Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan
Jurnal Widya Komunika membahas dan mengkaji tema-tema komunikasi dan pendidikan yang bersumber dari hasil penelitian maupun sumbang saran pemikiran atau pengkajian ilmiah dari semua akademisi, praktisi dan pemerhati masalah komunikasi dan dunia pendidikan. Fokus dan Bidang Kajian artikel-artikel yang dapat diterima Jurnal Widya Komunika adalah kajian Komunikasi Kontemporer secara umum dan Komunikasi Pendidikan secara khusus. Dalam bidang Komunikasi Pendidikan tidak dibatasi dalam kajian konseptual teoretis saja namun juga kajian yang bersifat terapan/bersumber kasus di masyarakat secara langsung seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Instruksional, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemasaran Sosial, dan Perubahan Sosial.
Articles
165 Documents
POLA KOMUNIKASI TUTOR DAN SISWA MELALUI WHATSAPP DALAM PROGRAM RUANGGURU DIGITALBOOTCAMP PAKET C
Kartika Parhusip;
Heppy Haloho
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10.389 KB)
|
DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1399
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antara tutor dan siswa dalamProgram Ruangguru Digitalbootcamp Paket C. Ruangguru Digitalbootcamp Paket C merupakanproduk pendidikan yang menggunakan Whatsapp sebagai media pembelajaran. Kegiatan belajarmengajar dengan memanfaatkan Whatsapp merupakan inovasi dalam dunia pendidikan. Sasaransiswa yang dituju dalam program ini adalah siswa yang drop-out dan sedang belajar untuk ujiankesetaraan Paket C. Program ini sangat memudahkan juga bagi para siswa sebagai alternatifbagi mereka yang memiliki waktu yang terbatas untuk mengikuti bimbingan belajar yang biasaatau konvensional yang telah diketahui selama ini. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalamdan studi literatur. Pengamatan dilakukan pada komunikasi yang terjalin antara tutor dan siswadalam program Ruangguru Digitalbootcamp Paket C. Kemudian dilakukan wawancara terhadaptutor, siswa, dan tim ruangguru untuk menggali informasi yang terkait dengan program ini. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam program Ruangguru DigitalboothcampPaket C adalah pola komunikasi bintang. Pembelajaran di Ruangguru Digitalbootcamp Paket Cmenerapkan student centered learning. Tutor memberikan stimulus-stimulus agar siswa aktifdalam menggali materi belajar. Partisipasi di Ruangguru Digitalbootcamp Paket C ini dapatterlihat dari siswa yang memanfaatkan menggunakan fasilitas belajar yang telah disediakan olehRuangguru secara mandiri.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XBO2 MATA PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN STUDENT TEAM- ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) BERBANTUAN MEDIA MESIN GAMBAR SEDERHANA SMK NEGERI KEBASEN SEMESTER 1 TAHUN 2014/2015
Mustalikin Mustalikin
Widya Komunika Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2015.5.2.934
Alat gambar merupakan bagian yang penting dari praktik menggambar. Oleh karena itu, perlu adanya alat yang lebih bagus digunakan sehingga menggambar denan efisien dan efektif, serta presisis dalam gambar akan terwujud. Berdasarkan hasil perolehan data dari prestasi belajar siswa nilai ulangan XBO2 yang paling rendah adalah 75,00. Ini sama nilai KKM yang ada yaitu 75. Berdasarkan dari dari siklus I pengambilan gambar dari pandangan depan yang benar 18 siswa atau 60 % , dan pengambilan gambar dari pandangan atas 19 siswa 63.33%, serta pengambilan gambar dari pandangan samping 21 siswa atau 70%, dengan nilainya tuntasnya adalah 28 orang siswa atau 93,33 %. Kemudian bila dilanjutkan di siklus II siswa yang benar di dalam proses pembelajaran pengambilan pandangan depan sejumlah 28 orang siswa atau 93.30%, pandangan atas 29 atau 96.70% dan pandangan samping 32 siswa atau 100% . Nilainya tuntas adalah 32 orang siswa atau 100%. Dengan demikian dengan membuat mesin gambar siswa lebih bertanggung jawab dan lebih meningkat prestasinya dengan strategi dan penggunaan alat praktik menggambar yang bervariasi dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan dengan mengadakan alat praktik menggambar, siswa lebih dapat mencapai prestasi yang maksimal.
