cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
Penyebab Anak Stunting : Perspektif Ibu di Desa Margamukti Isneniah, Dwi; Putri, Anggi Egliana; Maula, Atifatul
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.377

Abstract

Ada banyak faktor yang mempengaruhi stunting. Stunting disebabkan karena asupan gizi tidak adekuat serta infeksi berulang seperti penyakit kronis yang berlangsung pada masa emas pertumbuhan anak (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2020). Selain penyebab di atas, faktor internal dalam pengasuhan anak sangat berpengaruh terhadap stunting. Dalam hal ini ibu sangat berpengaruh terhadap pola asuh anak sebesar 80,84%. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab stunting berdasarkan persepsi ibu. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. Informan yang terlibat adalah 6 orang ibu yang memiliki anak stunting dan risiko stunting berusia 14 bulan sampai 47 bulan. Penelitian ini menghasilkan tema penyebab anak stunting dalam prespektif dalam 5 kategori yaitu keturunan, anak sulit makan dan pemilih makanan, riwayat penyakit, asi eksklusif, dan kurang gizi saat hamil. Sebagian besar ibu menyatakan bahwa penyebab anaknya stunting adalah keturunan, padahal keturunan bukanlah faktor utama penyebab stunting. Dengan demikian, perlu adanya pemberian promosi kesehatan di masyarakat terutama ibu agar derajat kesehatan keluarga meningkat. Kata Kunci : Stunting; Anak; Faktor – Faktor; Persepsi Ibu; Sumedang.
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT PADA PRAKTEK KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Herlina, Lin; Harmuni, Harmuni; Hikmah, Nur
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.204

Abstract

Caring merupakan sentral praktek keperawatan. Seiring dengan perkembangan pengetahuan, ditemukan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh kecerdasan dasar yang dimiliki setiap manusia. Salah satu bentuk kecerdasan tersebut adalah kecerdasan spiritual. perawat masih kurang ramah dalam melayani pertanyaan klien, berperilaku tidak bersahabat dan jarang tersenyum. masih ada perawat yang cenderung emosi saat menerima keluhan dari klien, perawat mengalami stress kerja yang antara lain disebabkan beban kerja yang tinggi. Sehingga kemungkinan perawat yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja, tetapi ia menghubungkannya dengan makna spiritual sehingga ia juga akan berupaya memaknai bahwa mencari karunia Tuhan dengan memperhatikan klien dan meringankan beban klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku caring perawat pada praktek keperawatan di ruang rawat inap RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan sampel penelitian berjumlah 86 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner demografi, kuisioner kecerdasan spiritual, dan kuisioner perilaku caring. Uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Berdasarkan analisis data diperoleh koefesien korelasinya r sebesar 0,315 dengan taraf signifikan p = 0,003. Dengan demikian terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan spiritual dengan perilaku caring perawat pada praktek keperawatan di ruang rawat inap RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Diharapkan perawat dapat terus meningkatkan lagi kecerdasan spiritualnya sehingga perawat dapat memaknai hidup dan pekerjaannya adalah pekerjaan yang mulia bukan hanya sekedar rutinitas saja tetapi mengaitkannya atas dasar ibadah.Kata Kunci: Kecerdasan spiritual, perilaku caring, perawat  AbstractCaring is central to nursing practice. Along with the development of knowledge, it was found that a person's behavior is influenced by the basic intelligence that every human being has. One such form of intelligence is spiritual intelligence. Nurses are still less friendly in serving client questions, behave unfriendly and rarely smile. There are still nurses who tend to be emotional when receiving complaints from clients, nurses experience work stress which among other things is caused by high workload. So it is possible that the spiritually intelligent nurse does not solve the problem of life only rationally or emotionally, but she connects it with spiritual meaning so that she will also try to interpret that seeking God's gift by paying attention to the client and lightening the burden on the client. This study aims to find out the relationship of spiritual intelligence with the caring behavior of nurses in nursing practice in the inpatient room of RSI PKU Muhammadiyah Tegal. The research design used in this study is descriptively corative. Sampling method in this study used random sampling cluster with research sample of 86 respondents. The instruments used in this study were demographic questionnaires, spiritual intelligence questionnaires, and caring behavior questionnaires. Test the hypothesis using Pearson correlation test. Based on data analysis obtained correlation coefficient r of 0.315 with a significant level of p = 0.003. Thus there is a positive relationship between spiritual intelligence and caring behavior of nurses in nursing practice in the inpatient room of RSI PKU Muhammadiyah Tegal. It is expected that the nurse can continue to improve her spiritual intelligence so that the nurse can interpret her life and work is a noble job not just a routine but associating it on the basis of worship.Keywords: Spiritual intelligence, caring behavior, nurses
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024 Rahmawati, Eneng; Fatria, Ilham; Sari, Mariel Daba Sekar; Ferdyastari, Nathasya
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.441

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon.Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Penelitian yang telah dilakukan pada bulan November 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034).Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).Kata Kunci: LBP; Level aktifitas fisik; IMT; Jenis Kelamin; durasi duduk Abstract Low Back Pain (LBP) is a pain disorder that originates from the spine, nerves, and muscles in the lower back. There are 60 – 80% of the world's population affected by LBP during their lives. Low back pain sufferers also experience impaired functional abilities. Several factors related to the incidence of LBP include individual characteristics, for example age, gender, Body Mass Index (BMI), level of physical activity and duration of sitting. The aim of the study was to determine the relationship between respondent characteristics, physical activity, duration of sitting, BMI, and the incidence of LBP in educational staff at the Cirebon College of Health Sciences.The research method is descriptive analytical research with a cross-sectional approach carried out on educational staff at the Cirebon Health Sciences College by conducting interviews and filling out questionnaires. The sampling technique used the cross-sectional formula with a sample size of 68 people. Data were analyzed using the chi square test.Research conducted from November 2023 to March 2024 showed that there was a relationship between gender and the incidence of LBP (0.014), there was a relationship between age and the incidence of LBP (0.044), there was a relationship between BMI and the incidence of LBP (0.033), there was a relationship between levels of physical activity with the incidence of LBP (0.020), there is a relationship between sitting duration and the incidence of LBP (0.034)The conclusion of this study is that there is a significant relationship including individual characteristics, Body Mass Index (BMI), Physical Activity and Sitting Duration with the incidence of LBP in education staff at the Cirebon Health Sciences College. Suggestions for the Cirebon STIKes College, it is hoped that they can routinely hold morning exercise once a week for employees to improve the quality of employee productivity as well as efforts to minimize the risk of Low Back Pain complaints.Keywords: LBP; Physical activity level; BMI; Gender; sitting duration
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA Natalia, Lia; Yuwansyah, Yeti; Fitriyani, Afifah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.357

Abstract

Seks pra nikah adalah aktivitas fisik, yang menggunakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan erotis atau perasaan afeksi kepada lawan jenisnya diluar ikatan pernikahan. Sikap remaja terhadap Seks pra nikah perlu ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen (eksperimen semu) dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasinya seluruh siswa SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 250 orang dan sampelnya 35 orang dengan teknik proportional to size. Instrumen yang digunakan kuesioner  dengan cara angket. Analisis data univariat menggunakan distribusi tendensi sentral, uji normalitas dan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap remaja mengenai seks pra nikah sebelum pendidikan kesehatan reproduksi (pretest) sebesar 68,17% dan sesudah pendidikan kesehatan reproduksi (posttest) sebesar 78,48%. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap seks pra nikah pada remaja di  SMA Darul Fatwa Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun 2022 dengan nilai p = 0,000.  Disarankan pihak sekolah untuk mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan secara internal atau melibatkan pihak eksternal. Bagi remaja perlu aktif mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi khususnya tentang seks pra nikah agar mempunyai sikap dan terhindar dari perilaku yang berisiko.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi; Remaja; Sikap; Seks Pra Nikah AbstractPremarital sex is a physical activity which uses the body to express erotic feelings or feelings of affection to the opposite sex outside of marriage. Adolescent attitudes towards premarital sex need to be improved through reproductive health education. This study aims to determine the effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022. This was a quasi-experimental study with a one group pretest-posttest approach. The population were all students of Darul Fatwa DHS, Jatinangor, Sumedang Regency for the academic year of 2021/2022 as many as 250 students. The samples involved were 35 students who were selected using the proportional to size technique. Data collection instrument used here was by means of a questionnaire. Univariate data analysis used the distribution of central tendency. Furthermore, normality test and bivariate analysis used the Wilcoxon test. The results of the study showed that the mean attitude of adolescents regarding premarital sex before reproductive health education (pretest) was 68.17% and after reproductive health education (posttest) it was 78.48%. There was an effect of reproductive health education on attitude towards premarital sex among adolescents at Darul Fatwa SHS, Jatinangor, Sumedang Regency in 2022 with a p value of 0.000. It is recommended that the school organize health education activities internally or involve external parties. For adolescents, it is necessary to actively participate in reproductive health education activities, especially regarding premarital sex so that they have an attitude and avoid risky behavior.Keywords: Reproductive Health; Adolescents; Attitude; Premarital Sex
FAKTOR RISIKO ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III Indragiri, Suzana; Wahyuni, Sri; Herawati, Cucu; Kristanti, Iin; Yulistiyana, Laili Nurjannah; Dani, Awis Hamid; Aeni, Heni Fa'riatul
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.434

