cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
HUBUNGAN FAKTOR MAINTENANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA TENAGA MEDIS Rokhmatul Hikmat; Dasno Dasno
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.172

Abstract

Faktor Maintenance adalah faktor-faktor pemeliharaan yang  berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah untuk memperoleh kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor maintenance terhadap kepuasan kerja tenaga medis di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon Tahun 2014. Metode yg digunakan deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin diteliti adalah faktor maintenance diantaranya faktor gaji, kondisi kerja, kebijakan dan administrasi, hubungan teman kerja dan kualitas supervise terhadap kepuasan kerja tenaga medis di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik  dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin diteliti adalah faktor maintenance diantaranya faktor gaji, kondisi kerja, kebijakan dan administrasi, hubungan denga teman kerja dan kualitas supervise terhadap kepuasan kerja tenaga medis di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon tahun 2014. Populasi penelitian ini adalah tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon sebanyak 40, dengan jummlah sampel yang diambil adalah total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yanga mempersepsikan kepuasan kerja yang tidak puas sebanyak 55%. Dari hasil uji statistic (Uji Chi Square) didapatkan bahwa variabel yang berhubungan secara bermakna terhadap kepuasan adalah faktor gaji (P-value = 0,043), kondisi kerja (P-value = 0,015), kebijakan dan administrasi (P value  = 0,021), hubungan teman kerja (P-value = 0,033) dan variabel yang tidak berhubungan adalah faktor kualitas supervisi (P-value = 1,000).  Kata Kunci          : Faktor Maintenance dan Kepuasan Kerja ABSTRACTMaintenance factors are factors related to the maintenance of human nature that wants to obtain peace corporal to obtain satisfaction. This study aims to determine the relationship maintenance factors on job satisfaction of medical personnel in Cirebon Harbor Hospital in 2014. The method used in this research is descriptive analytical cross-sectional research design . Things to meticulous maintenance factors including factors are salary, working conditions, policies and administration, co-worker relationships, and the quality of supervision on job satisfaction of medical personnel in Cirebon Harbor Hospital in 2014. The population of this research is that medical personnel working at Harbor Hospital in Cirebon, as many as 40, the number of samples taken is the total population. The data was collected using a questionnaire interview. Processing and data analysis performed using SPSS. Bivariate analysis using Chi - Squaretest in order to see the relationship between two variables, independent and dependent.The results showed that respondents who perceive job satisfaction and satisfied as much as 45 % of respondents who perceive job satisfaction is not satisfied as much as 55 %. From the results of statistical tests (Chi - Square Test) found that there was a significant relationship variables on job satisfaction is the salary factor (P - value = 0.043), working conditions (P - value = 0.016) , and administrative policies (P - value = 0.021), coworker relationships (P - value = 0.033) and asministrative policies (p-value=0,021), coworker relationship (p-value=0,033) and a variable that no significant relationship was supervising the quality factor (Pvalue = 1,000)Keywords             : Maintenance Factors and Job Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA STRESS KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI Herlinawati Herlinawati; Laelatul Qodriyah
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.138

