cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Peran Media Sosial sebagai Medium untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi Publik di KPU Kabupaten Jombang Umma, Wafa Patria; Ahmad, Nyarwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2403

Abstract

Previous studies have largely focused on the normative implementation of the Public Information Disclosure Act (UU KIP) or the role of the Information and Documentation Management Officer (PPID), without thoroughly examining public communication strategies through social media. The STOC culture-based approach (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) by Khan (2017) has rarely been applied in the analysis of information disclosure practices. This research addresses that gap by evaluating the communication strategy of the General Elections Commission (KPU) of Jombang Regency in utilizing social media as a means of ensuring public information transparency in a more interactive and participatory manner. This study adopts a qualitative approach with descriptive analysis and a case study design. The findings indicate that the elements of Sharing, Transparency, and Openness have been well implemented, whereas Collaboration remains underutilized. Regarding the phases of public information disclosure through social media use by KPU Jombang: in the information dissemination phase, KPU actively shares content; in the mass collaboration phase, public participation is still limited to responses and comments on KPU’s social media, not yet at the core of public services; and in the social transaction phase, implementation remains minimal. This limitation is attributed to KPU's hierarchical structure, which adheres to centralized regulations. Nevertheless, KPU Jombang successfully received recognition as an Informative Public Agency in 2024. This study recommends strengthening the legal framework, increasing the digitalization budget, and encouraging further research on similar practices in other public institutions. Abstrak Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada implementasi normatif UU KIP atau peran PPID, belum mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik melalui media sosial. Pendekatan berbasis budaya STOC (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) oleh Khan (2017) belum banyak digunakan dalam analisis keterbukaan informasi. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan mengevaluasi strategi komunikasi KPU Kabupaten Jombang dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana transparansi informasi publik secara lebih interaktif dan partisipatif. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Sharing, Transparency, dan Openness telah diterapkan secara baik, namun budaya Collaboration masih belum maksimal. Terkait fase (tingkat) keterbukaan informasi publik melalui penggunaan media sosial oleh KPU Kabupaten Jombang dihasilkan bahwa; Pada fase sosialisasi informasi, KPU aktif membagikan konten. Pada fase kolaborasi massal, partisipasi publik masih sebatas melalui respons dan komentar di media sosial KPU, belum inti pelayanan. Dan pada fase transaksi sosial, penerapannya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh struktur hierarkis KPU yang mengikuti regulasi dari tingkat pusat. Kendati demikian, KPU Kabupaten Jombang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif pada tahun 2024. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan dasar hukum, peningkatan anggaran digitalisasi, serta pengembangan riset serupa pada lembaga publik.
Strategi Populisme Ganjar Pranowo di Instagram Melalui Slogan "Tuanku Rakyat Jabatan Cuma Mandat" Ardana, Novia; Matondang, Muhammad Alfikri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2441

Abstract

This study aims to analyse Ganjar Pranowo's populist strategy on Instagram through the use of the slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” (“The people are my master, office is merely a mandate”) as a form of symbolic and strategic political visual communication. In the digital era, social media has become a strategic space for politicians to construct public image, disseminate narratives, and build emotional closeness with the public. This study employs a descriptive qualitative approach with a non-participant digital observation method on the Instagram account @ganjar_pranowo from November 2023 to April 2024. Data were collected from visual posts, digital interactions, and relevant literature. The data analysis follows the model of Miles, Huberman, and Saldana, involving data condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that Ganjar consistently constructs a populist image by emphasising simplicity, closeness to the people, and the use of local symbols and language. The slogan is not only textual but also embodied through grounded lifestyle and political performance. Drawing on Berger and Luckmann’s theory of social construction, the study concludes that digital populism can be effectively materialised through simple yet meaningful visual symbols that shape political reality and strengthen the bond between leader and people. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi populisme Ganjar Pranowo di Instagram melalui slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” sebagai bentuk komunikasi politik visual yang simbolik dan terencana. Media sosial di era digital menjadi ruang strategis bagi politisi untuk membentuk citra, menyebarkan narasi, dan membangun kedekatan emosional dengan publik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi digital non-partisipatif terhadap akun Instagram @ganjar_pranowo pada periode November 2023 hingga April 2024. Data dikumpulkan dari dokumentasi unggahan visual, interaksi digital, dan studi pustaka. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Ganjar secara konsisten membangun citra populis dengan menekankan kesederhanaan, kedekatan dengan rakyat, serta penggunaan simbol dan bahasa lokal. Slogan tersebut bukan hanya teks, melainkan direpresentasikan lewat gaya hidup dan performa politik yang membumi. Dengan mengacu pada teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann, penelitian ini menyimpulkan bahwa populisme digital dimaterialisasi secara efektif melalui simbol visual sederhana yang mampu membentuk realitas politik dan memperkuat kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Strategi Komunikasi Publik Pengelola Wisata Religi Masjid Raya Al Mashun Medan dalam Meningkatkan Minat Wisatawan Uchie, Uchie; Deni, Indira Fatra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2439

Abstract

This study aims to analyze the public communication strategies employed by the management of Al Mashun Grand Mosque in Medan to enhance tourist interest in the mosque as a religious tourism destination. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The study adopts the marketing mix theory within the context of tourism communication. The findings indicate that the mosque management still relies heavily on personal communication approaches and the mosque’s historical image, with suboptimal utilization of social media platforms. Friendly service and direct information transparency serve as key strengths in attracting tourists. However, limitations in human resources for digital content management and the lack of educational narratives present challenges in modernizing public communication efforts. The study recommends the formation of a dedicated team for digital media management, development of educational content, and collaborative promotion with the government and creative communities. These efforts are essential for enabling Al Mashun Grand Mosque to adapt to technological advancements and become a leading and sustainable religious tourism destination. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh pengelola Masjid Raya Al Mashun Medan dalam upaya meningkatkan minat wisatawan sebagai destinasi wisata religi. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori marketing mix dalam kajian komunikasi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola masih mengandalkan pendekatan komunikasi personal dan citra historis masjid, dengan pemanfaatan media sosial yang belum optimal. Strategi pelayanan ramah dan keterbukaan informasi secara langsung menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital dan kurangnya narasi edukatif menjadi tantangan dalam transformasi komunikasi publik yang lebih modern. Penelitian ini merekomendasikan membentuk tim untuk pengelolaan media digital dan pengembangan konten edukatif serta promosi kolaboratif dengan pemerintah dan komunitas kreatif, agar Masjid Raya Al Mashun mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadi destinasi wisata religi unggulan yang berkelanjutan.
Membentuk Citra Diri Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Melalui Media Sosial Instagram Ari, Muhammad; Sekarningrum, Anggun Anindya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2446

Abstract

The development of digital technology has changed interaction patterns, making Instagram the dominant platform for identity construction of the younger generation. For AMIKOM University Yogyakarta students who are active in digital media and in the stage of self-discovery, Instagram has become a space for self-expression and imaging. This study analyzes the process of forming these students' self-image on Instagram and identifies key influencing factors. Using a phenomenological approach, this qualitative study involved in-depth interviews, observation of account activities, and documentation on three informants selected through purposive sampling based on the intensity of Instagram usage and campus involvement. Data analysis was conducted through thematic coding techniques to formulate each informant's digital narrative. The findings reveal three orientations of self-image formation: (1) professional-academic-educative content and achievements (Putri, 9,744 followers); (2) authentic-personal-honest self-expression (Olivia, 5,140 followers); and (3) creative-artistic-innovative uploads (Candra, 2,354 followers). The three main driving factors include: the cognitive need to share academic knowledge; self-actualization through creative expression that combines technical expertise with artistic vision; and the need for social existence for digital validation through community interaction and engagement metrics. The findings confirm the relevance of Self-Image Theory (Baumeister, 1999) and Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) in the context of modern social media. The research results are expected to help the development of digital literacy and personal branding strategies in the campus environment. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, menjadikan Instagram platform dominan konstruksi identitas generasi muda. Bagi mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang aktif di media digital dan dalam tahap pencarian jati diri, Instagram menjadi ruang ekspresi diri dan pencitraan. Penelitian ini menganalisis proses pembentukan citra diri mahasiswa tersebut di Instagram dan mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi. Dengan pendekatan fenomenologi, studi kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam, observasi aktivitas akun, dan dokumentasi pada tiga informan terpilih melalui purposive sampling berdasarkan intensitas penggunaan Instagram dan keterlibatan kampus. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik untuk merumuskan narasi digital setiap informan. Hasil temuan mengungkap tiga orientasi pembentukan citra diri: (1) profesional-akademik—konten edukatif dan prestasi (Putri, 9.744 pengikut); (2) autentik-pribadi—ekspresi diri jujur (Olivia, 5.140 pengikut); dan (3) kreatif-artistik—unggahan inovatif (Candra, 2.354 pengikut). Tiga faktor pendorong utama meliputi: kebutuhan kognitif berbagi pengetahuan akademik; aktualisasi diri melalui ekspresi kreatif yang memadukan keahlian teknis dengan visi artistik; serta kebutuhan eksistensi sosial untuk validasi digital lewat interaksi komunitas dan metrik engagement. Temuan ini menegaskan relevansi Teori Citra Diri (Baumeister, 1999) dan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dalam konteks media sosial modern. Hasil penelitian diharapkan membantu pengembangan literasi digital dan strategi personal branding di lingkungan kampus.
Strategi Pemberian Insentif dalam Meningkatkan Word-of-Mouth Digital melalui Ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen Putra, Aditya Eka; Anggraeni, Wini; Mogi, Amelia Haness
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2486

Abstract

This study examines the incentive strategy of offering free desserts to enhance electronic word-of-mouth (eWOM) through Google Reviews at Bari Ramen Restaurant. In the digital era, online reviews play a crucial role in shaping reputation and influencing consumer purchase decisions. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, document analysis of reviews, and non-participant observation, the study explores consumer and management perceptions regarding the effectiveness of incentives in encouraging active eWOM participation. Findings indicate that a structured and integrated incentive strategy significantly increases the quantity and quality of positive reviews, strengthens the restaurant’s digital reputation, and boosts sales. A responsive management approach to negative reviews also contributes to maintaining customer relationships and online reputation. These results validate the relevance of the Zero Moment of Truth (ZMOT) theory and expand digital marketing literature by highlighting incentives as a key catalyst in driving eWOM. The study offers practical recommendations for the culinary industry, including developing integrated SOPs, staff training, and effective digital marketing campaigns to optimize incentive strategies and enhance online reputation. Theoretically, it fills a gap in research on the role of incentives in eWOM and validates the application of ZMOT in modern digital marketing contexts. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi pemberian insentif berupa hidangan penutup gratis untuk meningkatkan electronic word-of-mouth (eWOM) melalui ulasan Google Review pada Restoran Bari Ramen. Dalam era digital, ulasan daring menjadi faktor penting dalam membentuk reputasi dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, analisis dokumen ulasan, dan observasi non-partisipan untuk memahami persepsi konsumen dan manajemen terkait efektivitas pemberian insentif dalam mendorong partisipasi aktif konsumen dalam eWOM. Hasil menunjukkan bahwa strategi insentif yang terstruktur dan terintegrasi berhasil meningkatkan volume dan kualitas ulasan positif, memperkuat reputasi digital, serta mendorong peningkatan penjualan secara signifikan. Pendekatan manajemen responsif terhadap ulasan negatif juga berkontribusi dalam menjaga hubungan pelanggan dan reputasi online. Temuan ini mengkonfirmasi relevansi teori Zero Moment of Truth (ZMOT) dan memperluas literatur pemasaran digital dengan menyoroti peran insentif sebagai katalisator utama dalam mendorong eWOM. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku industri kuliner untuk mengembangkan SOP terintegrasi, pelatihan staf, dan kampanye pemasaran digital yang efektif guna mengoptimalkan strategi insentif dan memperkuat reputasi daring. Kontribusi teoritisnya terletak pada pengisian kesenjangan studi terkait peran insentif dalam eWOM dan validasi konsep ZMOT dalam pemasaran digital modern.
Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Café Pupuk Bawang dalam Memperkuat Positioning Merek Widodo, Herru Prasetya; Rinata, Asfira Rachmat; Fianto, Latif; Ghofur, Mochamad Abdul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2487

Abstract

Integrated Marketing Communication (IMC) is crucial in the marketing world as it helps create a consistent and unified message for the audience. With IMC, companies can communicate their messages more effectively, through various mutually supporting channels, be it advertising, sales promotions, social media, public relations, and others. This study aims to determine the application of Integrated Marketing Communication (IMC) in strengthening the positioning of Café Pupuk Bawang in Batu City. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that IMC is implemented through several aspects such as customer relations, direct promotions, social media, and strengthening brand image. Despite obstacles due to the Covid-19 pandemic, Café Pupuk Bawang was able to maintain its existence through consistent and integrated marketing communications. Pupuk Bawang Café needs to promote itself through various marketing communication activities summarized in Integrated Marketing Communication (IMC), as explained previously, namely the existence of marketing promotion activities in integrated elements, namely Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Messages, Employees, Technology, and Agencies in strengthening positioning. Pupuk Bawang Batu Cafe has performed its duties well, although not as well as possible due to the Covid-19 outbreak. Abstrak Integrated Marketing Communication (IMC) sangat penting dalam dunia pemasaran karena membantu menciptakan pesan yang konsisten dan terpadu untuk audiens. Dengan IMC, perusahaan dapat mengkomunikasikan pesan mereka secara lebih efektif, melalui berbagai saluran yang saling mendukung, baik itu iklan, promosi penjualan, media sosial, public relations, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam memperkuat positioning Café Pupuk Bawang di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMC dijalankan melalui beberapa aspek seperti hubungan pelanggan, promosi langsung, media sosial, dan penguatan citra merek. Meski terdapat kendala akibat pandemi Covid-19, Café Pupuk Bawang mampu mempertahankan eksistensinya melalui komunikasi pemasaran yang konsisten dan terintegrasi. Pupuk Bawang Café perlu mempromosikan diri melalui berbagai kegiatan komunikasi pemasaran yang terangkum dalam Integrated Marketing Communication (IMC), seperti pada penjelasan sebelumnya yaitu adanya kegiatan promosi pemasaran pada elemen yang terintegrasi yaitu Relationships, Structures, Brands, Communication Tools, Pesan, Karyawan, Teknologi, dan Instansi dalam memperkuat positioning. Kafe Pupuk Bawang Batu telah menjalankan tugasnya dengan baik, meski tidak sebaik mungkin karena wabah Covid-19.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Analisis Hubungan dan Komunikasi Pada Fase Relapse Pasca Putus Cinta antara Laki-laki dan Perempuan di Yogyakarta Alhabibi, Imam Sahid; Amali, Muhammad Thoyib
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2502

Abstract

During a breakup, individuals typically experience profound sadness and drastic emotional changes. These emotional shifts often lead to differences in communication patterns following the end of a relationship. The purpose of this study is to explore how men and women engage in relationships and communication during the relapse phase after a breakup. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected from observation, in-depth interviews, and literature review. The informants consisted of men and women who had experienced a breakup and undergone a relapse phase, with the criteria of having been in a relationship for at least one year and having been separated for a minimum of three months. Data were analyzed using Baxter’s Relational Dialectics Theory (RDT). The findings reveal that there are differences in communication patterns between men and women during the relapse phase. Although both still harbor feelings of longing, the form and intensity of communication show different tendencies. Abstrak Pada masa putus cinta, umumnya seseorang mengalami kesedihan yang mendalam serta perubahan emosi yang drastis. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan dalam pola komunikasi yang terjadi setelah hubungan berakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan dan komunikasi yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pada fase relapse pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Informan dalam penelitian ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang pernah mengalami putus cinta dan mengalami fase relapse, dengan kriteria telah menjalin hubungan minimal selama satu tahun dan masa putus minimal tiga bulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Relational Dialectics Theory (RDT) dari Baxter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pola komunikasi antara laki-laki dan perempuan pada fase relapse. Meskipun keduanya sama-sama masih menyimpan rasa rindu, bentuk dan intensitas komunikasi yang dilakukan menunjukkan kecenderungan yang berbeda.
Festival Women Ngalam Bergerak sebagai Wadah Penggerak Aktivisme Feminis di Malang Raya Lasari, Yuni; Dewi, Sulih Indra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2526