Abstract

Anemia memiliki dampak besar pada masa kehamilan, kelahiran, masa nifas, dan bayi. Faktor risiko anemi dapat dipengaruhi oleh faktor internal ibu dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Desain penelitian survey analitik digunakan dalam penelitian ini. Seluruh ibu hamil 234 orang dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dalam trimester ketiga yang dirawat di ruang aurum. Sampling total digunakan untuk mengumpulkan 234 responden. Penelitian ini menggunakan format pengumpulan data sekunder dari lembar asesmen kebidanan rawat inap dari rekam medis responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara paritas (p value 0,035), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value 0,046), kunjungan ANC (p value 0,022), dan status gizi (p value 0,000) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p value 0,641) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Kata Kunci: Anemia; Paritas; Tablet Fe; ANC; Status Gizi.Anemia has a major impact on pregnancy, birth, puerperium, and infancy. Risk factors for anemy can be influenced by internal maternal and environmental factors. The purpose of this study was to analyze risk factors for anemia in III trimester pregnant women. Analytical survey research design was used in this study. All 234 pregnant women in the study were all pregnant women in the third trimester who were treated in the aurum room. Total sampling was used to collect 234 respondents.  This study used a secondary data collection format from inpatient midwifery assessment sheets from respondents' medical records. Data analysis techniques use univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test.The results of the study obtained a relationship between parity (p value 0.035), adherence to Fe tablet consumption (p value 0.046), ANC visits (p value 0.022), and nutritional status (p value 0.000) with the incidence of anemia and there was no relationship between pregnancy distance (p value 0.641) with the incidence of anemia in third trimester pregnant women.Keywords: Anemia; Parity; Fe Tablets; ANC; Nutritional Status.
KONSUMSI KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA DENGAN ANEMIA Handayani, Trisna Yuni; Sari, Desi Pramita; Tarigan, Renny Adelia
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.422

Abstract

Anemia pada remaja merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah pada remaja 12 gr/dl. Remaja yang mengalami anemia dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksinya. Penatalaksanaan anemia remaja dapat dilakukan dengan pemberian tablet Fe dan meningkatkan asupan gizi dari makanan seperti asupan kurma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja. Desain penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan 2 grup pre post design dengan jumlah sampel 30 remaja dengan anemia di Kota Batam. Penelitian dilakukan dengan pemberian kurma ajwa 100 gr perhari selama 4 minggu kepada kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi sebesar 0,89 gr/dl yaitu dari 11,13 gr/dl (sebelum pemberian buah kurma) meningkat menjadi 12,02 gr/dl (setelah pemberian kurma). Hasil analisis bivariat dengan uji T didapatkan p value = 0,000 artinya secara statistik ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar hemoglobin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Diharapkan remaja dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya sehingga remaja tidak mengalami anemia.Kata Kunci: Anemia, Remaja, KurmaAbstract Anemia in adolescents is a condition which the hemoglobin level in the blood of adolescent is 12 gr/dl. Adolescents who experience anemia can affect the growth and development of their reproductive organs. The intevention of anemia’s adolescent can be done by administering Fe tablets and increasing nutritional intake from foods such as dates. The aim of this study was to determine the effect of consuming dates to increasing hemoglobin levels in adolescents with anemia. The research design is quasi-experimental with 2 pre-post design groups with a sample size of 30 adolescents with anemia. The research was conducted by giving 100 grams of  ajwa’s dates per day for 1 month to the intervention group. The results of the research showed that there was an increase in hemoglobin levels in the intervention group 0.89 gr/dl, namely from 11.13 gr/dl (before giving dates) increased to 12.02 gr/dl (after giving dates). The results of  bivariat analysis usethe T test showed p value = 0.000, meaning that statistically there was a significant difference in the average hemoglobin levels between the intervention group and the control group. It is hoped that adolescent can fulfil their nutritional intake so the adolescentdo not suffer anemia.Keywords: Anemia, Adolescent, Dates
EFEKTIFITAS BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELITUS Romlah, Romlah; Mataputun, Donny Richard
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.241

Abstract

Data dari International Diabetes Federation (IDF) mencatat bahwa dari 220 negara di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-7 dalam jumlah penderita DM. Berdasarkan atlas DM di bawah ini diperkirakan pada tahun 2045 jumlah penderita DM akan mencapai 700 juta jiwa. Angka di atas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. IDF juga memprediksikan dengan semakin memburuknya globalisasi, jumlah penderita diabetes akan terus meningkat dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.Komplikasi diabetes melitus jangka panjang salah satunya penyempitan pembuluh darah perifer yang disebabkan oleh aterosklerosis dan merupakan salah satu penyebab ulkus kaki diabetik yang paling umum dan mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas buerger allen exercise yang dilakukan pada pasien diabetes untuk meningkatkan nilai ABI agar tidak terjadi nya penyempitan pembuluh darah perifer.Metode artikel ini menggunakan metode literature review yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai ABI dalam upaya pelaksanaan buerger allen exercise yang dilakukan pada pasien DM, literature yang digunakan adalah jurnal yang dipublikasikan dari data base publish or perish, google scholar, microsoft akademicdari tahun 2016 sampai dengan 2021. Hasil literature review yang dilakukan menunjukan buerger allen exercise terbukti signitifkan untuk meningkatkan nilai ABI dan melancarkan aliran darah perifer.Kata Kunci:BAE, Nilai ABI, DM Abstract Data from the International Diabetes Federation (IDF) noted that out of 220 countries in the world, Indonesia was ranked 7th in the number of DM sufferers. Based on the DM atlas below, it is estimated that by 2045 the number of people with DM will reach 700 million people. The figure above has increased from the previous year. IDF also predicts that with the worsening of globalization, the number of people with diabetes will continue to increase in the next 5 to 10 years. One of the long-term complications of diabetes mellitus is narrowing of peripheral blood vessels caused by atherosclerosis and is one of the most common and life-threatening causes of diabetic foot ulcers. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Buerger Allen exercise in diabetic patients to increase the ABI value so that peripheral blood vessel constriction does not occur.The method of this article uses the literature review method which aims to determine the increase in the value of ABI in an effort to implement the Buerger Allen exercise carried out in DM patients, the literature used is journals published from the Publish or Perish database, Google Scholar, Microsoft Academic from 2016 until 2021. The results of a literature review conducted show that Buerger Allen exercise has been shown to be significant for increasing ABI values and improving peripheral blood flow.Keywords: BAE, Nilai ABI, DM
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL MUL-MULAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI JARING-PTM PADA ANAK REMAJA Mujito, Mujito; Sepdianto, Tri Cahyo; Abiddin, Andi Hayyun
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.402

