cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 225 Documents
POSTRUKTURALISME HIJAB: STUDI KEBERAGAMAAN MUSLIM KONTEMPORER DI INDONESIA Yazid, Rizky; Rohmatin, Tien
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24256

Abstract

Penelitian ini merefleksikan fenomena keberagamaan mengenai ragam signifikansi para pengguna hijab yaitu antara kelompok yang mengutamakan fesyen dengan kelompok yang meminimalkan fesyen sebagai dimensi etis. Permasalahan pada penelitian ini yaitu kritik atas perilaku kedua kelompok tersebut sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan semata. Untuk merumuskan persoalan tersebut, penelitian menggunakan metode semiotika postrukturalisme Barthes untuk memotret dan memaknai penggunaan hijab sebagai tanda serta ekspresi beragama. Adapun temuan dari penelitian ini adalah ekspresi berhijab sebagai bagian dari ketaatan etisberagama yang multimakna yaitu makna etis formal estetis dan makna etis formal estetis minimalis. Kedua tipologi tersebut sama-sama mengimajikan ekspresi berhijab sebagai hal yang sama yaitu bentuk ketaatan. Dengan kata lain, kedua ragam dari ekspresi berhijab tersebut merupakan bagian dari religiusitas imajiner.
FILSAFAT ILMU DALAM ISLAM: SEBAGAI BASIS INTEGRASI Humaidi, Humaidi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i1.24266

Abstract

The main issues of the philosophy of science are, first, to examine science itself and its aspects like the meaning and nature of science, its form and kinds, objects, sources and method of obtaining, the relationship between subject and object, and the benefits and objective of science. The second issues is the study of the methodological aspects. This field has a significant role in determining and measuring the validity and truth of human knowledge. In addition, the philosophy of science functions as a liaison, integrate, and harmonize between one science and another. Therefore, it can be said that there is no integration and harmony between various branches of knowledge without a philosophy of science. This conclusion can be true and valid if it is based on the principle of the philosophy of science in Islam. The conclusion will be different if the teaching of philosophy of science is based in the perspective of secular philosophy. The purpose of this study is to analyze the role, position, and function of philosophy in studying science in terms of sources, object, benefits, methods of obtaining, and the relation between one knowledge and another. This type of research is qualitative based on library sources using a deductive rational analysis and approach. 
IBARAT DURI DI TELAPAK KAKI “GERAKAN HIJRAH” DAN KEKERASAN BAGI KAUM PEREMPUAN Sari, Trie Yunita; Marcoes, Lies
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 2 December 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i2.24318

Abstract

Abstrak:Dalam beberapa tahun terakhir, muncul suatu gelombang gerakan keislaman kontemporer yang mengusung dakwah berhijrah. Gerakan hijrah ini tdumbuh subur seiring kecanggihan media sosial dalam mengamplifikasi konten dakwah dengan gaya pop culture.  Para sarjana ilmu sosial menilai fenomena ini tidak lepas dari kondisi global yang terjadi di banyak tempat seperti komodifikasi agama, kebangkitan konservatisme, hingga neo-radikalisme. Sorotan terhadap kondisi dan ketegangan isu-isu makro sebagai konteks yang melatarbelakangi gerakan hijrah meluputkan pembahasan mengenai praktik kekerasan yang secara nyata berlangsung dan mengancam keamanan perempuan. Dengan menggunakan pendekatan analisis gender, penulis mengelaborasi berbagai ancaman kekerasan terhadap perempuan termuat dalam berbagai konten dakwah oleh salah satu gerakan hijrah yang memiliki puluhan ribu anggota, yaitu gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (ITP). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis konten sejak tahun April 2018 hingga Mei 2020. Sebagai penutup, penulis memberikan rekomendasi bagaimana peran otoritas keagamaan termasuk ulama perempuan dalam merespons fenomena kekerasan gender mengusung tema hijrah. Abstract:In recent years, plenty of scholarly works have denoted the raise of Islamic hijrah movements in Indonesia. These hijrah movements emerge massively using the advance of social media that facilitate the amplification of their da’wa content through popular culture trends. Few scholars have seen this phenomenon as tangled with the global context that happens in many countries e.g., religious commodification, conservative turn, and neo-radicalism. The sole focus on macro issues as the context behind the emergence of the hijrah movement implies the lack of attention to the human security threat that might be found in their activism. By using a gender analysis approach, I analyzed dozens of da’wa content by a hijrah movement named Indonesia without Dating, which is fraught with violent practices against women. The data in this study is obtained from April 2018 to May 2020 through field research, interview, and content analysis. This article also provides recommendations to the religious authorities including female clerics in responding to the threat against women using the hijrah campaign.
REINTERPRETASI HADIS KEPEMIMPIN PEREMPUAN (KRITIK HERMENEUTIKA AMINA WADUD) Ahlan, Ahlan
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i1.24957