Abstract

This study aims to analyze how the Women Ngalam Bergerak Festival serves as a driving force for feminist activism in Malang Raya. Initiated by Paguyuban Literasi Malang to commemorate International Women’s Day 2024, the festival responds to the lack of safe spaces and limited participation of women in local public discourse. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that the festival is not merely a symbolic celebration, but a collaborative space that facilitates the exchange of feminist discourses across various backgrounds, including activists, academics, artists, and marginalized communities. The festival featured activities such as safe space forums, open-mic sessions, art exhibitions, feminist book discussions, and cloth pad workshops—each serving as platforms for healing, advocacy, and education. It also catalyzed the formation of a new community, “Women Ngalam Bergerak,” which continues to hold monthly discussions, internal classes, and community-based advocacy. The study highlights the characteristics of a new social movement present in the form of horizontal relations, cross-gender participation, and collective awareness of the importance of safe spaces and transformative justice. This festival demonstrates that safe spaces and feminist discourse can be built from the ground up through organized, conscious, and collaborative community work. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Festival Women Ngalam Bergerak menjadi wadah penggerak aktivisme feminis di Malang Raya. Festival ini digagas oleh Paguyuban Literasi Malang dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2024, dan dilatarbelakangi oleh minimnya ruang aman serta terbatasnya partisipasi perempuan dalam diskursus publik lokal. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, melainkan ruang kolaboratif yang memfasilitasi pertukaran wacana feminisme lintas latar belakang: aktivis, akademisi, seniman, serta komunitas marjinal. Festival menghadirkan forum diskusi bertema ruang aman, mimbar bebas, pameran karya, review buku feminis, hingga workshop pembalut kain, yang semuanya menjadi media pemulihan, advokasi, dan edukasi. Festival ini juga memicu lahirnya komunitas baru “Women Ngalam Bergerak” yang secara berkelanjutan mengadakan diskusi bulanan, kelas internal, dan advokasi berbasis komunitas. Temuan mengindikasikan bahwa karakteristik new social movement hadir dalam bentuk relasi horizontal, partisipasi lintas gender, serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya ruang aman dan keadilan transformatif. Festival ini membuktikan bahwa ruang aman dan wacana feminisme dapat dibangun dari bawah melalui kerja kolaboratif komunitas yang sadar dan terorganisir.
Pengaruh Kekerasan Verbal terhadap Kecemasan Komunikasi dan Kepercayaan Diri Remaja di Kota Medan Pili, Mela Sari; Mazdalifah; Ramadhani, Emilia
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2393

Abstract

This study aims to analyze the impact of verbal bullying on communication anxiety and self-esteem of adolescents at SMK Negeri 5 Medan using a quantitative approach based on Bandura's cognitive behavioral theory. Data were collected from 266 students in grades X and XI through questionnaires distributed using stratified random sampling technique, then analyzed with single table, cross table, and Spearman Rho correlation test. The results showed that verbal bullying had a moderate influence on communication anxiety with a correlation value of 0.578 and a contribution of 33%. In addition, the effect of verbal bullying on students' self-esteem is also classified as moderate with a correlation value of 0.510 and a contribution of 26%. Simultaneously, verbal bullying had an effect of 32% on communication anxiety and overall self-esteem (r = 0.570). This finding indicates that the more often students experience verbal bullying, the greater their communication anxiety and the lower their self-esteem. Therefore, the results of this study emphasize the importance of the school's role in preventing verbal bullying and providing adequate psychological support to create a safe, comfortable and conducive learning environment for students' social-emotional development. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perundungan verbal terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri remaja di SMK Negeri 5 Medan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis teori perilaku kognitif Bandura. Data dikumpulkan dari 266 siswa kelas X dan XI melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan teknik stratified random sampling, lalu dianalisis dengan tabel tunggal, tabel silang, dan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan verbal memiliki pengaruh sedang terhadap kecemasan komunikasi dengan nilai korelasi sebesar 0,578 dan kontribusi sebesar 33%. Selain itu, pengaruh perundungan verbal terhadap harga diri siswa juga tergolong sedang dengan nilai korelasi 0,510 dan kontribusi 26%. Secara simultan, perundungan verbal memberikan pengaruh sebesar 32% terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri secara keseluruhan (r = 0,570). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering siswa mengalami perundungan verbal, semakin besar pula kecemasan mereka dalam berkomunikasi dan semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam melakukan pencegahan perundungan verbal serta menyediakan dukungan psikologis yang memadai guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan sosial-emosional siswa.