Abstract

Berdasarkan data dari produktivitas pegawai PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon pada bulan Maret hingga Mei tahun 2014 terjadi penurunan produktivitas pada pegawai bagian produksi packing yang dimungkinkan dipengaruhi oleh indikator stres kerja (sering mengalami pusing, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak bisa mengontrol emosi, mudah marah, dan tidak bisa berkonsentrasi selama bekerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional populasi penelitian ini adalah pegawai bagian produksi packing sebanyak 45 responden pegawai bagian produksi yang bekerja di PT.Cipta Rasa Utama Cirebon. Sampel diambil dengan metode Simple Random sampling dengan undian Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi data hasil produksi dari PT.Cipta Rasa Utama. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji statistik Rank spearman pada tingkat kemaknaan 5% atau (0,05).Hasil uji statistik analisis menggunakan rumus Rank Spearman diperoleh nilai ρ = 0,03 pada taraf kepercayaan 5% karena nilai ρ = 0,03 lebih kecil dari 0,05 (0,03 ≤ 0,05) sehingga Ha diterima yang menyatakan ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat produktivitas kerja pada bagian produksi PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon Tahun 2014.Kata Kunci : Stres Kerja, Produktivitas Kerja ABSTRACKBased on the results of employee productivity data PT.Cipta Major Pain Cirebon in March to May 2014 there is a decrease in employee productivity made possible the production of packing is affected by occupational stress indicator (often experience dizziness, headache, indigestion, can not control emotions , irritable, and unable to concentrate during work). This study aims to determine the relationship between Work Stress At Work Productivity Part Production Workers in Major Pain PT.Cipta Rasa Utama Cirebon in 2014. The study design was observational with cross sectional approach. The samples were 45 respondents employees who work in the production of the Main Pain PT.Cipta Cirebon. Samples taken with the way the draw random sampling method. Data collection techniques using the checklist sheet and if the production data of the Main Pain PT.Cipta. Processing techniques and data analysis was done by Spearman Rank statistik test at a significance level of 5% or (0.05). Statistical analysis of test results using the Spearman Rank formula obtained value of ρ = 0.03 at 5% confidence level because the value of ρ = 0.03 is smaller than 0.05 (0.03 ≤ 0.05) Ha received stating that there is a relationship between work stress to the productivity of labor in the production PT.Cipta Rasa Utama Cirebon 2014.Keywords: Job stress, work productivity
PENGARUH PELATIHAN DETEKSI DINI DAN HOME VISIT PADA ODGJ TERHADAP PERFORMA KADER KESEHATAN JIWA Melani Kartika Sari
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.258

Abstract

Masalah kesehatan mental masih menjadi isu serius di beberapa wilayah di Indonesia. Tulungagung menjadi salah satu wilayah yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang cukup banyak. Jumlah ODGJ ini meningkat cukup tajam selama pandemi Covid-19. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini dan terapi bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan deteksi dini dan home visit pada ODGJ terhadap performa kader kesehatan jiwa. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pra Experimental design dengan pre dan post test. Populasi penelitian yaitu kader kesehatan jiwa di Kabupaten Tulungagung yang bekerja di Puskesmas Sendang, Puskesmas Tiudan, Puskesmas Boyolangu, Puskesmas Besole, Puskesmas Badung, Puskesmas Ngantru, Puskesmas Pucung, Puskesmas Rejotangan, Puskesmas Tulungagung, dan Puskesmas Waru sebanyak 50 kader. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 50 kader. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan Paired T-Test menunjukkan p=0,00 (< 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pelatihan deteksi dini dan home visit pada ODGJ terhadap performa kader kesehatan jiwa di wilayah Kabupaten Tulungagung.Kata Kunci: pelatihan, performa kader AbstractMental health problems are still a serious issue in several areas in Indonesia. Tulungagung is one of the areas that has quite a lot of people with mental disorders (ODGJ). The number of ODGJ has increased quite sharply during the Covid-19 pandemic. To overcome this, it is necessary to have the ability of cadres to carry out early detection and therapy for ODGJ. This study aims to determine the effect of early detection training and home visits for ODGJ on the performance of mental health cadres. The research method used is Pre Experimental design with pre and post tests. The population of this research is mental health cadres in Tulungagung who work in Puskesmas Sendang, Puskesmas Tiudan, Puskesmas Boyolangu, Puskesmas Besole, Puskesmas Badung, Puskesmas Ngantru, Puskesmas Pucung, Puskesmas Rejotangan, Puskesmas Tulungagung, and Puskesmas Waru as many as 50 cadres. The sampling technique used is total sampling. The number of samples in this study was 50 cadres. Collecting data using a questionnaire. The results of the study using Paired T-Test showed p = 0.00 (< 0.05). The results of this study indicate the effect of early detection training and home visits for ODGJ on the performance of mental health cadres in the Tulungagung district.Keywords: training, cadre performance
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA Cucu Herawati; Putri Indrini; Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.243

Abstract

Infeksi saluran pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi, dan anak balita di Negara berkembang. Hampir semua kematian ISPA pada bayi dan anak balita umumnya disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan bagian bawah (pneumonia). Salah satu faktor yang mempengaruhi ISPA pada balita adalah perilaku keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian merupakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita sebanyak 1000 balita, jumlah sampel sebanyak 75 balita yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p=0,001), ada hubungan yang bermakna antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian ISPA (p=0,003), dan ada hubungan yang bermakna antara perilaku membersihkan rumah dengan kejadian ISPA (p=0,001). Disarankan bagi masyarakat agar menerapkan PHBS, menjaga lingkungan, dan bagi puskesmas agar melaksanakan penyuluhan tentang ISPA serta Care sicking ISPA.Kata Kunci: ISPA, merokok, obat nyamuk bakar ABSTRACTAcute respiratory infections (ARI) are known as one of the main causes of death in infants and children under five in developing countries. Almost all ARI deaths in infants and children under five are generally caused by lower respiratory tract infections (pneumonia). One of the factors that influence ARI in toddlers is family behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between family behavior factors and the incidence of ARI in children under five. The type of research is descriptive-analytic with a cross-sectional design, the population in this study is all 1000 toddlers, the total sample is 75 toddlers taken by random sampling. Data were analyzed using the chi-Square test. The results of this study showed that there was a significant relationship between the smoking behavior of family members and the incidence of ARI (p=0.001), there was a significant relationship between the use of mosquito coils and the incidence of ARI (p=0.003), and there was a significant relationship between house-cleaning behavior and the incidence of ARI. the incidence of ARI (p=0.001). It is recommended for the community to implement PHBS, protect the environment, and for puskesmas to carry out counseling about ARI and Care sicking ARI.Keywords: ARI, smoking, mosquito coils
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI KASUS CERVICAL ROOT SYNDROME DENGAN MODALITAS TENS DAN TERAPI LATIHAN DI KOTA CIREBON TAHUN 2022 Teki Mahasih; Kusiyono Kusiyono; Gina Fazrina; Dindin Hardi Gunawan; Uun Kurniasih; Fakhira Nawal Syifa
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.316

Abstract

Cervical root syndrome adalah sindrom defisit sensorimotor yang menyebabkan nyeri dan kaku pada leher. Penyebab dari cervical root syndrome karena adanya kompresi akar saraf servikal. Tujuan penulisan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi menggunakan modalitas transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dan terapi latihan pada cervical root syndrome tahun 2020. Penelitian karya tulis ini menggunakan metode studi kasus dengan penatalaksanaan terapi 6 kali. Pelaksanaan meliputi segala tindakan fisioterapi yaitu, nyeri dengan VAS, pemeriksaan kekuatan otot dengan MMT, pemeriksaan LGS dengan goneometer, pemeriksaan fungsional dengan NDI. Setelah dilakukan 6 kali terapi terdapat hasil adanya penurunan nyeri diam T1 = 5 menjadi T6 = 2, nyeri tekan T1 = 6 menjadi T6 = 3 dan nyeri gerak T1=8 menjadi T6 = 4, bertambahnya nilai kekuatan otot Pada T5 pada gerakan fleksi dan ekstensi nilainya menjadi 5 yaitu dapat melawan tahanan maksimal. Kemudian ada peningkatan pada T6 gerakan side fleksi dekstra dan sinistra manjadi nilai 5 yaitu dapat melawan tahanan maksimalpeningkatan LGS aktif T1 = (S 40-0-30, F 40-0-45, R 40-0-40) menjadi T6 = (S 40-0-35, F 45-0-45, R 40-0-40), sedangkan LGS pasif T1 = (S 40-0-30, F 40-0-45, R 40-0-40) menjadi T6 = (S 40-0-35, F 45-0-45, R 40-0-40). Dan peningkatan fungsional dari score NDI T1= 32% menjadi T6= 15,5%. Pasien dengan diagnosis cervical root syndrome dengan keluhan nyeri dan kaku pada leher, dengan keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) dan penurunan kekuatan otot. Diberikan program fisioterapi dengan TENS dan Terapi Latihan, setelah menjalani terapi 6 kali dengan hasil meningkatnya aktifitas fungsional, berkurangnya nyeri, bertambahnya lingkup gerak sendi bahu dan meningkatnya kekuatan otot. Pasien disarankan untuk melakukan terapi secara rutin dan melakukan latihan-latihan yang telah diberikan oleh fisioterapis.Kata Kunci: Penatalaksanaan Fisioterapi; Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Terap Latihan; Cervical Root Syndrome Abstract  Cervical root syndrome is a condition of defisite sensorymotor syndrome that causes pain and limited motion in the cervical joint. The cause of cervical root syndrome is compression of rootlets in cervical, the purpose of writing to determine the physiotherapy treatment using transcutaneous electrical nerve stimulation modalities and therapeutic exercise on the cervical root syndrome in 2020. The study of this paper uses the case study method of salvage therapy for 6 times. Implementation includes all acts of physiotherapy is the assesment of pain by VAS, assesment of muscle strength with MMT, assessment ROM by goneometer, examination of functional activity by NDI. After the therapy for 6 times obtained the result assessment of idleness an decrease T1 = 5 to T6 = 2, in tenderness T1 = 6 to T6 = 3, and motion pain T1=8 to T6 = 4, increase in the value of muscle strength On T5 in flexion and extension value to 5 which can resist a maximum custody. Then there was an increase in side flexion dextra and sinistra widened T6 value of 5 is that it can resist the maximum custody, the increase in active ROM T1 = (S 40-0-30, F 40-0-45, R 40- 0-40) to T6 = (S 40-0-35, F 45-0-45, R 40-0-40) while the passive ROM T1 = (S 40-0-30, F 40-0-45, R 40-0-40) to T6 = (S 40-0-35, F 45-0-45, R 40-0-40) and increased functional activity using NDI scores T1= 32% to T6= 15,5%. Patients with a diagnosis of cervical root syndrome with pain and stiffness in his cervical, with limited range of motion (ROM) and a decrease in muscle Power Hidden. Given physiotherapy program with transcutaneous electrical nerve stimulation modalities and exercise therapy, after therapy for 6 times which resulted increased functional activity, decrease in less pain, increase range of motion of the cervical joint and increasing muscle strength. Patients are suggested to therapy regularly and do exercises which had been treated by a physiotherapist.Keywords: Management of Physiotherapy; Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and Exercise therapy; Cervical Root Syndrome
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG SKRIPSI Asiah Asiah; Chyntia Gusti Ayu; Supriatin Supriatin; Lin Herlina; Suzana Indragiri; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.269

Abstract

Kebutuhan tidur pada remaja dan orang dewasa usia 18-40 tahun menurut dokter untuk hidup sehat membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam setiap hari. Dampak stres dalam menyusun skripsi adalah keadaan saat mahasiswa merasakan gangguan tidur, kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun di pertengahan malam, dan sering terbangun di awal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi. Jenis penelitian menggunakan cross sectional non-eksperimental. Populasi sebanyak 31 responden, menggunakan total sampling. Instrumen Depression Anxiety Stres (DASS) untuk tingkat kecemasan dan gangguan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Qualilty Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square.  Hasil penelitian diperoleh 58,1% responden kategori stres sangat berat, dan 45,1% responden mengalami kualitas tidur sedang. Ada hubungan antara tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur (p value 0,032). Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan materi pengajaran pada mata kuliah keperawatan jiwa terkait pendalaman teori stress dan pengenalan terapi yang dapat menurunkan tingkat stress yang dapat dipraktikan kepada mahasiswa khususnya tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Tingkat Stres; Gangguan Tidur; Mahasiswa Tingkat Akhir AbstractAccording to doctors, the need for sleep in adolescents and adults aged 18-40 years for a healthy life requires 7-8 hours of sleep every day. Studies show that teens who are sleep deprived are more prone to depression, are unfocused and have poor school grades. The impact of stress in writing a thesis is a condition when students feel sleep disturbances, have difficulty sleeping, sleep restlessly, have difficulty holding sleep, often wake up in the middle of the night, and often wake up early. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality disorders in final year nursing students who are preparing a thesis. This kind of research uses a non-experimental cross sectional. The population as many as 31 respondents. The sample uses sampling resume. Anxiety level instrument using Depression Anxiety Stress (DASS) and sleep quality disorders using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Bivariate analysis using Chi-Square statistical test. The results obtained 58.1% of respondents with very severe stress category, and 45.1% of respondents experienced moderate sleep quality. There is a relationship between stress levels and sleep quality disorders (p value 0,032). The results of this research can be used as additional teaching materials in mental nursing courses related to deepening stress theory and introduction therapy that can reduce the level of stress that can be practice to students, especially the final year who are compiling a thesis. Keywords: Stress Levels; Sleep Disorders; Final Year Students.
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM DAN KALIUM DENGAN KADAR EKSRESINYA DALAM URIN PADA ORANG DEWASA Reviana Christijani; Dwi Anggraeni
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.297

Abstract

Natrium dan kalium merupakan mineral penting yang bekerja sebagai elektrolit pengatur keseimbangan cairan tubuh. Salah satu mekanisme penyeimbang kadar elektrolit dilakukan oleh ginjal. Ginjal akan mengeskresikan kelebihan natrium dan kalium ke dalam urine. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara asupan natrium dan kalium dengan kadar natrium dan kalium dalam urin. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Penelitian dilakukan pada dua hari yang berbeda di Kota Bogor dengan melibatkan responden sebanyak 100 laki-laki dan 100 perempuan pada kelompok umur 20-49 tahun dengan menggunakan sampel urin 24 jam. Pada orang dewasa di Kota Bogor, asupan kalium berkolerasi secara sangat signifikan terhadap kadar kalium pada urin 24 jam baik pada hari pengamatan kesatu sebesar 0.249 pada p=0.000 maupun kedua sebesar 0.222 pada p=0.001. Namun demikian, asupan natrium tidakberkolerasi secara signifikan dengan kadar natrium pada urin 24 jam sebesar -0.066 pada p=0.175 di hari pengamatan kesatu, tetapi berkolerasi tidak searah secara signifikan sebesar-0.126 pada p=0.037 pada hari pengamatan kedua. Kadar ekresi natrium dalam urin 24 jam tidak berkorelasi dengan jumlah asupan natrium karena sebagian sebagian besar akan di serap kembali dan sebagian di ekresikan dalam urin serta keringat. Tingkat konsumsi kalium memiliki korelasi yang sangat signifikan sebagai akibat dari proses metabolisme yang mengeksresikan kalium dalam waktu pendek. Kata kunci: Asupan,Kalium; Natrium; Urin Abstract  Sodium and potassium are two prominent minerals that work as electrolytes to regulate the balance of body’s liquid. One of the electrolytes balanced mechanisms is carried out by the kidney. Kidney will secrete excess sodium and potassium into urine. The purpose of this study was to analyze the relationship between sodium and potassium intake with sodium and potassium levels in urine. The research used cross sectional design. The study was conducted on two different days in the city of Bogor involving 100 male and 100 female respondents in the age group 20-49 years using a 24-hour urine sample. In adults of Bogor City, potassium intake was very significantly correlated to the 24-hours urine potassium excretion level, both on the first day (0.249 at p=0.000) and the second day observation (0.222 at p=0.001). However, the natrium intake was not significantly correlated to the 24-hours urine potassium excretion on the first day (-0.066 at p=175), but was significantly correlated inversely (-0.126 at p=0.037) on the second day. There was no correlation between the level of 24-hour urine sodium excretion and the amount of sodium intake. It is because most of it will be reabsorbed and partially excreted into urine and sweat. Level of potassium consumption has a very significant correlation as a result of metabolic processes that express potassium in a short time. Keywords: Intake; Potassium; Sodium; Urine 
KADAR TROMBOSIT DAN HEMATOKRIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN JENIS KELAMIN SERTA USIA Handhini Gema Arika Putri; Erni Yohani Mahtuti; Faisal Faisal
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.312

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga sangat beresiko terhadap tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai vektor penyakit terutama penyakit endemik seperti demam berdarah dengue. Dalam memastikan pasien menderita DBD diperlukan pemeriksaan laboratorium salah satunya pemeriksaan kadar trombosit dan hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar trombosit dan hematokrit pada pasien demam berdarah dengue berdasarkan jenis kelamin serta usia di Puskesmas Sisir Kota Batu. Penelitian deskriptif bersifat kuantitatif dengan sampel berupa seluruh data sekunder rekam medik penderita DBD di Puskesmas Sisir Kota Batu pada tahun 2016-2021 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 198 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling menggunakan master tabel kedalam SPSS. Hasil penelitian berdasarkan uji chi square menunjukkan DBD berpotensi menyerang seluruh jenis kelamin serta kebanyakan pada kelompok usia remaja (12-25 tahun) dan dewasa (26-45 tahun) dalam keadaan trombositopenia (68,7%), serta nilai hematokrit yang rendah/hemodilusi (49,5%). Selain itu, diperoleh bahwa tidak adanya korelasi yang bermakna (p>0,05) antara kadar trombosit dengan jenis kelamin (p=0,599) dan usia (p=0,114), serta nilai hematokrit dengan jenis kelamin (p=0,190). Terdapat adanya korelasi lemah dan bermakna terhadap nilai hematokrit dengan usia p=0,043 (p<0,05). Berdasarkan keterbatasan yang ada maka perlu dilakukan penelitian serupa disertai dengan data rekam medis yang lengkap, adanya data riwayat penyakit kelainan pasien, serta terapi atau pengobatan yang dilakukan pasien sebelum pemeriksaan. Kata Kunci: Demam berdarah dengue; hematokrit; jenis kelamin; trombosit; usiaAbstract  Indonesia is a country with a tropical climate so it is very risky to place growth and development of various disease vectors, especially endemic diseases such as dengue hemorrhagic fever. In ensuring the patient suffers from DHF it is necessary. One of the laboratory test is the examination of platelet levels and hematocrit.  This study aims to determine the description of platelet and hematocrit levels in dengue hemorrhagic fever patients based on gender and age at Sisir Public Health Center Batu City. Descriptive research is quantitative with a sample of all secondary data medical records of DHF patients at the Sisir Health Center in Batu City in 2016- 2021, there were 198 people who met the inclusion criteria. The sampling technique is total sampling using the master table into SPSS. The results of the study based on the chi square showed that DHF had the potential to attack all gender and mostly in the age group of adolescents (12-25 years) and adults (26-45 years) in a state of thrombocytopenia (68.7%), and a low hematocrit value/hemodilution (49.5%). In addition, it was found that there was no significant correlation (p>0.05) between platelet levels by gender (p=0.599) and age (p=0.114), and the hematocrit value by gender (p=0.190). There is a weak correlation and significant to the hematocrit value with age p=0.043 (p<0.05). Based on the existing limitations, it is necessary to carry out a similar study accompanied by complete medical record data, data on the patient's disease history, as well as therapy or treatment carried out by the patient before the examination.Keywords: Dengue hemorrhagic fever; platelets; hematocrit; gender; age
PELAKSANAAN UJI DIAGNOSTIK COVID-19 DENGAN UJI ANTINGEN DAN RT-PCR DI PUSKESMAS MULTIWAHANA KOTA PALEMBANG Puji Lestari; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.285

Abstract

Kasus COVID-19 di Kota Palembang masih mengalami peningkatan. Salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yaitu melakukan testing dengan swab antigen dan RT-PCR. Studi ini bertujuan menganalisis gambaran pelaksanaan uji diagnostik COVID-19 dengan swab antigen dan RT-PCR di Puskesmas Multiwahana. Sebuah desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam artikel ini. Studi dilaksanakan dari 5 Juli−6 Agustus 2021 di Puskesmas Multiwahana. Objek yang diamati adalah pelaksanaan uji diagnostik COVID-19 dengan swab antigen dan RT-PCR di Puskesmas Multiwahana Kota Palembang berdasarkan pendekatan sistem yaitu input, proses, dan output. Hasil pengamatan menunjukan kesesuaian pada komponen input dan proses. Hasil uji diagnostik Antigen COVID-19 menunjukan 57,14% suspek dan 32,45% kontak erat dinyatakan positif. Sementara uji diagnostik RT-PCR menunjukan 70,67% suspek dan 44,47% kontak erat dinyatakan positif. Mayoritas kunjungan uji diagnostik yaitu uji diagnostik Antigen yaitu 226 kunjungan. Pelaksanaan uji diagnostik di Puskesmas Multiwahana sudah berjalan baik sesuai peraturan pemerintah dan panduan Kementerian Kesehatan RI. Pihak Puskesmas Multiwahana diharapkan dapat membuat informasi alur uji diganostik, dan menyedikan kontak khusus pendaftaran dan pemantauan.Kata Kunci: COVID-19; Uji diagnostik; Antigen; RT-PCR AbstractCOVID-19 cases continue to rise in Palembang. Testing for COVID-19 using an antigen swab and RT-PCR is one way to stop the spread of the virus. This study aimed to analyze the implementation of the COVID-19 diagnostic test with antigen swab and RT-PCR at the Multiwahana Health Center. This study conducted from 5 July to 6 August 2021 at the Multiwahana Health Center. A descriptive qualitative design with a case study approach used. The COVID-19 diagnostic test with swab antigen and RT-PCR was implemented using a systems approach, namely input, proses, output These findings showed the suitability of the input and process components. The COVID-19 Antigen diagnostic test showed 57.14% of suspects and 32.45% of close contacts were declared positive. Meanwhile, the RT-PCR diagnostic test showed 70.67% of suspects and 44.47% of close contacts were positive. Antigen diagnostic tests accounted for 226 of the majority of diagnostic test visits. The implementation of the diagnostic test at the Multiwahana Health Center has implemented well according to government regulations and Indonesian Ministry of Health guidelines. The Multiwahana Health Center is expected to be able to provide information on diagnostic test flow, and provide special contacts for registration and monitoring.Keywords: COVID-19; Diagnostic test;Antigen; RT-PCR
KELUHAN OTOT RANGKA PADA MAHASISWA SAAT PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Isyeu Sriagustini; Arie Ardiyanti Rufaedah; Heni Fa&#039;riatul Aeni
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.305

Abstract

Angka kejadian penyakit Covid-19 terus meningkat sejak dinyatakan sebagai pandemic oleh WHO. Negara yang terkena dampak berusaha untuk mengendalian penularan dan penyebaran penyakit ini. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial. Upaya tersebut menyebabkan berubahnya berbagai tatanan kehidupan sosial masyarakat termasuk bidang pendidikan. Pembelajaran daring menjadi alternatif agar proses belajar mengajar dapat dilakukan saat pembatas sosial. Namun akibatnya mahasiswa lebih banyak aktifitas digital dibandingkan aktivitas fisik. Keterbatasan fasilitas kerja dapat menjadi faktor risiko adanya keluhan otot rangka selama pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini menggambarkan keluhan otot rangka pada mahasiswa saat pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Data diambil dengan survei kepada 182 mahasiswa menggunakan instrumen penilaian (kuesioner) Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa 100% masih melakukan pembelajaran daring, alat yang digunakan lebih banyak smartphone (71,3 %), durasi pembelajaran sehari 8 jam (47,1 %), dan posisi saat pembelajaran paling banyak duduk sembarangan (49,3 %). Keluhan di sekitar mata paling tinggi dirasakan oleh mahasiswa. Mahasiswa merasakan keluhan sangat sakit pada 10 bagian tubuh tertinggi adalah punggung (74,8%), pinggang (72,4%), leher atas (67,5%), bahu kanan (61,8%), leher bawah (57,7%), pergelangan tangan kanan (57,7%), bahu kiri (56,9%), pantat buttock (48,0%), tangan kanan (46,3%), dan pantat bottom (44,7%). Adapun tingkat risiko keluhan otot rangka paling banyak pada kategori risiko rendanh (83%). Disimpulkan bahwa terdapat keluhan otot rangka pada mahasiswa saat pembelajaran daring selama pandemik Covid-19. Meskipun belum memerlukan tidakan perbaikan, namun disarankan untuk tetap melakukan posisi kerja sealamiah mungkin dan perhatikan aturan ergonomi tentang posisi kerja.Kata Kunci: Covid-19; Ergonomi; Gangguan Otot Rangka; Pembelajaran DaringAbstractThe incidence of Covid-19 disease has continued to increase since it was declared a pandemic by WHO. Affected countries are trying to control the transmission and spread of the disease. The Indonesian government issued a policy of social restrictions. These efforts led to the change of various social life orders of the community including the field of education. Online learning becomes an alternative so that the teaching and learning process can be done during social barriers. But as a result, students have more digital activity than physical activity. Limitations of work facilities can be a risk factor for skeletal muscle complaints during online learning. The purpose of this study illustrates skeletal muscle complaints in students during online learning during the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive. The data was taken with a survey of 182 students using the Nordic Body Map (NBM) musculoskeletal disorder assessment   instrument. The results showed that 100% of students still dared to learn, the tools used were more smartphones (71.3%), the length of study was 8 hours a day (47.1%), and the most sitting position while studying (49.3%). Complaints around the eyes are the highest complaints felt by students. Students feel very sick complaints in the 10 highest body parts, namely the back (74.8%), waist (72.4%), upper neck (67.5%), right shoulder (61.8%), lower neck (57, 7%), buttocks (57.7%), left shoulder (56.9%), buttocks (48.0%), right hand (46.3%), and buttocks (44.7%). The highest risk level for skeletal muscle complaints was in the low-risk category (83%). It was concluded that there were skeletal muscle complaints in students in daring learning during the Covid-19 pandemic. Although it does not require repair, it is recommended to keep the working position as natural as possible and pay attention to ergonomic rules related to working position.Keywords: Covid-19; Ergonomics; Musculoskeletal; Online learning