cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
RELAKSASI NAFAS DALAM KOGERTA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI Mujito Mujito; Sri Mugianti; Andi Hayyun Abiddin
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.366

Abstract

Relaksasi nafas dalam kogerta salah satu terapi non farmakologis pada klien hipertensi yang dilakukan dengan cara menarik nafas melalui hidung secara maksimal dan lambat kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan kombinasi berbagai gerakan tangan yang terdiri dari gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi efektifitas latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta terhadap penurunan tekanan darah klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan pra eksperimental one group pretestt-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi di desa Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 58 orang. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling, besar sampel sebanyak 30 klien hipertensi primer yang memenuhi kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, rentang usia 45 tahuan – 70 tahun, pengukuran tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dan tidak sedang mendapatkan terapi farmakologis. Sedangkan kriteria eksklusi yakni klien dengan penyakit kronis (jantung, diabetes mellitus, gagal ginjal, dan lain-lain). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran tekanan darah saat pretest dan postes. Analisis menggunakan paired t-test dengan p: a<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah untuk pretestt systole 162,33 mmHg dan diastole 94,55 mmHg dan posttest systole 147,17 mmHg dan diastole 86,36 mmHg. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000. Latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta efektif dalam menurunkan tekanan darah klien hipertensi. Klien hipertensi diharapkan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam kogerta sebagai alternatif terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.Kata Kunci: Relaksasi; Nafas Dalam; Hipertensi Abstract Deep breathing relaxation is a non-pharmacological therapy for hypertensive clients which is done by inhaling through the nose maximally and slowly then exhaling through the mouth slowly with a combination of various hand movements consisting of heating, core, and cooling movements. The purpose of this study is to identify the effectiveness of Kogerta deep breathing relaxation techniques in reducing blood pressure in hypertensive clients. The research design used was a pre-experimental one group pretestt-posttest design. The population were all hypertensive clients in Kesamben village with 58 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, a sample size of 30 primary hypertension clients who met the inclusion criteria including willing to be respondents, age range 45-70 years, blood pressure measurement ≥ 140/90 mmHg and did not currently receiving pharmacological therapy. While the exclusion criteria were clients with chronic diseases (heart, diabetes mellitus, kidney failure, etc.). Data collection was carried out by measuring blood pressure during the pretest and posttest. Paired t-tests was used for analysis and obtained p = 0.000. The results showed an average blood pressure value for the pretestt systole was 162.33 mmHg and diastole by 94.55 mmHg, while the posttest systole was 147.17 mmHg and diastole was 86.36 mmHg. Kogerta deep breathing relaxation technique exercise is effective in reducing the blood pressure of the hypertensive clients. The hypertensive clients are expected to use the kogerta deep breathing relaxation techniques as an alternative to non-pharmacological therapy to reduce their blood pressure.Keywords: Relaxation; Deep Breathing; Hypertension
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT Muslimin Muslimin; Yosi Yusrotul Khasanah; Rokhmatul Hikmat; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.334

Abstract

Pengetahuan dan sikap merupakan hasil dari tahu melalui penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan interaksi sosial sehingga terbentuknya tindakan seseorang. Patient safety merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang   Rawat Inap Bedah. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 29 responden yang dilakukan pada tanggal 5 Mei – 4 Juni 2022. Data yang diperoleh dianalisis dengan program komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square (x2, pada tingkat kemaknaaan 95% (α 0,05). Hasil dari analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p = 0,004 (α0,05). Ada hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p=0,038 (α<0,05).Kata Kunci:. Pengetahuan; Sikap; Pelaksanaan Keselamatan PasienAbstract Knowledge and attitudes are the result of knowing through sensing a particular object and social interaction so that a person's actions are formed. Patient safety is a system where hospitals make patient care safer. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of nurses with the implementation of patient safety in the Surgical Room. The research method is quantitative research with cross sectional design. The sample selection with a total sampling of 29 respondents. The data obtained were analyzed by a computerized program using the chi-square test (x2), at a significance level of 95% (α 0.05). The results of statistical analysis showed that there was a relationship between nurses' knowledge and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p = 0.004 (α<0.05). There is a relationship between the attitude of nurses and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p=0.038 (α<0.05).    Keywords: Knowledge; Attitude; Implementation of Patient Safety
DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN ARV ODHA: SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW Wahyuning Nugraheni; Solikhah Solikhah; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.324

