cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 1,304 Documents
Principle of open communication using screen sharing on electronic medical records Yudha Manggala; Winny Setyonugroho
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.096 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1891

Abstract

This study aims to determine the principle of open communication using screen sharing on electronic medical records. The research design used in the preparation of this article is a literature review method related to the Principle of Open Communication Using Screen Sharing on Electronic Medical Records using databases such as Google Scholar, PUBMED, ScienceDirect, and Researchgate during the period 2012-2022. The results of this study state that the Principle of Open Communication Using Screen Sharing in Electronic Medical Records can optimize health services. Optimal health services can be seen for patient satisfaction which the establishment of positive communication between doctors and patients shows. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip komunikasi terbuka menggunakan screen sharing pada rekam medis elektronik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode literatue review terkait perinsip komunikasi terbuka menggunakan screen sharing pada rekam medis elektronik dengan menggunakan database seperti Google Schoolar, PUBMED Sciencedirect dan Researchgate selama periode 2012-2022. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa prinsip komunikasi terbuka menggunakan screen sharing pada rekam medis elektronik dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang optimal dapat dilihat dari kepuasan pelanggan yang ditunjukan dengan terjalinnya komunikasi yang positif antara dokter dan pasien.
Effectiveness of oxytocin massage for breast milk production: a literature review Ni Luh Linda Ayuni Tania; Titih Huriah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.244 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1822

Abstract

Riskesdas data in 2021 shows that only 52.5% or half of 2.3 million of 1-6 month babies in Indonesia who get exclusive breastfeeding. Most provinces still has low percentage of exclusive breastfeed and under the national average. One of the factors is due to the unhealthy condition of the mother and due to the lack of confidence when giving exclusive breastfeeding. Giving therapy massage that combines oxytocin with other therapies becomes a specialized intervention to assist mothers in producing exclusively breast milk. This literature reviews aimed to know the effectiveness of Oxytocin Massage for increasing Milk production. The literature review employed PRISMA method. The database used Scopus, PubMed, Science Direct, EBSCO, PROQUEST, NILITI, and Google Scholar. The key words were included Mother AND Oxytocin OR massage Oxytocin AND Breast milk AND RCT. The inclusion criteria used were RCT articles 2017 to 2022, using English and Indonesian, full text and the exclusion criteria such as reviewed, unoriginal publications including a letter to the editor, abstracts only, and books. An assessment tool of critical JBI was used to evaluate the quality of journal. The result showed that the Oxytocin Massage with or without a combination of other therapies can help mothers to have an exclusive breast milk production.Abstrak: Data Riskesdas tahun 2021 menunjukkan hanya 52,5% atau separuh dari 2,3 juta bayi 1-6 bulan di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif. Sebagian besar provinsi masih memiliki persentase ASI eksklusif yang rendah dan di bawah rata-rata nasional. Salah satu faktornya adalah karena kondisi ibu yang tidak sehat dan kurang percaya diri saat memberikan ASI eksklusif. Pemberian terapi pijat yang mengkombinasikan oksitosin dengan terapi lain menjadi intervensi spesialis untuk membantu ibu dalam produksi ASI eksklusif. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pijat Oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Tinjauan literatur menggunakan metode PRISMA. Basis data menggunakan Scopus, PubMed, Science Direct, EBSCO, PROQUEST, NILITI, dan Google Scholar. Kata kuncinya termasuk Ibu DAN Oksitosin ATAU Pijat Oksitosin DAN ASI DAN RCT. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel RCT 2017 hingga 2022, menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia, teks lengkap dan kriteria eksklusi seperti ulasan, publikasi tidak asli termasuk surat kepada editor, abstrak saja, dan buku. Alat penilaian JBI kritis digunakan untuk menilai kualitas jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pijat Oksitosin dengan atau tanpa kombinasi terapi lain dapat membantu ibu untuk menghasilkan ASI eksklusif. 
Analysis of the effect of the level of satisfaction of public service synergy management efforts and the status of online BPJS referral users on customer satisfaction Johannes Sembiring; Nur Mala Sari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v7i2.2076

Abstract

The Sipultak Health Center is one of the health service centers for the community in the North Tapanuli Regency. To make public health services good, the government formed the Social Security Administering Body. The tiered referral services and online referrals implemented by BPJS are still not in line with Law No. 25 of 2009. The problem formulation of this paper is how to analyze the effect of satisfaction levels, efforts to manage public service synergies and the status of BPJS online referral users on customer satisfaction at the Sipultak Health Center. The research method is Logistic Regression Analysis. Held at the Sipultak Health Center. The research sample was 343 respondents. The results of data analysis show that there is an influence on the level of satisfaction (pValue = 0.000), there is an influence on management efforts in improving service quality (pValue = 0.000), there is a synergistic effect on public services (pValue = 0.000), there is an effect on user status (BPJS customer membership (pValue = 0.000) = 0.000), BPJS service quality (pValue = 0.000), and customer fees (pValue = 0.008)). The most dominant factor is the quality of BPJS service with OR = 24,885. It is hoped that the concept of health management which can lead to convenience for humans should be paid more attention so that it does not bring good things and is prohibited by law. Abstrak: Puskesmas Sipultak adalah salah satu pusat pelaayanan kesehatan bagi masyarakat di Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Untuk menjadikan Pelayanan Publik kesehatan yang baik maka pemerintah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Pelayanan rujukan berjenjang dan rujukan Online yang diterapkan BPJS masih belum selaras dengan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009. Rumusan masalah dari penulisan ini adalah bagaimana menganalisa pengaruh tingkat kepuasan, upaya manajemen sinergisitas pelayanan publik dan status pengguna rujukan online BPJS terhadap kepuasan pelanggan di Puskesmas Sipultak Tahun. Metode penelitian adalah Analisis Regresi Logistik. Di laksanakan di Puskesmas Sipultak. Sampel penelitian sebanyak 343 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat kepuasan (pValue = 0,000), ada pengaruh upaya manajemen dalam meningkatkan mutu pelayanan (pValue = 0,000), ada pengaruh sinergisitas pelayanan publik (pValue = 0,000), ada pengaruh status pengguna (kepesertaan pelanggan BPJS (pValue = 0,000), kualitas pelayanan BPJS (pValue = 0,000), dan iuran pelanggan (pValue = 0,008). Faktor yang paling dominan adalah kualitas pelayanan BPJS dengan nilai OR = 24,885. Diharapkan sebaiknya konsep penyelenggaraan kesehatan yang dapat mengakibatkan kemudahan bagi manusia harus lebih diperhatikan sehingga tidak mendatangkan hal yang baik dan yang dilarang di dalam hukum.
Analysis of factors related to adolescent role and behavior in preventing transmission: Covid-19 viewed from predisposing, enabling, reinforcing and environmental factors Tri Anjaswarni; Sri Mugianti; Edy Suyanto; Atti Yudiernawati; Ahmad Zakaria
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.1997

Abstract

Infectious diseases often result in increased morbidity and mortality, as well as during the Corona Virus Disease-19 (Covid-19) pandemic. Children and adolescents are one of the groups at risk for transmission. Transmission of covid-19 in children and adolescents is not too much. This is due to factors related to the behavior of adolescent to prevent the transmission of covid-19. This study aims to analyze factors related to the role and behavior of adolescents in preventing the transmission of covid-19 in terms of predisposing, enabling, reinforcing and environmental factors. The research method is observational with a cross sectional design. The population is adolescents aged 10-21 years in Bareng and Tanjungrejo Sub-Districts, Malang City with a total of 551 people. Samples were taken by simple random technique of 139 respondents. Data analysis used linear regression test. Results: role strengthening factors include predisposing, enabling, reinforcing and the environment significantly influence adolescent behavior in preventing transmission of Covid-19 with a value (P-value) less than 0.05. This shows that all the factors tested are related to the behavior of adolescents to comply in implementing health protocols. The role and behavior of adolescents in preventing infectious diseases needs to be continuously strengthened by various relevant factors so that they can actively participate in preventing its transmission and spread. Abstrak: Penyakit menular sering mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian, demikian juga pada masa pandemi Corona Virus Desease-19 (Covid-19). Anak dan Remaja adalah salah satu kelompok yang berisiko untuk terjadinya penularan. Penularan covid-19 pada anak dan remaja adalah sedikit. Hal ini disebabkan adanya faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja untuk melakukan pencegahan penularan Covid 19. Tujuan penelitian melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan peran dan perilaku remaja dalam pencegahan penularan covid-19 ditinjau dari faktor predisposing, enabling (pendukung), reinforcing (pendorong) dan Lingkungan.  Metode penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah remaja usia 10 - 21 tahun di Kelurahan Bareng dan Tanjungrejo Kota Malang sejumlah 551 orang. Sampel diambil dengan teknik acak sederhana sejumlah 139 responden. Analisis data menggunakan uji regresi linier. Hasil: faktor predisposing, pendukung, pendorong dan lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku remaja dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan nilai (P-value) kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diuji, berhubungan dengan perilaku  remaja untuk patuh dalam mengimplementasikan protokol kesehatan. Peran dan perilaku remaja dalam pencegahan penyakit menular perlu terus menerus dikuatkan dengan berbagai faktor yang relevan agar mereka dapat partisipasi aktif dalam mencegah penularan dan penyebarannya.
Professional Boundaries in The Relationship Between Nurses and Patients in Healthcare Settings: A Scoping Review Ni Putu Suryani; Hana Rizmadewi Agustina; Theresia Eriyani; Dyah Setyorini
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2005

Abstract

This study aimed to identify and map material findings related to the concept of professional boundaries in the nurse-patient relationship based on the perspective of nurses. This study used a scoping review method according to the Arksey and O'Malley (2005) framework with PubMed, CINAHL, and SAGE as databases, and equipped with manual searches using a snowball technique to identify additional materials. It used major terms such as Nurse AND Understand AND Professional Boundaries AND Nursing Practice and several alternative terms. Eligible articles were analyzed using inductive content analysis. The results of the content analysis of 16 relevant articles discuss five categories of the concept of professional boundaries. Nurses have various understandings related to the concept of professional boundaries, especially related to the types of boundaries. Professional boundaries are defined as boundaries for maintaining a therapeutic relationship. Nurse competence is an important factor in the implementation process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan temuan materi terkait konsep batasan profesional dalam hubungan perawat-pasien berdasarkan perspektif perawat. Penelitian ini menggunakan metode scoping review menurut framework Arksey dan O'Malley (2005) dengan PubMed, CINAHL, dan SAGE sebagai database, serta dilengkapi dengan pencarian manual menggunakan teknik snowball untuk mengidentifikasi bahan tambahan dengan menggunakan kata kunci utama seperti Nurse AND Understand AND Professional Boundaries AND Nursing Practice dan beberapa istilah alternatif. Artikel yang memenuhi syarat dianalisis menggunakan analisis konten induktif. Hasil analisis menghasilkan 16 artikel relevan yang membahas lima kategori konsep batasan profesional. Perawat memiliki berbagai pemahaman terkait konsep batasan profesional, terutama terkait dengan jenis- jenis batasan. Batasan profesional didefinisikan sebagai batasan untuk mempertahankan hubungan terapeutik. Kompetensi perawat merupakan faktor penting dalam proses implementasi.
Factors Affecting The Success Of Implementing Family Integrated Care For Adolescents Who Experience Bullying: A Literature Review Nely Sofia Rahman; Dian Ramawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2051

Abstract

Background: Bullying is a negative action performed repeatedly by another person or a group against a certain individual. Various forms of bullying can be experienced by adolescents, such as verbal, physical, and relational bullying. Bullying has a significant negative impact on its victims. There is a consensus regarding the importance of family involvement in high-quality care. Family-centered care is expected to improve the quality of care for adolescent victims of bullying by involving families in nursing and medical intervention plans. Method: This is a literature review that uses PRISMA. The article search was conducted through electronic databases, including Pubmed, ScienceDirect, SAGE, and Google Scholar. The selected articles are published in the last ten years. The keywords used in this systematic review are “Bullying+Family Integrated Care+Adolescent”. Results: The article search did not yield results on the implementation of Family Integrated Care for adolescents who experience bullying. Family Integrated Care is more often used in NICU patients or pediatric patients who experience anxiety disorders during hospitalization. However, the authors found the application of Integrated Care and Family Centered Care in interventions for adolescent victims of bullying. There are seven selected articles, and they indicate a need for increased intervention involving family roles. Nurses can work with families to improve the quality and efficiency of care, as well as increase their knowledge and competence in caring for adolescent victims of bullying. Abstrak: Background: Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan secara berulang oleh orang lain atau suatu kelompok terhadap individu tertentu. Berbagai bentuk bullying dapat dialami oleh remaja, seperti bullying verbal, fisik, dan relasional. Bullying menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap korbannya. Pada saat ini, consensus umum mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam perawatan yang berkualitas tinggi telah banyak dilakukan. Perawatan yang berpusat pada keluarga diharapkan dapat meningkatkan kualitas perawatan yang berfokus pada remaja korban bullying dengan melibatkan keluarga dalam rencana intervensi keperawatan dan medis. Metode: Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan menggunakan PRISMA. Pencarian artikel menggunakan database elektronik, diantaranya Pubmed, Sciencedirect, SAGE, dan Google Scholar. Artikel yang digunakan adalah jurnal yang terbit dalam 10 tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan dalam tinjauan sistematis ini yaitu “Bullying+Family Integrated Care+Adolescent”. Hasil: Dari hasil pencarian artikel, penulis belum menemukan penerapan Family Integrated Care pada remaja yang mengalami bullying. Penerapan Family Integrated Care lebih sering digunakan pada pasien NICU atau pasien anak yang mengalami gangguan kecemasan saat hospitalisasi. Tetapi, penulis menemukan penerapan Integrated Care dan Family Centered Care pada intervensi untuk remaja korban bullying. Terdapat 7 artikel yang terpilih dan perlu adanya peningkatan intervensi yang melibatkan peran keluarga. Perawat dapat bekerja sama dengan keluarga untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi perawatan, serta meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat dan keluarga dalam merawat remaja korban bullying.
Animated Video Media on Breakfast Behavior Analysis of Nutritional Education Effect Through Fitriani Fitriani; Teungku Nih Farisni; Yarmaliza Yarmaliza; Fitrah Reynaldi; Zakiyuddin Zakiyuddin; Safrizal Safrizal; Onetusfifsi Putra; Veni Nella Syahputri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2123

Abstract

A preliminary study of 10 Alue Buloh students showed that 8 of them did not know the benefits of breakfast and the impact of not having breakfast and overall they had mistaken perceptions about proper nutritional intake for their morning activities. The purpose of this study was to investigate the effect of nutritional education through animated video media on breakfast behavior in elementary school children. The research design used was quasi experiment, with a pre-test and post-test design applying one group with a total sample size of 50 students. The sampling technique was purposive sampling. The criteria were: willing to be the sample, never received counseling about breakfast, and were in good health condition Interventions were carried out at 6 times with a span of 2 months. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using the Dependent t test.The results showed that there was an effect of nutritional education using animated video media on knowledge with p value p(sig) = 0.000, there is an effect of nutritional education using animated video media on student attitudes, there is an effect of nutritional education using animated video media on student actions. Therefore, it is suggested that socialization and education is absolutely needed to be applied in other elementary schools through animated video media since it is very interesting and motivates good behavior change on the importance of breakfast. Abstrak: Berdasar sebuah studi pendahuluan terhadap 10 siswa di Alue Buloh menunjukkan bahwa 8 orang diantaranya tidak mengetahui manfaat sarapan dan dampak dari tidak sarapan dan secara keseluruhan mereka memiliki persepsi yang salah tentang asupan nutrisi yang tepat untuk aktivitas pagi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui media video animasi terhadap perilaku sarapan pagi pada anak sekolah dasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, dengan desain pre-test dan post-test apply one group dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kriterianya adalah: bersedia menjadi sampel, tidak pernah mendapat penyuluhan tentang sarapan pagi, dan dalam keadaan sehat Intervensi dilakukan sebanyak 6 kali dengan rentang waktu 2 bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Dependent t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan gizi menggunakan media video animasi terhadap pengetahuan dengan p value p(sig) = 0,000, ada pengaruh pendidikan gizi menggunakan media video animasi terhadap sikap siswa, ada pengaruh pendidikan gizi menggunakan media video animasi media video animasi tentang aksi siswa. Oleh karena itu disarankan sosialisasi dan edukasi mutlak perlu diterapkan di sekolah dasar lainnya melalui media video animasi karena sangat menarik dan memotivasi perubahan perilaku yang baik tentang pentingnya sarapan pagi.
Interventions for treatment of muscle cramps in hemodialysis patients: A systematic review Joey Anung Aninditya Widodo; Azizah Khoiriyati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2064

Abstract

Background: Physical disorders in patients undergoing hemodialysis therapy are problems that often occur in intradialysis, which if not handled properly will cause discomfort to the patient. Patients suffering from Chronic Renal Failure (CKD) often experience physical suffering and anxiety. Muscle cramps are often associated with hemodialysis side effects. Objective: This systematic review aims to determine interventions that can be used to treat muscle cramps in hemodialysis patients. Method: The research method uses PRISMA with a systematic approach and selection process. Library sources were traced from the ProQuest, Pubmed and Scient Direct databases.  Result: Based on the analysis through systematic review, several interventions can be used to treat muscle cramps in hemodialysis patients, namely isotonic exercise, range of motion, statin therapy. Conclusion: In conclusion, these interventions have an influence on the incidence of muscle cramps experienced by patients with chronic kidney failure during the process of hemodialysis therapy. Abstrak: Latar Belakang: Gangguan fisik pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa merupakan masalah yang sering terjadi pada intradialisis, yang jika tidak segera ditangani dengan baik akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. Pasien yang menderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) sering merasakan penderitaan fisik dan kecemasan. Kram otot sering dikaitkan dengan efek samping hemodialisa. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui intervensi yang dapat digunakan untuk menangani kram otot pada pasien hemodialisa. Metode : Metode penelitian menggunakan PRISMA dengan pendekatan dan proses seleksi yang sistematis. Sumber pustaka ditelusur dari database ProQuest, Pubmed dan Scient Direct. Hasil: Berdasarkan analisis melalui systematic review didapatkan beberapa intervensi yang dapat digunakan untuk menangani kram otot pada pasien hemodialisa yaitu isotonic exercise, range of motion, statin therapy. Kesimpulan: Kesimpulan intervensi-intervensi tersebut memiliki pengaruh terhadap kejadian kram otot yang dialami pasien gagal ginjal kronik selama proses terapi hemodialisa.
The Role of Parents to Prevent Stunting in Toddlers: Scoping Review Intan Arum Anjar Wati; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2037

Abstract

Background: Stunting is a condition that cannot achieve normal weight and height in toddlers because of severe undernourishment, particularly during the first thousand days of life (golden period).Toddlers with stunting look smaller compared to their age. The stunting prevalence in 2021 was 24.4% decreased to 21.6% in 2022. The government targeted a decrease in stunting in Indonesia by 14%, which means that the incidence of stunting must decrease by 3.8% for two consecutive years. Objective: To review the role of parents in preventing stunting in toddlers. Method: This scoping review used a PRISMA-ScR framework by tracking articles using pertinent databases such as Pubmed, Scient Direct, and Willey and The Joanna Briggs Institute (JBI) for critical appraisal. Results: Based on the research results from 1,596 articles that had been filtered, ten articles that met the criteria for inclusion and exclusion were found. In this study, two main themes were found, namely factors that influence stunting and toddler parenting. Conclusion: The role of parents is very influential on the growth and development of toddlers whose parents' role in the selection of food given to children, exclusive breastfeeding, the practice of food provision, diversity of food provided to children, clean living behavior by parents in the family The outcome is expected to increase the degree of nutrition in toddlers as an effort to avoid stunting.Abstrak: Latar Belakang:  Stunting adalah keadaan anak yang tidak mampu mencapai berat dan tinggi badan normal  pada balita dampak dari malnutrisi berat, utamanya pada 1000 hari pertama kehidupan (periode emas). Balita dengan stunting terlihat lebih kecil dibandingkan dengan anak yang sebayanya. Prevalensi stunting pada tahun 2021 sebanyak 24,4% mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022. Pemerintah mentargetkan penurunan angka stunting di Indonesia sebanyak 14% pada tahun 2024 yang artinya angka kejadian stunting harus mengalami penurunan sebanyak 3,8% selama dua tahun berturut-turut. Tujuan: untuk mereview mengenai peran orang tua dalam pencegahan stunting pada balita. Metode: Scoping Review ini memakai framework PRISMA-ScR dengan pelacakan artikel menggunakan database yang relevan, yaitu Pubmed, Scient Direct dan Willey selanjutnya dilakukan Critical Appraisal memakai The Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Berlandaskan hasil pencarian artikel dari 1.596 yang sudah disaring diperoleh 10 artikel yang cocok dengan kriteria inklusi dan eksklusi, didalam kajian ini didapatkan dua tema utama yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dan pola asuh balita. Kesimpulan:  Peran orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita yang peran orang tua dalam pemilihan makanan yang di berikan untuk anak, ASI eksklusif, praktik pemberian makanan, keragaman makanan yang diberikan pada anak, perilaku hidup bersih yang dilakukan orang tua di dalam keluarga yang outcome nya di harapkan dapat meningkatkan derajat nutrisi pada balita sebagai usaha menghindari terjadinya stunting.
Formation of chitosan from black soldier fly (hermetia illucens) pupae using microwaves radiation energy Rachmawaty Rachmawaty; Sahribulan Sahribulan; Suriati Eka Putri; Widya Faramitha Arisma
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2142

Abstract

This study aims to determine the effect of microwave radiation energy on the formation of chitosan from Black soldier fly pupae (Hermetia illucens). Microwave radiation Chitin isolation from BSF pupae was demineralized (HCl 5%, 45C) and deproteinated (NaOH 4%, 45C), then the transformation of chitin into chitosan (deacetylation) was carried out using microwave radiation with different powers, namely 240 watts, 400 watts, 560 watts and 800 watts with a radiation time of 5 minutes. Determination of the degree of deacetylation is determined by observing the spectrum produced using the infrared spectrophotometer (FTIR). The results showed that the degree of chitosan deacetylation produced on average was 61% at 240 watts; 400 watts at 63%; 560 watts by 66%; and 800 watts by 72%. Based on the research results, it can be concluded that microwave radiation energy affects the formation of chitosan in this case indicating that the higher the microwave radiation energy, the higher the degree of deacetylation of chitosan produced.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh energi radiasi gelombang mikro terhadap pembentukan kitosan dari pupa Black soldier fly (Hermetia illucens). Radiasi gelombang mikro Isolasi Kitin selongsongan pupa BSF demineralisasi (HCl 5%, 45 C) dan deproteinasi (NaOH 4%, 45 C), selanjutnya transformasi kitin menjadi kitosan (deasetilasi) dilakukan dengan menggunakan radiasi gelombang mikro dengan daya yang berbeda-beda yaitu 240 watt, 400 watt, 560 watt dan 800 watt dengan waktu radiasi selama 5 menit. Penentuan derajat deasetilasi ditentukan dengan mengamati spektrum yang dihasilkan dengan menggunakan spektrofotometer inframerah (FTIR). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa derajat deasetilasi kitosan yang dihasilkan rata-rata yaitu pada daya 240-watt sebesar 61%; 400 watt sebesar 63%; 560 watt sebesar 66%; dan 800 watt sebesar 72%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa energi radiasi gelombang mikro berpengaruh terhadap pembentukan kitosan dalam hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi energi radiasi gelombang mikro semakin tinggi pula derajat deasetilasi kitosan yang dihasilkan.

Page 91 of 131 | Total Record : 1304