cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
Optimalisasi Prestasi Atlet Melalui Konsep Manusia Seutuhnya (Sebuah Kajian Filosofis) Nur Indah Pangastuti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.49005

Abstract

Teori dualisme tentang tubuh dan jiwa menegaskan bahwa keduanya merupakan dua hal yang berbeda dan terpisah. Perbedaan tersebut terletak pada pengertian dan objeknya. Tubuh dikatakan objek yang dapat dilihat, diraba, dan nyata, sedangkan jiwa bersifat abstrak, tidak dapat diraba, dan tidak nyata. Meskipun dikatakan berbeda dan terpisah tetapi mereka saling berkaitan erat. Descartes dalam tulisannya yang berjudul meditation mengutarakan gagasannya mengenai dualisme interaksionisme. Interaksionisme meyakini bahwa adanya hubungan timbal balik antara badan (tubuh) dengan jiwa. Keadaan jiwa atau pikiran seperti keyakinan dan keinginan akan berinteraksi dengan tubuh. Disini dikatakan bahwa tubuh dan jiwa memiliki hubungan timbal balik. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh akan memengaruhi jiwa begitu juga sebaliknya, apa yang dirasakan oleh jiwa akan mempengaruhi badan. Dalam olahraga prestasi, tubuh dan jiwa memiliki peran yang penting bagi atlet untuk mencapai prestasi. Jiwa yang kuat akan menentukan arah dan tujuan, kemudian dikembangakan oleh pikiran untuk mencari cara dan membuat suatu perintah yang dilanjutkan oleh raga. Raga yang telah terlatih akan melaksanakan perintah yaitu serangkaian performa gerak. Pemberian program latihan untuk atlet sebaiknya dapat mengena pada jiwa dan raganya. Satu kesatuan jiwa dan raga dapat mengoptimalkan prestasi atlet, yang disini akan dikhususkan dalam cabang olahraga renang. Optimizing Athlete Achievement Through Whole Human Concepts(A Philosophical Study)The dualism theory of body and soul asserts that they are two distinct and separate things. The difference lies in the meaning and object. The body is said to be an object that can be seen, touched, and real, while the soul is abstract, intangible, and unreal. Descartes in his writing entitled Meditation expresses his ideas about the dualism of interactionism. Interactionism believes that there is a reciprocal relationship between body and soul. The state of soul or mind such as beliefs and desires will interact with the body. Here it is said that the body and soul have a reciprocal relationship. Everything related to the body will affect the soul and vice versa, what is felt by the soul will affect the body. In achievement sports, the body and soul have an important role for athletes in achieving achievement. Where when the soul is strong it will be able to determine the direction and purpose, then it is developed by the mind to find ways and make an order which is continued by the body. The body that has been trained will carry out the command, namely the performance of motion. Giving an exercise program for athletes should be able to hit the soul and body. So that unity of body and soul can optimize the athlete's achievement, especially in swimming.
Analisis Kondisi Fisik Atlet Softball Putri Kota Kudus Menuju PORPROV XVI Eva Ayu Aditia; Khoiril Anam; Gustiana Mega Anggita; Dhias Fajar Widya Permana; Risti Nurfadhila; Anies Setiowati; Nanang Indardi; Nugroho Susanto; Limpad Nurrachmad; Fajar Awang Irawan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.49662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet softball putri kota Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 atlet softball putri kota Kudus dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan adalah 1) push up, sit up, grip strength dynamometer test, dan leg dynamometer test 2) two hand medicine ball put test dan vertical jump test, 3) sit and reach test, 4) lempar tangkap bola tenis, 5) sprint 30 meter, 6) boomerang run test, 7) Multistage Fitness Test (MFT). Data diperoleh dari tes dan pengukuran pada atlet softball putri kota Kudus yang kemudian dianalisis dengan aplikasi IBM Statistic SPSS versi 25 dan microsoft excel 2010. Hasil tes pengukuran setiap komponen kondisi fisik bervariasi, hasil setiap komponen diubah menjadi t-score dan diperoleh rata-rata yang kemudian dapat dilakukan pengkategorian. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa kondisi fisik atlet softball putri kota Kudus masuk dalam kategori cukup. Penelitian ini penting dilakukan karena mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan prestasi atlet dengan meningkatkan kondisi fisik yang menunjang penguasaan teknik dasar permainan softball. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu tidak semua komponen kondisi fisik dilakukan penelitian. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat membahas semua komponen kondisi fisik, sehingga akan diketahui secara keseluruhan kondisi fisik yang dibutuhkan atlet.
Pengaruh latihan beban kombinasi dengan latihan aerobik terhadap berat badan dan persentase lemak tubuh pada remaja overweight Farid Imam Nurhadi; Wawan Sundawan Suherman; Yudik Prasetyo; Ahmad Nasrulloh
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.51646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan beban metode sirkuit kombinasi dengan latihan aerobik terhadap berat badan dan persentase lemak tubuh pada remaja overweight. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah pre-experimental design menggunakan one-group pretest-post test design. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja laki-laki overweight, sehingga diperoleh sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Tes yang dilakukan adalah pengukuran persentase lemak tubuh dan berat badan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas varian, dan uji t. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai rata-rata berat badan saat pretest adalah 81,38 dan nilai rata-rata berat badan data postest adalah 75,85. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t-hitung sebesar 10,866 dengan nilai signifikansi 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji t pada pengukuran persentase lemak tubuh menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase lemak tubuh saat pretest adalah 27,27 dan nilai rata-rata data persentase lemak tubuh saat posttest adalah 24,09. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t-hitung sebesar 6,963 dengan nilai signifikansi 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa latihan beban dengan metode sirkuit kombinasi dengan latihan aerobik merupakan salah satu metode latihan yang efektif untuk menurunkan berat badan dan persentase lemak tubuh remaja overweight.
Pengaruh latihan senam kesegaran jasmani 2018 dan senam jantung sehat seri v terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi smp ditinjau dari motivasi berlatih Oetari Lismana; Anton Komaini; Arsil Arsil; Padli Padli; Fiky Zarya
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.57661

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan  pengaruh latihan senam SKJ 2018 dan latihan SJS Seri V yang disertai motivasi berlatih terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi SMPIT Khairunnas Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan rancangan eksperimen faktorial 2x2. Instrument test TKJI dan motovasi berlatih  yaitu: Tes lari jarak pendek 50 meter, Testpulll up putri, Testsit up 60 detik, Testloncat tegak, Test jarak menengah 800 m. Motivasi berlatih dengan angket dengan skala likers.Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 40 siswi dari jumlah populasi 40. Teknik analisis data menggunakan uji teknik Analisis Varians (Anava) dua jalur dan apabila ditemukan interaksi antara latihan dengan motivasi berlatih akan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Analisis data menggunakan Aplikasi SPSS versi 26. Hasil : (1) Hipotesis bahwa terdapat perbedaan peningkatan kebugaran jasmani siswi antara kelompok yang diberi latihan SKJ 2018 dan latihan SJS Seri V diterima, karena hasil perhitungan menunjukkan bahwa diperoleh nilai Sig. = 0,000 0,05. (2) Hipotesis bahwa terdapat perbedaan peningkatan kebugaran jasmani siswi antara kelompok motivasi berlatih rendah dan kelompok motivasi berlatih tinggi diterima, karena hasil perhitungan menunjukkan bahwa diperoleh nilai Sig. = 0,04 0,05. (3) Hipotesis bahwa terdapat interaksi antara metode latihan dengan motivasi berlatih diterima, karena hasil perhitungan menunjukkan bahwa diperoleh nilai Sig. = 0,003 0,05. Disimpulkan bahwa latihan SKJ 2018 lebih efektif dari latihan senam SJS terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi dengan disertai motivasi. Terdapat perbedaan peningkatan kebugaran jasmani antara siswi yang memiliki motivasi berlatih rendah dengan siswi yang memiliki motivasi berlatih tinggi, siswi yang memiliki motivasi berlatih tinggi lebih efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani dari pada siswi yang memiliki motivasi berlatih rendah. Terdapat interaksi antara metode latihan dengan motivasi berlatih terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi SMPIT Khairunnas Kota Bengkulu.
Pengaruh metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap keterampilan dasar bolavoli mini di SDN 09 Lanai Sinuangon Aes Sania; Arsil Arsil; Argantos Argantos; Muhammad Sazeli Rifki; Fiky Zarya
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.57303

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengungkap pengaruh metode pembelajaran bermain, metode pembelajaran demonstrasi dan motivasi belajar keterampilan dasar bolavoli mini peserta ekstrakurikuler SDN 09 Lanai Sinuangon Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian menggunakan metode quasi eksperimen yang menggunakan rancangan treatment by Level 2 x 2, yaitu suatu eksperimen factorial yang menyangkut dua faktor. Populasi adalah seluruh siswa ekstrakurikuler bolavoli di SDN 09. Sampel penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler SDN 09 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data Motivasi Belajar diukur menggunakan tes Angket Motivasi Belajar, dan untuk mengukur keterampilan dasar bolavoli mini menggunakan tes keterampilan dasar bolavoli mini, kemudian dilanjutkan dengan pengujian persyaratan analisis varians dan analisis varians (ANOVA) 2 x 2. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (a) terdapat pengaruh kelompok metode pembelajaran bermain dan metode pembelajaran demonstrasi terhadap keterampilan dasar bolavoli mini peserta ekstrakurikuler SD Negeri 09 Lanai Sinuangon. (b) Terdapat perbedaan yang signifikan, terhadap metode pembelajaran dan motivasi belajar  kategori tinggi terhadap keterampilan dasar bolavoli mini peserta ekstrakurikuler SD Negeri 09 Lanai Sinuangon. (c) Tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap keterampilan dasar bolavoli mini peserta ekstrakurikuler SD Negeri 09 Lanai Sinuangon. Kesimpulan  terdapat pengaruh secara keseluruhan pembelajaran bermain, Demonstrasi, dan Motivasi Belajar Terhadap Keterampilan dasar bolavoli mini Peserta ekstrakurikuler SDN 09 Lanai Sinuangon Kabupaten Pasaman.
Survei motivasi latihan selama TC menuju PON XX pada cabang olahraga karate tahun 2020 Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.52221

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi latihan selama TC menuju PON XX pada cabang karate tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling dengan menggunakan semua sampel dari populasi Atlet cabang karate yang melakukan TC PON XX cabang karate tahun 2020. Teknik analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pengkategorisasian. Adapun jumlah sampel yang digunakan adalah 17 responden yang merupakan populasi dari atlet TC menuju PON XX pada cabang olahraga karate tahun 2020. Tingkat motivasi atlet yang mengikuti latihan dalam TC menuju PON XX Papua sebagian besar dapat dikategorikan tinggi. Hal ini dilihat dari hasil faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi Latihan Atlet dalam mengikuti latihan selama TC menuju PON XX Papua. Sebagian besar Atlet cabang olahraga Karate dikategorikan tinggi dengan angka persentase sebesar 50 %. Sedangkan pada faktor ekstrinsik motivasi Atlet mengikuti latihan TC menuju PON XX Papua, para Atlet cabang olahraga karate sebagian besar dikategorikan sedang dengan persentase angka sebesar 40 %. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa Tingkat motivasi Atlet mengikuti latihan TC menuju PON XX Papua yang dikategorikan sangat tinggi dengan angka persentase sebesar 3,33 %, kategori tinggi sebesar 43,33 %, kategori sedang sebesar 26,67 %, kategori rendah sebanyak sebesar 16,67 %, dan kategori sangat rendah sebesar 10 %.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan fleksibilitas otot hamstring atlet sepak bola junior Daerah Istimewa Yogyakarta Nawan Primasoni
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.57990

Abstract

Parameter antropometri seperti Indeks Masa Tubuh (IMT) banyak digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki status gizi buruk, baik, dan kelebihan berat badan atau obesitas. WHO menyatakan bahwa 35% penduduk dunia memiliki IMT lebih dari 25 kg/m2 atau kelebihan berat badan. Fleksibilitas adalah rentang gerak sendi yang dapat dilakukan seseorang tanpa mengalami hambatan. Adanya lemak dalam tubuh membatasi pergerakan sendi melalui mekanisme adanya lemak di sekitar sendi dan tulang, sehingga menghalangi seseorang untuk memaksimalkan pergerakan sendi dan tulang. Atlet sepak bola junior harus memiliki Indeks Massa Tubuh yang baik dan fleksibilitas yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan fleksibilitas seseorang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan 441 atlet sepak bola junior anggota Sekolah Laboratorium Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta di Yogyakarta, Indonesia. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dan fleksibilitas (p0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan fleksibilitas. Namun, seseorang harus tetap memiliki fleksibilitas yang baik dalam aktivitas sehari-hari
Metode Latihan Basic Skill Sepak Bola untuk Siswa Sekolah Sepak Bola Usia 10-12 Tahun Adib Febrianta; Muhamad Ichsan Sabillah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.59848

Abstract

Model Latihan sepak bola untuk usia muda harus sesuai dengan karakteristik perkembangan usia dan kebutuhan permainan dalam sepak bola. Tujuan dari artikel ini adalah (1) Mendeskripsikan pentingnya latihan Basicskill sepak bola untuk siswa Sekolah Sepak bola (SSB); (2) Mendeskripsikan Latihan basic  skill sepak bola bagi pemain usia muda; (3) Mendeskripsikan metode latihan basic skill sepak bola untuk siswa SSB usia 10-12 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui literatur review yang relevan untuk dikaji secara konseptual dan disimpulkan dari hasil pembahasan. Hasil pengkajian ini menunjukkan (1) Latihan basic skill untuk siswa SSB usia 10-12 tahun sangat penting; (2) Latihan basicskill sepak bola bagi siswa SSB usia 10-12 tahun meliputi skill passing, receiving, dribbling, dan shooting; (3) metode percerption, decision making, dan execution dapat digunakan sebagai metode latihan basicskill sepak bola bagi siswa SSB usia 10-12 tahun. Metode dan model latihan yang tepat sangat diperlukan dalam program latihan sepak bola Indonesia. Metode latihan PDE mengarahkan pemain untuk tidak hanya fokus pada aspek eksekusi, tetapi juga aspek presepsi dan pengambilan keputusan.
Pengembangan model latihan smash permainan bola voli berbasis rangkaian latihan Ridho Probowo; Muhamad Sazeli Rifki; Syafruddin Syafruddin; Anton Komaini; Fiky Zarya
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.59394

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah belum maksimal siswa putra dalam melakukan smah dengan tepat, sehingga pertamdingan tidak telaksana dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model latihan smash permainan bola voli berbasis rangkaian latihan yang valid, praktis dan efektif digunakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R D). Model yang digunakan yaitu model Borg and Gall. Uji coba skala kecil sebanyak 15 siswa. Uji coba sekala besar sebanyak 24 siswa. Uji efektifitas dilakukan sebanyak 24 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, angket dan instrument uji efektifitas (tes). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model latihan smash permainan bola voli berbasis rangkaian latihan dilihat dari analisis kebutuhan yaitu sangat dibutuhkan oleh pelatih. Hasil pengembangan model latihan smash berdasarkan hasil validasi dari 3 ahli yaitu ahli materi 91% dan ahli media 87% yang berarti sangat layak. dan pelatih 90% yang nerarti sangat layak Hasil uji coba kelompok kecil berada kategori sangat layak (90,5%). Hasil uji coba kelompok besar juga sangat layak (86%). Keefektifan model latihan yang dikembangkan dinyatakan efektif untuk digunakan dilihat dari hasil uji t0 sebesar 14,282 dan ttabel 2,013. sehingga bisa disimpulkan terdapat perbedaan antara hasil smash bola voli siswa setelah diberikan perlakukan model latihan smash bola voli berbeasis rangkaian latihan.
Optimalisasi kemampuan menggiring bola: konsentrasi, kecepatan, dan kelincahan Aidil Marwanto Saputra; Adnan Fardi; Arsil Arsil; Ridho Bahtra
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.64282

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui pengaruh konsentrasi, kelincahan, dan kecepatan terhadap kemampuan menggiring bola pemain sepakbola SMA Negeri 3 Solok Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah pemain sepakbola SMA Negeri 3 Solok Selatan 32 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga sampel berjumlah 32 orang. Instrument yaitu untuk mengukur konsentrasi menggunakan instrumen Grid Concentration Test, untuk mengukur kelincahan menggunakan dugging run tes, untuk kecepatam menggunakan lari 30 meter, , dan mengukur kemampuan dribbling dengan tes kemampuan menggiring bola. metode survei dengan teknik pengukuran dan tes, teknik analisis menggunakan pendekatan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian: 1) koefisien jalur py3 = 0,333 berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, nilai 2,308 1,679. 2) koefisien jalur py2 = 0,305 berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, nilai 2,131 1,697. 3) koefisien jalur py1 = 0,331 berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, nilai 2,323 1,697. 4) koefisien jalur p31 = 0,260 berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel, nilai 1,431 1,697. 5) koefisien jalur p32 = 0,222 berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, nilai 1,221 1,697. 6) Uji individual yang dilakukan variabel X1, X2, dan X3 terhadap Y. Berdasarkan hasil hipotesis keenam didapatkan bahwa besarnya nilai R atau R Square yang terdapat pada tabel Model Summary adalah sebesar 0.723 lebih besar dari 0.05. berdasarkan hasil diatas bahwa Konsentrasi, kelincahan, dan kecepatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menggiring bola pemain sepakbola di SMA Negeri 3 Solok Selatan, namun pengaruh kelincahan terhadap kemampuan menggiring bola tidak signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10