Abstract

Kepatuhan ODHA dalam pengobatan ARV merupakan hal penting dimana kepatuhan yang tinggi diperlukan untuk mengontrol virologi,  perbaikan kondisi kinis, menurunkan risiko transmisi HIV dan resistensi ARV. Kepatuhan ditentukan oleh konstelasi faktor yang kompleks, antara lain sosial ekonomi, faktor pasien, kondisi pasien, faktor terapi, dan pelayanan kesehatan. Dukungan sosial merupakan salah satu dari dimensi sosial ekonomi yang telah dikaji meningkatkan kesehatan juga kematian, pada berbagai penyakit dan kondisi kronis.  Penelitian ini bertujuan   untuk   mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan pengobatan ARV pada ODHA berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan menganalisa artikel yang valid dan relevan dengan tujuan penelitian.  Studi ini menggunakan database Pubmed dengan kata kunci HIV atau “Acquired Immunodeficiency Syndrome, Treatment Adherence and Compliance, Social Support”. Hasil pencarian menemukan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan pengobatan dimana 6 artikel menyebutkan bahwa dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan adalah dua hal yang saling berkaitan. ODHA yang memiliki dukungan sosial cenderung lebih patuh dalam menjalani pengobatan ARV.  Dukungan sosial diberikan oleh keluarga, teman atau orang penting lainnya dalam bentuk nyata dan tidak nyata. Perlu diteliti lebih lanjut bentuk dan pemberi dukungan sosial  yang dapat meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan ARV.Kata Kunci: Dukungan sosial; kepatuhan pengobatan; Pengobatan ARV; ODHAAbstract PLWHA adherence to ARV treatment is critical in situations where high adherence is required to control virology, improve current condition, and reduce the risk of HIV transmission and ARV resistance. Compliance is determined by a complex constellation of factors, including socioeconomic, patient factors, patient conditions, therapeutic factors, and health services. Social support is one of the socio-economic dimensions that has been studied to increase health and mortality across various chronic diseases and conditions. This study aims to determine the relationship between social support and adherence to ARV treatment in PLWHA based on a literature study. The method used is a systematic review by analyzing articles that are valid and relevant to the research objectives. This study uses the Pubmed database with the keywords HIV or "Acquired Immunodeficiency Syndrome, Treatment Adherence and Compliance, Social Support." The search results found 7 articles that matched the research criteria. The results showed that there was a relationship between social support and medication adherence where 6 articles stated that social support and medication adherence were two interrelated things. PLWHA who have social support are more likely to comply with ARV treatment. Social support is provided by family, friends, or significant others in tangible and intangible forms. It is necessary to further research the forms and providers of social support that can increase adherence to ARV treatment.Keywords: social support; medication adherence; ARV treatment; PLWHA
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMPN 2 BANJARAN Ela Rohaeni; Iis Iis; Neng Siti Khodijah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.370

Abstract

Perilaku seksual pada remaja dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja pada siswa kelas 3 di SMP Negeri 2 Banjaran. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu kuesioner. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 3 mempunyai pengetahuan baik sebanyak 33 responden (55%) dan berdasarkan perilaku seksual remaja didapatkan remaja mempunyai prilaku seksual tidak baik sebanyak 38 siswa ( 63%).  Berdasarkan hasil bivariat didapatkan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan p value sebesar 0,003 artinya p value < 0,005. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah bisa berkerjasama dengan puskesmas untuk memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan pendidikan seksual. Sehingga remaja menjadi peduli terhadap kesehatan reproduksinya.Kata Kunci: Pengetahuan; Kesehatan Reproduksi; Perilaku Seksual RemajaAbstractSexual behavior in adolescents is influenced by several factors including knowledge. This study aims to determine the relationship of reproductive health knowledge to adolescent sexual behavior in grade 3 students at SMP Negeri 2 Banjaran. The research design used is observational analytic. The approach used in this research is cross sectional. The sample in this study was 60 people with total sampling. The data collection method used is a questionnaire. The analysis used uses univariate and bivariate analysis. The results of the univariate study showed that most of the 3rd grade students had good knowledge of 33 respondents (55%) and based on adolescent sexual behavior it was found that 38 students (63%) had bad sexual behavior. Based on the bivariate results, it was found that there was a significant relationship between knowledge and adolescent sexual behavior with a p value of 0.003 meaning that the p value <0.005. Based on the research results, it is hoped that schools can work together with health centers to provide knowledge about adolescent reproductive health and sexual education. So that teenagers become concerned about their reproductive health.Keywords: Knowledge; Reproductive Health’ Adolescent Sexual Behavior
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS CIREMAI KOTA CIREBON Nur Arofah; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.371

Abstract

Menurut hasil evaluasi kepuasan pasien yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon yang dilakukan setiap tiga bulan diperoleh adanya komentar yang diberikan oleh pasien mengenai perlunya perbaikan sarana dan prasarana, meningkatkan penanganan dan keramahan petugas. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara lima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methods. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap yang tercatat pada tahun 2021 dengan populasi 11.474 pasien dan menggunakan teknik sampling purpossive sampling dan diperoleh sampel 99 responden untuk penelitian kuantitatif dan 15 informan untuk penelitian kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Rank Spearman sedangkan analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian univariat bahwa dari 99 responden, hampir setengahnya (44,4%) responden menilai tidak puas dan sebagian besar (55,6%) responden menilai puas. Hasil penilitian bivariat menunjukan bahwa ada hubungan kehandalan (reability) (p=0,005), jaminan (assurance) (p=0,001), bukti fisik (tangibel) dengan kepuasan (p=0,000), empati (empathy) (0,000), daya tanggap (responsiveness) (0,003) dengan kepuasan pasien rawat inap. Variabel kehandalan (reability) adalah variabel yang paling dominan dengan p value 0,005. Terdapat 5 variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap, dimana dimensi yang paling dominan adalah kehandalan (reability). Rumah sakit diharapkan agar melakukan penilaian, pembinaan dan evaluasi terhadap petugas. Pasien diharapkan untuk melakukan komunikasi jika mendapatkan pelayanan yang tidak baik dan mengisi kotak saran yang telah disediakan oleh rumah sakit.Kata Kunci: kehandalan; jaminan; bukti fisik; empati; daya tanggap; kepuasan pasien AbstractAccording to the results of the evaluation of patient satisfaction conducted by the Ciremai Hospital in Cirebon City which is carried out every three months, it was found that there were comments given by patients regarding the need to improve facilities and infrastructure, improve handling and friendliness of staff. The general objective of this study was to analyze the relationship between the five dimensions of health service quality and inpatient satisfaction at Ciremai Hospital, Cirebon City. The research method used is mixed methods research. The subjects of this study were inpatients who were registered in 2021 with a population of 11,474 patients and used a purposive sampling technique and obtained a sample of 99 respondents for quantitative research and 15 informants for qualitative research. The research instrument used questionnaires and interviews. Quantitative data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with the Rank Spearman test while qualitative data analysis used data reduction, triangulation and drawing conclusions. The results of the univariate study showed that out of 99 respondents, almost half (44.4%) of respondents rated them as dissatisfied and most (55.6%) of respondents rated them as satisfied. The results of the bivariate research show that there is a relationship between reliability (p=0.005), assurance (p=0.001), physical evidence (tangible) with satisfaction (p=0.000), empathy (0.000), responsiveness (responsiveness) (0.003) with inpatient satisfaction. The reliability variable is the most dominant variable with a p value of 0.005. There are 5 variables related to inpatient satisfaction, where the most dominant dimension is reliability. Hospitals are expected to carry out assessments, coaching and evaluation of officers. Patients are expected to communicate if they receive poor service and fill in the suggestion box provided by the hospital.Keywords: reability; assurance; tangible; empathy; responsiveness; patient satisfaction
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Hernastiti Sedya Utami; Atika Nur Azizah; Andi Muh. Maulana; Fani Susanto; Pradana Nur Oviyanti
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital <2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital <2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness
PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMBERIAN ASI PADA IBU NIFAS Nabila Dwi Marsella; Susilo Rini; Arlyana Hikmati
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.335