Abstract

Kepemimpinan perempuan di ranah publik menjadi perdebatan serius para ulama, antara lain dikalangan ulama Hadis.  Perdebatan tersebut menjalar sampai pada ruang-ruang akademik, bahkan menjelma menjadi tema-tema kajian oleh beberapa peneliti. Pro-kontra atas kebolehan perempuan menjadi pemimpin terjadi hingga era modern sekarang ini. Amina Wadud dengan penafsiran Hermeneutikanya hadir membawa angin segar bagi para pengkaji perempuan. Menurut Wadud penafsiran klasik lebih menjurus kepada bias gender, dan lebih berpihak kepada laki-laki sehingga sangat tidak relevan bila diterapkan di era modern seperti sekarang ini. Wadud dengan Hermeneutikanya memaparkan bahwa penafsiran tidak hanya berhenti pada asbabul Nuzul/Asbabul Wurud sebuah dalil, atau konteks bahasanya saja, akan tetapi juga sesuai dengan kondisi dan fenomena yang terjadi pada saat ini bukan lagi melihat masa lalu. Hadis sebagai interpretasi pemikiran reformis Nabi Saw, tidak sepantasnya berindikasi bias Gender karena Hadis hadir sebagai penjelas al-Qur’an. Kesimpulan pada penelitian ini ialah dari hasil kajian Hermeneutika Wadud ditemukan sebuah poin pentingnya bahwa kepemimpian perempuan diranah publik tidak perlu dipersoalkan, karena mengingat perempuan di masa ini telah memiliki potensi yang layak bahkan melebihi laki-laki, sehingga kualitas menjadi tolak ukur boleh atau tidaknya seseorang menjadi pemimpin.
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA (DALAM PENDEKATAN TAFSIR MAQHASIDI) Istianah, Istianah; Azizah, Laili Noor
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 2 December 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i2.25012

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga dengan pendekatan tafsir maqaṣidi. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat untuk membina keluarga dengan saling mengasihi dan menyayangi. Namun faktanya ada perilaku kekerasan dan kerap tidak terdeteksi karena berada di ruang yang tertutup. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga ibarat gunung es, yang kasusnya setiap tahun semakin bertambah. Riset ini menggunakan studi literatur dengan mengkaji dan menelaah teks al-Qur’an yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir maqaṣidi dengan mencoba menggali dari maksud dan tujuan di balik teks tersebut. Hasil temuannya memperlihatkan pandangan yang solid, dimana di dalam pendekatan tafsir maqaṣidi terdapat aspek-aspek maqaṣid tentang kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan dapat menghalangi terjaganya agama (hifẓ al-din). Kekerasan terhadap perempuan juga merupakan ancaman bagi terselamatkannya jiwa (hifẓ al-nafs). Kekerasan terhadap perempuan juga akan menghalangi terjaganya keturunan (hifẓ al-nasl). Ketiga aspek tersebut memiliki tujuan yaitu agar suami tidak sewenang-wenangnya bersikap terhadap istri dan terjaganya keutuhan rumah tangga di hadapan Allah Swt.Abstract: This article discusses violence against women in the household with a maqaṣidi interpretation approach. Home should be a place to raise a family by loving and caring for each other. But in fact there is violent behavior and often goes undetected because it is in a closed room. Violence against women in the household is like an iceberg, the cases of which are increasing every year. This research uses a literature study by examining and examining the text of the Qur'an related to violence against women. The approach used is maqaṣidi interpretation by trying to explore the intent and purpose behind the text. The findings show a solid view, where in the maqaṣidi interpretation approach there are maqaṣid aspects of domestic violence. Violence and persecution carried out can hinder the preservation of religion (hifẓ al-din). Violence against women is also a threat to saving lives (hifẓ al-nafs). Violence against women will also hinder the preservation of offspring (hifẓ al-nasl). These three aspects have a goal, namely so that the husband does not act arbitrarily towards his wife and maintains the integrity of the household before Allah Swt.
SILSILAH DAN PERKEMBANGAN TAREKAT DI SULAWESI BARAT: STUDI KASUS TAREKAT KHALWATIYAH SAMMAN DAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH (TQN) Usman, Muh. Ilham; Latif, Muhlis
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 2 December 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i2.25172

