cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 225 Documents
Redrawing the Diverse of Muslim Politics: Study on Political Attitude of Islamic Political Parties in Indonesia Mufti, Muhammad
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 9 No. 2 December 2023
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v9i02.36113

Abstract

Muslim politics is understood as something diverse, dynamic, and far from monolithic. Its diversity cannot be reduced to a simple concept and is influenced by many factors. This article aims to explore the influencing factors that shape the diversity of Muslim political character. Taking the case of Islamic political parties in Indonesia, the largest Muslim country in the world, my argument begins by saying that the most influential factors in the formation of Muslim political character are the local context and experience in which Muslim politics is formed. Muslim politics is implemented in various attitudes, movements, and organizations such as political parties. In the context of Indonesia, there are Islamic political parties with various characteristics as well. But the most dominant today are Islamic political parties that tend to be moderate. Moderate Islamic political parties are considered to have a good vision compared to others.
Inovasi Mata Kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan dan Pengaruhnya terhadap Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa UIN Jakarta Qur'any, Fardiana Fikria
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 9 No. 2 December 2023
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v9i02.36186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat inovasi yang dilakukan dosen dalam pengembangan kurikulum khususnya Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan dan pengaruhnya terhadap sikap moderasi beragama mahasiswa di dua program studi yaitu, Agribisnis dan Fisika. Metode pengumpulan data berupa kuesioner yang disebar pra dan pasca pembelajaran mata kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan dan juga wawancara oleh dosen mata kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan di dua prodi tersebut. Data kuesioner tersebut kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk melihat validitas dan reabilitas dan data wawancara akan dianalisis secara induktif-deduktif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa inovasi hanya terjadi pada RPS tidak pada proses pembelajaran seperti metode pembelajaran. Adapun pengaruh mata kuliah Islam dan Ilmu Pengetahuan tidak terlalu signifikan terhadap sikap moderasi beragama mahasiswa yang ditunjukkan oleh uji t dengan Sig. (0.889) dimana angka ini berada di atas 0.05 sehingga dikatakan tidak berpengaruh.
Kontroversi Penyembelihan Ismail-Ishak sebagai Kurban Abraham: Studi Komparatif Al-Qur'an dan Bibel Sani, Azwar; Yasa, Mumtaz Ibnu
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.37034

Abstract

Abstrak: Penyembelihan Ismail dan Ishak sebagai kurban Abraham menjadi topik yang kontroversial dalam agama Islam dan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif untuk membandingkan pandangan kedua agama tentang kisah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif yang berbeda dalam kedua agama dan untuk menganalisis kesamaan dan perbedaan antara pandangan agama Islam dan Kristen dalam menanggapi kontroversi ini. Penelitian ini akan mengarah pada tiga tujuan, yaitu mengkaji pandangan agama Islam tentang kisah penyembelihan Ismail, menguji pandangan agama Kristen mengenai penyembelihan Ishak, dan membandingkan keduanya serta menganalisis perbedaan dan kesamaannya. Penelitian ini berfokus pada perbedaan interpretasi antara Islam dan Kristen tentang putra yang disembelih dan tujuan dari perintah Allah kepada Ibrahim untuk menyembelih putranya. Penelitian ini menggunakan sumber informasi yang bermutu, termasuk ayat-ayat Al-Qur'an dan Al-Kitab dari para ulama agama Islam dan tokoh agama Kristen yang terkemuka. Melalui hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan interpretasi antara Islam dan Kristen bahkan agama islam itu sendiri tentang penyembelihan putra Abraham, kedua agama ini sama-sama menghargai pentingnya pengorbanan Nabi Ibrahim dan kesetiaannya pada Allah. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi kontroversi yang terkait dengan kisah penyembelihan Ismail atau Ishak sebagai kurban Abraham dan memperkuat hubungan antar umat beragama. Kata Kunci: Al-Qur'an dan Bible, Kontroversi, Komparasi, Kurban Abraham, Penyembelihan Abstract: The dispute over the sacrifice of Ismail and Ishak as Abraham's (Ibrahim's) offering is a controversial topic in both Islam and Christianity. This study employs a comparative analysis method to compare the two religions' views on the story. The study aims to identify different perspectives in both religions and analyze the similarities and differences in their responses to the controversy. The research will focus on three objectives: first, to examine the Islamic perspective of the sacrifice of Ismail as Abraham's offering in the Quran; second, to test the Christian perspective of the sacrifice of Ishak as Abraham's offering in the Bible; third, to compare the two religions' perspectives and analyze the differences and similarities between the sacrifice of Ismail and Ishak as Abraham's offering in the Quran and Bible. The study focuses on the different interpretations between Islam and Christianity regarding the son who was sacrificed and the purpose of Allah's command to Abraham to sacrifice his son. The study uses credible sources of information, including verses from the Quran and Bible from renowned Islamic scholars and Christian religious leaders. The findings show that despite the different interpretations between Islam and Christianity, and even within Islam itself, regarding the sacrifice of Abraham's son, both religions value the significance of the sacrifice of Prophet Ibrahim and his devotion to Allah. The research results could make a positive contribution in addressing the controversy surrounding the sacrifice of Ismail or Ishak as Abraham's offering and strengthening interfaith relations. Keywords: Quran and Bible. Controversy, Comparison, Abraham's Sacrifice, Slaughter
Prinsip-prinsip Islam tentang Diplomasi Wisata Halal di Indonesia Azmi, Agus Nilmada; Wijaya, Fajrin Putra; Fikri, Ahmad Ali
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 9 No. 2 December 2023
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v9i02.37059

Abstract

Tulisan ini membahas tentang prinsip-prinsip wisata dalam Islam dan perkembangan pariswisata halal di Indonesia. Prinsip-prinsip wisata dalam tulisan ini dielaborasi berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an yang memuat penjelasan tentang wisata. Sementara untuk menganalisis perkembangan wisata halal di Indonesia, tulisan ini secara spesifik akan memotret IMT-GT, dengan teori pendekatan Neo Liberal Institusional, Soft Power dan kerja sama growth triangle. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata dalam Islam diperbolehkan sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Melalui kerja sama IMT-GT, Indonesia turut aktif dalam berdiplomasi dan mengupayakan meningkatkan pariwisata halal dalam bentuk forum dialog kerja sama sebagai acuan dalam merumuskan kerja sama IMT-GT. Upaya ini sesuai dengan nilai kerja sama IMT-GT sekaligus sesuai dengan ciri khas diplomasi Indonesia yang berlandaskan pada prinsip bebas dan aktif, yaitu dialog dan komunikasi dalam berdiplomasi.
Ritual Galungan-Kuningan dan Navrati (Studi Komparasi Hindu Bali dan India) Nisa, Muria Khusnun; Wasil, Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.37896

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan ritual Galungan-Kuningan pada Hindu Bali dan Navratri pada Hindu India dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan kedua ritual tersebut. Persamaan terdapat pada makna ritual yaitu untuk memperingati kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan), kedua ritual tersebut dilaksanakan setiap dua kali dalam satu tahun, serta memiliki tujuan untuk memohon bhakti kepada Tuhan dan meminta perlindungan-Nya. Hari raya Galungan-Kuningan dan Navratri juga merupakan bentuk dari salah satu Panca Yadnya yaitu Dewa Yadnya, dengan fokus utama dari perayaan Galungan-Kuningan dan Navratri yaitu untuk beribadah kepada Tuhan. Perbedaan hari raya Galungan-Kuningan dan hari raya Navratri yaitu terletak pada tata-cara pelaksanaannya dan mitologinya. Penelitian ini merekomendasikan kepada pembaca untuk mengetahui keanekaragaman tradisi dan saling menghargai satu sama lain.
Distingsi Prodi Ilmu Hadis di Indonesia: Studi Komparatif Kurikulum Thohari, Fuad; Huda, Muhamad Khoirul; Misbahuddin, Misbahuddin; al-Farizi, Miqdad
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.38341

Abstract

Penelitian ini berupaya mengeksplorasi distingsi kurikulum Prodi Ilmu Hadis di Indonesia. Sebanyak 5 Program Studi Ilmu Hadis (PSIH) yang menjadi objek penelitian. Analisis difokuskan pada konstruksi kurikulum yang ditawarkan. Dengan memetakan mata kuliah dalam kurikulum yang ditawarkan pada setiap Program Studi menjadi klasik dan kontemporer. Distingsi muncul pada mata kuliah dalam kategori kontemporer. Dengan sumber data primer dokumen akreditasi, sosiologi-interpretatif hadis (PSIH Jogja), kajian hadis bercorak sosiologi-kawasan-interpretatif atas hadis (PSIH Surabaya), interpretasi-sosiologis terhadap hadis berbasis hukum Islam dan turats hadis (PSIH Jakarta), kajian sosiologis atas hadis dengan penekanan pada pluralitas sektarian dan kawasan (PSIH Bandung), kajian hadis tematik sosial (PSIH Makassar). Seluruh PSIH berusaha melakukan integrasi ilmu hadis dengan ilmu-ilmu sosial. Distingsi berada pada aras ilmu sosial yang hendak diintegrasikan. Integrasi ilmu agama dengan ilmu sosial yang beragam merupakan upaya mengisi ruang kosong diskursus integrasi keilmuan yang cenderung didominasi kajian filosofis, dan belum menyentuh ranah praksis dalam kebijakan pendidikan. Di sini, integrasi ilmu hadis dan ilmu sosial yang beragam merupakan upaya yang berguna memperkaya kajian integrasi keilmuan secara umum.
Scientific Literacy as a Catalyst for Bridging Islamic Beliefs and Scientific Rationality Hidayati, Nuril; Khasanah, Nurjihan; Ahyana, Sania Salsabiela; Ma'rufah, Mira
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.39291

