. Purchase intention can be interpreted as a feeling of being attracted to a product and having the potential to buy. In this research, AIDA theory becomes an indicator of purchase intention variable. This research was conducted to find out the relationship and the magnitude of the influence of storytelling marketing on the purchase intention of @bittersweetbynajla TikTok followers using a quantitative method and involving 100 respondents to @bittersweetbynajla TikTok followers. The results of the study stated that storytelling marketing had a very strong influence on the purchase intention of 99.1% where 0.9% was influenced by other factors based on the calculation of the coefficient of determination. Based on the correlation coefficient test, the significance is 0.000 < 0.05 so there is a positive and very strong relationship between storytelling marketing and purchase intention. Abstrak Pelopor dessert box nomor satu di Indonesia Bittersweet By Najla memiliki fokus pemasaran dengan memanfaatkan media sosial khususnya Tiktok. Konten yang terdapat dalam Tiktok @bittersweetbynajla memiliki strategi pemasaran menggunakan teknik storytelling. Storytelling merupakan teknik yang efektif untuk mendistraksi berbagai aspek seperti aksi, komunikasi, transimisi nilai, dan pengetahuan. Strategi storytelling marketing yang digunakan seringkali menimbulkan interaksi dengan followers-nya. Interaksi tersebut berpotensi untuk meningkatkan minat pembelian terhadap produk @bittersweetbynajla. Minat pembelian dapat diartikan sebagai perasaan tertarik terhadap suatu produk serta berpotensi untuk membeli produk tersebut. Dalam penelitian ini teori AIDA dijadikan indikator variabel minat pembelian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh serta besaran pengaruh storytelling marketing terhadap minat pembelian pada followers TikTok @bittersweetbynajla dengan menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 100 responden followers TikTok @bittersweetbynajla. Hasil penelitian menyatakan bahwa storytelling marketing memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap minat pembelian sebesar 99,1% dimana 0,9% dipengaruhi oleh faktor lain berdasarkan perhitungan koefisien determinasi. Sedangkan berdasarkan uji koefisien korelasi, hasil signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara storytelling marketing dan minat pembelian.
Rekonsiliasi Komunikasi Antar Budaya pada Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Era Postmodern Rachmad, Teguh Hidayatul; Sasongko, Yohanes Probo Dwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.364

Abstract

When viewed openly, LGBT people are a separate behavior regarding sexual forms which consist of and focus on lesbian (sexual relations between women), gay (male-to-male sexual relations), bisexual (can have good sexual relations with male or female), and transgender (people who change gender because they feel they have found their identity). The existence of adherents of LGBT people in solving their problems can be seen and used by studying the theory of cultural convergence theory developed by Barnett & Kincaid. The theory of basic transformation theory can present a communication process that occurs by involving two or more individuals or groups sharing information that aims to create mutual understanding between them about something that exists in their lives. In the theory of cultural convergence, efforts to present a complete and comprehensive understanding between the LGBT community and those who are against LGBT people can present positive communication interactions with each other, argue, mutual understanding will be approached but never perfectly achieved. That is, some problems occur when two or more people exchange information, maybe some convergent people will be more able to present a comprehensive understanding between them in the community. Abstrak Para kaum LGBT bila dilihat secara terbuka merupakan sebuah perilaku tersendiri mengenai bentuk seksual yang terdiri dan terfokus untuk lesbian (hubungan seksual yang dilakukan antar perempuan), gay (hubungan seksual laki-laki dengan laki-laki), biseksual (bisa melakukan hubungan seksual baik dengan laki-laki maupun perempuan), dan transgender (orang yang melakukan perpindahan jenis kelamin karena merasa telah menemukan jati dirinya). Keberadaan para penganut kaum LGBT dalam memecahkan permasalahannya dapat melihat dan memakai kajian teori Teori konvergensi budaya dikembangkan oleh Barnett & Kincaid. Teori konvergensi budaya dapat menghadirkan adanya sebuah proses komunikasi yang terjadi dengan melibatkan dua atau lebih individu atau kelompok berbagai informasi yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian di antara mereka tentang sesuatu yang ada dalam kehidupan mereka. Di dalam teori konvergensi budaya tersebut, upaya untuk menghadirkan adanya pemahaman yang utuh dan menyeluruh antara masyarakat LGBT dan mereka yang kontra dengan para LGBT dapat saling menghadirkan interaksi komunikasi secara positip, berpendapat, saling pengertian akan dapat didekati namun tidak pernah sempurna dicapai. Artinya, beberapa ganjalan terjadi sewaktu dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi mungkin beberapa orang yang konvergen akan lebih saling dapat menghadirkan pengertian yang menyeluruh di antara mereka dalam komunitas masyarakat.
Dampak Social Media Marketing Instagrm Terhadap Brand Awareness: Studi Kasus Brand Pass The Trend Winanda, Khofifah; -Shabrina, Almira
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.368

Abstract

The presence of social media platforms today brings many benefits to people's lives, especially in the business world. Instagram is one of the social media platforms that occupies the highest position as the most used platform in Indonesia. With the various features offered by Instagram, it can help businesses do social media marketing. Marketing activity is one stimulus that can trigger awareness of a brand. This study aims to determine the influence and magnitude of Social Media Marketing via Instagram on Brand Awareness Pass The Trend. The method used in this research is quantitative with descriptive research type. The research was conducted on Instagram users who follow Instagram @pass.the.trend. Sampling using probability sampling method simple random sampling, with a total sample of 400 people. The results of the hypothesis test show that Social Media Marketing has a significant positive effect on Brand Awareness where the value of ????count 16.326 > ????????????????le 1.966 which means ????0 is rejected and ????1 is accepted. Based on the calculation of the coefficient of determination, Social Media Marketing via Instagram has an influence of 40.1% on Brand Awareness Pass The Trend. Suggestions for future researchers to conduct research on the same object using different variables and different analysis techniques. Abstrak Kehadiran platform media sosial saat ini membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam dunia bisnis. Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang menempati posisi tertinggi sebagai platform terbanyak yang digunakan di Indonesia. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan Instagram, dapat membantu pelaku bisnis dalam melakukan social media marketing. Kegiatan pemasaran merupakan salah satu stimulus yang dapat merangsang munculnya kesadaran terhadap sebuah merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besaran pengaruh Social Media Marketing melalui Instagram terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan kepada pengguna Instagram yang mengikuti Instagram @pass.the.trend. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling jenis simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 400 orang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Social Media Marketing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Brand Awareness dimana nilai ????h???????????????????? 16,326 > ???????????????????????? 1,966 yang berarti ????0 ditolak dan ????1 diterima. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, Social Media Marketing melalui Instagram memberikan pengaruh sebesar 40,1% terhadap Brand Awareness Pass The Trend. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian mengenai objek yang sama dengan menggunakan variabel yang berbeda serta teknik analisis yang berbeda.
Gita Savitri dan Childfree Movement pada Media Sosial: Studi Netnografi pada Akun Instagram @Gitasav Pramesti, Sonia Indah; Dharma, Ferry Adhi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.474

Abstract

The phenomenon of the childfree campaign carried out by Gita Savitri via Instagram is very interesting to research because it dares to face negative labeling from netizens or Indonesian society. The aim of this research is to explore the childfree campaign strategy on Instagram @gitasav. In her campaign content, Gita Savitri often raises the issue of gender equality, so it is important for this research to use feminist theory to be able to analyze Gita Savitri's childfree campaign. The research method used is netnography on the social media Instagram @gitasav by observing the content, tags and comments uploaded by Gita Savitri as well as the reactions of her followers. The childfree movement strategy carried out by Gita Savitri is to tell the reality of the difficulties of being a mother. With this content, many netizens support Gita Savitri's statement and also feel that they have experienced the same thing, so this has become a form of campaign that is of interest to childfree adherents. In this research it was also found that Gita Savitri raised the issue of gender equality to justify that women have the right not to have children and also not be troubled by the problems of caring for children. Abstrak Fenomena kampanye childfree yang dilakukan oleh Gita Savitri melalui Instagram sangat menarik untuk diteliti karena berani berhadapan dengan pelabelan negatif dari netizen atau masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi kampanye childfree pada Instagram @gitasav. Dalam konten kampanyenya, Gita Savitri sering mengangkat isu kesetaraan gender sehingga penting bagi penelitian ini menggunakan teori feminisme untuk dapat menganalisis kampanye childfree ala Gita Savitri. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi pada media sosial Instagram @gitasav dengan cara mengobservasi konten-konten, tag dan komentar yang diunggah oleh Gita Savitri maupun reaksi dari pengikutnya. Strategi childfree movement yang dilakukan oleh Gita Savitri adalah menceritakan realita susahnya menjadi seorang ibu. Dengan konten tersebut banyak netizen yang mendukung statement Gita Savitri dan juga merasa mengalami hal yang sama sehingga hal ini menjadi bentuk kampanye yang diminati oleh penganut childfree. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa Gita Savitri mengangkat isu kesetaraan gender untuk membenarkan bahwa perempuan memiliki hak untuk tidak memiliki anak dan juga tidak disusahkan dengan persoalan-persoalan merawat anak.
Representasi Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual KBGO dalam Film “Sleep Call” Kusuma, Anggun Dila; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.491

Abstract

Sexual harassment and sexual violence of KBGO in Indonesia is increasing, especially since the Covid-19 case. In addition, cases of sexual harassment or sexual violence are also very common in social reality and various sectors, whether in the realm of education or even the work environment. Through film, which is one of the containers used to describe the situation on social reality in society, it is able to convey the message contained in the film as a communication medium for the audience. The film Sleep Call is one of the films that raises the issue of sexual harassment and sexual violence against women by KBGO. In the film, it is depicted that sexual harassment and sexual violence in KBGO occur due to the existence of power relations with people who are labeled vulnerable, namely women. The researcher uses a qualitative-descriptive methodology as a research approach and uses a semiotic analysis method by taking symbols and texts used as the object of study, so that they must interpret and understand the codes in the signs and texts in the film. Data collection was carried out by observation and documentation techniques. The results of this study show that the representation of sexual harassment and sexual violence in KBGO experienced by women in films shows various categories of sexual harassment and sexual violence in KBGO which occurs due to power relations. Abstrak Pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO di Indonesia semakin meningkat apalagi semenjak kasus Covid-19. Selain itu, kasus pelecehan seksual atau kekerasan seksual juga masih sangat sering terjadi di realitas sosial dan berbagai sektor entah itu di ranah pendidikan bahkan lingkungan pekerjaan. Melalui film yang menjadi salah satu wadah digunakan untuk menggambarkan situasi pada realitas sosial dimasyarakat mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam film sebagai media komunikasi untuk penonton. Film Sleep Call menjadi salah satu film yang mengangkat isu pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terhadap perempuan. Dalam film tersebut tergambar bahwa pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terjadi akibat adanya relasi kuasa terhadap kaum yang dicap rentan yaitu perempuan. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif sebagai pendekatan penelitian serta menggunakan metode analisis semiotika dengan mengambil simbol dan teks yang digunakan sebagai objek kajian, sehingga harus menafsirkan dan memahami kode-kode yang ada pada tanda dan teks dalam film. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa representasi pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang dialami perempuan dalam film menunjukan berbagai kategori pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang terjadi akibat relasi kuasa.
Analisis Pengaruh Konten @drrichardlee Terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen Sari, Berliana Endah Kartika; Saputro, Edy Purwo
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.499