Abstract

Abstrak:Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan eksistensi dan jalur silsilah Tarekat Khalwatiyah Samman dan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang berkembang di Sulawesi Barat dan bertahan hingga detik ini. Tujuan penelitian ini untuk melengkapi penelitian-penelitian terdahulu tentang organisasi tarekat dalam mengembangkan ajaran Islam di Sulawesi Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara para mursyid, khalifah dan juga dari unsur pengikut tarekat. Kemudian juga dilakukan pengumpulan data dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian telah menemukan bahwa genealogi Tarekat Khalwatiyah Samman yang berpusat di Campalagian, Sulawesi Barat berbeda dengan silsilah Tarekat Khalwatiyah Samman di Pattene’ dan Leppa Komae, Sulawesi Selatan. Sedangkan genealogi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) yang berpusat di Mapilli berasal dari silsilah Annangguru Adam yang diterima dari KH. Sutomo Syamsuddin al-Asrari (mursyid TQN di Makassar), yang juga diterima dari TQN di Suryalaya. Abstract:This article aims to describe the existence and lineage of the tarekat Khalwatiyah Samman and the tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN that developed in West Sulawesi and have survived to this day. The purpose of this study is to complement previous studies on tarekat organizations in developing Islamic teachings in West Sulawesi. This research is field research with a qualitative approach. Sources of data were obtained from interviews with murshids, caliphs, and also from followers. Then also carried out data collection by conducting focus group discussions (FGD). The results of the study have found that the genealogy of the tarekat Khalwatiyah Samman which is based in Campalagian, West Sulawesi is different from the genealogy of the Khalwatiyah Samman in Pattene' and Leppa Komae, South Sulawesi. While the genealogy of the tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) which is based in Mapilli comes from the genealogy of annangguru Adam received from KH. Sutomo Syamsuddin al-Asrari (murshid of TQN in Makassar), who was also received from TQN in Suryalaya.
PENDIDIKAN INTERELIJIUSITAS: WACANA MODERASI BERAGAMA DI RUANG PUBLIK Muhammad, Riza; Imronudin, Imronudin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i1.25442

Abstract

Pendidikan interreligius merupakan solusi untuk masyarakat yang pluralistik, sebab berusaha memahami keunikan dari setiap agama untuk bersama-sama menjalin komunikasi berdasarkan tradisi agama masing-masing, sehingga muncul titik temu kesepahaman dalam beragama. Dalam ruang publik yang terbuka, sangat terasa urgensitasnya untuk membangun toleransi aktif karena setiap agama sama-sama memiliki hak untuk tumbuh dan membangun moderasi tanpa mengucilkan agama yang berbeda darinya. Jika tidak segera dibumikan, maka akan sulit membangun harmonisasi bergama di ruang publik sehingga akan terus melahirkan konflik disertai pengakuan eksistensi satu agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, usaha mengungkap realitas empiris. Pendekatan dan analisa yang digunakan adalah verstehen dan fenomenologi, yakni keterbukaan manusia dengan realita dunianya dimana dirinya hidup dengan memahami konsep dasar, hambatan, prospek, dan bentuk-bentuk pendidikan interreligius sebagai wacana moderasi antar umat beragama. Penelitian ini berkesimpulan, pendidikan ini menanamkan pengetahuan luas, berkemanusiaan dan meminimalisir konflik, karena umat beragama bebas berdiskusi dan mencari titik persamaan, sekalipun keadaan mereka berbeda.
PEREMPUAN DALAM BINGKAI AL-QUR’AN: MODEL PENAFSIRAN AMINA WADUD Anggraini, Reni Dian; Bayes, Desanta Azzuhara Amaliana
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 2 December 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i2.25860