Abstract

Asuhan masa nifas merupakan masa krisis baik ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan fisik dan psikologis pada ibu yang menimbulkan masalah pada masa nifas. Salah satu masalah yang biasa terjadi adalah pemberian ASI yang kurang maksimal. Upaya untuk menanggulangi permasalahan ini dilaksanakan melalui cara dalam pemberian pijat oksitosin. Sebagai salah satu alternatif mengatasi ketidaklancaran ASI yang merangsan hormon oksitosin serta prolaktin pasca proses persalinan. studi kasus ini bertujuan dalam memberikan gambaran pengaruh pemberian pijat oksitosin dalam peningkatan produksi dari ASI. Metode yang dipakai untuk penelitian berupa studi kasus, jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 9 ibu nifas dengan sampel 1 orang ibu nifas dengan kriteria tidak mengalami komplikasi. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Proses penghimpunan atas data dilakukan melalui wawancara, pengobservasian, pemeriksaan atas fisik dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dilakukan editing dan cleaning, selanjutnya dianalisis setiap tahapan manajemen varney. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan asuhan komplementer pijat oksitosin dibanding sebelum pijat okitosin. Hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat menerapkan pijat oksitosin pada ibu nifas, sedangkan bagi ibu nifas diharapkan terus melakukan pijat oksitosin secara mandiri agar pengeluaran ASI lebih maksimal. Kesimpulan penelitian ini adalah pijat oksitosin efektif meningkatkan ASI.Kata kunci: Asuhan Kebidanan; Ibu Nifas; Pijat OksitosinAbstractThe postpartum period poses challenges for both the mother and the infant. These difficulties arise during the postpartum period as a result of physical and psychological changes experienced by the mother. One of the common problems is breastfeeding that is less than optimal. Efforts to overcome this problem can be done by giving oxytocin massage. As an alternative to overcome the non-fluency of breast milk which stimulates the hormones oxytocin and prolactin after giving birth. The objective of this case study is to outline the impact of providing oxytocin massage as a means to enhance lactation output. The approach employed in this research was a case study, the population in this study was 9 postpartum mothers with a sample of 1 postpartum mother with the criteria of not experiencing complications. The tools utilized in this study consisted of interview questionnaires and observation sheets. The process of gathering information through the utilization of interviews, observation, physical examination and documentation study. The data collected was edited and cleaned, then analyzed at each stage of varney management. The findings indicated a rise in breast milk production after oxytocin massage complementary care compared to before oxytocin massage. The anticipated outcomes of this study suggest that midwives have the potential to apply oxytocin massage to postpartum mothers, while postpartum mothers are expected to continue to do oxytocin massage independently so that milk production is maximized. The conclusion of this study is that oxytocin massage is effective in increasing breast milk.Keywords: Midwifery care; Postpartum Mothers; Oxytocin Massage
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA Herawati, Cucu; Indrini, Putri; Kristanti, Iin
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.243