Abstract

Consumers usually use purchasing decisions to consider the performance of competing offers, identify the risks that will arise after making an offer, and increase the service desired by customers, and customers can choose the product they like. TikTok is a social media platform that has become very important in the context of the beauty and marketing industry. One of the TikTok accounts that provides educational content on choosing beauty products is the TikTok account @drichardlee. This research was conducted to determine the extent of influence of marketing content on the Tik Tok account @drichardlee on the decision to purchase a product. This research uses a quantitative approach that applies a questionnaire survey method. To collect data, researchers distributed questionnaires via Google Form to 96 respondents obtained from followers of the TikTok account @drrichardlee. After data analysis, this research found that the content provided by @drichardlee has a significant influence on purchasing decisions. In this research, the S-O-R communication model shows that the content can be considered a stimulus that influences consumer responses or purchasing decisions. This is supported by the content provided by @drichardlee having the potential to provide information, generate interest, strengthen trust, and build emotional connections, all of which can contribute to forming more positive purchasing decisions. Abstrak Keputusan pembelian pada umumnya dipergunakan konsumen sebagai langkah untuk melakukan suatu pertimbangan terkait dengan kinerja atas penawaran yang melalui persaingan, melakukan pengidentifikasian risiko yang dapat timbul setelah memberikan penawaran, serta membantu peningkatan pelayanan seperti yang menjadi keinginan para pelanggan, serta pelanggan mampu melakukan pemilihan atas produk mana yang disukainya. Tiktok adalah platform media sosial yang telah menjadi sangat penting dalam konteks industri kecantikan dan pemasaran. Salah satu account tiktok yang menyediakan konten-konten edukasi pemilihan produk kecantikan adalah akun tiktok @drrichardlee. Penelitian ini dilakukan guna memperoleh pengetahuan sejauhmana pengaruh konten pemasaran di akun Tik tok @drrichardlee kepada keputusan pembelian suatu produk. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif yang menerapkan metode survei kuesioner. Untuk mengumpulkan data, peneliti mendistribusikan kuesioner atau angket melalui google form kepada 96 responden yang diperoleh dari pengikut akun TikTok @drrichardlee. Setelah dilakukan analisis data, penelitian ini menemukan bahwa konten yang disediakan oleh @drrichardlee mengandung pengaruhnya yang signifikan pada keputusan pembelian. Dalam penelitian ini, model komunikasi S-O-R menunjukkan bahwa konten tersebut dapat dianggap sebagai stimulus yang mempengaruhi respons atau keputusan pembelian konsumen. Hal tersebut didukung oleh konten yang disediakan oleh @drrichardlee memiliki potensi untuk memberikan informasi, membangkitkan minat, memperkuat kepercayaan, dan membangun koneksi emosional, yang semuanya dapat berkontribusi pada pembentukan keputusan pembelian yang lebih positif.
Propaganda and Myth: Discourse Battle on Social Media in the Indonesian Presidential Election Aminulloh, Akhirul; Artaria, Myrtati Dyah; Setiamandani, Emei Dwinanarhati
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2130

Abstract

Propaganda on social media in the 2019 Indonesian presidential election became the arena for the discourse and narrative battle between the issues of communism and the caliphate that centered on presidential candidates Joko Widodo and Prabowo Subianto. Myth-based propaganda techniques manipulate discourse in order to influence public opinion. This study used Fairclough's critical discourse analysis method with a research object focusing on the issue of communism and the caliphate in social media. The data was collected using a variety of documentation techniques, including intertextuality, literature study, and tweets posted on the Twitter platform between January and March of 2019. The data analysis technique used three dimensions of Fairclough's critical discourse analysis: description, interpretation, and explanation. The results of this study indicate that the discourse battle of Joko Widodo as a communist henchman and Prabowo Subianto as pro-caliphate is propaganda to manipulate public opinion on social media to win the 2019 presidential election. The discourse about the PKI revival if Joko Widodo wins is moved by status quo groups and radical Islamic groups such as FPI and HTI, while the discourse on establishing a caliphate system in Indonesia if Prabowo Subianto wins is moved by nationalist jargon groups. Discourses about the PKI revival and the caliphate system’s establishment are myths in the form of narratives periodically produced and reproduced for political reasons. Despite evidence to the contrary, supporters continue to believe in this myth. Abstrak Propaganda di media sosial dalam pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 menjadi arena pertarungan wacana dan narasi antara isu komunisme dan khilafah yang berpusat pada pasangan calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Fairclough dengan objek penelitian yang berfokus pada isu komunisme dan khilafah di media sosial. Data dikumpulkan menggunakan berbagai teknik dokumentasi, termasuk intertekstualitas, studi pustaka, dan cuitan yang diunggah di platform Twitter antara Januari dan Maret 2019. Teknik analisis data menggunakan tiga dimensi analisis wacana kritis Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertarungan wacana Joko Widodo sebagai antek komunis dan Prabowo Subianto sebagai pro-khilafah adalah propaganda untuk memanipulasi opini publik di media sosial untuk memenangkan pemilihan presiden 2019. Wacana kebangkitan PKI jika Joko Widodo menang digerakkan oleh kelompok status quo dan kelompok Islam radikal seperti FPI dan HTI, sedangkan wacana pembentukan sistem khilafah di Indonesia jika Prabowo Subianto menang digerakkan oleh kelompok jargon nasionalis. Wacana kebangkitan PKI dan pembentukan sistem khilafah merupakan mitos dalam bentuk narasi yang diproduksi dan direproduksi secara berkala untuk kepentingan politik.
Model Komunikasi Gastronomi Melalui Pemanfaatan Virtual Reality dalam Mendukung Promosi Pariwisata Kuliner Indonesia Nofiasari, Wida; Susanto, Andi Heru; Alpian, Alpian
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2132

Abstract

The archipelago's gastronomy is very diverse, one of which is Javanese culinary in Jogjakarta which was influenced by the Ancient Mataram period in the 8th century. The development of digital technology has encouraged an effective gastronomic communication model by utilizing in promoting Indonesian culinary tourism. The aim of this research is to find out how the gastronomic communication model through supports the promotion of Indonesian culinary tourism. This study uses a qualitative approach with a virtual ethnography method with 5 informants. The results of the research are (1) There are three categories of people enjoying culinary tourism, namely the need to eat simply, food as gastrodiplomacy other countries and food as an economic tourist attraction, (2) Javanese culinary tourism has developed since the time of Ancient Mataram as evidenced by inscriptions and reliefs at Borobudur and Prambanan Temples, (3) Gastronomic communication is carried out in three ways, namely the creation of a Gastronomic Museum, educational seminars on gastronomy and gastronomic diplomacy to foreign nations. The research conclusion is that Virtual Reality-based gastronomic communication was developed through the creation of a Gastronomic Museum which can support the promotion of Indonesian culinary tourism to the general public, especially the millennial generation, with educational, historical and entertainment function. Apart from that, the introduction of Indonesian culinary delights was carried out through outreach to universities and gastronomic diplomacy to other countries. Abstrak Gastronomi Nusantara sangat beragam salah satunya kuliner Jawa di Jogjakarta yang dipengaruhi masa Mataram Kuno di abad ke-8 Masehi. Perkembangan teknologi digital mendorong adanya model komunikasi gastronomi yang efektif dengan memanfaatkan virtual reality dalam mempromosikan pariwisata kuliner Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah model komunikasi gastronomi melalui virtual reality dalam mendukung promosi pariwisata kuliner Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual dengan informan berjumlah 5 orang. Hasil penelitian adalah (1) Ada tiga macam kategori orang menikmati wisata kuliner yaitu kebutuhan makan semata, makanan sebagai gastrodiplomasi kepada negara lain dan makanan sebagai daya tarik wisata secara ekonomi, (2) Wisata kuliner Jawa sudah berkembang sejak zaman Mataram Kuno dibuktikan adanya prasasti dan relief di Candi Borobudur dan Prambanan, (3) Komunikasi gastronomi dilakukan melalui tiga cara yaitu pembuatan Museum Gastronomi Virtual Reality, edukasi seminar mengenai gastronomi dan diplomasi gastronomi kepada bangsa asing. Kesimpulan penelitian adalah komunikasi gastronomi berbasis Virtual Reality dikembangkan melalui pembuatan Museum Gastronomi Virtual Reality yang dapat mendukung promosi pariwisata kuliner Indonesia kepada masyarakat umum khususnya generasi milenial dengan fungsi edukasi, sejarah dan hiburan. Selain itu dilakukan pengenalan kuliner Nusantara melalui sarana sosialisasi kepada perguruan tinggi dan diplomasi gastronomi kepada negara lain.