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) saat ini semakin meningkat, tidak hanya terjadi pada dewasa, namun juga terjadi pada remaja. Promosi kesehatan salah satu cara dalam mencegah penyakit tidak menular. Promosi perilaku hidup sehat dengan perilaku Cerdik pada anak remaja merupakan upaya dini pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini menghasilkan media edukasi Jaring-PTM untuk meningkatkan perilaku pencegahan penyakit tidak menular pada anak remaja. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dengan prosedur pengembangan ADDIE. Subyek penelitian yaitu 10 responden guru dan tenaga pendidikan sebagai partisipan focus group discussion (FGD), dan 60 responden siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun 2021 sebagai subyek dalam perancangan media yang diambil menggunakan teknik porpusive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi: siswa kelas XI dan bersedia menjadi responden. Obyek yang diteliti adalah kualitas, kepraktisan serta efektifitas media. Pengambilan data menggunakan wawancara, diskusi terarah, check list dan kuesioner. Data dianalis secara univariat dengan menyajikan frekuensi dan persentase. Pengukuran kualitas media dari ahli materi, skor 84% Layak, ahli media, skor 75% Layak. Pengukuran kepraktisan dari responden: uji coba 1 diperoleh rerata skor 86% Sangat Layak dan skor praktisi 81% Layak, uji coba 2 diperoleh rerata skor 82% Layak dan dari praktisi skor 86% Sangat layak. Kesimpulannya media edukasi Jaring-PTM sangat layak dimanfaatkan sebagai media belajar dalam pencegahan PTM dengan perilaku Cerdik. Tenaga pendidik diharapkan mampu menggunakan media edukasi Jaring-PTM sebagai media alternatif dalam edukasi kesehatan di sekolah sesuai kearifan lokal.Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Media Edukasi; Jaring-PTM Abstract Non-communicable diseases (NCDs) are currently increasing, not only occurring in adults, but also in teenagers. Health promotion is one way to prevent non-communicable diseases. Promotion of healthy living behavior with smart behavior in teenagers is an early effort to prevent risk factors for non-communicable diseases. The aimed of this research is to produce Jaring-PTM educational media to improve non-communicable disease prevention behavior in teenagers. This research used a Research and Development design with the ADDIE development procedure. The research subjects were 10 respondents from teachers and education personnel as focus group discussion (FGD) participants, and 60 respondents from Blitar City State Madrasah Aliyah students in 2021 as subjects in media design who were taken using a porpusive sampling technique in accordance with the inclusion criteria: class XI students and willing to be a respondent. The objects studied are the quality, practicality and effectiveness of the media. Data collection used interviews, focused discussions, check lists and questionnaires. Data were analyzed univariately by presenting frequencies and percentages. Measuring media quality from material experts, score 84% Decent, media experts, score 75% Decent. Measurement of practicality from respondents: trial 1 obtained an average score of 86% Very Feasible and a practitioner score of 81% Feasible, trial 2 obtained an average score of 82% Feasible and from practitioners a score of 86% Very feasible. In conclusion, the Jaring-PTM educational media was very suitable to be used as a learning medium in preventing NCDs with smart behavior. Educators are expected to be able to use the Jaring-PTM educational media as an alternative media in health education in schools according to local wisdom.Keywords: Knowledge; Attitude; Educational Media; Jaring-PTM
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Utami, Hernastiti Sedya; Azizah, Atika Nur; Maulana, Andi Muh.; Susanto, Fani; Oviyanti, Pradana Nur
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital 2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital 2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness
KARAKTERISASI SEDIAAN SNEDDS (SELF NANO EMULSIFIYING DRUG DELIVERY SYSTEM) FUROSEMID Setiawati, Rini; Nugrahini, Febrina
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.453

Abstract

Furosemid merupakan obat diuretik lyang digunakan untuk terapi edema untuk kelainan jantung, ginjal, hepatic failure dan digunakan pada pengobatan hipertensi. Furosemid memiliki kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut furosemid dibuat dalam bentuk sediaan SNEDDS. Sediaan SNEDDS dilakukan uji Organoleptis, uji sentrifugasi, uji pH, dan uji viskositas yang dilakukan selama 3 bulan penyimpanan pada suhu 40oC. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan tidak ada pemisahan fase, pengendapan, cracking maupun creaming. pH 5,53 ± 0,02 sediaan setelah penyimpanan pada suhu 40oC tidaak mengalami perubahan signifikan. Viskositas sediaan sebelum 238,69±0,1cps  dan setelah penyimpanan 225,21 ± 0,1.Kata kunci: Furosemid; SNEDDS; Organoleptis; Viskositas AbstractFurosemide is a diuretic drug used for edema therapy with heart, kidney, and hepatic failure and used in the treatment of hypertension. Furosemide has poor solubility and permeability. To overcome this, furosemide is made in the form of SNEDDS preparations. Organoleptical tests, centrifugation tests, pH tests, and viscosity tests were carried out for 3 months of storage at 40°C. The results of organoleptic observations showed no phase separation, precipitation, cracking, or creaming. pH 5.53 ± 0.02 of the preparation after storage at 40°C did not undergo significant changes. Viscosity of the preparation before 238.69 ± 0.1 cps and after storage 225.21 ± 0.1.Keywords: Furosemide; SNEDDS; organoleptics; viscosity