cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Manajemen pembinaan atlet berbakat (PAB) cabang olahraga bulutangkis Daerah Istimewa Yogyakarta Lismadiana Lismadiana
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i2.43236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji  manajemen pembinaan atlet berbakat (PAB) cabang olahraga bulutangkis di  Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi: Pelatih (2 orang),  atlet (3 orang), pengurus (1 orang)  dan orang tua atlet (2 orang)  PAB cabang olahraga bulutangkis di Yogyakarta. Data yang terkumpul   dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan analisis induktif berdasarkan prinsip logika dengan pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   pembinaaan atlet berbakat (PAB) cabang  olahraga  bulutangkis     sudah  dilakukan dengan optimal dan telah menerapkan lima fungsi manajemen yaitu meliputi perencanaan, pengorganisasian,  actuating,  pengendalian dan budgeting. Management of talented athletes development (PAB) for the badminton sport of the Special Region of YogyakartaAbstractThis study aims to determine and examine the management of talented athletes development (PAB) in badminton in the Special Region of Yogyakarta. This type of research is qualitative research, data collection by interview, observation and documentation study. Subjects in this study include: coaches (2 people), athletes (3 people), administrators (1 person) and athletes' parents (2 people) badminton PAB in Yogyakarta. The data collected in this study were analyzed using a qualitative approach using inductive analysis based on logic principles by checking the validity of the data using data triangulation. The results showed that the development of talented athletes (PAB) in badminton has been carried out optimally and has implemented five management functions, namely planning, organizing, actuating, controlling and budgeting.
Fleksibilitas pinggang dan kekuatan otot lengan: bagaimana kontribusinya terhadap kecepatan pukulan gyaku tsuki? Sugeng Purwanto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.47784

Abstract

Beladiri karate mengutamakan unsur kekuatan dan kecepatan serangan terutama pada kumite. Secara empiris, penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara fleksibilitas pinggang dan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan pukulan gyaku tsuki. Sebuah studi kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 karateka Kabupaten Sleman (Age= M 16,1 ± SD 0,758). Pengukuran menggunakan tes sit and reach untuk fleksibilitas pinggang, tes push up untuk kekuatan otot lengan, dan software kinovea sebagai pengukur kecepatan gyaku tsuki. Sehubungan dengan hal tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel (fleksibilitas pinggang dan kekuatan otot lengan) secara bersama memiliki korelasi signifikan dengan kecepatan gyaku tsuki dengan probabilitas sebesar 0,023. Namun, fleksibilitas pinggang memiliki peranan yang lebih kuat dengan probabilitas sebesar 0.03 dibandingkan kekuatan otot lengan hanya sebesar 0.037. Temuan ini menunjukkan bahwa komponen fleksibilitas dan kekuatan adalah komponen yang perlu diperhatikan oleh pelatih untuk penyusunan program latihan ke depannya Waist flexibility and arm muscle strength: how do they contribute to gyaku tsuki hitting speed? AbstractKarate martial arts prioritize elements of strength and attack speed, especially on kumite. Empirically, the study aimed to test the correlation between waist flexibility and arm muscle strength against the speed of gyaku tsuki punches. A quantitative correlational study involving 30 Sleman County karateka (Age= M 16.1 ± SD 0.758). The measurement uses sit and reach tests for waist flexibility, push-up tests for arm muscle strength, and kinovea software as gyaku tsuki speed gauges. In this regard, the results showed that both variables (waist flexibility and arm muscle strength) together had a significant correlation with gyaku tsuki speed with a probability of 0.023. However, waist flexibility has a stronger role with a probability of 0.03 compared to arm muscle strength of only 0.037. These findings suggest that the components of flexibility and strength are components that need to be considered by the coach for the preparation of the exercise program in the future.
Kepemimpinan pelatih: berhubungan dengan keterampilan, sikap kerjasama tim dan menghormati pemain sepakbola usia muda Sulistiyono Sulistiyono; Sigit Nugroho; Tri Winarti Rahayu; Tommy Soenyoto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.46354

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kepemimpinan pelatih terhadap keterampilan bermain sepakbola pemain sepakbola usia muda. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan sampel berjumlah 109 pemain sepakbola dengan usia rata-rata 14,7 tahun. Pemain yang dipilih menjadi sampel memiliki syarat-syarat minimal telah 6 bulan dilatih oleh pelatih yang sama secara teratur minimal 3x setiap minggu. Pemain sepakbola berasal dari lima sekolah sepakbola yang berkedudukan di wilayah kabupaten Sleman, Provinsi DIY, Indonesia. Perilaku kepemimpinan pelatih diukur dengan menggunakan alat ukur CBS (Coach Behaviour Scale) dan keterampilan teknik bermain sepakbola diukur dengan tes keterampilan keterampilan teknik bermain sepakbola RMF UNY, dan sikap kerjasama dan hormat pada orang lain diukur dengan lembar pengamatan. Hasil analisis data dengan teknik regresi linier berganda menunjukkan kepemimpinan memiliki hubungan yang dengan keterampilan, sikap kerjasama dan menghormati orang lain. Hubungan antar varibel dalam kategori lemah sehingga implikasi pada masa yang akan datang model pendidikan dan pelatihan pada pelatih sepakbola diperbaiki agar kepemimpinan pelatih  memiliki pengaruh yang kuat terhadap keterampilan dan perilaku pemain sepakbola.  Leadership Coach: Its Relationship with Skills, Teamwork, and Respect Attitude Youth Football Player AbstractThe research aims to find out the relationship of coach leadership behavior to the football playing skills of young football players. The study was a correlational study with a sample of 109 football players with an average age of 14.7 years. Players selected into a sample have minimum conditions of having 6 months trained by the same coach regularly at least 3x each week. Football players come from five football schools based in Sleman, DIY Province, Indonesia. The leadership behavior of coaches is measured using CBS (Coach Behaviour Scale) measuring instruments and football-playing technique skills are measured by the RMF UNY football playing technique skills test, and attitude of cooperation and menghormati for others is measured by observation. The results of data analysis with multiple linear regression SPSS 22 techniques show leadership has a relationship with skills, attitudes of cooperation and menghormati for others. Relationships between the varied in categories are weak so that the implications of future models of education and training in football coaches are improved so that coach leadership has a strong influence on the skills and behavior of football players.
Pengaruh tekanan udara bola voli dan bola sepak terhadap pantulan Irwanto, Edi; Farhanto, Galih; Rubiono, Gatut
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i2.31596

Abstract

Bola voli dan bola sepak merupakan 2 cabang olahraga yang banyak diminati masyarakat. Penelitian dan pengembangan bola akan berpengaruh terhadap unjuk kerja bola dan dapat meningkatkan kualitas permainan serta mengurangi cedera atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh tekanan udara bola voli dan bola sepak terhadap pantulan. Penelitian dilakukan dengan eksperimen. objek uji meliputi 2 merk bola voli dan 2 merk bola sepak. Tekanan udara divariasi untuk bola voli sebesar 0,35; 0,40; 0,45 dan 0,50 atm, bola sepak 0,5; 0,75; 1,0 dan 1,25 atm. Bola dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 100 cm pada jarak 30 cm dari dinding. Bola dijatuhkan ke lantai dengan permukaan rata yang relatif keras. Pengambilan data dilakukan untuk pengukuran tinggi pantulan dan waktu untuk 5 kali pantulan. Ketinggian diukur dengan mistar ukur yang diletakkan di dinding. Pengamatan gerak jatuh bola dilakukan dengan kamera. Hasil dari  pengambilan gambar analisis dengan program Kinovea 0.8.15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tekanan udara, pantulan bola semakin tinggi. Hasil untuk waktu 5 kali pantulan, semakin besar tekanan udara, waktu pantulan semakin lama.  Effect of air pressure on volleyball and soccer balls on reflection AbstractVolleyball and soccer are popular sport in society. Ball research and development have effect due to ball performance. It’s also can raise game quality and lower athlete’s injury. This research is aimed to get the effect of volley and soccer balls air pressure due to the bounce. The research is done by experiment. Two different volley and soccer balls are tested. The air pressure is vary as 0,35; 0.40; 0.45; and 0.50 atm for volley ball and 0,5; 0,75; 1,00; and 1,25 atm for soccer ball. The ball is free fall from 100 cm height with 30 cm distance from near wall. Ball is drop to flat and solid floor. The data is taken for 5 times bounce height. The height is measure with measuring scale that placed at the wall. The ball motion is captured by a camera. The data is analyzed with Kinovea 0.8.15. The results showed that the greater the air pressure, the higher the ball reflection. Results for 5 times the reflection time, the greater the air pressure, the longer the reflection time.
Profil kebugaran jasmani atlet senam artistik pemula usia 6-9 tahun di persani kabupaten Pemalang Idah Tresnowati; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri; Maharani Fatimah Gandasari; Afif Tri Ramadiansyah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i2.46017