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran literasi sains sebagai katalis dalam menjembatani keyakinan Islam dan rasionalitas ilmiah. Literasi sains memungkinkan individu memahami dan mengintegrasikan konsep sains dengan ajaran Islam, sehingga mengurangi konflik antara sains dan agama. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, literasi sains memperkuat keyakinan beragama melalui interpretasi rasional. Studi kasus dari sejarah ilmuwan Muslim menunjukkan bahwa keselarasan antara sains dan keyakinan agama dapat tercapai. Pendidikan terpadu yang memadukan kurikulum ilmu pengetahuan dan agama dianjurkan untuk membentuk generasi yang seimbang, kritis, dan siap berkontribusi kepada masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya literasi sains untuk menghadapi tantangan global dan mendorong partisipasi komunitas Muslim dalam diskusi dan inovasi global, menciptakan keseimbangan antara iman dan sains.
Pengaruh Tharīqah Alawiyyah dalam Proses Islamisasi di Betawi Abad 19-20 M Dzikara, Mabda
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i1.39415

Abstract

Abstrak:Penelitian ini menyusun puzzle perjalanan keilmuan guru Tharīqah Alawiyyah di Betawi pada abad ke-19 dan 20, meliputi genealogi keilmuan, jaringan ulama, tokoh utama, dan pengaruhnya terhadap model keberislaman masyarakat Betawi. Penulis mengkaji silsilah keilmuan tokoh Tharīqah Alawiyyah di Betawi dengan jejaring keilmuan di Makkah dan Hadramaut, pusat pergerakan Tharīqah Alawiyyah, termasuk hubungan guru-murid, nasab, dan pengaruh ajaran. Meskipun Betawi sebagai kota perdagangan dan pemerintahan tidak terlalu dekat dengan lembaga ketarekatan, tarekat bertransformasi menjadi kegiatan pengajaran Islam dan sosial seperti majlis taklim, madrasah, maulid, dan tabligh akbar. Dengan demikian, tarekat tidak dilakukan di ruang eksklusif, tetapi menjadi bagian dari kultur hidup masyarakat Betawi. Kata Kunci : Tharīqah, Alawiyyah, Betawi Abstract:This research pieces together the scholarly journey of Tharīqah Alawiyyah teachers in Betawi during the 19th and 20th centuries, encompassing their genealogies, scholarly networks, key figures, and their influence on the Islamic practices of Betawi society. The study examines the scholarly lineage of Tharīqah Alawiyyah figures in Betawi and their connections with the scholarly networks in Mecca and Hadramaut, the centers of Tharīqah Alawiyyah activities, including teacher-student relationships, genealogical links, and doctrinal influences. Although Betawi, as a trade and administrative city, was not closely associated with tarekat institutions, the tarekat transformed into activities of Islamic teaching and social gatherings such as majlis taklim, madrasas, maulid celebrations, and tabligh akbar. Thus, the tarekat was not confined to exclusive spaces but became an integral part of the living culture of Betawi society.Keywords: Tharīqah, Alawiyyah, Betawi
Reinterpretasi Hadis Larangan Minum Sambil Berdiri Perspektif Hermeneutika Schleiermacher Umam, Khaerul
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i2.42692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagimana penerapan teori hermeneutika Schleiermacher terhadap hadis “larangan minum sambil berdiri”. Dalam hal ini Schleiermacher menawarkan dua teori dalam memahami teks, yakni hermeneutik gramatikal dan psikologis. Di samping itu, sumber data yang dilampirkan pada tulisan ini berupa sumber primer yang didasarkan pada kitab hadis otoritatif dan sekunder yang dihasilkan dari buku atau jurnal yang bersangkutan dengan melalui kajian kepustakaan. Metode penelitian pada tulisan ini menggunakan kualitatif yang berbentuk sebuah pernyataan. Kemudian, untuk menganalisis, penulis menggunakan analisis deskriptif dimana mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya, yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan inti pembahasan. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis “larangan minum sambil berdiri” tidak dimaknai sebagai “berdiri” melainkan “berjalan” yang didasari pada kata kunci ketika sedang minum harus dalam keadaan “tenang” baik dalam keadaan duduk maupun berdiri. Dengan demikian teori yang digagas oleh Schleiermacher relevan serta dapat digunakan dalam memahami teks hadis.
Otoritas Keagamaan Digital: Pembentukan Otoritas Islam Baru di Ruang Digital Hidayatullah, Rahmat
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i2.42831

Abstract

This study explores the formation process and characteristics of religious authority in digital spaces. Starting from the rise of “digital preachers” and “religious microcelebrities” in recent years, it examines how religious authority is constructed, imagined, and established within digital culture. Using a qualitative approach based on literature research, the study finds that digital religious authority is not shaped by external recognition of an individual’s connection to a foundational or prophetic past. Instead, it is driven by digital expertise, online visibility, and the prominence of content within an algorithm-driven reputation and ranking system. Digital religious authority results from ongoing labor to cultivate followers through aesthetics of persuasion and self-branding, enabling individuals to be perceived and recognized as charismatic figures based on algorithmic logic.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 12 No. 1 June 2026 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue