cover
Contact Name
Dr. S. Bekti Istiyanto
Contact Email
bekti.istiyanto@unsoed.ac.id
Phone
+6285221626505
Journal Mail Official
bektiis@yahoo.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Komunikasi Jalan Kampus No 1 Grendeng Purwokerto Utara
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan
ISSN : 02167239     EISSN : 26861968     DOI : -
Jurnal Widya Komunika membahas dan mengkaji tema-tema komunikasi dan pendidikan yang bersumber dari hasil penelitian maupun sumbang saran pemikiran atau pengkajian ilmiah dari semua akademisi, praktisi dan pemerhati masalah komunikasi dan dunia pendidikan. Fokus dan Bidang Kajian artikel-artikel yang dapat diterima Jurnal Widya Komunika adalah kajian Komunikasi Kontemporer secara umum dan Komunikasi Pendidikan secara khusus. Dalam bidang Komunikasi Pendidikan tidak dibatasi dalam kajian konseptual teoretis saja namun juga kajian yang bersifat terapan/bersumber kasus di masyarakat secara langsung seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Instruksional, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemasaran Sosial, dan Perubahan Sosial.
Articles 165 Documents
“CONFUSE EFFECT” DAN “WOW EFFECT” Endah Siswati; Bina Andari
Widya Komunika Vol 9 No 1 (2019): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.393 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2019.9.1.1673

Abstract

Di tengah bertumbuhnya desa-desa wisata di Indonesia, Kampung Coklat menjadi salah satuwahana wisata yang jejak pertumbuhan dan perkembangannya menyita perhatian. Dalam kurunwaktu tidak lebih dari lima tahun Kampung Coklat mampu mengembangkan dan memperluasbisnis wisatanya dan mempertahankan serta meningkatkan secara terus menerus jumlahpengunjung. Pertumbuhan dan perkembangan Kampung Coklat juga membawa dampak yangsangat signifikan bagi kemajuan lingkungan dan daerah, baik secara sosial maupun ekonomi.Dalam berbagai kasus, keberhasilan pemasaran sebuah wahana atau destinasi wisata berkaitan eratdengan upaya branding yang dilakukan. Penelitian ini bermaksud mendalami strategi brandingyang dilakukan oleh Kampung Coklat yang mengkategorikan dirinya sebagai wisata edukasi.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan diri peneliti sendiri sebagaiinstrumen utama. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, pengamatan di lapangan,dan wawancara mendalam dengan personil kunci Kampung Coklat sebagai narasumber. Dataprimer dan sekunder yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan tehnik analisadata kualitatif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan bahwaselain rancangan unsur-unsur merek (brand), differentiation dan brand positioning, konsep“confuse effect” dan “wow effect” menjadi strategi branding yang sangat menentukankeberhasilan Wisata Edukasi Kampung Coklat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SMK DAN SMA NEGERI SE KABUPATEN BANYUMAS Diyah Chandra Ikawati
Widya Komunika Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2016.6.2.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) pengaruh kepemimpinan transformasionalkepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 2) pengaruhkepemimpinan transaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri seKabupaten Banyumas. 3) pengaruh kepemimpinan laizes faire kepala sekolah terhadap kinerjaguru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 4) pengaruh iklim organisasi terhadapkinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 5) pengaruh kepemimpinantransformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se KabupatenBanyumas dengan iklim organisasi sebagai variabel mediasi. 6) pengaruh kepemimpinantransaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se KabupatenBanyumas dengan iklim organisasi sebagai variabel mediasi. 7) pengaruh kepemimpinan laizesfaire kepala sekolah tehadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas denganiklim organisasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode survei denganpopulasi guru SMK dan SMA Negeri Se Kabupaten Banyumas sebanyak 1.116 orang. Sampelpenelitian sebanyak 294 guru yang bersertifikasi diambil dengan teknik purposive proportionalrandom sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear dan pemediasian. Hasilpenelitian diperoleh kesimpulan: 1) Kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positifterhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 2) Kepemimpinantransaksional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri seKabupaten Banyumas. 3) Kepemimpinan laizes faire tidak mempunyai pengaruh positif terhadapkinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 4) Iklim organisasi mempunyaipengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 5) Iklimorganisasi memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerjaguru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 6) Iklim organisasi memediasi pengaruhkepemimpinan transaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri seKabupaten Banyumas. 7) Iklim organisasi tidak memediasi pengaruh kepemimpinan laizes fairekepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas.
PENGARUH PENGGUNAAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKUNTANSI PADA MAPEL TEORI KEJURUAN SMKN 1 PURWOKERTO Insan Insan
Widya Komunika Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2016.6.1.1101

Abstract

Tujuan penelitian adalah untukmengetahui pengaruh penggunaan Model Problem BasedInstruction terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen. Model PBI sebagai variabel bebas sedangkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswasebagai variabel terikat. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi 3 sebagaikelas kontrol dan siswa kelas XI Akuntansi 2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilansampel dengan Cluster Random Sampling.Teknik analisis data menggunakan Analisis deskriptifstatistic dilanjutkan dengan uji F (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa untuk variabel keaktifan belajar nilai F hitung (116,65) > nilai F tabel/critis (4,00), Nilai P-value ( 0,00) < nilai probalitiy (α) 0,05. Untuk variabel hasil belajar nilai F hitung (9,03) > nilai Ftabel/critis (4,00), Nilai P-value (0,00) < nilai nilai probalitiy (α) 0,05. Terdapat perbedaan yangsignifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan model Problem Based Instructiondengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model problem based instruction.
PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA Dwi Kartikawati,; Djudjur Luciana Radjagukguk; Yayu Sriwartini
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1406

Abstract

Sekolah merupakan tempat untuk menanamkan nilai-nilai multikultural yang dilakukan denganmelalui komunikasi pendidikan, sehingga diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang dapatmemberikan keharmonisan dalam menghadapi perbedaan. Pendidikan dengan basis multikulturalmemperjuangkan pluralisme agama, ras, etnis dan lain-lain, dan juga dalam hal perbedaankemampuan (difable) Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang pelaksanaannya digabungdengan anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian dilakukan di dua sekolah dasar yaitu SDTrirenggo Bantul Yogyakarta dan SD AL Firdaus Surakarta. Permasalahan yang diangkat dalamriset ini adalah bagaimana penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan diSekolah Dasar Inklusi di SD Trirenggo Bantul Yogyakarta dan SD Al Firdaus Surakarta.Kerangka teoritis yang digunakan adalah komunikasi pendidikan, konsep nilai-nilai multikultural,layanan pendidikan sekolah inklusi, Teori Rhetorical Sensitivity. Penelitian ini berangkat daripendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data wawancara mendalam, observasi lapangan dikedua sekolah dasar serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan di kedua sekolah dasar inklusi tersebutmendasarkan diri empat kategori nilai mutikultural yaitu nilai pluralisme, humanisme, demokrasidan keadilan. Pada metode dan prosesnya melibatkan unsur-unsur dalam dalam komunikasipendidikanyaitu komunikator, komunikan, pesan, media, efek dan lingkungan. Sehingga padaakhirnya penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan di kedua sekolahtersebut, menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang mampu menghargai keragaman.
MAKNA TAWURAN SEBAGAI TRADISI BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 70 JAKARTA Handriyani Cahyaningtyas; Yanti Setianti; Anwar Sani
Widya Komunika Vol 8 No 1 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.1.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi tawuran di SMAN 70 Jakartayangdimiliki oleh siswa pelaku tawuran.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teorifenomenologi Husserl dan teori konstrusi atas realita sosial oleh Berger & Luckmann. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa makna tawuran sebagai tradisi bagi siswa pelaku tawuran diSMAN 70 Jakarta dapat dikategorikan sebagai makna afirmatif (tawuran sebagai sebuah nilaikebanggaan) dan negative (stereotype dan insecurities). Pengalaman komunikasi yang merekaalami yaitu cara perkenalan tawuran oleh kakak kelasnya, sehingga menimbulkan motivasi bagimereka untuk melakukan tawuran, serta timbul tanggapan dari mereka untuk meneruskan ataumenghentikan kegiatan tawuran. Pola komunikasi yang dilakukan para siswa pelaku tawuranuntuk menghilangkan reputasi SMAN 70 Jakarta sebagai pegiat tawuran tentunya menempuhberbagai macam usaha dan menimbulkan pertentangan diantara siswa pelaku tawuran karenaadanya dilema antara untuk mempertahankan tradisi dan reputasi atau menghentikan kegiatantawuran di SMAN 70 Jakarta.
STRATEGI KOMUNIKASI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT ( PKBM) MOTEKAR DESA PUSAKANAGARA KABUPATEN CIAMIS DALAM MENGATASI HAMBATAN SOSIALISASI PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM) KEPADA MASYARAKAT Rika Ferayanti; Agus Ganjar Runtiko; Muh Sultan
Widya Komunika Vol 5 No 1 (2015): Widya Komunika
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2015.5.1.923

