cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285649544287
Journal Mail Official
nia@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Universitas Kahuripan Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agriovet
ISSN : 26544792     EISSN : 27164403     DOI : https://doi.org/10.51158/agriovet.v3i2.545
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Agriovet merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis.Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Articles 288 Documents
TINGKAT MOTIVASI PETERNAK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA (Studi Kasus Kelompok Ternak Jaya Bersama Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang) Angga Nugraha; Armayani Armayani; Muhammad Rais Rahmat Razak; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pada tingkatan mana motivasi peternak dalam beternak sapi potong dengan mengukur kebutuhan hidup keluarga. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020 pada kelompok ternak Jaya Bersama dengan total responden 30 anggota kelompok ternak dengan mengambil seluruh jumlah populasi peternak yang berada dalam kelompok ternak jaya Bersama. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frequensi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan di Kelurahan Massepe Kab. Sidenreng Rappang yaitu mendapatkan skoring 89, berada pada kategori Sedang. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pemeliharaan sapi potong bukanlah pekerjaan pokok peternak melainkan hanya bersifat sampingan karena jika mengandalkan dari usaha pertanian yang merupakan usaha pokok tidaklah cukup. Usaha tani komoditi pertanian yang dikombinasikan dengan sistem usaha bagi hasil ternak sapi potong dapat menambah pendapatan petani/peternak sehingga kesejahteraannya dapat meningkat. Kata Kunci : Motivasi, peternak, sapi potong, kelompok ternak, kebutuhan
POTENSI POPULASI TERNAK DAN PERMASALAHAN PEMELIHARAAN DI KECAMATAN RIUNG BARAT, KABUPATEN NGADA Egidius Rembo; Umbu A. Hamakonda; Jenny R. Bay
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi ternak(Sapi, Kuda, Kerbau, Kambing, Babi, Ayam dan Itik/Bebek) danpermasalahan dalam proses pemeliharaan di Kecamatan Riung Barat,Kabupaten Ngada, Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitudeskriptif eksploratif dengan melakukan observasi lapangan danpengambilan data populasi ternak dari setiap desa. Jenis ternak yangpaling dominan dipelihara oleh masyarakat pertanian di KecamatanRiung Barat yaitu ternak sapi (800 ekor), babi (975 ekor), dan ayam(7085 ekor). Usaha peternakan bagi masyarakat di Kecamatan RiungBarat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Selainmemenuhi kebutuhan protein hewani, ternak juga dapat digunakanuntuk meningkatkan status sosial dan memenuhi kebutuhan adatistiadat. Namun usaha peternakan bagi masyarakat di KecamatanRiung Barat hanya dijadikan sebagai usaha sampingan karena matapencaharaian masayarakat di kecamatan Riung Barat adalah petanisehinga rendahnya perhatian terhadap ternak yang di pelihara.Kata Kunci : Masyarakat Kecamatan Riung Barat, Potensi Ternak,Permasalahan Pemeliharaan
EFEK PENAMBAHAN PROBIOTIK TEPUNG DALAM PAKAN TERHADAP KECERNAAN DAN RETENSI NITROGEN KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE Desna Ayu Wijayanti; Dimas Fajar Nugroho
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.554

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruhpenambahan probiotik bentuk tepung terhadap kecernaan bahan kering(KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), kecernaan protein (KcPK)dan retensi nitrogen pada kelinci peranakan New Zealand Whiteperiode lepas sapih. Materi yang digunakan yaitu 40 ekor kelincijantan lepas sapih berumur 28 hari dengan rataan bobot badan yaitu523,15 ± 97,49 g/ekor. Metode yang digunakan adalah metodepercobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari limaperlakuan dan empat kelompok sebagai ulangan. Perlakuan tersebutadalah P0= pakan basal (tanpa penambahan probiotik), P1= pakan basal+ 0,25% probiotik, P2= pakan basal + 0,50% probiotik, P3= pakanbasal + 0,75% probiotik dan P4= pakan basal + 1% probiotik. Pakanyang digunakan yaitu pakan lengkap dalam bentuk pellet sebagaipakan basal dan probiotik tepung. Variabel yang diukur meliputikecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan proteindan retensi nitrogen. Data dianalisis menggunakan sidik ragam danapabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji JarakBerganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompokdan perlakuan penambahan probiotik tepung memberikan pengaruhtidak nyata (P>0,05) terhadap KcBK, KcBO, KcPK dan retensinitrogen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwadengan penambahan probiotik sebesar 1% menunjukkan hasil terbaikdari KcBK, KcBO, KcPK dan retensi nitrogen.Kata Kunci : kecernaan, new zealand white, probiotik, retensi nitrogen
PRODUKSI KOLOSTRUM SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) PADA PERIODE LAKTASI YANG BERBEDA Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilorini; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.574

