cover
Contact Name
Dr. S. Bekti Istiyanto
Contact Email
bekti.istiyanto@unsoed.ac.id
Phone
+6285221626505
Journal Mail Official
bektiis@yahoo.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Komunikasi Jalan Kampus No 1 Grendeng Purwokerto Utara
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan
ISSN : 02167239     EISSN : 26861968     DOI : -
Jurnal Widya Komunika membahas dan mengkaji tema-tema komunikasi dan pendidikan yang bersumber dari hasil penelitian maupun sumbang saran pemikiran atau pengkajian ilmiah dari semua akademisi, praktisi dan pemerhati masalah komunikasi dan dunia pendidikan. Fokus dan Bidang Kajian artikel-artikel yang dapat diterima Jurnal Widya Komunika adalah kajian Komunikasi Kontemporer secara umum dan Komunikasi Pendidikan secara khusus. Dalam bidang Komunikasi Pendidikan tidak dibatasi dalam kajian konseptual teoretis saja namun juga kajian yang bersifat terapan/bersumber kasus di masyarakat secara langsung seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Instruksional, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemasaran Sosial, dan Perubahan Sosial.
Articles 165 Documents
LITERASI MEDIA DIGITAL MEMBUKA WAWASAN IBU-IBU RUMAH TANGGA Dewi Novianti; Siti Fatonah
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3307

Abstract

Khalayak sasaran dari literasi media digital mencakup berbagai lapisan dalam masyarakat, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Dari segi usia pun tidak mengenal batas. Namun yang menarik adalah khalayak dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Penelitian ini mengambil subyek penelitian ibu-ibu Rumah Tangga. Ibu-ibu rumah tangga dipilih sebagai subyek penelitian karena mereka adalah tonggak atau pilar dalam sebuah rumah tangga. Apabila pilar itu kokoh, maka kokoh pula rumah tangga tersebut. Dengan demikian, apabila kita ingin membangun generasi yang kuat dan tangguh, maka di mulai dari rumah tangga. Rumah tangga yang Tangguh diawali dari ibu-ibu yang Tangguh pula. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui wawasan Ibu-Ibu Rumah Tangga desa Karang Anom mengenai konten-konten yang ada di smartphone atau gadget, dan memberikan pengetahuan literasi media digital kepada Ibu-Ibu Rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dimana ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tingkat literasi media masih rendah, kemudian diberikan wawasan pengetahuan berupa pelatihan dan sosialisasi literasi media digital. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk dapat mencapai hasil literasi yang diinginkan.
KETERBUKAAN DIRI ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA “MOVING ON” Wiwik Novianti; Ginadha Putri Pramesyi
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3315

Abstract

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok yang mendapat stigma dari masyarakat. Banyak penderita HIV/AIDS yang menjadi sangat tertutup begitu mengetahui statusnya sebagai ODHA. Hal tersebut kerapkali menyulitkan tenaga kesehatan untuk mendapat informasi tentang kondisi mereka. Oleh karena itu dibentuk kelompok dukungan sebaya sebagai media untuk berbagi informasi dan dukungan sesama ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri penderita HIV/AIDS dalam Kelompok Dukungan Sebaya Moving On di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Dari penelitian diketahui bahwa motif ODHA menutup dirinya adalah karena takut mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Penderita HIV/AIDS lebih terbuka pada orang-orang yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya dibandingkan dengan orang-orang di luar kelompok karena merasa senasib. Para ODHA saling menjaga statusnya dari orang-orang di luar kelompok mereka. Guna mengatasi hambatan komunikasi saat berinteraksi dengan anggota baru maka Pendamping Sebaya akan membuka status dirinya sebagai ODHA terlebih dahulu.
PENGARUH TAGLINE #RATATANPAKAWAT TERHADAP BRAND AWARENESS RATA Yulia Rahel Brenauli Kaban
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3872

Abstract

The presence of the tagline has an important role for a brand. Tagline can be used to help communicate the point that the brand differentiates from competitors. With the tagline, the products or services offered by a brand will be easily remembered by the audience so that brand awareness is formed. PT. Rupa Aesthetics Aktual Technology (RATA) as a start-up company takes advantage of this as a first step to grow Rata's brand awareness in the minds of the public by carrying out #RataTanpaKawat as the brand tagline. This study aims to determine how much influence the #RataTanpaKawat tagline which consists of sub variables familiarity, differentiation and message of value on average brand awareness which consists of sub variables brand recognition, brand recall and top of mind. The research method used is quantitative with the type of causal relationship research. The data was collected by researchers through distributing questionnaires online to 385 active Instagram users in Indonesia aged 14 years and over. The sampling technique used was nonprobability sampling with purposive sampling type. Researchers used simple linear regression analysis in the data analysis process which was carried out using the IBM SPSS version 25 application. Based on the results of the data analysis, the tagline #RataTanpaKawat had an effect of 54.9% on average brand awareness while the remaining 45.1% was influenced by other factors outside of research. Keywords: tagline, Rata, brand awareness
BUDAYA PARTISIPASI DALAM YOUTUBE SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KESENIAN ONDEL-ONDEL Aricha Choirunnisah; Ocvita Ardhiani
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3449

Abstract

Youtube merupakan platform media sosial yang dimanfaatkan untuk membuat kreatifitas dalam bentuk video, salah satunya adalah channel video unik. Channel ini menampilkan tentang kesenian Jakarta salah satunya ondel-ondel. Seiring berkembangnya zaman, kesenian ondel-ondel mulai beralih fungsi menjadi alat untuk mengamen dijalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan budaya partisipasi pemanfaatan youtube sebagai upaya melestarikan kesenian Jakarta ondel-ondel, penelitian ini menggunakan teori budaya partisipasi Henry Jenkins. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dengan informan peran partisipasi yang dilakukan channel video unik sangat aktif dalam mengupload video kesenian Jakarta pada youtube, selain itu tidak hanya menguploadnya di youtube saja, peran langsung yang dilakukan channel video unik ialah dengan adanya perkumpulan komunitas ondel-ondel Jakarta pada setiap minggunya, dan interpretasi budaya yang dilakukan channel video unik dengan menampilkan dengan detail kesenian Jakarta pada setiap video yang diuploadnya. Sehingga channel video unik tidak hanya berperan melalui media sosial, namun turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat langsung.
Informasi Covid-19 dan Kecemasan Sosial zefa alinda fitria
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3685

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal bulan Januari 2020 ini menyebabkan perubahan yang terjadi di segala bidang kehidupan. Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang pernafasan dan dapat mengakibatkan penderitanya meninggal dunia. Sehingga setiap orang diwajibkan dengan protokoler yang berlaku untuk pencegaham. Protokoler ini dilakukan sejak awal Maret lalu dengan lockdown atau yang familiar disebut dengan #dirumahaja. Hingga saat ini protokoler masih berjalan dengan social distancing, memakai masker, membiasakan diri dengan mencuci tangan, selalu menjaga kebersihan diri, dan membatasi interaksi dengan orang lain. Hal-hal semacam itu membuat seluruh kegiatan dan masyarakat berubah. Terlebih dengan adanya informasi yang tersebar melalui media online / internet. Dalam hal ini, media online digunakan sebagai fasilitas untuk mendapatkan informasi mengenai penyebaran dan segala hal yang berhubungan dengan Covid-19. Informasi Covid-19 tersebar melalui website, sosial media (instagram, facebook, dan twitter), juga grup pada pesan pribadi whatsapp. Informasi tersebut berasal dari sumber yang sangat beragam sehingga tidak dapat diketahui kredibilitas dan akurasinya. Informasi mengenai Covid-19 terdiri dari pesan-pesan yang berisi soal menakutkannya virus ini, cara penyebarannya, pencegahan, maupun dampak yang ditimbulkan. Hal ini pada akhirnya menimbulkan pengguna yang mengakses pesan tersebut mengalami kecemasan dan ketidakpastian dalam menerima pesan. Pengguna media sosial yang membaca informasi Covid-19 secara tidak langsung akan memroses informasi sehingga akan mempengaruhi cara berpikir bahkan tindakannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengalaman subjektif individu dalam memahami informasi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berpijak pada studi interpretif dan tradisi fenomenologi dengan menggunakan Elaboration Likehood Theory untuk menjelaskan proses individu dalam memroses informasi. Selain itu, juga menggunakan Anxiety-Uncertainty Management Theory untuk mengetahui kecemasan dan ketidakpastian individu dalam merespon media sosial juga dan juga perubahan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam respon individu dalam memroses informasi Covid-19. Individu dengan latar belakang sosial dan pendidikan tinggi cenderung menggunakan sumber internet yang bervariasi seperti website, instagram, dan twitter untuk membandingkan dan tidak serta merta percaya pada satu sumber. Individu dengan latar belakang pendidikan seperti Sarjana dan bekerja pada sebuah institusi perusahaan tidak mengalami kecemasan dalam menerima informasi yang berdampak buruk pada sikap mental. Sementara individu yang tidak bekerja dan berasal dari latar belakang sosial menengah kebawah cenderung mudah mempercayai informasi Covid-19 sehingga berpengaruh pada sikap mental dan ketakutan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI PADI DALAM MENINDAKLANJUTI KEGIATAN PENYULUHAN DI KABUPATEN MAGELANG Setyo Rahyunanto; Sunarru Samsi Hariadi; Roso Witjaksono
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3352

Abstract

Penyuluh sebagai narasumber dalam menyampaikan informasi harus mampu melaksanakan perantersebut kepada petani yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pertanian. Adanyaperubahan lingkungan strategis (desentralisasi, demokratisasi, isu globalisasi dan pembangunanberkelanjutan), dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, edukator, mediator, motivator,tidak semua penyuluh menyediakan waktu yang cukup untuk berkoordinasi dengan petani sebabseorang penyuluh harus mendampingi lebih dari 1 desa. Penyuluh bertugas mendampingi petaniuntuk mengadopsi informasi, teknologi inovasi yang disampaikan pada saat penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilakupetani dalam menindaklanjuti kegiatan penyuluhan pertanian. Metode penelitian adalah deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh terhadap petani dalammenindaklanjuti kegiatan penyuluhan menyebabkan beberapa hal, yaitu keaktifan proses produksijarang dilakukan oleh petani, keaktifan peningkatan usaha, keaktifan proses belajar dan keaktifankerja sama masih kadang-kadang dilakukan. Dalam pemasaran produk hasil pertanian, rata-ratapetani menjual kepada pembeli tetap dalam bentuk tebasan atau produk mentah, sementara dalamkegiatan proses produksi mulai dari pasca panen, sortasi, grading, pengemasan dan pemasaranproduk jadi masih jarang dilakukan. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah strategi penyuluhandengan fokus meningkatkan kerjasama dan menjaring kemitraan antara petani dengan pelakuusaha, pelatihan pengolahan produk olahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi danpendapatan petani beserta keluarganya, pelatihan dan penerapan digital marketing/pemasaranonline.
Citra Merk Lembaga Pendidikan Tinggi pada Siswa Sekolah Menengah Keatas Christopher Chandra
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.4051

Abstract

Merk adalah elemen yang penting dalam setiap organisasi, salah satu dari setiap organisasi adalah pendidikan. Hal tersebut penting karena merk adalah cerminan identitas dari tiap tiap institusi. Dalam sektor perguruan tinggi, hal tersebut dapat memberikan dampak dalam usaha memperkenalkan insitusi tersebut kepada calon calon mahasiswa dan mempertahankan rupa dari dari institusi itu sendiri. Merk dalam sebuah institusi Pendidikan tinggi tentu saja perlu dikenali dan dikelola agar dapat muncul secara jelas, terutama dimata para calon calon mahasiswa yang sudah menjadi target dari Pendidikan Tinggi tersebut. Mengukur sebagaimana penting pengaruh dari Citra Merk dari sebuah Universitas menjadi hal yang penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari citra merk tersebut pada keputusan pemilihan Universitas.
pengaruh komunikasi internal dan motivasi terhadap kinerja tenaga kependidikan di era new normal covid-19 juni lius telussa
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.4008

Abstract

“ ABSTRACK In the new normal era, everything changes in various activities, and must adjust accordingly. The magnitude of change is caused by the corona virus which has spread to almost all parts of the world. All areas of the economy have collapsed and are even powerless to face it. Likewise in the world education sector, virus Covid-19 also has the world to education in Indonesia. From Kindergarten level to College level, experience a new pattern of learning and teaching processes. Not only students but also teachers must be able to adapt to new technology. Learning online (online) and offline (outside the network), is a new thing in the learning process of teaching distance. Likewise, the way of communicating between education personnel changes and must adjust to the circumstances so that motivation and performance are maintained. In this study the researcher wanted to know, and had the aim of analyzing and knowing the effect of internal communication and work motivation on the performance of educational staff employees in the new normal era. This research uses explanative research. The population in this study were all educational staff at Candle Tree Junior High School. For data collection techniques, namely through distributing questionnaires or questionnaires, interviews, observation, and documentation as well as school data. As for the data analysis technique, researchers used quantitative methods and adjusted to the results of their research.
Relasi Struktur dan Agen dalam Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ida Wiendijarti; Hermin Indah Wahyuni; Roso Witjaksono
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3246

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk memperoleh pemetaam yang komprehensif mengenai relasi struktur dan agen dalam Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pasca reformasi. Dalam iklim demokrasi saat ini, menarik untuk mengkaji bagaimana Gerakan PKK, sebagai dikoordinir oleh pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat desa, untuk berperan sebagai agen pemberdayaan perempuan yang ideal. Argumen utama dari artikel ini adalah bahwa beberapa faktor, termasuk hierarki yang dalam, instruksi top-down, dan klientelisme yang memungkinkan PKK dieksploitasi untuk mendukung keberhasilan program pemerintahan tanpa kuasa untuk menolak atau menghindarinya, hal ini mengingat bahwa tim penggerak PKK merupakan bagian dari struktur pemerintahan. Pemetaan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi referensi bagi revitalisasi PKK ke depan sehingga PKK mampu berperan sebagai agen pemberdayaan perempuan yang adaptif.. Data untuk artikel ini dikumpulkan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif, di PKK wilayah Kabupaten Sleman.
Agenda Setting Redaksi RCTI Menyikapi Kontroversi Istilah ‘New Normal’ Dalam Mengatasi Pandemi Covid-19 herik kurniawan kurniawan
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3811

Abstract

When the Indonesian government declared the Covid-19 pandemic, various efforts were made to contain the spread of the virus. The main effort is to change people's lifestyle that is safe from transmission of the virus because drugs and vaccines have not been found. The term that was coined by the government for this policy policy is 'new normal'. The government has carried out massive socialization through all its elements, including the media. The RCTI editorial team, through its news bulletin program, also socialized the government's efforts. As the editor of the media, RCTI makes new normal policies as part of the news management agenda. When controversy arises regarding the understanding of the term 'new normal', the RCTI editorial team consistently explains the new life habits that must be followed to prevent the spread of Covid-19. In the context of news related to the Covid-19 pandemic in Indonesia, controversy is not the focus of news, because it is not important to the public, so it is only used as ordinary news. This research uses qualitative methods with a content analysis approach. RCTI editors are more focused on the fundamental issue, namely how the pandemic can be ended.

Page 9 of 17 | Total Record : 165


Filter by Year

2015 2025