Abstract

Adanya masyarakat yang mengalami buta aksara di kalangan ekonomi menengah kebawah yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan disebabkan karena mereka mengalami drop out dari sekolah dasar. Salah satu program dari pemerintah ialah Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar yang berada di Desa Pusakanagara Kabupaten Ciamis yang memiliki tujuan agar masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang bisa dijadikan sebagai mata pencaharian dan bisa menjadi tambahan penghasilan juga dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam mengatasi hambatan sosialisasi Program Keaksaraan Usaha Ma ndiri kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh PKBM Motekar adalah dengan menggunakan komunikasi secara langsung atau Komunikasi Antar Pribadi dengan mendatangi secara langsung rumah calon peserta didik (door to door). Hambatan dalam strategi komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam menosialisasikan Program Keaksaraan Usaha Mandiri kepada masyarakat yaitu hambatan dalam proses penyampaian (process barrier) dimana proses penyampaian informasi mengenai Program KUM terhadap calon peserta didik terhambat oleh aktivitas sehari-hari calon peserta didik yang bervariasi. Dan juga hambatan psiko-sosial (psychosocial barrier) dimana sebagian besar calon peserta didik Program KUM merupakan ibu ibu yang sudah lanjut usia dan enggan untuk mengikuti kegiatan belajar karena memiliki anggapan bahwa kegiatan belajar itu hanya untuk orang yang masih muda bukan yang sudah tua.
Kendala dalam pelayanan lembaga kepada publik akademik di SLB Negeri A Kota Bandung Amida Windari Fitria; Hanny Hafiar; Centurion C Priyatna
Widya Komunika Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan - WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.393 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2019.9.2.2226

Abstract

Sekolah Luar Biasa Negeri A (SLBN A) Kota Bandung, merupakan salah satu lembaga pendidikankhusus bagi siswa dengan hambatan penglihatan. Terdapat banyak publik akademis yangmelakukan berbagai aktivitas di lembaga ini, meliputi: penelitian, pengabdian maupun programPPL, PKL, dan PPG. Tingginya kualitas kegiatan yang dilakukan oleh publik akademismenimbulkan kendala tersendiri yang dihadapi pihak sekolah. Oleh karena itu penelitian iniberupaya untuk memetakan kendala yang dihadapi dalam pelayanan publik akademik oleh SLBNA Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif denganjenis metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasidan studi literatur. Adapun key informan dipilih dengan menggunakan teknik purposif. Hasilnyamenunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada komunikasi dalam pelayanan publik akademikterdiri dari: kendala pengaturan waktu; Pengadaan dan pensosialisasian materi;Pengkoordinasian; Pengkondisian Situasi. Oleh karena itu diharapkan lembaga dapat mulaimembuat panduan pelayanan teknis berupa pedoman pengenalan ketunanetraan yang dapatdipelajari publik akademis sebelum memulai aktivitasnya di lingkungan lembaga. Selain itu perlupula dirumuskan tentang tata tertib aktivitas di lingkungan SLBN A Kota Bandung, sebagaipanduan yang dapat dijadikan patokan oleh publik akademis dalam melakukan aktivitasnya agartidak menimbulkan masalah baru.
BELAJAR MANDIRI (HOMESCHOOLING) SEBAGAI SEBUAH TREND MINAT BELAJAR DI INDONESIA Ragil Yusasi; Dwi Pangastuti Marhaeni
Widya Komunika Vol 7 No 1 (2017): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2017.7.1.1206

Abstract

Homeschooling atau belajar mandiri dewasa ini meningkat peminatnya terutama di kalanganmasyarakat menengah ke atas di kota-kota besar Indonesia. Mengetahui peningkatan jumlahpeminat jenis pembelajaran ini menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara,observasi dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Rumah Inspirasi yang melaksanakanproses pembelajaran mandiri buat anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar mandiriatau homeschooling merupakan sebuah alternatif belajar baru buat keluarga yang mendasarkanpemilihan pembelajaran buat anak-anaknya yang tidak melalui sekolah formal. Dalam belajarmandiri diberlakukan metode dan media pembelajaran yang disepakati berdasar karakter dankemampuan anak-anak mereka; Dalam model dan metode pembelajaran homeschooling anakdiperlakukan sebagai subyek dalam proses belajar, yang diperhatikan pendapat dan aspirasinya,bukan hanya menjadi obyek saja; Penggunaan media dalam proses pendidikan belajar mandiridisesuaikan dengan karakter, minat dan kemampuan anak, serta dalam penyusunan kurikulum,anak juga harus dilibatkan sehingga mampu membangkitkan minat anak untuk belajar.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR POSITIF MELALUI METODE TUGAS DAN BERMAIN PERAN SISWA KELAS XI TKJ SMK NEGERI 1 PURWOKERTO TAHUN 2016 Agus Nuryanto
Widya Komunika Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2016.6.2.1106

Abstract

Mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalammencerdaskan kehidupan berbangsa, pelaksanannya di sekolah membutuhkan beberapa komponenkompetensi guru. Khususnya untuk membentuk watak, aplikasinya menjadi tugas guru BimbinganKonseling (BK). Satu diantara proses membentuk watak/karakter adalah dengan membangunpemahaman dan kemampuan berpikir positif. Dalam penelitian ini menggunakan PenelitianTindakan Kelas, sebagai upaya untuk dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konseling disatuan pendidikan yaitu SMK Negeri 1 Purwokerto, penelitian ini dilaksanakan dalam dua (2)siklus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metode tugas dan bermainperan dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan berikir positif peserta didik kelas XITKJ SMK Negeri 1 Purwokerto tahun 2016. Teknik penelitian ini dengan model pengumpulandata menggunakan observasi, kuesioner dan tes hasil bimbingan. Hasil analisis data dalampenelitian ini, tingkat pemahaman peserta didik dalam berpikir positif sebelum siklus rata-rata52,258 berada pada kriteria cukup, menjadi rata-rata 82, 903 pada akhir siklus ke 2 berada padakriteria sangat baik. Data tersebut menunjukan pemahaman berpikir positif peserta didik kelas XITKJ SMK Negeri 1 Purwokerto tahun 2016 meningkat sebesar 58,662 % setelah dilakukantindakan. Tingkat kemampuan berpikir positif peserta didik kelas XI TKJ sebelum siklus rata-rata51,935 berada pada kriteria cukup, pada akhir siklus dua (2) rata-rata kemampuan berpikir positifpeserta didik menjadi 85,968. Data tersebut menunjukan kemampuan berpikir positif peserta didikkelas XI TKJ SMK Negeri 1 Purwokerto tahun 2016 meningkat sebesar 67,786 % setelahdilakukan tindakan. Penelitian ini menyimpulkan metode tugas dan bermain peran dapatmeningkatkan pemahaman dan kemampuan berpikir positif peserta didik kelas XI TKJ SMKNegeri 1 Purwokerto tahun 2016.
SEKOLAH BERBASIS AGROFORESTRY SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA GUNUNGLURAH, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS Yuni Meliana; Putri Kusuma Sri Hermawati; Ivy Oktavianti Dwi Putri
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1411

Abstract

Masalah kependudukan merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan upaya penyelesaianseefektif mungkin, terutama dalam hal pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu aspekpenting dalam kehidupan masyarakat. Semakin baik pendidikan masyarakat, maka akan semakinbaik pula sumber daya manusianya. Namun, studi kasus di Indonesia masih banyak ditemukananak putus sekolah. Seperti di Kabupaten Banyumas, terdapat 1.500 anak putus sekolah pertahundi setiap kecamatan. Terlebih di Kecamatan Cilongok yang merupakan salah satu kecamatandengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Kabupaten Banyumas. Dalam rangka mengatasipermasalahan tersebut, muncul inisiatif dari para pegiat pendidikan Pusat Kegiatan BelajarMasyarakat (PKBM) Argowilis yang peduli terhadap pendidikan anak-anak pinggir hutan untukmendirikan sekolah alternatif. Mereka mendirikan MTs Pakis di Desa Gununglurah sebagaisekolah dengan basis agroforestry pertama di Kabupaten Banyumas. Pembelajaran yangdilakukan di sekolah tersebut meliputi pelajaran umum dan pelajaran khusus agroforestry.Pelajaran agroforestry adalah pembelajaran yang memadukan pertanian dengan area hutansebagai upaya menjaga local wisdom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif deskriptif yang berberfokus pada sekolah berbasis agroforestry sebagai strategipenurunan angka putus sekolah di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, KabupatenBanyumas beserta faktor pendorong dan penghambatnya.

Page 6 of 17 | Total Record : 165


Filter by Year

2015 2025