The Influence of CSR Program "Desa Wisata Buah Diwak" on the Image of PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Company
Ega Karismabumi Latunagari
Widya Komunika Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan - WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10.393 KB)
|
DOI: 10.20884/1.wk.2019.9.2.1976
Sebagai organisasi bisnis yang hidup berdampingan dengan masyarakat, maka sebuah perusahaan perlu menjalankan konsep triple bottom line (Profit, Planet, People). Program CSR berbasis Community Development merupakan salah satu saluran komunikasi antara perusahaan dengan lingkungan. Sehingga, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan citra positif perusahaan di mata stakeholder. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas program CSR Desa Wisata Buah Diwak terhadap citra PT Industri Jamu Dan Farmasi. Tbk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada kelompok tani. Melalui hasil olah data, diketahui bahwa nilai R square sebesar 0.101 dan nilai signifikansi sebesar 1.130. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh antara efektivitas program CSR dengan citra perusahaan belum maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya karena program CSR baru berjalan selama 3 tahun. Padahal hasil dan manfaat dari program CSR baru dapat dirasakan secara langsung oleh kelompok tani minimal dalam jangka waktu 5 tahun. Keywords : corporate social responsibility, community development, citra perusahaan
PENGARUH STATUS EKONOMI, PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG SMK DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP TERHADAP MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 1 PURWOKERTO
Agus Nuryanto;
Sumadi Sutrijat;
Margani Pinasti
Widya Komunika Vol 7 No 2 (2017): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2017.7.2.1212
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh status ekonomi orang tua,pengetahuan orang tua, dan prestasi belajar siswa terhadap minat siswa SMP Negeri diPurwokerto untuk melanjutkan sekolah di SMK Negeri 1 Purwokerto. Penelitian ini merupakanpenelitian survey dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul datanya. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri di Purwokerto tahun pelajaran2013/2014 sebanyak 2.068 siswa dan diambil sampel sebanyak 335 siswa dengan teknik purposiveproportional random sampling. Analisis data menggunakan uji persamaan regresi linier. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa status ekonomi orang tua berpengaruh negatif terhadap minatsiswa SMP Negeri di Purwokerto untuk melanjutkan sekolah di SMK Negeri 1 Purwokerto (t hitung= -8,083). Pengetahuan orang tua berpengaruh positif terhadap minat siswa SMP Negeri diPurwokerto untuk melanjutkan sekolah di SMK Negeri 1 Purwokerto (t hitung = 8,165). Prestasibelajar siswa berpengaruh negatif terhadap minat siswa SMP Negeri di Purwokerto untukmelanjutkan sekolah di SMK Negeri 1 Purwokerto (t hitung =-5,577). Implikasi dari hasil penelitianyaitu: Sekolah hendaknya memberikan program beasiswa terhadap siswa SMP yang berasal darikeluarga dengan status ekonomi yang kurang agar lebih berminat untuk melanjutkanpendidikanya ke SMK. Sosialisasi tentang pendidikan SMK perlu ditingkatkan, terutama padaorang tua siswa SMP agar orang tua dapat memberikan pertimbangan yang rasional dalammengarahkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan di SMK. Sekolah hendaknya melakukanpendekatan yang persuasif kepada siswa SMP yang berprestasi tinggi agar berminat melanjutkanpendidikan ke SMK seperti menjamin penyaluran kerja ke perusahaan-perusahaan.
METODE INSTRUKSIONAL PROGRAM KOMPUTER DENGAN JAWS PADA KELAYAN TUNANETRA DI PTN PENGANTHI TEMANGGUNG
Dewi Mustika Sari;
S Bekti Istiyanto
Widya Komunika Vol 5 No 1 (2015): Widya Komunika
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2015.5.1.920
Tulisan ini menganalisis bagaimana metode instruksional program komputer dengan JAWS pada kelayan tunanetra di PTN TRW Penganthi Temanggung. Selain itu, juga menganalisa hambatan yang sering muncul seperti hambatan yang ditimbulkan dari pengajar, media dan kelayan. Tujuan tulisan ini adalah ingin mengetahui serta menggambarkan metode instruksional program komputer dengan JAWS yang digunakan pengajar pada kelayan tunanetra di tempat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Dari data penelitian diperoleh informan yang dalam hal ini adalah seorang pengajar ekstrakurikuler komputer dan beberapa kelayan dengan kriteria kelayan yang termasuk dalam kelompok terampil, yang sedikit banyak sudah mengetahui program Microsoft word dan Microsoft excel dan telah tersertifikasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling, yang semuanya berjumlah lima orang. Data atau informasi diperoleh melalui wawancara mendalam, pengamatan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan secara teknis, metode yang lebih sering digunakan dalam proses instruksional program Microsoft Word dan Microsoft excel menggunakan JAWS pada kelayan adalah metode demonstrasi diikuti dengan metode tanya jawab secara bersamaan. Metode dapat digunakan satuan atau gabungan sesuai tujuan instruksional yang ingin dicapai dan juga mempertimbangkan materi akan lebih efektif disampaikan. Pada penerapan metode instruksional di sini juga memiliki faktor penghambatnya dari pengajar, media dan kelayan, dalam hal ini, ditempuh berbagai cara untuk menanganinya.
GONDRONG: SEBUAH KONSTRUKSI IDENTITAS PRIA DI ERA MILENIAL
Aliyah Nur'aini Hanum;
Tri Urada
Widya Komunika Vol 9 No 1 (2019): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10.393 KB)
|
DOI: 10.20884/1.wk.2019.9.1.1674
Era milenial menawarkan banyak hal, terutama dinamika sosial berorientasi teknologi. Internet,menjadi bagian tak terpisahkan dari para ‘millenials’, sebutan bagi generasi yang hidup pada eramilenial ini. Di antaranya, munculnya komunitas-komunitas virtual masyarakat yang menyatakanentitas sebuah kelompok dengan ciri khas dan kepentingannya. Salah satunya, „KomunitasGondrong‟, yang dapat diidentifikasi melalui akun jejaring sosial. Komunitas Gondrongmerupakan kelompok sosial yang dibentuk oleh sekumpulan pria berambut panjang melebihitelinga maupun tengkuk. Entitas ini menjadi fenomena realitas sosial-siber yang unik, karenadidominasi oleh mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air. Termasuk mahasiswa Kota Pontianakyang juga menjadikan „gondrong‟ sebagai sebuah identitas diri. Tulisan ini bertujuan untukmenganalisis fenomena komunitas mahasiswa pria gondrong Kota Pontianak dalammengkonstruksi identitas dirinya pada jejaring sosial instagram dengan menggunakan metodeetnografi virtual. Sebagai entitas virtual yang memiliki budaya dan artefak budaya tertentu,interaksi sosial yang terjadi menggunakan simbol-simbol yang hanya tepat dimaknai oleh para priaberambut gondrong ini. Kolektivitas yang dibangun dalam instagram teridentifikasi sebagaikonstruksi identitas yang meneguhkan eksistensi diri para mahasiswa pria dalam realitas sosial-siber.
MODEL PEMBELAJARAN MELALUI FIELD TRIP DALAM PERKULIAHAN KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Shinta Prastyanti
Widya Komunika Vol 7 No 1 (2017): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2017.7.1.1202
Komunikasi pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah mata kuliah tidak hanyamempelajari teori saja, tetapi lebih kompleks daripada itu. Pemahaman mengenai masyarakatbeserta karakteristik dan segala persoalan yang ada di dalamnya menjadi sebuah kajian yangsangat menarik dan penting. Hal tersebut tidak bisa dipelajari di dalam kelas saja tanpamempertimbangkan kemungkinan kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang terjadi dalammasyarakat. Model pembelajaran melalui Field Trip diharapkan dapat mengatasi kesenjangantersebut sehingga pemahaman mahasiswa akan mata kuliah ini menjadi lengkap dan mendalam.Field trip bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis sumberdaya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, stakeholder yang terlibat, dan jugamengidentifikasi permasalahan beserta potensi solusinya.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TENTANG MITIGASI BENCANA MELALUI METODE FGL BAGI SISWA KELAS X-MIA1 SMAN 2 CILACAP
Sutarno Sutarno
Widya Komunika Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2016.6.1.1102
Masalah yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bagaimana proses pembelajarandengan menggunakan metode FGL dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar geografi,seberapa besar peningkatan motivasi dan hasil belajar geografi setelah menggunakanpembelajaran dengan metode FGL, serta bagaimana perubahan perilaku untuk meningkatkanmotivasi dan hasil belajar geografi setelah proses belajar mengajar dengan metode FGL. Tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode FGLdapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar geografi tentang mitigasi bencana,mendeskripsikan seberapa besar peningkatan motivasi dan hasil belajar geografi tentang mitigasibencana, serta mendeskripsikan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan motivasi danhasil belajar geografi tentang mitigasi bencana. Penelitian dilakukan di kelas X-MIA1 SMAN 2Cilacap, dengan jumlah siswa 38 orang. PTK ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran2014/2015, dan dimulai bulan Maret 2015 sampai Mei 2015. Penelitian tindakan inimenggunakan 2 siklus proses belajar mengajar yang akan digunakan untuk melihat adakahperubahan pada diri siswa (motivasi dan hasil belajarnya). Hasil PTK yang kami lakukanmenunjukan bahwa proses pembelajaran yang menggunakan metode FGL dapat meningkatkanmotivasi dan hasil belajar, besarnya motivasi yang dicapai adalah dari kategori rendah (52,63%)menjadi kategori tinggi (71,05%), sedangkan besarnya hasil belajar yang dicapai meningkatdari 65,79 dari hasil posttest siklus pertama menjadi 93,42 dari hasil posttest pada siklus 2. Hasilyang lain adalah perubahan perilaku siswa dan guru semakin kreatif, inovatif dan lebihbersemangat dalam PBM.
ADAPTASI KOMUNIKASI GURU ASING MENGHADAPI PERBEDAAN BUDAYA DI SEKOLAH INTERNASIONAL
Muzahid Akbar Hayat
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10.389 KB)
|
DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1407
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman adaptasi komunikasi tenaga pengajarasing selama menjalankan tugas pembelajaran di Indonesia. Fokusnya adalah eksplorasi ataspengalaman adaptasi komunikasi guru asing di sekolah Internasional Menengah Atas Jakarta.Dinamika interaksi yang melibatkan negosiasi, percakapan tatap muka, situasi dan kontekspercakapan, kiat-kiat adaptasi komunikasi yang di dalamya terdapat tantangan, kesulitan-kesulitan bahkan mungkin terjadi kegagalan komunikasi yang berujung pada penolakan secarasosial sampai dengan dapat diterimanya guru asing. Untuk memahami pengalaman adaptasikomunikasi guru asing peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakanfenomenologi deskritif. Fenomena tersebut dianalisi dengan menggunakan penggabungan duametode analisis antara lain analisis yang dikembangkan oleh Rossman dan Marshall (2006) danIntepretive Phenomenological Analysis (IPA) oleh Smith. Terdapat 10 guru asing yang dipilihsecara purposeful sampling dengan kriteria: guru asing yang mengajar minimal satu tahun disekolah Internasional Menengah Atas Jakarta. Hasil penelitian ini memperlihatkan sejumlah guruasing menjelaskan terdapat “culture problem” saat bertemu dengan perbedaan budaya.
ANALISIS SEMIOTIKA FILM "KIM JI YOUNG BORN 1982"
Rika Fitriana Fitriana
Widya Komunika Vol 10 No 1 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.1.2564
ABSTRACT Film Kim Ji Young Born 1982 diangkat dari novel bestseller karya Cho Nam Joo yang sudah rilis di berbagai Negara. Isu yang diangkat dari novel ini adalah sistem patriarki dan kesetaraan gender di Korea Selatan. Novel ini akhirnya diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang serupa. Film ini seakan ingin menyuarakan nasib perempuan-perempuan di Korea Selatan yang masih terbelenggu dengan sistem patriarki dan mengalami kesenjangan gender di dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam laporan terbaru World Economic Forum tentang kesenjangan gender secara global, Korea Selatan berada di peringkat 115 dari 149 negara dengan perbedaan besar dalam hal kesetaraan upah dan perolehan penghasilan bagi perempuan. Sedangkan dalam New York Times menyebutkan bahwa laki-laki di Korea Selatan memegang rekor sebagai yang paling sedikit melakukan pekerjaan rumah di antara laki-laki di negara-negara maju dunia. Laki-laki di Korea Selatan melakukan pekerjaan rumah rata-rata 45 menit per hari atau 1/5 dari yang dilakukan para perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode analisis Semiotik. Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah laki-laki dianggap lebih tinggi kedudukannya dibanding perempuan. Hadirnya anak laki-laki dianggap sebuah keberuntungan dalam sebuah keluarga di Korea Selatan. Kedua, pekerjaan domestik menjadi tanggung jawab penuh seorang perempuan jika sudah menikah. Laki-laki atau suami hanya bertugas untuk bekerja. Tidak sepantasnya laki-laki melakukan pekerjaan domestik dalam rumah tangga. Istri akan dipandang negatif jika suami membantu tugas domestik. Ketiga, perempuan dianggap negatif jika mempunyai karir yang bagus dalam pekerjaannya. Perempuan dianggap tidak peduli pada keluarga dan anaknya karena sibuk dengan karirnya. Dari hasil penelitian ini menunjukkan jika sistem patriarki dan kesenjangan gender masih lekat dalam kehidupan masyarakat di Korea Selatan. Kata kunci : Film Kim Ji Young Born 1982, Semiotika, Patriarki, Kesetaraan gender