Abstract

Infeksi saluran pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi, dan anak balita di Negara berkembang. Hampir semua kematian ISPA pada bayi dan anak balita umumnya disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan bagian bawah (pneumonia). Salah satu faktor yang mempengaruhi ISPA pada balita adalah perilaku keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian merupakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita sebanyak 1000 balita, jumlah sampel sebanyak 75 balita yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p=0,001), ada hubungan yang bermakna antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian ISPA (p=0,003), dan ada hubungan yang bermakna antara perilaku membersihkan rumah dengan kejadian ISPA (p=0,001). Disarankan bagi masyarakat agar menerapkan PHBS, menjaga lingkungan, dan bagi puskesmas agar melaksanakan penyuluhan tentang ISPA serta Care sicking ISPA.Kata Kunci: ISPA, merokok, obat nyamuk bakar ABSTRACTAcute respiratory infections (ARI) are known as one of the main causes of death in infants and children under five in developing countries. Almost all ARI deaths in infants and children under five are generally caused by lower respiratory tract infections (pneumonia). One of the factors that influence ARI in toddlers is family behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between family behavior factors and the incidence of ARI in children under five. The type of research is descriptive-analytic with a cross-sectional design, the population in this study is all 1000 toddlers, the total sample is 75 toddlers taken by random sampling. Data were analyzed using the chi-Square test. The results of this study showed that there was a significant relationship between the smoking behavior of family members and the incidence of ARI (p=0.001), there was a significant relationship between the use of mosquito coils and the incidence of ARI (p=0.003), and there was a significant relationship between house-cleaning behavior and the incidence of ARI. the incidence of ARI (p=0.001). It is recommended for the community to implement PHBS, protect the environment, and for puskesmas to carry out counseling about ARI and Care sicking ARI.Keywords: ARI, smoking, mosquito coils
GAMBARAN KECUKUPAN GIZI DAN STATUS GIZI IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SIDOREJO LOR KOTA SALATIGA Davidson, Sarah Melati; Lia, Eka; Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.410

Abstract

Kecukupan gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses menyusui. Faktanya banyak penelitian yang menemukan ketidakcukupan energi pada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat serta status gizi ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan melibatkan 51 responden di Puskesmas Sidorejo Lor, Salatiga. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner wawancara, Food Recall 2x24 jam dan pengukuran antropometri menggunakan timbangan digital dan microtoise. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mayoritas berstatus gizi normal sebanyak 27 orang (52,9%), sedangkan selebihnya adalah overweight sebanyak 10 orang (19,6%) dan obesity sebanyak 13 orang (25,5%). Tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro responden menunjukkan paling rendah berada pada kategori defisit berat. Kecukupan gizi dengan status gizi ibu menyusui tidak memiliki hubungan yang signifikan didapatkan nilai (p0,05). Hal ini dikarenakan responden melakukan pembatasan asupan agar segera menurunkan berat badan. Perlu dikaji lebih lanjut untuk menganalisis variabel lainnya yang mempengaruhi status gizi pada ibu menyusui.Kata Kunci: Menyusui Eksklusif; Ibu Menyusui; Gizi Ibu Menyusui Abstract Adequate nutrition is an important factor that can impact the breastfeeding process. Numerous studies have identified insufficient energy intake among breastfeeding mothers. The objective of this study is to assess the adequacy of energy, protein, fat, and carbohydrates in relation to the nutritional status of breastfeeding mothers. The research methodology employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling method utilized an accidental sampling technique, involving 51 respondents from the Sidorejo Lor Health Center in Salatiga. The research instruments included interview questionnaires, repeated recall 24 hours, and anthropometric measurements using digital scales and microtoices. The findings of this study revealed that the majority of respondents had a normal nutritional status, with 27 individuals (52.9%), while the remaining individuals were overweight (10 people, 19.6%) or obese (13 people, 25.5%). The assessment of energy and macronutrient adequacy among the respondents indicated that the lowest category was classified as severe deficit. The study did not find a significant relationship between nutritional adequacy and the nutritional status of breastfeeding mothers (p0.05). This could be attributed to the respondents' self-imposed dietary restrictions to achieve immediate weight loss. Further research is warranted to explore other variables that may influence the nutritional status of breastfeeding mothers. Keywords: Exclusive breastfeeding; Breastfeeding mothers; Nutrition during Breastfeeding