cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285649544287
Journal Mail Official
nia@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Universitas Kahuripan Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agriovet
ISSN : 26544792     EISSN : 27164403     DOI : https://doi.org/10.51158/agriovet.v3i2.545
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Agriovet merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis.Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Articles 288 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH DIBIDANG PERTANIAN KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA PROVINSI NTT Umbu Awang Hamakonda; Egidius Rembo; Jenny R Bay; Igniosa Taus
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danmasalah di bidang pertanian. Metode penelitian ini adalah deskriptifeksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dikecamatan Riungbarat Kabupaten Ngada memiliki potensi dibidang pertanian danmemiliki luas lahan pertanian tanaman padi sebesar 1060 Ha danjumlah produksi 5,5 Ton/Ha, jagung luas luas lahan 829 dengan jumlahproduksi 2,5 Ton/Ha, kacang tanah memiliki luas lahan 38 Ha denganjumlah produksi 1,5 ton/ha, singkong memiliki luas areal 471 ha danproduksi sebesar 1,5 ton/ha, tanaman cabai memiliki luas areal 22 Hadan produksi sebesar 12,93 ton/ha sedangkan tanaman perkebunankopi robusta memiliki luas areal 81,5 Ha dengan jumlah produksisebesar 61,1 ton/Ha. Masalah dibidang pertanian adalah perubahaniklim dan kurangnya teknologi yang baik serta ketersediaan air danpupuk sehingga mempengaruhi hasil produksi pertanian yang kurangbaik. Salah satu alternatif dalam upaya pemecahan masalah di bidangpertanian adalah mempersiapkan lahan secara optimal, pupuk sertaketersediaan teknologi dalam proses pengolahan tanah.Kata Kunci : Potensi dan masalah pertanian (padi, jagung, ubi kayu,cabai dan kopi robusta) The purpose of this research is to identify potentials and problemsin agriculture. This research method is descriptive exploratory. Theresults showed that the district of Riung Barat, Ngada Regency haspotential in agriculture and has an area of 1060 Ha of agricultural landfor rice and a total production of 5.5 tons/ha, corn has an area of 829with a total production of 2.5 tons/ha, peanuts has a land area of 38 hawith a total production of 1.5 tons/ha, cassava has an area of 471 haand a production of 1.5 tons/ha, chili plants have an area of 22 ha and aproduction of 12.93 tons/ha while plantation crops Robusta coffee hasan area of 81.5 Ha with a total production of 61.1 tons/Ha. Problems inagriculture are climate change and lack of good technology as well asthe availability of water and fertilizers so that it affects agriculturalproduction that is not good. One alternative in efforts to solveproblems in agriculture is to prepare the land optimally, fertilizers andthe availability of technology in the soil processing process.Key words: Agricultural potential and problems (rice, corn, cassava,chili and robusta coffee)
IDENTIFIKASI PENYEBAB GAGAL PANEN JAGUNG LAMURU (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI STIPER FLORES BAJAWA DESA TUREKISA KECAMATAN GOLEWA BARAT) Igniosa Taus; Hendrikus Demon Tukan
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.723

Abstract

AbstrakKelompok tani Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPERFB) melaksanakan program pemerintah yaitu Tanam Jagung PanenSapi (TJPS) dengan melakukan beberapa proses produksi yaitu:penyiapan benih, persiapan lahan, penanaman, perawatan danpemeliharaan, yang terdiri dari pemupukan, penyiangan serta panendan pasca panen. Permasalahan besar yang dihadapi petani adalahgagal panen, keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranyaadalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung sertacurah hujan yang tinggi. Tujuan mengidentifikasi gagal panen padausaha tani, mengidentifikasi solusi pemecahan masalah penyebab gagalpanen jagung. Metode analisis yang digunakan yaitu analisa denganmenggunakan metode Fish Bone untuk mengetahui sebab akibat daripermasalahan gagal panen jagung kelompok tani STIPER FB.Kata Kunci : Pengendalian, gagal panen, fish bone, sebab akibat AbstractThe farm goup in STIPER FB executed the program fromgovernment named TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) It means thatgrowing corn harvesting cow. In this program the farm group did someproduction proceses, they were the preperation of seeds, groundpreperation, planting, maintainance by fertilization and weeding andalso harvesting and pra harvesting. The big problem faced by the farmgroup was crops failure. There were some factors causing this problem,the first there was pests disease and second was heavy rainfall. Theaim of this research was to identify the factor causing crops failure ofcorn. The method used in this research was fish Bone method to knowthe cause and impact of crops failure in farm group of STIPER FB.Key words: Control, crop failure, fish bone, cause, impact
ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI CENGKEH DI KECAMATAN POSIGADAN Merita Ayu Indrianti; Ian Eka Prawita Pau; Widiastuti Ardiansyah; Yusriah A. Gobel
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.725

Abstract

AbstrakPendapatan merupakan faktor penting yang menjadi indikatorkeberhasilan suatu usaha. Cengkeh merupakan salah satu bahanpertanian yang sangat penting. Ketidakmertaan distribusi pendapatanakan menyebabkan kemiskinan. Penelitian dilakukan di KecamatanPosigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Tujuan penelitianuntuk mengetahui pendapatan petani cengkeh dan distribusipendapatan petani cengkeh di Kecamatan Posigadan KabupatenBolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini melibatkan 74 petaniresponden yang tersebar di tujuh desa. Metode dalam penelitian adalahkuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatpendapatan petani cengkeh dinilai layak dan menguntungkan dilihatdari imbangan penerimaan dan biaya rata-rata yaitu sebesar 1,89.Distribusi pendapatan cengkeh berada pada kecenderungan yangmerata yang ditunjukkan dengan koefisien Gini sebesar 0,10.Kata Kunci : Pendapatan, distribusi pendapatan, petani, cengkeh,koefisien gini AbstractIncome is an important factor that becomes an indicator of thesuccess of a business. Clove are one of the most important agriculturalingredients. Inequality of income distribution will lead to poverty. Theresearch was conducted in Posiga and South Bolaang MongondowDistricts. The purpose of the study was to determine the income ofclove farmers and the distribution of clove farmers' income inPosigadan District, South Bolaang Mongondow Regency. This studyinvolved 74 respondent farmers spread over seven villages. Themethod in this research is descriptive quantitative. The results showedthat the income level of clove farmers was considered feasible andprofitable in terms of the balance of revenues and average costs of1.89. The distribution of clove income is in an even trend as indicatedby a Gini coefficient of 0.10.Key words: Iincome, income distribution, farmers, clove, ginicoefficient
KERAGAAN USAHATANI LAHAN KERING PADA PETANI TRANSMIGRAN (Studi Kasus di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo) Widiastuti Ardiansyah; Merita Ayu Indrianti; Moh. Muchlis Djibran; Dedi Rizaldi Hippy
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.726

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani lahankering pada petani transmigran di Desa Saritani Kecamatan WonosariKabupaten Boalemo yang meliputi jenis komoditi, pola kombinasiusahatani lahan kering dan tingkat pendapatan usahatani dalamkegiatan usahatani. Penelitian dilakukan terhadap 73 petani yangtersebar di tiga dusun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 jeniskomoditi usahatani dan 21 pola kombinasi usahatani yang dilakukanoleh petani. Jenis komoditi yang diusahakan terdiri dari tanamanpangan (jagung dan padi), tanaman perkebunan (kelapa, kelapa sawitdan kopi), tanaman tahunan (cengkeh) dan hortikultura (sayur danbuah). Ketersediaan tenaga kerja tersedia dalam jumlah cukup banyak.Produktivitas lahan usahatani rendah, hal ini karena kondisi dantopografi lahan di sebagian besar lahan usahatani merupakan lahankering yang mengandalkan curah hujan dan kontur lahan berbukit.Tingkat pendapatan usahatani untuk tanaman yang banyak diusahakanoleh petani cukup baik dan menguntungkan namun harga jual ditingkat petani relatif rendah.Kata Kunci : Keragaan, usahatani, lahan kering, petani, transmigrasi AbstractThis study aims to determine the performance of dry land farmingon transmigrant farmers in Saritani Village, Wonosari District,Boalemo Regency which includes the type of commodity, thecombination pattern of dry land farming and the level of farm incomein farming activities. The study was conducted on 73 farmers spreadover three hamlets. The results showed that there were 16 types offarming commodities and 21 combination patterns of farming carriedout by farmers. The types of commodities cultivated consist of foodcrops (corn and rice), plantation crops (coconut, oil palm and coffee),annual crops (cloves) and horticulture (vegetables and fruit).Availability of labor available in sufficient quantities. The productivityof farming land is low, this is because the condition and topography ofthe land in most of the farming land is dry land that relies on rainfalland hilly land contours. The level of farming income for crops that aremostly cultivated by farmers is quite good and profitable, but theselling price at the farm level is relatively low.Key words: Performance, farming, dry land, farmers, transmigration
PENGARUH PERSENTASE PENGGUNAAN MALAM LEBAH (BEESWAX) TERHADAP MUTU POMADE PROPOLIS Guruh Prasetyo; Moch. Junus; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.732

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lilin lebah terhadapkualitas organoleptik propolis pomade. Bahan penelitian yang digunakanadalah malam lebah (beeswax) yang diperoleh dari peternak lebah serta tokoonline di kota Surabaya. Ekstrak propolis dihasilkan dari extraksi saranglebah tanpa sengat yang didapatkan dari peternak lebah pak Tarsa’iPasuruan. Minyak herbal yang diperoleh dari toko online yang berlokasi diJakarta, dan protaleum jelly yang diperoleh di toko bahan kimia Bromo KotaMalang. Alat-alat yang digunakan adalah kompor LPG, panci double boiling, spatula, timbangan, pipet tetes, gelas ukur, dan jar aluminiu /pot pomade.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakanRancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuandalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Penggunaan lebah malam(beeswax) 10%, 15% dan 20% volume pomade. Data yang diperoleh daripenelitian ini akan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance).Jika ada efek yang signifikan, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil(BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan malam lebah telahmemberikan efek yang berbeda pada warna dan bau kualitas propolis pomade(T <0,05). Sedangkan pada kualitas tekstur memberikan pengaruh yangberbeda nyata (T> 0,05). Kesimpulannya adalah penggunaan lilin lebah telahmemberikan efek yang berbeda pada pomade propolis organoleptikberkualitas. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penggunaan lilinlebah dapat menjadi alternatif sebagai pengisi dalam pembuatan propolispomade.Kata Kunci : lilin lebah, lebah madu, pomade, propolis   The purpose of this research was to find the effect of beeswax to thepropolis pomade organoleptic quality. The research material usedbeeswax obtained from beekeepers in Surabaya. The propolis was fromthe Tarsai beekeeper in Pasuruan, herbs oil obtained from the JakartaOptima shop, and the protaleum jelly obtained at the Bromo chemicalstore. The tools used are LPG stoves, double boiling pans, spatulas,scales, drop pipettes, measuring cups, and aluminum pomade jar. Theresearch method used was an experiment using a ompletelyrandomized design with 3 treatments and 5 repetitions. The treatmentsin this study are as follows: Use beeswax 10%, 15% and 20% ofpomade volume Data obtained from this study will be analyzed usingANOVA (Analysis of variance). If there was significant effect,continue by Least Significant Different (LSD). The results showed ofthat the use of beeswax has give different effects on the colour andsmell quality of propolis pomade (T<0.05). While on texture qualitydid give different significant effect (T>0.05). The conclusion was theuse of beeswax has give different effects on the organoleptic qualitypropolis pomade. Based on the results of the study it was suggestedthat used of beeswax can bee an alternative as a filler in makingpomade propolis.Key words: Beeswax, honey bee, pomade, propolis
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN POLA PENGEMBANGAN TERNAK DI KECAMATAN WOLOMEZE, KABUPATEN NGADA Egidius Rembo; David Januarius Djawapatty; Jenny R. Bay
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.735

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi ternak(Sapi, Kuda, Kerbau, Kambing, Babi, Ayam dan Itik/Bebek) danpermasalahan dalam proses pemeliharaan di Kecamatan Wolomese,Kabupaten Ngada, Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitudeskriptif eksploratif dengan melakukan observasi lapangan danpengambilan data populasi ternak dari setiap desa. Jenis ternak yangpaling dominan dipelihara oleh masyarakat pertanian di KecamatanWolomese yaitu ternak sapi (2.203 ekor), babi (1.948 ekor), dan ayam(6.779 ekor). Usaha peternakan bagi masyarakat pada umumyadigunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dan juga dapatdigunakan untuk meningkatkan status sosial serta memenuhikebutuhan adat istiadat. Sementara usaha peternakan bagi masyarakatdi Kecamatan Wolomese hanya dijadikan sebagai usaha sampingankarena mata pencaharaian masayarakat di Kecamatan Wolomeseadalah petani sehinga rendahnya perhatian terhadap ternak yang dipelihara.Kata Kunci : Masyarakat Kecamatan Wolomese, Potensi Ternak,Permasalahan Pemeliharaan   AbstractThe aim of this study is to determine the number of population oflivestocks (Cow, Horse, buffalo, Goat, pig, Chicken and duck) andproblems in the maintenance process in Wolomeze district. NgadaNTT. The method used in this research is descriptive exploratory byconducting field observations and collecting livestock population datafrom each village. The most dominant type of livestock kept by theagricultural community in Wolomeze sub-district are: cows (2.203tails), pigs (1.948 tails) and chickens (6.779 tails). Livestock venturefor the common community is an inseparable part for their life. inaddition to meeting the needs of animal protein, livestock can also beused to improve social status and fulfill the traditional needs for thecommunity. Meanwhile livestock venture for community in Wolomezeis only used as a side line because their main job is as a farmer as aresult that less attention for livesstocks.Key words: The community of Wolomeze district, the livestockspotential, the maintainance problems
PRODUKSI RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) PADA DEFOLIASI PERTAMA DENGAN JARAK PENANAMAN YANG BERBEDA Desna Ayu Wijayanti; Nur Endang Sukarini
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.737

Abstract

 Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi perbedaanjarak tanam terhadap produksi rumput gajah mini (Pennisetumpurpureum cv. Mott). Materi yang digunakan yatiu bibit rumput gajahmini terdiri dari stek rumput gajah mini yang mempunyai minimal duaruas atau tiga ruas buku. Metode yang digunakan adalah metodepercobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dariempat perlakuan dan setiap perlakuan terdapat enam kali ulangan.Perlakuan tersebut terdiri dari P1 = rumput gajah mini dengan jaraktanam 20 x 20 cm, P2 = rumput gajah mini dengan jarak tanam 30 x 30cm, P3 = rumput gajah mini dengan jarak tanam 40 x 40 cm, P4 =rumput gajah mini dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Parameter yangdiukur meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi daun yangterdiri dari jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, lingkar batangdan produksi berat segar. Data kemudian dianalisis menggunakan sidikragam dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan UjiJarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwadengan adanya perbedaan jarak tanam pada penanaman rumput gajahmini tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah anakan, produksi daun yang terdiri dari jumlah daun, panjangdaun dan lebar daun, lingkar batang dan produksi berat segar rumputgajah mini. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan jarak tanam rumput gajah mini 40x40 cm menunjukkan hasil terbaikdari tinggi tanaman dan lingkar batang.Kata Kunci : jarak tanam, jumlah anakan, lingkar batang, produksi,rumput gajah mini dan tinggi tanaman The aim of the study was to determine and evaluate differences inplant spacing on the production of gajah mini grass (Pennisetumpurpureum cv. Mott). The material used is gajah mini grass seedsconsisting of gajah mini grass cuttings that have a minimum of two orthree nodes. The method used is an experimental method with acompletely randomized design (CRD) which consists of fourtreatments and each treatment has six replications. The treatmentsconsisted of P1 = odontoid grass with a spacing of 20 x 20 cm, P2 =gajah mini grass with a spacing of 30 x 30 cm, P3 = gajah mini grasswith a spacing of 40 x 40 cm, P4 = gajah mini grass with a spacing of50 x 50 cm. The variables measured included plant height, number oftillers, leaf production consisting of number of leaves, leaf length andleaf width, stem circumference and fresh weight production. The datawere analyzed using variance and if there were differences, it wascontinued with Duncan's Multiple Distance Test. The results showedthat the difference in spacing between the planting of gajah mini grassdid not have a significant effect on plant height, number of tillers, leafproduction consisting of number of leaves, leaf length and leaf width,stem circumference and production of fresh weight of gajah mini grass.Based on the results of the study, it can be concluded that with aspacing of 40x40 cm gajah mini grass, it shows the best results interms of plant height and stem circumference.Key words: Plant spacing, number of tillers, stem circumference,production, gajah mini grass and plant height
HUBUNGAN BODY CONDITION SCORE DENGAN KUANTITAS DAN SOLID NON FAT (SNF) KOLOSTRUM SAPI PERAH PFH DI KPSP SETIA KAWAN NONGKOJAJAR PASURUAN Indah Hanum Muashomah; Puguh Surjowardojo
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.748

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) SetiaKawan Nongkojajar selama 2 bulan pada tanggal 24 Agustus – 24 Oktober2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Body ConditionScore (BSC) sapi perah terhadap kuantitas kolostrum dan kandungan SolidNon Fat ( SNF) pada kolostrum. Materi yang digunakan adalah 42 ekor sapiperah bunting umur 9 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode survei dan observasi. Pengambilan sampel dilakukan secarapurposive sampling pada sapi perah tua bunting. Hasil persamaan regresidiperoleh dimana Y1 = 3,62 + 0,14X. Y1 adalah jumlah kolostrum dan Xadalah BCS pada saat pengamatan. Dan juga diperoleh persamaan regresisederhana dan korelasi dengan persamaan regresi Y1 = 11,06 + 2,92X, Y1adalah SNF dan X adalah BCS pada saat observasi. Persamaan ini digunakansebagai dasar untuk memperkirakan hubungan antara kuantitas kolostrumditinjau dari BCS pada sapi dengan koefisien korelasi (r) antara BCS dankuantitas kolostrum sebesar 0,042 yang berarti hubungan antara BCS dankuantitas berada pada kategori sangat rendah. Sedangkan hubungan BCSditinjau dari SNF juga ditemukan hubungan yang positif dengan koefisienkorelasi (r) antara BCS dan SNF sebesar 0,442, artinya hubungan antara BCSdan SNF termasuk dalam kategori sedang.Kata Kunci : BCS, Kolostrum, Produksi Kolostrum, Solid Non Fat AbstractThe study was conducted at the Setia Kawan Nongkojajar DairyFarm Cooperative (KPSP) for 2 months on August 24 – October 24,2021. This study aims to determine the relationship between the BodyCondition Score (BSC) of dairy cows on the quantity of colostrum andthe content of Solid Non Fat (SNF). on colostrum. The material usedwas 42 pregnant dairy cows aged 9 months. The method used in thisresearch is survey and observation method. Sampling was done bypurposive sampling on pregnant old dairy cows. The results of theregression equation are obtained where Y1 = 3.62 + 0.14X. Y1 is theamount of colostrum and X is BCS at the time of observation. And alsoobtained simple regression equation and correlation with regressionequation Y1 = 11.06 + 2.92X, Y1 is SNF and X is BCS at the time ofobservation. This equation is used as the basis for estimating therelationship between colostrum quantity in terms of BCS in cattle witha correlation coefficient (r) between BCS and colostrum quantity of0.042 which means the relationship between BCS and quantity is in thevery low category. Meanwhile, the BCS relationship in terms of SNFalso found a positive relationship with the correlation coefficient (r)between BCS and SNF of 0.442, meaning that the relationship betweenBCS and SNF was included in the medium category.Key words: BCS, Colostrum, Solid Non Fat, Quantity Of Colostrum
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT BADAN DAN FCR AYAM BROILER Moh.Ghoziuddin Silmi; Rico Anggriawan; Diyah Ayu Candra
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/xn8wq275

Abstract

The livestock sector plays an important role in national development, particularly in ensuring the availability of animal protein sources for all Indonesian people. Among various livestock products, meat is the most popular commodity, with broiler chickens being a type of poultry with a high meat production capacity. In this study, a Completely Randomized Design (CRD) was applied, dividing the subjects into four different treatment groups, with three replications for each group. The research findings showed the average individual weight in the different probiotic treatment categories during the third and fifth weeks, along with the average weight gain and standard deviation. Compared to the group that did not receive probiotics, this study demonstrated that chickens given probiotics had higher body weight, and although body weight and feed conversion efficiency increased, the amount of feed consumed did not differ significantly between the group given probiotics and the control group. Thus, probiotics play a role in improving feed utilization efficiency without affecting the amount of feed consumed.
KUALITAS ORGANOLEPTIK NUGGET AYAM DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linnaeus) SEBAGAI INOVASI PANGAN SUMBER SERAT Via Adelia Permatasari; Salnan Irba Novaela Samur; Edya Moelia Moeis
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/mgk6wn46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kulit pisang kepok (Musa paradisiaca Linnaeus) terhadap kualitas organoleptik Nugget ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: P0 (tanpa substitusi), P1 (4,5 g), P2 (9 g) dan P3 (13,5 g) masing-masing diulang tiga kali. Uji organoleptik dilakukan 30 panelis dengan parameter warna, rasa, aroma dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit pisang kepok berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Perlakuan substitusi terbaik terdapat P1 sedangkan level substitusi lebih tinggi pada perlakuan P2 dan P3 menurunkan nilai organoleptik secara signifikan.