cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KUNYIT (Curcuma longa Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli Lobo, Agustina Maria Ngoni
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7394

Abstract

Escherichia coli (E. coli)  merupakan salah satu mikroorganisme flora normal gastrointestinal yang apabila jumlahnya berlebihan dalam usus besar atau  keluar dari saluran pencernaan dapat menimbulkan penyakit seperti diare, infeksi  saluran pernapasan,  infeksi saluran kemih (ISK), meningitis, dan sindrom uremik hemolitik (HUS). Pengobatan infeksi akibat Escherichia coli yaitu dengan penggunaan antibiotik, namun ditemukan adanya resistensi E.coli terhadap beberapa jenis antibiotik. Keadaan tersebut mendorong untuk mencari alternatif lain seperti pengobatan dengan bahan herbal. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan tradisional adalah daun kunyit (Curcuma longa Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kunyit terhadap pertumbuhan Escherichia coli.  Uji aktivitas bakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan sampel penelitian sebanyak  8 kelompok, yaitu 6 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol dengan pengulangan sebanyak 3 kali.. Hasil uji aktivitas antibakteri yang dilakukan menunjukkan diameter zona hambat terhadap pertumbuhan Escherichia coli dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, dan 90% berturut-turut adalah 8,17 mm, 8,61 mm, 7,99 mm, 5,66mm, 8,71 mm, dan 8,77 mm. Semua kelompok perlakuan memiliki potensi antibakteri sedang.  Hasil uji statistik menggunakan One Way Anova menunjukan p=0,000 yang berarti bahwa kstrak etanol daun  kunyit (Curcuma longa Linn.) memiliki aktivitas atibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli.
EVALUASI TURUNAN PHLOROTANNIN DALAM MAKROALGA COKELAT (Sargassum sp.) UNTUK POTENSI MODULASI HUMAN PPAR-GAMMA SEBAGAI INHIBITOR ANTI-DIABETES: KAJIAN PENAMBATAN MOLEKUL Silviana, Lilis; Bintang, Muhamad Ilham; Andriansyah, Ivan; Dinata, Deden Indra; Asnawi, Aiyi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7335

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat, khususnya Diabetes Mellitus Tipe 2. Salah satu intervensi pengobatannya melalui penghambatan PPAR (Peroxisome proliferator-activated receptor). Di sisi lain, penggunaan akarbosa jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, hati, dan ginjal. Makroalga cokelat, khususnya Sargassum sp., mengandung senyawa bioaktif florotanin yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, namun turunannya belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki potensi afinitas dan interaksi pengikatan senyawa turunan florotann dari makroalga cokelat dengan reseptor Human PPAR-Gamma melalui simulasi penambatan molekul. Prosedur penambatan molekul divalidasi secara cermat dengan melakukan penambatan molekul ulang ligan alami ((2S)-2-Etoksi-3-[4-(2-{4-[(Methylsulfonyl) oxy]Phenyl}Ethoxy)Phenyl]Propanoic Acid) ke dalam enzim situs aktif, menghasilkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) rendah di bawah 2 Å. Langkah validasi ini memastikan keandalan algoritma penambatan molekul yang dipilih, AutoDock 4.2.6, dan parameternya untuk evaluasi penambatan ligan uji. Simulasi penambatan molekul selanjutnya dilakukan untuk sembilan ligan phlorotannin, mengungkapkan beragam afinitas pengikatan dan profil interaksi. Khususnya, senyawa seperti Dieckol, 7-phloroeckol, Phlorofucofuroeckol A, dan Eckol menunjukkan energi pengikatan yang kuat dan interaksi yang menjanjikan dengan residu utama, yang menunjukkan potensinya sebagai ligan efektif untuk enzim Human PPAR-Gamma. Analisis rinci ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik memberikan gambaran tentang mekanisme molekuler ligan dalam situs pengikatan enzim terutama residu B:Ser 289 dan B:His449, diidentifikasi sebagai kontributor penting dalam interaksi ligan-enzim. Dapat disimpulkan, Dieckol merupakan kandidat senyawa pemandu dari penambatan senyawa turunan florotanin dari makroalga cokelat dan Human PPAR-Gamma.
AKTIVITAS ANTIDIABETIK TEH HERBAL KOMBINASI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) PADA MENCIT (Mus muculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Rabima, Rabima; Prima, Sylvia Rizky; Ikrana, Anisa Dita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.6222

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Bunga telang dan meniran merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik teh herbal kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea) dan meniran (Phyllanthus niruri) serta persentase penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus muculus) yang diinduksi aloksan. Hewan uji yang digunakan yaitu 25 mencit jantan dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif, kelompok positif diberi glibenklamid, dan kelompok teh herbal. Teh herbal dibuat menjadi 3 formulasi yaitu, 200 mg bunga telang dan 800 meniran, 350 mg bunga telang dan 650 mg meniran, serta 500 mg bunga telang dan 500 mg meniran. Masing-masing formulasi dikemas dalam kantong teh sebanyak 1 g dan diseduh dalam 200 ml air panas. Data dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh herbal kombinasi bunga telang dan meniran pada formulasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran merupakan formulasi paling optimal diantara kedua formulasi lainnya. Persentase yang didapatkan yaitu sebesar 33,56% dengan selisih antara kontrol positif dan teh herbal 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran yaitu sebesar 9,05%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa teh herbal kombinasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran memiliki aktivitas sebagai antidiabetik yang paling baik diantara kedua formulasi lainnya.
FORMULASI DAN UJI FISIK KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DENGAN KOMBINASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Endriyatno, Nur Cholis; Anggriyani, Intan Sari
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7347

Abstract

Ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki fungsi sebagai tabir surya. Untuk memaksimalkan pemanfaatan ekstrak etanol daun asam jawa maka perlu dilakukan formulasi. Krim merupakan formulasi sediaan topikal yang biasa digunakan untuk tabir surya, karena sediaan krim lebih mudah diaplikasikan pada kulit dan mudah dicuci. Pada sediaan krim memerlukan emulgator untuk menghasilkan sifat fisik krim yang baik, emulgator pada penelitian ini yaitu asam stearat dan trietanolamin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi variasi asam stearat dan trietanolamin untuk mendapatkan formulasi yang memiliki sifat fisik baik untuk sediaan krim ekstrak etanol daun asam jawa. Pembuatan ekstrak etanol daun asam jawa menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan dibuat dalam 3 formula dengan variasi asam stearat dan trietanolamin yaitu F-I (16%:4%), F-II (18%:3%), dan F-III (20%:2%). Sediaan krim yang dihasilkan dilakukan uji evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, uji stabilitas, dan uji hedonic. Hasil pengujian dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA (Analisis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi emulgator asam stearate dan trietanolamin berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan krim yang meliputi pH, daya sebar, dan viskositas. F-II dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin (18%:3%) menghasilkan sediaan paling baik yang dilihat dari uji sifat fisik dan statistiknya.
FORMULASI GEL KOMBINASI EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN EKSTRAK KULIT JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Burm.Fil.) SEBAGAI ANTI JERAWAT Amanda, Chikita Restu; Mulatasih, Endah Ratnasari; Ardini, Dias; Yulyuswarni, Yulyuswarni
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7579

Abstract

Gel merupakan bentuk kosmetik perawatan yang banyak diminati dengan tujuan  untuk memelihara kondisi kulit. Gel memiliki sifat yang menyejukkan dan melembabkan. Beberapa bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan aktif produk perawatan kulit yaitu pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan kulit jeruk lemon (Citrus limon (L.) Burm.fil.). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  pemanfaatan ekstrak pegagan dan kulit jeruk lemon  sebagai produk kosmetik dengan tujuan perawatan dalam bentuk gel. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan merancang, membuat formulasi, dan mengevaluasi sediaan gel kombinasi ekstrak herba pegagan dan kulit jeruk lemon. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa gel kombinasi ekstrak herba pegagan dan ekstrak kulit jeruk lemon F1 berwarna hijau muda, F2 berwarna kecoklatan dan F3 berwarna hijau tua, aroma dari seluruh formula yaitu aroma khas jeruk dan teksturnya agak kental. F1, F2 dan F3 menunjukkan hasil tidak homogen. Seluruh formula memenuhi syarat uji pH dengan rata-rata 5,93, daya sebar dengan rata-rata 6,6 cm, nilai viskositas dengan rata-rata 30643cps. Berdasarkan hasil yang diperoleh, F1 memliki hasil yang terbaik diantara 2 formula lainnya.
EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes Mahyuni, Siti; Almasyhuri, Almasyhuri; Sausan, Alfy Salma
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7409

Abstract

Infeksi kulit umum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun Badotan secara tradsional digunakan untuk pengobatan luka luar. Daun bandotan memiliki aktivitas sebagai antibakteri karena di dalam daun bandotan terdapat senyawa kumarin, kariofilen dan ageratokromen. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula salep kulit ekstrak daun bandotan yang  memenuhi syarat mutu fisik berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan  menentukan aktifitasnya terhadap S. aureus dan P. acnes.  Dibuat 3 formula salep masing-masing dengan penambahan ekstrak daun bandotan sebesar 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Dilakukan uji mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan cycling test dan aktifitas antibakteri dengan metode sumuran. Hasil uji menunjukkan semua formula salep ekstrak daun bandotan  memenuhi syarat mutu fisik berdasar SNI 16-4399-1996. Sedian F1, F2, dan F2 masing-masing memiliki daya hambat terhadap S. aureus dengan rata-rata DDH  18,24 mm, 22,70 mm, dan 25,86 mm, sedangkan rata-rata DDH terhadap P. acnes  adalah 19,10 mm, 23,17 mm, dan 25,47 mm. Disimpulkan bahwa salep ekstrak etanol 70 % daun bandotan berpotensi dikembangkan sebagai obat infeksi kulit yang disebabkan S. aureus dan P. acnes.    
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN SERUM VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KULIT WAJAH DI KELURAHAN SUKAMANTRI, KABUPATEN TANGERANG Hutabarat, Rahmi; Yuniarti, Mauliah
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7261

Abstract

Serum vitamin C adalah produk perawatan kulit yang bertujuan mencerahan kulit, menyamarkan keriput atau kerutan dan flek pada kulit wajah atau hiperpigmentasi. Serum vitamin C mengandung dosis tinggi dari bahan aktif Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP). MAP adalah salah satu senyawa turunan vitamin C yang stabil sehingga tidak mudah teroksidasi dan mampu menembus kulit lalu diubah menjadi vitamin C bebas enzim yang terdapat pada kulit manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan serum vitamin C sebagai tindakan pencegahan dan perawatan untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah warga Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang yang didapat dengan teknik random sampling berjumlah 100 dari 27.515 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 91% masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penggunaan serum vitamin C, sedangkan 9% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Sebanyak 31% & 69%   masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat sikap yang baik dan sangat baik dalam upaya untuk menjaga kesehatan kulit wajah dengan menggunakan serum vitamin C dan tidak ada responden yang memiliki kategori sikap yang buruk hingga sangat buruk.

Page 1 of 1 | Total Record : 7