Abstract

Abstrak: Perempuan di dalam al-Qur’an sesungguhnya memiliki kedudukan yang dimuliakan. Berbagai keyakinan yang umum di masyarakat muslim meyakini perempuan dianggap memiliki kedudukan satu tingkat di bawah laki-laki. Hal ini salah satunya muncul karena konstruksi tafsir klasik yang bias gender, sehingga seringkali penafsiran tersebut mengakibatkan perempuan tidak bisa berada dalam ruang publik. Maka dari itu, seringkali perempuan termarginalkan oleh laki-laki, hak-hak kebebasan perempuan terikat oleh laki-laki. Berbeda dengan metode penafsiran klasik, seorang mufasir perempuan progresif, Amina Wadud, menggunakan metode hermeneutika dalam menafsirkan perempuan di dalam bingkai al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amina Wadud mengkritik para mufasir klasik yang menyatakan bahwa perempuan tidak sebanding dengan laki-laki. Bagi Amina Wadud, perempuan dengan laki-laki itu adalah sama. Perempuan juga bisa seperti laki-laki, dia juga bisa berada di dalam ruang publik. Sehingga, saat ini perempuan juga bisa berperan, baik itu di dalam urusan politik, masyarakat bahkan hal lainnya. Abstract: Women in the Qur'an are very glorified and also equal to men. What distinguishes people before the Creator, Allah Swt.  is only the level of the piety. However, many people assume that women are one level below men. Such paradigm is mainly influenced by moslem classical interpreters, who often interpret that woman cannot be in the public sphere. Therefore, women are often marginalized by men, the rights of freedom to women are often bound by men. The results of this paper show that Amina Wadud used hermeneutic methods in interpreting women in the frame of the Qur'an. So she criticized the classical mufasir who said that women are not comparable to men. Therefore for Amina Wadud women with men it is the same, they can also be in a public space. So that at this time women must also be able to play a good role in political affairs, society and even other things. 
IMPLIKASI METODE SYEKH WALIYULLAH AL-DAHLAWI DALAM KAJIAN HADIS Hudori, Ahmad
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.26816

Abstract

AbstractSyekh Waliyullah al-Dahlawi is a thinker who is an expert in various fields, such as aqidah, hadith, history, as well as the field of economics itself. He was an independent thinker. His nature of not thinking about himself is really very remarkable. He spent his whole life in Delhi close to the Mughal palace, but he never sought worldly fame and profit. Syekh Waliyullah al-Dahlawi has a very important implication in the study of hadith. It is interesting to study more deeply how the method of hadith study in the view of Syekh Waliyullah al-Dahlawi, As is known, Sheikh Waliyullah al-Dahlawi is a reformer of Islamic thought who originated from India argued that in understanding the hadith should pay attention to the position and function of the Prophet when delivering the hadith. And most importantly how the method conveyed by Syekh Waliyullah al-Dahlawi will provide a significant development to the understanding of hadith  
MENYATUKAN MUSHAF AL-QUR’AN DI DUNIA: STUDI GAGASAN GĀNIM QADDŪRĪ AL-ḤAMAD TENTANG PENYERAGAMAN RASM DAN ḌABT DALAM PENCETAKAN MUSHAF AL-QUR’AN Ahbab, Muhammad Zamroni; Said, Hasani Ahmad
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 9 No. 1 June 2023
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v9i01.26843

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemikiran dan gagasan yang dilontarkan Gānim Qaddūrī terkait maraknya penerbitan mushaf Al-Qur’an dengan perbedaan corak rasm dan ḍabtnya serta tersebar masif di seantero dunia. Tak jarang perbedaan rasm dan ḍabt mushaf Al-Qur’an mengakibatkan gesekan di tengah umat Islam. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, penulis mencoba untuk mengetahui pemikiran dan gagasan Gānim Qaddūrī untuk mengusahakan penyeragaman rasm dan ḍabt mushaf Al-Qur’an. Hasilnya bisa dipahami bahwa setidaknya ada lima instrumen yang dapat dijadikan sebagai parameter untuk menyeragamkan rasm dan ḍabt dalam mushaf Al-Qur’an cetak di dunia. Namun lima instrumen tersebut masih dapat diperdebatkan karena merupakan ijtihad pribadi Gānim Qaddūrī.This study discusses the thoughts and ideas of Gānim Qaddūrī about the widespread publication of the Qur'anic manuscripts with different styles of rasm and dabt which are massively spread throughout the world. Differences between rasm and dabt mushaf of the Qur'an often cause friction among Muslims. By using the literature review method, the author tries to explore the thoughts and ideas of Gānim Qaddūrī who tries to homogenize the rasm and dabt mushaf of the Qur'an. The result can be understood that there are at least five instruments that can be used as benchmarks to uniform the rasm and dabt manuscripts of the Qur'an that are printed in the world. However, these five instruments are debatable because they are based on Gānim Qaddūrī's ijtihad. 

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 12 No. 1 June 2026 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue