cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMBERIAN ASI PADA IBU NIFAS Marsella, Nabila Dwi; Rini, Susilo; Hikmati, Arlyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.335

Abstract

Asuhan masa nifas merupakan masa krisis baik ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan fisik dan psikologis pada ibu yang menimbulkan masalah pada masa nifas. Salah satu masalah yang biasa terjadi adalah pemberian ASI yang kurang maksimal. Upaya untuk menanggulangi permasalahan ini dilaksanakan melalui cara dalam pemberian pijat oksitosin. Sebagai salah satu alternatif mengatasi ketidaklancaran ASI yang merangsan hormon oksitosin serta prolaktin pasca proses persalinan. studi kasus ini bertujuan dalam memberikan gambaran pengaruh pemberian pijat oksitosin dalam peningkatan produksi dari ASI. Metode yang dipakai untuk penelitian berupa studi kasus, jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 9 ibu nifas dengan sampel 1 orang ibu nifas dengan kriteria tidak mengalami komplikasi. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Proses penghimpunan atas data dilakukan melalui wawancara, pengobservasian, pemeriksaan atas fisik dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dilakukan editing dan cleaning, selanjutnya dianalisis setiap tahapan manajemen varney. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan asuhan komplementer pijat oksitosin dibanding sebelum pijat okitosin. Hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat menerapkan pijat oksitosin pada ibu nifas, sedangkan bagi ibu nifas diharapkan terus melakukan pijat oksitosin secara mandiri agar pengeluaran ASI lebih maksimal. Kesimpulan penelitian ini adalah pijat oksitosin efektif meningkatkan ASI.Kata kunci: Asuhan Kebidanan; Ibu Nifas; Pijat OksitosinAbstractThe postpartum period poses challenges for both the mother and the infant. These difficulties arise during the postpartum period as a result of physical and psychological changes experienced by the mother. One of the common problems is breastfeeding that is less than optimal. Efforts to overcome this problem can be done by giving oxytocin massage. As an alternative to overcome the non-fluency of breast milk which stimulates the hormones oxytocin and prolactin after giving birth. The objective of this case study is to outline the impact of providing oxytocin massage as a means to enhance lactation output. The approach employed in this research was a case study, the population in this study was 9 postpartum mothers with a sample of 1 postpartum mother with the criteria of not experiencing complications. The tools utilized in this study consisted of interview questionnaires and observation sheets. The process of gathering information through the utilization of interviews, observation, physical examination and documentation study. The data collected was edited and cleaned, then analyzed at each stage of varney management. The findings indicated a rise in breast milk production after oxytocin massage complementary care compared to before oxytocin massage. The anticipated outcomes of this study suggest that midwives have the potential to apply oxytocin massage to postpartum mothers, while postpartum mothers are expected to continue to do oxytocin massage independently so that milk production is maximized. The conclusion of this study is that oxytocin massage is effective in increasing breast milk.Keywords: Midwifery care; Postpartum Mothers; Oxytocin Massage
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI BALAI PEMERIKSAAN ANAK PUSKESMAS KALITANJUNG KOTA CIREBON TAHUN 2024 Arofah, Nur; Dani, Awis Hamid; Guritno, Syah Dewa Putra
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.461

Abstract

Kepuasan pasien adalah perbandingan antara harapan dan realitas pelayanan kesehatan yang diterima. Terdapat lima dimensi kepuasan pasien: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 503 pasien, dengan 84 sampel yang dipilih secara accidental sampling di Balai Pemeriksaan Anak Puskesmas Kalitanjung, Kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,9% pasien merasa kurang puas. Sebanyak 69% pasien menilai bukti fisik kurang lengkap, 66,7% menilai kehandalan tidak baik, 64,3% menilai daya tanggap tidak baik, 52,4% menilai jaminan tidak baik, dan 59,5% menilai empati tidak baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,05) untuk semua dimensi, sehingga terdapat hubungan antara kelima dimensi tersebut dengan kepuasan pasien. Diperlukan peningkatan fasilitas pelayanan dan komunikasi petugas dengan pasien. Selain itu, petugas disarankan mengikuti sosialisasi dan uji kompetensi secara berkala yang diadakan oleh dinas kesehatan maupun pihak eksternal.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Lima Dimensi Kepuasan Abstract Patient satisfaction is the comparison between expectations and the reality of the healthcare services received. There are five dimensions of patient satisfaction: physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The purpose of this research is to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction levels. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 503 patients, with 84 samples selected through accidental sampling at the Child Examination Hall of Puskesmas Kalitanjung, Cirebon City. Data were collected through interviews using questionnaires and statistically analyzed using the chi-square test. The research results show that 67.9% of patients feel dissatisfied. As many as 69% of patients rated the physical evidence as incomplete, 66.7% rated the reliability as poor, 64.3% rated the responsiveness as poor, 52.4% rated the assurance as poor, and 59.5% rated the empathy as poor. The chi-square test showed a p-value of 0.000 (0.05) for all dimensions, indicating a relationship between these five dimensions and patient satisfaction. An improvement in service facilities and communication between staff and patients is required. In addition, staff are advised to participate in periodic socialization and competency tests organized by the health department or external parties.Keywords: Patient Satisfaction, Five Dimensions of Satisfaction
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI VAKSINASI COVID-19 Natapraja, R. Bayu Kusumah; Tresnawan, Teten
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.390

Abstract

Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemik. 8 bulan kemudian kasus Covid-19 hampir menyerang seluruh dunia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan cara 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan/mobilisasi), upaya preventifnya yaitu dengan vaksin Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah pengaruh faktor perhatian, pengetahuan, status pernikahan, riwayat penyakit, dan riwayat terpapar Covid-19 terhadap persepsi masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19. Hasil uji statistik diperoleh nilai p0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, riwayat PTM, riwayat terpapar Covid-19, dan pengetahuan dengan persepsi masyarakat tentang vaksinasi Covid-19, hanya riwayat pernikahan yang tidak hubungan dengan nilai p=0,919 atau 0,05. Simpulan terdapat hubungan antara umur, pendidikan, riwayat PTM, riwayat terpapar Covid-19, dan pengetahuan dengan persepsi masyarakat tentang vaksinasi Covid-19. Disarankan Pemerintah Desa Cicukang diminta secara aktif untuk terus bersosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi, baik itu tentang upaya agar Covid-19 tidak lagi mengalami peningkatan kasus aktif dan informasi tentang vaksin agar masyarakat mau dan ingin segera untuk divaksin.Kata kunci: Persepsi; Vaksin; Covid-19 AbstractOn January 30, 2020 WHO declared Covid-19 a pandemic. 8 months later Covid-19 cases almost attacked the whole world. One of the efforts made by the government is by 3M (wearing masks, washing hands and staying away from crowds / mobilization), preventive efforts are the Covid-19 vaccine. The purpose of the study was to determine whether there is an influence of attention factors, knowledge, marital status, history of illness, and history of exposure to Covid-19 on people's perceptions of Covid-19 vaccination. The statistical test results obtained a p value 0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between age, education, history of NCD, history of exposure to Covid-19, and knowledge with public perceptions of Covid-19 vaccination, only marriage history has no relationship with a p value = 0.919 or 0.05. It is concluded that there is a relationship between age, education, history of NCD, history of exposure to Covid-19, and knowledge with community perception of Covid-19 vaccination. It is recommended that the Cicukang Village Government be actively asked to continue to socialize with the community to provide information, both about efforts so that Covid-19 no longer has an increase in active cases and information about vaccines so that people want and want to be vaccinated immediately.Keywords: Perception; Vaccine; Covid-19 
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN RIWAYAT MEROKOK DENGAN MENOPOUSE DINI PADA LANSIA Marlia, Tutin
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.248

Abstract

Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Seiring bertambahnya usia, wanita tersebut mengalami perubahan produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga terjadi peralihan dari masa produktif ke masa non produktif. Menopause adalah terhentinya menstruasi secara permanen. Banyak faktor yang berhubungan dengan terjadinya menopause. Beberapa faktor tersebut yaitu usia pertama kali mendapat haid (menarche), stres, pemakaian metode kontrasepsi, status keluarga (seperti status perkawinan, jumlah anak dan usia saat melahirkan anak terakhir), riwayat keluarga, pekerjaan, pendapatan, merokok, dan minum alkohol. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Desa Dukuh Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Majlis Ta’lim Arrahman yang berjumlah 57 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan menopouse dini dengan nilai P value 0.017, Tidak terdapat hubungan antara riwayat merokok dengan menopouse dini dengan nilai p value 0.410. Disarankan perlu adanya pengembangan dan pendalaman dalam menganalisis setiap variabel atau perlu menambah dengan variabel lain.Kata Kunci: Menopouse, Paritas dan merokok ABSTRACTMenopause is a natural phase that every woman will experience. As women age, these women experience changes in the production of the estrogen and progesterone hormones, from the productive period to the non-productive period. Menopause is the permanent cessation of menstruation. Many factors are associated with the occurrence of menopause. These factors are age at first getting menstruation (menarche), stress, use of contraceptive methods, family status (such as marital status, number of children, and age at last childbearing), family history, occupation, income, smoking, and drinking alcohol. The type of research used in this study is quantitative with an analytical survey design using a cross-sectional design. The population in this study were the elderly in Dukuh Village, Indramayu District, Indramayu Regency, who were members of the Majlis Ta'lim Arrahman, which collected 57 people. This study uses a total sampling technique. The data analysis technique used the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between parity and early menopause with a P-value of 0.017; there was no relationship between smoking history and early menopause with a p-value of 0.410. It is suggested that there is a need for development and deepening in analyzing each variable or the need to add other variables.Keywords: Menopause, Parity, and smokings
ALUR KERJA PENGGUNAAN PACS PADA DIGITAL RADIOGRAPHY DI RUMAH SAKIT PRIMA PEKANBARU Yoshandi, Tengku Mohammad; Bisra, Marido; Alwardah, Zahara Ossa
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.401

Abstract

Picture Archiving and Communication System (PACS) adalah sistem berbasis komputer yang berfungsi sebagai penyimpanan, distribusi, dan tampilan elektronik dari gambar yang diperoleh mendukung diagnosis klinis. PACS berkembang tak hanya untuk melayani instalasi radiologi saja, namun menjadi sistem yang mampu melayani kebutuhan data pencitraan di beberapa bagian rumah sakit. Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui  gambaran penggunaan PACS pada Digital Radiography di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS Prima Pekanbaru pada bulan Agustus. Prosedur penelitian ini dengan cara mengumpulkan data dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem PACS yang digunakan adalah merk JiveX . Hasil pemeriksaan pasien akan terkirim ke semua ruangan poli yang ada di RS Prima Pekanbaru. Tidak hanya untuk poli saja, namun sistem PACS terdapat di IGD, ICU, OK. Sistem yang digunakan tidak menggunakan sistem komputer seperti pada ruangan radiografi, namun hanya menggunakan komputer LED. Kesimpulannya bahwa PACS sudah menjalankan perannya dalam proses akuisisi gambar. Dengan menggunakan PACS, hasil citra radiologi dapat dilihat dari berbagai unit yang memerlukan informasi klinis pasien.Kata Kunci: PACS; Radiograf; JiveXAbstract Picture Archiving and Communication System (PACS) is a computer-based system that functions as storage, distribution, and electronic display of images obtained to support clinical diagnosis. PACS has developed not only to serve radiology installations but has become a system capable of serving another part of the hospital. The research aims to determine the description of PACS usage in the Radiology Facility at Prima Pekanbaru Hospital. This research used a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. This research was conducted at the Radiology Installation of Prima Pekanbaru Hospital in August 2023. The procedure for this research is to collect data by describing the research results. Based on the research results, shows that the PACS system used is the JiveX brand. The results of the patient's examination from the system were sent to all rooms at Prima Pekanbaru Hospital. Not only for polyclinics, but PACS systems are available in the ER, ICU, and OK. The system used does not use a computer system like in the radiography room but only uses an LED computer. The conclusion is that PACS has played its role in the image acquisition process. By using PACS, radiology image results can be viewed from various units that require patient clinical information.Keywords: PACS , Radiograph, JiveX. 
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Herawati, Cucu; Widianto, Triyana; Kristanti, Iin; Herlinawati, Herlinawati; Yulistiyana, Laili Nurjannah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
PENGARUH PERAN TENAGA KESEHATAN TEHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Maesaroh, Maesaroh
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.208

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, ataupun anus dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan untuk melakukan upaya kesehatan untuk dapat mencegah dan memberikan promosi kesehatan terkait kesehatan reproduksi terutama dalam pencegahan penyakit menular seksual. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan PMS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan “Cross Sectional” atau potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang telah menikah berusia 20-45 tahun di wilayah Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sebanyak 164 orang, sedangkan sampel yang diteliti sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan penyakit menular seksual karena hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square, dengan derajat kemaknaan 0,05 diperoleh ρ value 0,001 α dan chi square (χ2) tabel (11,414 3,841). Diharapkan dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan sebaiknya menggunakan alat peraga seperti brosur atau leafleat, sehingga responden akan lebih paham terkait peningkatan kesehatan reproduksi dan pencegahan PMS.Kata Kunci: tenaga kesehatan, penyakit menular seksual Abstract Sexually Transmitted Diseases (STDs) are diseases that are transmitted through sexual contact, whether vaginal, oral, or anus with someone who was previously infected. Health workers have the knowledge and skills through education in the health sector to make health efforts to prevent and provide health promotion related to reproductive health, especially in the prevention of sexually transmitted diseases. So this study aims to determine the role of health workers in preventing STDs. This research is a quantitative study, using a "cross sectional" approach. The population in this study were 164 married women aged 20-45 years in Ciharalang Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency, while the sample studied was 45 people. The results showed that there was an influence between the role of health workers on the prevention of sexually transmitted diseases because the results of statistical tests using the Chi Square test, with a significance degree of 0.05 obtained ρ value 0.001 α and chi square (χ2) table (11.414 3.841). It is hoped that in carrying out health promotion activities, it is best to use props such as brochures or leaflets, so that respondents will understand more about improving reproductive health and preventing STDs.Keywords: health workers, sexually transmitted diseases
PENGARUH JUS ALPUKAT MENTEGA (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA Kasmad, Kasmad; Kadafi, Amirul; Al Ghozi, Muhamad Ilfan
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.395

Abstract

Kestabilan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia saat ini masih sulit untuk dikendalikan karena kurangnya pengetahuan untuk melakukan penanganan jika kadar kolesterol mengalami penigkatan. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus alpukat terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini merupakan penderita hiperkolesterolemia di Yayasan Harapan Robbani Kota Cirebon sebanyak 50 orang, teknik sampling total sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu paired sample t-test. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar kolesterol responden sebelum diberikan jus alpukat yaitu 224 mg/dL dan setelah diberikan jus alpukat kadar kolesterol mengalami penurunan dengan rata-rata yaitu 209 mg/dL. Uji statistik paired sample t-test diperoleh p-value 0,00 0,05 artinya ada pengaruh pemberian jus alpukat mentega terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia. Senyawa yang terkandung dalam buah alpukat seperti omega- 9 dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan meningkatkan kadar HDL, Beta sitosterol merupakan derivat dari fitodterol menurunkan kadar kolesterol dengan menghambat absorpsi kolesterol dan meningkatkan ekskresi kolesterol dalam darah, vitamin B3 (niasin) dapat menurunkan produksi VLDL, sehingga kadar IDL dan LDL juga menurun yang akan berdampak menurunnya kadar kolesterol total serum, vitamin C membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jus alpukat mentega terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia di Yayasan Harapan Robbani Kota Cirebon. Saran: Diharapkan penderita hiperkolesterolemia dapat menkonsumsi jus alpukat untuk membantu menurunkan kolesterol.Kata Kunci: Jus Alpukat; Kadar kolesterol; HiperkolesterolemiaAbstract The stability of cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers is currently still difficult to control due to a lack of knowledge on how to treat cholesterol levels if they increase. This article is written to determine the effect of avocado juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers. This research used a pre-experimental research design with a group pretest-post-test design. The population in this study was 50 people suffering from hypercholesterolemia at the Harapan Robbani Foundation, Cirebon City, total sampling technique. The statistical test used is the paired sample t-test. After the research was carried out, it was found that the average cholesterol level of respondents before being given avocado juice was 224 mg/dL and after being given avocado juice the cholesterol level decreased by an average of 209 mg/dL. The paired sample t-test statistical test obtained a p-value of 0.00 0.05, which means that there is an influence of giving avocado butter juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers. Compounds contained in avocados such as omega-9 can reduce total cholesterol levels, and LDL cholesterol and increase HDL levels, Beta sitosterol is a derivative of phytosterol, lowers cholesterol levels by inhibiting cholesterol absorption and increasing cholesterol excretion in the blood, vitamin B3 (niacin) can reduce VLDL production, so that IDL and LDL levels also decrease which will have an impact on reducing total serum cholesterol levels. Vitamin C helps the hydroxylation reaction in the formation of bile acids thereby increasing cholesterol excretion and reducing total cholesterol levels in the blood. It can be concluded that there is an effect of giving avocado butter juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers at the Harapan Robbani Foundation, Cirebon City. Suggestion: It is hoped that hypercholesterolemia sufferers can consume avocado juice to help lower cholesterol.Keywords: Avocado juice, cholesterol levels, hypercholesterolemia.
ANALISIS FAKTOR KECELAKAAN KERJA TERHADAP KEPATUHAN PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG Firnanda, Hendri; Hasibuan, Bernard; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.284

Abstract

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung membentang dari stasiun Halim di Jakarta Timur hingga stasiun Tegal Luar di Kabupaten Bandung. Kecelakaan kerja merupakan suatu kasus yang tidak dikehendaki atau tidak diduga yang terjadi pada suatu proses kerja baik pada sektor manufaktur maupun konstruksi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh faktor kecelakaan kerja terhadap kepatuhan pekerja pada proyek konstruksi pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peraturan, peralatan kerja dan mesin, lingkungan dan manusia terhadap kepatuhan pekerja pada proyek konstruksi pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan 300 responden dan menggunakan teknik sampling dengan jumlah 75 responden yang berkaitan dengan kepatuhan pekerja dalam penerapan K3. Instrument penelitian ini dengan penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap pekerja indonesia. Analisa data menggunakan SmartPLS v.3.3.5 dengan metode analisis SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian ini menunjukkan peraturan dan manusia berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan pekerja, sedangkan peralatan kerja dan mesin, serta lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pekerja. Saran yang penulis berikan adalah manajemen harus mensosialisasikan kembali terkait dengan kebijakan K3 yang ada di perusahaan dan selalu memonitor secara berkala, pelaksanaan SMK3 harus ditinjau ulang secara kontinue oleh manajemen perusahaan, memastikan kembali sertifikat peralatan produksi dan sarana yang digunakan masih berlaku dan sesuai regulasi, membentuk kelompok-kelompok kerja dan dipilih dari wakil-wakil tenaga kerja baik dari Indonesia ataupun warga negara asing sebagai penanggung jawab K3 ditempat kerjanya selain dari personel Safety/SHE dan kepadanya diberikan pelatihan, mendukung pelaksanaan K3 di perusahaan oleh seluruh pekerja.Kata Kunci: Kecelakaan Kerja; Kepatuhan Pekerja; Sektor Konstruksi AbstractThe Jakarta-Bandung high-speed rail construction project stretches from Halim station in East Jakarta to Tegal Luar station in Bandung regency. A work accident is an unwanted or unexpected case that occurs in a work process in both the manufacturing and construction sectors. This study discusses how the influence of work accident factors on worker compliance in the construction project of the Jakarta-Bandung high-speed train. The purpose of this study was to determine the effect of regulations, work equipment and machinery, the environment and humans on worker compliance in the construction project of the Jakarta-Bandung high-speed train. This type of research is quantitative with 300 respondents and uses a sampling technique with a total of 75 respondents related to worker compliance in the application of K3. The instrument of this research is the distribution of questionnaires and interviews with Indonesian workers. The data analysis using SmartPLS v.3.3.5 with SEM (Structural Equation Modeling) analysis method. The results of this study indicate that regulations and humans have a significant effect on worker compliance, while work equipment and machinery, as well as the environment have no significant effect on worker compliance. The advice that the author gives is that management must re-socialize related to K3 policies that exist in the company and always monitor regularly, the implementation of SMK3 must be reviewed continuously by company management, re-ensure certificates for production equipment and facilities used are still valid and in accordance with regulations, establish working groups and selected from representatives of workers from both Indonesia and foreign nationals as the person in charge of K3 in their workplace apart from Safety/SHE personnel and given training to them.Keywords: Work Accident; Worker Compliance; Construction Sector
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN DAUN MENGKUDU SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Chaeni, Annisa Nur; Mujahid, Ikhsan; Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Almanfaluthi, Muhammad Lutfhi
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.424

Abstract

Pengendalian nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan bahan kimia memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan maupun organisme hidup. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan maka digunakan lavarsida alami dari tanaman yang memiliki potensi untuk membunuh Aedes aegpyti pada stadium larva. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih dan daun mengkudu sebagai biolarvasida terhadap mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan desain post test only with control group design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 825 ekor. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Kelompok penelitian ini adalah temefos 1% dan aquadest, kelompok perlakuan ekstrak bawang putih (A. sativum) dan daun mengkudu (M. citrifolia) dengan masing – masing konsentrasi 0,2%, 0,4% dan 1%. Analisis data menggunakan uji Friedman, dilanjutkan dengan uji Post Hoc Mann-Whitney U dan analisis probit dilakukan untuk mengetahui nilai LC50 dan LC90. Setelah dilakukan olah data hasil penelitian menunjukan bahwa yang efektif dalam mortalitas larva 56% dan 30.4% dalam waktu 120 menit. Teirdapat peirbandingan antara eikstrak bawang puitih dan dauin meingkuidui seibagai biolarvasida teirhadap larva nyamuik Aei. aeigypti pada waktui peingamatan 120 meinit pada eikstrak bawang puitih yaitui 56% deingan meidian 14,00 (13-15) dan eikstrak dauin meingkuidui meincapai 30,4% deingan meidian 8,00 (7-8) seidangkan kombinasi eikstrak bawang puitih dan dauin meingkuidui yaitui 36% deingan meidian 9,00 (8-10), nilai LC50 dan LC90 ekstrak bawang putih adalah 0.135% dan 1.033% sedangkan nilai LC50 dan LC90 ekstrak daun mengkudu adalah 0.081% dan 1.621%. Bagi peneliti selanjutnya peirlui dilakuikan uiji kombinasi keiduianya deingan konseintrasi yang leibih tinggi dan seibaiknya dilakuikan uiji LT (Leithal Timei) sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan.Kata Kunci: A. aegypti; Bawang Putih; Biolarvasida; Daun MengkuduAbstractControlling Aedes aegypti mosquitoes using chemical substances can have negative impacts on the environment, health, and other living organisms. To minimize these negative effects, natural larvicides derived from plants with the potential to kill Aedes aegypti larvae are utilized. This research aims to determine the effectiveness of garlic extract and noni leaves as bio-larvicides against the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae. This true experimental research used a post-test-only control group design. The sample size was 825 larvae, selected through random sampling. The research groups included a temephos 1% and aquadest control group, a garlic extract (A. sativum) treatment group with concentrations of 0.2%, 0.4%, and 1%, and a noni leaves (M. citrifolia) treatment group with the same concentrations. Data analysis involved the Friedman test, followed by the Mann-Whitney U post-hoc test, and probit analysis to determine LC50 and LC90 values. The results show that the most effective treatment resulted in a larval mortality of 56% and 30.4% within 120 minutes. The LC50 and LC90 values for garlic extract are 0.135% and 1.033%, respectively, while for noni leaves, they are 0.081% and 1.621%. Future research is expected to further explore the potential of garlic and noni leaves as environmentally friendly natural larvicides.Keywords: A. aegypti; Garlic; Biolarvicides; Noni Leaves