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui produksikolostrum pada sapi perah FH dengan periode laktasi yang berbeda.Metode penelitian menggunakan studi kasus di Koperasi PeternakanSapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Nongkojajar, Kecamatan Tutur,Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur sebagai tempatpemeliharaan sapi perah FH laktasi. Materi yang digunakan dipenilitian adalah sapi perah FH laktasi sebanyak 37 ekor. Pengambilansampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitianmenunjukkan produksi kolostrum pada periode laktasi 2,3,4, dan 5masing-masing dalam satuan liter/ekor/hari yaitu 7.72 ± 2.64, 9.09 ±1.89, 10.80 ± 1.28, 9.04 ± 2.61 liter/ekor/hari Kesimpulan daripenelitian tren produksi kolostrum pada sapi perah FH meningkat dariperiode laktasi ke 2 sampai periode laktasi ke 4, setelahnya trenproduksi kolostrum mengalami penurunan.Kata Kunci : Kolostrum, Sapi perah, Produksi
PERANAN LEMBAGA MEDIATOR DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN TELUK STARING La Aman Tabia
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.581

Abstract

Lembaga mediator berperan dalam membina petani mengelolausahataninya untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui peranan lembaga mediator Maju MitraPesisir dalam pengembangan budidaya Rumput Laut di Perairan TelukStaring. Penetuan lokasi penelitian secara purposive denganpertimbangan Desa Ranooha Raya merupakan desa binaan Maju MitraPesisir. Penentuan sampel dilakukan secara sensus berjumlah 13 orang.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitianmenunjukan lembaga mediator cukup berperan terhadap peningkatanaksesbilitas petani rumput laut terhadap penyuluhan di dalam desa,mediasi permasalahan dan kebutuhan informasi melalui kegiatanpenyuluhan yang intensif, penyaluran dana kepada kelompok tani,diseminasi informasi, pengadaan sarana produksi dan input. Lembagamaju mitra pesisir tidak banyak berperan dalam peningkatan kegiatankolektif panen rumput laut, pemasaran, dan simpan pinjam.Kata Kunci : Aksesbilitas, Pesisir, Penyuluhan, Rumput Laut
PANDEMI COVID 19 TERHADAP PENJUALAN DAN DAYA BELI HEWAN QURBAN (IDUL ADHA) TAHUN 2020 – 2021 DI KOTA KEDIRI Nur Solikin; Sugiono Sugiono; Linawati Linawati; Samari Samari
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.584

Abstract

Munculnya penyakit corona karena virus Covid 19 di Indonesia sejakbulan maret 2019 hingga sekarang menyebabkan dampak besar diberbagai sektor kehidupan terutama dibidang perekonomian.Peternakan salah satu sector riil yang tidak luput terdampak karenapademi covid 19. Idul adha adalah hari raya bagi umat islam yangdidalamnya terdapat ritual penyembelihan hewan qurban. Ritualperayaan dengan menyembelih hewan qurban adalah peluang bagipeternak dan penyedia hewan qurban. Penelitian dilakukan di KotaKediri dengan responden adalah penyedia/ pedagang hewan qurban,konsumen dan masyarakat/ panitia qurban. Jenis penelitai deskriptifkualitatif dengan tujuan penelitian yaitu melakukan kajian dan analisiskondisi pandemi covid 19 terhadap penjualan dan daya beli hewanqurban masyarakat Kota Kediri tahun 2020-2021. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat peningkatan penyembelihan jumlahhewan qurban pada tahun 2021, namun penyedia/ pedagang hewanqurban di Kota Kediri mengalami adanya penurunan penjualan 30- 40persen dibandingkan tahun 2020 karena pemberlakukan pembatasankegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Kediri.Kata Kunci : Covid 19, Hewan Qurban, Kota Kediri.
Trichoderma viride PADA FERMENTASI LIMBAH GARUT TERHADAP KADAR PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR (SK) Badat Muwakhid; Djoko Subagyo; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.596

Abstract

Konsentrasi penggunaan Trichoderma viride yang terkandung dalamprotein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada proses fermentasi limbahgarut memiliki pengaruh sehingga perlu dilakukan penelitian untukmengetahui tingkat konsentrasi yang digunakan. Dalam hal ini metodepenelitian yang sesuai yaitu metode percobaan Rancangan AcakLengkap dengan Pola Faktoral : 3 x 3 dengan 4 ulangan. Variabel yangdiamati dan dilakukan pengukuran merupakan zat yang terkandungyakni protein kasar dan serat kasar dengan menggunakan analisaproksimat. Data hasil pada penelitian ini dapat dilihat bahwa rataankandungan serat kasar (SK) dan protein kasar (PK) limbah garutpada masing masing perlakuan konsentrasi K1 protein kasar 3,50 %dan serat kasar 8,68 %, K2 protein kasar 3,75 % dan serat kasar 8,52%, K3 protein kasar 3,82 % dan serat kasar 8,34 %. Kesimpulanfermentasi limbah garut menggunakan inoculum Trichoderma viridekandungan protein kasar meningkat dan kandungan serat kasarmengalami penurunan.Kata Kunci : Fermentasi, Limbah garut, Trichoderma viride
KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM KONSUMSI DENGAN MASERASI EKSTRAK BUAH MANGROVE SELAMA PENYIMPANAN 18 HARI Azmi Mangalisu; Andi Kurnia Armayanti; Rajmi Faridah; Amran Amran
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.610

Abstract

Telur merupakan produk pangan dengan penyimpanan yang relatifpendek karena kandungan nutrisi yang kompleks sehingga mudahrusak. Telur hanya dapat bertahan 7 - 10 hari di suhu ruang, selebihnyaakan mengalami perubahan kandungan nutrisi sehingga terjadikerusakan berupa proses penguapan kadar air, mengeluarkan baubusuk dan perubahan rasa. Proses pengawetan dapat mengatasikerusakan pada telur. Pengawetan dilakukan untuk memperpanjangdaya simpan bisa bertahan lebih lama yakni dengan prosespenyamakan. Penyamakan telur dapat diperoleh dari tanin yang berasaldari tanaman mangrove. Tanin banyak diperoleh dibagian daun, kulitkayu bahkan buah mangrove. Penelitian menggunakan RancanganAcak Lengkap dengan 4 Perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan.Perlakuan yang diuji cobakan disimpan selama 18 hari denganperlakuan level ekstrak buah mangrove (T) yaitu 0, 10, 20 dan 30%.Perlakuan ekstrak buah mangrove memberikan pengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap indek puith telur dengan indeks kuning telur namunperlakuan ekstrak buah mangrove tidak menunjukkan pengaruh yangnyata (P>0,05) pada nilai PH putih telur dan Ph kuning telur.Penggunaan ekstrak buah mangrove sebanyak 30% dapatmempertahankan daya simpan telur selama penyimpanan 18 hari.Kata Kunci : Buah mangrove, Putih telur, Kuning telur, Level, Telur
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI JAGUNG VARIETAS LAMURU DI DESA LOA, KECAMATAN SOA, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NTT Victoria Ayu Puspita; Maria Clara Mau; Gerardus Reo
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.623

Abstract

Tantangan produksi jagung komposit jenis Lamuru seluas 4 hadikaji dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan produksi jagung.Varietas yang digunakan adalah Lamuru yang dibudidayakan di DesaLoa, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada dengan luas areal tanam 4 ha.Variabel yang diamati adalah penggunaan input dan tenaga kerjaserta output, serta permasalahan produksi, diperoleh data kualitatifyang dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil pengkajianmenunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhiproduktivitas jagung Lamuru sehingga terdapat perbedaan antaraestimasi ubinan dan hasil panen nyata yang dihasilkan, faktor-faktortersebut antara lain: varietas benih, teknik penanaman, seleksi,pengendalian hama dan penyakit, pemupukan, pengendalian gulma,panen dan pascapanen serta faktor sosial. Produksi yang dicapai adalah9,7 ton dengan produktivitas sebesar 2,4 ton/ha. Keuntungan yangdiperoleh sekitar Rp. 13,4 juta dengan rasio b/c sebesar 1,46.Kata Kunci : Produksi jagung, varietas komposit jenis lamuru, faktorproduksi, pendapatan The challenges of producing Lamuru composite corn covering anarea of 4 ha were studied with the aim of knowing the feasibility ofcorn production. The variety used is Lamuru which is cultivated in LoaVillage, Soa District, Ngada Regency with a planting area of 4 ha. Thevariables observed were the use of inputs and labor and outputs, aswell as production problems, qualitative data were obtained whichwere analyzed using descriptive analysis methods. The results of thestudy show that several factors affect the productivity of Lamuru cornso that there is a difference between the estimated tile and the actualyield produced, these factors include: seed varieties, plantingtechniques, selection, pest and disease control, fertilization, weedcontrol, harvesting. and postharvest and social factors. The achievedproduction is 9.7 tons with a productivity of 2.4 tons/ha. The profitearned is around Rp. 13.4 million with a b/c ratio of 1.46.Key words: Corn production, lamuru varieties, factors of production,income
ETNOBOTANI DAN PENGELOLAAN AGROFORESTRI PEKARANGAN PADA MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DI KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT Ida Rustianti; Sigit Normagiat; Wahyu Saputra; Aditya Putra; Widiya Octa Selfiany
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.631

Abstract

AbstrakAgroforestri pekarangan (AP) sudah dikenal dipraktekkan sejaklama oleh masyarakat tradisional di negara tropis. Penerapan AP dapatmeningkatkan kualitas lingkungan yang ada di sekitarnya sepertimencegah terjadinya erosi, perbaikan ekologis, konservasibiodiversitas, perbaikan nutrisi tanah, serta berperan dalam penyerapankarbon dan mitigasi perubahan iklim. AP banyak ditemukan tersebar diberbagai lokasi di Kalimantan Barat baik yang dimiliki oleh penduduklokal maupun pendatang. Permasalahan yang muncul adalahkarakteristik vegetasi AP dapat berbeda antar satu lokasi dengan lokasilainnya, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik lahan,maupun oleh budaya masyarakat setempat. Tujuan penting daripenelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai karakteristikvegetasi AP dan pengelolaannya oleh masyarakat. Hal tersebut sebagaidasar perencanaan program maupun kebijakan tentang kehutananmasyarakat (social forestry) khususnya bagi masyarakat transmigran diKabupaten Kayong Utara (KKU). Metode: Penelitian dilakukan diDesa Seponti Jaya dan Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti, KKU.Menggunakan pendekatan kualitatif terhadap komposisi, bentuk hidup(life form), fenologi, sosiabilitas, dan vitalitas vegetasi yang ada di AP.Sedangkan prosedur penelitian dilakukan melalui observasi langsungbersama dengan 26 responden untuk menginventarisasi seluruh jenisvegetasi dan pengelolaannya yang terdapat di area sampel. Hasil: terdata 77 jenis tanaman di AP, yang terdiri dari tanaman buah,pangan, bumbu, obat, sayuran, hias dan pertukangan. pola AP di lokasipenelitian termasuk ke dalam Agrosilvopasteur yaitu kombinasi antarabudidaya tanaman pertanian, kehutanan, dan ternak. Perlakuanbudidaya berupa perawatan, pemupukan dan pengendalian OPTditerapkan oleh pemilik secara mandiri. Modal yang dibutuhkan untukmengelola AP berkisar Rp500.000 – Rp2.000.000,/tahun denganpendapatan rata-rata yang diperoleh hingga Rp5.000.000. Kata Kunci : Etnis, lahan, pengelolaan, vegetasi AbstractAgroforestry pekarangan (AP) has been known to be practiced for along time by traditional communities in tropical countries. Theapplication of AP can improve the quality of the surroundingenvironment such as preventing erosion, ecological improvement,biodiversity conservation, improving soil nutrients, and playing a rolein carbon sequestration and climate change mitigation. APs are foundscattered in various locations in West Kalimantan, both owned by localresidents and immigrants. The problem that arises is that thecharacteristics of AP vegetation can differ from one location toanother, this can be influenced by the physical condition of the land, aswell as by the culture of the local community. An important objectiveof this research is to obtain information about the characteristics of APvegetation and its management by the community. This is the basis forplanning programs and policies on social forestry, especially for thetransmigrant community in North Kayong Regency (KKU). Methods:The research was conducted in Seponti Jaya Village and Telaga ArumVillage, Seponti District, KKU. Using a qualitative approach to thecomposition, life form, phenology, sociability, and vitality ofvegetation in AP. Meanwhile, the research procedure was carried outthrough direct observation with 26 respondents to make an inventoryof all types of vegetation and their management in the sample area.Results: recorded 77 species of plants in AP, consisting of fruit, food, spices, medicine, vegetables, ornamental and carpentry. The APpattern at the research site is included in the Agrosilvopasteur, which isa combination of agricultural, forestry, and livestock cultivation.Cultivation treatments in the form of care, fertilization and pest controlare applied by the owner independently. The capital required tomanage AP ranges from Rp. 500,000 – Rp. 2,000,000/year with anaverage income of up to Rp. 5,000,000. Key words: Ethnicity, land, management, vegetation