cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN DEO LOTION EKSTRAK ETANOL RIMPANG LEMPUYANG WANGI (Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus hominis Khumaedi, Muhammad Sigit; Suryani, Nani; U.S, Sumarlin
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.6492

Abstract

Deo lotion adalah sediaan kosmetik yang di gunakan untuk menyerap keringat, menutupi bau badan dan mengurangi bau badan. Rimpang Zingiber zerumbet (L.) mengandung saponin, flavonoid dan tanin, disamping minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. memenuhi standardisasi ekstrak, mengetahui sediaan Deo lotion ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. memenuhi persyaratan sediaan Deo lotion dan mengetahui aktivitas antibakteri pada Deo lotion ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. terhadap S. hominis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah dengan maserasi dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby Bauer. Sediaan Deo lotion dibuat dengan formula yang tediri dari berbagai konsentrasi ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm yaitu 2, 4, dan 8%, kontrol negatif yang berisi basis dan kontrol positif yang digunakan adalah deo lotion yang beredar di pasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. Mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, tannin dan terpenoid. Sediaan Deo lotion ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. memenuhi persyaratan sediaan Deo lotion yaitu organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat dan viskostas. Sediaan Deo lotion ekstrak rimpang Z. zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. konsentrasi 2% (F1), 4% (F2) dan 8% (F3) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. hominis dengan rata-rata diameter daya hambat yaitu 9,34 mm (kategori sedang); 13,11 mm( (kategori kuat) dan 13,33 mm (kategori kuat).
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN DAN CEMARAN MIKROBA PADA MIE BASAH DI KOTA BALIKPAPAN Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala; Meray, Nishia Waya; Sapri, Sapri
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7214

Abstract

Mie basah merupakan bahan pangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Mie basah banyak diproduksi oleh industri rumah tangga dengan skala kecil. Mie basah dijual bebas di pasar tradisional dalam bentuk kemasan sederhana, basah dan dijual terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, boraks dan cemaran mikroba pada mie basah yang beredar di pasar tradisional di Kota Balikpapan. Metode pengujian formalin menggunakan pereaksi KMnO4 dan spektrofotometer UV-VIS, pengujian boraks menggunakan kertas turmeric dan uji cemaran mikroba menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Total sampel mie basah yang didapatkan adalah 6 sampel dari 7 pasar tradisional di Kota Balikpapan. Hasil uji formalin dan boraks dianalisis secara kualitatif sedangkan data cemaran mikroba dianalisis secara kuantitatif dan membandingkan hasilnya dengan SNI. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mie basah tidak terdapat campuran boraks namun terdapat satu yang terindikasi mengandung formalin. Hasil identifikasi cemaran mikroba menunjukkan mie basah mengandung mikroba dibawah ambang batas maksimal 1 x 106 koloni/gram dan dinyatakan memenuhi syarat mutu mie basah SNI 2987:2015. 
POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL Changestu, Daniel Alexander; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Hafizuddin, Muhammad; Alfazon, Rohid; Yuannefa, Nazla; Kalahan, Al Munawar
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7190

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) merupakan tanaman liar yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Barat yang telah diteliti secara in vitro untuk mengidentifikasi aktivitas antibakteri dari kandungan ekstraknya. Oleh karena itu, perlu dilakukan telaah jurnal lebih lanjut mengenai aktivitas antimikroba dari ekstrak Passiflora foetida L. dari kandungan bioaktif pada ekstrak tanaman tersebut dan diharapkan dapat menjadi potensi baru dalam terapi infeksi bakteri bagi masyarakat umum yang sulit untuk menerima pengobatan konvensional. Pencarian artikel yang dilakukan dalam telaah naratif ini menggunakan mesin pencarian berupa Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital) dan PubMed. Pencarian dilakukan dengan memasukan kata kunci berdasarkan pola Medical Subject Headings (MeSH), yakni “Passiflora foetida L.” and (“Antimicrobial” or “Antibacterial”). Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dari ekstrak daun Passiflora foetida L. dengan konsentrasi yang beragam memiliki potensi yang beragam juga terhadap spesies bakteri tertentu, mulai dari intermediate hingga resisten. Penelitian yang telah dilakukan menguji kekuatan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli. Penelitian lain juga menunjukkan aktivitas dominan yang bekerja dalam penghambatan pertumbuhan bakteri antara lain alkaloid dan flavonoid. Daun rambusa memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri dengan kandungan fitokimia yang berperan dalam proses penghambatan pertumbuhan bakteri ialah flavonoid dan alkaloid
FORMULASI SEDIAAN FILM STRIP EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK Amelia S, Rahma Gusti; Mulatasih, Endah Ratnasari; Indriyani, Dwi May; Hartati, Ani
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7123

Abstract

Daun salam merupakan salah satu tumbuhan obat yang tumbuh subur di Indonesia. Pemanfaatan daun salam dalam produk obat tradisional masih sederhana dan belum banyak variasi. Banyaknya produk yang beredar biasanya berbentuk serbuk, teh, dan sediaan padat seperti kapsul. Meski demikian, tumbuhan ini berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional dalam bentuk film strip. Film strip adalah obat tradisional dengan bentuk lembaran tipis yang mudah hancur saat terkena air liur sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  pemanfaatan ekstrak etanol daun salam  sebagai obat tradisional dalam bentuk film strip. Ekstraksi daun salam dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pembuatan film strip dilakukan dengan solvent casting method. Hasil penelitian didapati bahwa ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan menjadi film strip yang memiliki aroma khas daun salam, warna bening kecokelatan pada F1, agak cokelat untuk F2 dan F3, cokelat muda untuk F4, serta cokelat tua untuk F5 dengan rasa sangat manis di seluruh formula. Seluruh formula memenuhi syarat uji keseragaman bobot dengan rata-rata penyimpangan 0,644%, ketebalan film dengan rata-rata 0,3170 mm, waktu larut rata-rata 179,12 detik, dan stabil selama masa penyimpanan. Kelima formula film strip ekstrak etanol daun salam tidak memenuhi persyaratan pH, dengan pH rata-rata film sebesar 3,96.
EFFECT OF ETHANOL CONCENTRATION OF LIQUORICE EXTRACT (Glycyrrhiza glabra L.) IN SUNSCREEN BODY LOTION PREPARATIONS TOPHYSICAL PROPERTIES, PHYSICAL STABILITY AND ANTIOXIDANT ACTIVITY (SPF) Seftiani, Dita; Paloma, Yacinta
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.6250

Abstract

AbstractLiquorice (Glycyrrhiza glabra L.) is a plant that has an interactive effect of UV protective, antiinflammatory & antioxidant activity responsible for exerting useful effects on the skin. Liquorice contains chemical components such as sugars, flavonoids, sterols, starch, amino acids, essential oil resins and saponins.This study aims to determine the effect of sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) to the value of sun protection factor (SPF), physical properties and physical stability of sunscreen body lotion preparations. Preparation of Body lotion Sunscreen liquorice extract made five formulas with variations in concentration 7.5%; 12%; 15%; 18%; and 20%. Then conducted phytochemical screening terjadap sweet root extract, the made the formulation of Body lotion Sunscreen sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.), then measured the SPF value of the preparation of sunscreen body lotion sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) with UV spectrophotometer. Physical properties such as viscosity, pH, adhesion and dispersion tests were tested by linear regression. Physical stability (viscosity test, pH test, dispersion and adhesion test) analysis using Anova one way test method. Determination of SPF value, organoleptic test, homogeneity and emulsion type descriptively. Physical properties of the five formulas have a characteristic liquorice odor, lotion shape, yellowish brown color on F1 and dark brown on F2, F3, F4 and F5, preparation of a homogeneous liquorice extract body lotion. The higher the concentration of the extract in the body lotion, the viscosity and adhesion increased, while the pH and dispersion decreased. Physical stability of the five formulas with concentrations of FI (7.5%), FII (12%), F3 (15%), F4 (18%) and F5 (20%) stable in terms of homogeneity test and organoleptic tests include odor,shape and color of FI (7.5%) on days 0 and 7 stable, but lotion on Days 14, 21 and 28 oxidation with discoloration or unstable. The five formulations on viscosity, pH, adhesion and dispersibility tests during 28-day storage at room temperature 270C were unstable. Liquorice extract (Glycyrrhiza glabra L.) with variations in concentration F1(7.5%); F2 (12%); F3 (15%); F4 (18%) and F5 (20%) have Sun Protection Factor (SPF) values respectively 1.72; 17.83; 21.17; 23.32 and 32.32, the five formulas are included in the ultra Protection category range (>15).Keywords: Sweet Root, Body Lotion, Sun Protection Factor (SPF)
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN SAKARIN DAN SIKLAMAT PADA MINUMAN ES CENDOL DI PASAR TRADISIONAL ISIMU DAN LIMBOTO, KABUPATEN GORONTALO Sagala, Zuraida; Dunggio, Vivin
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.6780

Abstract

Minuman jajanan di pasar tradisional merupakan industri skala kecil yang biasanya kurang memperhatikan keamanan pangan. Minuman jajanan seperti es cendol yang rasanya enak, manis, segar. Proses pembuatannya dapat ditambahkan bahan Tambahan Pangan (BTP) yaitu pemanis buatan, seperti sakarin dan siklamat. Mengonsumsi sakarin dan siklamat yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan jika mengonsumsinya dengan kadar yang sudah melewati batas maksimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar siklamat pada es cendol yang dijual di Pasar Isimu dan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pada penelitian dilakukan eksperimen atau percobaan (experiment research) pada laboratorium dan diuji melalui beberapa percobaan dengan  menggunakan enam sampel es cendol yang telah didapatkan yang kemudian diuji secara kualitatif sakarin dengan uji reaksi warna serta uji pengendapan, Uji kuantitatif dilakukan melalui uji HPLC. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel es cendol negatif sakarin dan terdapat 2 sampel positif siklamat yang berasal dari Pasar Isimu, Kabupaten Gorontalo dimana sampel kode A dengan kadar sebesar 150,36 mg/kg dan sampel kode C dengan kadar sebesar 17,0 mg/kg yang menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak melebihi batas maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa es cendol yang beredar dipasar Isimu dan Limboto, kabupaten Gorontalo memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, dimana di Indonesia penggunaan bahan pemanis buatan ditetapkan menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Makanan Republik Indonesia (Perka BPOM RI) Nomor 11 Tahun 2019 kadar maksimum yang diperbolehkan untuk penggunaan siklamat berkisar 0-11 mg/kg berat badan dan untuk sakarin 0-5 mg/kg berat badan dan batas maksimum penambahan siklamat pada produk pangan diatur berkisar 250 – 3.000 mg/kg.
POTENSI SENYAWA DAUN TEH PUTIH (Camelia sinensis L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM (Dipeptidyl peptidase) DPP4 Prasetiyo, Andri; Hakim, Zainur Rahman; Yamin, Muhammad; Maulinda, Elvi Sahri; Megawati, Megawati; Shaquille, Haikal
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7154

Abstract

Penemuan obat antidiabetes terus dilakukan demi mendapatkan obat yang efektif, aman, dan aktivitasnya yang dapat menghambat enzim dipeptidyl peptidase (DPP4). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dari daun teh putih (Camelia sinensis L.) yang beraktivitas antidiabetes dengan menghambat aktivitas enzim DPP4. Sejumlah 250 g serbuk daun teh putih dimaserasi dengan etanol 70% lalu disaring dan dipekatkan sampai diperoleh ekstrak kental. Ekstrak dipreparasi dan dilarutkan dengan etanol serta disaring dengan filter mikro lalu disuntikkan kedalam UPLCMS/MS untuk diidentifikasi kemungkinan senyawa. Salah satu senyawa aktif kemudian dilakukan molekular docking sampai didapatkan nilai RMSD yang terbaik. Hasil didapatkan ekstrak kental, berbau khas, merah kecoklatan dengan rendemen 13,6%. Analisis LCMS memperlihatkan adanya senyawa aktif di dalam daun teh putih salah satunya yaitu senyawa dengan bobot (m/z 459) cocok dengan senyawa epigallocathecin gallat (EGCG). Hasil docking senyawa dari daun teh putih diperoleh tingkat afinitas paling tinggi dengan enzim DPP4 yaitu pada senyawa EGCG dengan nilai moldock score -182, 326 dan rerank score rendah -125,291, yang membuktikan adanya penghambatan DPP4 sehingga hormon insulin dapat stabil dan berpotensi sebagai obat antidiabetes dari bahan alam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7