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan oleh atlet senam artistik untuk melakukan gerakan-gerakan senam dan menjaga performa atlet. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani atlet senam artistik pemula di Persani Kabupaten Pemalang tahun 2020. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek yang dikaji adalah semua atlet senam artistik pemula usia 6-9 tahun di Persani Kabupaten Pemalang yang berjumlah 20 atlet. Data diambil menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk kategori usia 6-9 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet putra memiliki tingkat kebugaran jasmani kategori baik sekali sebesar 25,0% (2 atlet), kategori baik sebesar 62,5% (5 atlet) dan kategori sedang sebesar 12,5% (1 atlet). Atlet putri memiliki tingkat kebugaran jasmani kategori baik sekali sebesar 7,7% (1 atlet), kategori baik sebesar 30,8% (4 atlet) dan kategori sedang sebanyak 62,5% (8 atlet). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani atlet senam artistik pemula usia 6-9 tahun di Persani Kabupaten Pemalang secara umum termasuk kategori baik. The physical fitness profile of beginner artistic gymnastics athletes  aged 6-9 years in persani Pemalang regency AbstractPhysical fitness is one of the factors needed by artistic gymnastics athletes to perform gymnastic movements and maintain athlete performance. The purpose of study was to describe the physical fitness level of beginner artistic gymnastics athletes in Persani, Pemalang Regency 2020. The research method used quantitative descriptive. The subjects studied were all beginner artistic gymnastics athletes aged 6-9 in Persani, Pemalang Regency, totaling 20 athletes. The data were collected using the Indonesian Physical Fitness Test. The results showed that male athletes had a very good physical fitness level of 25.0% (2 athletes), a good category of 62.5% (5 athletes) and a moderate category of 12.5% (1 athlete). Female athletes have a very good physical fitness level of 7.7% (1 athlete), a good category of 30.8% (4 athletes) and a moderate category of 62.5% (8 athletes). The conclusion of the study shows that the physical fitness level of beginner artistic gymnastics athletes aged 6-9 years in Persani, Pemalang Regency is in good categry.
Pengaruh Latihan Basic Movement Berpindah Tempat Terhadap Kelincahan Atlet Bulu Tangkis Tri Hadi Karyono; Dwiki Sapto Paluris
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.48381

Abstract

Kelincahan merupakan kemampuan fisik yang harus dimiliki seorang atlet bulu tangkis dalam performanya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan basic movement berpindah tempat terhadap kelincahan atlet bulu tangkis. Penelitian menggunakan eksperimen dengan desain pretest and posttest group experiment. Subjek berjumlah 9 atlet. Selama 24 kali pertemuan dengan latihan 90 menit setiap kali pertemuan, subjek diberi pelakuan basic movement berpindah tempat berupa lunges berpindah tempat, ingkling satu kaki berpindah tempat, loncat dua kaki berpindah tempat, dan sprint. Setelah diberikan perlakuan, subjek akan menjalani tes kelincahan menggunakan instrumen Illinois agility run test. T-test digunakan untuk analisis data dengan signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh latihan basic movement berpindah tempat terhadap kelincahan atlet bulu tangkis dengan nilai thitung (26.870) ttabel (2.306). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pada pelatih maupun pembina bulu tangkis untuk menggunakan latihan basic movement berpindah tempat untuk mendukung pencapaian kelincahan atlet bulu tangkis. The Effect of Basic Movement Training on Changing Places on Badminton Athletes' Agility AbstractAgility is a physical ability that must be possessed by a badminton athlete in his performance. This study aims to determine the effect of basic movement-moving places training on the agility of badminton athletes. The study used an experiment with a pretest and posttest group experiment design. Subjects amounted to 9 athletes. For 24 meetings with 90 minutes of practice for each meeting, the subjects were given basic movements of moving places in the form of lunges moving places, ingkling one leg moving places, jumping two feet moving places, and sprinting. After being given treatment, the subject will undergo an agility test using the Illinois agility run test instrument. T-test was used for data analysis with a significance of 5%. The results showed that there was an effect of basic movement-moving places training on the agility of badminton athletes with a value of tcount (26.870) ttable (2.306). Based on the results of this study, it is recommended for badminton coaches to use basic movement-moving places training to support the achievement of badminton athletes' agility.
Efek rendam air dingin terhadap kadar laktat, power otot tungkai dan nyeri otot pada atlet futsal mahasiswa Harun Harun; Rini Syafriani
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i2.44615

Abstract

Futsal adalah olahraga intermitten-intensitas tinggi yang memerlukan keterampilan fisik yang tinggi serta memiliki jadwal pertandingan yang padat dan waktu pemulihan yang singkat saat masa kompetisi. Pemulihan yang optimal akan sangat diperlukan setelah latihan fisik yang intensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek rendam air dingin terhadap kadar laktat, power otot tungkai, dan nyeri otot pada atlet futsal mahasiswa. Sebelas pemain futsal mahasiswa melakukan latihan futsal-specific intermitten shuttle protocol (FISP) selama 2 pekan dan 2 jenis pemulihan yang berbeda pada setiap pekannya. Pekan pertama semua pemain melakukan istirahat pasif (PAS), pekan kedua diberikan treatmen rendam air dingin (RAD). Kadar laktat, tinggi countermovement jump (CMJ) dan nyeri otot diukur sebelum latihan, setelah latihan, setelah pemulihan, dan 24 jam setelah pemulihan. Perubahan hasil pengukuran diolah menggunakan uji-t berpasangan (p0,05). Kelompok pemulihan PAS dan RAD tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada pengukuran kadar laktat segera setelah pemulihan (p0,05). Namun, terdapat perbedaan bermakna pada pada performa CMJ pada kelompok RAD dibanding kelompok PAS segera setelah pemulihan (p=0,001) dan pada 24 jam setelah latihan (p=0,033). Kelompok RAD signifikan menurunkan nyeri dibandingkan kelompok pasif 24 jam setelah pemulihan (p=0,009). Krioterapi efektif dalam mempercepat pemulihan power otot tungkai segera dan 24 jam setelah pemulihan dibandingkan istirahat pasif dan nyeri otot 24 jam setelah pemulihan. Namun, RAD tidak signifikan menurunkan kadar laktat.The effect of cold water immersion on blood lactate, leg muscle power and muscle soreness in collegiate futsal athletes AbstractFutsal is a high intensity-intermittent sport and need a high performance skills. It is often played in consecutive days and have short recovery. An optimal recovery is strongly required after repeated intense physical exertion. The aim of this study was to assess the effects of a single session of cold water immersion (CWI) and passive recovery (PAS) on blood lactate and muscle leg power in collegiate futsal players after futsal-Specific Intermittent Shuttle Protocol (FISP) exercise. Experimental counterbalance crossover is used in this study. Eleven collegiate futsal players participated in 2 weeks and received a different recovery strategy in different week. During week 1, all players completed PAS dan during week 2 all players received CWI. Blood lactate and countermovement jump (CMJ) were measured pretraining, post training, post treatment, and 24 hours post training. Changes in blood lactate and height of CMJ within PASS and  CWI were analyzed with independent t-test (p0,05). There was no differences on blood lactate immediately after recovery (p0,05) between all type of recovery. CMJ in CWI group was significant than PAS group immediately after recovery ( p=0,001) and 24 hours after recovery (p0.03). The conclusion is CWI effective in accelerate recovery leg muscle power immediately and 24 hour after treatment and there was an effect on muscle soreness  24 hours after treatment than passive recovery. Furthermore, there was no differences on blood lactate immediately after recovery between two type of recovery.
Analisis Efektivitas Field Goal dan Turn Over pada Team Putra di DBL Yogyakarta Series 2021 Muhammad Irvan Eva Salafi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.48877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektifitas field goal dan turn over setiap tim bola basket putra yang berlaga di gelaran DBL Yogyakarta series 2021. Jenis penelitian yang digunakan merupakan analisis deskriptif kuantitatif. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil data statistik pertandingan putra DBL Yogyakarta series 2021 yang tersedia di website perbasi.web.geniussports.com. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) 1) Tim yang melaju hingga final memiliki rata-rata eFG% sebesar 44,33% dan TOV% sebesar 21,84%, 2) Tim yang melaju hingga semifinal memiliki rata-rata eFG% 28,47% dan TOV% 24,82%, 3) Tim yang melaju hingga perempatfinal memiliki rata-rata eFG% 33,26% dan TOV% 35%, 4) Tim yang gugur di penyisihan memiliki rata-rata eFG% 24,65% dan TOV% 41,89%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dan membuktikan bahwa semakin tinggi eFG%, dan semakin rendah TOV% merupakan kunci keberhasilan sebuah tim dalam tujuan untuk mencari sebuah kemenangan, sehingga dapat menjadi masukan bagi pelatih dalam mengevaluasi dan memperbaiki proses latihan. Analysis of the effectiveness of field goals and turnover on the men's team at DBL Yogyakarta Series 2021 AbstractThis study aims to analyze the effectiveness of field goals and turnovers of each men's basketball team competing in the DBL Yogyakarta series 2021. The type of research used is quantitative descriptive analysis. The data collection process is carried out by taking statistics on the men's match DBL Yogyakarta series 2021, which is available on the PERBASI website. The results of this study showed that: 1) 1) Teams that advance to the finals have an average eFG% of 44.33% and TOV% of 21.84%, 2) Teams that advance to the semifinals have an average eFG% of 28.47% and TOV% of 24.82%, 3) Teams that advance to the quarterfinals have an average eFG% of 33.26% and TOV% 35%, 4) Teams that fall in the preliminaries have an average eFG% of 24.65% and TOV% 41.89%. The results of this study prove that the higher the eFG% and the lower the TOV% is the key to a team's success in finding a victory so that it can be an input for the coach in evaluating and improving the exercise process.
Optimalisasi Prestasi Atlet Melalui Konsep Manusia Seutuhnya (Sebuah Kajian Filosofis) Nur Indah Pangastuti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.49005

Abstract

Teori dualisme tentang tubuh dan jiwa menegaskan bahwa keduanya merupakan dua hal yang berbeda dan terpisah. Perbedaan tersebut terletak pada pengertian dan objeknya. Tubuh dikatakan objek yang dapat dilihat, diraba, dan nyata, sedangkan jiwa bersifat abstrak, tidak dapat diraba, dan tidak nyata. Meskipun dikatakan berbeda dan terpisah tetapi mereka saling berkaitan erat. Descartes dalam tulisannya yang berjudul meditation mengutarakan gagasannya mengenai dualisme interaksionisme. Interaksionisme meyakini bahwa adanya hubungan timbal balik antara badan (tubuh) dengan jiwa. Keadaan jiwa atau pikiran seperti keyakinan dan keinginan akan berinteraksi dengan tubuh. Disini dikatakan bahwa tubuh dan jiwa memiliki hubungan timbal balik. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh akan memengaruhi jiwa begitu juga sebaliknya, apa yang dirasakan oleh jiwa akan mempengaruhi badan. Dalam olahraga prestasi, tubuh dan jiwa memiliki peran yang penting bagi atlet untuk mencapai prestasi. Jiwa yang kuat akan menentukan arah dan tujuan, kemudian dikembangakan oleh pikiran untuk mencari cara dan membuat suatu perintah yang dilanjutkan oleh raga. Raga yang telah terlatih akan melaksanakan perintah yaitu serangkaian performa gerak. Pemberian program latihan untuk atlet sebaiknya dapat mengena pada jiwa dan raganya. Satu kesatuan jiwa dan raga dapat mengoptimalkan prestasi atlet, yang disini akan dikhususkan dalam cabang olahraga renang. Optimizing Athlete Achievement Through Whole Human Concepts(A Philosophical Study)The dualism theory of body and soul asserts that they are two distinct and separate things. The difference lies in the meaning and object. The body is said to be an object that can be seen, touched, and real, while the soul is abstract, intangible, and unreal. Descartes in his writing entitled Meditation expresses his ideas about the dualism of interactionism. Interactionism believes that there is a reciprocal relationship between body and soul. The state of soul or mind such as beliefs and desires will interact with the body. Here it is said that the body and soul have a reciprocal relationship. Everything related to the body will affect the soul and vice versa, what is felt by the soul will affect the body. In achievement sports, the body and soul have an important role for athletes in achieving achievement. Where when the soul is strong it will be able to determine the direction and purpose, then it is developed by the mind to find ways and make an order which is continued by the body. The body that has been trained will carry out the command, namely the performance of motion. Giving an exercise program for athletes should be able to hit the soul and body. So that unity of body and soul can optimize the athlete's achievement, especially in swimming.
Analisis Tingkat Motivasi dalam Berprestasi pada Atlet Disabilitas National Paralympic Committee Gustian Nandito Irawan; Khoiril Anam
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i1.47091

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat motivasi berprestasi atlet disabilitas NPC kabupaten jepara tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan 39 butir pertanyaan kuesioner online tertutup dan menggunakan skala Likert. Objek penelitiannya adalah atlet disabilitas NPC Kab. Jepara yang berjumlah 25 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah 4 aspek motivasi dalam berprestasi menurut McClelland. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 10 atlet (40%) menunjukan hasil sangat tinggi, 14 atlet (56%) menunjukkan hasil tinggi, 1 atlet (4%) menunjukkan hasil sedang dan tidak ada atlet yang menunjukkan hasil rendah dan sangat rendah. Sedangkan hasil penghitungan skor item, terdapat 16 item (41%) sangat tinggi, 23 item (59%) tinggi, dan tidak ada item yang menunjukkan hasil sedang rendah maupun sangat rendah. hasil penghitungan butir item kuesioner skor terendah yang akan digunakan menjadi bahan masukan ke National Paralympic Committee kabupaten jepara yaitu butir item nomor 15). Pelatih tidak perlu mengkritisi gerakan saya saat latihan skor 71, 24). Saya terbiasa berlatih dengan variasi gerakan yang berbeda setiap latihan skor 76, 36). Saya senang mencari ide-ide baru untuk meningkatkan performa saya saat bertanding skor 75, 37). Berlatih dengan variasi gerakan lebih sulit dari biasanya dapat menjadi tolak ukur saya dalam menilai kemampuan diri skor 77. Kesimpulannya hasil penelitian tingkat motivasi berprestasi atlet disabilitas NPC Kabupaten Jepara Tahun 2021 tergolong tinggi. Analysis of Motivation Levels Achievement in Athletes Disabilities National Paralympic Committee  AbstractThis research is a study conducted to determine and describe the level of achievement motivation of athlete disabilities NPC Jepara district in 2021. The research method used is descriptive quantitative. Data was collected by distributing 39 questions on a closed online questionnaire and using a Likert scale. The object of the research is athlete disabilities NPC Kab. Jepara, totaling 25 people. The research instrument used is 4 aspects of motivation in achievement according to McClelland. The results showed as follows: 10 athletes (40%) showed very high results, 14 athletes (56%) showed high results, 1 athlete (4%) showed moderate results and no athlete showed low and very low results. While the results of calculating item scores, there are 16 items (41%) very high, 23 items (59%) high, and no items that show moderate or very low results. the results of the calculation of the lowest score questionnaire items that will be used as input to the National Paralympic Committee of the Jepara district, namely item number 15). The coach doesn't need to criticize my moves during practice, score 71, 24). I am used to practicing with different variations of movement every practice score 76, 36). I like to find new ideas to improve my performance when playing a score of 75, 37). In conclusion, the results of the research on the achievement motivation level of athletes disabilities NPC Jepara Regency in 2021 are relatively high.